WorksheetsASAS SKI GANJIL 9 2025/2026
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Islam pertama kali masuk ke Nusantara dibawa oleh
Ulama
Pedagang
Pelayar
Petani
Bukti awal masuknya Islam ditemukan pada makam Fatimah binti Maimun di
Gresik
Lamongan
Leran
Kudus
Penyebaran Islam pada masa awal berlangsung secara
Paksa
Damai
Perang
Tertutup
Jalur utama masuknya Islam ke Nusantara adalah
Darat
Sungai
Laut
Hutan
Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan karena wilayah ini berada di
Benua hitam
Jalur sutra
Pusat kerajaan
Jalur rempah
Teori Gujarat menyatakan bahwa Islam masuk dari
Persia
India
Arab
Mesir
Menurut teori Arab, Islam masuk ke Nusantara sekitar abad
3
7
10
15
Hubungan dagang yang berpengaruh pada masuknya Islam berasal dari
Cina
Jepang
Timur Tengah
Eropa
Teori Persia ditandai oleh tradisi seperti
Tabot
Wayang
Sekaten
Reog
Islam cepat diterima karena ajarannya bersifat
Sulit
Keras
Mudah
Rumit
Bahasa yang sering digunakan pedagang Muslim saat berdakwah adalah
Latin
Melayu
Jawa
Persia
Pusat penyebaran Islam awal banyak berkembang di
Pegunungan
Pedalaman
Pelabuhan
Hutan
Dakwah awal banyak dilakukan melalui
Medsos
Perang
Pernikahan
Politik
Pedagang Muslim yang menetap di Nusantara sering menikah dengan
Putri kerajaan
Warga lokal
Pedagang Cina
Pendeta
Islam berkembang pesat di Aceh melalui jalur
Darat
Laut
Udara
Sungai
Kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah
Demak
Mataram
Samudra Pasai
Banten
Pengaruh Islam dalam budaya tampak pada
Rumah adat
Seni baca Al-Qur’an
Tarian perang
Ritual animisme
Contoh akulturasi budaya dan Islam adalah
Reog
Wayang
Tari piring
Seblang
Islam berkembang di Jawa dipengaruhi kedatangan
Biksu
Ulama
Petani
Ksatria
Islam mudah diterima masyarakat karena mengajarkan
Perbedaan kelas
Kesetaraan
Kekerasan
Pajak berat
Pusat perdagangan Islam paling awal berkembang di
Bandung
Malaka
Bali
Kutai
Batu nisan Islam awal biasanya diberi tulisan
Latin
Pallawa
Arab
Cina
Ulama berperan penting dalam bidang
Politik
Perikanan
Dakwah
Perang
Islam disebarkan oleh pedagang sambil melakukan
Penaklukan
Perdagangan
Perburuan
Pelayanan wisata
Metode dakwah lembut yang digunakan ulama adalah pendekatan
Kekuasaan
Budaya
Militer
Perang
26. Kerajaan Demak berkembang sebagai pusat Islam di
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Papua
Islam masuk ke Sulawesi dibawa oleh pedagang dari
Gujarat
Jawa
Malaka
Arab
Raja Gowa dan Tallo memeluk Islam melalui dakwah
Ulama Minangkabau
Wali Songo
Ulama Aceh
Ulama Makassar
Islam mudah diterima karena tidak menghapus budaya, tetapi
Memaksa ganti
Menghilangkan total
Mengakulturasi
Memerangi
Pendidikan awal Islam banyak dilakukan melalui
Pasar
Surau
Hutan
Pelabuhan
Tradisi Sekaten digunakan sebagai media dakwah
Sunan Bonang
Sunan Giri
Sunan Kalijaga
Sunan Ampel
Islam mulai masuk ke Nusantara sejak abad
7
12
17
20
Perkembangan Islam menyebabkan munculnya kerajaan
Hindu
Animisme
Islam
Buddha
Sastra Islam berkembang melalui karya
Dongeng
Hikayat
Pantun
Gurindam
Tradisi Tabot menjadi bukti pengaruh dari
Persia
Arab
Cina
India
Wali Songo berdakwah di wilayah
Jawa
Sumatra
Bali
Kalimantan
Wali yang terkenal berdakwah lewat wayang adalah
Sunan Kudus
Sunan Kalijaga
Sunan Giri
Sunan Ampel
Sunan Ampel mendirikan pusat pendidikan di
Cirebon
Gresik
Jepara
Banten
Sunan Giri berperan besar dalam dakwah di daerah
Giri Kedaton
Demak
Cirebon
Banten
Sunan Gunung Jati berdakwah di daerah
Kudus
Cirebon
Gresik
Tuban
Metode dakwah Wali Songo yang terkenal adalah
Paksaan
Budaya
Perang
Ekonomi
Sunan Kalijaga menggunakan media seni seperti
Wayang
Lukisan
Drama
Buku
Sunan Bonang terkenal dengan karya sastra
Warsi
Tombo Ati
Suluk Wujil
Primbon
Sunan Drajat mengutamakan dakwah berupa
Kesenian
Pertanian
Sosial
Politik
Sunan Kudus menghormati budaya Hindu dengan tidak mengorbankan
Sapi
Ayam
Kambing
Kuda
Sunan Muria berdakwah di daerah
Pegunungan
Pesisir
Kota
Pelabuhan
Masjid Demak adalah peninggalan
Sunan Gunung Jati
Sunan Giri
Wali Songo
Sunan Ampel
Soko guru Masjid Demak dibuat oleh
A. Sunan Kalijaga
B. Sunan Kudus
C. Sunan Bonang
D. Sunan Drajat
Wali Songo berdakwah secara
Keras
Lembut
Memaksa
Tertutup
Tradisi Sekaten diciptakan oleh
Sunan Ampel
Sunan Bonang
Sunan Kalijaga
Sunan Muria
Wali Songo mudah diterima masyarakat karena menghargai
Perbedaan budaya
Perang
Kekerasan
Pajak
Pendekatan tasawuf menekankan
Kekerasan
Penghayatan
Perdebatan
Perpolitikan
Sunan Giri menciptakan permainan anak dalam bentuk
Wayang
Gending
Dolanan
Lukisan
Masjid Kudus memiliki arsitektur bergaya
Cina
Hindu
Eropa
Mesir
Peran Wali Songo paling besar dalam penyebaran Islam di
Jawa
Kalimantan
Bali
Papua
Sunan Ampel mengajarkan prinsip “Moh limo”, artinya menjauhi
Sombong
Lima hal buruk
Makanan haram
Pergaulan
Sunan Bonang menyebarkan Islam melalui musik
Seruling
Gamelan
Piano
Drum
Sunan Muria menekankan dakwah melalui
Seni
Pertanian
Politik
Sosial
Sunan Drajat dikenal dengan ajaran membantu
Kaum miskin
Raja
Pedagang
Pejabat
Wali Songo berdakwah dengan cara
A. Keras
B. Lembut
C. Kasar
D. Tegas
Motif ukir ciptaan Sunan Kalijaga adalah
A. Awan
B. Perahu
C. Parang
D. Daun
Pengaruh Wali Songo tampak pada perkembangan Kesultanan
Jepara
Demak
Mataram
Tuban
Sunan Giri mendirikan lembaga pendidikan bernama
Pesantren
Giri Kedaton
Dayah
Surau
Sunan Gunung Jati menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan
Cina
Jepang
Arab
India
Sunan Kudus pernah memimpin Kesultanan
Aceh
Demak
Cirebon
Banten
Sunan Ampel berasal dari
Palembang
Arab
Yaman
Persia
Salah satu metode dakwah ekonomi Wali Songo adalah
Pajak
Pasar
Zakat
Perdagangan
Wali Songo mengajarkan toleransi terhadap
Hewan
Alam
Sesama agama
Agama lain
Sunan Bonang dikenal sebagai guru dari
Sunan Kudus
Sunan Kalijaga
Sunan Muria
Sunan Giri
Peninggalan Sunan Kudus yang terkenal adalah
Masjid Kudus
Makam Giri
Masjid Demak
Masjid Tuban
Sunan Muria berdakwah di lereng
Gunung Merapi
Gunung Muria
Gunung Lawu
Gunung Ijen
Sunan Gunung Jati dimakamkan di
Aceh
Kudus
Cirebon
Gresik
Pusat pertama Wali Songo berkembang di
Gresik
Aceh
Maluku
Bali
Dakwah Wali Songo bersifat adaptif karena
Memaksa budaya
Menyesuaikan budaya lokal
Mengubah total
Menghapus tradisi
Tokoh Wali Songo yang aktif dalam seni gamelan adalah
A. Sunan Kalijaga
B. Sunan Giri
C. Sunan Bonang
D. Sunan Kudus
Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang dipimpin oleh
Lurah
Kyai
Menteri
Camat
Kitab kuning adalah kitab berisi ilmu
Sains
Bahasa
Keislaman
Matematika
Santri yang tinggal di pesantren disebut
Santri kalong
Santri mukim
Santri tamu
Santri luar
Santri yang tidak menetap disebut
Mukim
Tamu
Kalong
Utama
Pada masa awal, pesantren menjadi pusat
Perdagangan
Pendidikan Islam
Keuangan
Politik
Metode pengajaran pesantren adalah
Bandongan
Paksaan
Diskotik
Perang
Kyai berperan sebagai
Guru
Tentara
Petani
Nelayan
Pesantren modern berkembang pada abad
19
17
12
8
Tempat tinggal santri disebut
Asrama
Kantor
Gedung
Aula
Bangunan utama di pesantren adalah
Masjid
Pasar
Aula
Lapangan
Prinsip akhlak yang diajarkan pesantren adalah
Sombong
Mandiri
Serakah
Khianat
Pembiayaan pesantren sering dibantu masyarakat melalui
Iuran
Gotong royong
Pajak
Bantuan asing
Kegiatan rutin santri pagi hari adalah
Menonton
Mengaji
Bermain
Tidur
Pesantren berperan dalam perjuangan melalui
Perang melawan penjajah
Perdagangan
Politik dunia
Perikanan
Organisasi NU lahir dari kalangan
Petani
Nelayan
Pesantren
Istana
Tradisi mengaji kitab bersama kyai disebut
Bandongan
Karaoke
Latihan
Diskusi
Pesantren mengajarkan kemandirian lewat kegiatan
Menyapu
Bisnis
Perang
Bertani
Muhadharah bertujuan melatih kemampuan
Berpidato
Menari
Berlari
Berdagang
Pesantren putri berkembang sebagai bentuk
Pendidikan perempuan
Seni
Perdagangan
Politik
Kedisiplinan santri dibentuk melalui
Aturan pesantren
Perintah perang
Hukuman berat
Politik
Santri senior membantu kyai dalam
Mengajar
Berdagang
Bertani
Mengaji sendiri
Pesantren kilat biasanya dilaksanakan pada bulan
Muharram
Ramadan
Haji
Syawal
Pesantren menjaga budaya seperti
Upacara adat
Tradisi mengaji
Festival musik
Perdagangan
Pesantren modern menambahkan pelajaran
Magic
Ilmu umum
Tarian
Seni
Pesantren menjadi benteng moral karena menanamkan nilai
Kejahatan
Akhlak
Kemewahan
Politik
