wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Semester

Total questions: 40

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.
Dalam pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional dihitung berdasarkan total pengeluaran seluruh pelaku ekonomi terhadap barang dan jasa akhir. Namun, tidak semua pengeluaran yang dilakukan pemerintah dapat dimasukkan ke dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB). Komponen yang secara konseptual tidak mencerminkan aktivitas produksi barang dan jasa tahun berjalan, sehingga tidak dimasukkan dalam PDB, adalah
a)
Konsumsi rumah tangga
b)
Investasi swasta
c)
Pengeluaran pemerintah
d)
Ekspor neto
e)
Transfer payment pemerintah
2.
Suatu perusahaan asing beroperasi di Indonesia dan menghasilkan output yang besar, sementara di sisi lain perusahaan milik warga negara Indonesia juga beroperasi di luar negeri. Dalam konteks ini, perbedaan antara Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Nasional Bruto (PNB) terutama ditentukan oleh
a)
Jumlah tenaga kerja yang terserap
b)
Kepemilikan faktor-faktor produksi
c)
Jumlah perusahaan yang beroperasi
d)
Struktur sistem perpajakan
e)
Stabilitas harga dalam negeri
3.
Diketahui data berikut (dalam miliar rupiah): C = 2.500, I = 1.200, G = 800, X = 700, M = 900. Besar pendapatan nasional menurut pendekatan pengeluaran adalah
a)
3.500
b)
4.100
c)
4.300
d)
5.200
e)
6.100
4.
Suatu negara melaporkan bahwa dalam tiga tahun terakhir PDB riil terus mengalami pertumbuhan positif di atas 5% per tahun. Namun, pada periode yang sama, rasio ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) meningkat, dan persentase penduduk miskin tidak menunjukkan penurunan yang berarti. Berdasarkan kondisi tersebut, kesimpulan paling tepat yang dapat ditarik terkait hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adalah bahwa pertumbuhan tersebut
a)
Menunjukkan keberhasilan pemerataan kesejahteraan
b)
Dipengaruhi oleh stabilitas harga yang sangat rendah
c)
Tidak diikuti oleh distribusi pendapatan yang merata
d)
Disebabkan oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga
e)
Dipicu oleh lonjakan ekspor nasional
5.
Pendapatan nasional sering dijadikan indikator keberhasilan pembangunan. Namun, penggunaannya sebagai satu-satunya indikator dinilai kurang tepat karena
a)
Tidak mencerminkan pemerataan pendapatan
b)
Tidak dapat dihitung secara kuantitatif
c)
Tidak berkaitan dengan produksi
d)
Tidak memengaruhi kebijakan fiskal
e)
Tidak dipengaruhi sektor eksternal
6.
Pada tahun 2022–2023, Amerika Serikat mencatat pertumbuhan PDB nominal yang tinggi pasca pandemi. Namun, pada saat yang sama terjadi lonjakan inflasi hingga di atas 8% dan daya beli masyarakat kelas menengah justru melemah. Berdasarkan kondisi tersebut, kesimpulan yang paling tepat mengenai kinerja ekonomi riil adalah
a)
Pertumbuhan ekonomi mencerminkan peningkatan kesejahteraan
b)
Kenaikan PDB disebabkan oleh peningkatan produksi riil
c)
Pertumbuhan yang terjadi bersifat semu akibat tekanan harga
d)
Distribusi pendapatan semakin merata
e)
Konsumsi masyarakat meningkat tajam secara riil
7.
Jika PDB suatu negara sebesar Rp5.000 triliun dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, maka pendapatan per kapitanya adalah
a)
Rp 10.000.000
b)
Rp 15.000.000
c)
Rp 20.000.000
d)
Rp 25.000.000
e)
Rp 30.000.000
8.
Dalam suatu perekonomian, pendapatan per kapita tercatat meningkat secara konsisten selama lima tahun terakhir. Namun, data kemiskinan nasional menunjukkan penurunan yang sangat lambat, terutama pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan dan sektor informal. Fenomena tersebut paling tepat menunjukkan adanya permasalahan pada aspek
a)
Efektivitas produksi nasional
b)
Stabilitas tingkat harga umum
c)
Pemerataan distribusi pendapatan
d)
Ketergantungan terhadap investasi asing
e)
Pola konsumsi pemerintah pusat
9.
Perhatikan beberapa pernyataan berikut terkait inflasi: 1. Terjadi kenaikan harga satu atau dua komoditas strategis. 2. Terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berlangsung terus-menerus dalam suatu perekonomian. 3. Terjadi penurunan daya beli kelompok berpendapatan tetap. 4. Terjadi penurunan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing. Definisi inflasi dalam kajian makroekonomi paling tepat tercermin dalam pernyataan nomor
a)
(1) saja
b)
(2) saja
c)
(1) dan (3)
d)
(2) dan (3)
e)
(2) dan (4)
10.
Perhatikan data berikut :
a)
8%
b)
9%
c)
10%
d)
11%
e)
12%
11.
Setelah pasokan gas dari Rusia terganggu, Jerman mengalami lonjakan biaya produksi industri. Dampak lanjutan yang paling logis terhadap perekonomian adalah
a)
Inflasi biaya produksi dan potensi penurunan output
b)
Deflasi akibat turunnya permintaan
c)
Surplus perdagangan meningkat tajam
d)
Nilai tukar menguat secara otomatis
e)
Pengangguran friksional meningkat sementara
12.
Dalam periode inflasi tinggi yang berlangsung lama, sebagian kelompok masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk menyesuaikan pendapatannya seiring kenaikan harga barang dan jasa. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan daya beli secara signifikan. Kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak buruk oleh kondisi tersebut adalah
a)
Pengusaha besar
b)
Spekulan di pasar keuangan
c)
Penerima pendapatan tetap
d)
Pemilik aset riil
e)
Investor asing
13.
Sejak pecahnya konflik antara Rusia dan Ukraina, banyak negara di kawasan Uni Eropa mengalami lonjakan harga energi dan pangan. Jenis inflasi yang paling tepat menjelaskan fenomena tersebut adalah
a)
Demand-pull inflation
b)
Cost-push inflation
c)
Deflasi struktural
d)
Inflasi inti
e)
Inflasi impor akibat spekulasi pasar
14.
Dalam suatu periode inflasi yang dipicu oleh tekanan permintaan dan pembengkakan belanja negara, pemerintah dihadapkan pada pilihan untuk menyesuaikan struktur pengeluaran fiskal guna menstabilkan harga. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah dengan melakukan koreksi terhadap pos belanja tertentu agar tidak semakin mendorong permintaan agregat. Berdasarkan konteks tersebut, kebijakan fiskal paling tepat yang mencerminkan arah kontraktif untuk menekan inflasi adalah
a)
Menaikkan belanja pemerintah
b)
Menurunkan pajak penghasilan
c)
Mengurangi subsidi
d)
Menaikkan gaji ASN
e)
Menambah bantuan sosial
15.
Dalam suatu periode inflasi yang dipicu oleh tekanan permintaan dan pembengkakan belanja negara, pemerintah dihadapkan pada pilihan untuk menyesuaikan struktur pengeluaran fiskal guna menstabilkan harga. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah dengan melakukan koreksi terhadap pos belanja tertentu agar tidak semakin mendorong permintaan agregat. Berdasarkan konteks tersebut, kebijakan fiskal paling tepat yang mencerminkan arah kontraktif untuk menekan inflasi adalah
a)
Pengangguran friksional
b)
Pengangguran musiman
c)
Pengangguran struktural
d)
Pengangguran siklis
e)
Pengangguran terselubung
16.
Di pasar tenaga kerja modern, terdapat jeda waktu antara seorang pencari kerja dengan pekerjaan baru yang sesuai dengan kualifikasi dan preferensinya. Misalnya, seorang lulusan baru menolak beberapa tawaran kerja awal karena upah yang dianggap belum sesuai dengan harapan dan terus mencari pekerjaan yang lebih tepat. Berdasarkan ilustrasi tersebut, jenis pengangguran yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi di atas adalah:
a)
Pengangguran musiman
b)
Pengangguran terselubung
c)
Pengangguran friksional
d)
Pengangguran struktural
e)
Pengangguran konjungtural
17.
Tingkat pengangguran yang tinggi dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan
a)
Kenaikan nilai tukar
b)
Ketimpangan sosial
c)
Stabilitas fiskal
d)
Surplus perdagangan
e)
Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
18.
Dalam kondisi perlambatan ekonomi dan meningkatnya pengangguran berpendidikan rendah di sektor informal, pemerintah meluncurkan berbagai program padat karya di bidang infrastruktur dasar dan perbaikan fasilitas umum. Program ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, namun bersifat sementara dan berupah relatif rendah. Berdasarkan tujuan makroekonomi jangka pendek, sasaran utama dan paling realistis dari kebijakan padat karya tersebut adalah
a)
Menekan inflasi
b)
Mengontrol kurs valuta asing
c)
Mengurangi pengangguran terbuka
d)
Meningkatkan ekspor nasional
e)
Mengurangi utang negara
19.
Di Jepang, tingkat pengangguran relatif sangat rendah, tetapi banyak tenaga kerja terjebak dalam pekerjaan kontrak dengan jam kerja terbatas dan pendapatan rendah. Fenomena ini menunjukkan bahwa
a)
Pengangguran struktural telah sepenuhnya terselesaikan
b)
Kualitas penyerapan tenaga kerja masih bermasalah
c)
Produktivitas nasional meningkat tajam
d)
Pasar tenaga kerja berada dalam kondisi full employment ideal
e)
Inflasi upah sedang terjadi
20.
Dalam upaya menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, dan mengatur jumlah uang beredar, otoritas moneter melakukan berbagai intervensi, seperti penetapan suku bunga acuan dan operasi pasar terbuka. Berdasarkan deskripsi tersebut, lembaga yang berwenang menjalankan kebijakan tersebut di Indonesia adalah
a)
Kementerian Keuangan
b)
Presiden Republik Indonesia
c)
Bank Indonesia
d)
Dewan Perwakilan Rakyat
e)
Otoritas Jasa Keuangan
21.
Dalam rangka mengendalikan jumlah uang beredar di masyarakat, bank sentral melakukan transaksi jual beli surat berharga negara di pasar uang. Aktivitas tersebut bertujuan untuk memengaruhi likuiditas perbankan dan suku bunga. Instrumen kebijakan moneter yang dimaksud dalam mekanisme tersebut adalah
a)
Pajak dan subsidi
b)
APBN dan APBD
c)
Operasi pasar terbuka
d)
Belanja negara
e)
Transfer pemerintah
22.
Dalam upaya menekan laju inflasi yang meningkat akibat tingginya permintaan domestik, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya. Kebijakan ini segera direspons oleh perbankan dengan menaikkan suku bunga kredit bagi dunia usaha dan masyarakat. Berdasarkan mekanisme transmisi kebijakan moneter tersebut, dampak paling logis yang terjadi dalam jangka pendek terhadap perekonomian adalah
a)
Konsumsi masyarakat meningkat akibat naiknya daya beli
b)
Investasi dunia usaha meningkat karena biaya modal lebih murah
c)
Jumlah uang beredar bertambah secara otomatis
d)
Kredit menjadi lebih mahal sehingga menekan konsumsi dan investasi
e)
Inflasi langsung meningkat akibat biaya produksi naik
23.
Saat dunia memasuki ancaman resesi global pada 2023, beberapa negara seperti Korea Selatan dan Indonesia tetap mendorong belanja infrastruktur untuk menjaga pertumbuhan. Kebijakan tersebut mencerminkan penerapan
a)
Kebijakan fiskal kontraktif
b)
Kebijakan fiskal ekspansif
c)
Kebijakan moneter ketat
d)
Kebijakan proteksi perdagangan
e)
Stimulus berbasis ekspor murni
24.
Kelemahan kebijakan fiskal dibanding kebijakan moneter terletak pada
a)
Dampaknya terlalu cepat
b)
Proses birokrasi yang panjang
c)
Tidak memengaruhi sektor riil
d)
Tidak memengaruhi konsumsi
e)
Tidak dapat dikendalikan
25.
Ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya secara agresif sepanjang 2022–2023, banyak negara berkembang menghadapi tekanan nilai tukar dan arus modal keluar. Mekanisme utama yang menjelaskan peristiwa tersebut adalah
a)
Peralihan modal global menuju aset berisiko tinggi
b)
Arus modal bergerak menuju negara dengan imbal hasil lebih tinggi
c)
Penurunan ekspor negara berkembang
d)
Peningkatan belanja pemerintah negara maju
e)
Penurunan konsumsi masyarakat global
26.
Jika pemerintah menaikkan pajak di saat bank sentral juga menaikkan suku bunga, maka arah kebijakan makro yang terbentuk adalah
a)
Sangat ekspansif
b)
Netral
c)
Sangat ketat (kontraktif)
d)
Protektif
e)
Stimulus sosial
27.
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disusun oleh pemerintah untuk jangka waktu satu tahun dan hanya dapat berlaku setelah memperoleh persetujuan lembaga legislatif melalui undang-undang. Berdasarkan uraian tersebut, pihak yang berwenang mengesahkan APBN adalah
a)
Presiden
b)
Bank Indonesia
c)
Dewan Perwakilan Rakyat
d)
Badan Pemeriksa Keuangan
e)
Mahkamah Konstitusi
28.
Dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia, pemerintah mengandalkan sumber penerimaan yang relatif stabil dan berkelanjutan untuk membiayai belanja negara, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Sumber penerimaan negara yang paling dominan dan berkontribusi terbesar terhadap APBN Indonesia adalah
a)
Hibah luar negeri
b)
Pariwisata
c)
Pajak
d)
Ekspor
e)
Subsidi
29.
Berdasarkan data tersebut, posisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam kondisi
a)
Surplus
b)
Stabil
c)
Defisit
d)
Seimbang
e)
Inflatoir
30.
Krisis utang yang terjadi di Sri Lanka pada tahun 2022 menyebabkan negara tersebut gagal bayar utang luar negeri dan mengalami kelangkaan pangan serta energi. Dari perspektif APBN, penyebab struktural utama krisis tersebut adalah
a)
Surplus anggaran yang terlalu besar
b)
Ketergantungan tinggi pada pembiayaan utang eksternal
c)
Rendahnya belanja subsidi
d)
Tingginya ekspor nasional
e)
Stabilitas penerimaan pajak yang kuat
31.
Perhatikan data PDB riil suatu negara (dalam triliun rupiah, harga konstan):
a)
Perekonomian mengalami pertumbuhan ekonomi selama periode 2021–2023
b)
Perekonomian mengalami kontraksi karena PDB riil menurun
c)
Perekonomian mengalami stagnasi tanpa perubahan output riil
d)
Perekonomian mengalami resesi berkepanjangan
e)
Perekonomian hanya mengalami inflasi tanpa pertumbuhan output
32.
Suatu negara mencatat laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama satu dekade terakhir, ditandai dengan ekspansi sektor industri dan peningkatan output nasional. Namun, pada periode yang sama terjadi peningkatan emisi karbon, pencemaran air, deforestasi, serta meningkatnya beban kesehatan masyarakat akibat degradasi lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, karakteristik pembangunan ekonomi yang berlangsung di negara tersebut paling tepat dikategorikan sebagai pembangunan yang bersifat:
a)
Berkelanjutan
b)
Inklusif
c)
Tidak berkelanjutan
d)
Progresif
e)
Stabilisatif
33.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencerminkan keberhasilan pembangunan melalui dimensi
a)
Pendapatan, konsumsi, ekspor
b)
Pendidikan, kesehatan, standar hidup
c)
Produksi, investasi, inflasi
d)
Fiskal, moneter, kurs
e)
Perdagangan, industri, jasa
34.
China mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi selama puluhan tahun, tetapi juga menghadapi kerusakan lingkungan dan kesenjangan wilayah yang lebar. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan yang ditempuh lebih menekankan pada
a)
Pemerataan ekonomi
b)
Keseimbangan lingkungan
c)
Akumulasi output dan ekspansi industri
d)
Pembangunan berbasis kualitas hidup
e)
Ketahanan sosial jangka panjang
35.
Hubungan yang paling tepat antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran adalah
a)
Pertumbuhan naik → pengangguran selalu naik
b)
Pertumbuhan turun → pengangguran selalu turun
c)
Pertumbuhan naik → pengangguran cenderung turun
d)
Keduanya tidak saling berhubungan
e)
Keduanya selalu searah
36.
Dalam analisis perekonomian terbuka, kinerja sektor eksternal suatu negara dapat dilihat melalui besarnya ekspor dan impor barang serta jasa. Selisih antara nilai ekspor dan impor tersebut mencerminkan posisi neraca perdagangan negara yang bersangkutan. Konsep yang dimaksud dalam analisis makroekonomi tersebut adalah
a)
Ekspor dan produksi
b)
Impor dan konsumsi
c)
Ekspor neto (net export)
d)
Produksi dan investasi
e)
Pajak dan subsidi
37.
Perhatikan data nilai tukar rata-rata rupiah terhadap dolar AS berikut:
a)
Harga barang impor dalam rupiah cenderung menurun
b)
Biaya produksi berbasis impor berpotensi meningkat
c)
Daya saing produk impor di pasar domestik menguat
d)
Ketergantungan terhadap impor otomatis menurun
e)
Kebutuhan devisa untuk impor turun signifikan
38.
Perhatikan kurva siklus bisnis yang disajikan. Kurva tersebut menggambarkan pergerakan kegiatan ekonomi dari fase ekspansi, puncak (peak), kontraksi, hingga titik terendah (trough).
a)
Boom
b)
Peak
c)
Recovery
d)
Trough
e)
Ekspansi
39.
Krisis keuangan global 2008 yang bermula di sektor perumahan Amerika Serikat dengan cepat menular ke berbagai negara di Eropa dan Asia. Peristiwa ini membuktikan bahwa dalam perekonomian terbuka
a)
Guncangan ekonomi bersifat lokal
b)
Perdagangan internasional tidak relevan
c)
Integrasi sistem keuangan global sangat kuat
d)
Negara berkembang sepenuhnya terlindungi
e)
Kurs valuta asing tidak dipengaruhi krisis global
40.
Sejak memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, banyak negara berkembang mengalami perlambatan ekspor dan tekanan mata uang. Kebijakan makroekonomi paling rasional untuk menjaga stabilitas domestik adalah
a)
Fiskal kontraktif dan moneter longgar
b)
Fiskal ekspansif selektif dan moneter ketat terukur
c)
Fiskal ketat dan moneter ekspansif penuh
d)
Penghapusan pajak dan subsidi secara bersamaan
e)
Menutup seluruh perdagangan luar negeri