wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz tentang SDGs dan Pembangunan Maritim

Total questions: 68

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

Suatu daerah pesisir mengembangkan pariwisata bahari secara besar-besaran. Dalam 3 tahun, pendapatan masyarakat naik signifikan, tetapi tutupan mangrove turun 40% dan kasus abrasi meningkat. Kebijakan daerah tersebut paling bertentangan dengan prinsip SDGs yang menekankan...

a)

Keterbukaan terhadap investasi asing

b)

Keseimbangan antara dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan

c)

Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat pesisir di wilayah maritim

d)

Percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata pesisir

2.

Pemerintah daerah membuat program beasiswa untuk anak nelayan miskin agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi di bidang kelautan. Ditinjau dari SDGs, program ini paling tepat dihubungkan dengan tujuan...

a)

SDG 1: Tanpa Kemiskinan

b)

SDG 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

c)

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

d)

SDG 14: Ekosistem Lautan

3.

Seorang peneliti diminta menyusun indikator lokal untuk mengukur kontribusi pembangunan maritim suatu provinsi terhadap SDGs. Indikator manakah yang paling mencerminkan pendekatan SDGs secara holistik?

a)

Volume ekspor hasil perikanan setiap tahun

b)

Jumlah kapal penangkap ikan di atas 30 GT

c)

Persentase nelayan sejahtera, kualitas air laut, dan luas kawasan konservasi

d)

Jumlah pelabuhan yang berkualitas dan beroperasi 24 jam

4.

Dalam rapat perencanaan, seorang pejabat berpendapat bahwa “yang penting PDB sektor maritim naik, urusan pencemaran laut bisa diurus nanti.” Jika Anda diminta memberikan tanggapan berdasarkan prinsip SDGs, argumen mana yang paling tepat?

a)

Setuju, karena pertumbuhan ekonomi adalah prioritas utama SDGs

b)

Setuju, selama pencemaran laut masih di bawah ambang baku mutu nasional

c)

Tidak setuju, karena SDGs menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan

d)

Tidak setuju, selama pencemaran laut tidak berdampak langsung pada kesehatan masyarakat

5.

Konsep pembangunan maritim berkelanjutan paling tepat didefinisikan sebagai...

a)

Peningkatan produksi sektor kelautan dan perikanan sebesar-besarnya

b)

Pemanfaatan sumber daya laut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan daya dukung

c)

Pengelolaan sumber daya laut yang menjamin keberlanjutan ekologis, kesejahteraan sosial, dan pertumbuhan ekonomi

d)

Eksploitasi sumber daya laut untuk mengejar target ekspor nasional dan internasional

6.

Sebuah kebijakan mewajibkan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dan pembatasan zona tangkap untuk melindungi daerah pemijahan ikan. Dampak kebijakan ini terhadap pembangunan maritim berkelanjutan adalah...

a)

positif, karena menurunkan jumlah hasil tangkapan ikan jangka pendek dan panjang

b)

Positif, karena menjaga stok ikan jangka panjang dan stabilitas ekonomi nelayan

c)

Netral, karena hanya mengatur teknis penangkapan, bukan kesejahteraan nelayan

d)

Negatif, karena mengurangi jumlah kapal yang boleh beroperasi

7.

Sebuah perusahaan membuang limbah cair ke laut dalam batas yang dianggap “aman” oleh peraturan lama, tetapi riset terbaru menunjukkan kadar tersebut sudah membahayakan biota laut. Dalam konteks pembangunan maritim berkelanjutan, tindakan yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah...

a)

Tetap menggunakan standar lama agar iklim investasi tetap kondusif

b)

Menunda revisi standar hingga ada protes dari masyarakat pesisir

c)

Merevisi standar mutu berdasarkan riset terbaru dan memperketat pengawasan

d)

Menyerahkan sepenuhnya pengelolaan limbah kepada kebijakan internal perusahaan

8.

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan maritim berkelanjutan adalah adanya “blue economy”. Contoh kebijakan yang paling mencerminkan konsep blue economy adalah...

a)

Membangun pelabuhan besar tanpa kajian lingkungan untuk mempercepat arus barang demi peningkatan ekonomi

b)

Mengembangkan budidaya rumput laut yang memanfaatkan limbah organik dan menyerap karbon

c)

Mengizinkan kapal asing menangkap ikan di zona ekonomi eksklusif Indonesia

d)

Memfokuskan APBD pada subsidi BBM kapal penangkap ikan skala besar

9.

Dalam kajian SDGs, permasalahan utama pembangunan maritim di suatu wilayah adalah: (1) overfishing, (2) pencemaran plastik, (3) konflik ruang antara pariwisata dan perikanan. Langkah awal yang paling tepat untuk merumuskan strategi penyelesaian masalah adalah...

a)

Membatasi semua aktivitas di laut selama satu tahun penuh

b)

Mengidentifikasi pemangku kepentingan terkait dan melakukan pemetaan masalah secara partisipatif

c)

Memberikan sanksi langsung pada semua pelaku usaha perikanan dan pariwisata

d)

Mengajukan dana bantuan internasional sebelum membuat rencana aksi

10.

Dalam RPJMN, pemerintah mencantumkan target peningkatan luas kawasan konservasi laut. Namun, di lapangan sering terjadi konflik dengan nelayan yang merasa aksesnya dibatasi. Pendekatan yang paling sesuai dengan semangat SDGs untuk mengurangi konflik adalah...

a)

Memperkuat aparat keamanan untuk menertibkan nelayan yang masuk kawasan konservasi

b)

Menunda seluruh program konservasi sampai nelayan setuju

c)

Melibatkan nelayan dalam perencanaan kawasan konservasi dan mengembangkan skema co-management

d)

Menetapkan kawasan konservasi tanpa sosialisasi agar kondisi lebih efektif, kondusif dan proses cepat selesai tanpa melibatkan nelayan

11.

Suatu studi menunjukkan bahwa indeks kesehatan ekosistem laut menurun, sementara angka kemiskinan nelayan masih tinggi. Dari perspektif SDGs, kesimpulan kritis yang paling tepat adalah...

a)

Pembangunan maritim telah berhasil karena aktivitas ekonomi di laut meningkat

b)

Pembangunan maritim belum berkelanjutan karena gagal menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan

c)

Pembangunan maritim sudah optimal karena nelayan tetap bekerja di laut

d)

Pembangunan maritim tidak relevan dengan isu ekosistem laut

12.

Program rehabilitasi terumbu karang dilakukan dengan melibatkan komunitas selam, nelayan, dan pelajar. Indikator evaluasi yang paling sesuai dengan kerangka SDGs adalah...

a)

Jumlah karang yang ditanam setiap bulan

b)

Luas area terumbu karang yang pulih, peningkatan spesies ikan, dan peningkatan pendapatan ekowisata lokal

c)

Banyaknya poster kampanye yang dipasang di sekolah

d)

Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan penanaman karang

13.

Dalam konteks SDGs, mengatasi “permasalahan pembangunan maritim berkelanjutan” menuntut pendekatan lintas sektor. Contoh kebijakan berikut yang paling menunjukkan pendekatan lintas sektor adalah...

a)

Kementerian Kelautan menyusun aturan penangkapan ikan tanpa melibatkan kementerian lain karena dianggap tidak perlu

b)

Kerja sama antara kementerian terkait untuk mengembangkan kawasan ekowisata bahari berbasis konservasi

c)

Pemerintah daerah hanya mengandalkan CSR perusahaan migas lepas pantai dan stakeholder demi kepentingan ekonomi

d)

Universitas melakukan riset tanpa melibatkan pemerintah dan masyarakat

14.

Seorang pengambil kebijakan mengatakan: “Selama kita punya teknologi kapal dan alat tangkap modern, laut akan selalu bisa menanggung pemanfaatan kita.” Jika Anda menilai pernyataan tersebut berdasarkan prinsip SDGs dan pembangunan maritim berkelanjutan, penilaian paling tepat adalah...

a)

Benar, karena teknologi selalu mampu mengatasi keterbatasan sumber daya alam

b)

Salah, karena mengabaikan konsep daya dukung dan regenerasi sumber daya laut

c)

Benar, karena teknologi modern pasti ramah lingkungan

d)

Salah, karena laut tidak perlu dipulihkan jika sudah dimanfaatkan

15.

Sebagian besar permukiman pesisir di suatu kabupaten berada pada ketinggian kurang dari 3 meter dari permukaan laut dan didominasi rumah kayu non-permanen. Dari sudut pandang mitigasi bencana, prioritas kebijakan yang paling tepat adalah...

a)

Mewajibkan semua rumah dicat ulang agar mudah dikenali saat banjir rob

b)

Pembangunan tanggul beton setinggi 1 meter tanpa kajian risiko

c)

Penataan ulang tata ruang pesisir, relokasi bertahap zona sangat rawan, dan penguatan bangunan vital

d)

Pengadaan kapal wisata tambahan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat

16.

Ketika terjadi gempa besar di laut, sirine peringatan dini tsunami berbunyi. Namun, banyak warga tetap bertahan di rumah menunggu instruksi resmi dari kepala desa. Permasalahan utama mitigasi bencana yang terlihat pada kasus ini adalah...

a)

Kurangnya teknologi sirine

b)

Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap informasi nonformal dan pemerintah

c)

Ketidaktahuan masyarakat tentang makna peringatan dini dan prosedur evakuasi

d)

Jumlah warga yang terlalu banyak untuk dievakuasi

17.

Dalam penyusunan peta risiko bencana pesisir, seorang perencana wilayah ingin memasukkan aspek bencana sosial. Contoh indikator bencana sosial yang paling relevan adalah...

a)

Frekuensi badai tropis tahunan

b)

Tingkat konflik horizontal antar nelayan

c)

Laju kenaikan muka air laut

d)

Pertemuan lempeng tektonik laut di sekitar pelabuhan

18.

Suatu desa pesisir sering mengalami konflik antara nelayan tradisional dan kapal besar dari luar daerah. Jika dilihat sebagai “bencana sosial”, upaya mitigasi yang paling sesuai adalah...

a)

Mewajibkan nelayan tradisional menggunakan kapal besar

b)

Melarang kapal besar beroperasi di seluruh wilayah pesisir

c)

Mediasi dan fasilitasi dialog antara kelompok nelayan yang berkonflik

d)

Meningkatkan patroli keamanan laut oleh aparat

19.

Dalam simulasi tsunami di sebuah kota pesisir, ditemukan bahwa jalur evakuasi melewati pasar yang sangat padat aktivitas. Analisis yang paling tepat terkait efektivitas mitigasi adalah...

a)

Jalur evakuasi sudah benar karena dekat pusat ekonomi yang vital dan penting

b)

Jalur evakuasi berpotensi tidak efektif karena kemacetan dan penumpukan orang

c)

Jalur evakuasi baik karena banyak toko yang bisa dijadikan tempat berlindung

d)

Jalur evakuasi tidak berpengaruh terhadap keberhasilan mitigasi

20.

Program mitigasi bencana banjir rob dirancang dengan membangun tanggul, meninggikan jalan, dan memasang pompa air. Namun, tidak ada sosialisasi ke masyarakat tentang perilaku adaptif. Kekurangan utama program tersebut jika dilihat dari pendekatan mitigasi komprehensif adalah...

a)

Terlalu banyak menggunakan dana APBD

b)

Terlalu fokus pada aspek struktural dan mengabaikan perubahan perilaku serta kesiapsiagaan masyarakat

c)

Terlalu cepat dilaksanakan

d)

Tidak melibatkan pihak swasta dalam pengadaan pompa

21.

Dalam konteks mitigasi bencana alam di wilayah kemaritiman, integrasi kearifan lokal ke dalam sistem peringatan dini paling tepat digambarkan oleh...

a)

Menghapus semua praktik tradisional agar tidak mengganggu pakar

b)

Menggabungkan tanda-tanda alam yang diyakini masyarakat (kearifan lokal) dengan teknologi dan prosedur evakuasi resmi

c)

Mengandalkan sepenuhnya ramalan tokoh adat tanpa dukungan teknologi karena masyarakat biasanya lebih paham terkait ini

d)

Menyuruh masyarakat melupakan kearifan lokal karena tidak ilmiah dan tidak mungkin dihubungkan dengan teknologi modern

22.

Wilayah A adalah kawasan pesisir dengan potensi tsunami tinggi namun ekonomi warganya bergantung pada aktivitas di zona rawan. Pendekatan mitigasi yang paling realistis dan berkelanjutan adalah...

a)

Melarang seluruh aktivitas ekonomi di zona rawan dan menyuruh seluruh warga pindah di daerah yang lebih aman meskipun ekonomi tidak dipertimbangkan

b)

Menyediakan skema asuransi bencana saja tanpa perubahan tata ruang

c)

Mengembangkan tata ruang adaptif (zona aman vertikal, bangunan tahan tsunami, jalur evakuasi jelas) sambil tetap memperkuat ekonomi lokal

d)

Mengabaikan risiko tsunami karena pengungsian akan diurus saat bencana terjadi

23.

Sebuah kota pelabuhan besar menghadapi peningkatan kriminalitas, perdagangan manusia, dan narkoba yang masuk lewat jalur laut. Dari sudut pandang bencana sosial di wilayah kemaritiman, strategi mitigasi paling tepat adalah...

a)

Hanya meningkatkan patroli laut tanpa koordinasi antarinstansi

b)

Membatasi seluruh aktivitas perdagangan di pelabuhan

c)

Memperkuat kerja sama antar aparat penegak hukum, pengelola pelabuhan, dan masyarakat pesisir

d)

Membiarkan masalah berjalan sambil menunggu kebijakan pusat

24.

Program pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah pesisir sering hanya berupa ceramah satu arah di kelas. Untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana, strategi pembelajaran yang paling tepat adalah...

a)

Menambah durasi ceramah menjadi dua kali lebih lama

b)

Mengadakan sosialisasi dan simulasi evakuasi secara berkala

c)

Menghapus materi kebencanaan karena dianggap menakutkan

d)

Memberi tugas hafalan definisi bencana tanpa praktik

25.

Sebuah pulau kecil sering dilanda angin kencang dan gelombang tinggi yang mengganggu suplai logistik. Pemerintah ingin meningkatkan ketangguhan (resilience) pulau tersebut. Langkah kebijakan yang paling mencerminkan konsep ketangguhan adalah...

a)

Melarang kapal berlayar selama musim angin kencang

b)

Mengandalkan bantuan logistik dari luar pulau setiap terjadi bencana

c)

Membangun sistem logistik cadangan dan pelatihan masyarakat untuk menghadapi gangguan pasokan

d)

Menunggu bantuan pemerintah pusat tanpa persiapan lokal

26.

Dalam rencana kontinjensi bencana tumpahan minyak di laut, tidak tercantum peran nelayan lokal. Analisis kritis yang paling tepat adalah...

a)

Rencana sudah baik karena nelayan dianggap sebagai korban yang tidak seberapa

b)

Rencana kurang efektif karena mengabaikan pengetahuan lokal nelayan

c)

Rencana menjadi lebih cepat karena melibatkan sedikit pihak

d)

Rencana tidak ada hubungannya dengan masyarakat

27.

Data menunjukkan bahwa setelah setiap peristiwa bencana di kawasan pesisir, selalu terjadi lonjakan kasus penjarahan toko dan konflik antar kelompok. Dalam kerangka mitigasi bencana sosial, kebijakan yang paling tepat adalah...

a)

Hanya menambah jumlah polisi setelah bencana

b)

Mengembangkan mekanisme distribusi bantuan yang transparan, sistem keamanan komunitas, dan forum dialog antar kelompok sebelum dan sesudah bencana

c)

Mengurangi jumlah bantuan agar tidak rebutan

d)

Mengabaikan konflik karena dianggap wajar saat bencana

28.

Seorang pejabat mengatakan: “Selama kita punya breakwater (pemecah gelombang) yang kuat, kita tidak perlu lagi memikirkan mitigasi bencana lain di wilayah pelabuhan.” Jika dinilai dari perspektif manajemen risiko bencana di wilayah kemaritiman, penilaian yang paling tepat adalah...

a)

Benar, breakwater sudah cukup untuk semua risiko

b)

Salah, manajemen risiko bencana harus mempertimbangkan berbagai ancaman dan mitigasi

c)

Tidak perlu ada penilaian risiko lagi

d)

Cukup fokus pada satu jenis bencana saja

29.

Tanda awal terjadinya tsunami yang sering dilaporkan saksi mata di wilayah pantai adalah...

a)

Air laut surut tiba-tiba dan jauh dari garis pantai disertai gempa sebelumnya

b)

Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari dan hutan yang gundul

c)

Angin kencang yang bertiup dari darat ke laut disertai badai besar

d)

Suhu udara meningkat drastis dalam hitungan menit

30.

Perbedaan utama antara banjir rob dan tsunami jika dilihat dari proses terjadinya adalah...

a)

Banjir rob disebabkan gempa tektonik, tsunami disebabkan pasang surut Bulan

b)

Banjir rob terjadi karena pasang air laut, sedangkan tsunami terjadi karena perpindahan massa air laut secara tiba-tiba

c)

Banjir rob selalu lebih tinggi dari tsunami

d)

Banjir rob hanya terjadi saat musim kemarau, tsunami hanya saat musim hujan

31.

Fenomena abrasi pantai dapat dikenali sebagai proses bencana alam karena...

a)

Terjadi penumpukan pasir yang membuat garis pantai makin maju ke laut

b)

Terjadi pengikisan garis pantai secara bertahap akibat gelombang, arus, dan aktivitas manusia sehingga mengancam permukiman

c)

Hanya menimbulkan perubahan warna air laut tanpa mengubah garis pantai

d)

Hanya terjadi jika ada tsunami besar membuat perpindahan massa tanah ke pemukiman warga

32.

Dalam konteks bencana sosial di wilayah kemaritiman, indikator dini yang paling tepat untuk mengenali potensi konflik antar kelompok nelayan adalah...

a)

Meningkatnya jumlah kapal asing yang masuk ke pelabuhan

b)

Menurunnya minat generasi muda menjadi nelayan

c)

Seringnya terjadi perselisihan kecil terkait batas wilayah tangkap yang mulai disertai ancaman dan tindakan kekerasan

d)

Turunnya harga ikan di pasar

33.

Proses terjadinya gelombang badai (storm surge) yang dapat menimbulkan banjir pesisir umumnya dipicu oleh...

a)

Angin kencang dan tekanan udara rendah yang mendorong massa air laut ke daratan saat badai besar

b)

Aktivitas kapal besar yang menimbulkan ombak tinggi di pelabuhan

c)

Peningkatan suhu udara di daratan pada siang hari

d)

Hanya karena pasang purnama tanpa faktor lain

34.

Dua gempa terjadi di wilayah yang sama: • Gempa A: Magnitudo 6, kedalaman 10 km • Gempa B: Magnitudo 6, kedalaman 80 km Kerusakan di permukaan jauh lebih besar pada Gempa A. Penjelasan ilmiah yang paling tepat adalah...

a)

Gempa A lebih merusak karena magnitudonya lebih besar

b)

Gempa B lebih dalam sehingga energinya bertambah di permukaan

c)

Gempa A lebih dangkal sehingga energi gelombangnya lebih sedikit teredam sebelum mencapai permukaan

d)

Kedalaman tidak berpengaruh terhadap tingkat kerusakan

35.

Dalam rangka mengurangi risiko korban jiwa akibat gempa di kawasan pesisir, pemerintah berencana: 1. Memperketat standar bangunan tahan gempa 2. Memasang sistem peringatan dini tsunami Langkah-langkah di atas bertujuan untuk...

a)

Meningkatkan jumlah penduduk di kawasan pesisir

b)

Mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan akibat gempa dan tsunami

c)

Menurunkan harga properti di kawasan pesisir

d)

Mempercepat proses evakuasi tanpa peringatan

36.

Melakukan edukasi evakuasi vertikal di dekat pantai. Kombinasi analisis yang paling tepat terkait efektivitas ketiga langkah tersebut adalah...

a)

(1) hanya melindungi dari tsunami, (2) dan (3) melindungi dari keruntuhan bangunan

b)

(1) berfokus pada pengurangan kerusakan struktural, sedangkan (2) dan (3) berfokus pada pengurangan risiko korban jiwa akibat tsunami

c)

(1) tidak penting, yang penting hanya (2) dan (3)

d)

Ketiganya tidak saling berkaitan sehingga sulit dilakukan bersamaan

37.

Data menunjukkan bahwa setelah gempa besar, beberapa bangunan beton tinggi tetap berdiri, sedangkan banyak rumah satu lantai dari pasangan bata roboh. Analisis ilmiah yang paling tepat adalah...

a)

Bangunan beton bertingkat tinggi dianggap lebih aman saat gempa hanya karena massanya lebih besar, sehingga dipersiapkan lebih kuat menahan guncangan dibanding rumah kecil di sekitarnya.

b)

Rumah satu lantai yang roboh ketika terjadi gempa diasumsikan rusak terutama karena ketinggiannya terlalu rendah, bukan karena mutu struktur dan kualitas konstruksi yang kurang memadai.

c)

Bangunan tinggi umumnya dirancang dengan standar teknik tahan gempa yang jelas (struktur rangka, detail tulangan, dan material terukur), sedangkan banyak rumah kecil dibangun tanpa perhitungan struktur dan pengawasan teknis yang memadai.

d)

Tingkat kerusakan bangunan saat gempa dianggap hanya dipengaruhi oleh faktor permukaan luar seperti warna cat dinding dan atap, tanpa memperhatikan mutu struktur, material, dan cara bangunan tersebut didirikan.

38.

Sebuah desa pesisir membuang limbah rumah tangga langsung ke laut. Dalam 6 bulan, kasus diare dan penyakit kulit meningkat. Jika Anda diminta memberi saran kebijakan, langkah paling tepat untuk memperbaiki kesehatan lingkungan desa tersebut adalah...

a)

Membagikan lebih banyak obat diare di puskesmas

b)

Melarang anak-anak bermain di pantai tanpa penjelasan

c)

Membangun sistem pengolahan air limbah sederhana dan mengedukasi warga tentang buang air di jamban sehat

d)

Menutup seluruh warung makan di sekitar pantai

39.

Sumber air tawar di desa pesisir sebagian besar berasal dari sumur dangkal dekat garis pantai. Saat musim kemarau panjang, air mulai terasa asin. Risiko kesehatan paling mungkin yang muncul jika masyarakat tetap mengonsumsi air tersebut tanpa pengolahan adalah...

a)

Penurunan produksi ikan laut

b)

Gangguan keseimbangan cairan tubuh dan tekanan darah, terutama pada kelompok rentan

c)

Risiko tenggelam saat mengambil air

d)

Berkurangnya intensitas sinar matahari

40.

Wilayah pesisir X mulai mengalami peningkatan kasus demam berdarah. Banyak warga menyalahkan “udara laut” sebagai penyebabnya. Tindakan edukasi kesehatan paling tepat yang dapat dilakukan petugas kesehatan adalah...

a)

Menjelaskan bahwa penyebab utama DBD adalah virus yang ditularkan nyamuk, lalu mengajak warga memberantas sarang nyamuk di sekitar rumah dan perahu

b)

Menyarankan warga pindah jauh dari laut

c)

Mengimbau warga memakai masker setiap hari

d)

Menutup semua jendela rumah sepanjang hari

41.

Sebagian besar nelayan di suatu desa mengonsumsi mie instan dan kopi sebagai makanan utama saat melaut karena dianggap praktis. Dari sudut pandang kesehatan dasar, dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi adalah...

a)

Ketergantungan pada kopi untuk tetap terjaga

b)

Kecenderungan kekurangan gizi mikro dan energi, yang dapat menurunkan stamina dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja di laut

c)

Nelayan menjadi lebih tahan terhadap ombak

d)

Nelayan semakin mudah menghafal rute pelayaran

42.

Puskesmas pembantu di pesisir sulit dijangkau saat pasang tinggi dan gelombang besar. Untuk memastikan akses kesehatan dasar tetap terjaga, strategi paling efektif dan berkelanjutan adalah...

a)

Membuka puskesmas baru di kota

b)

Mengirim tenaga medis dari luar daerah setiap bulan

c)

Melatih kader kesehatan lokal agar dapat memberikan layanan dasar di desa

d)

Menutup layanan kesehatan saat musim pasang

43.

Penyebab utama adalah polusi udara dalam ruangan dan buruknya sirkulasi udara

a)

Penyebab utama adalah udara laut yang terlalu lembap

b)

Penyebab utama adalah polusi udara dalam ruangan dan buruknya sirkulasi udara

c)

Hanya karena kebiasaan tidur terlalu malam

d)

Karena rumah terlalu dekat dengan tempat jual ikan

44.

Penurunan kasus diare dan penyakit kulit, serta meningkatnya proporsi rumah yang memiliki jamban dan fasilitas cuci tangan

a)

Banyaknya poster yang ditempel di kampung

b)

Penurunan kasus diare dan penyakit kulit, serta meningkatnya proporsi rumah yang memiliki jamban dan fasilitas cuci tangan

c)

Banyaknya tamu yang datang berkunjung

d)

Peningkatan jumlah kapal yang bersandar di dermaga

45.

Kesehatan dasar adalah akses terhadap fasilitas kesehatan dan perilaku hidup bersih di lingkungan pesisir

a)

Kesehatan dasar adalah kemampuan berenang di laut

b)

Kesehatan dasar adalah akses terhadap fasilitas kesehatan dan perilaku hidup bersih di lingkungan pesisir

c)

Kesehatan dasar adalah pengetahuan tentang ikan dan hasil laut

d)

Kesehatan dasar adalah jumlah kapal yang berlabuh di pesisir

46.

Apa yang dimaksud dengan kesehatan wilayah pesisir?

a)

Kondisi ketika semua penduduk pesisir bebas dari penyakit

b)

Upaya menjaga kesehatan fisik, mental, dan lingkungan melalui pemenuhan kebutuhan dasar

c)

Program vaksinasi massal di daerah pesisir

d)

Penyediaan kapal untuk mengangkut pasien

47.

Dari sudut pandang keselamatan dasar, langkah pencegahan kecelakaan yang paling tepat di pantai dengan ombak besar dan arus balik adalah...

a)

Membiarkan pengunjung belajar sendiri cara menghindari arus

b)

Menempatkan rambu peringatan daerah berarus berbahaya, petugas penjaga pantai, dan edukasi cara menyelamatkan diri saat terseret arus

c)

Menutup pantai untuk semua aktivitas wisata

d)

Mengizinkan berenang hanya saat sore hari

48.

Pesan keselamatan dasar yang paling penting untuk kapal nelayan kecil terkait penggunaan jaket pelampung adalah...

a)

Jaket pelampung hanya perlu dipakai saat cuaca buruk

b)

Jaket pelampung wajib tersedia dan digunakan, cuaca terlihat cerah

c)

Jaket pelampung hanya untuk anak-anak

d)

Nelayan berpengalaman tidak membutuhkan pelampung

49.

Dari kacamata konsep keselamatan, keputusan yang paling tepat saat BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi adalah...

a)

Tetap berangkat tapi mempercepat perjalanan

b)

Tetap berangkat dengan menambah jumlah penumpang agar lebih “ramai”

c)

Menunda keberangkatan hingga kondisi aman

d)

Mengabaikan peringatan BMKG

50.

Di sebuah kampung pesisir, anak-anak sering bermain di tepi dermaga tanpa pengawasan orang dewasa. Jika dikaji dari konsep keselamatan dasar, upaya pencegahan kecelakaan yang paling efektif adalah...

a)

Melarang anak bermain di luar rumah sama sekali

b)

Menyediakan area bermain yang lebih aman jauh dari tepi air, memasang pagar pengaman di dermaga, dan mengedukasi orang tua tentang pentingnya pengawasan

c)

Meminta anak-anak belajar berenang saja

d)

Menyuruh anak memakai sepatu saat ke dermaga

51.

Banyak nelayan bekerja malam hari tanpa lampu penerangan yang memadai di kapal. Risiko keselamatan dasar yang paling besar dalam kondisi ini adalah...

a)

Kapal menjadi lebih ringan

b)

Nelayan lebih mudah melihat bintang

c)

Meningkatnya risiko tabrakan antar kapal dan kesulitan dalam operasi darurat jika ada yang jatuh ke laut

d)

Hanya membuat nelayan sulit melihat jam tangan

52.

Di pelabuhan kecil, sering terlihat aktivitas pengisian BBM ke kapal secara sembarangan di atas air tanpa alat pemadam yang siap pakai. Dari sudut pandang keselamatan dasar, potensi bahaya paling serius adalah...

a)

Kapal sulit berlabuh karena permukaan air licin

b)

Risiko kebakaran dan ledakan

c)

Ikan menjadi lebih cepat naik ke permukaan

d)

Air laut menjadi lebih hangat

53.

Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan konsep keselamatan dasar di wilayah pesisir?

a)

Hanya fokus pada penggunaan pelampung saat berenang

b)

Melarang semua aktivitas di dekat air

c)

Mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan pencegahan, dan edukasi masyarakat secara menyeluruh

d)

Membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan

54.

Pemerintah daerah pesisir menyusun rencana: • 1–2 tahun: renovasi pasar ikan dan perbaikan akses jalan ke pelabuhan. • 10–15 tahun: pengembangan kawasan industri pengolahan hasil laut. Hubungan paling tepat antara rencana jangka pendek dan jangka panjang tersebut adalah...

a)

Tidak berhubungan karena menyasar sektor yang berbeda

b)

Rencana jangka pendek menjadi fondasi infrastruktur dasar

c)

Rencana jangka panjang akan menggantikan rencana jangka pendek

d)

Rencana jangka pendek hanya untuk menghabiskan anggaran

55.

Dalam rencana jangka pendek, pemerintah fokus pada peningkatan jumlah kapal penangkap ikan. Namun dalam rencana jangka panjang, targetnya adalah ekonomi maritim berkelanjutan. Risiko paling mungkin jika rencana jangka pendek tidak dikendalikan adalah...

a)

Hasil tangkapan berkurang karena kapal terlalu banyak

b)

Terjadi overfishing yang justru menghambat tercapainya tujuan keberlanjutan jangka panjang

c)

Nelayan menjadi terlalu kaya

d)

Pelabuhan menjadi terlalu sepi

56.

Seorang analis kebijakan mengatakan: “Rencana jangka pendek ekonomi maritim boleh saja bertentangan dengan visi jangka panjang, karena yang penting realisasi anggaran dulu.” Penilaian paling tepat terhadap pernyataan tersebut adalah...

a)

Benar, karena rencana jangka panjang bisa diubah kapan saja

b)

Salah, karena rencana jangka pendek seharusnya konsisten dan menjadi tahapan menuju tujuan jangka panjang

c)

Benar, selama masyarakat tidak protes

d)

Benar, jika daerah ingin terlihat aktif di media

57.

Kebijakan paling tepat di tahap jangka pendek agar tidak menghambat tujuan jangka panjang dalam peningkatan ekspor udang beku adalah...

a)

Mendorong ekspor sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan kualitas

b)

Mengembangkan fasilitas cold storage dan pelatihan mutu produk

c)

Mengizinkan penangkapan udang tanpa batas

d)

Menyerahkan seluruh pengelolaan kepada perusahaan asing

58.

Program tambahan apa yang paling tepat dimasukkan ke rencana jangka pendek agar selaras dengan tujuan jangka panjang pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan?

a)

Membangun resort sebanyak mungkin di atas mangrove

b)

Melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata

c)

Mengizinkan semua aktivitas wisata tanpa aturan

d)

Menghapus aturan zonasi konservasi terumbu karang

59.

Untuk 5 tahun pertama, langkah strategis yang paling logis sebagai rencana jangka pendek dalam mewujudkan daerah sebagai pusat logistik maritim nasional adalah...

a)

Membangun gedung perkantoran mewah di tepi pantai

b)

Meningkatkan kapasitas dan efisiensi pelabuhan, memperbaiki sistem bongkar muat, dan digitalisasi layanan kepelabuhanan

c)

Menutup pelabuhan untuk kapal asing

d)

Mengurangi jumlah tenaga kerja di pelabuhan

60.

Dalam rancangan RPJMD, pembangunan ekonomi maritim jangka panjang memasukkan prinsip “blue economy”. Indikator rencana jangka pendek yang paling menggambarkan transisi ke arah tersebut adalah...

a)

Peningkatan jumlah kapal besar yang beroperasi

b)

Program pengurangan limbah di industri pengolahan ikan

c)

Peningkatan impor ikan

d)

Pembangunan gudang tanpa pengelolaan limbah

61.

Rencana jangka pendek sektor perikanan: menaikkan pendapatan nelayan 2 tahun ke depan. Rencana jangka panjang: regenerasi nelayan dan peningkatan daya saing SDM maritim. Kebijakan mana yang paling mampu menghubungkan dua tujuan tersebut?

a)

Hanya menaikkan harga beli ikan tanpa program lain

b)

Memberikan pelatihan teknologi penangkapan dan pengolahan hasil laut

c)

Membatasi nelayan muda melaut karena mereka belum berpengalaman

d)

Menyerahkan semuanya kepada tengkulak demi peningkatan ekonomi menengah

62.

Sebuah kajian merekomendasikan bahwa rencana jangka panjang ekonomi maritim harus memasukkan diversifikasi usaha (perikanan, wisata, logistik, energi). Implikasi paling tepat bagi rencana jangka pendek adalah...

a)

Fokus hanya pada satu sektor agar lebih cepat terlihat hasilnya

b)

Mulai menyiapkan kajian potensi dan pilot project kecil di beberapa subsektor sekaligus, bukan hanya perikanan tangkap

c)

Menghentikan semua kegiatan yang sudah ada

d)

Mengandalkan investasi tunggal dari satu perusahaan besar

63.

Jika dikaitkan dengan keberhasilan rencana jangka panjang pembangunan ekonomi maritim, kritik paling tepat adalah...

a)

Proyek fisik tidak ada hubungannya dengan ekonomi maritim

b)

Terlalu fokus pada fisik berisiko mengabaikan pembangunan penting lainnya

c)

Proyek fisik selalu merusak lingkungan

d)

Rencana jangka panjang tidak perlu dipikirkan jika ada proyek fisik

64.

Dalam rencana jangka panjang, suatu provinsi ingin mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan industri pengolahan hasil laut. Manakah langkah jangka pendek yang paling strategis?

a)

Melarang semua ekspor bahan mentah secara mendadak

b)

Memberi insentif pajak dan dukungan infrastruktur bagi pelaku usaha lokal kecil

c)

Mengizinkan impor produk olahan dari luar negeri

d)

Mengurangi kegiatan riset dan inovasi untuk menghemat anggaran demi efektivitas

65.

Mahasiswa diminta menganalisis konsistensi sebuah dokumen: • Visi jangka panjang: “Mewujudkan ekonomi maritim berkelanjutan berbasis masyarakat lokal.” • Program jangka pendek: “Memberikan hak pengelolaan penuh wilayah pesisir kepada perusahaan besar selama 30 tahun.” Kesimpulan analisis yang paling tepat adalah...

a)

Sangat konsisten karena masyarakat akan menjadi pekerja

b)

Kurang konsisten karena program jangka pendek justru berpotensi melemahkan peran masyarakat lokal

c)

Konsisten karena perusahaan besar pasti pro-masyarakat

d)

Tidak dapat dinilai karena tidak ada data angka

66.

Dalam rencana jangka pendek 1–3 tahun, pemerintah ingin meningkatkan PAD dari sektor maritim secepat mungkin. Jika tidak hati-hati, dampak negatif paling mungkin terhadap rencana jangka panjang adalah...

a)

Tidak ada dampak negatif sama sekali

b)

Peningkatan PAD akan memperkuat rencana jangka panjang

c)

Fokus jangka pendek dapat mengorbankan tujuan jangka panjang

d)

Semua sektor akan berkembang secara seimbang

67.

Sebuah kabupaten menyusun roadmap ekonomi maritim: • Tahap 1 (0–5 tahun): pendataan potensi, pembangunan basis data kelautan, dan penguatan regulasi zonasi. • Tahap 2 (5–15 tahun): ekspansi investasi di sektor yang sudah dipetakan. Penilaian paling tepat terhadap desain rencana ini adalah...

a)

Tidak efektif karena tahap 1 tidak menghasilkan uang langsung

b)

Cukup kuat, karena rencana jangka panjang didahului fondasi data dan tata ruang yang jelas

c)

Tidak perlu, karena investor bisa mencari data sendiri

d)

Sebaiknya langsung loncat ke tahap 2 agar cepat dan tidak membuang-buang waktu

68.

Dalam konteks perencanaan pembangunan ekonomi maritim, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan perbedaan fokus antara rencana jangka pendek dan jangka panjang?

a)

Jangka pendek selalu fisik, jangka panjang selalu nonfisik

b)

Jangka pendek fokus pada langkah-langkah operasional dan capaian cepat

c)

Jangka pendek hanya urusan anggaran, jangka panjang hanya urusan politik

d)

Jangka pendek dan jangka panjang tidak perlu dikaitkan