NEW
Font size
WorksheetsKUIS PILIHAN GANDA: MANAJEMEN STRES DAN TAHAPAN KONFLIK
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Model tahapan konflik yang dibahas dalam materi ini, yang menguraikan perkembangan konflik dari potensi hingga hasil akhir, secara berurutan terdiri dari tahap-tahap apa?
Intrapersonal, Interpersonal, Intergroup, dan Organisasional
Laten, Disadari (Perceived), Dirasakan (Felt), Manifestasi, dan Dampak (Aftermath)
Pencetus, Eskalasi, Negosiasi, Resolusi, dan Integrasi
Konflik Tersembunyi, Konflik Terbuka, dan Pasca-Konflik
Pada tahap Latent Conflict (Konflik Laten), kondisi potensial konflik muncul akibat faktor-faktor seperti sumber daya yang langka atau perbedaan nilai. Bagaimanakah ciri utama kesadaran para pihak yang berpotensi konflik pada tahap ini?
Mereka sudah menyadari adanya ketegangan emosional dan perasaan tidak nyaman secara intens.
Para pihak sudah menyadari dan mengekspresikan ketidakpuasan mereka secara langsung.
Para pihak belum menyadari atau belum mengekspresikan ketidakpuasannya, meskipun kondisi yang memicu sudah ada.
Mereka secara aktif mencari resolusi konflik melalui mediasi.
Menurut model Penilaian Kognitif Stres (Cognitive Appraisal Model of Stress) yang dipopulerkan oleh Richard Lazarus, kapan tingkat Perceived Stress (Stres yang Dirasakan) dianggap tinggi?
Ketika individu telah menunjukkan gejala fisik stres yang parah.
Ketika tuntutan atau ancaman yang dirasakan seimbang dengan sumber daya yang dimiliki.
Ketika sumber daya yang dirasakan (perceived resources) dinilai tidak seimbang (lebih kecil) daripada tuntutan atau ancaman yang dirasakan (perceived demands/threats).
Ketika konflik telah mencapai tahap manifestasi terbuka.
Apa yang menjadi ciri khas atau dimensi utama yang dominan pada tahap Felt Conflict (Konflik yang Dirasakan)?
Munculnya kondisi struktural dan psikologis yang menjadi pemicu.
Tindakan terbuka, seperti perdebatan atau agresi, antara pihak-pihak yang berkonflik.
Perubahan konflik menjadi dimensi emosional yang melibatkan perasaan tegang, cemas, khawatir, dan tidak nyaman.
Salah satu dampak negatif dari Felt Conflict yang disebutkan dalam materi adalah Bias dalam Pengambilan Keputusan. Mengapa hal ini terjadi?
Pihak yang berkonflik cenderung terlalu objektif dalam menilai ide dari pihak lawan.
Pihak yang berkonflik cenderung menolak ide dari pihak lawan tanpa mengevaluasi objektivitasnya.
Mereka terlalu fokus pada peningkatan kepuasan kerja tim secara keseluruhan.
Mereka hanya fokus pada perebutan sumber daya yang langka.
Tahap konflik manakah yang ditandai dengan adanya Respon Tindakan Akibat Stres, seperti Argumen atau Perdebatan Terbuka, Agresi Verbal, dan Penghindaran (Avoidance)?
Latent Conflict
Perceived Stress
Manifest Conflict
Aftermath
Jika Felt Conflict tidak ditangani dengan segera, konflik tersebut dapat meningkat ke tahap berikutnya. Tahap apakah itu?
Latent Conflict
Perceived Stress
Aftermath
Manifest Conflict
Salah satu pemicu utama timbulnya Latent Conflict yang disebutkan dalam materi adalah 'Kurangnya Komunikasi Efektif'. Bagaimana kondisi ini berkontribusi terhadap konflik laten?
Hal ini secara langsung memicu perdebatan terbuka dan agresi verbal.
Komunikasi yang buruk menyebabkan para pihak secara kolektif menghindari kolaborasi.
Kesalahpahaman yang tidak segera diselesaikan akan terpendam dan terakumulasi menjadi kebencian dan ketegangan.
Kurangnya komunikasi mencegah proses Penilaian Kognitif Stres (Perceived Stress).
Dalam konteks stres, apakah definisi dari Burnout berdasarkan materi ini?
Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang disebabkan oleh stres berkepanjangan, terutama dalam lingkungan kerja atau tugas yang menuntut.
Burnout adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat bahagia dan termotivasi dalam pekerjaannya.
Burnout adalah keadaan fisik yang hanya terjadi akibat kurang tidur tanpa pengaruh stres.
Burnout adalah situasi di mana seseorang mengalami peningkatan produktivitas karena tekanan kerja.
Jika sebuah konflik ditangani secara konstruktif, hal tersebut akan menghasilkan dampak positif pada tahap Aftermath (Dampak). Manakah dari pilihan berikut yang merupakan hasil konstruktif dari penanganan konflik?
Menurunnya moral dan kohesi tim.
Pihak yang berkonflik cenderung menolak ide dari pihak lawan tanpa mengevaluasi objektivitasnya.
Meningkatkan kepuasan kerja dan kualitas hubungan antar pihak.
Adanya kondisi potensial konflik yang tersembunyi akibat sumber daya langka.
