Font size
WorksheetsUAS MATA KULIAH FILOSOFI KEPELATIHAN OLAHRAGA
Total questions: 100
Worksheet time: 53mins
Secara etimologis, filsafat berasal dari kata 'philosophia' yang berarti...
Kebenaran mutlak
Cinta akan kebijaksanaan
Ilmu tentang alam
Pemikiran spekulatif
Ontologi dalam konteks kepelatihan olahraga terutama membahas tentang...
Cara memperoleh pengetahuan tentang teknik latihan
Hakikat dan keberadaan dari aktivitas olahraga dan atlet itu sendiri
Nilai-nilai etika dalam kompetisi
Metodologi penelitian kinerja atlet
Seorang pelatih yang mempertanyakan 'apakah tujuan utama dari kemenangan adalah untuk membangun karakter atau sekadar prestasi?' sedang melakukan pendekatan filsafat cabang...
Ontologi
Epistemologi
Aksiologi
Logika
Relevansi utama filsafat dalam kepelatihan adalah...
Menyediakan rumus latihan yang pasti
Membantu pelatih memiliki landasan nilai, keyakinan, dan cara berpikir kritis dalam mengambil keputusan
Menggantikan peran ilmu biomekanika
Memastikan kemenangan di setiap pertandingan
Pernyataan berikut yang mencerminkan hubungan simbiosis antara filsafat dan ilmu keolahragaan adalah...
Filsafat memberikan data empiris, ilmu keolahragaan memberikan refleksi.
Ilmu keolahragaan menjawab 'bagaimana', filsafat mempertanyakan 'mengapa' dan 'untuk apa'.
Filsafat dan ilmu keolahragaan adalah dua bidang yang terpisah dan tidak berhubungan.
Ilmu keolahragaan adalah penerapan praktis tanpa perlu pertanyaan filosofis.
Ketika seorang pelatih muda mulai meragukan metode latihan tradisional dan mencari dasar ilmiah yang lebih kuat, ia sedang bergerak dari tahap...
Aksiologi menuju ontologi
Keyakinan naif menuju pertanyaan epistemologis
Menurut perspektif filosofis, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan bentuk...
Ekspresi budaya dan pencarian makna manusia
Pelarian dari masalah kehidupan
Industri hiburan semata
Insting primitif yang tersisa
Cabang filsafat yang paling relevan untuk mengevaluasi keabsahan suatu teori periodisasi latihan adalah...
Estetika
Epistemologi
Metafisika
Etika
Nilai "keadilan" dalam etika kepelatihan terimplementasi ketika pelatih...
Selalu memilih atlet berbakat saja untuk bertanding
Memberi kesempatan dan perhatian yang setara sesuai kebutuhan dan usaha masing-masing atlet
Memprioritaskan kemenangan tim di atas segalanya
Mengikuti semua keinginan atlet untuk menghindari konflik
Tanggung jawab moral pelatih terhadap atlet remaja terutama terletak pada...
Mencetak prestasi maksimal untuk nama klub
Menjamin keselamatan fisik, psikologis, dan perkembangan karakter atlet
Memastikan atlet patuh tanpa bertanya
Melatih hingga atlet kelelahan total untuk membangun mental
Seorang pelatih mengetahui atletnya menggunakan doping. Menurut kode etik, tindakan pertamanya seharusnya adalah...
Melaporkan kepada pihak berwenang dan memberi sanksi sesuai aturan, sambil membimbing atlet secara moral
Menutupi rahasia untuk menjaga nama baik atlet dan klub
Memaksa atlet terus menggunakan agar prestasi tetap terjaga
Mengabaikan karena itu urusan pribadi atlet
Dilema etika muncul dalam kepelatihan ketika terjadi konflik antara...
Dua metode latihan yang sama-sama baik
Nilai-nilai moral yang saling bertentangan dalam situasi tertentu (contoh: kemenangan vs. kesehatan atlet)
Jadwal latihan dan jadwal kompetisi
Keinginan pelatih dan manajemen klub
Prinsip "non-maleficence" (tidak mencelakakan) dalam etika kepelatihan berarti...
Pelatih harus memenangkan setiap laga
Pelatih wajib menghindari tindakan yang berpotensi merugikan atau membahayakan atlet
Pelatih harus selalu menyenangkan atlet
Pelatih tidak boleh mengkritik wasit
Jika seorang pelatih dihadapkan pada pilihan: memaksa atlet cedera tampil demi final atau merelakan kesempatan tim, penggunaan filsafat etika deontologi akan menuntunnya untuk...
Memutuskan berdasarkan hasil terbaik bagi semua pihak
Mematuhi prinsip "jangan membahayakan atlet" sebagai kewajiban mutlak
Melakukan voting di antara anggota tim
Mengikuti perintah manajer klub
Kode etik pelatih berfungsi sebagai...
Hukum pidana yang dapat menjerat pelatih
Pedoman normatif dan alat pengendali diri untuk menjaga integritas profesi
Dokumen formal tanpa implikasi praktis
Slogan promosi organisasi pelatih
Etika kepelatihan menekankan bahwa hubungan pelatih-atlet bersifat...
Otoriter mutlak
Kemitraan yang asimetris, dimana pelatih memiliki tanggung jawab lebih untuk melindungi dan membimbing
Persahabatan tanpa batas
Hubungan bisnis transaksional
Tujuan latihan dari perspektif filosofis pendidikan adalah...
Hanya meningkatkan kemampuan fisik dan teknik
Membentuk manusia seutuhnya (holistik) melalui aktivitas fisik
Menghasilkan atlet berprestasi internasional
Mengisi waktu luang
Nilai sportivitas dalam kepelatihan paling tepat diajarkan melalui...
Hukuman bagi yang melanggar
Keteladanan pelatih dan integrasinya dalam setiap aktivitas latihan dan kompetisi
Ceramah sebelum pertandingan
Menghafal aturan pertandingan
Paradigma pelatih sebagai "pendidik" menekankan bahwa pelatih bertanggung jawab untuk...
Hanya mengajarkan keterampilan motorik
Membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada atlet
Memberikan instruksi teknis saja
Mengatur jadwal latihan
Tujuan utama pendidikan dalam filosofi kepelatihan adalah...
Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan karakter atlet
Menjadi pengganti orang tua di asrama
Memastikan atlet mendapat beasiswa
Konsep "kemenangan" dalam filosofi kepelatihan yang berorientasi pendidikan diartikan sebagai...
Mengalahkan lawan dengan skor tertinggi
Pencapaian perkembangan potensi diri dan proses pembelajaran, terlepas dari skor akhir
Mendapatkan medali emas
Mengumpulkan poin untuk liga
Seorang pelatih yang mengutamakan nilai kemanusiaan akan menolak untuk...
Melatih dengan disiplin tinggi
Memperlakukan atlet sebagai alat atau mesin pencetak prestasi semata
Menggunakan metode latihan modern
Mengikuti kompetisi bergengsi
Dalam merumuskan tujuan latihan, pendekatan filosofis menganjurkan untuk memulai dengan pertanyaan...
"Bagaimana caranya menang?"
"Mengapa kita melatih? Apa manusia yang ingin kita bentuk?"
"Berapa anggaran yang tersedia?"
"Siapa lawan kita berikutnya?"
Pelatih sebagai motivator yang filosofis berperan dalam...
Hanya memberi semangat sebelum laga
Membangkitkan motivasi intrinsik atlet berdasarkan pemahaman akan makna, tujuan, dan nilai dari usahanya
Memberikan iming-iming hadiah uang
Menakut-nakuti atlet dengan konsekuensi kekalahan
Nilai "disiplin" dalam konteks filosofis kepelatihan bermakna...
Kepatuhan buta terhadap instruksi
Latihan pengendalian diri dan komitmen untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi
Hukuman fisik atas kesalahan
Jadwal yang ketat tanpa fleksibilitas
Pandangan filosofis "dualisme" (seperti Descartes) memandang manusia sebagai...
Kesatuan utuh jiwa-raga
Entitas terpisah antara pikiran (jiwa) dan tubuh
Makhluk yang sepenuhnya deterministik
Hasil dari proses evolusi fisik semata
Teori perkembangan manusia yang menekankan interaksi antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan kognitif adalah milik...
Jean Piaget
Lev Vygotsky
B.F. Skinner
Sigmund Freud
Pengembangan karakter atlet dalam perspektif filsafat bertujuan untuk membentuk...
Atlet yang patuh tanpa kritis
Pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan etis
Peserta kompetisi yang agresif
Individu yang mengisolasi diri untuk fokus latihan
Konsep "potensi" dalam filsafat manusia menyatakan bahwa...
Bakat adalah segalanya dan tidak bisa diubah
Setiap individu memiliki kemungkinan untuk berkembang, dan pelatihan adalah aktualisasi dari potensi tersebut
Potensi hanya milik atlet elit
Potensi bersifat tetap sejak lahir
Pendekatan holistik dalam perkembangan atlet berarti...
Hanya fokus pada aspek fisik
Memperhatikan dan mengembangkan aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual secara seimbang
Mengutamakan kesehatan mental di atas fisik
Mengabaikan aspek teknik demi kebugaran
Filsafat pendidikan progresif (John Dewey) dalam konteks pelatihan akan mendukung metode...
Drill otoriter dan repetitif tanpa jeda
Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) dan pemecahan masalah
Hafalan teori tanpa praktik
Kompetisi setiap hari
Perkembangan moral atlet menurut Kohlberg dapat distimulasi oleh pelatih melalui...
Memberikan hukuman berat untuk pelanggaran
Menciptakan dilema moral dan diskusi terbuka tentang pilihan etis dalam olahraga
Menghindari pembicaraan tentang moral
Memberikan contoh aturan yang harus diikuti tanpa diskusi
Pandangan filsafat yang melihat atlet sebagai "subyek" bukan "obyek" melibatkan...
Perbedaan mendasar antara ilmu keolahragaan dan filsafat kepelatihan adalah...
Ilmu bersifat subyektif, filsafat obyektif
Ilmu menjawab "bagaimana" (deskriptif), filsafat mempertanyakan "mengapa" dan "apa artinya" (normatif dan reflektif)
Ilmu untuk teori, filsafat untuk praktik
Tidak ada perbedaan, keduanya sama
Pendekatan ilmiah dalam kepelatihan ditandai dengan...
Mengandalkan firasat dan pengalaman masa lalu saja
Penggunaan metode sistematis, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based)
Mengikuti tren latihan terbaru tanpa verifikasi
Menolak semua teknologi modern
Refleksi kritis terhadap metode ilmiah dalam olahraga penting untuk...
Menolak ilmu pengetahuan
Menyadari keterbatasan ilmu, konteks penerapan, dan dampak etisnya terhadap atlet
Membuktikan bahwa metode tradisional lebih baik
Menghemat biaya penelitian
Paradigma "positivisme" dalam ilmu kepelatihan mungkin dikritik karena...
Terlalu mengandalkan data kuantitatif dan mengabaikan aspek kualitatif seperti pengalaman subyektif dan makna
Tidak menggunakan data sama sekali
Terlalu fokus pada filsafat
Mengabaikan aspek fisik
Sebuah penelitian menunjukkan metode latihan A lebih efektif 5% daripada metode B. Seorang pelatih filosofis akan mempertimbangkan...
Langsung menerapkan metode A tanpa pikir panjang
Efektivitas statistik, relevansi dengan konteks atletnya, biaya, risiko, dan nilai-nilai yang mendasarinya
Mengabaikan penelitian karena hanya 5%
Mencampur metode A dan B secara acak
Filsafat ilmu membantu pelatih untuk...
Menjadi ilmuwan peneliti
Memahami asumsi, batasan, dan landasan epistemologis dari
Ketika ilmu menghasilkan kontradiksi (misal: studi tentang stretching), peran filsafat adalah...
Memilih salah satu secara dogmatis
Membantu melakukan analisis kritis terhadap metodologi, konteks, dan implikasi dari temuan yang tampak bertentangan
Mengabaikan semua ilmu
Menyimpulkan bahwa ilmu tidak berguna
"Evidence-based practice" yang dijiwai filsafat akan selalu disertai dengan...
Penerapan bulat-bulat tanpa pertimbangan individu
"Practice-based evidence" dan pertimbangan klinis/kontekstual dari pelatih
Penolakan terhadap pengalaman empiris pelatih
Bergantung sepenuhnya pada teknologi wearable
Tujuan utama filsafat pendidikan jasmani menurut Perspektif "Human Movement" adalah...
Mencetak atlet juara
Memahami dan menghargai gerak sebagai bagian fundamental dari eksistensi dan ekspresi manusia
Menghasilkan siswa yang jago olahraga
Mengisi jam pelajaran kosong
Dalam sistem pendidikan nasional, posisi ideal kepelatihan olahraga adalah...
Aktivitas tambahan yang tidak penting
Wahana strategis untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, khususnya pembangunan karakter
Hanya untuk sekolah kejuruan olahraga
Tanggung jawab klub swasta semata
Prinsip "pendidikan seumur hidup" (lifelong learning) dalam konteks kepelatihan berarti...
Pelatih harus sekolah terus
Proses kepelatihan bertujuan menanamkan kecintaan dan kemampuan untuk aktif berolahraga sepanjang hayat
Atlet harus latihan sampai tua
Kurikulum latihan harus sangat panjang
Aliran "Naturalism" (Rousseau) dalam pendidikan jasmani akan mendukung...
Latihan ketat di gym dengan peralatan canggih
Aktivitas di alam terbuka yang mengembangkan insting dan kebebasan anak
Peran pelatih dalam konteks pendidikan adalah memfasilitasi atlet untuk mencapai "autonomy". Ini berarti...
Membiarkan atlet berlatih sendiri tanpa pengawasan
Membekali atlet dengan kemampuan untuk mengatur diri, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas perkembangan dirinya
Memberikan kebebasan penuh tanpa aturan
Menghindari pemberian instruksi
Pendidikan jasmani yang filosofis menekankan pada "proses" daripada "produk". Artinya...
Hasil pertandingan tidak penting sama sekali
Pengalaman belajar, perjuangan, dan perkembangan selama berlatih lebih dihargai daripada sekadar kemenangan atau kekalahan
Tidak perlu ada evaluasi
Semua atlet harus mendapat nilai bagus
Integrasi nilai-nilai pendidikan seperti kerja sama dan tanggung jawab ke dalam latihan paling efektif dilakukan melalui...
Ceramah setelah latihan
Desain aktivitas latihan yang secara inheren membutuhkan kerja sama dan meminta pertanggungjawaban
Memberikan hukuman bagi yang tidak bekerja sama
Menempel poster tentang nilai-nilai
Menurut filosofi pendidikan "Progressivism", evaluasi dalam kepelatihan seharusnya bersifat...
Hanya tes akhir (sumatif)
Berkelanjutan (formatif) untuk memperbaiki proses belajar-mengajar
Tidak perlu dilakukan
Hanya berdasarkan angka kemenangan
Filsafat kepemimpinan seorang pelatih sangat dipengaruhi oleh...
Gaji yang diterima
Keyakinan dasarnya tentang sifat manusia, tujuan olahraga, dan cara belajar yang efektif
Seragam tim yang dikenakan
Jenis olahraga yang dilatih
Gaya kepemimpinan demokratis dalam kepelatihan ditandai dengan...
Pelatih membuat semua keputusan sendiri
Adanya partisipasi atlet dalam pengambilan keputusan, meski
Gaya otokratis mungkin efektif dalam situasi...
Pembinaan jangka panjang karakter atlet muda
Situasi krisis atau darurat yang membutuhkan keputusan cepat dan kepatuhan mutlak
Latihan pengenalan olahraga untuk pemula
Membangun hubungan personal yang mendalam
"Laissez-faire" gaya kepemimpinan berisiko menyebabkan...
Disiplin yang terlalu ketat
Kebingungan, kurangnya arah, dan kinerja tim yang tidak konsisten
Konflik berlebihan antara pelatih dan atlet
Atlet menjadi terlalu bergantung pada pelatih
Filosofi pribadi pelatih seharusnya dibentuk melalui...
Menjiplak filosofi pelatih terkenal
Refleksi kritis atas pengalaman, nilai, keyakinan, pengetahuan, dan konteks di mana ia melatih
Perintah dari atasan
Keinginan sponsor
Seorang pelatih dengan keyakinan bahwa atlet pada dasarnya termotivasi secara intrinsik akan cenderung menggunakan gaya...
Otokratis dan kontrol ketat
Demokratis atau partisipatif yang memberdayakan
Laissez-faire sepenuhnya
Manipulatif dengan iming-iming hadiah
Konsep "servant leadership" dalam kepelatihan menempatkan pelatih sebagai...
Bos yang harus dilayani
Pelayan yang mendahulukan kebutuhan dan perkembangan atletnya
Teman sebaya tanpa otoritas
Konsultan bayaran tinggi
Efektivitas sebuah gaya kepemimpinan sangat bergantung pada...
Kekerasan suara pelatih
Kesesuaiannya dengan situasi, tugas, dan karakteristik atlet (pendekatan kontingensi)
Popularitas pelatih di media sosial
Banyaknya sertifikasi yang dimiliki
Olahraga seharusnya dipandang sebagai...
Ajang penghancuran lawan
Ujian terhadap kemampuan diri, sarana pembelajaran, dan wahana untuk mengekspresikan keunggulan manusia
Satu-satunya tujuan berolahraga
Bentuk pelegalan agresi
"Winning at all cost" philosophy bertentangan dengan prinsip...
Efisiensi latihan
Fair play dan nilai-nilai kemanusiaan dalam olahraga
Penggunaan teknologi
Periodisasi latihan
Menurut filosofi "De Coubertin", yang terpenting dalam Olimpiade adalah...
Bukan untuk menang, tetapi untuk berpartisipasi
Hanya kemenangan dan medali
Menghancurkan rekor dunia
Mempromosikan produk sponsor
Kemenangan yang "sejati" dalam filsafat kepelatihan dicapai ketika...
Tim menang dengan margin skor tertinggi
Atlet/tim berprestasi optimal dengan tetap menjaga integritas, sportivitas, dan menghormati proses
Wasit memihak kepada tim kita
Lawan mengalami cedera
Kompetisi dapat merusak perkembangan atlet muda jika...
Selalu diadakan
Terlalu dini, berlebihan, dan hanya berfokus pada hasil tanpa memperhatikan proses belajar
Tidak ada hadiahnya
Diadakan di luar kota
Filsafat "fair play" menekankan...
Kemenangan dengan cara apa pun yang tidak ketahuan wasit
Penghormatan terhadap aturan, lawan, dan semangat permainan yang adil
Bermain sebaik mungkin untuk menghibur penonton
Menggunakan taktik gamesmanship yang licik
Bagi seorang pelatih filosofis, kekalahan berharga karena...
Merupakan aib yang harus dilupakan
Menyediakan pelajaran berharga untuk evaluasi, pertumbuhan karakter, dan motivasi perbaikan
Harus dijadikan alasan untuk memecat atlet
Menunjukkan bahwa pelatih tidak kompeten
Untuk menghindari "winning at all cost", pelatih perlu menanamkan pada atlet bahwa...
Kemenangan adalah segalanya
Cara mencapai tujuan sama pentingnya dengan tujuan itu sendiri
Kekalahan adalah hal yang memalukan
Aturan bisa ditafsirkan secara fleksibel
Hakikat kebugaran jasmani dalam filsafat hidup sehat adalah sebagai...
Alat untuk mendapatkan tubuh ideal semata
Prasyarat untuk hidup yang produktif, bermakna, dan merdeka (sebagai instrumen, bukan tujuan akhir)
Kewajiban yang membosankan
Bagian dari ritual keagamaan tertentu
Konsep "wellness" yang holistik mencakup dimensi...
Fisik saja
Fisik, mental, emosional, sosial, intelektual, dan spiritual
Fisik dan finansial
Fisik dan diet
"Holistic coaching" dalam konteks kebugaran berarti...
Hanya melatih komponen fisik
Memperhatikan dan mengintegrasikan aspek fisik, nutrisi, mental, dan gaya hidup atlet secara keseluruhan
Melatih semua cabang olahraga
Menggunakan metode pengobatan alternatif saja
Filosofi "mens sana in corpore sano" (jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat) menekankan...
Keutamaan tubuh di atas jiwa
Keterkaitan dan keseimbangan yang tak terpisahkan antara kesehatan fisik dan mental
Jiwa lebih penting daripada tubuh
Latihan fisik yang ekstrem untuk jiwa yang kuat
Dalam filosofi hidup sehat, aktivitas fisik berperan untuk...
Membuang-buang energi
Meningkatkan kualitas hidup, mengurangi stres, dan mendukung fungsi kognitif
Mengisolasi diri dari sosial
Hanya untuk atlet
Pelatih kebugaran yang filosofis akan menolak program latihan yang...
Terstruktur dengan baik
Mengorbankan kesehatan jangka panjang (misal: cedera, gangguan makan) demi hasil estetika atau performa instan
Keseimbangan dalam latihan berarti...
Melakukan latihan yang sama setiap hari
Menyesuaikan beban latihan, istirahat, dan pemulihan untuk mencapai tujuan tanpa menimbulkan burnout atau cedera
Tidak pernah berlatih keras
Membagi waktu sama untuk semua jenis olahraga
"Preventive coaching" lebih diutamakan dalam filosofi kesehatan karena...
Lebih murah dan manusiawi untuk mencegah cedera/penyakit daripada mengobatinya
Membuat latihan menjadi mudah
Tidak memerlukan pengetahuan medis
Hanya untuk atlet usia lanjut
"Coaching philosophy statement" yang baik bersifat...
Kaku dan tidak boleh berubah
Dinamis, reflektif, dan menjadi kompas dalam pengambilan keputusan sehari-hari
Hanya untuk dilampirkan dalam lamaran kerja
Sama untuk semua pelatih
Nilai inti (core values) dalam filosofi kepelatihan berfungsi sebagai...
Hiasan kata-kata
Filter untuk mengevaluasi pilihan dan menentukan prioritas dalam melatih
Daftar keinginan yang tidak realistis
Kriteria untuk memilih atlet berbakat
Studi kasus filosofi pelatih seperti John Wooden atau Dean Smith bermanfaat untuk...
Ditiru secara mentah-mentah
Memberi inspirasi dan bahan refleksi tentang bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam praktik
Membuktikan bahwa filosofi mereka yang terbaik
Mencari-cari kelemahan mereka
Refleksi pasca-pertandingan yang filosofis seharusnya mempertanyakan...
Hanya kesalahan teknik atlet
Apakah keputusan-keputusan yang diambil selama laga selaras dengan nilai-nilai dan filosofi pelatihan yang dianut
Hanya soal taktik lawan
Mengapa wasit tidak adil
Visi seorang pelatih terhadap atletnya adalah...
Target juara musim depan
Gambaran ideal tentang pribadi seperti apa yang ingin dibentuk melalui proses kepelatihan
Impian pribadi pelatih yang dipaksakan
Janji kepada orang tua atlet
Proses pembentukan filosofi pribadi dimulai dengan...
Meminta filosofi dari atasan
Pertanyaan mendalam kepada diri sendiri: "Apa yang saya percayai tentang olahraga, pembelajaran, dan manusia?"
Menonton video pelatih top
Mengikuti seminar sertifikasi
Filosofi pribadi akan diuji ketika...
Saat wawancara kerja
Menghadapi tekanan (misal: harus menang, atlet bermasalah, konflik internal) yang memaksa antara kompromi atau konsistensi
Menulis buku panduan
Melatih tim yunior
Sebuah filosofi kepelatihan dianggap "autentik" jika...
Ditulis dengan bahasa yang indah
Terinternalisasi dalam diri pelatih dan tercermin secara konsisten dalam tindakan dan keputusannya
Disetujui oleh semua atlet
Dipublikasikan di jurnal
Epistemologi hanya membahas sumber pengetahuan yang bersifat ilmiah, tidak termasuk pengetahuan praktis atau intuisi pelatih.
BENAR (B)
SALAH (S)
Kode etik kepelatihan bersifat universal dan tidak perlu disesuaikan dengan konteks budaya lokal.
True
False
(B/S) Dalam paradigma pelatih sebagai pendidik, kekalahan dalam pertandingan dapat dilihat sebagai bagian dari proses pembelajaran yang berharga.
Benar (B)
Salah (S)
Pendekatan ilmiah dalam kepelatihan telah menjawab semua pertanyaan filosofis tentang makna dan tujuan olahraga.
Benar (B)
Salah (S)
Gaya kepemimpinan demokratis selalu lebih unggul daripada gaya otokratis dalam semua situasi kepelatihan.
Benar (B)
Salah (S)
(B/S) Filsafat "winning at all cost" secara inheren bertentangan dengan pembangunan karakter jangka panjang.
Benar (B)
Salah (S)
Konsep wellness yang holistik menyatakan bahwa kesehatan fisik adalah fondasi satu-satunya untuk kesehatan dimensi lainnya.
Benar (B)
Salah (S)
(B/S) Coaching philosophy statement yang baik harus tetap statis sepanjang karir seorang pelatih untuk menunjukkan konsistensi.
Benar (B)
Salah (S)
(B/S) Tanggung jawab sosial pelatih hanya terbatas pada peningkatan prestasi atlet di lapangan.
Benar (B)
Salah (S)
(B/S) Penggunaan teknologi biomekanik dan data analitik dalam pelatihan modern telah membuat refleksi filosofis menjadi tidak relevan.
Benar (B)
Salah (S)
Ontologi olahraga memandang bahwa makna dari sebuah permainan sepak bola terletak semata-mata pada aturan resmi yang tercantum dalam buku hukum permainan.
Benar (B)
Salah (S)
Pelatih yang menganut paham eksistensialisme akan sangat menekankan kebebasan dan tanggung jawab pribadi atlet atas pilihan dan performanya.
Benar (B)
Salah (S)
(B/S) Dalam perspektif aksiologi, nilai sportivitas dan nilai kemenangan selalu setara dan dapat dipertukarkan.
Benar (B)
Salah (S)
Teori perkembangan manusia dari Piaget yang menekankan tahapan kognitif tidak relevan untuk pelatih olahraga yang hanya berurusan dengan keterampilan fisik.
Benar (B)
Salah (S)
(B/S) Prinsip "fair play" hanya berlaku selama pertandingan berlangsung, tidak mencakup perilaku di luar lapangan seperti di media sosial.
Benar (B)
Salah (S)
Refleksi kritis terhadap metode ilmiah bertujuan untuk melemahkan otoritas ilmu pengetahuan dalam kepelatihan.
Benar (B)
Salah (S)
Pelatih dengan filosofi "athlete-centered coaching" akan memutuskan semua aspek latihan untuk memastikan hasil yang optimal bagi atlet.
Benar (B)
Salah (S)
Isu keadilan gender dalam kepelatihan hanya relevan bagi pelatih perempuan.
Benar (B)
Salah (S)
Konsep "flow" atau "being in the zone" dalam olahraga lebih merupakan kajian psikologi positif dan tidak memiliki dimensi filosofis.
Benar (B)
Salah (S)
