wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS MATA KULIAH FILOSOFI KEPELATIHAN OLAHRAGA

Total questions: 100

Worksheet time: 53mins

Name
Class
Date
1.

Secara etimologis, filsafat berasal dari kata 'philosophia' yang berarti...

a)

Kebenaran mutlak

b)

Cinta akan kebijaksanaan

c)

Ilmu tentang alam

d)

Pemikiran spekulatif

2.

Ontologi dalam konteks kepelatihan olahraga terutama membahas tentang...

a)

Cara memperoleh pengetahuan tentang teknik latihan

b)

Hakikat dan keberadaan dari aktivitas olahraga dan atlet itu sendiri

c)

Nilai-nilai etika dalam kompetisi

d)

Metodologi penelitian kinerja atlet

3.

Seorang pelatih yang mempertanyakan 'apakah tujuan utama dari kemenangan adalah untuk membangun karakter atau sekadar prestasi?' sedang melakukan pendekatan filsafat cabang...

a)

Ontologi

b)

Epistemologi

c)

Aksiologi

d)

Logika

4.

Relevansi utama filsafat dalam kepelatihan adalah...

a)

Menyediakan rumus latihan yang pasti

b)

Membantu pelatih memiliki landasan nilai, keyakinan, dan cara berpikir kritis dalam mengambil keputusan

c)

Menggantikan peran ilmu biomekanika

d)

Memastikan kemenangan di setiap pertandingan

5.

Pernyataan berikut yang mencerminkan hubungan simbiosis antara filsafat dan ilmu keolahragaan adalah...

a)

Filsafat memberikan data empiris, ilmu keolahragaan memberikan refleksi.

b)

Ilmu keolahragaan menjawab 'bagaimana', filsafat mempertanyakan 'mengapa' dan 'untuk apa'.

c)

Filsafat dan ilmu keolahragaan adalah dua bidang yang terpisah dan tidak berhubungan.

d)

Ilmu keolahragaan adalah penerapan praktis tanpa perlu pertanyaan filosofis.

6.

Ketika seorang pelatih muda mulai meragukan metode latihan tradisional dan mencari dasar ilmiah yang lebih kuat, ia sedang bergerak dari tahap...

a)

Aksiologi menuju ontologi

b)

Keyakinan naif menuju pertanyaan epistemologis

7.

Menurut perspektif filosofis, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan bentuk...

a)

Ekspresi budaya dan pencarian makna manusia

b)

Pelarian dari masalah kehidupan

c)

Industri hiburan semata

d)

Insting primitif yang tersisa

8.

Cabang filsafat yang paling relevan untuk mengevaluasi keabsahan suatu teori periodisasi latihan adalah...

a)

Estetika

b)

Epistemologi

c)

Metafisika

d)

Etika

9.

Nilai "keadilan" dalam etika kepelatihan terimplementasi ketika pelatih...

a)

Selalu memilih atlet berbakat saja untuk bertanding

b)

Memberi kesempatan dan perhatian yang setara sesuai kebutuhan dan usaha masing-masing atlet

c)

Memprioritaskan kemenangan tim di atas segalanya

d)

Mengikuti semua keinginan atlet untuk menghindari konflik

10.

Tanggung jawab moral pelatih terhadap atlet remaja terutama terletak pada...

a)

Mencetak prestasi maksimal untuk nama klub

b)

Menjamin keselamatan fisik, psikologis, dan perkembangan karakter atlet

c)

Memastikan atlet patuh tanpa bertanya

d)

Melatih hingga atlet kelelahan total untuk membangun mental

11.

Seorang pelatih mengetahui atletnya menggunakan doping. Menurut kode etik, tindakan pertamanya seharusnya adalah...

a)

Melaporkan kepada pihak berwenang dan memberi sanksi sesuai aturan, sambil membimbing atlet secara moral

b)

Menutupi rahasia untuk menjaga nama baik atlet dan klub

c)

Memaksa atlet terus menggunakan agar prestasi tetap terjaga

d)

Mengabaikan karena itu urusan pribadi atlet

12.

Dilema etika muncul dalam kepelatihan ketika terjadi konflik antara...

a)

Dua metode latihan yang sama-sama baik

b)

Nilai-nilai moral yang saling bertentangan dalam situasi tertentu (contoh: kemenangan vs. kesehatan atlet)

c)

Jadwal latihan dan jadwal kompetisi

d)

Keinginan pelatih dan manajemen klub

13.

Prinsip "non-maleficence" (tidak mencelakakan) dalam etika kepelatihan berarti...

a)

Pelatih harus memenangkan setiap laga

b)

Pelatih wajib menghindari tindakan yang berpotensi merugikan atau membahayakan atlet

c)

Pelatih harus selalu menyenangkan atlet

d)

Pelatih tidak boleh mengkritik wasit

14.

Jika seorang pelatih dihadapkan pada pilihan: memaksa atlet cedera tampil demi final atau merelakan kesempatan tim, penggunaan filsafat etika deontologi akan menuntunnya untuk...

a)

Memutuskan berdasarkan hasil terbaik bagi semua pihak

b)

Mematuhi prinsip "jangan membahayakan atlet" sebagai kewajiban mutlak

c)

Melakukan voting di antara anggota tim

d)

Mengikuti perintah manajer klub

15.

Kode etik pelatih berfungsi sebagai...

a)

Hukum pidana yang dapat menjerat pelatih

b)

Pedoman normatif dan alat pengendali diri untuk menjaga integritas profesi

c)

Dokumen formal tanpa implikasi praktis

d)

Slogan promosi organisasi pelatih

16.

Etika kepelatihan menekankan bahwa hubungan pelatih-atlet bersifat...

a)

Otoriter mutlak

b)

Kemitraan yang asimetris, dimana pelatih memiliki tanggung jawab lebih untuk melindungi dan membimbing

c)

Persahabatan tanpa batas

d)

Hubungan bisnis transaksional

17.

Tujuan latihan dari perspektif filosofis pendidikan adalah...

a)

Hanya meningkatkan kemampuan fisik dan teknik

b)

Membentuk manusia seutuhnya (holistik) melalui aktivitas fisik

c)

Menghasilkan atlet berprestasi internasional

d)

Mengisi waktu luang

18.

Nilai sportivitas dalam kepelatihan paling tepat diajarkan melalui...

a)

Hukuman bagi yang melanggar

b)

Keteladanan pelatih dan integrasinya dalam setiap aktivitas latihan dan kompetisi

c)

Ceramah sebelum pertandingan

d)

Menghafal aturan pertandingan

19.

Paradigma pelatih sebagai "pendidik" menekankan bahwa pelatih bertanggung jawab untuk...

a)

Hanya mengajarkan keterampilan motorik

b)

Membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada atlet

c)

Memberikan instruksi teknis saja

d)

Mengatur jadwal latihan

20.

Tujuan utama pendidikan dalam filosofi kepelatihan adalah...

a)

Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan karakter atlet

b)

Menjadi pengganti orang tua di asrama

c)

Memastikan atlet mendapat beasiswa

21.

Konsep "kemenangan" dalam filosofi kepelatihan yang berorientasi pendidikan diartikan sebagai...

a)

Mengalahkan lawan dengan skor tertinggi

b)

Pencapaian perkembangan potensi diri dan proses pembelajaran, terlepas dari skor akhir

c)

Mendapatkan medali emas

d)

Mengumpulkan poin untuk liga

22.

Seorang pelatih yang mengutamakan nilai kemanusiaan akan menolak untuk...

a)

Melatih dengan disiplin tinggi

b)

Memperlakukan atlet sebagai alat atau mesin pencetak prestasi semata

c)

Menggunakan metode latihan modern

d)

Mengikuti kompetisi bergengsi

23.

Dalam merumuskan tujuan latihan, pendekatan filosofis menganjurkan untuk memulai dengan pertanyaan...

a)

"Bagaimana caranya menang?"

b)

"Mengapa kita melatih? Apa manusia yang ingin kita bentuk?"

c)

"Berapa anggaran yang tersedia?"

d)

"Siapa lawan kita berikutnya?"

24.

Pelatih sebagai motivator yang filosofis berperan dalam...

a)

Hanya memberi semangat sebelum laga

b)

Membangkitkan motivasi intrinsik atlet berdasarkan pemahaman akan makna, tujuan, dan nilai dari usahanya

c)

Memberikan iming-iming hadiah uang

d)

Menakut-nakuti atlet dengan konsekuensi kekalahan

25.

Nilai "disiplin" dalam konteks filosofis kepelatihan bermakna...

a)

Kepatuhan buta terhadap instruksi

b)

Latihan pengendalian diri dan komitmen untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi

c)

Hukuman fisik atas kesalahan

d)

Jadwal yang ketat tanpa fleksibilitas

26.

Pandangan filosofis "dualisme" (seperti Descartes) memandang manusia sebagai...

a)

Kesatuan utuh jiwa-raga

b)

Entitas terpisah antara pikiran (jiwa) dan tubuh

c)

Makhluk yang sepenuhnya deterministik

d)

Hasil dari proses evolusi fisik semata

27.

Teori perkembangan manusia yang menekankan interaksi antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan kognitif adalah milik...

a)

Jean Piaget

b)

Lev Vygotsky

c)

B.F. Skinner

d)

Sigmund Freud

28.

Pengembangan karakter atlet dalam perspektif filsafat bertujuan untuk membentuk...

a)

Atlet yang patuh tanpa kritis

b)

Pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan etis

c)

Peserta kompetisi yang agresif

d)

Individu yang mengisolasi diri untuk fokus latihan

29.

Konsep "potensi" dalam filsafat manusia menyatakan bahwa...

a)

Bakat adalah segalanya dan tidak bisa diubah

b)

Setiap individu memiliki kemungkinan untuk berkembang, dan pelatihan adalah aktualisasi dari potensi tersebut

c)

Potensi hanya milik atlet elit

d)

Potensi bersifat tetap sejak lahir

30.

Pendekatan holistik dalam perkembangan atlet berarti...

a)

Hanya fokus pada aspek fisik

b)

Memperhatikan dan mengembangkan aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual secara seimbang

c)

Mengutamakan kesehatan mental di atas fisik

d)

Mengabaikan aspek teknik demi kebugaran

31.

Filsafat pendidikan progresif (John Dewey) dalam konteks pelatihan akan mendukung metode...

a)

Drill otoriter dan repetitif tanpa jeda

b)

Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) dan pemecahan masalah

c)

Hafalan teori tanpa praktik

d)

Kompetisi setiap hari

32.

Perkembangan moral atlet menurut Kohlberg dapat distimulasi oleh pelatih melalui...

a)

Memberikan hukuman berat untuk pelanggaran

b)

Menciptakan dilema moral dan diskusi terbuka tentang pilihan etis dalam olahraga

c)

Menghindari pembicaraan tentang moral

d)

Memberikan contoh aturan yang harus diikuti tanpa diskusi

33.

Pandangan filsafat yang melihat atlet sebagai "subyek" bukan "obyek" melibatkan...

4 lines
34.

Perbedaan mendasar antara ilmu keolahragaan dan filsafat kepelatihan adalah...

a)

Ilmu bersifat subyektif, filsafat obyektif

b)

Ilmu menjawab "bagaimana" (deskriptif), filsafat mempertanyakan "mengapa" dan "apa artinya" (normatif dan reflektif)

c)

Ilmu untuk teori, filsafat untuk praktik

d)

Tidak ada perbedaan, keduanya sama

35.

Pendekatan ilmiah dalam kepelatihan ditandai dengan...

a)

Mengandalkan firasat dan pengalaman masa lalu saja

b)

Penggunaan metode sistematis, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based)

c)

Mengikuti tren latihan terbaru tanpa verifikasi

d)

Menolak semua teknologi modern

36.

Refleksi kritis terhadap metode ilmiah dalam olahraga penting untuk...

a)

Menolak ilmu pengetahuan

b)

Menyadari keterbatasan ilmu, konteks penerapan, dan dampak etisnya terhadap atlet

c)

Membuktikan bahwa metode tradisional lebih baik

d)

Menghemat biaya penelitian

37.

Paradigma "positivisme" dalam ilmu kepelatihan mungkin dikritik karena...

a)

Terlalu mengandalkan data kuantitatif dan mengabaikan aspek kualitatif seperti pengalaman subyektif dan makna

b)

Tidak menggunakan data sama sekali

c)

Terlalu fokus pada filsafat

d)

Mengabaikan aspek fisik

38.

Sebuah penelitian menunjukkan metode latihan A lebih efektif 5% daripada metode B. Seorang pelatih filosofis akan mempertimbangkan...

a)

Langsung menerapkan metode A tanpa pikir panjang

b)

Efektivitas statistik, relevansi dengan konteks atletnya, biaya, risiko, dan nilai-nilai yang mendasarinya

c)

Mengabaikan penelitian karena hanya 5%

d)

Mencampur metode A dan B secara acak

39.

Filsafat ilmu membantu pelatih untuk...

a)

Menjadi ilmuwan peneliti

b)

Memahami asumsi, batasan, dan landasan epistemologis dari

40.

Ketika ilmu menghasilkan kontradiksi (misal: studi tentang stretching), peran filsafat adalah...

a)

Memilih salah satu secara dogmatis

b)

Membantu melakukan analisis kritis terhadap metodologi, konteks, dan implikasi dari temuan yang tampak bertentangan

c)

Mengabaikan semua ilmu

d)

Menyimpulkan bahwa ilmu tidak berguna

41.

"Evidence-based practice" yang dijiwai filsafat akan selalu disertai dengan...

a)

Penerapan bulat-bulat tanpa pertimbangan individu

b)

"Practice-based evidence" dan pertimbangan klinis/kontekstual dari pelatih

c)

Penolakan terhadap pengalaman empiris pelatih

d)

Bergantung sepenuhnya pada teknologi wearable

42.

Tujuan utama filsafat pendidikan jasmani menurut Perspektif "Human Movement" adalah...

a)

Mencetak atlet juara

b)

Memahami dan menghargai gerak sebagai bagian fundamental dari eksistensi dan ekspresi manusia

c)

Menghasilkan siswa yang jago olahraga

d)

Mengisi jam pelajaran kosong

43.

Dalam sistem pendidikan nasional, posisi ideal kepelatihan olahraga adalah...

a)

Aktivitas tambahan yang tidak penting

b)

Wahana strategis untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, khususnya pembangunan karakter

c)

Hanya untuk sekolah kejuruan olahraga

d)

Tanggung jawab klub swasta semata

44.

Prinsip "pendidikan seumur hidup" (lifelong learning) dalam konteks kepelatihan berarti...

a)

Pelatih harus sekolah terus

b)

Proses kepelatihan bertujuan menanamkan kecintaan dan kemampuan untuk aktif berolahraga sepanjang hayat

c)

Atlet harus latihan sampai tua

d)

Kurikulum latihan harus sangat panjang

45.

Aliran "Naturalism" (Rousseau) dalam pendidikan jasmani akan mendukung...

a)

Latihan ketat di gym dengan peralatan canggih

b)

Aktivitas di alam terbuka yang mengembangkan insting dan kebebasan anak

46.

Peran pelatih dalam konteks pendidikan adalah memfasilitasi atlet untuk mencapai "autonomy". Ini berarti...

a)

Membiarkan atlet berlatih sendiri tanpa pengawasan

b)

Membekali atlet dengan kemampuan untuk mengatur diri, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas perkembangan dirinya

c)

Memberikan kebebasan penuh tanpa aturan

d)

Menghindari pemberian instruksi

47.

Pendidikan jasmani yang filosofis menekankan pada "proses" daripada "produk". Artinya...

a)

Hasil pertandingan tidak penting sama sekali

b)

Pengalaman belajar, perjuangan, dan perkembangan selama berlatih lebih dihargai daripada sekadar kemenangan atau kekalahan

c)

Tidak perlu ada evaluasi

d)

Semua atlet harus mendapat nilai bagus

48.

Integrasi nilai-nilai pendidikan seperti kerja sama dan tanggung jawab ke dalam latihan paling efektif dilakukan melalui...

a)

Ceramah setelah latihan

b)

Desain aktivitas latihan yang secara inheren membutuhkan kerja sama dan meminta pertanggungjawaban

c)

Memberikan hukuman bagi yang tidak bekerja sama

d)

Menempel poster tentang nilai-nilai

49.

Menurut filosofi pendidikan "Progressivism", evaluasi dalam kepelatihan seharusnya bersifat...

a)

Hanya tes akhir (sumatif)

b)

Berkelanjutan (formatif) untuk memperbaiki proses belajar-mengajar

c)

Tidak perlu dilakukan

d)

Hanya berdasarkan angka kemenangan

50.

Filsafat kepemimpinan seorang pelatih sangat dipengaruhi oleh...

a)

Gaji yang diterima

b)

Keyakinan dasarnya tentang sifat manusia, tujuan olahraga, dan cara belajar yang efektif

c)

Seragam tim yang dikenakan

d)

Jenis olahraga yang dilatih

51.

Gaya kepemimpinan demokratis dalam kepelatihan ditandai dengan...

a)

Pelatih membuat semua keputusan sendiri

b)

Adanya partisipasi atlet dalam pengambilan keputusan, meski

52.

Gaya otokratis mungkin efektif dalam situasi...

a)

Pembinaan jangka panjang karakter atlet muda

b)

Situasi krisis atau darurat yang membutuhkan keputusan cepat dan kepatuhan mutlak

c)

Latihan pengenalan olahraga untuk pemula

d)

Membangun hubungan personal yang mendalam

53.

"Laissez-faire" gaya kepemimpinan berisiko menyebabkan...

a)

Disiplin yang terlalu ketat

b)

Kebingungan, kurangnya arah, dan kinerja tim yang tidak konsisten

c)

Konflik berlebihan antara pelatih dan atlet

d)

Atlet menjadi terlalu bergantung pada pelatih

54.

Filosofi pribadi pelatih seharusnya dibentuk melalui...

a)

Menjiplak filosofi pelatih terkenal

b)

Refleksi kritis atas pengalaman, nilai, keyakinan, pengetahuan, dan konteks di mana ia melatih

c)

Perintah dari atasan

d)

Keinginan sponsor

55.

Seorang pelatih dengan keyakinan bahwa atlet pada dasarnya termotivasi secara intrinsik akan cenderung menggunakan gaya...

a)

Otokratis dan kontrol ketat

b)

Demokratis atau partisipatif yang memberdayakan

c)

Laissez-faire sepenuhnya

d)

Manipulatif dengan iming-iming hadiah

56.

Konsep "servant leadership" dalam kepelatihan menempatkan pelatih sebagai...

a)

Bos yang harus dilayani

b)

Pelayan yang mendahulukan kebutuhan dan perkembangan atletnya

c)

Teman sebaya tanpa otoritas

d)

Konsultan bayaran tinggi

57.

Efektivitas sebuah gaya kepemimpinan sangat bergantung pada...

a)

Kekerasan suara pelatih

b)

Kesesuaiannya dengan situasi, tugas, dan karakteristik atlet (pendekatan kontingensi)

c)

Popularitas pelatih di media sosial

d)

Banyaknya sertifikasi yang dimiliki

58.

Olahraga seharusnya dipandang sebagai...

a)

Ajang penghancuran lawan

b)

Ujian terhadap kemampuan diri, sarana pembelajaran, dan wahana untuk mengekspresikan keunggulan manusia

c)

Satu-satunya tujuan berolahraga

d)

Bentuk pelegalan agresi

59.

"Winning at all cost" philosophy bertentangan dengan prinsip...

a)

Efisiensi latihan

b)

Fair play dan nilai-nilai kemanusiaan dalam olahraga

c)

Penggunaan teknologi

d)

Periodisasi latihan

60.

Menurut filosofi "De Coubertin", yang terpenting dalam Olimpiade adalah...

a)

Bukan untuk menang, tetapi untuk berpartisipasi

b)

Hanya kemenangan dan medali

c)

Menghancurkan rekor dunia

d)

Mempromosikan produk sponsor

61.

Kemenangan yang "sejati" dalam filsafat kepelatihan dicapai ketika...

a)

Tim menang dengan margin skor tertinggi

b)

Atlet/tim berprestasi optimal dengan tetap menjaga integritas, sportivitas, dan menghormati proses

c)

Wasit memihak kepada tim kita

d)

Lawan mengalami cedera

62.

Kompetisi dapat merusak perkembangan atlet muda jika...

a)

Selalu diadakan

b)

Terlalu dini, berlebihan, dan hanya berfokus pada hasil tanpa memperhatikan proses belajar

c)

Tidak ada hadiahnya

d)

Diadakan di luar kota

63.

Filsafat "fair play" menekankan...

a)

Kemenangan dengan cara apa pun yang tidak ketahuan wasit

b)

Penghormatan terhadap aturan, lawan, dan semangat permainan yang adil

c)

Bermain sebaik mungkin untuk menghibur penonton

d)

Menggunakan taktik gamesmanship yang licik

64.

Bagi seorang pelatih filosofis, kekalahan berharga karena...

a)

Merupakan aib yang harus dilupakan

b)

Menyediakan pelajaran berharga untuk evaluasi, pertumbuhan karakter, dan motivasi perbaikan

c)

Harus dijadikan alasan untuk memecat atlet

d)

Menunjukkan bahwa pelatih tidak kompeten

65.

Untuk menghindari "winning at all cost", pelatih perlu menanamkan pada atlet bahwa...

a)

Kemenangan adalah segalanya

b)

Cara mencapai tujuan sama pentingnya dengan tujuan itu sendiri

c)

Kekalahan adalah hal yang memalukan

d)

Aturan bisa ditafsirkan secara fleksibel

66.

Hakikat kebugaran jasmani dalam filsafat hidup sehat adalah sebagai...

a)

Alat untuk mendapatkan tubuh ideal semata

b)

Prasyarat untuk hidup yang produktif, bermakna, dan merdeka (sebagai instrumen, bukan tujuan akhir)

c)

Kewajiban yang membosankan

d)

Bagian dari ritual keagamaan tertentu

67.

Konsep "wellness" yang holistik mencakup dimensi...

a)

Fisik saja

b)

Fisik, mental, emosional, sosial, intelektual, dan spiritual

c)

Fisik dan finansial

d)

Fisik dan diet

68.

"Holistic coaching" dalam konteks kebugaran berarti...

a)

Hanya melatih komponen fisik

b)

Memperhatikan dan mengintegrasikan aspek fisik, nutrisi, mental, dan gaya hidup atlet secara keseluruhan

c)

Melatih semua cabang olahraga

d)

Menggunakan metode pengobatan alternatif saja

69.

Filosofi "mens sana in corpore sano" (jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat) menekankan...

a)

Keutamaan tubuh di atas jiwa

b)

Keterkaitan dan keseimbangan yang tak terpisahkan antara kesehatan fisik dan mental

c)

Jiwa lebih penting daripada tubuh

d)

Latihan fisik yang ekstrem untuk jiwa yang kuat

70.

Dalam filosofi hidup sehat, aktivitas fisik berperan untuk...

a)

Membuang-buang energi

b)

Meningkatkan kualitas hidup, mengurangi stres, dan mendukung fungsi kognitif

c)

Mengisolasi diri dari sosial

d)

Hanya untuk atlet

71.

Pelatih kebugaran yang filosofis akan menolak program latihan yang...

a)

Terstruktur dengan baik

b)

Mengorbankan kesehatan jangka panjang (misal: cedera, gangguan makan) demi hasil estetika atau performa instan

72.

Keseimbangan dalam latihan berarti...

a)

Melakukan latihan yang sama setiap hari

b)

Menyesuaikan beban latihan, istirahat, dan pemulihan untuk mencapai tujuan tanpa menimbulkan burnout atau cedera

c)

Tidak pernah berlatih keras

d)

Membagi waktu sama untuk semua jenis olahraga

73.

"Preventive coaching" lebih diutamakan dalam filosofi kesehatan karena...

a)

Lebih murah dan manusiawi untuk mencegah cedera/penyakit daripada mengobatinya

b)

Membuat latihan menjadi mudah

c)

Tidak memerlukan pengetahuan medis

d)

Hanya untuk atlet usia lanjut

74.

"Coaching philosophy statement" yang baik bersifat...

a)

Kaku dan tidak boleh berubah

b)

Dinamis, reflektif, dan menjadi kompas dalam pengambilan keputusan sehari-hari

c)

Hanya untuk dilampirkan dalam lamaran kerja

d)

Sama untuk semua pelatih

75.

Nilai inti (core values) dalam filosofi kepelatihan berfungsi sebagai...

a)

Hiasan kata-kata

b)

Filter untuk mengevaluasi pilihan dan menentukan prioritas dalam melatih

c)

Daftar keinginan yang tidak realistis

d)

Kriteria untuk memilih atlet berbakat

76.

Studi kasus filosofi pelatih seperti John Wooden atau Dean Smith bermanfaat untuk...

a)

Ditiru secara mentah-mentah

b)

Memberi inspirasi dan bahan refleksi tentang bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam praktik

c)

Membuktikan bahwa filosofi mereka yang terbaik

d)

Mencari-cari kelemahan mereka

77.

Refleksi pasca-pertandingan yang filosofis seharusnya mempertanyakan...

a)

Hanya kesalahan teknik atlet

b)

Apakah keputusan-keputusan yang diambil selama laga selaras dengan nilai-nilai dan filosofi pelatihan yang dianut

c)

Hanya soal taktik lawan

d)

Mengapa wasit tidak adil

78.

Visi seorang pelatih terhadap atletnya adalah...

a)

Target juara musim depan

b)

Gambaran ideal tentang pribadi seperti apa yang ingin dibentuk melalui proses kepelatihan

c)

Impian pribadi pelatih yang dipaksakan

d)

Janji kepada orang tua atlet

79.

Proses pembentukan filosofi pribadi dimulai dengan...

a)

Meminta filosofi dari atasan

b)

Pertanyaan mendalam kepada diri sendiri: "Apa yang saya percayai tentang olahraga, pembelajaran, dan manusia?"

c)

Menonton video pelatih top

d)

Mengikuti seminar sertifikasi

80.

Filosofi pribadi akan diuji ketika...

a)

Saat wawancara kerja

b)

Menghadapi tekanan (misal: harus menang, atlet bermasalah, konflik internal) yang memaksa antara kompromi atau konsistensi

c)

Menulis buku panduan

d)

Melatih tim yunior

81.

Sebuah filosofi kepelatihan dianggap "autentik" jika...

a)

Ditulis dengan bahasa yang indah

b)

Terinternalisasi dalam diri pelatih dan tercermin secara konsisten dalam tindakan dan keputusannya

c)

Disetujui oleh semua atlet

d)

Dipublikasikan di jurnal

82.

Epistemologi hanya membahas sumber pengetahuan yang bersifat ilmiah, tidak termasuk pengetahuan praktis atau intuisi pelatih.

a)

BENAR (B)

b)

SALAH (S)

83.

Kode etik kepelatihan bersifat universal dan tidak perlu disesuaikan dengan konteks budaya lokal.

a)

True

b)

False

84.

(B/S) Dalam paradigma pelatih sebagai pendidik, kekalahan dalam pertandingan dapat dilihat sebagai bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

85.

Pendekatan ilmiah dalam kepelatihan telah menjawab semua pertanyaan filosofis tentang makna dan tujuan olahraga.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

86.

Gaya kepemimpinan demokratis selalu lebih unggul daripada gaya otokratis dalam semua situasi kepelatihan.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

87.

(B/S) Filsafat "winning at all cost" secara inheren bertentangan dengan pembangunan karakter jangka panjang.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

88.

Konsep wellness yang holistik menyatakan bahwa kesehatan fisik adalah fondasi satu-satunya untuk kesehatan dimensi lainnya.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

89.

(B/S) Coaching philosophy statement yang baik harus tetap statis sepanjang karir seorang pelatih untuk menunjukkan konsistensi.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

90.

(B/S) Tanggung jawab sosial pelatih hanya terbatas pada peningkatan prestasi atlet di lapangan.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

91.

(B/S) Penggunaan teknologi biomekanik dan data analitik dalam pelatihan modern telah membuat refleksi filosofis menjadi tidak relevan.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

92.

Ontologi olahraga memandang bahwa makna dari sebuah permainan sepak bola terletak semata-mata pada aturan resmi yang tercantum dalam buku hukum permainan.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

93.

Pelatih yang menganut paham eksistensialisme akan sangat menekankan kebebasan dan tanggung jawab pribadi atlet atas pilihan dan performanya.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

94.

(B/S) Dalam perspektif aksiologi, nilai sportivitas dan nilai kemenangan selalu setara dan dapat dipertukarkan.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

95.

Teori perkembangan manusia dari Piaget yang menekankan tahapan kognitif tidak relevan untuk pelatih olahraga yang hanya berurusan dengan keterampilan fisik.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

96.

(B/S) Prinsip "fair play" hanya berlaku selama pertandingan berlangsung, tidak mencakup perilaku di luar lapangan seperti di media sosial.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

97.

Refleksi kritis terhadap metode ilmiah bertujuan untuk melemahkan otoritas ilmu pengetahuan dalam kepelatihan.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

98.

Pelatih dengan filosofi "athlete-centered coaching" akan memutuskan semua aspek latihan untuk memastikan hasil yang optimal bagi atlet.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

99.

Isu keadilan gender dalam kepelatihan hanya relevan bagi pelatih perempuan.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)

100.

Konsep "flow" atau "being in the zone" dalam olahraga lebih merupakan kajian psikologi positif dan tidak memiliki dimensi filosofis.

a)

Benar (B)

b)

Salah (S)