Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

REMIDI SOSIOLOGI

Total questions: 40

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

  Pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas di perempatan jalan, puluhan pengendara motor berhenti dan berkerumun untuk melihat kejadian tersebut. Beberapa menit kemudian, polisi datang dan meminta mereka bubar, lalu kerumunan itu pun hilang. Di sisi lain, di sebuah gedung, para anggota OSIS sedang rapat rutin membahas program kerja bulanan dengan struktur ketua dan sekretaris yang jelas.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, perbedaan esensial antara kerumunan pengendara dan kelompok OSIS terletak pada aspek ...

a)
waktu kejadian dan cuaca saat itu
b)
reaksi pengendara dan sikap polisi
c)
struktur organisasi dan tujuan bersama
d)
jenis kendaraan dan kecepatan berkendara
e)
jumlah anggota dan lokasi berkumpul
2.

    Rina awalnya adalah mahasiswa baru yang merasa asing di kota besar. Ia kemudian bergabung dengan himpunan mahasiswa daerah asalnya karena merasa butuh perlindungan (safety needs). Berbeda dengan Budi, ia bergabung dengan komunitas "Robotika" karena memiliki hobi yang sama yaitu merakit robot, meskipun anggotanya berasal dari latar belakang berbeda. Analisis faktor pendorong pembentukan kelompok pada kasus Budi dibandingkan dengan Rina menunjukkan bahwa Budi didorong oleh...

a)
kebutuhan hiburan dan relaksasi
b)
kebutuhan ekonomi dan keamanan
c)
kebutuhan pendidikan dan keterampilan
d)
kebutuhan sosial dan aktualisasi diri
e)
kebutuhan identitas dan status sosial
3.

    Di era digital, banyak keluarga (kelompok primer) yang anggotanya sibuk dengan gawai masing-masing saat makan malam. Namun, saat salah satu anggota keluarga mengalami musibah berat, keluarga tetap menjadi tempat pertama untuk pulang dan mencari dukungan emosional yang tidak bisa digantikan oleh rekan kerja (kelompok sekunder) di kantor yang serba profesional. Berdasarkan fenomena tersebut, penilaian yang paling tepat mengenai peran kelompok primer di tengah modernisasi adalah...

a)
Keluarga hanya menjadi tempat untuk berkumpul tanpa makna.
b)
Rekan kerja lebih penting daripada keluarga di masa modern.
c)
Dukungan emosional hanya berasal dari teman di luar keluarga.
d)
Kelompok primer tidak berperan dalam dukungan emosional.
e)
Kelompok primer tetap menjadi sumber dukungan emosional yang penting di era modern.
4.

Sebuah geng motor "X" memiliki aturan bahwa siapa pun yang bukan anggota mereka dianggap sebagai musuh dan tidak boleh melewati wilayah kekuasaan mereka. Anggota geng menggunakan jaket khusus sebagai simbol kebanggaan (In-Group). Sikap ini sering memicu perkelahian ketika ada pengendara lain (Out-Group) yang tidak sengaja melintas. Aplikasi konsep In-Group dan Out-Group yang memicu diskriminasi sosial dalam kasus tersebut didasari oleh...

a)
Ketidakpuasan terhadap aturan lalu lintas.
b)
Persaingan ekonomi di wilayah tersebut.
c)
Perbedaan budaya antara kelompok sosial.
d)
Kebanggaan individu atas prestasi pribadi.
e)
Diskriminasi sosial berdasarkan identitas kelompok.
5.

    Dalam sebuah komunitas seni, para anggotanya sering berkumpul untuk berdiskusi dan berbagi karya. Namun, ketika salah satu anggota mengalami kesulitan dalam proyeknya, mereka semua bersatu untuk memberikan dukungan dan bantuan. Berdasarkan fenomena ini, peran kelompok dalam mendukung kreativitas individu dapat dinyatakan sebagai...

a)

Dukungan hanya datang dari luar komunitas.

b)

Kelompok memberikan dukungan yang signifikan bagi anggotanya.

c)

Komunitas tidak berperan dalam pengembangan individu.

d)

Individu lebih baik bekerja sendiri tanpa kelompok.

e)

Kelompok berfungsi sebagai penghalang bagi kreativitas.

6.

  Di sebuah acara olahraga, para penonton berkumpul untuk menyaksikan pertandingan. Mereka bersorak dan berinteraksi satu sama lain, tetapi tidak memiliki tujuan bersama selain menonton. Sementara itu, di sisi lain, sekelompok atlet berlatih bersama dengan tujuan untuk memenangkan kompetisi. Perbedaan mendasar antara penonton dan atlet terletak pada...

a)

jumlah orang yang terlibat

b)

lokasi acara dan waktu yang ditentukan

c)

tujuan dan struktur kegiatan

d)

jenis olahraga yang dimainkan

e)

reaksi terhadap hasil pertandingan

7.

Sebuah kelompok pecinta alam memiliki aturan bahwa setiap anggota harus menjaga lingkungan dan tidak merusak alam. Mereka sering melakukan kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon. Namun, ketika ada orang luar yang merusak lingkungan, anggota kelompok merasa terancam dan bersatu untuk melindungi wilayah mereka. Konsep In-Group dan Out-Group dalam konteks ini dapat dijelaskan sebagai...

a)

Persaingan antara kelompok yang berbeda.

b)

Perlunya menjaga hubungan baik dengan semua orang.

c)

Kepentingan individu lebih penting daripada kelompok.

d)

Diskriminasi terhadap orang yang tidak sejalan dengan nilai kelompok.

e)

Kepedulian terhadap lingkungan sebagai identitas kelompok.

8.

  Kelompok diskusi "Bhinneka" dibentuk dengan anggota dari berbagai latar belakang agama dan etnis. Awalnya sering terjadi perdebatan keras karena perbedaan sudut pandang. Namun, karena mereka memiliki visi yang sama untuk toleransi, kelompok ini justru bertahan lama karena anggotanya belajar saling memahami, berbeda dengan kelompok homogen yang bubar saat terjadi satu konflik internal kecil. Analisis dampak heterogenitas terhadap stabilitas kelompok pada wacana tersebut adalah...

a)
Heterogenitas meningkatkan stabilitas kelompok melalui pemahaman dan toleransi.
b)
Toleransi tidak berpengaruh pada stabilitas kelompok.
c)
Heterogenitas mengurangi pemahaman antar anggota.
d)
Kelompok homogen lebih stabil dalam perdebatan.
e)
Heterogenitas menyebabkan konflik internal yang lebih sering.
9.

Seorang remaja sangat mengidolakan seorang influencer edukasi di media sosial (Reference Group Positif), sehingga ia termotivasi belajar giat. Namun, di sisi lain, ia juga mengikuti gaya hidup hedonis dari selebriti lain yang ia tonton (Reference Group Negatif) yang membuatnya boros dan menuntut orang tua membelikan barang mewah. Dampak simultan dari kedua kelompok acuan tersebut terhadap identitas diri remaja adalah...

a)
Kepuasan dalam hidup yang seimbang.
b)
Kemandekan dalam pengembangan diri.
c)
Peningkatan motivasi belajar yang konsisten.
d)
Konflik identitas dan kebingungan nilai.
e)
Kecenderungan untuk meniru perilaku positif.
10.

    Dalam sebuah tim kerja baru, terjadi perdebatan sengit (storming) mengenai siapa yang berhak memimpin proyek. Sebagian anggota merasa fase ini membuang waktu dan ingin segera bekerja. Namun, setelah perdebatan selesai, peran setiap orang menjadi sangat jelas dan performa tim justru meningkat pesat di fase berikutnya. Evaluasi yang tepat mengenai fase storming berdasarkan kasus di atas adalah...

a)
Klarifikasi peran tidak diperlukan dalam fase storming.
b)
Fase storming tidak berpengaruh pada performa tim.
c)
Perdebatan dalam fase storming selalu merugikan tim.
d)
Fase storming adalah penting untuk klarifikasi peran dan meningkatkan performa tim.
e)
Fase storming sebaiknya dihindari untuk efisiensi.
11.

  Setelah melalui konflik internal, kelompok karang taruna menyepakati aturan baru: "Setiap usulan harus didengarkan sampai selesai sebelum didebat". Sejak norma ini diterapkan pada fase norming, rapat menjadi tertib dan anggota yang tadinya pasif mulai berani bicara. Potensi konflik terbuka dapat diredam. Peran utama norma sosial yang terbentuk pada fase norming tersebut adalah...

a)
Mendorong anggota untuk tidak berpartisipasi.
b)
Meningkatkan ketidakpastian dalam diskusi.
c)
Mengabaikan pendapat anggota yang lemah.
d)
Memperburuk suasana rapat yang sudah baik.
e)
Mendorong komunikasi yang efektif dan mengurangi konflik.
12.

Saat terjadi bencana gempa bumi, Tim SAR (kelompok okupasional/profesi) bekerja berdasarkan sif dan prosedur operasi standar yang ketat demi keselamatan kerja dan gaji. Di sisi lain, warga sekitar (kelompok volunter) bekerja tanpa henti menolong korban karena dorongan kemanusiaan, namun seringkali tanpa peralatan memadai dan manajemen risiko yang baik. Evaluasi yang paling tepat terkait perbedaan komitmen kedua kelompok tersebut dalam situasi krisis adalah...

a)
Komitmen Tim SAR lebih fleksibel dan adaptif, sedangkan warga berkomitmen berdasarkan pengalaman.
b)
Komitmen Tim SAR lebih reaktif dan tidak terencana, sedangkan warga berkomitmen berdasarkan peraturan yang ketat.
c)
Komitmen Tim SAR lebih terstruktur dan profesional, sedangkan warga berkomitmen berdasarkan kemanusiaan.
d)
Komitmen Tim SAR lebih emosional dan spontan, sedangkan warga berkomitmen berdasarkan prosedur.
e)
Komitmen Tim SAR lebih individualistis dan egois, sedangkan warga berkomitmen berdasarkan kepentingan pribadi.
13.

   Pak Andi memimpin sebuah tim kreatif di perusahaan periklanan yang berisi desainer muda dengan ide-ide liar dan latar belakang beragam (heterogen). Sementara itu, Pak Budi memimpin tim pabrik perakitan yang membutuhkan presisi tinggi dan taat prosedur rutin (homogen). Analisis gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan oleh Pak Andi dibandingkan Pak Budi adalah...

a)
Gaya kepemimpinan instruksional dan monoton.
b)
Gaya kepemimpinan otoriter dan kaku.
c)
Gaya kepemimpinan transaksional dan formal.
d)
Gaya kepemimpinan partisipatif dan kreatif.
e)
Gaya kepemimpinan delegatif dan pasif.
14.

Sebuah organisasi profesi guru tingkat nasional memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai pulau. Hubungan antaranggota sangat renggang (kelompok sekunder) dan partisipasi rendah karena kendala geografis. Pengurus ingin meningkatkan solidaritas tanpa harus sering bertemu fisik. Strategi komunikasi paling inovatif yang dapat dirancang untuk mengatasi masalah tersebut adalah...

a)
Menyebarkan buletin cetak setiap bulan untuk informasi.
b)
Membangun jaringan telepon untuk komunikasi langsung.
c)
Membangun platform komunikasi digital untuk interaksi anggota.
d)
Membuat grup diskusi di media sosial untuk anggota.
e)
Mengadakan pertemuan tatap muka di setiap pulau.
15.

Dalam pertandingan sepak bola, suporter klub A mengenakan syal merah dan menyanyikan chant khusus. Ketika melihat seseorang memakai atribut biru (klub lawan) masuk ke tribun mereka, suporter A langsung merasa terancam dan bersikap memusuhi, padahal orang tersebut belum melakukan apa-apa. Fungsi simbol (atribut warna dan lagu) dalam kasus tersebut menunjukkan bahwa simbol kelompok berperan untuk...

a)
Mendorong kerjasama antar suporter dari klub berbeda.
b)
Mengurangi rasa percaya diri suporter klub lawan.
c)
Menunjukkan dukungan tanpa memandang warna atribut lain.
d)
Meningkatkan persaingan antar klub dan menciptakan ketegangan.
e)
Membedakan identitas kelompok dan menciptakan rasa solidaritas.
16.

   Seorang guru BK membuat sosiogram (peta hubungan sosial) di kelas XI. Hasilnya menunjukkan siswa A adalah "bintang" (paling banyak dipilih teman), sedangkan siswa B adalah "terisolir". Namun, di dunia nyata, siswa B ternyata memiliki pergaulan luas di luar sekolah, sedangkan A sering merasa kesepian meski populer. Evaluasi terhadap penggunaan sosiometri berdasarkan kasus tersebut adalah...

a)
Sosiometri hanya mencerminkan popularitas di sekolah.
b)
Sosiometri perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan konteks sosial yang lebih luas.
c)
Sosiogram tidak relevan untuk analisis sosial.
d)
Siswa B seharusnya lebih aktif di kelas.
e)
Popularitas selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan.
17.

  Doni sangat ingin bergabung dengan komunitas motor besar agar dianggap gagah (need for affiliation). Namun, komunitas tersebut memiliki aturan ketat: "Satu komando, satu rasa", di mana anggota tidak boleh memiliki agenda pribadi di akhir pekan. Doni merasa terkekang karena ia juga butuh waktu untuk hobinya sendiri (need for autonomy). Analisis situasi sosiologis yang dialami Doni adalah...

a)

   Konflik antarkelas sosial

b)

   Ketegangan antara kebutuhan integrasi kelompok dengan kebebasan individu

c)

Disorganisasi keluarga akibat hobi motor

d)

   Mobilitas sosial vertikal turun

e)

  Perubahan sosial yang tidak direncanakan

18.

   Sosiolog masa kini mengamati fenomena "Cyber-Clans" di game online, di mana anggotanya sangat setia kawan di dunia maya meski tidak pernah bertemu muka. Di sisi lain, ada "Study Group" yang bertemu fisik di kafe tapi anggotanya sibuk main HP sendiri. Jika Anda diminta membuat klasifikasi baru, kategori yang membedakan kedua kelompok tersebut adalah.

a)
Engagement level: physical loyalty vs. virtual presence with distraction.
b)
Interaction style: online bonding vs. offline isolation with engagement.
c)
Engagement level: virtual loyalty vs. physical presence with disengagement.
d)
Connection type: digital friendship vs. in-person acquaintances with focus.
e)
Participation mode: virtual gatherings vs. physical meetings with attention.
19.

Sebuah tim direksi perusahaan sangat kompak dan solid (kohesi tinggi). Mereka merasa tim mereka tidak mungkin salah. Saat pimpinan mengusulkan investasi berisiko tinggi, tidak ada satu pun anggota yang berani mengkritik karena takut merusak kekompakan. Akibatnya, perusahaan bangkrut. Hubungan kausal antara kohesi dan fenomena yang terjadi (Groupthink) adalah...

a)
Kohesi rendah meningkatkan kritik dan evaluasi yang sehat.
b)
Kohesi tinggi mendorong keberanian untuk mengkritik pimpinan.
c)
Kohesi tinggi menyebabkan groupthink, menghambat kritik dan evaluasi yang sehat.
d)
Kohesi tinggi tidak berpengaruh pada keputusan investasi.
e)
Kohesi rendah menyebabkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
20.

  Sebuah grup Facebook "Pecinta Kucing" memiliki 100.000 anggota. Namun, interaksi yang terjadi hanya sebatas memberi "like" pada foto tanpa ada komunikasi dua arah yang intens, tanpa struktur kepengurusan, dan anggotanya silih berganti tanpa saling kenal. Berdasarkan syarat terbentuknya kelompok sosial, evaluasi status grup tersebut adalah...

a)
Bukan kelompok sosial.
b)
Kelompok sosial yang kuat.
c)
Grup dengan struktur kepengurusan.
d)
Komunitas yang saling mengenal.
e)
Tempat diskusi kucing aktif.
21.

  Dua departemen di sebuah kantor, yaitu Tim Penjualan dan Tim Produksi, sering bersitegang mengenai target. Persaingan ini ternyata membuat Tim Penjualan berusaha mencari klien lebih banyak, dan Tim Produksi berusaha bekerja lebih efisien untuk membuktikan siapa yang terbaik. Akhirnya Perusahaan memperoleh untung besar. Berdasarkan teori konflik fungsional, dampak hubungan antarkelompok tersebut adalah...

a)
Peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan.
b)
Stagnasi kinerja dan penurunan keuntungan.
c)
Pengurangan jumlah klien dan efisiensi produksi.
d)
Peningkatan konflik dan ketegangan antar tim.
e)
Penurunan produktivitas dan kerugian perusahaan.
22.

Di Perusahaan Manufaktur X, Tim Desain Produk dan Tim Pengadaan sering berselisih tentang pemilihan bahan baku: Tim Desain mengutamakan kualitas tinggi, sementara Tim Pengadaan mengutamakan biaya rendah. Walaupun sering ada perdebatan sengit, hasil akhirnya adalah terciptanya produk inovatif yang tetap efisien biaya. Dalam konteks Teori Konflik Fungsional, apa dampak paling kritis dari perselisihan tersebut yang menguntungkan perusahaan?

a)
Kualitas produk yang menurun drastis.
b)
Peningkatan konflik antar tim yang merugikan.
c)
Keterlambatan dalam proses pengembangan produk.
d)
Inovasi produk yang berkualitas tinggi dan efisien biaya.
e)
Pengurangan biaya produksi yang signifikan.
23.

   Di sebuah kota pelabuhan, terdapat pemukiman etnis Melayu dan etnis Tionghoa yang sudah berdampingan selama 50 tahun. Data sensus menunjukkan: (1) Banyak terjadi pernikahan campur, (2) Bahasa pasar yang digunakan adalah campuran kedua bahasa, (3) Tidak ada sekat ekonomi antar etnis. Evaluasi terhadap hubungan antarkelompok di kota tersebut menunjukkan...

a)
Hubungan antarkelompok di kota tersebut menunjukkan perpecahan budaya yang signifikan.
b)
Hubungan antarkelompok di kota tersebut menunjukkan konflik dan ketegangan sosial.
c)
Hubungan antarkelompok di kota tersebut menunjukkan integrasi dan kohesi sosial yang tinggi.
d)
Hubungan antarkelompok di kota tersebut menunjukkan segregasi yang jelas antar etnis.
e)
Hubungan antarkelompok di kota tersebut menunjukkan ketidakadilan ekonomi yang mencolok.
24.

Di sebuah perumahan elit, warga pendatang membangun tembok tinggi memisahkan diri dari perkampungan warga asli di sebelahnya. Hal ini memicu kecemburuan sosial dan ketegangan. Pemerintah daerah ingin melakukan intervensi agar terjadi integrasi. Rumusan kebijakan publik yang paling tepat untuk mendorong integrasi sosial di kawasan tersebut adalah...

a)
Pembangunan infrastruktur fisik untuk pemisahan warga.
b)
Kegiatan olahraga kompetitif antar kelompok warga.
c)
Pemberian bantuan finansial untuk warga pendatang.
d)
Pendidikan formal tentang sejarah lokal bagi pendatang.
e)
Program integrasi sosial melalui kegiatan bersama dan pertukaran budaya.
25.

Ikatan primordial kedaerahan yang kuat membuat Paguyuban Warga "X" di perantauan sangat solid membantu anggotanya yang kesusahan (katalisator internal). Namun, sikap ini juga membuat mereka menutup diri dari pergaulan dengan warga lokal dan cenderung memilih pemimpin hanya berdasarkan asal daerah (penghambat eksternal). Analisis dampak primordialisme berdasarkan kasus di atas adalah...

a)
Primordialisme mengurangi solidaritas internal dan meningkatkan interaksi dengan komunitas lokal.
b)
Primordialisme tidak berpengaruh pada hubungan antar anggota komunitas.
c)
Primordialisme hanya berdampak positif tanpa efek negatif pada interaksi sosial.
d)
Primordialisme mendorong pemimpin terpilih berdasarkan kualifikasi, bukan asal daerah.
e)
Primordialisme dapat memperkuat solidaritas internal tetapi juga menghambat interaksi dengan komunitas lokal.
26.

   Konflik antara dua desa yang memperebutkan sumber air irigasi nyaris berujung kekerasan fisik. Polisi dan pejabat pemerintah gagal mendamaikan. Akhirnya, seorang Kyai kharismatik yang dihormati kedua desa turun tangan, mengajak musyawarah, dan konflik pun reda dengan kesepakatan pembagian air. Peran tokoh kunci (Kyai) dalam mencapai konsensus tersebut efektif karena...

a)
Warga desa yang saling berseteru.
b)
Kepala desa yang tidak dihormati.
c)
Seorang tokoh politik yang kontroversial.
d)
Kyai kharismatik yang dihormati kedua desa.
e)
Seorang pejabat pemerintah yang tidak dikenal.
27.

Sebuah komunitas pegunungan terpencil memiliki tradisi turun-temurun di mana setiap pemuda yang hendak menikah wajib menjalankan ritual 'Puasa Senyap' selama 40 hari sendirian di hutan. Ritual ini secara fisik melelahkan dan sering dikritik oleh dunia luar sebagai praktik yang tidak relevan dengan kehidupan modern. Berdasarkan perspektif fungsionalis dalam sosiologi, apa fungsi utama dari ritual inisiasi yang berat dan unik ini bagi komunitas tersebut?

a)
Menjaga tradisi tanpa tujuan jelas.
b)
Mendorong persaingan antar pemuda.
c)
Mengurangi ketergantungan pada teknologi.
d)
Meningkatkan ketahanan fisik individu.
e)
Memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial.
28.

Seorang dokter yang bertugas di rumah sakit kota merupakan seorang aktivis lingkungan hidup di waktu senggangnya. Saat terjadi kecelakaan industri besar di kota tersebut, dokter tersebut harus merawat para korban (tugas profesionalnya). Namun, ia juga mengetahui bahwa pabrik penyebab kecelakaan itu telah melanggar regulasi lingkungan secara serius, yang membuatnya ingin berpartisipasi dalam demonstrasi menuntut penutupan pabrik tersebut (tugas sosialnya). Tekanan batin yang dialami dokter tersebut paling tepat dijelaskan sebagai fenomena sosiologis...

a)
konflik nilai
b)
konflik identitas
c)
konflik kepentingan
d)
konflik sosial
e)
konflik peran
29.

Kelompok peneliti A berdebat keras mengenai metode penelitian yang valid (Konflik Substantif). Kelompok peneliti B bertengkar karena salah satu anggotanya tersinggung dengan nada bicara temannya (Konflik Afektif). Evaluasi dampak jangka panjang kedua konflik tersebut terhadap produktivitas kelompok adalah...

a)
Konflik substantif dan afektif keduanya meningkatkan produktivitas kelompok.
b)
Konflik substantif dan afektif keduanya menurunkan produktivitas kelompok.
c)

Konflik substantif meningkatkan produktivitas, sedangkan konflik afektif menurunkannya.

d)

Konflik substantif meningkatkan produktivitas, sedangkan konflik afektif menurunkannya.

e)


Konflik substantif dan afektif keduanya meningkatkan produktivitas kelompok.


30.

     Dalam sebuah organisasi amal, terjadi perpecahan. Kubu A beranggapan dana kas harus disimpan untuk investasi jangka panjang. Kubu B beranggapan dana harus segera dihabiskan untuk bantuan korban bencana saat ini juga. Perbedaan cara pandang ini membuat organisasi macet. Faktor utama penyebab konflik dalam kelompok tersebut adalah..

a)
Ketidakcocokan dalam kepemimpinan.
b)
Kurangnya komunikasi antar anggota.
c)
Perbedaan pandangan tentang penggunaan dana.
d)
Persaingan untuk mendapatkan donor.
e)
Perbedaan tujuan jangka pendek.
31.

Dalam sebuah organisasi pemuda, anggota yang malas dan tidak pernah hadir rapat tetap mendapatkan sertifikat penghargaan yang sama dengan anggota yang bekerja keras. Akibatnya, anggota yang rajin merasa tidak dihargai, mulai menarik diri, dan akhirnya satu per satu keluar dari organisasi hingga organisasi tersebut vakum. Analisis tahapan disintegrasi yang terjadi dalam kasus tersebut bermula dari...

a)
Kepuasan anggota yang malas.
b)
Kemandekan organisasi yang positif.
c)
Keterlibatan anggota yang tidak aktif.
d)
Ketidakpuasan anggota yang rajin.
e)
Penghargaan yang tidak adil.
32.

Di suatu negara, kelompok mayoritas bersikeras bahwa metode pendidikan, sistem hukum, dan gaya berpakaian tradisional mereka adalah satu-satunya yang 'beradab' dan 'paling maju.' Akibatnya, kelompok minoritas yang mencoba mempertahankan praktik budaya mereka sering dituduh sebagai 'penghambat kemajuan' dan menghadapi hambatan dalam birokrasi pemerintahan. Berdasarkan skenario ini, mekanisme sosiologis utama yang menyebabkan etnosentrisme kelompok mayoritas berpotensi memicu konflik adalah...

a)
Kepentingan ekonomi kelompok minoritas.
b)
Pendidikan formal yang tidak relevan.
c)
Etnosentrisme kelompok mayoritas.
d)
Sistem hukum yang adil dan merata.
e)
Gaya hidup modern yang universal.
33.

    Dua divisi perusahaan berebut ruang rapat pada jam yang sama. Kasus A: Manajer memutuskan membagi ruangan menjadi dua dengan sekat, meski sempit (Kompromi). Kasus B: Kedua divisi duduk bersama mencari jadwal lain atau ruang alternatif agar kedua acara berjalan optimal (Kolaborasi). Dalam situasi di mana kualitas hasil pertemuan sangat penting dan waktu tidak mendesak, evaluasi mengapa teknik Kolaborasi (Kasus B) lebih baik daripada Kompromi (Kasus A) adalah...

a)
Kompromi menghasilkan hasil yang lebih memuaskan bagi semua.
b)
Kolaborasi tidak diperlukan jika ada kesepakatan awal.
c)
Kompromi lebih baik karena lebih cepat dan efisien.
d)
Kolaborasi lebih baik karena menghasilkan solusi yang lebih optimal dan kreatif.
e)
Kolaborasi sering kali menyebabkan kebingungan dan konflik.
34.

    Di sebuah perusahaan start-up yang berkembang terlalu cepat, deskripsi pekerjaan karyawan sering berubah-ubah tanpa pemberitahuan jelas. Karyawan bingung siapa bertanggung jawab atas apa. Akibatnya, aturan main menjadi kabur, target tidak tercapai, dan terjadi kekacauan prosedur kerja. Hubungan kausal antara kondisi struktur tersebut dengan munculnya anomie (ketidakmenentuan norma) adalah...

a)
Karyawan selalu tahu apa yang diharapkan dari mereka.
b)
Norma kerja yang ketat mencegah terjadinya anomie.
c)
Ketidakjelasan tanggung jawab dan norma kerja menyebabkan anomie.
d)
Perusahaan memiliki prosedur yang baku dan tidak berubah.
e)
Karyawan memiliki tanggung jawab yang jelas dan terstruktur.
35.

Dua kelompok siswa, Tim Debat dan Tim Olahraga, berselisih mengenai jadwal penggunaan aula sekolah. Tim Debat memerlukan aula untuk latihan rutin menjelang kompetisi, sementara Tim Olahraga memerlukan aula pada jam yang sama untuk persiapan turnamen. Seorang mediator yang menggunakan pendekatan berbasis kemampuan intelektual siswa akan mengarahkan mereka untuk fokus pada langkah yang paling kompleks berikut ini:

a)
Cancel all activities in the hall for both teams.
b)
Allow only Tim Debat to use the hall.
c)
Negotiate a shared schedule or alternative times for both teams.
d)
Assign the hall to a different group entirely.
e)
Create a strict schedule without any changes.
36.

    Sekolah "X" sering mengalami masalah siswa membolos untuk nongkrong di warung. Hukuman fisik dan skorsing terbukti tidak efektif dan justru membuat siswa makin membangkang. Pihak sekolah ingin pendekatan yang lebih humanis dan edukatif. Bentuk program intervensi sosial yang paling tepat dirancang untuk mengatasi masalah tersebut tanpa kekerasan adalah...

a)
Penerapan aturan ketat tanpa penjelasan.
b)
Program hukuman disiplin yang ketat.
c)
Kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti.
d)
Program mentoring atau pembinaan siswa.
e)
Pemberian hadiah untuk siswa yang tidak membolos.
37.

    Saat terjadi kebakaran di gedung kantor, seorang manajer yang menganut gaya kepemimpinan bebas (laissez-faire) hanya berkata, "Silakan kalian cari jalan keluar masing-masing, saya yakin kalian bisa." Akibatnya, terjadi kepanikan massal dan evakuasi menjadi kacau balau. Evaluasi terhadap kegagalan kepemimpinan dalam situasi tersebut adalah...

a)
Kepemimpinan yang terlalu otoriter dalam situasi darurat.
b)
Kepemimpinan yang tidak responsif terhadap kebutuhan tim.
c)
Kepemimpinan yang tidak efektif dalam situasi darurat.
d)
Kepemimpinan yang mengabaikan keselamatan anggota tim.
e)
Kepemimpinan yang terlalu fokus pada hasil jangka panjang.
38.

Sebuah organisasi pelajar pecinta alam (PPA) mengalami krisis internal: motivasi anggota menurun drastis dan sering terjadi konflik antardivisi karena ketidakjelasan peran. Ketua memutuskan untuk menggunakan kerangka Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) agar solusi yang dihasilkan benar-benar didukung dan diimplementasikan oleh seluruh anggota secara berkelanjutan. Dari pilihan berikut, langkah paling kritis dan efektif yang harus dijamin oleh ketua dalam proses PAR untuk menyelesaikan masalah ini adalah...

a)
Mengabaikan masukan dari anggota dalam proses.
b)
Memastikan partisipasi aktif semua anggota dalam proses.
c)
Menetapkan peran yang kaku untuk setiap anggota.
d)
Membatasi diskusi hanya pada divisi tertentu.
e)
Fokus pada penyelesaian konflik tanpa dialog.
39.

    Dalam tugas kelompok sosiologi, dari 5 anggota, hanya 2 orang yang bekerja mengerjakan makalah. Tiga anggota lainnya hanya titip nama (free rider). Melihat hal ini, 2 anggota yang rajin menjadi malas bekerja karena merasa dieksploitasi, sehingga kualitas tugas kelompok menurun drastis. Dampak psikologis-sosial dari fenomena free rider terhadap dinamika kelompok tersebut adalah...

a)
Tidak ada dampak yang dirasakan oleh anggota kelompok.
b)
Semua anggota berkontribusi secara merata dalam tugas.
c)
Kualitas tugas kelompok meningkat secara signifikan.
d)
Peningkatan kerjasama antar anggota yang malas.
e)
Penurunan motivasi dan semangat kerja anggota yang aktif serta ketegangan dalam kelompok.
40.

  Konflik antara pengemudi ojek pangkalan (opang) dan ojek online (ojol) sering terjadi di berbagai daerah. Opang merasa pendapatannya turun drastis karena penumpang beralih ke ojol yang lebih murah dan praktis. Mereka kemudian melarang ojol mengambil penumpang di zona tertentu. Faktor fundamental yang melatarbelakangi konflik antarkelompok tersebut adalah...

a)
Kenaikan tarif ojek online yang tidak terjangkau.
b)
Peraturan pemerintah yang mendukung ojek pangkalan.
c)
Kurangnya minat masyarakat terhadap transportasi umum.
d)
Peningkatan jumlah kendaraan pribadi di jalan raya.
e)
Persaingan ekonomi dan pergeseran permintaan pasar.