NEW
Font size
Worksheetsdr leo ,blok 3.3
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
1. Seorang wanita berusia 28 tahun, P2A0, datang untuk kontrol pasca persalinan hari ke-3. Pasien melahirkan secara spontan pervaginam tanpa komplikasi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tinggi fundus uteri 3 jari di bawah pusat, kontraksi uterus baik, dan keluar cairan berwarna merah gelap dari vagina yang mengandung bekuan darah kecil dan jaringan. Apakah nama cairan yang keluar dari vagina pasien tersebut?
Lochia rubra
Lochia serosa
Lochia alba
Lochia purulenta
Perdarahan postpartum
1. Seorang wanita berusia 32 tahun, P3A0, datang ke puskesmas untuk kontrol pasca persalinan. Pasien melahirkan secara normal 2 minggu yang lalu. Pasien mengeluh masih keluar cairan dari vagina berwarna kuning keputihan dalam jumlah sedikit. Pada pemeriksaan fisik, tinggi fundus uteri sudah tidak teraba, tidak ada nyeri tekan, dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Apakah penjelasan yang tepat untuk kondisi pasien tersebut?
a. Lochia rubra yang memanjang
b. Lochia alba fisiologis
c. Endometritis postpartum
d. Subinvolusi uterus
e. Retensio sisa plasenta
Lochia rubra yang memanjang
Endometritis postpartum
Subinvolusi uterus
Retensio sisa plasenta
1. Seorang wanita berusia 25 tahun, P1A0, melahirkan secara spontan 12 jam yang lalu. Bidan melakukan pemeriksaan rutin dan menemukan tinggi fundus uteri setinggi 1 cm di atas umbilikus. Pasien mengeluh nyeri kram pada perut bagian bawah. Berapa penurunan tinggi fundus uteri yang diharapkan per hari selama proses involusi normal?
3 cm per hari
2 cm per hari
4 cm per hari
0,5 cm per hari
1. Seorang wanita berusia 30 tahun, P2A0, datang untuk kontrol 6 minggu pasca persalinan. Pasien menyusui bayinya secara eksklusif. Pada pemeriksaan, tidak ditemukan kelainan. Pasien bertanya kapan menstruasinya akan kembali. Hormon apakah yang berperan dalam menghambat kembalinya menstruasi pada ibu menyusui?
Prolaktin
FSH
Oksitosin
Estrogen
Progesteron
1. Seorang wanita berusia 27 tahun, P1A0, hari ke-3 pasca persalinan, mengeluh payudaranya terasa penuh dan keras. Saat menyusui bayinya, pasien merasakan sensasi seperti kesemutan pada payudara dan ASI mulai keluar dengan lancar. Bayi tampak puas setelah menyusu. Hormon apakah yang paling berperan dalam proses pengeluaran ASI (milk ejection) tersebut?
Estrogen
Prolaktin
Oksitosin
Progesteron
Human placental lactogen
1. Seorang wanita berusia 29 tahun, P1A0, melahirkan secara normal 2 hari yang lalu. Pasien menyusui bayinya dan mengeluh nyeri perut seperti kram yang semakin terasa saat menyusui. Pada pemeriksaan, tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik, dan lochia rubra dalam batas normal. Apakah penyebab nyeri kram yang dirasakan pasien saat menyusui?
Pelepasan oksitosin menyebabkan kontraksi uterus
Pelepasan prolaktin menyebabkan kontraksi uterus
Pelepasan estrogen menyebabkan kontraksi uterus
Infeksi endometrium pasca persalinan
Retensio sisa plasenta
1. Seorang wanita berusia 26 tahun, P1A0, melahirkan bayi cukup bulan secara spontan 6 jam yang lalu. Pasien berencana menyusui bayinya secara eksklusif. Pada pemeriksaan payudara, ditemukan keluarnya cairan kental berwarna kekuningan dari puting. Apakah nama cairan yang keluar dari payudara pasien dan apa kandungan utamanya?
Kolostrum, kaya imunoglobulin
Foremilk, kaya laktosa
Hindmilk, kaya lemak
ASI transisi, kaya protein
ASI matur, kaya karbohidrat
1. Seorang wanita berusia 31 tahun, P2A0, datang ke puskesmas pada hari ke-2 pasca persalinan dengan keluhan tidak bisa buang air kecil sejak melahirkan. Pasien melahirkan secara spontan dengan persalinan lama. Pada pemeriksaan, kandung kemih teraba penuh dan fundus uteri teraba 2 cm di atas umbilikus, sedikit ke kiri dari garis tengah. Apakah penyebab posisi fundus uteri yang menyimpang pada pasien ini?
Mioma uteri
Endometritis
Atonia uteri
Distensi kandung kemih
Retensio sisa plasenta
1. Seorang wanita berusia 28 tahun, P1A0, 24 jam pasca persalinan normal. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan leukosit 25.000/mm³. Pasien tidak demam, tidak ada nyeri perut yang signifikan, dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Lochia rubra normal dan tidak berbau. Apakah interpretasi yang tepat untuk hasil laboratorium pasien ini?
Sepsis puerpuralis
Leukemia akut
Infeksi bakteri akut
Leukositosis fisiologis pascapersalinan
Endometritis
1. Seorang wanita berusia 33 tahun, P3A0, melahirkan secara spontan 4 hari yang lalu. Pasien tidak menyusui bayinya karena kontraindikasi medis. Pasien mengeluh payudaranya terasa sangat penuh, keras, dan nyeri. Apakah mekanisme yang menyebabkan penghentian produksi ASI pada pasien yang tidak menyusui?
Peningkatan tekanan intramamaria dan feedback inhibitor of lactation (FIL)
Peningkatan kadar estrogen dan progesteron
Penurunan kadar oksitosin
Peningkatan kadar human placental lactogen
Atrofi kelenjar payudara
1. Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0, datang ke puskesmas untuk pemeriksaan kehamilan pertama. Dari anamnesis didapatkan haid terakhir 10 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88x/menit. Pada pemeriksaan dalam didapatkan uterus membesar seukuran telur angsa, konsistensi lunak terutama pada daerah isthmus sehingga seolah-olah korpus dan serviks terpisah. Tanda kehamilan apakah yang ditemukan pada pasien ini?
Tanda Hegar
Tanda Piskacek
Tanda Goodell
Tanda Braxton Hicks
Tanda Chadwick
1. Seorang perempuan berusia 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, datang ke poliklinik kebidanan untuk pemeriksaan antenatal rutin. Pasien mengeluhkan keputihan yang lebih banyak dari biasanya namun tidak berbau dan tidak gatal. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan sekret vagina berwarna putih, tidak berbau, pH 4,0. Apakah penyebab kondisi yang dialami pasien tersebut?
Infeksi Candida albicans
Infeksi Trichomonas vaginalis
Peningkatan deskuamasi epitel vagina akibat pengaruh estrogen
Bacterial vaginosis
Infeksi Chlamydia trachomatis
1. Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 20 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan sering buang air kecil. Keluhan tidak disertai nyeri saat berkemih maupun demam. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil dalam batas normal. Dokter menjelaskan bahwa keluhan tersebut berkaitan dengan perubahan anatomi organ reproduksi selama kehamilan. Apakah perubahan anatomis yang paling berperan menyebabkan keluhan pada pasien ini?
Antefleksi uterus yang semakin bertambah
Pembesaran uterus yang menekan kandung kemih
Penurunan tonus otot detrusor kandung kemih
Dilatasi ureter akibat pengaruh progesteron
Peningkatan filtrasi glomerulus
1. Seorang perempuan berusia 30 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kehamilan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi fundus uteri 32 cm, presentasi kepala. Pada pemeriksaan dalam didapatkan serviks dengan konsistensi lunak seperti bibir, pembukaan 1 cm, efficement 25%, kepala pada Hodge I. Perubahan fisiologis apakah yang menyebabkan perubahan konsistensi serviks pada pasien ini?
Infiltrasi sel radang pada stroma serviks
Peningkatan kadar kolagen pada jaringan serviks
Penurunan kadar glikosaminoglikan pada matriks ekstraseluler
Peningkatan kadar air dan disosiasi kolagen pada jaringan serviks
Atrofi jaringan ikat serviks akibat penurunan estrogen
1. Seorang perempuan berusia 27 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 16 minggu, datang ke poliklinik kebidanan dengan keluhan payudara terasa penuh dan membesar. Pasien juga mengeluhkan puting lebih gelap dari sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pembesaran payudara bilateral, areola mammae hiperpigmentasi, tampak tuberkel Montgomery yang prominen, serta pada penekanan areola keluar cairan kekuningan. Apakah hormon yang paling berperan dalam perubahan pada payudara pasien ini?
Estrogen dan progesteron
Oksitosin
Prolaktin
Human placental lactogen
Follicle stimulating hormone
1. Seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, datang untuk pemeriksaan antenatal rutin pada usia kehamilan 28 minggu. Pasien mengeluh mudah lelah dan sesak napas ringan saat naik tangga. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 105/65 mmHg, nadi 92x/menit, dan ditemukan murmur sistolik grade II/VI di area pulmonal tanpa penjalaran. Tidak ada riwayat penyakit jantung sebelumnya. Pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan struktur jantung normal. Apakah penjelasan paling tepat untuk temuan pada pasien ini?
Stenosis katup pulmonal akibat peningkatan beban jantung
Regurgitasi trikuspid patologis yang memerlukan intervensi
Prolaps katup mitral yang tereksaserbasi oleh kehamilan
Kardiomiopati peripartum tahap awal
Murmur fisiologis akibat peningkatan volume darah dan cardiac output
1. Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan pusing saat berbaring terlentang. Keluhan membaik bila pasien miring ke kiri. Pemeriksaan fisik dalam posisi terlentang menunjukkan tekanan darah 85/55 mmHg dan nadi 110x/menit. Setelah diposisikan miring ke kiri, tekanan darah menjadi 110/70 mmHg dan nadi 88x/menit. Apakah mekanisme yang paling tepat menjelaskan kondisi ini?
Penurunan resistensi vaskular sistemik akibat hormon progesteron
Anemia fisiologis kehamilan yang menyebabkan hipoperfusi serebral
Kompresi vena cava inferior oleh uterus gravid
Peningkatan aktivitas sistem renin-angiotensin-aldosteron
Vasodilatasi perifer akibat peningkatan kadar estrogen
1. Seorang wanita berusia 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 20 minggu, melakukan pemeriksaan antenatal rutin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 10,8 g/dL dan hematokrit 33%. Sebelum hamil, hemoglobin pasien adalah 13 g/dL. Pasien tidak memiliki keluhan dan pemeriksaan fisik dalam batas normal. Apakah penjelasan paling tepat untuk perubahan nilai laboratorium pada pasien ini?
Defisiensi besi akibat peningkatan kebutuhan selama kehamilan
Hemodilusi akibat peningkatan volume plasma yang lebih besar dari peningkatan massa eritrosit
Hemolisis fisiologis yang meningkat selama kehamilan
Supresi eritropoiesis oleh hormon kehamilan
Kehilangan darah tersembunyi melalui saluran gastrointestinal
1. Seorang wanita berusia 30 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 16 minggu, datang untuk pemeriksaan antenatal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 100/60 mmHg. Pasien menyatakan bahwa tekanan darah sebelum hamil biasanya 120/75 mmHg. Pasien tidak memiliki keluhan dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. Apakah perubahan fisiologis yang paling berperan dalam penurunan tekanan darah pada pasien ini?
Peningkatan cardiac output yang menyebabkan vasodilatasi kompensasi
Penurunan aktivitas sistem saraf simpatis selama kehamilan
Penurunan resistensi vaskular sistemik akibat efek vasodilatasi progesteron
Peningkatan filtrasi glomerulus yang menurunkan volume intravaskular
Kompresi aorta oleh uterus yang menyebabkan penurunan tekanan distal
1. Seorang wanita berusia 27 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 32 minggu, datang ke IGD dengan keluhan jantung berdebar. Pasien menyangkal adanya nyeri dada, sesak napas berat, atau riwayat penyakit jantung. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 115/70 mmHg, nadi 105x/menit reguler, dan tidak ada tanda gagal jantung. EKG menunjukkan sinus takikardia dengan deviasi aksis ke kiri. Apakah penjelasan paling tepat untuk temuan EKG pada pasien ini?
Hipertrofi ventrikel kiri akibat peningkatan afterload
Iskemia miokard akibat peningkatan kebutuhan oksigen jantung
Gangguan konduksi akibat perubahan elektrolit selama kehamilan
Kardiomiopati dilatasi tahap awal yang memerlukan evaluasi lanjutan
Pergeseran posisi jantung oleh elevasi diafragma akibat uterus gravid
1. Seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, hamil 32 minggu datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas ringan yang dirasakan sejak usia kehamilan 20 minggu dan memberat saat berbaring. Pasien menyangkal adanya batuk, demam, nyeri dada, atau bengkak pada tungkai. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88x/menit, frekuensi napas 18x/menit, saturasi oksigen 98%. Auskultasi paru vesikuler, tidak ada ronki atau wheezing. Pemeriksaan jantung dalam batas normal. Perubahan fisiologis apa yang paling mendasari keluhan pasien ini?
Peningkatan resistensi jalan napas akibat edema mukosa
Penurunan kapasitas residu fungsional akibat elevasi diafragma
Penurunan compliance paru akibat kompresi mekanik
Peningkatan dead space fisiologis akibat vasodilatasi pulmoner
Penurunan kapasitas difusi oksigen akibat anemia fisiologis
1. Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, hamil 36 minggu menjalani pemeriksaan analisis gas darah karena riwayat asma. Hasil menunjukkan pH 7,44; PaCO2 30 mmHg; PaO2 105 mmHg; HCO3 20 mEq/L. Pasien tidak mengeluh sesak, pemeriksaan fisik dalam batas normal. Bagaimana interpretasi hasil analisis gas darah pada pasien ini?
Asidosis metabolik dengan kompensasi respiratorik menunjukkan gangguan metabolisme
Alkalosis metabolik primer dengan hipoksemia relatif
Gangguan ventilasi-perfusi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut
Asidosis respiratorik akut akibat eksaserbasi asma
Seorang wanita berusia 25 tahun, G1P0A0, hamil 28 minggu datang untuk pemeriksaan rutin. Ia bertanya mengapa sering merasa hidung tersumbat padahal tidak sedang flu. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan mukosa hidung hiperemis dan edema bilateral tanpa sekret purulen atau polip.
Hormon apa yang paling berperan menyebabkan kondisi ini?
Human chorionic gonadotropin (hCG)
Progesteron
Prolaktin
Kortisol
Estrogen
Seorang wanita berusia 30 tahun, G3P2A0, hamil 34 minggu dibawa ke IGD karena sesak napas berat yang tiba-tiba muncul 2 jam sebelumnya. Pasien tampak gelisah, frekuensi napas 32x/menit, saturasi oksigen 88% dengan udara ruangan, tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 120x/menit. Auskultasi paru vesikuler melemah di basal kanan, tidak ada wheezing. Pemeriksaan tungkai menunjukkan edema asimetris dengan tungkai kanan lebih besar.
Selain tromboemboli paru, kondisi fisiologis kehamilan manakah yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini?
Penurunan kadar fibrinogen dan faktor pembekuan
eningkatan aktivitas protein C dan protein S
Seorang wanita berusia 27 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu datang ke poliklinik anestesi untuk konsultasi pra-operasi sesar elektif atas indikasi plasenta previa. Dokter anestesi menjelaskan bahwa terdapat perubahan fisiologis sistem respirasi yang mempengaruhi manajemen anestesi.
Perubahan fisiologis respirasi manakah yang menyebabkan wanita hamil lebih cepat mengalami desaturasi oksigen saat induksi anestesi umum?
Peningkatan kapasitas vital dan volume cadangan inspirasi
Penurunan konsumsi oksigen basal dan metabolisme
peningkatan kapasitas difusi paru dan afinitas hemoglobin
Penurunan kapasitas residu fungsional bersamaan dengan peningkatan konsumsi oksigen
Penurunan ventilasi semenit dan volume tidal
Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0, datang ke puskesmas untuk pemeriksaan kehamilan rutin pada usia kehamilan 12 minggu. Dari anamnesis didapatkan keluhan jantung berdebar, tidak tahan panas, dan sering berkeringat. Pemeriksaan fisik menunjukkan denyut nadi 96x/menit, tidak ditemukan eksoftalmus maupun pembesaran tiroid. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSH 0,3 mIU/L (nilai normal: 0,4-4,0 mIU/L) dan FT4 1,8 ng/dL (nilai normal: 0,8-1,8 ng/dL).
Apakah mekanisme yang paling tepat menjelaskan kondisi pasien ini?
Kelebihan iodium dari suplemen makanan
Penurunan sekresi TSH oleh hipotalamus
Peningkatan metabolisme basal akibat stres
Aktivitas tirotropik dari human chorionic gonadotropin (hCG)
Resistensi terhadap hormon tiroid
Seorang perempuan berusia 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa lelah dan kesemutan pada tangan. Dari riwayat kehamilan sebelumnya didapatkan bayi lahir dengan berat badan 4200 gram. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa darah puasa 98 mg/dL dan glukosa 2 jam post-prandial 162 mg/dL.
Hormon apakah yang paling berperan dalam patofisiologi kondisi pada pasien ini?
Oksitosin
Relaxin
Insulin
Human placental lactogen (hPL)
Thyroid hormone
Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 32 minggu, datang untuk pemeriksaan antenatal rutin. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kalsium serum 8,8 mg/dL (nilai normal tidak hamil: 8,5-10,5 mg/dL) dan kadar kalsium terionisasi dalam batas normal. Pasien tidak memiliki keluhan dan pemeriksaan fisik dalam batas normal.
Apakah mekanisme kompensasi utama yang mempertahankan homeostasis kalsium pada pasien ini?
Peningkatan transfer kalsium ke janin
Penurunan sekresi kalsitonin oleh tiroid
Peningkatan produksi kalsitriol oleh plasenta dan ginjal
Peningkatan ekskresi kalsium melalui urin
Penurunan resorpsi tulang oleh PTH
Seorang perempuan berusia 30 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 28 minggu, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas dan bengkak pada kedua tungkai sejak 1 minggu terakhir. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 88x/menit, dan edema pitting pada kedua pretibial. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar aldosteron plasma meningkat 3 kali lipat dari nilai normal tidak hamil, namun kadar kalium serum 4,0 mEq/L (normal).
Apakah mekanisme yang mencegah terjadinya hipokalemia pada pasien ini?
Efek antagonis progesteron terhadap aldosteron di tubulus ginjal
Penurunan reabsorpsi kalium di tubulus proksimal
Peningkatan aktivitas renin plasma
Penurunan sekresi ANP (atrial natriuretic peptide)
Peningkatan sensitivitas tubulus ginjal terhadap aldosteron
Soal 5
Seorang perempuan berusia 27 tahun, G1P0A0, datang ke puskesmas pada usia kehamilan 8 minggu dengan keluhan mual muntah hebat. Pasien mengaku mual muntah terjadi hampir sepanjang hari dan sulit makan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar β-hCG 150.000 mIU/mL. USG menunjukkan kehamilan intrauterin tunggal dengan denyut jantung janin positif.
Organ apakah yang menjadi sumber utama produksi progesteron untuk mempertahankan kehamilan pada usia gestasi ini?
Plasenta
Kelenjar adrenal maternal
Hipofisis anterior
Korpus luteum ovarium
Desidua uteri
Seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, datang untuk pemeriksaan antenatal rutin pada usia kehamilan 32 minggu. Pasien tidak memiliki keluhan. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Hasil laboratorium menunjukkan hemoglobin 10,8 g/dL, hematokrit 33%, MCV 88 fL, dan MCH 30 pg. Sebelum hamil, hemoglobin pasien adalah 13,2 g/dL.
Apakah mekanisme yang paling tepat menjelaskan kondisi laboratorium pasien ini?
Peningkatan produksi eritrosit yang berlebihan
Dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan
Defisiensi vitamin B12 akibat pola makan yang tidak seimbang
Hemodilusi akibat peningkatan volume plasma lebih besar dari peningkatan massa eritrosit
Gangguan fungsi ginjal yang mengurangi eritropoiesis
Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 36 minggu, datang untuk pemeriksaan rutin. Dokter menjelaskan bahwa tubuh ibu hamil memiliki mekanisme adaptasi untuk menghadapi perdarahan saat persalinan. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kadar fibrinogen dan faktor pembekuan VII, VIII, IX, dan X dibandingkan nilai sebelum kehamilan.
Apakah istilah yang paling tepat menggambarkan kondisi fisiologis sistem koagulasi selama kehamilan?
Keadaan hiperkoagulasi
Trombositopenia non-gestasional
Fibrinolisis patologis
Hipofibrinogenemia absolut
Keadaan hiperfibrinogenemia
Seorang wanita berusia 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 28 minggu, datang dengan keluhan mudah lelah dan sesak napas ringan saat beraktivitas. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva pucat, tekanan darah 110/70 mmHg, dan denyut jantung 92x/menit. Hasil laboratorium: Hb 9,5 g/dL, MCV 72 fL, MCH 24 pg, ferritin 8 ng/mL.
Apakah faktor fisiologis kehamilan yang paling berkontribusi terhadap kondisi pasien ini?
Peningkatan kadar transferin serum
Peningkatan penyerapan besi di usus halus
Penurunan kebutuhan besi hingga 500 mg selama kehamilan
Penurunan ekskresi besi melalui feses
Peningkatan kebutuhan besi hingga 1000 mg selama kehamilan
Seorang wanita berusia 30 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 34 minggu, datang untuk pemeriksaan antenatal. Hasil laboratorium menunjukkan trombosit 135.000/μL. Pada pemeriksaan trimester pertama, trombosit pasien adalah 245.000/μL. Pasien tidak memiliki riwayat perdarahan, petekiae, atau ekimosis. Tekanan darah 115/75 mmHg, proteinuria negatif.
Apakah penyebab paling mungkin dari kondisi pasien ini?
Anemia defisiensi besi
Trombositopenia autoimun
Trombositopenia gestasional
Trombositopenia akibat infeksi
Seorang wanita berusia 27 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 30 minggu, datang untuk pemeriksaan rutin. Dokter menjelaskan tentang perubahan fisiologis leukosit selama kehamilan. Hasil laboratorium menunjukkan leukosit 12.500/μL dengan hitung jenis: neutrofil 75%, limfosit 18%, monosit 5%, eosinofil 1,5%, basofil 0,5%.
Apakah pernyataan yang paling tepat mengenai perubahan leukosit selama kehamilan normal?
Peningkatan leukosit disebabkan oleh peningkatan limfosit
Leukositosis selama kehamilan selalu menunjukkan infeksi aktif
Leukositosis fisiologis terutama disebabkan oleh peningkatan neutrofil
Jumlah limfosit menurun signifikan selama kehamilan
Leukosit tetap tinggi hingga setelah melahirkan
Seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 20 minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan munculnya garis gelap di tengah perut yang memanjang dari simfisis pubis hingga umbilikus. Pasien khawatir karena garis tersebut semakin jelas terlihat seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan garis hiperpigmentasi linear di midline abdomen. Tidak ada keluhan gatal atau nyeri.
Apakah penyebab utama kondisi yang dialami pasien ini?
Gangguan tiroid yang tidak terdiagnosis
Kelebihan asupan kalsium
Peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang menstimulasi melanosit
Peningkatan kadar insulin yang berlebihan
Dehidrasi akibat cuaca panas
Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 28 minggu, datang dengan keluhan gatal hebat pada perut, terutama di area yang terdapat guratan kemerahan. Keluhan muncul sejak 2 minggu yang lalu dan semakin memberat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan striae distensae berwarna kemerahan (striae rubrae) di abdomen dengan ekskoriasi akibat garukan. Tidak didapatkan vesikel atau bula.
Apakah mekanisme utama terjadinya striae gravidarum pada pasien ini?
Peradangan pada lapisan epidermis akibat iritasi
Pembentukan jaringan parut di bawah kulit
Kelebihan cairan di dalam jaringan subkutan
Ruptur serabut kolagen dan elastin dermis akibat peregangan mekanis serta pengaruh hormonal
Penurunan produksi kolagen akibat penuaan
Seorang wanita berusia 30 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 16 minggu, mengeluhkan munculnya bercak-bercak kecoklatan di wajah, terutama di area pipi, dahi, dan bibir atas. Bercak tersebut berbatas tidak tegas dan simetris bilateral. Pasien mengaku sering beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan tabir surya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan makula hiperpigmentasi dengan distribusi sentrofasial.
Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kondisi ini?
Chloasma postpartum
Acne vulgaris
Melasma gravidarum
Psoriasis
Eczema
Seorang wanita berusia 26 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 24 minggu, datang untuk pemeriksaan antenatal rutin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi vaskular berupa papul kemerahan kecil dengan pembuluh darah yang menyebar radier dari pusatnya di area dada dan lengan atas. Lesi menghilang sementara dengan penekanan di bagian sentral. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit hati.
Apakah nama lesi yang ditemukan pada pasien ini?
Basal cell carcinoma
Erythema multiforme
Spider angioma
Hemangioma
Angiokeratoma
Seorang wanita berusia 29 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 32 minggu, mengeluhkan kedua telapak tangannya tampak lebih merah dari biasanya, terutama di area tenar dan hipotenar. Keluhan tidak disertai gatal atau nyeri. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit hati, dan pemeriksaan fungsi hati dalam batas normal.
Apakah penyebab kondisi yang dialami pasien?
Hipertensi gestasional yang tidak terkontrol
Penyakit autoimun yang tidak teridentifikasi
Eritema palmaris fisiologis akibat peningkatan estrogen dan volume darah
Dermatitis atopik yang tidak terdiagnosis
Sindrom carpal tunnel akibat kehamilan
Seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 32 minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa kesemutan dan nyeri pada tangan terutama di malam hari. Keluhan dirasakan sejak 2 minggu yang lalu dan semakin memberat. Pasien mengeluh kesulitan menggenggam benda-benda kecil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, tekanan darah 110/70 mmHg. Pemeriksaan neurologis menunjukkan hipestesi pada distribusi nervus medianus dan tes Phalen positif.
Apakah mekanisme yang paling mungkin mendasari keluhan pasien ini?
Neuropati perifer akibat konsumsi alkohol berlebihan
Retensi cairan dan edema yang menyebabkan kompresi nervus medianus di terowongan karpal
Sindrom nyeri myofascial pada otot leher
Kompresi nervus radialis akibat posisi tidur yang salah
Defisiensi kalsium yang menyebabkan nyeri otot
Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 36 minggu, datang ke IGD dengan keluhan nyeri kepala hebat sejak 6 jam yang lalu. Pasien juga mengeluh pandangan kabur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg, edema pada kedua tungkai, dan refleks patella meningkat (+3). Pemeriksaan urin didapatkan proteinuria +3.
Perubahan neurologis apa yang paling mungkin terjadi pada kondisi pasien ini?
Peningkatan ambang kejang akibat hipoksia
Penurunan aliran darah serebral akibat vasokonstriksi
Peningkatan tekanan intrakranial akibat dehidrasi
Penurunan ambang kejang akibat edema serebral vasogenik
Atrofi otak akibat trauma fisik
Seorang wanita berusia 26 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 28 minggu, datang untuk kontrol rutin kehamilan. Pasien mengeluh sering merasa pusing dan hampir pingsan terutama saat berbaring terlentang. Keluhan berkurang bila pasien berbaring miring ke kiri. Tanda vital dalam batas normal saat pemeriksaan dalam posisi miring.
Apakah mekanisme fisiologis yang mendasari keluhan pasien ini?
Kompresi vena cava inferior oleh uterus yang membesar menyebabkan penurunan aliran balik vena
Dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan
Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi
Peningkatan metabolisme basal selama kehamilan
Hipertensi akibat stres emosional
Seorang wanita berusia 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 16 minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan sering mengantuk berlebihan dan merasa lelah sepanjang hari meskipun tidur cukup. Pasien menyangkal adanya gangguan mood atau masalah psikologis. Pemeriksaan fisik dan laboratorium darah rutin dalam batas normal.
Hormon apakah yang paling berperan dalam perubahan neurologis yang dialami pasien?
Prolaktin
Human chorionic gonadotropin (hCG)
Progesteron
Estrogen
Kortisol
Seorang wanita berusia 34 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar ke bokong dan tungkai kanan. Nyeri memberat saat berdiri lama atau berjalan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada regio lumbosakral, straight leg raising test positif pada tungkai kanan.
Apakah penyebab paling mungkin dari keluhan neurologis pasien ini?
Radikulopati akibat trauma pada punggung
Nyeri otot akibat kelelahan fisik berlebihan
equina dengan gejala parestesia
Kompresi radiks saraf akibat pergeseran pusat gravitasi dan peningkatan lordosis lumbal
Hernia diskus lumbalis pada sisi kiri
Seorang wanita berusia 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 10 minggu, datang ke poliklinik kebidanan untuk pemeriksaan antenatal pertama. Pasien mengeluh sering merasa cemas berlebihan mengenai kesehatan janinnya, mudah menangis tanpa sebab yang jelas, dan mengalami perubahan mood yang cepat dalam sehari. Suami pasien mengatakan istrinya menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung sejak hamil. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Tidak ada riwayat gangguan psikiatri sebelumnya.
Apakah mekanisme yang paling mendasari kondisi pasien ini?
Peningkatan kadar adrenalin yang menyebabkan kecemasan berlebihan
Peningkatan kadar serotonin yang mengurangi stres
Fluktuasi kadar insulin yang memengaruhi mood
Penurunan kadar progesteron yang meningkatkan kecemasan
Fluktuasi kadar estrogen dan progesteron yang memengaruhi neurotransmiter otak
Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan sulit tidur di malam hari, sering terbangun karena mimpi buruk, dan merasa cemas berlebihan mengenai proses persalinan yang akan datang. Pasien juga mengeluh sering memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi saat melahirkan. Riwayat persalinan pertama dengan sectio caesarea atas indikasi gawat janin. Tanda vital dan pemeriksaan obstetri dalam batas normal.
Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kondisi pasien ini?
Gangguan kecemasan sosial
Depresi prenatal
Kecemasan antenatal
Gangguan penyesuaian
Gangguan tidur
Seorang wanita berusia 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 16 minggu, datang untuk pemeriksaan antenatal rutin. Pasien mengatakan sejak memasuki trimester kedua, ia merasa lebih tenang dan bahagia dibandingkan trimester pertama yang sering mual dan mood tidak stabil. Pasien juga merasakan peningkatan gairah seksual dan merasa lebih berenergi. Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal.
Apakah penjelasan fisiologis yang paling tepat untuk kondisi pasien ini?
Penurunan kadar progesteron yang meningkatkan rasa lelah
Peningkatan kadar estrogen yang menyebabkan kecemasan
Peningkatan kadar prolaktin yang mengurangi gairah seksual
Penurunan kadar hCG yang menyebabkan mual berlanjut
Penurunan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) dan stabilisasi kadar hormon steroid
Soal 4
Seorang wanita berusia 30 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 28 minggu, datang ke IGD dengan keluhan jantung berdebar-debar, sesak napas, tangan gemetar, dan merasa seperti akan pingsan sejak 30 menit yang lalu. Pasien mengatakan tiba-tiba merasa sangat takut tanpa alasan yang jelas. Pemeriksaan tanda vital: tekanan darah 130/85 mmHg, nadi 110x/menit, pernapasan 24x/menit. Pemeriksaan EKG menunjukkan sinus takikardia. Pemeriksaan laboratorium dan USG obstetri dalam batas normal. Riwayat serangan serupa pernah dialami 2 minggu lalu.
Apakah tatalaksana non-farmakologis lini pertama yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemberian obat antihipertensi
Terapi fisik untuk meningkatkan stamina
Rujukan ke spesialis jantung
Pemberian suplemen vitamin untuk ibu hamil
Teknik relaksasi dan pernapasan diafragma
Seorang wanita berusia 35 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke poliklinik kebidanan untuk pemeriksaan antenatal. Pasien mengeluh sering merasa sedih, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, sulit berkonsentrasi, dan merasa tidak mampu menjadi ibu yang baik. Keluhan ini dirasakan sejak 4 minggu terakhir dan semakin memberat. Pasien menyangkal adanya pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Riwayat depresi pada kehamilan sebelumnya disangkal. Ibu pasien memiliki riwayat depresi pasca-melahirkan.
Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan pada pasien ini?
Mengabaikan gejala hingga setelah melahirkan
Menyediakan konseling tanpa evaluasi lebih lanjut
Merekomendasikan olahraga intensif sebagai solusi
Melakukan skrining dengan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS)
Menggunakan terapi perilaku kognitif secara langsung
