wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Workshop

Total questions: 64

Worksheet time: 32mins

Name
Class
Date
1.

Apa judul workshop yang tercantum pada halaman ini?

a)

Workshop Pembelajaran Teaching Factory

b)

Workshop Teknologi Informasi

c)

Workshop Manajemen Bisnis

d)

Workshop Kewirausahaan

2.

Siapa penyelenggara workshop yang tercantum pada halaman ini?

a)

CV Arsena Reka Prisma

b)

PT Nusantara Jaya

c)

CV Sumber Ilmu

d)

PT Prisma Edukasi

3.

Apa yang dimaksud dengan "teaching factory" menurut PP Pembangunan SDI No 41 Tahun 2015 Pasal 6 ayat 1?

a)

Sarana produksi di sekolah yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan standar kerja untuk menghasilkan produk sesuai kondisi nyata industri tanpa berorientasi mencari keuntungan

b)

Tempat belajar teori di sekolah yang hanya berfokus pada pengetahuan akademik

c)

Pabrik di sekolah yang bertujuan utama untuk mendapatkan keuntungan finansial

d)

Laboratorium sekolah yang digunakan untuk eksperimen kimia saja

4.

Apa tujuan utama dari teaching factory di sekolah?

a)

Menghasilkan produk sesuai dengan kondisi nyata industri

b)

Mencari keuntungan sebanyak-banyaknya

c)

Mengajarkan teori tanpa praktik

d)

Mengembangkan laboratorium kimia

5.

Mengapa teaching factory tidak berorientasi pada mencari keuntungan?

a)

Karena fokus utamanya adalah pendidikan dan pelatihan sesuai standar industri

b)

Karena sekolah tidak membutuhkan dana tambahan

c)

Karena produk yang dihasilkan tidak memiliki nilai jual

d)

Karena hanya digunakan untuk eksperimen kimia

6.

Apa tujuan utama dari Teaching Factory (TEFA)?

a)

Memberikan pengalaman praktis bagi siswa dalam lingkungan yang menyerupai dunia kerja sebenarnya

b)

Mengajarkan teori tanpa praktik kepada siswa

c)

Mengintegrasikan pembelajaran dengan dunia seni

d)

Mengurangi keterampilan siswa dalam dunia kerja

7.

Mengapa sarana prasarana yang memadai sangat penting dalam pengembangan TEFA?

a)

Untuk menjamin keberhasilan program TEFA

b)

Untuk memperbanyak jumlah siswa

c)

Untuk mengurangi biaya pendidikan

d)

Untuk meningkatkan nilai ujian nasional

8.

Bagaimana cara agar program TEFA dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan pasar?

a)

Dengan penyelarasan antara TEFA dan dunia kerja/industri

b)

Dengan mengurangi jam praktik siswa

c)

Dengan menambah mata pelajaran teori

d)

Dengan menghilangkan kerja sama dengan industri

9.

Pengalaman praktis di lingkungan yang menyerupai dunia kerja penting bagi siswa dalam program TEFA karena...

a)

Agar siswa memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja

b)

Agar siswa lebih banyak belajar teori

c)

Agar siswa tidak perlu magang di perusahaan

d)

Agar siswa dapat lulus tanpa ujian

10.

Apa saja tiga hal penunjang keberhasilan program Teaching Factory menurut gambar?

a)

Ide inovatif, Sarana & Prasarana, Penyesuaian kurikulum

b)

Ide inovatif, Sarana & Prasarana, Penyesuaian TEFA dengan DUDI

c)

Ide kreatif, Sarana & Prasarana, Penyesuaian TEFA dengan sekolah

d)

Ide inovatif, Sarana & Prasarana, Penyesuaian TEFA dengan pemerintah

11.

Mengapa penting untuk mengikuti teknologi sesuai dengan perkembangan zaman dalam program Teaching Factory?

a)

Agar produk yang dibuat lebih murah

b)

Agar produk yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pasar

c)

Agar produk yang dibuat lebih cepat selesai

d)

Agar produk yang dibuat lebih banyak variasi

12.

Apa fungsi workshop dan laboratorium yang terintegrasi dengan dunia industri dalam Teaching Factory?

a)

Untuk menghemat biaya produksi

b)

Untuk menunjang kebutuhan pembuatan project

c)

Untuk memperbanyak jumlah pekerja

d)

Untuk mempercepat proses pemasaran

13.

Bagaimana cara penyelarasan TEFA dengan DUDI dilakukan?

a)

Dengan mengundang pemerintah sebagai pembicara

b)

Dengan kerjasama perusahaan dan industri terkait dalam pengembangan kurikulum dan program pelatihan

c)

Dengan memperbanyak jumlah siswa

d)

Dengan memperluas area workshop

14.

Sebutkan salah satu manfaat mengundang praktisi dan ahli dari dunia kerja/industri ke dalam program TEFA!

a)

Menambah jumlah alat di laboratorium

b)

Memberikan wawasan langsung dari dunia industri kepada siswa

c)

Mengurangi biaya pelatihan

d)

Mempercepat proses produksi

15.

Apa yang dimaksud dengan konsep Teaching Factory di SMK?

a)

Konsep pembelajaran berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur industri

b)

Konsep pembelajaran berbasis teori tanpa praktik

c)

Konsep pembelajaran yang hanya dilakukan di laboratorium sekolah

d)

Konsep pembelajaran yang tidak melibatkan industri sama sekali

16.

Dalam Teaching Factory, suasana pembelajaran di SMK harus menyerupai suasana apa?

a)

Suasana industri

b)

Suasana rumah

c)

Suasana perpustakaan

d)

Suasana kantor pemerintahan

17.

Mengapa standar dan prosedur industri penting dalam konsep Teaching Factory?

a)

Agar siswa terbiasa dengan praktik yang berlaku di dunia industri

b)

Agar siswa hanya belajar teori

c)

Agar siswa tidak perlu melakukan praktik

d)

Agar siswa fokus pada pelajaran umum

18.

Apa yang dimaksud dengan prinsip "Product/Service" dalam Teaching Factory?

a)

Perangkat pembelajaran dirancang berbasis produk/jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya

b)

Siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran berbasis produksi

c)

Kegiatan dilakukan di ruang praktik yang telah ditata seperti di industri

d)

Pembelajaran hanya berfokus pada teori tanpa praktik

19.

Bagaimana keterlibatan siswa dalam prinsip "Proses" pada Teaching Factory?

a)

Siswa hanya mengamati proses produksi

b)

Siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran berbasis produksi

c)

Siswa hanya belajar teori di kelas

d)

Siswa tidak berpartisipasi dalam proses produksi

20.

Apa yang menjadi ciri utama dari prinsip "Industry Culture" dalam Teaching Factory?

a)

Kegiatan dilakukan di laboratorium sekolah biasa

b)

Kegiatan produk/jasa dilakukan di ruang praktik yang telah ditata seperti di industri

c)

Kegiatan hanya dilakukan di luar sekolah

d)

Kegiatan dilakukan tanpa mengikuti standar industri

21.

Mengapa perangkat pembelajaran dalam Teaching Factory harus berbasis produk/jasa sesuai kebutuhan masyarakat?

a)

Agar pembelajaran lebih mudah dipahami

b)

Agar siswa dapat menghasilkan produk yang tidak berguna

c)

Agar pembelajaran relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja

d)

Agar siswa hanya belajar teori

22.

Penerapan prinsip "Industry Culture" di SMK dapat meningkatkan kesiapan kerja siswa dengan cara:

a)

Membiasakan siswa bekerja di lingkungan yang mirip industri

b)

Mengurangi praktik di sekolah

c)

Membatasi akses siswa ke ruang praktik

d)

Hanya belajar teori di kelas

23.

Apa manfaat utama dari Teaching Factory dalam mengembangkan soft skills dunia industri bagi siswa?

a)

Membantu siswa menghafal teori industri

b)

Menyadarkan siswa bahwa penguasaan keterampilan tidak hanya dipraktikkan dalam pembelajaran, tetapi juga direalisasikan secara langsung dan latihan bekerja untuk memasuki dunia kerja nyata

c)

Mengurangi waktu belajar siswa di sekolah

d)

Mengajarkan siswa cara membuat laporan keuangan

24.

Bagaimana Teaching Factory berorientasi pada market?

a)

Melalui pelatihan berbasis teori saja

b)

Sarana pelatihan dan praktik berbasis produksi secara langsung bagi siswa berorientasi pada pasar

c)

Dengan mengurangi interaksi siswa dengan industri

d)

Dengan membatasi akses siswa ke fasilitas produksi

25.

Apa tujuan dari Teaching Factory dalam menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada guru dan siswa?

a)

Meningkatkan kemampuan berwirausaha

b)

Mengurangi minat siswa untuk berbisnis

c)

Membatasi kreativitas siswa

d)

Mengajarkan siswa untuk bekerja di satu bidang saja

26.

Bagaimana Teaching Factory dapat mengembangkan sikap mandiri dan percaya diri siswa?

a)

Melalui kegiatan produksi

b)

Dengan memberikan tugas rumah

c)

Dengan mengurangi jam pelajaran

d)

Melalui pembelajaran teori saja

27.

Mengapa sinergi dengan industri penting dalam Teaching Factory?

a)

Untuk menambah jumlah siswa

b)

Menjalin hubungan yang lebih baik dengan dunia usaha dan industri serta masyarakat melalui fasilitas umum dan hasil-hasil produksi/jasa

c)

Agar siswa tidak perlu praktik langsung

d)

Untuk mengurangi biaya operasional sekolah

28.

Apa tujuan utama dari pembelajaran normatif?

a)

Memahami dan menguasai materi kurikulum yang telah ditetapkan secara umum

b)

Mempersiapkan siswa dengan keterampilan praktis di dunia kerja

c)

Mengembangkan kreativitas siswa tanpa batasan kurikulum

d)

Melatih siswa untuk berwirausaha secara mandiri

29.

Bagaimana lingkungan pembelajaran pada Teaching Factory?

a)

Dilakukan di kelas dengan pendekatan terstruktur

b)

Mengambil tempat di lingkungan yang menyerupai industri

c)

Hanya dilakukan secara daring

d)

Berfokus pada teori dan konsep saja

30.

Apa peran utama guru dalam pembelajaran normatif?

a)

Sebagai fasilitator proyek praktis

b)

Sebagai sumber pengetahuan dan pengarah diskusi

c)

Sebagai pengawas industri

d)

Sebagai pelatih keterampilan kerja

31.

Mengapa pembelajaran Teaching Factory lebih relevan dengan dunia kerja?

a)

Karena sopan santun lebih diutamakan

b)

Karena fokus pada penerapan langsung keterampilan dan pengetahuan dalam situasi nyata di industri

c)

Karena hanya menggunakan teori dari buku

d)

Karena dilakukan secara online

32.

Jelaskan perbedaan utama antara pembelajaran normatif dan Teaching Factory dari segi fokus pembelajaran!

a)

Normatif fokus pada teori, Teaching Factory fokus pada keterampilan praktis

b)

Keduanya hanya fokus pada satwa liar

c)

Normatif fokus pada olahraga, Teaching Factory fokus pada seni

d)

Keduanya hanya fokus pada diskusi kelompok

33.

Apa saja peran guru dalam Teaching Factory menurut gambar di atas?

a)

Fasilitator, Motivator, Penyedia Informasi, Pengarah, Penyedia Keterampilan, Evaluator

b)

Fasilitator, Pengawas, Penyedia Dana, Evaluator, Motivator

c)

Fasilitator, Penyedia Makanan, Pengarah, Evaluator, Motivator

d)

Fasilitator, Motivator, Penyedia Informasi, Pengarah, Penyedia Transportasi, Evaluator

34.

Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan peran guru dalam Teaching Factory?

a)

Fasilitator

b)

Penyedia Informasi

c)

Penyedia Transportasi

d)

Evaluator

35.

Peran guru sebagai motivator dalam Teaching Factory penting karena...

a)

guru harus memberikan motivasi agar siswa semangat belajar dan berinovasi.

b)

guru harus menyediakan alat-alat praktikum.

c)

guru harus mengawasi keuangan sekolah.

d)

guru harus mengatur jadwal pelajaran.

36.

Peran guru sebagai evaluator dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Teaching Factory adalah...

a)

Menilai hasil kerja siswa dan memberikan umpan balik untuk perbaikan.

b)

Menyediakan makanan sehat untuk siswa.

c)

Mengatur jadwal liburan sekolah.

d)

Mengawasi kebersihan kelas.

37.

Apa saja parameter penilaian dan evaluasi dalam Teaching Factory yang disebutkan dalam gambar?

a)

Manajemen, Bengkel/Lab, Pola Pembelajaran, Marketing, Produk/Jasa, Sumber Daya Manusia, Hubungan Industri

b)

Manajemen, Keuangan, Pola Pembelajaran, Marketing, Produk/Jasa, Sumber Daya Alam, Hubungan Sosial

c)

Manajemen, Bengkel/Lab, Pola Pembelajaran, Penjualan, Produk/Jasa, Sumber Daya Manusia, Hubungan Masyarakat

d)

Manajemen, Bengkel/Lab, Pola Pembelajaran, Marketing, Produk/Jasa, Sumber Daya Manusia, Hubungan Pemerintah

38.

Parameter "Marketing" dalam penilaian Teaching Factory lebih berkaitan dengan aspek apa?

a)

Promosi dan penjualan produk/jasa hasil pembelajaran

b)

Pengelolaan sumber daya manusia

c)

Pengelolaan laboratorium

d)

Hubungan dengan pemerintah

39.

Mengapa hubungan industri menjadi salah satu parameter penting dalam evaluasi Teaching Factory?

a)

Karena hubungan industri dapat meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja

b)

Karena hubungan industri hanya berfungsi sebagai sponsor

c)

Karena hubungan industri tidak berpengaruh pada proses pembelajaran

d)

Karena hubungan industri hanya untuk memenuhi administrasi sekolah

40.

Apa saja yang termasuk dalam pengumpulan data terkait kinerja TEFA menurut materi manajemen?

a)

Jumlah siswa yang terlibat, kegiatan yang dilakukan, tingkat partisipasi siswa dan industri, serta penilaian industri terkait kualitas lulusan

b)

Jumlah guru yang mengajar, jumlah kelas yang tersedia, dan jumlah buku yang digunakan

c)

Jumlah siswa yang hadir, jumlah ujian yang diadakan, dan jumlah nilai yang diberikan

d)

Jumlah siswa yang lulus, jumlah siswa yang gagal, dan jumlah siswa yang pindah sekolah

41.

Mengapa tingkat partisipasi siswa dan industri penting dalam penilaian kinerja TEFA?

a)

Karena menunjukkan keterlibatan dan kolaborasi antara siswa dan industri

b)

Karena menentukan jumlah buku yang dibutuhkan

c)

Karena mempengaruhi jumlah kelas yang tersedia

d)

Karena menentukan nilai akhir siswa

42.

Sebutkan salah satu aspek yang dinilai oleh industri terkait kualitas lulusan TEFA!

a)

Kualitas lulusan

b)

Jumlah buku yang dibaca

c)

Jumlah kelas yang diikuti

d)

Jumlah guru yang mengajar

43.

Apa saja yang termasuk dalam penilaian dan evaluasi di bengkel/lab menurut materi ini?

a)

Ketersediaan perangkat K3, pendataan jenis dan jumlah peralatan penunjang project, penerapan standar pemakaian yang baku, kesesuaian layout bengkel dengan standar industri

b)

Hanya ketersediaan perangkat K3 dan pendataan jenis peralatan

c)

Penerapan standar pemakaian yang baku saja

d)

Kesesuaian layout bengkel dengan standar industri saja

44.

Mengapa pendataan jenis dan jumlah peralatan penunjang project penting dalam evaluasi bengkel/lab?

a)

Untuk memastikan semua peralatan tersedia dan dapat digunakan sesuai kebutuhan project

b)

Agar peralatan tidak perlu dirawat

c)

Supaya peralatan bisa dipindahkan ke tempat lain

d)

Untuk mengurangi jumlah peralatan yang ada

45.

Bagaimana penerapan standar pemakaian yang baku dapat mempengaruhi keselamatan kerja di bengkel/lab?

a)

Meningkatkan keselamatan kerja dan mengurangi risiko kecelakaan

b)

Membuat pekerjaan menjadi lebih lambat

c)

Tidak berpengaruh pada keselamatan kerja

d)

Hanya mempengaruhi efisiensi kerja

46.

Sebutkan satu alasan mengapa layout bengkel harus sesuai dengan standar industri!

a)

Agar proses kerja lebih efisien dan aman

b)

Supaya bengkel terlihat lebih ramai

c)

Untuk mengurangi jumlah pekerja

d)

Agar peralatan mudah hilang

47.

Apa yang dimaksud dengan project kolaboratif dalam pola pembelajaran yang dijelaskan pada materi?

a)

Siswa diberikan tugas individu yang tidak melibatkan kerja sama

b)

Siswa diberikan project atau tugas kolaboratif yang melibatkan perencanaan desain, assembly & reassembly, making decision, pengembangan produk

c)

Siswa hanya mengerjakan soal pilihan ganda

d)

Siswa melakukan observasi tanpa diskusi

48.

Apa saja yang termasuk dalam proses pembelajaran dan evaluasi pada pola pembelajaran ini?

a)

Hanya membaca buku teks

b)

Perencanaan desain, assembly & reassembly, making decision, pengembangan produk

c)

Menonton video tanpa diskusi

d)

Mengisi survei online

49.

Mengapa ketersediaan bahan baku penting dalam proses produksi menurut pola pembelajaran ini?

a)

Agar siswa bisa bermain di laboratorium

b)

Karena bahan baku diperlukan untuk memulai proses produksi

c)

Supaya siswa bisa menulis laporan

d)

Untuk mempercepat waktu istirahat

50.

Apa yang termasuk dalam penilaian dan evaluasi pada aspek marketing menurut materi di atas?

a)

Evaluasi implementasi Teaching Factory, jangkauan pasar, dan penyesuaian metode promosi

b)

Evaluasi keuangan perusahaan, pengelolaan SDM, dan pengembangan produk

c)

Penilaian kualitas produk, pengelolaan inventaris, dan analisis kompetitor

d)

Evaluasi sistem produksi, penentuan harga, dan pengelolaan logistik

51.

Mengapa penting melakukan evaluasi implementasi Teaching Factory dalam kejelasan target dan segmen pasar?

a)

Agar dapat menentukan harga jual produk

b)

Untuk memastikan promosi berjalan efektif sesuai target pasar

c)

Supaya dapat mengurangi biaya produksi

d)

Untuk meningkatkan jumlah karyawan

52.

Bagaimana cara menyesuaikan metode dan pelaku kegiatan promosi agar sesuai dengan jangkauan pasar?

a)

Dengan menggunakan metode promosi yang sama untuk semua segmen

b)

Dengan memilih metode promosi dan pelaku yang relevan dengan karakteristik pasar yang dituju

c)

Dengan mengabaikan kebutuhan pasar

d)

Dengan hanya fokus pada produk tanpa memperhatikan promosi

53.

Apa saja yang termasuk dalam penilaian dan evaluasi produk dan jasa?

a)

Waktu produksi, tingkat nilai tawar produk, kualitas produk dan jasa, kebutuhan pengembangan produksi

b)

Harga jual, lokasi penjualan, jumlah karyawan, strategi pemasaran

c)

Jenis bahan baku, warna produk, bentuk kemasan, metode distribusi

d)

Waktu konsumsi, tingkat kepuasan pelanggan, jumlah cabang, sistem pembayaran

54.

Apa yang dimaksud dengan waktu produksi dalam penilaian produk dan jasa?

a)

Periode di mana produk atau jasa dihasilkan, baik secara kontinu maupun insidental

b)

Waktu yang dibutuhkan untuk mengirim produk ke konsumen

c)

Jam operasional toko yang menjual produk

d)

Waktu yang diperlukan untuk memasarkan produk

55.

Mengapa tingkat nilai tawar produk penting dalam evaluasi produk dan jasa?

a)

Karena menentukan daya saing produk di pasar

b)

Karena mempengaruhi warna produk

c)

Karena menentukan lokasi penjualan

d)

Karena mempengaruhi jumlah karyawan

56.

Bagaimana kualitas produk dan jasa yang dihasilkan dapat mempengaruhi penilaian?

a)

Kualitas yang baik meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan

b)

Kualitas yang baik menurunkan harga produk

c)

Kualitas yang baik mempercepat proses produksi

d)

Kualitas yang baik mengurangi biaya pemasaran

57.

Jelaskan strategi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan produksi.

a)

Melakukan inovasi produk, meningkatkan efisiensi proses, dan memperluas pasar

b)

Mengurangi jumlah karyawan, menurunkan harga, dan membatasi distribusi

c)

Mengganti bahan baku dengan yang lebih murah, mengurangi promosi, dan menutup cabang

d)

Menunda produksi, mengurangi kualitas, dan membatasi penjualan

58.

Apa yang dimaksud dengan penilaian dan evaluasi dalam konteks sumber daya manusia?

a)

Penilaian & Evaluasi berdasarkan kinerja

b)

Penilaian berdasarkan usia

c)

Evaluasi berdasarkan lokasi kerja

d)

Penilaian berdasarkan jumlah karyawan

59.

Salah satu aspek penting dalam sumber daya manusia adalah produktivitas. Apa yang dimaksud dengan produktivitas pengerjaan?

a)

Kemampuan menghasilkan output secara efisien

b)

Kemampuan berbicara di depan umum

c)

Kemampuan membaca buku

d)

Kemampuan beristirahat di tempat kerja

60.

Mengapa inovasi dan kemampuan berkolaborasi penting dalam tim kerja?

a)

Untuk meningkatkan hasil kerja dan menciptakan solusi baru

b)

Untuk mengurangi jam kerja

c)

Untuk memperbanyak dokumen administrasi

d)

Untuk menghindari komunikasi antar anggota tim

61.

Bagaimana kemampuan siswa dalam membaca informasi mengenai struktur project dapat membantu dalam pelaksanaan tugas?

a)

Membantu memahami tugas dan peran dalam project

b)

Membantu memilih warna seragam kerja

c)

Membantu menentukan waktu istirahat

d)

Membantu mengatur jadwal makan siang

62.

Apa tujuan utama dari evaluasi berkala dalam hubungan industri dengan SMK menurut materi di atas?

a)

Untuk meningkatkan jumlah siswa di SMK

b)

Untuk mengembangkan lingkup kerja sama dengan industri di bidang-bidang spesifik yang berkaitan dengan kebutuhan pelaksanaan Teaching Factory di SMK

c)

Untuk mengurangi biaya operasional industri

d)

Untuk mempercepat proses akreditasi sekolah

63.

Mengapa hubungan industri harus berdampak pada transfer teknologi antara industri dan SMK?

a)

Agar SMK dapat bersaing dengan universitas

b)

Agar terjadi pertukaran teknologi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak

c)

Agar industri dapat mengontrol kurikulum SMK

d)

Agar siswa SMK dapat bekerja langsung di industri tanpa pelatihan

64.

Jelaskan langkah strategis yang dapat dilakukan SMK untuk memastikan hubungan industri berdampak pada pelaksanaan Teaching Factory!

a)

Melakukan evaluasi berkala dan mengembangkan lingkup kerja sama dengan industri di bidang-bidang spesifik

b)

Mengurangi jumlah guru di SMK

c)

Menghapus pelajaran praktik di SMK

d)

Menambah jam pelajaran teori tanpa praktik