Worksheets13. Tuberkulosis
Total questions: 59
Worksheet time: 30mins
Faktor virulensi M. tuberculosis yang paling berperan dalam pembentukan granuloma adalah...
Lipoarabinomannan
Cord factor
Wax-D
Protein 38-kDa
Sulfatides
Mekanisme resistensi M. tuberculosis terhadap rifampisin yang paling sering adalah...
Mutasi gen pncA
Mutasi gen embB
Mutasi gen rpoB
Mutasi gen inhA
Mutasi gen katG
Pada pemeriksaan mikroskopis sputum, interpretasi hasil BTA positif 3 adalah...
1-9 BTA/100 LP
Diatas 10 BTA/LP
10-99 BTA/100 LP
1-10 BTA/LP
Diatas 100 BTA/LP
Pasien dengan hasil GenXpert MTB/RIF menunjukkan resistensi rifampisin, namun belum dilakukan uji kepekaan terhadap OAT lainnya. Klasifikasi resistensi yang tepat adalah...
TB RR
TB MDR
TB XDR
TB MR
TB PR
Pasien dengan riwayat pengobatan TB kategori 1 selama 6 minggu, kemudian tidak minum obat selama 3 bulan, lalu kembali berobat. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...
Kasus lain-lain
Kasus putus obat
Kasus baru
Kasus kambuh
Kasus gagal
Seorang pasien TB paru dengan riwayat putus obat 3 bulan yang lalu datang dengan keluhan batuk darah. Pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan regimen pengobatan adalah...
Kultur M. Tuberculosis
Bta sputum
Line Probe Assay
Tes tuberkulin
GenXpert MTB/RIF
Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Bagaimana
2RHZES/4RHE
2RHZE/4RH
2RHZES/6EH
4RHZE/2RH
Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah diagnosis yang paling sesuai untuk pasien di atas?
Abses paru
Bronkiektasis terinfeksi
TB Paru kasus baru
Pneumonia Komunitas
TB Paru relaps
Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk bersifat produktif, sputum purulen, disertai demam, dan keringat malam hari. Riwayat penurunan berat badan diakui. Pada foto thorax ditemukan bercak berwarna pada lapangan atas paru. Sputum BTA (+). Riwayat pengobatan sebelumnya setahun lalu, dinyatakan sembuh. Apa definisi kasus pada pasien ini?
Kasus kambuh
Kasus baru
Kasus resistensi ganda obat TB
Kasus putus berobat
Kasus gagal pengobatan
Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah edukasi yang tepat kepada pasien agar batuk darahnya tidak berulang?
Posisi tidur miring ke sisi yang sakit
Rajin berjemur pada pagi hari
Makan makanan bergizi seimbang
Berhenti merokok
Minum obat teratur
Seorang pasien TB paru dengan HIV mengalami sindrom pemulihan imun (IRIS) setelah memulai terapi ARV. Tatalaksana yang paling tepat adalah...
Menghentikan ARV
Mengganti regimen ARV
Menghentikan OAT
Memberikan kortikosteroid
Mengganti regimen OAT
Laki-laki usia 20 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan utama batuk lebih 2 minggu. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB detected. Pasien didiagnosis TB paru bakteriologis, namun dari anamnesis didapatkan penderita pernah minum obat TB 3 bulan lalu selama 20 hari. Penderita berhenti sendiri karena merasa membaik. Definisi kasus pada penderita di atas :
TB subklinis
TB klinis
TB kasus putus obat
TB kasus baru
TB kasus relaps
Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 2 mengalami trombositopenia. OAT yang paling mungkin menyebabkan efek samping tersebut adalah...
Etambutol
Streptomisin
Rifampisin
Isoniazid
Pirazinamid
Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Edukasi apa yang paling tepat untuk pasien jika pertama kali datang ke Puskesmas?
Pemeriksaan urine dan cara batuk yang tepat
Pemeriksaan dahak dan bed rest
Pemeriksaan dahak dan cara batuk yang tepat
Pemeriksaan spirometri dan cegah penularan
Pemeriksaan spirometri dan pakai masker
Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 2 mengalami gangguan pendengaran. OAT yang paling mungkin menyebabkan efek samping tersebut adalah...
Pirazinamid
Etambutol
Rifampisin
Streptomisin
Isoniazid
Pasien TB HIV dengan CD4 25 sel/mm3 baru terdiagnosis TB paru. Waktu yang paling tepat untuk memulai terapi ARV adalah...
Setelah fase intensif OAT
Setelah OAT selesai
Setelah 8 minggu pemberian OAT
Bersamaan dengan dimulainya OAT
Dalam 2 minggu pertama pengobatan OAT
Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke Poliklinik Umum dengan keluhan batuk dialami sejak 1 bulan yang lalu, produktif, sputum purulen, kadang nyeri dada kanan, disertai demam dan keringat malam hari. Nafsu makan menurun. Berat badan menurun. Pada foto thorax ditemukan bercak berawan pada lapangan atas paru. Sputum BTA (+). Pasien pernah berobat 1 tahun lalu selama 3 minggu kemudian berhenti sendiri. Terapi yang tepat untuk kasus ini:
INH selama 6 bulan
Etambutol dan streptomisin
Pirazinamid + INH
OAT Kategori 1
OAT Kategori 2
Pada kasus TB MDR, mekanisme resistensi yang paling sering terjadi pada isoniazid adalah...
Mutasi gen inhA
Mutasi gen pncA
Mutasi gen rpoB
Mutasi gen embB
Mutasi gen katG
Gold standard pemeriksaan untuk menegakkan TB paru:
Hapusan Sputum BTA
TCM MTB
Foto toraks
Darah rutin
Kultur kuman MTB
Seorang pasien TB paru dengan BTA positif telah menjalani pengobatan kategori 1 selama 5 bulan, namun pemeriksaan BTA masih positif. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...
Kasus putus obat
Kasus gagal
Kasus kambuh
Kasus kronik
Kasus baru
Pada kasus TB ekstraparu dengan lokasi multipel, klasifikasi yang tepat adalah...
TB paru dengan ekstraparu
TB ekstraparu pada organ yang paling berat
TB milier
TB paru
TB diseminata
Seorang pasien TB paru dengan BTA positif mengeluh mual dan muntah setelah minum OAT. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan SGOT/SGPT 6x normal. Tindakan yang paling tepat adalah...
Mengganti dengan OAT lini kedua
Melanjutkan OAT dengan dosis yang sama
Mengurangi dosis OAT
Menghentikan semua OAT
Menghentikan OAT hepatotoksik
Pasien TB paru yang termasuk terkonfirmasi klinis adalah
Pasien dengan klinis TB paru, radiologis TB paru dan BTA negative
Pasien TB paru BTA positif
Pasien TB dengan klinis TB dan BTA positif
Pasien dengan klinis TB paru tetapi BTA negative
Pasien TB paru dan hasil biakan MTB positif
Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah pemeriksaan tambahan yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini?
Sputum Gram
Tes Cepat Molekuler
Kultur sputum mikroorganisme
Sputum BTA
Kultur sputum M.Tb
Pasien TB dengan hasil uji resistensi menunjukkan resistensi terhadap isoniazid, rifampisin, dan ofloksasin, serta kanamisin. Klasifikasi resistensi yang tepat adalah...
TB MDR
TB MR
TB XDR
TB PR
TB RR
Pada kasus TB milier, patogenesis yang paling berperan adalah...
Penyebaran per kontinuitatum
Penyebaran limfogen
Penyebaran bronkogen
Reaktivasi fokus dorman
Penyebaran hematogen
Seorang pasien TB paru dengan BTA negatif dirujuk ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas dan batuk darah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suara napas melemah pada basal paru kanan, perkusi redup, dan fremitus menurun. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah...
Foto toraks AP/PA
GenXpert sputum
Analisis cairan pleura
Biopsi jarum halus pleura
CT-Scan toraks dengan kontras
Penderita laki-laki, umur 48 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan batuk-batuk, kadang-kadang disertai panas, dahak campur sedikit darah dan lendir kehijauan. Pemeriksaan fisik: Suhu 38C, inspeksi torak simetris, palpasi tak ada kelainan. Perkusi redup apeks kanan, auskultasi ronki basah halus apeks kanan. Jika hasil pemeriksaan dahak BTA positif dua kali, maka diagnosis penderita ini adalah:
Pneumonia
TB paru aktif
Bekas TB
TB paru tersangka
TB paru lama aktif
Seorang pasien dengan TB milier yang mengenai paru dan hati. Klasifikasi berdasarkan lokasi anatomi yang tepat adalah...
TB ekstraparu hati
TB diseminata
TB paru dan ekstraparu
TB paru
TB ekstraparu multipel
Tujuan pengobatan TB fase awal adalah:
Membunuh dan melemahkan kuman
Mencegah kekambuhan
Mencegah resistensi
Melemahkan dan membersihkan kuman
Membersihkan kuman
Pada kasus TB milier, prednison ditambahkan dalam regimen pengobatan. Mekanisme kerja prednison yang paling tepat dalam hal ini adalah...
Mencegah penyebaran hematogen
Mengurangi inflamasi sistemik
Meningkatkan penetrasi OAT
Mencegah resistensi OAT
Mempercepat konversi sputum
Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 1 mengalami gout arthritis. Apa OAT yang dapat menyebabkan kondisi seperti ini?
Allopurinol
Rifampicin
Ethambutol
Isoniazid
Pirazinamid
Seorang pasien dengan riwayat pengobatan TB kategori 1 selama 3 minggu kemudian pindah kota dan tidak melanjutkan pengobatan. Setelah 6 bulan, pasien kembali berobat dengan keluhan yang sama. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...
Kasus baru
Kasus kambuh
Kasus lain-lain
Kasus putus obat
Kasus gagal
Mekanisme pembentukan nekrosis kaseosa pada TB paru yang paling tepat adalah...
Reaksi hipersensitivitas tipe II
Reaksi hipersensitivitas tipe I
Reaksi hipersensitivitas tipe IV
Reaksi hipersensitivitas tipe III
Aktivasi komplemen
Pada kasus TB dengan hepatitis, regimen yang paling tepat untuk pasien dengan 1 obat hepatotoksik adalah...
2RHZE/4RH
2RHZES/RHZE/5RH3E3
6–9 RZE
2HES/10HE
18–24SE + fluorokuinolon
Wanita, 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan lalu. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB terdeteksi, rifampicin sensitive. Dokter Puskesmas rencana memberikan obat 4FDC pada penderita ini. Berat Badan didapatkan 45 kg. Berapa dosis yang tepat diberikan pada kasus ini?
4 tablet per hari
3 tablet per hari
2 tablet per hari
5 tablet per hari
2 tablet per hari
Mekanisme utama yang mendasari resistensi M. tuberculosis terhadap fagositosis oleh makrofag alveolar adalah...
Dinding sel lipid yang menghalangi fusi fago-lisosom
Kemampuan multiplikasi yang cepat dalam makrofag
Sekresi enzim yang mendegradasi komplemen
Produksi katalase yang tinggi
Pembentukan biofilm
Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makan karena nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah pengobatan yang paling tepat untuk pasien ini?
2HRZES/5RHE
Sefalosporin generasi ke-2
2 HRZE/4RH
Carbapenem
Makrolide generasi ke-3
Laki-laki, 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk disertai darah, sudah berlangsung 1 bulan. Pemeriksaan TCM didapatkan MTB terdeteksi, rifampisin sensitive. Penderita belum pernah minum OAT sebelumnya. Rencana terapi farmakologi pada pasien ini
2HRZE/3RH
2HRZE/2RH
2HRZE/4RH
2HRZE/2RH3H3
2HRZE/4RH3H3
Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 1 mengalami gangguan penglihatan. Pemeriksaan yang paling tepat untuk evaluasi adalah...
Pemeriksaan buta warna
Pemeriksaan visus
CT scan kepala
Funduskopi
MRI kepala
Pasien laki-laki berumur 35 tahun diantar ke IGD Puskesmas karena batuk darah sebanyak setengah gelas aqua. Sebelumnya batuk sudah mulai dirasakan pasien sekitar 2 bulan lalu disertai demam yang hilang timbul. Keluhan lain berupa lemas dan berat badan menurun. Pasien mengeluh sulit makanan nyeri menelan. Saat ini pasien sementara mengkonsumsi obat ARV selama 2 minggu dan riwayat OAT disangkal. Apakah teori yang mendasari terjadinya batuk darah pada pasien ini?
Pecahnya arteri bronkialis
Defisiensi faktor VII
Defisiensi alfa-1 anti tripsin
Ruptur bleb subpleural
Robekan vena Rasmussen
Seorang pasien didiagnosis TB paru dengan BTA positif dan juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening di leher yang telah dikonfirmasi dengan biopsi sebagai TB limfadenitis. Klasifikasi yang paling tepat untuk pasien ini adalah...
TB ekstraparu saja
TB paru dan ekstraparu
TB paru saja
TB milier
TB diseminata
Mekanisme etambutol dalam menghambat pertumbuhan M. tuberculosis adalah...
Menghambat sintesis dinding sel
Menghambat sintesis arabinogalaktan
Menghambat sintesis protein
Menghambat sintesis folat
Menghambat sintesis RNA
Pasien dengan hasil pemeriksaan menunjukkan resistensi terhadap etambutol dan streptomisin, namun masih sensitif terhadap isoniazid dan rifampisin. Klasifikasi resistensi yang tepat adalah...
TB MR
TB XDR
TB MDR
TB PR
TB RR
Pasien dengan efusi pleura unilateral dan limfadenitis TB mediastinum tanpa ditemukan lesi pada parenkim paru pada foto toraks diklasifikasikan sebagai...
TB milier
TB paru dan ekstraparu
TB paru
TB ekstraparu limfadenitis
TB ekstraparu pleura
Seorang pasien dengan riwayat TB paru 2 tahun lalu dan telah dinyatakan sembuh, kembali dengan keluhan batuk darah dan ditemukan BTA positif. Klasifikasi kasus yang tepat adalah...
Kasus putus obat
Kasus kambuh
Kasus baru
Kasus kronik
Kasus gagal
Pasien TB MDR yang telah terkonfirmasi dengan kultur dan uji kepekaan menunjukkan resistensi terhadap isoniazid dan rifampisin. Pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan regimen pengobatan selanjutnya adalah...
Kultur ulang dengan media Lowenstein Jensen
Line Probe Assay
Tes cepat molekuler TB
MGIT 960
GenXpert MTB/RIF
Patogenesis pembentukan kavitas pada TB paru terutama disebabkan oleh...
Kerusakan matriks ekstraselular oleh protease
Respon inflamasi neutrofil
Aktivasi berlebihan makrofag
Invasivitas bakteri ke jaringan paru
Reaksi hipersensitivitas tipe IV
Seorang pasien TB paru mengalami hepatitis imbas obat dengan SGOT/SGPT >5x normal dan terdapat ikterik. Regimen OAT yang paling tepat setelah kondisi membaik dan dilakukan desensitisasi adalah...
2RHZE/4RH
6-9 RZE
18-24SE + fluorokuinolon
2HES/10HE
2RHZES/RHZE/5RHE3
Seorang laki-laki 20 tahun dengan keluhan batuk darah 2 hari yang lalu. Penderita sudah mengalami batuk 1 bulan disertai penurunan nafsu makan. Tahun 2015 pernah minum obat anti TB selama 25 hari namun belum dinyatakan sembuh. Saat ini pemeriksaan tanda vital dbn. Sputum BTA +/+. Apa tindakan selanjutnya yang paling tepat?
OAT kategori II
OAT kategori I
OAT kategori III
INH seumur hidup
Sesuai hasil sensitifitas OAT
Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen, ditemukan 8 BTA dalam 100 lapang pandang. Interpretasi hasil pemeriksaan tersebut adalah...
Negatif
Positif 3
Positif 1
Scanty (+/-)
Positif 2
Pada kasus TB ekstraparu, gold standard untuk diagnosis adalah...
Pemeriksaan serologi
Kultur M. tuberculosis
GenXpert MTB/RIF
Pemeriksaan PCR
Pemeriksaan histopatologi
Seorang pasien TB paru dengan pengobatan kategori 1 mengalami neuropati perifer. Penatalaksanaan yang paling tepat adalah...
Mengganti dengan OAT lain
Memberikan gabapentin
Memberikan vitamin B6
Menghentikan isoniazid
Mengurangi dosis isoniazid
Mekanisme kerja isoniazid dalam membunuh M. tuberculosis adalah...
Menghambat sintesis RNA
Menghambat sintesis asam mikolat
Menghambat sintesis folat
Menghambat sintesis dinding sel
Menghambat sintesis protein
Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan menurun dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Apakah pemeriksaan yang menjadi gold standard pada kasus tersebut?
Darah rutin
Analisa cairan pleura
Tes Cepat Molekuler/GenXpert
Kultur Sputum MTB
Sputum BTA
Mekanisme terbentuknya Ghon complex yang benar adalah...
Kombinasi fokus primer dengan limfadenitis regional
Fibrosis jaringan paru akibat respons imun
Pembentukan granuloma multipel di parenkim paru
Nekrosis jaringan akibat hipersensitivitas tipe III
Penyebaran limfogen dan hematogen secara bersamaan
Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Kapan saja pemeriksaan sampel dahak pada pasien yang telah menjalani pengobatan tersebut?
Akhir bulan ke 3,4,5, dan 6 pengobatan
Akhir bulan ke 2,3,4, dan 6 pengobatan
Akhir bulan ke 2,4,5, dan 6 pengobatan
Akhir bulan ke 2,3,4,5, dan 6 pengobatan
Akhir bulan ke 2,5, dan 6 pengobatan
Seseorang dikatakan terduga TB Paru sesuai ISTC (International Standards of Tuberculosis Care) adalah:
Jika terdapat batuk darah terus menerus
Jika terdapat batuk > 2 minggu
Jika semua gejala klinis TB ada
Jika terdapat batuk, demam dan penurunan berat badan
Jika terjadi penurunan berat badan disertai batuk > 2 minggu
Pada pemeriksaan radiologi toraks pasien TB paru, ditemukan kavitas multipel dengan air fluid level. Komplikasi yang paling mungkin terjadi adalah...
Bronkiektasis
Hemoptisis masif
Pneumotoraks
Aspergiloma
Fibrosis paru
