WorksheetsQuiz Komdat
Total questions: 27
Worksheet time: 9mins
Teknik mana berikut ini yang merupakan enkode digital-ke-digital?
PCM
DM
NRZ-L
QAM
Apa kelemahan dari pengkodean NRZ?
Membutuhkan bandwidth tinggi.
Tidak memiliki kemampuan sinkronisasi.
Kompleks untuk diimplementasikan.
Konsumsi daya tinggi.
Skema pengkodean mana yang menggunakan transisi di tengah setiap periode bit untuk keperluan clocking?
NRZ-I
Bipolar AMI
Manchester
Differential Manchester
Manakah dari berikut ini yang merupakan skema pengkodean biner multilevel?
NRZ-L
Manchester
Bipolar AMI
Differential Manchester
Proses mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital disebut:
Modulasi
Enkoding
Kuantisasi
Sampling
Langkah pertama dalam konversi analog-ke-digital adalah:
Kuantisasi
Enkoding
Sampling
Modulasi
Menurut teorema Nyquist, laju sampling harus setidaknya:
Sama dengan frekuensi tertinggi sinyal
Dua kali frekuensi tertinggi sinyal
Setengah dari frekuensi tertinggi sinyal
Sama dengan bandwidth
Manakah dari berikut ini yang merupakan teknik modulasi digital-ke-analog?
ASK
FSK
PSK
Semua jawaban di atas
Dalam ASK, amplitudo sinyal pembawa divariasikan sesuai dengan:
Frekuensi sinyal digital
Fase sinyal digital
Amplitudo sinyal digital
Aliran bit
Teknik modulasi mana yang paling rentan terhadap derau?
ASK
FSK
PSK
QAM
Teknik modulasi mana yang memiliki efisiensi bandwidth tertinggi?
ASK
FSK
PSK
QAM
Dalam sistem komunikasi, istilah "line coding" merujuk pada:
Enkoding digital-ke-digital
Enkoding analog-ke-digital
Modulasi digital-ke-analog
Modulasi analog-ke-analog
Manakah dari pernyataan berikut ini yang benar tentang pengkodean Manchester?
Memiliki level tegangan konstan untuk setiap bit
Membutuhkan bandwidth lebih kecil daripada NRZ
Bersifat self-clocking
Digunakan dalam serat optik
Transmisi data yang karakter-karakternya dikirimkan pada interval waktu yang tidak tetap disebut transmisi...
Sinkron
Paralel
Asinkron
Serial
Dalam transmisi asinkron, setiap karakter diawali dengan bit...
Parity
Start
Stop
Address
Bit start dalam transmisi asinkron biasanya berupa transisi...
Low-to-High
High-to-Low
Tetap High
Tetap Low
Bit start dalam transmisi asinkron biasanya berupa transisi...
Low-to-High
High-to-Low
Tetap High
Tetap Low
Dalam transmisi sinkron, sinkronisasi karakter (SYN) digunakan untuk...
Mengakhiri sebuah frame
Menandai awal dan menjaga sinkronisasi blok data
Mendeteksi kesalahan
Sebagai bit paritas
Konfigurasi saluran di mana perangkat-perangkat terhubung ke satu saluran transmisi yang sama disebut...
Point-to-Point
Multipoint
Half-Duplex
Full-Duplex
Metode deteksi kesalahan yang paling sederhana dengan menambahkan sebuah bit ekstra ke setiap unit data adalah...
Checksum
CRC
Parity
Hamming Code
Metode deteksi kesalahan yang kuat yang memperlakukan blok data sebagai bilangan biner besar dan membaginya dengan bilangan pembentu tetap adalah...
Parity
Checksum
Cyclic Redundancy Check (CRC)
Forward Error Correction (FEC)
Sisa pembagian (remainder) dalam perhitungan CRC disebut...
Checksum
Syndrome
Code Word
Frame Check Sequence (FCS)
Dalam teknik Stop-and-Wait ARQ, pengirim...
Mengirim serangkaian frame tanpa menunggu ACK
Harus menunggu ACK untuk setiap frame sebelum mengirim frame berikutnya
Menggunakan window yang meluncur
Hanya mengirim jika saluran kosong
Dalam protokol Sliding Window, istilah "window" mengacu pada...
Jumlah bit dalam sebuah frame
Sejumlah frame yang dapat dikirim tanpa menunggu acknowledgment
Ukuran buffer di router
Jenis kesalahan yang dapat dideteksi
Pada protokol Stop-and-Wait, pengirim akan…
Mengirim semua frame sekaligus
Menunggu ACK sebelum mengirim frame berikutnya
Tidak menunggu respon penerima
Mengirim ulang tanpa batas
Sliding Window Protocol dikembangkan untuk…
Menghilangkan ACK
Meningkatkan efisiensi transmisi
Mengurangi error
Menghilangkan framing
Jika ukuran window = 1, maka protokol tersebut setara dengan…
Go-Back-N
Selective Repeat
Stop-and-Wait
Piggybacking
