Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

13. Tuberkulosis

Total questions: 59

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Faktor virulensi M. tuberculosis yang paling berperan dalam pembentukan granuloma adalah...

a)

Lipoarabinomannan

b)

Cord factor

c)

Wax-D

d)

Protein 38-kDa

e)

Sulfatides

2.

Mekanisme resistensi M. tuberculosis terhadap rifampisin yang paling sering adalah...

a)

Mutasi gen pncA

b)

Mutasi gen embB

c)

Mutasi gen rpoB

d)

Mutasi gen inhA

e)

Mutasi gen katG

3.

Pada pemeriksaan mikroskopis sputum, interpretasi hasil BTA positif 3 adalah...

a)

1-9 BTA/100 LP

b)

Diatas 10 BTA/LP

c)

10-99 BTA/100 LP

d)

1-10 BTA/LP

e)

Diatas 100 BTA/LP

4.

Pasien dengan hasil GenXpert MTB/RIF menunjukkan resistensi rifampisin, namun belum dilakukan uji kepekaan terhadap OAT lainnya. Klasifikasi resistensi yang tepat adalah...

a)

TB RR

b)

TB MDR

c)

TB XDR

d)

TB MR

e)

TB PR

5.

Pasien dengan riwayat pengobatan TB kategori 1 selama 6 minggu, kemudian tidak minum obat selama 3 bulan, lalu kembali berobat. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...

a)

Kasus lain-lain

b)

Kasus putus obat

c)

Kasus baru

d)

Kasus kambuh

e)

Kasus gagal

6.

Seorang pasien TB paru dengan riwayat putus obat 3 bulan yang lalu datang dengan keluhan batuk darah. Pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan regimen pengobatan adalah...

a)

Kultur M. Tuberculosis

b)

Bta sputum

c)

Line Probe Assay

d)

Tes tuberkulin

e)

GenXpert MTB/RIF

7.

Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Bagaimana

a)

2RHZES/4RHE

b)

2RHZE/4RH

c)

2RHZES/6EH

d)

4RHZE/2RH

8.

Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah diagnosis yang paling sesuai untuk pasien di atas?

a)

Abses paru

b)

Bronkiektasis terinfeksi

c)

TB Paru kasus baru

d)

Pneumonia Komunitas

e)

TB Paru relaps

9.

Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk bersifat produktif, sputum purulen, disertai demam, dan keringat malam hari. Riwayat penurunan berat badan diakui. Pada foto thorax ditemukan bercak berwarna pada lapangan atas paru. Sputum BTA (+). Riwayat pengobatan sebelumnya setahun lalu, dinyatakan sembuh. Apa definisi kasus pada pasien ini?

a)

Kasus kambuh

b)

Kasus baru

c)

Kasus resistensi ganda obat TB

d)

Kasus putus berobat

e)

Kasus gagal pengobatan

10.

Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah edukasi yang tepat kepada pasien agar batuk darahnya tidak berulang?

a)

Posisi tidur miring ke sisi yang sakit

b)

Rajin berjemur pada pagi hari

c)

Makan makanan bergizi seimbang

d)

Berhenti merokok

e)

Minum obat teratur

11.

Seorang pasien TB paru dengan HIV mengalami sindrom pemulihan imun (IRIS) setelah memulai terapi ARV. Tatalaksana yang paling tepat adalah...

a)

Menghentikan ARV

b)

Mengganti regimen ARV

c)

Menghentikan OAT

d)

Memberikan kortikosteroid

e)

Mengganti regimen OAT

12.

Laki-laki usia 20 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan utama batuk lebih 2 minggu. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB detected. Pasien didiagnosis TB paru bakteriologis, namun dari anamnesis didapatkan penderita pernah minum obat TB 3 bulan lalu selama 20 hari. Penderita berhenti sendiri karena merasa membaik. Definisi kasus pada penderita di atas :

a)

TB subklinis

b)

TB klinis

c)

TB kasus putus obat

d)

TB kasus baru

e)

TB kasus relaps

13.

Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 2 mengalami trombositopenia. OAT yang paling mungkin menyebabkan efek samping tersebut adalah...

a)

Etambutol

b)

Streptomisin

c)

Rifampisin

d)

Isoniazid

e)

Pirazinamid

14.

Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Edukasi apa yang paling tepat untuk pasien jika pertama kali datang ke Puskesmas?

a)

Pemeriksaan urine dan cara batuk yang tepat

b)

Pemeriksaan dahak dan bed rest

c)

Pemeriksaan dahak dan cara batuk yang tepat

d)

Pemeriksaan spirometri dan cegah penularan

e)

Pemeriksaan spirometri dan pakai masker

15.

Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 2 mengalami gangguan pendengaran. OAT yang paling mungkin menyebabkan efek samping tersebut adalah...

a)

Pirazinamid

b)

Etambutol

c)

Rifampisin

d)

Streptomisin

e)

Isoniazid

16.

Pasien TB HIV dengan CD4 25 sel/mm3 baru terdiagnosis TB paru. Waktu yang paling tepat untuk memulai terapi ARV adalah...

a)

Setelah fase intensif OAT

b)

Setelah OAT selesai

c)

Setelah 8 minggu pemberian OAT

d)

Bersamaan dengan dimulainya OAT

e)

Dalam 2 minggu pertama pengobatan OAT

17.

Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke Poliklinik Umum dengan keluhan batuk dialami sejak 1 bulan yang lalu, produktif, sputum purulen, kadang nyeri dada kanan, disertai demam dan keringat malam hari. Nafsu makan menurun. Berat badan menurun. Pada foto thorax ditemukan bercak berawan pada lapangan atas paru. Sputum BTA (+). Pasien pernah berobat 1 tahun lalu selama 3 minggu kemudian berhenti sendiri. Terapi yang tepat untuk kasus ini:

a)

INH selama 6 bulan

b)

Etambutol dan streptomisin

c)

Pirazinamid + INH

d)

OAT Kategori 1

e)

OAT Kategori 2

18.

Pada kasus TB MDR, mekanisme resistensi yang paling sering terjadi pada isoniazid adalah...

a)

Mutasi gen inhA

b)

Mutasi gen pncA

c)

Mutasi gen rpoB

d)

Mutasi gen embB

e)

Mutasi gen katG

19.

Gold standard pemeriksaan untuk menegakkan TB paru:

a)

Hapusan Sputum BTA

b)

TCM MTB

c)

Foto toraks

d)

Darah rutin

e)

Kultur kuman MTB

20.

Seorang pasien TB paru dengan BTA positif telah menjalani pengobatan kategori 1 selama 5 bulan, namun pemeriksaan BTA masih positif. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...

a)

Kasus putus obat

b)

Kasus gagal

c)

Kasus kambuh

d)

Kasus kronik

e)

Kasus baru

21.

Pada kasus TB ekstraparu dengan lokasi multipel, klasifikasi yang tepat adalah...

a)

TB paru dengan ekstraparu

b)

TB ekstraparu pada organ yang paling berat

c)

TB milier

d)

TB paru

e)

TB diseminata

22.

Seorang pasien TB paru dengan BTA positif mengeluh mual dan muntah setelah minum OAT. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan SGOT/SGPT 6x normal. Tindakan yang paling tepat adalah...

a)

Mengganti dengan OAT lini kedua

b)

Melanjutkan OAT dengan dosis yang sama

c)

Mengurangi dosis OAT

d)

Menghentikan semua OAT

e)

Menghentikan OAT hepatotoksik

23.

Pasien TB paru yang termasuk terkonfirmasi klinis adalah

a)

Pasien dengan klinis TB paru, radiologis TB paru dan BTA negative

b)

Pasien TB paru BTA positif

c)

Pasien TB dengan klinis TB dan BTA positif

d)

Pasien dengan klinis TB paru tetapi BTA negative

e)

Pasien TB paru dan hasil biakan MTB positif

24.

Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah pemeriksaan tambahan yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini?

a)

Sputum Gram

b)

Tes Cepat Molekuler

c)

Kultur sputum mikroorganisme

d)

Sputum BTA

e)

Kultur sputum M.Tb

25.

Pasien TB dengan hasil uji resistensi menunjukkan resistensi terhadap isoniazid, rifampisin, dan ofloksasin, serta kanamisin. Klasifikasi resistensi yang tepat adalah...

a)

TB MDR

b)

TB MR

c)

TB XDR

d)

TB PR

e)

TB RR

26.

Pada kasus TB milier, patogenesis yang paling berperan adalah...

a)

Penyebaran per kontinuitatum

b)

Penyebaran limfogen

c)

Penyebaran bronkogen

d)

Reaktivasi fokus dorman

e)

Penyebaran hematogen

27.

Seorang pasien TB paru dengan BTA negatif dirujuk ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas dan batuk darah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suara napas melemah pada basal paru kanan, perkusi redup, dan fremitus menurun. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah...

a)

Foto toraks AP/PA

b)

GenXpert sputum

c)

Analisis cairan pleura

d)

Biopsi jarum halus pleura

e)

CT-Scan toraks dengan kontras

28.

Penderita laki-laki, umur 48 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan batuk-batuk, kadang-kadang disertai panas, dahak campur sedikit darah dan lendir kehijauan. Pemeriksaan fisik: Suhu 38C, inspeksi torak simetris, palpasi tak ada kelainan. Perkusi redup apeks kanan, auskultasi ronki basah halus apeks kanan. Jika hasil pemeriksaan dahak BTA positif dua kali, maka diagnosis penderita ini adalah:

a)

Pneumonia

b)

TB paru aktif

c)

Bekas TB

d)

TB paru tersangka

e)

TB paru lama aktif

29.

Seorang pasien dengan TB milier yang mengenai paru dan hati. Klasifikasi berdasarkan lokasi anatomi yang tepat adalah...

a)

TB ekstraparu hati

b)

TB diseminata

c)

TB paru dan ekstraparu

d)

TB paru

e)

TB ekstraparu multipel

30.

Tujuan pengobatan TB fase awal adalah:

a)

Membunuh dan melemahkan kuman

b)

Mencegah kekambuhan

c)

Mencegah resistensi

d)

Melemahkan dan membersihkan kuman

e)

Membersihkan kuman

31.

Pada kasus TB milier, prednison ditambahkan dalam regimen pengobatan. Mekanisme kerja prednison yang paling tepat dalam hal ini adalah...

a)

Mencegah penyebaran hematogen

b)

Mengurangi inflamasi sistemik

c)

Meningkatkan penetrasi OAT

d)

Mencegah resistensi OAT

e)

Mempercepat konversi sputum

32.

Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 1 mengalami gout arthritis. Apa OAT yang dapat menyebabkan kondisi seperti ini?

a)

Allopurinol

b)

Rifampicin

c)

Ethambutol

d)

Isoniazid

e)

Pirazinamid

33.

Seorang pasien dengan riwayat pengobatan TB kategori 1 selama 3 minggu kemudian pindah kota dan tidak melanjutkan pengobatan. Setelah 6 bulan, pasien kembali berobat dengan keluhan yang sama. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...

a)

Kasus baru

b)

Kasus kambuh

c)

Kasus lain-lain

d)

Kasus putus obat

e)

Kasus gagal

34.

Mekanisme pembentukan nekrosis kaseosa pada TB paru yang paling tepat adalah...

a)

Reaksi hipersensitivitas tipe II

b)

Reaksi hipersensitivitas tipe I

c)

Reaksi hipersensitivitas tipe IV

d)

Reaksi hipersensitivitas tipe III

e)

Aktivasi komplemen

35.

Pada kasus TB dengan hepatitis, regimen yang paling tepat untuk pasien dengan 1 obat hepatotoksik adalah...

a)

2RHZE/4RH

b)

2RHZES/RHZE/5RH3E3

c)

6–9 RZE

d)

2HES/10HE

e)

18–24SE + fluorokuinolon

36.

Wanita, 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan lalu. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB terdeteksi, rifampicin sensitive. Dokter Puskesmas rencana memberikan obat 4FDC pada penderita ini. Berat Badan didapatkan 45 kg. Berapa dosis yang tepat diberikan pada kasus ini?

a)

4 tablet per hari

b)

3 tablet per hari

c)

2 tablet per hari

d)

5 tablet per hari

e)

2 tablet per hari

37.

Mekanisme utama yang mendasari resistensi M. tuberculosis terhadap fagositosis oleh makrofag alveolar adalah...

a)

Dinding sel lipid yang menghalangi fusi fago-lisosom

b)

Kemampuan multiplikasi yang cepat dalam makrofag

c)

Sekresi enzim yang mendegradasi komplemen

d)

Produksi katalase yang tinggi

e)

Pembentukan biofilm

38.

Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah pengobatan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

2HRZES/5RHE

b)

Sefalosporin generasi ke-2

c)

2 HRZE/4RH

d)

Carbapenem

e)

Makrolide generasi ke-3

39.

Laki-laki, 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk disertai darah, sudah berlangsung 1 bulan. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB terdeteksi, rifampisin sensitive. Penderita belum pernah minum OAT sebelumnya. Rencana terapi farmakologi pada pasien ini

a)

2HRZE/3RH

b)

2HRZE/2RH

c)

2HRZE/4RH

d)

2HRZE/2RH3H3

e)

2HRZE/4RH3H3

40.

Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 1 mengalami gangguan penglihatan. Pemeriksaan yang paling tepat untuk evaluasi adalah...

a)

Pemeriksaan buta warna

b)

Pemeriksaan visus

c)

CT scan kepala

d)

Funduskopi

e)

MRI kepala

41.

Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makanan nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah teori yang mendasari terjadinya batuk darah pada pasien ini?

a)

Pecahnya arteri bronkialis

b)

Defisiensi faktor VII

c)

Defisiensi alfa-1 anti tripsin

d)

Ruptur bleb subpleural

e)

Robekan vena Rasmussen

42.

Seorang pasien didiagnosis TB paru dengan BTA positif dan juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening di leher yang telah dikonfirmasi dengan biopsi sebagai TB limfadenitis. Klasifikasi yang paling tepat untuk pasien ini adalah...

a)

TB ekstraparu saja

b)

TB paru dan ekstraparu

c)

TB paru saja

d)

TB milier

e)

TB diseminata

43.

Mekanisme etambutol dalam menghambat pertumbuhan M. tuberculosis adalah...

a)

Menghambat sintesis dinding sel

b)

Menghambat sintesis arabinogalaktan

c)

Menghambat sintesis protein

d)

Menghambat sintesis folat

e)

Menghambat sintesis RNA

44.

Pasien dengan hasil pemeriksaan menunjukkan resistensi terhadap etambutol dan streptomisin, namun masih sensitif terhadap isoniazid dan rifampisin. Klasifikasi resistensi yang tepat adalah...

a)

TB MR

b)

TB XDR

c)

TB MDR

d)

TB PR

e)

TB RR

45.

Pasien dengan efusi pleura unilateral dan limfadenitis TB mediastinum tanpa ditemukan lesi pada parenkim paru pada foto toraks diklasifikasikan sebagai...

a)

TB milier

b)

TB paru dan ekstraparu

c)

TB paru

d)

TB ekstraparu limfadenitis

e)

TB ekstraparu pleura

46.

Seorang pasien dengan riwayat TB paru 2 tahun lalu dan telah dinyatakan sembuh, kembali dengan keluhan batuk darah dan ditemukan BTA positif. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...

a)

Kasus putus obat

b)

Kasus kambuh

c)

Kasus baru

d)

Kasus kronik

e)

Kasus gagal

47.

Pasien TB MDR yang telah terkonfirmasi dengan kultur dan uji kepekaan menunjukkan resistensi terhadap isoniazid dan rifampisin. Pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan regimen pengobatan selanjutnya adalah...

a)

Kultur ulang dengan media Lowenstein Jensen

b)

Line Probe Assay

c)

Tes cepat molekuler TB

d)

MGIT 960

e)

GenXpert MTB/RIF

48.

Patogenesis pembentukan kavitas pada TB paru terutama disebabkan oleh...

a)

Kerusakan matriks ekstraselular oleh protease

b)

Respon inflamasi neutrofil

c)

Aktivasi berlebihan makrofag

d)

Invasivitas bakteri ke jaringan paru

e)

Reaksi hipersensitivitas tipe IV

49.

Seorang pasien TB paru mengalami hepatitis imbas obat dengan SGOT/SGPT >5x normal dan terdapat ikterik. Regimen OAT yang paling tepat setelah kondisi membaik dan dilakukan desensitisasi adalah...

a)

2RHZE/4RH

b)

6-9 RZE

c)

18-24SE + fluorokuinolon

d)

2HES/10HE

e)

2RHZES/RHZE/5RHE3

50.

Seorang laki-laki 20 tahun dengan keluhan batuk darah 2 hari yang lalu. Penderita sudah mengalami batuk 1 bulan disertai penurunan nafsu makan. Tahun 2015 pernah minum obat anti TB selama 25 hari namun belum dinyatakan sembuh. Saat ini pemeriksaan tanda vital dbn. Sputum BTA +/+. Apa tindakan selanjutnya yang paling tepat?

a)

OAT kategori II

b)

OAT kategori I

c)

OAT kategori III

d)

INH seumur hidup

e)

Sesuai hasil sensitifitas OAT

51.

Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen, ditemukan 8 BTA dalam 100 lapang pandang. Interpretasi hasil pemeriksaan tersebut adalah...

a)

Negatif

b)

Positif 3

c)

Positif 1

d)

Scanty (+/-)

e)

Positif 2

52.

Pada kasus TB ekstraparu, gold standard untuk diagnosis adalah...

a)

Pemeriksaan serologi

b)

Kultur M. tuberculosis

c)

GenXpert MTB/RIF

d)

Pemeriksaan PCR

e)

Pemeriksaan histopatologi

53.

Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 1 mengalami neuropati perifer. Penatalaksanaan yang paling tepat adalah...

a)

Mengganti dengan OAT lain

b)

Memberikan gabapentin

c)

Memberikan vitamin B6

d)

Menghentikan isoniazid

e)

Mengurangi dosis isoniazid

54.

Mekanisme kerja isoniazid dalam membunuh M. tuberculosis adalah...

a)

Menghambat sintesis RNA

b)

Menghambat sintesis asam mikolat

c)

Menghambat sintesis folat

d)

Menghambat sintesis dinding sel

e)

Menghambat sintesis protein

55.

Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan menurun dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Apakah pemeriksaan yang menjadi gold standard pada kasus tersebut?

a)

Darah rutin

b)

Analisa cairan pleura

c)

Tes Cepat Molekuler/GenXpert

d)

Kultur Sputum MTB

e)

Sputum BTA

56.

Mekanisme terbentuknya Ghon complex yang benar adalah...

a)

Kombinasi fokus primer dengan limfadenitis regional

b)

Fibrosis jaringan paru akibat respons imun

c)

Pembentukan granuloma multipel di parenkim paru

d)

Nekrosis jaringan akibat hipersensitivitas tipe III

e)

Penyebaran limfogen dan hematogen secara bersamaan

57.

Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Kapan saja pemeriksaan sampel dahak pada pasien yang telah menjalani pengobatan tersebut?

a)

Akhir bulan ke 3,4,5, dan 6 pengobatan

b)

Akhir bulan ke 2,3,4, dan 6 pengobatan

c)

Akhir bulan ke 2,4,5, dan 6 pengobatan

d)

Akhir bulan ke 2,3,4,5, dan 6 pengobatan

e)

Akhir bulan ke 2,5, dan 6 pengobatan

58.

Seseorang dikatakan terduga TB Paru sesuai ISTC (International Standards of Tuberculosis Care) adalah:

a)

Jika terdapat batuk darah terus menerus

b)

Jika terdapat batuk > 2 minggu

c)

Jika semua gejala klinis TB ada

d)

Jika terdapat batuk, demam dan penurunan berat badan

e)

Jika terjadi penurunan berat badan disertai batuk > 2 minggu

59.

Pada pemeriksaan radiologi toraks pasien TB paru, ditemukan kavitas multipel dengan air fluid level. Komplikasi yang paling mungkin terjadi adalah...

a)

Bronkiektasis

b)

Hemoptisis masif

c)

Pneumotoraks

d)

Aspergiloma

e)

Fibrosis paru