wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

REMIDIAL PAS SOSIOLOGI KELAS XI 2025

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Kehadiran Mike Rajasa Hoppenbrouwers sebagai pemain diaspora kembali memperkuat jajaran Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-17 yang akan berlaga di Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Masuknya Mike yang memiliki darah keturunan Mamasa, Sulawesi Barat ini menambah daftar talenta diaspora yang turut membela Merah Putih di level usia muda. Sebelumnya, beberapa pemain diaspora seperti Mathew Baker, Lucas Lee, dan Eizar Tanjung juga telah menjadi bagian dari skuad Garuda Muda. Faktor pendorong kelompok sosial pada skuad timnas Indonesia berdasarkan deskripsi tersebut adalah ….

a)

Kesamaan tujuan

b)

Kesamaan geneologis

c)

Kesamaan tempat tinggal

d)

Kesamaan wilayah asal

e)

Kesamaan keyakinan

2.

Sekelompok siswa kelas akhir membentuk kelompok belajar rutin setiap minggu untuk mempersiapkan ujian dan menyelesaikan tugas sekolah bersama. Masing-masing anggota memiliki peran berbeda, seperti menyusun rangkuman materi atau memandu jalannya diskusi, sehingga semua dapat berpartisipasi secara aktif. Selain fokus belajar, mereka juga saling memberi dukungan ketika ada teman yang mengalami kesulitan, sehingga tercipta kekompakan dan kebersamaan yang kuat dalam kelompok tersebut. Syarat terbentuknya kelompok sosial berdasarkan deskripsi tersebut adalah ...

a)

Kesadaran bagian kelompok

b)

Hubungan timbal balik

c)

Faktor pengikat anggota

d)

Struktur yang sama

e)

Bersistem dan berproses

3.

Aji sempat merasa tidak dianggap di sekolahnya, namun ketika ia bergabung dengan klub seni rupa, ia mulai merasakan penerimaan tanpa adanya sikap menghakimi. Di lingkungan baru tersebut, Aji menemukan ruang untuk bebas berekspresi melalui karya gambar dan kreativitas yang menggambarkan dirinya apa adanya. Tujuan kelompok sosial berdasarkan deskripsi tersebut bagi anggotanya adalah ...

a)

Pertemanan dan dukungan sosial

b)

Pertukaran informasi dan budaya

c)

Pembentukan identitas dan jati diri

d)

Adanya kerja sama dan kolaborasi

e)

Mendapat keamanan dan perlindungan

4.

Dalam sebuah sekolah, terdapat sekelompok siswa yang selalu berkumpul saat jam istirahat untuk berbincang mengenai kehidupan sehari-hari, saling curhat, dan saling memberi dukungan emosional. Di sekolah yang sama, terdapat pula kelompok lain yang dibentuk oleh guru untuk mengerjakan proyek penelitian kelas. Kelompok ini beranggotakan siswa dari berbagai kelas dan berinteraksi hanya saat mengerjakan tugas dengan fokus pada pencapaian target. Berdasarkan ilustrasi tersebut, pernyataan yang paling tepat untuk menggambarkan perbedaan kedua kelompok tersebut adalah ...

a)

Kelompok yang berkumpul saat istirahat termasuk kelompok primer karena hubungan mereka dekat dan bersifat personal, sedangkan kelompok proyek merupakan kelompok sekunder karena dibentuk untuk tujuan akademik tertentu dan interaksinya bersifat formal.

b)

Kedua kelompok termasuk kelompok sekunder karena keduanya berada dalam lingkungan sekolah yang bersifat formal sehingga tujuan mereka membentuk kelompok karena memiliki tujuan individu yang berbeda-beda antar anggota kelompok dan bersifat formal.

c)

Kelompok istirahat merupakan kelompok sekunder karena tidak berhubungan dengan pembelajaran dan hanya bersifat kerumunan, sedangkan kelompok proyek merupakan kelompok primer karena anggotanya bertemu secara langsung dan interaksi yang terus-menerus.

d)

Kedua kelompok termasuk kelompok primer karena semua anggotanya saling bertatap muka saat berinteraksi dan saling membutuhkan satu sama lain, apabila ada satu anggota yang berhalangan hadir mempengaruhi pola interaksi sosial yang terbentuk.

e)

Kelompok proyek disebut kelompok primer karena memiliki kerja sama langsung antar anggota yang bergabung di dalamnya, sedangkan kelompok istirahat merupakan kelompok sekunder karena interaksinya tidak terencana dan memiliki tujuan yang berbeda-beda.

5.

Dalam sebuah perusahaan multinasional, terdapat kelompok eksekutif yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan strategis (kelompok superordinate) dan kelompok staf operasional yang menjalankan tugas sehari-hari berdasarkan instruksi yang diberikan (kelompok subordinate). Berdasarkan deskripsi tersebut, pernyataan berikut yang menggambarkan dampak potensial dari adanya kelompok superordinate dan subordinate pada dinamika perusahaan adalah ...

a)

Ketegangan yang terjadi antara kelompok superordinate dan subordinate bisa menyebabkan inovasi karena staf di lapangan terdorong untuk menemukan solusi alternatif di luar instruksi formal.

b)

Pembagian antara kelompok superordinate dan subordinate mendorong efisiensi tinggi karena setiap kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas serta tidak perlu melakukan penyesuaian di lapangan.

c)

Adanya ketegangan antara kelompok superordinate dan subordinate dapat melemahkan komunikasi di organisasi, yang berpotensi menurunkan kepercayaan antara pimpinan dan staf operasional.

d)

Dengan adanya kelompok superordinate dan subordinate, organisasi dapat mempertahankan stabilitas internal karena struktur kekuasaan sudah terbagi dengan baik, yang mengurangi risiko konflik.

e)

Pembagian ini memungkinkan staf untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan di tingkat operasional, karena adanya tekanan untuk memutuskan secara mandiri di lapangan saat instruksi tidak sesuai.

6.

Di sebuah lingkaran pertemanan, antar teman lama yang sudah saling mengenal dan sering berkumpul untuk nongkrong bersama cenderung membentuk ingroup, sedangkan apabila terdapat teman baru sering dianggap sebagai outgroup. Situasi ini terkadang menimbulkan perbedaan dalam perlakuan dan kesempatan berpartisipasi di lingkungan tersebut. Hubungan sosial yang terbentuk dari dua kelompok tersebut adalah ...

a)

Terbentuknya ingroup dan outgroup meningkatkan rasa kebersamaan di antara anggota kelompok, sehingga mendorong keakraban dan harmoni sosial dalam pertemanan.

b)

Adanya perbedaan antara ingroup dan outgroup dapat menyebabkan konflik terselubung, di mana anggota outgroup merasa terisolasi dan kurang memiliki kesempatan untuk berkembang.

c)

Dinamika ingroup dan outgroup meningkatkan motivasi kompetitif di antara teman baru untuk berprestasi dan membuktikan diri, sehingga mendorong kolaborasi antar teman secara keseluruhan.

d)

Pembentukan ingroup dan outgroup memperkuat identitas kelompok dan membantu teman baru lebih cepat beradaptasi melalui dorongan untuk masuk ke kelompok ingroup.

e)

Adanya pembagian ingroup dan outgroup menghambat proses komunikasi, sehingga frekuensi bertemu dan nongkrong harus lebih ditingkatkan dalam mengelola hubungan antar kelompok untuk menjaga kestabilan pertemanan.

7.

Ryan adalah seorang siswa yang aktif mengikuti lomba musik di sekolahnya. Ia sering memperhatikan teknik bermain, sikap profesional, dan pencapaian para musisi terkenal yang ia kagumi. Kelompok tersebut dijadikannya panutan untuk meningkatkan kualitas dirinya dalam bermusik. Berdasarkan ilustrasi tersebut, kelompok referensi (reference group) yang digunakan Ryan adalah ...

a)

Teman sekelas yang juga mengikuti lomba musik

b)

Guru musik di sekolahnya

c)

Penonton konser musik di lingkungan sekolah

d)

Klub seni musik sekolah

e)

Musisi yang terkenal

8.

Berikut merupakan contoh planned expressive groups dalam masyarakat adalah ...

a)

Para mahasiswa Universitas Harapan Bangsa menghadiri upacara wisuda angkatan ke-50 pada hari Minggu.

b)

Para anggota pramuka SMA Jaya Harapan Indah setiap Rabu sore rutin mengadakan rapat koordinasi kegiatan sekolah.

c)

Warga sekitar berkumpul menyaksikan kecelakaan lalu lintas antara Bus dan Truk Tengki Bensin di jalan raya utama.

d)

Penumpang bus antarkota dan provinsi harus menunggu di Terminal Arjosari sesuai jalur keberangkatan yang ditentukan.

e)

Pendukung kedua tim basket terlibat keributan dan saling dorong di tribun stadion dalam pertandingan liga basket antar SMA.

9.

Terminal Batu yang selama ini dikenal sepi kini berubah total menjadi pusat keramaian. Sejak Minggu pagi (23/11), ratusan warga memadati area terminal untuk mencoba Trans Jatim Koridor I Malang Raya, layanan bus modern yang baru saja diluncurkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Kamis lalu. Antrian panjang terlihat sejak pukul 07.00 WIB. Ruang tunggu tak mampu menampung jumlah penumpang yang terus berdatangan, membuat banyak warga memilih berdiri di area luar sambil menunggu armada datang. Tingginya animo dipicu tarif promo gratis yang berlaku hingga 26 November mendatang. Kerumunan yang terbentuk adalah ...

a)

Planned expressive group

b)

Formal audience

c)

Spectator crowd

d)

Causal crowd

e)

Massa

10.

Dalam konteks kelompok sosial, publik dan massa sering dianggap memiliki karakteristik yang mirip, namun sebenarnya terdapat perbedaan yang mendasar di antara keduanya. Berikut yang paling tepat dalam menggambarkan perbedaan utama antara publik dan massa dalam kelompok sosial adalah ...

a)

A. Publik terbentuk karena memiliki keterlibatan emosional yang tinggi terhadap isu tertentu, sedangkan massa terbentuk karena kelompok tersebut lebih berfokus pada interaksi sosial langsung dalam kegiatan kolektif.

b)

B. Publik terbentuk berdasarkan kesadaran bersama terhadap suatu isu tanpa kehadiran fisik, sementara massa cenderung merupakan sekumpulan individu yang berkumpul di lokasi yang sama dengan tujuan emosional yang kuat.

c)

C. Massa biasanya terbentuk dari kelompok yang terdiri dari individu dengan tujuan berbeda-beda, sementara publik merupakan kelompok yang selalu memiliki pandangan dan kepentingan yang seragam mengenai suatu masalah.

d)

D. Publik umumnya terlibat dalam kegiatan sosial untuk tujuan hiburan pada kehidupan masyarakat, sementara massa merupakan kelompok yang terbentuk untuk mencapai perubahan sosial yang sifatnya mendesak.

e)

E. Massa memiliki keterikatan yang kuat dengan nilai-nilai tertentu yang berkembang di masyarakat, sementara publik cenderung bersifat sementara dan tidak memiliki arah yang jelas terhadap suatu tujuan yang dilakukan.

11.

Lembaga Adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak resmi melarang warga negara asing (WNA) masuk ke wilayah-wilayah tertentu di kawasan adat. Aturan ini dikeluarkan untuk menjaga kesakralan dan ketenangan wilayah yang dianggap suci oleh masyarakat Baduy. Kepala Desa Kanekes, Oom mengatakan, larangan tersebut mencakup seluruh wilayah Baduy Dalam dan satu kampung di Baduy Luar, yaitu Kampung Gajebo. Sikap yang di tunjukkan oleh masyarakat adat Baduy adalah ...

a)

Etnosentrisme

b)

Partikularisme

c)

Eksklusivisme

d)

Inklusivisme

e)

Primordialisme

12.

Ardi, seorang manajer perekrutan di sebuah perusahaan besar, cenderung memprioritaskan calon pegawai yang berasal dari jaringan profesional yang sudah ia kenal sebelumnya. Baginya, rekomendasi dari rekan kerja atau teman lama memberikan rasa aman karena ia sudah memiliki gambaran mengenai kepribadian, etos kerja, dan kredibilitas kandidat tersebut. Menurut Ardi, memilih kandidat yang telah memiliki rekam jejak yang dikenalnya akan memperkecil kemungkinan terjadinya masalah di kemudian hari. Sementara itu, menerima pelamar yang benar-benar baru dipandang lebih berisiko karena informasi yang dimiliki perusahaan terbatas pada dokumen dan kesan singkat saat wawancara. Sikap yang di tunjukkan oleh Ardi sebagai dampak perilaku partikularisme adalah ...

a)

Segregasi kelompok

b)

Etnosentrisme kelompok

c)

Eksklusivisme kelompok

d)

Primordialisme kelompok

e)

Chauvinisme kelompok

13.

Chauvinisme adalah paham atau ajaran yang mengemukakan rasa cinta tanah air atau kesetiaan terhadap suatu bangsa secara berlebihan dan ekstrem. Berikut merupakan contoh perilaku chauvinisme dalam kehidupan sehari-hari yang paling tepat adalah...

a)

Di Kota Harmoni, terdapat beberapa kawasan hunian yang penghuninya sebagian besar berasal dari satu suku tertentu sehingga lingkungan tersebut memiliki budaya yang sangat khas.

b)

Dimas menganggap pakaian tradisi negara lain terlihat “aneh” karena tidak sesuai dengan gaya berpakaian yang ia lihat dan gunakan setiap hari.

c)

Seorang kepala divisi lebih sering memberikan kesempatan mengikuti pelatihan kepada pegawai yang memiliki kesamaan bahasa daerah dengannya.

d)

Relawan distribusi bantuan bencana hanya mendahulukan warga yang dikenalnya secara pribadi, sementara warga lain yang juga membutuhkan harus menunggu lebih lama.

e)

Lestari sangat bangga dengan produk lokal dan merasa hasil karya dalam negeri jauh lebih baik dibandingkan produk dari negara lain di Asia Tenggara.

14.

Dampak negatif dari globalisasi yang menyebabkan ketimpangan sosial dalam kehidupan masyarakat adalah...

a)

Meningkatnya kesempatan kerja antar golongan di sektor teknologi tinggi yang hanya dapat diakses oleh kelompok berpendidikan tinggi.

b)

Terciptanya persaingan global yang mengarah pada dominasi perusahaan besar dan menurunnya kemampuan usaha kecil untuk bertahan.

c)

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi namun mengarah pada akumulasi kekayaan yang hanya dinikmati sebagian kecil elit ekonomi.

d)

Penguatan hubungan internasional yang menguntungkan negara maju dan memperburuk kesenjangan dengan negara berkembang.

e)

Penyebaran budaya konsumerisme yang mendorong masyarakat untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk produk global.

15.

Faktor yang mendorong ketimpangan sosial dalam masyarakat modern adalah...

a)

Ketidakmerataan distribusi sumber daya alam antar masyarakat dalam mengelola sehingga mempengaruhi pendapatan daerah.

b)

Peningkatan kebijakan investasi di sektor manufaktur yang tidak disertai dengan peningkatan kualitas pendidikan untuk tenaga kerja.

c)

Fokus pada kebijakan ekonomi yang hanya menguntungkan segmen-segmen elit yang memiliki kekuasaan politik dan ekonomi.

d)

Pembagian kekayaan yang semakin terpusat di kalangan individu atau kelompok dengan akses terhadap modal dan sumber daya.

e)

Ketergantungan pada sektor pertanian tradisional yang menghambat peralihan ke sektor yang lebih produktif dan berorientasi teknologi.

16.

Ketimpangan sosial di Indonesia tetap menjadi tantangan signifikan meskipun ekonomi terus tumbuh. Maret 2025, rasio Gini tercatat 0,375, menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran antar-kelompok masyarakat masih cukup lebar. Selain dari segi pendapatan, ketimpangan juga tampak dalam akses layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah luar Pulau Jawa dan Sumatera. Terlebih lagi, perbedaan kondisi antara daerah perkotaan (rasio Gini 0,395) dan perdesaan (0,299) mencerminkan disparitas spasial yang masih harus diatasi. Faktor yang dapat menghambat terjadinya ketimpangan sosial di masyarakat adalah...

a)

Memberikan bantuan material kepada perusahaan besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tanpa memperhatikan kelompok rentan.

b)

Menyediakan akses layanan pada bidang kesehatan dan pendidikan yang merata di seluruh daerah untuk mengurangi kesenjangan sosial yang ada.

c)

Meningkatkan konsumsi produk premium guna mendorong perkembangan sektor industri kelas atas agar dapat di nikmati oleh semua kalangan.

d)

Mengurangi tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia agar tidak bersaing dengan pekerja lokal di sektor formal yang membuat pekerja lokal kalah bersaing.

e)

Memfokuskan pembangunan infrastruktur hanya pada kota-kota besar untuk mempercepat pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat menopang kota-kota kecil.

17.

Salah satu bentuk ketimpangan sosial yang ada di Indonesia dan nyata adanya adalah perbedaan antara masyarakat di pedesaan dan perkotaan. Bentuk ketimpangan yang ada dari adanya perbedaan tersebut pada bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Dampak ketimpangan sosial yang paling tepat menggambarkan kondisi tersebut adalah...

a)

Menyebabkan terbentuknya ketimpangan penghasilan antara masyarakat desa dan kota yang menyebabkan kelompok ekonomi lemah sulit menikmati fasilitas rekreasi dan gaya hidup modern.

b)

Menyebabkan terbentuknya Ketimpangan layanan pendidikan yang membuat siswa di daerah terpencil sulit seperti desa untuk mendapatkan guru berkualitas dan fasilitas dalam belajar memadai.

c)

Menyebabkan terbentuknya ketimpangan pembangunan wilayah yang mengakibatkan fasilitas transportasi dan infrastruktur umum di kota jauh lebih maju dibandingkan fasilitas umum di desa.

d)

Menyebabkan terbentuknya ketimpangan lapangan kerja yang menyebabkan sebagian besar industri hanya terpusat di kota-kota besar dan membuat pekerjaan di desa cenderung bersifat heterogen.

e)

Menyebabkan terbentuknya ketimpangan peluang ekonomi yang menjadikan usaha kecil di desa sulit berkembang dibandingkan bisnis di pusat kota karena adanya kebiasaan masyarakat belanja di kota.

18.

Contoh dari ketimpangan sosial yang disebabkan oleh faktor internal adalah ...

a)

Meningkatnya jumlah keluarga miskin akibat kurangnya penggunaan teknologi modern dalam sektor perikanan.

b)

Distribusi paket bantuan sosial yang tidak tepat sasaran karena kurangnya koordinasi antara pemerintah dan pihak desa.

c)

Kewajiban adat yang mengharuskan keluarga menggelar pesta besar pada perayaan tertentu sehingga membebani kondisi ekonomi.

d)

Wanita masih kesulitan memperoleh pendidikan tinggi dan karier yang setara karena budaya yang menempatkan mereka hanya pada ranah domestik.

e)

Banyaknya perusahaan internasional yang menguasai pasar lokal membuat usaha kecil di daerah sulit untuk berkembang dan bersaing.

19.

Tantangan terbesar dari globalisasi yang dirasakan masyarakat di negara sedang berkembang seperti Indonesia adalah ketimpangan pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh...

a)

Masyarakat di negara berkembang masih terbatas dalam penguasaan teknologi dan cenderung menggunakan sumber daya secara kurang efisien sehingga pola konsumsi mereka menjadi tidak produktif.

b)

Negara maju mengontrol perdagangan internasional melalui investasi besar dan penguasaan teknologi, sehingga negara berkembang hanya berperan sebagai penyedia bahan baku dan pasar produk jadi.

c)

Banyak masyarakat di negara berkembang belum terbiasa menggunakan layanan perbankan modern seperti transaksi digital atau investasi, sehingga pengelolaan keuangan masih dilakukan secara tradisional.

d)

Dukungan terhadap peningkatan ekonomi di negara berkembang masih lemah akibat sistem politik dan hukum yang kurang stabil serta rendahnya peran aktif pemimpin lokal dalam pembangunan.

e)

Hubungan sosial dalam masyarakat negara berkembang masih dipengaruhi pola pikir kesukuan atau kedaerahan sehingga solidaritas nasional belum kuat dalam mendukung pembangunan bersama.

20.

Ketimpangan sosial dapat menimbulkan beberapa akibat. Dalam hal ekonomi, ketimpangan sosial dapat berakibat...

a)

Pencemaran lingkungan

b)

Masuknya perdagangan bebas

c)

Demoralisasi

d)

Kemiskinan

e)

Kriminalitas

21.

Banyak pelaku kriminalitas di Indonesia terdesak oleh tekanan ekonomi karena tingkat pengangguran dan ketidakmerataan pekerjaan masih tinggi. Misalnya, hingga Semester I 2025 tercatat peningkatan kejahatan seperti pencurian dan penipuan, yang sebagian dihubungkan dengan kondisi ekonomi yang sulit. Di sisi lain, meski ekonomi tumbuh, yaitu sekitar 4,7% di kuartal pertama 2025, transformasi struktur ekonomi belum cukup menyerap angkatan kerja muda dengan baik. Kondisi tersebut menciptakan ruang bagi individu yang berada di garis ekonomi bawah untuk memilih jalur alternatif seperti kejahatan sebagai cara memenuhi kebutuhan hidup. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara ...

a)

menambah jumlah anggota polisi dengan membuka kesempatan ke semua masyarakat

b)

menguatkan pendidikan keterampilan yang berfokus pada kebutuhan industri nasional.

c)

menghukum pelaku dengan hukuman maksimal pada revisi undang-undang kriminalitas

d)

membuka lapangan pekerjaan baru seluas-luasnya yang menyesuaikan dengan era digital

e)

memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya kejahatan di dunia digital

22.

Gaya hidup boros dan konsumtif yang lebih berfokus pada pemenuhan keinginan sesaat memperlebar ketimpangan sosial. Data Bank Indonesia pada 2025 menunjukkan bahwa 73,6% pendapatan masyarakat digunakan untuk konsumsi, sementara tabungan hanya 15,3%. BPS juga mencatat pengeluaran riil per kapita meningkat menjadi Rp12,8 juta per tahun, menandakan konsumsi masyarakat kian tinggi. Kondisi ini mendorong individualisme dan semakin mengurangi solidaritas terhadap kelompok ekonomi yang lebih rentan. Upaya yang paling efektif untuk mengatasi ketimpangan sosial yang timbul akibat gaya hidup boros dan konsumtif adalah ...

a)

Meningkatkan kesadaran publik melalui kampanye untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih mengutamakan kepentingan kolektif daripada kepentingan pribadi.

b)

Menyediakan lebih banyak pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat menengah bawah agar dapat memenuhi gaya hidup konsumtif mereka tanpa khawatir tentang hutang.

c)

Memberikan insentif pajak bagi perusahaan multinasional yang mendonasikan sebagian keuntungan perusahaan untuk program kesejahteraan sosial di Indonesia.

d)

Mendorong kebijakan pemerintah untuk mengontrol perilaku konsumsi individu melalui pengenaan pajak tinggi pada barang-barang mewah yang di impor.

e)

Menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan finansial masyarakat agar mereka lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan menabung.

23.

Survei warga di beberapa kabupaten menunjukkan 35% responden menolak pendirian tempat ibadah kelompok minoritas di wilayahnya, dan insiden intoleransi cenderung lebih tinggi di daerah dengan tingkat pengangguran serta layanan publik yang buruk. Di media sosial, narasi negatif tersebar cepat dan beberapa tokoh lokal memakai isu agama untuk meraih dukungan. Dari sudut pandang sosiologi, faktor penyebab paling mendasar dalam permasalahan tersebut adalah...

a)

Rendahnya pendidikan agama yang mengajarkan nilai-nilai toleransi sehingga warga mudah terpengaruh ujaran kebencian.

b)

Pengaruh media sosial yang memperkuat prasangka sehingga membuat satu kelompok hanya bertemu informasi yang serupa.

c)

Kebijakan publik yang buruk dalam distribusi pelayanan dasar sehingga memunculkan persaingan sumber daya antarkelompok.

d)

Kegagalan penegakan hukum terhadap tindakan diskriminasi sehingga pelaku merasa bebas dan intoleransi meningkat.

e)

Praktik politik identitas yang memanfaatkan permasalahan sosial untuk menggalang dukungan dengan mengadu domba.

24.

Lembaga SETARA Institute mencatat bahwa sejumlah kota masih memiliki indeks intoleransi yang tinggi pada tahun 2024. Fenomena ini ternyata berdampak nyata di bidang ekonomi dan pendidikan. Daerah dengan insiden intoleransi tinggi melaporkan penurunan investasi lokal serta meningkatnya biaya keamanan publik. Sekolah di kota-kota tersebut pun melaporkan turunnya partisipasi siswa dalam kegiatan antar-agama serta peningkatan angka ketidakhadiran setelah munculnya kasus intoleransi yang tersebar. Nilai keberagaman dan inklusi yang melemah ini menunjukkan bahwa konflik antar-komunitas bukan hanya persoalan sosial-kultural, tetapi juga berkontribusi terhadap stagnasi ekonomi dan kerentanan sistem pendidikan. Dari semua dampak berikut, yang paling luas dan berkelanjutan dalam menjelaskan efek intoleransi pada masyarakat majemuk adalah...

a)

Menurunnya kualitas pendidikan karena siswa menarik diri dari kegiatan bersama sehingga proses sosialisasi nilai kebangsaan terganggu.

b)

Meningkatnya beban anggaran pemerintah daerah untuk keamanan yang mengurangi dana pembangunan publik seperti kesehatan dan infrastruktur.

c)

Meningkatnya transmigrasi penduduk pada masyarakat minoritas yang mengubah struktur demografis dan menekan pasar tenaga kerja lokal.

d)

Tumbuhnya polarisasi politik lokal yang melemahkan kapasitas lembaga publik untuk membuat kebijakan bersama.

e)

Menurunnya kepercayaan dan kerja sama antar warga, mengganggu layanan publik, memperparah kemiskinan, dan memicu konflik berkepanjangan.

25.

Hasil survei nasional terbaru menunjukkan bahwa sekitar 36% siswa di sekolah menengah melaporkan pernah mengalami perlakuan tidak adil di lingkungan sekolah mereka. Angka tersebut diperkirakan menjadi lebih tinggi di sekolah-sekolah di pedesaan, terutama di mana guru-guru berasal dari luar komunitas lokal dan orang tua siswa memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah. Ketidakadilan ini dapat muncul dalam bentuk berbeda misalnya, perlakuan kurang mendukung bagi siswa pedesaan, ekspektasi rendah terhadap prestasi mereka, serta pembatasan akses ke fasilitas sekolah. Kondisi semacam ini menimbulkan tantangan serius bagi pendidikan inklusif dan berpotensi memperparah ketimpangan sosial antar wilayah serta kelompok dalam masyarakat. Faktor penyebab yang menumbuhkan sikap intoleransi berdasarkan teks tersebut adalah...

a)

Adanya stereotip lokal yang kuat sehingga siswa cepat menilai "yang berbeda" sebagai siswa yang bermasalah.

b)

Kurangnya aturan sekolah yang tegas tentang perlakuan setara sehingga perilaku diskriminatif tidak ditindak.

c)

Adanya pengaruh media sosial yang menyebarkan candaan dan ejekan yang kemudian ditiru di sekolah.

d)

Rendahnya keterwakilan guru dari desa yang membuat kontrol sosial lemah dan perbedaan kurang dimengerti.

e)

Kesenjangan ekonomi keluarga yang membuat beberapa siswa merasa berhak merendahkan yang kurang mampu.

26.

Data sebuah perusahaan besar menunjukkan rata-rata gap upah gender 18% dan 30% pekerja perempuan berstatus kontrak sementara dibanding 12% untuk laki-laki yang bekerja di unit produksi. Perusahaan juga mencatat sedikit pengaduan secara resmi karena karyawan ragu melapor dan prosedur pengaduan sulit diakses. Langkah berikut yang paling efektif secara struktural untuk mengurangi diskriminasi upah dan status kerja adalah...

a)

Mewajibkan transparansi gaji pada laporan publik agar pekerja mengetahui

b)

Menerapkan kuota perempuan di posisi manajerial sebagai representasi

c)

Memberikan pelatihan keterampilan bagi para pekerja perempuan

d)

Menguatkan serikat pekerja untuk perlindungan bagi perempuan pekerja

e)

Menawarkan insentif pajak bagi perusahaan yang mengontrak pekerja perempuan

27.

Media sering menyoroti kekurangan fasilitas kesehatan dan pendidikan di daerah tertinggal dengan narasi yang menggambarkan penduduk setempat sebagai pihak yang bermasalah. Data BPS 2024 mencatat unmet need pelayanan kesehatan masih lebih tinggi di pedesaan (5,83%) dibanding perkotaan (4,72%), menunjukkan ketimpangan akses yang nyata. Pemberitaan yang bias ini memperkuat stereotip bahwa masyarakat daerah tersebut “berbeda” dan kurang layak mendapat perhatian. Akibatnya, mereka semakin terpinggirkan baik secara sosial maupun ekonomi. Berdasarkan deskripsi tersebut, faktor kultural yang menumbuhkan sikap diskriminasi sebagaimana diuraikan teks adalah...

a)

Proses pelabelan yang membuat kelompok dilihat sebagai “lain” dan tidak sepenuhnya setara.

b)

Etnosentrisme mayoritas yang merasa budaya sendiri lebih unggul sehingga meremehkan budaya lain.

c)

Warisan sejarah yang menempatkan kelompok tersebut pada posisi subordinat dalam narasi nasional.

d)

Media yang menormalisasi citra negatif sehingga publik menerima stereotip sebagai fakta.

e)

Minimnya interaksi langsung antara kelompok sehingga prasangka tetap hidup.

28.

Hasil evaluasi akademik di sebuah sekolah menunjukkan bahwa siswa yang mengalami perundungan cenderung memperoleh nilai lebih rendah, dengan selisih sekitar 12% dibandingkan teman sekelas mereka dalam satu semester. Temuan tersebut juga mengungkap bahwa para korban lebih sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Selain itu, guru mengamati bahwa siswa yang terkena bullying menjadi pasif dalam proses pembelajaran, seperti enggan berpendapat dan jarang terlibat dalam kerja kelompok. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana dampak intimidasi tidak hanya memengaruhi mental, tetapi juga prestasi dan kehadiran belajar mereka. Dampak langsung dari bullying terhadap proses pendidikan adalah...

a)

Menurunnya keterlibatan pada kegiatan akademik sehingga prestasi dan partisipasi belajar langsung tergerus.

b)

Timbulnya masalah kesehatan mental yang kemudian memengaruhi kemampuan kognitif dan belajar jangka panjang.

c)

Meningkatnya angka absen dan putus sekolah yang menyebabkan hilangnya kesempatan belajar formal.

d)

Berkurangnya dukungan sosial dari teman sebaya sehingga meruntuhkan kegiatan kerja kelompok belajar.

e)

Penurunan motivasi karier pada siswa yang di bully sehingga siswa tidak lagi merencanakan pendidikan lanjut.

29.

Sejumlah perguruan tinggi menerapkan berbagai strategi untuk mencegah perundungan, seperti pengawasan kampus, pemberian sanksi, konseling korban, dan pendidikan karakter mahasiswa. Studi terbaru menunjukkan bahwa intervensi yang fokus pada perubahan norma sosial efektif menekan perilaku bullying di lingkungan kampus. Hasil evaluasi juga memperlihatkan bahwa kampus yang konsisten menjalankan mengalami penurunan insiden bullying yang lebih stabil. Upaya-upaya ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan akademik yang lebih aman dan mendukung perkembangan mahasiswa. Maka, langkah yang paling efektif berkelanjutan yang dapat diprioritaskan oleh peruruan tinggi adalah ….

a)

Menerapkan pendidikan karakter rutin dan praktik empati di setiap mata kuliah sehingga perilaku mahasiswa berubah dari dalam.

b)

Memperketat pengawasan dosen dan mahasiswa di titik rawan seperti koridor, kantin, hingga asrama dan memberi sanksi langsung untuk efek jera.

c)

Menyediakan layanan konseling profesional yang mudah diakses untuk korban dan pelaku agar pola perilaku dapat diatasi.

d)

Melibatkan orang tua dalam program aktif seperti pertemuan rutin dan pelatihan agar perubahan perilaku didukung di rumah.

e)

Mempublikasikan aturan anti-bullying dan mekanisme pelaporan anonim agar kasus cepat terungkap dan segera ditindak.

30.

Kasus bullying di sekolah masih sering di Kota Malang terjadi meskipun kebijakan pencegahannya telah diterapkan. Data Dinsos P3A Kota Malang mencatat 56 kasus kekerasan pada anak, termasuk bullying, sejak Januari hingga Juli 2024. Namun, terdapat ketidakkonsistenan antara aturan tertulis dan praktik di lapangan, seperti pengawasan yang longgar dan program tanpa monitoring. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan yang berkelanjutan dan pengawasan aktif sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Untuk mengatasi masalah tersebut, kebijakan yang paling rasional direkomendasikan oleh tim evaluasi adalah...

a)

Mewajibkan setiap sekolah memiliki pedoman anti-bullying baku yang sama dan menugaskan pihak tertentu untuk menginspeksi secara berkala.

b)

Memberi wewenang penuh pada kepala sekolah untuk menentukan kebijakan anti-bullying dan menegakkan sanksi sesuai kondisi lokal.

c)

Menyediakan bantuan operasional dalam bentuk pendanaan untuk program-program pencegahan yang dapat diadaptasi oleh tiap sekolah.

d)

Membentuk jaringan guru pembina antarsekolah untuk berbagi praktik baik dan dukungan implementasi program anti-bullying di tiap sekolah.

e)

Mengintegrasikan pelaporan berbasis digital dan terpusat sehingga data kasus dapat dipantau dan dianalisis secara real time oleh pemerintah daerah.

31.

Kelompok sosial adalah himpunan atau kumpulan orang-orang yang membentuk suatu kesatuan, yang saling berhubungan timbal balik dan saling mempengaruhi. Emile Durkheim merupakan seorang Sosiolog terkenal di Prancis. Emile Durkheim membagi kelompok sosial menjadi dua jenis, berdasarkan solidaritas pembentuknya, yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Berikut kelompok solidaritas mekanik berdasarkan pemikiran Durkheim yang tepat adalah (Jawaban lebih dari satu) ....

a)

Sinergi antara relawan PMI dan petugas medis saat melakukan evakuasi korban bencana alam di Banyumas.

b)

Umat Hindu yang rutin mengikuti upacara persembahyangan di pura setiap hari raya besar keagamaan.

c)

Guru dan siswa beragama Islam yang melaksanakan salat dhuha bersama setiap Jumat pagi di mushola sekolah.

d)

Kegiatan belajar berbasis proyek yang mengharuskan siswa bekerja sama dengan guru untuk menghasilkan produk kreatif.

e)

Warga kampung yang melakukan ronda malam secara bergiliran untuk menjaga keamanan lingkungan.

32.

Kelompok sosial adalah himpunan atau kumpulan orang-orang yang membentuk suatu kesatuan, yang saling berhubungan timbal balik dan saling mempengaruhi. Ferdinand Tonnies merupakan seorang Sosiolog asal Jerman yang mengidentifikasi 2 jenis kelompok sosial berdasarkan sifat ikatan antar anggota, yaitu Paguyuban dan Patembayan. Berikut yang menunjukkan ciri kelompok patembayan yang tepat adalah (jawaban lebih dari satu) ....

a)

Interaksi antar anggota bersifat pada kepentingan individu

b)

Interaksi antar anggota kelompok bersifat emosional

c)

Hubungan dibangun berdasarkan nilai-nilai tradisional

d)

Berinteraksi untuk mencapai tujuan pribadi atau materi

e)

Cenderung dinamis dan lebih terbuka terhadap perubahan

33.

Berikut yang merupakan contoh adanya acting crowd yang tepat adalah ....

a)

Sekelompok remaja melakukan balap liar di jalan raya hingga mengganggu pengguna jalan lain.

b)

Beberapa pengunjung pesta musik elektronik menenggak minuman keras berlebihan hingga membuat keributan.

c)

Fans sebuah klub basket yang kecewa atas kekalahan timnya mulai melempar barang ke arah lapangan.

d)

Unjuk rasa yang semula damai berubah ricuh setelah massa membakar ban dan merusak fasilitas publik.

e)

Warga yang marah kepada seorang tersangka copet di pasar langsung menghakimi tanpa proses hukum.

34.

Hasil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Survei Penilaian Integritas 2024 menunjukkan bahwa sektor pendidikan berada pada kondisi “rentan” terhadap praktik favoritisme dan hubungan patron-klien dengan skor nasional indeks integritas sebesar 71,53 poin. Fenomena ini mencerminkan bahwa dalam organisasi pendidikan yang kuat, keputusan strategis termasuk promosi jabatan, pembiayaan penelitian, maupun alokasi beasiswa bukan hanya berdasar pada kinerja objektif, melainkan sering dipengaruhi oleh kedekatan pribadi, loyalitas, dan latar belakang yang sama dengan pimpinan. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan serius dalam menciptakan lembaga yang adil, meritokratis, dan berdaya saing tinggi di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Berdasarkan teks tersebut, dampak negatif dari perilaku partikularisme di lingkungan pendidikan yang tepat adalah (jawaban lebih dari satu) ....

a)

Turunnya motivasi dan produktivitas kerja karena kerja keras tidak lagi menjadi penentu utama kemajuan karier.

b)

Menurunnya solidaritas kelompok internal karena hubungan pribadi menjadi dasar utama dalam kerja sama di lingkungan pendidikan.

c)

Terhambatnya inovasi dan kreativitas karena ide baru sering diabaikan jika tidak berasal dari kelompok “orang dalam”.

d)

Meningkatnya potensi korupsi dan penyalahgunaan wewenang karena keputusan tidak lagi berbasis aturan dan kinerja.

e)

Terbentuknya budaya kompetisi antar pegawai karena para pegawai berlomba membangun relasi agar mendapat kepercayaan pimpinan.

35.

Di sejumlah sekolah menengah di kota besar, siswa sering kali memilih untuk berinteraksi hanya dengan teman yang memiliki asal daerah atau latar belakang keluarga yang sama. Perbedaan budaya dan kebiasaan sehari-hari membuat sebagian siswa enggan memperluas pergaulan ke kelompok lain yang dianggap berbeda. Pihak sekolah pun terkadang belum menyediakan cukup banyak kegiatan lintas-budaya yang terstruktur dan rutin untuk mendorong interaksi positif antarsiswa dari beragam latar belakang. Akibatnya, stereotip dan prasangka sosial mudah terbentuk dan memperlebar jarak sosial dalam kehidupan sekolah. Langkah yang paling efektif untuk mengurangi sikap etnosentrisme di sekolah berdasarkan teks tersebut adalah ....

a)

Mewajibkan adanya kegiatan lintas-budaya yang berisi teori, refleksi pribadi, dan penilaian sehingga para siswa belajar memahami dan mengevaluasi sikapnya sendiri.

b)

Memfasilitasi asrama atau ruang belajar terpisah berdasarkan asal daerah untuk memberi “ruang nyaman” masing-masing kelompok sehingga konflik bisa dihindari.

c)

Menerapkan program terstruktur seperti proyek kelompok lintas-daerah dan kegiatan layanan masyarakat bersama yang menuntut kolaborasi dan tujuan bersama.

d)

Memastikan keterwakilan berbagai daerah dalam struktur organisasi siswa dan panitia acara agar suara banyak kelompok tercermin dalam keputusan kampus.

e)

Mengeluarkan aturan disiplin ketat dan sanksi administratif bagi siswa yang menunjukkan perilaku diskriminatif tanpa program pendidikan pendamping.

36.

Data survei nasional tahun 2024 menunjukkan bahwa kesenjangan digital di Indonesia masih cukup mencolok antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Di beberapa daerah, masyarakat yang memiliki akses internet stabil dan perangkat teknologi yang memadai hanya berasal dari kelompok ekonomi menengah atas, sementara kelompok ekonomi bawah sering kali masih kesulitan untuk menikmati layanan digital. Ketimpangan ini diperparah oleh rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, serta biaya layanan internet yang belum terjangkau merata. Dampaknya, peluang untuk belajar, bekerja, dan berbisnis secara daring tidak dapat diakses secara setara, sehingga mobilitas sosial kelompok rentan menjadi terhambat. Pemerintah dan berbagai lembaga kini mulai memperkuat pembangunan jaringan internet, menyediakan pelatihan literasi digital, serta memperluas program bantuan perangkat teknologi untuk mempersempit kesenjangan digital tersebut. Faktor eksternal penyebab ketimpangan sosial berdasarkan teks tersebut adalah

a)

Perbedaan kondisi geografis

b)

Perbedaan sumber daya alam

c)

Kebijakan publik

d)

Faktor pengaruh globalisasi

e)

Faktor demografis

37.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024, tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia masih berada pada kategori mengkhawatirkan dengan nilai rasio gini mencapai 0,379. Ketidakmerataan distribusi ekonomi terlihat jelas: kelompok 10% penduduk berpendapatan tertinggi mampu menguasai lebih dari 40% total pendapatan nasional, sedangkan 40% kelompok penduduk terbawah hanya mendapatkan porsi sekitar 15%. Temuan Bank Dunia menegaskan bahwa jurang sosial tersebut terutama muncul karena akses yang tidak seimbang terhadap kesempatan pendidikan, pekerjaan yang layak, serta layanan publik esensial. Kondisi ini membuat masyarakat kelas menengah bawah sulit meningkatkan taraf hidupnya, sehingga peluang mobilitas sosial menjadi lebih terbatas. Jika dibiarkan, disparitas pendapatan berpotensi memperlemah rasa kebersamaan dan kepercayaan antaranggota masyarakat. Berdasarkan teks tersebut, dampak dari ketimpangan sosial yang digambarkan adalah

a)

A. Terhambatnya mobilitas sosial karena kesempatan ekonomi tidak merata.

b)

B. Melemahnya rasa solidaritas sosial dan meningkatnya kecemburuan antarwarga.

c)

C. Naiknya daya beli kelompok menengah ke atas yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

d)

D. Potensi munculnya konflik sosial akibat rasa tidak adil dalam distribusi kesejahteraan.

e)

E. Meningkatnya tingkat konsumsi barang impor oleh kelompok masyarakat kaya.

38.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024, tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia masih berada pada kategori mengkhawatirkan dengan nilai rasio gini mencapai 0,379. Ketidakmerataan distribusi ekonomi terlihat jelas: kelompok 10% penduduk berpendapatan tertinggi mampu menguasai lebih dari 40% total pendapatan nasional, sedangkan 40% kelompok penduduk terbawah hanya mendapatkan porsi sekitar 15%. Temuan Bank Dunia menegaskan bahwa jurang sosial tersebut terutama muncul karena akses yang tidak seimbang terhadap kesempatan pendidikan, pekerjaan yang layak, serta layanan publik esensial. Kondisi ini membuat masyarakat kelas menengah bawah sulit meningkatkan taraf hidupnya, sehingga peluang mobilitas sosial menjadi lebih terbatas. Jika dibiarkan, disparitas pendapatan berpotensi memperlemah rasa kebersamaan dan kepercayaan antaranggota masyarakat. Langkah yang paling tepat untuk mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia berdasarkan teks tersebut adalah

a)

Peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan akses ke sekolah di seluruh daerah.

b)

Program ekonomi inklusif yang memberi kesempatan usaha bagi masyarakat kecil.

c)

Pembatasan konsumsi kelompok kaya melalui pajak barang mewah untuk menekan perbedaan gaya hidup.

d)

Penyesuaian upah minimum regional agar lebih sesuai dengan kebutuhan hidup layak di setiap wilayah.

e)

Pemberian bantuan langsung tunai sementara tanpa memperkuat kemampuan ekonomi jangka panjang.

39.

According to the latest records from KPAI and FSGI for the 2023–2024 period, incidents of bullying in educational environments continue to increase and have reached 52%, especially at the junior and senior high school levels. The most common types of violence include verbal attacks at 41%, followed by physical violence at 28%, and intimidation in the digital world at 20%. Many victims choose to remain silent due to fear of social isolation, while perpetrators usually come from groups with strong influence at school. The government has intensified prevention programs such as character strengthening, teacher training, and school counseling, but their effectiveness is still inconsistent across regions. Based on the text, the impact of bullying cases at school can be (choose more than one answer):

a)

A. Decreased trust from victims so that learning participation drops drastically.

b)

B. Formation of strong solidarity among perpetrator groups due to a false sense of superiority.

c)

C. Increased academic achievement of perpetrators due to encouragement to prove themselves.

d)

D. Disrupted social climate at school due to fear and discomfort among students.

e)

E. Decreased teacher motivation to teach because the school environment becomes less conducive.

40.

According to the latest records from KPAI and FSGI for the 2023–2024 period, incidents of bullying in educational environments continue to increase and have reached 52%, especially at the junior and senior high school levels. The most common types of violence include verbal attacks at 41%, followed by physical violence at 28%, and intimidation in the digital world at 20%. Many victims choose to remain silent due to fear of social isolation, while perpetrators usually come from groups with strong influence at school. The government has intensified prevention programs such as character strengthening, teacher training, and school counseling, but their effectiveness is still inconsistent across regions. Based on the text, effective and sustainable efforts to reduce bullying at school include (choose more than one answer):

a)

A. Implementing character education and empathy across classes regularly in every school activity.

b)

B. Providing professional counseling services and easy-to-access reporting mechanisms for students.

c)

C. Giving physical punishment to perpetrators so that victims feel protected.

d)

D. Training teachers and education staff to recognize signs of bullying early.

e)

E. Encouraging students to actively participate in anti-bullying campaigns and positive activities together.