wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda Ortodonsia

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Siapa yang disebut sebagai "Bapak Ortodoti Modern"?

a)

Charles H. Tweed

b)

Edward H. Angle

c)

Norman W. Kingsley

d)

Calvin S. Case

2.

Buku "Malocclusion of Teeth" diterbitkan pada tahun:

a)

1890

b)

1900

c)

1907

d)

1930

3.

Siapa yang mulai menggunakan pencabutan gigi untuk hasil oklusi yang baik dan estetik?

a)

Angle

b)

Tweed

c)

Dewey

d)

Moyers

4.

Klasifikasi maloklusi Angle berdasarkan:

a)

Bentuk lengkung gigi

b)

Hubungan molar pertama

c)

Ukuran gigi

d)

Tinggi palatum

5.

Kelas I Angle disebut juga:

a)

Distoklusi

b)

Neutroklusi

c)

Mesioklusi

d)

Openbite

6.

Pada Kelas II Angle, mesiobuccal cusp M1 RA terletak di:

a)

Buccal groove M1 RB

b)

Mesial buccal groove M1 RB

c)

Distal buccal groove M1 RB

d)

Di antara buccal groove

7.

Overjet normal pada Kelas I Angle adalah:

a)

1-2 mm

b)

2-3 mm

c)

3-4 mm

d)

4-5 mm

8.

Kelas III Angle ditandai dengan:

a)

Overjet besar

b)

Overjet negatif

c)

Deep bite

d)

Openbite

9.

Menurut klasifikasi Dewey, tipe 1 adalah:

a)

Protrusif

b)

Crowding anterior

c)

Crossbite anterior

d)

Crossbite posterior

10.

Klasifikasi Dewey tipe 2 adalah:

a)

Crowding anterior

b)

Protrusif

c)

Crossbite anterior

d)

Mesial drifting

11.

Pada Kelas II Divisi 2 menurut Angle, karakteristiknya adalah:

a)

Overjet besar

b)

Deep bite dan steep bite

c)

Crossbite anterior

d)

Edge to edge

12.

Kelas III tipe 1 menurut Dewey adalah:

a)

Edge to edge

b)

Crowding + linguoversi RB

c)

Crossbite anterior

d)

Protrusif

13.

Siapa yang mencetuskan American Association of Orthodontics?

a)

Tweed

b)

Angle

c)

Dewey

d)

Moyers

14.

Tahun berapa Angle mempublikasikan klasifikasi maloklusinya?

a)

1890

b)

1900

c)

1907

d)

1930

15.

Pada Kelas II Divisi 1, relasi insisivus biasanya:

a)

Overjet normal

b)

Overjet besar

c)

Overjet negatif

d)

Edge to edge

16.

Dewey tipe 5 adalah:

a)

Crowding anterior

b)

Protrusif

c)

Crossbite posterior

d)

Mesial drifting

17.

Relasi caninus pada Kelas I adalah:

a)

Ujung cusp C RA di mesial dari proksimal antara C dan R Rs

b)

Ujung cusp C RA di distal dari proksimal antara C dan R Rs

c)

Ujung cusp C RA di proksimal antara C RB dan C RA

d)

Ujung cusp C RA di buccal groove

18.

Klasifikasi maloklusi yang membagi menjadi tipe 1-5 adalah:

a)

Angle

b)

Dewey

c)

Moyers

d)

Tweed

19.

Pada Kelas III, relasi caninus:

a)

Ujung cusp C RA di mesial dari proksimal antara C dan R Rs

b)

Ujung cusp C RA di distal dari proksimal antara C dan R Rs

c)

Sama dengan Kelas I

d)

Tidak ada ketentuan

20.

Menurut Angle, Kelas II adalah:

a)

Neutroklusi

b)

Distoklusi

c)

Mesioklusi

d)

Openbite

21.

Buku "Malocclusion of Teeth" berkaitan dengan:

a)

Alat edgewise

b)

Klasifikasi maloklusi

c)

Analisis ruang

d)

Pergerakan gigi

22.

Siapa yang memopulerkan edgewise appliance?

a)

Angle

b)

Tweed

c)

Dewey

d)

Moyers

23.

Tweed terkenal karena:

a)

Klasifikasi maloklusi

b)

Penggunaan pencabutan untuk estetik

c)

Analisis ruang

d)

Teori piezoelektrik

24.

Klasifikasi Dewey tipe 3 adalah:

a)

Crowding anterior

b)

Protrusif

c)

Crossbite anterior

d)

Crossbite posterior

25.

Klasifikasi Dewey tipe 4 adalah:

a)

Crowding anterior

b)

Protrusif

c)

Crossbite anterior

d)

Crossbite posterior

26.

Pada Kelas II Divisi 2, overbite biasanya:

a)

Normal

b)

Deep

c)

Open

d)

Edge to edge

27.

Menurut Angle, relasi molar Kelas I adalah:

a)

MB cusp M1 RA di buccal groove M1 RB

b)

MB cusp M1 RA di mesial buccal groove M1 RB

c)

MB cusp M1 RA di distal buccal groove M1 RB

d)

Tidak beraturan

28.

Pada Kelas III, relasi molar:

a)

MB cusp M1 RA di buccal groove M1 RB

b)

MB cusp M1 RA di mesial buccal groove M1 RB

c)

MB cusp M1 RA di distal buccal groove M1 RB

d)

Sama dengan Kelas I

29.

Overjet negatif ditemukan pada:

a)

Kelas I

b)

Kelas II Divisi 1

c)

Kelas II Divisi 2

d)

Kelas III

30.

Edge to edge insisivus biasanya ada pada:

a)

Kelas I

b)

Kelas II

c)

Kelas III

d)

Openbite

31.

Fossa canina digunakan untuk mengukur:

a)

Panjang lengkung

b)

Basis apikal

c)

Tinggi palatum

d)

Lebar ruangan

32.

Indeks Houses normal adalah:

a)

0,7-1,2

b)

1,5-2,0

c)

2,5-3,0

d)

3,5-4,0

33.

ALD adalah:

a)

Analisis Lengkung Dental

b)

Perbedaan Panjang Lengkung

c)

Analisis Lebar Dental

d)

Perbedaan Ukuran Gigi

34.

Jika hasil ALD (+), artinya:

a)

Spacing

b)

Crowding

c)

Normal

d)

Edge to edge

35.

Bolton analysis menghitung:

a)

Perbedaan ukuran gigi antara rahang

b)

Panjang lengkung

c)

Tinggi palatum

d)

Lebar ruangan

36.

Jika hasil Bolton menunjukkan gigi RB lebih besar, kemungkinan terjadi:

a)

Deep bite

b)

Overjet (+)

c)

Edge to edge

d)

Openbite

37.

Indeks Pont digunakan untuk:

a)

Mengetahui bentuk lengkung rahang

b)

Menghitung kebutuhan ruangan

c)

Mengukur tinggi palatum

d)

Menganalisis ukuran gigi

38.

Korkhaus mengukur:

a)

Lebar ruangan

b)

Tinggi palatum (PHI)

c)

Panjang lengkung

d)

Basis apikal

39.

Analisis Moyers digunakan untuk:

a)

Meramal kecukupan ruangan gigi C, P1, P2

b)

Mengukur tinggi palatum

c)

Menghitung overjet

d)

Menilai relasi molar

40.

Persentase yang dipakai dalam analisis Moyers adalah:

a)

30-35%

b)

37-44%

c)

45-50%

d)

50-55%

41.

Huckaba menggunakan:

a)

Foto intraoral

b)

Model studi

c)

Radiografi panoramik

d)

Cephalometri

42.

Huckaba mengukur:

a)

Lebar ruangan C, P1, P2

b)

Tinggi palatum

c)

Panjang lengkung

d)

Basis apikal

43.

Jika Bolton menunjukkan gigi RA lebih besar, kemungkinan:

a)

Overjet (+)

b)

Overjet (-)

c)

Deep bite

d)

Openbite

44.

Indeks Houses mengukur:

a)

Diameter basis apikal

b)

Lebar gigi

c)

Tinggi wajah

d)

Panjang rahang

45.

ALD menghitung:

a)

Kebutuhan ruangan

b)

Perbedaan ukuran gigi

c)

Tinggi palatum

d)

Lebar ruangan

46.

Jika ALD (-), artinya:

a)

Crowding

b)

Spacing

c)

Normal

d)

Edge to edge

47.

Analisis Bolton menggunakan ukuran gigi:

a)

Insisivus dan molar

b)

Caninus dan premolar

c)

Semua gigi

d)

Hanya gigi anterior

48.

Indeks Pont melihat titik pada:

a)

gigi molar pertama

b)

gigi kaninus

c)

gigi insisivus

d)

gigi premolar kedua

49.

PHI adalah:

a)

Palatal Height Index

b)

Pont Height Index

c)

Premolar Height Index

d)

Palatal Width Index

50.

Moyers memprediksi ruangan untuk:

a)

Insisivus

b)

Caninus dan premolar

c)

Molar

d)

Semua gigi

51.

Analisis ruang dengan Huckaba dilakukan dengan:

a)

Model studi

b)

Foto klinis

c)

Radiografi panoramik

d)

Cephalometri lateral

52.

Indeks Houses normal berkisar:

a)

30-37%

b)

37-44%

c)

44-50%

d)

50-57%

53.

ALD disebut juga:

a)

Arch Length Discrepancy

b)

Anterior Length Difference

c)

Apical Length Discrepancy

d)

Alveolar Length Difference

54.

Bolton analysis dibagi menjadi:

a)

Anterior dan posterior

b)

Anterior dan total

c)

Posterior dan total

d)

Insisivus dan molar

55.

Jika Bolton anterior menunjukkan ketidaksesuaian, kemungkinan terjadi:

a)

Masalah overjet

b)

Masalah overbite

c)

Crowding posterior

d)

Spacing posterior

56.

Korkhaus mengukur tinggi palatum untuk menilai:

a)

Konstruksi rahang

b)

Destruksi rahang

c)

Keduanya

d)

Tidak keduanya

57.

Moyers menggunakan ukuran:

a)

Insisivus bawah

b)

Insisivus atas

c)

Caninus atas

d)

Premolar bawah

58.

Huckaba lebih akurat jika dibandingkan dengan Moyers karena:

a)

Menggunakan radiografi

b)

Menggunakan model

c)

Menggunakan klinis

d)

Menggunakan cephalometri

59.

Analisis ruang penting untuk:

a)

Menentukan kebutuhan pencabutan

b)

Menentukan jenis alat

c)

Menentukan waktu perawatan

d)

Semua benar

60.

Salur trajektoris berfungsi untuk:

a)

Mengalirkan darah dan nutrisi

b)

Menahan gaya kunyah

c)

Membentuk tulang

d)

Semua benar

61.

Ada berapa garis trajektoris utama?

a)

2

b)

3

c)

4

d)

5

62.

Canine pillar terletak di daerah:

a)

Anterior atas

b)

Posterior atas

63.

Jika fungsi tulang berkurang, dapat terjadi:

a)

Osteonekrosis

b)

Osteoporosis

c)

Osteogenesis

d)

Osteolisis

64.

Osteonekrosis terjadi jika:

a)

Daya melebihi fungsi tulang

b)

Fungsi tulang berkurang

c)

Tulang fleksibel

d)

Tidak ada tekanan

65.

Pergerakan gigi tergantung pada:

a)

Ligamen periodontal dan tulang alveolar

b)

Otot kunyah

c)

Sendi temporomandibular

d)

Geligi antagonis

66.

Teori piezoelektrik menjelaskan:

a)

Tulang cembung bermuatan (+)

b)

Tulang cekung bermuatan (-)

c)

Keduanya

d)

Tidak keduanya

67.

Gaya ortho terbesar dibutuhkan untuk:

a)

Tipping

b)

Rotasi

c)

Translasi

d)

Intrusi

68.

Gaya ortho terkecil dibutuhkan untuk:

a)

Tipping

b)

Rotasi

c)

Translasi

d)

Intrusi

69.

Gaya continuous biasanya dari alat:

a)

Lepasan

b)

Cekat

c)

Fungsional

d)

Tidak ada yang benar

70.

Gaya interrupted dapat diberikan oleh:

a)

Alat cekat

b)

Alat lepasan

71.

Gaya intermittent biasanya dari alat:

a)

Cekat

b)

Lepasan

c)

Fungsional

d)

Extraoral

72.

Resorpsi undermining terjadi jika gaya:

a)

Kecil

b)

Sedang

c)

Besar

d)

Tidak ada

73.

Resorpsi frontal terjadi jika gaya:

a)

Kecil

b)

Sedang

c)

Besar

d)

Tidak ada

74.

Tipping movement biasanya dilakukan dengan alat:

a)

Cekat

b)

Lepasan

c)

Fungsional

d)

Extraoral

75.

Bodily movement biasanya dilakukan dengan alat:

a)

Cekat

b)

Lepasan

c)

Fungsional

d)

Extraoral

76.

Jika trabekula tulang jarang dan rongga besar, disebut:

a)

Osteonekrosis

b)

Osteoporosis

c)

Osteogenesis

d)

Osteosklerosis

77.

Jika trabekula tulang padat dan rongga kecil, disebut:

a)

Osteonekrosis

b)

Osteoporosis

c)

Osteogenesis

d)

Osteosklerosis

78.

Pterygoid pillar terletak di daerah:

a)

Anterior

b)

Posterior

79.

Salur trajektoris juga berperan dalam:

a)

Persarafan

b)

Pembuluh darah

c)

Nutrisi

d)

Semua benar

80.

Orthodontik pencegahan disebut juga:

a)

Preventif

b)

Interceptif

c)

Korektif

d)

Paliatif

81.

Contoh perawatan pencegahan adalah:

a)

Space maintainer

b)

Rapid maxillary expansion

c)

Pencabutan gigi

d)

Pemakaian edgewise

82.

Ugly duckling stage berkaitan dengan:

a)

Kemiringan gigi C

b)

Inklinasi insisivus

c)

Leeway space

d)

Primate space

83.

Leeway space of Nance adalah:

a)

Perbedaan ukuran C, P1, P2 sulung dengan C, M1, M2 tetap

b)

Ruang di mesial C RA

c)

Ruang di distal C RB

d)

Semua salah

84.

Primate space terletak di:

a)

Mesial C RA dan distal C RB

b)

Distal C RA dan mesial C RB

c)

Mesial M1 RA

d)

Distal M1 RB

85.

Terminal plane yang menyebabkan Kelas II adalah:

a)

Flush

b)

Mesial step

c)

Distal step

d)

Tidak ada

86.

Terminal plane yang menyebabkan Kelas III adalah:

a)

Flush

b)

Mesial step

c)

Distal step

d)

Tidak ada

87.

Premature loss M1 sulung dapat menyebabkan:

a)

Deep bite

b)

Crowding

c)

Spacing

d)

Openbite

88.

Urutan erupsi RA adalah:

a)

6,1,2,4,5,3,7,8

b)

6,1,2,3,4,5,7,8

c)

1,2,3,4,5,6,7,8

d)

6,1,3,2,4,5,7,8

89.

Overbite adalah jarak:

a)

Horizontal

b)

Vertikal

c)

Diagonal

d)

Transversal

90.

Overjet adalah jarak:

a)

Horizontal

b)

Vertikal

c)

Diagonal

d)

Transversal

91.

Gigi yang tumbuh lebih tinggi dari garis oklusi disebut:

a)

Supraoklusi

b)

Infraoklusi

c)

Protrusif

d)

Retrusif

92.

Gigi berputar pada sumbunya disebut:

a)

Torsiversi

b)

Labioversi

c)

Linguoversi

d)

Bukkoversi

93.

Malposisi di mana gigi lebih ke palatum disebut:

a)

Bukkoversi

b)

Palatoversi

c)

Linguoversi

d)

Labioversi

94.

Gigi yang berpindah dengan ujung akar tetap disebut:

a)

Tipping

b)

Bodily movement

c)

Rotasi

d)

Intrusi

95.

Crossbite posterior disebabkan kelainan bidang:

a)

Sagital

b)

Transversal

c)

Vertikal

d)

Horizontal

96.

Rapid maxillary expansion termasuk perawatan:

a)

Preventif

b)

Interceptif

c)

Korektif

d)

Semua benar

97.

Diastema anterior dapat dirawat dengan:

a)

Space maintainer

b)

Space regainer

c)

Rapid expansion

d)

Pencabutan

98.

Persistent gigi sulung dapat menyebabkan:

a)

Insisivus permanen palato/linguoversi

b)

Deep bite

c)

Openbite

d)

Crossbite

99.

Gaya ortho dapat menyebabkan resorpsi:

a)

Frontal saja

b)

Under mining saja

c)

Keduanya

d)

Tidak keduanya

100.

Index Pont menggunakan titik P (Premolar) dan M (Molar) untuk menilai:

a)

Kebutuhan ruangan gigi anterior

b)

Bentuk lengkung rahang

c)

Tinggi palatum

d)

Hubungan rahang atas dan bawah