wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Tauhid dan Kebebasan Manusia

Total questions: 72

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.

Tauhid menempatkan Allah sebagai satu-satunya Zat yang berhak disembah dan ditaati. Dalam konteks kebebasan manusia, konsep ini bermakna bahwa…

a)

Kebebasan manusia sepenuhnya ditentukan oleh struktur sosial.

b)

Manusia bebas melakukan apa saja asalkan tidak melanggar hukum negara.

c)

Kebebasan manusia harus tunduk pada nilai ketuhanan sebagai arah moral.

d)

Manusia tidak memiliki kebebasan karena semua tindakan telah ditakdirkan.

e)

Kebebasan manusia tidak ada hubungannya dengan konsep tauhid.

2.

QS. Al-Insan: 3 menjelaskan bahwa manusia ditunjukkan dua jalan. Dalam konteks tauhid dan kemerdekaan manusia, ayat ini menunjukkan bahwa…

a)

Pilihan manusia tidak berkonsekuensi karena Allah Maha Mengetahui.

b)

Allah menetapkan pilihan manusia tanpa memberi ruang kebebasan.

c)

Manusia diberi kemampuan memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya.

d)

Pilihan manusia sepenuhnya menciptakan takdir baru tanpa kehendak Allah.

e)

Ayat ini hanya menjelaskan kondisi moral umat terdahulu.

3.

Seorang mahasiswa berpendapat: “Kalau Allah sudah menentukan takdir, maka kebebasan manusia tidak ada.” Tanggapan yang paling tepat adalah…

a)

Pendapat itu benar karena manusia tidak memiliki kehendak.

b)

Pendapat itu salah karena kebebasan manusia sepenuhnya independen dari Allah.

c)

Pendapat itu benar karena semua perbuatan manusia diciptakan oleh malaikat.

d)

Pendapat itu keliru karena takdir Allah tidak menghapus fungsi ikhtiar manusia.

e)

Pendapat itu benar sebab akal manusia tidak mampu memilih secara bebas.

4.

Dalam konteks sosial, tauhid membebaskan manusia dari penghambaan terhadap sesama makhluk. Kebebasan ini diwujudkan melalui...

a)

Menolak keputusan pemimpin apa pun bentuknya.

b)

Mengikuti pendapat tokoh tertentu tanpa analisis kritis.

c)

Berani mengambil keputusan moral meski bertentangan dengan tekanan kelompok.

d)

Menganggap pemimpin tidak memiliki otoritas sama sekali.

e)

Menolak seluruh aturan manusia karena hanya Allah yang berhak memerintah.

5.

Mahasiswa yang menolak plagiarisme meskipun memiliki peluang lolos menunjukkan pemahaman bahwa...

a)

Kebebasan berarti bebas dari aturan kampus.

b)

Kebebasan harus digunakan untuk menjaga reputasi diri.

c)

Tauhid menuntut kejujuran karena Allah menjadi pusat pertanggungjawaban.

d)

Perbuatan manusia tidak dinilai selama tidak merugikan orang lain.

e)

Kebebasan manusia hanya terbentuk melalui pendidikan formal.

6.

Tauhid rububiyah menjelaskan bahwa Allah adalah pengatur alam semesta. Pandangan yang tepat mengenai hubungan konsep ini dengan kemerdekaan manusia adalah...

a)

Kehendak Allah meniadakan kebebasan manusia untuk bertindak.

b)

Pengaturan Allah memberi batasan, namun tetap memberi ruang ikhtiar manusia.

c)

Kebebasan manusia sepenuhnya menentukan hasil hidupnya tanpa campur tangan Ilahi.

d)

Ikhtiar manusia tidak diperlukan karena semua sudah berjalan otomatis.

e)

Rububiyah hanya berlaku pada alam fisik, tidak pada tindakan manusia.

7.

Seorang pemimpin mengambil keputusan adil meski ditekan oleh kelompok tertentu. Dalam perspektif tauhid, tindakan tersebut mencerminkan...

a)

Penggunaan kekuasaan absolut atas rakyat.

b)

Sikap tunduk kepada Allah sebagai otoritas tertinggi.

c)

Usaha untuk meningkatkan citra politik.

d)

Keinginan mempertahankan tradisi kelompoknya.

e)

Bentuk kebebasan manusia yang terlepas dari nilai ketuhanan.

8.

Menurut konsep kasb dalam teologi Asy’ariyah, hubungan antara Allah dan kebebasan manusia adalah...

a)

Manusia menciptakan seluruh perbuatannya tanpa campur tangan Allah.

b)

Allah menciptakan perbuatan, dan manusia memilih serta “mengakuisisi”nya.

c)

Allah hanya mengawasi tanpa proses penciptaan perbuatan manusia.

d)

Manusia dipaksa memilih oleh kehendak malaikat.

e)

Perbuatan manusia tidak mungkin salah karena ditetapkan oleh Allah.

9.

Korupsi dianalisis dari perspektif tauhid dan kemerdekaan manusia. Analisis paling tepat adalah...

a)

Korupsi terjadi karena semuanya sudah ditentukan sehingga sulit dihindari.

b)

Korupsi merupakan bentuk pengingkaran terhadap tauhid karena menyalahgunakan kebebasan.

c)

Korupsi tidak berhubungan dengan tauhid karena hanya masalah ekonomi.

d)

Korupsi dibenarkan jika dilakukan untuk kepentingan kelompok.

e)

Korupsi tidak menyalahi nilai tauhid jika pelakunya berdoa memohon ampun.

10.

Mahasiswa yang lebih mengutamakan nilai integritas daripada tekanan teman sebaya menunjukkan bahwa...

a)

ia memiliki prinsip yang kuat

b)

ia mudah terpengaruh lingkungan

c)

ia mengabaikan nilai-nilai moral

d)

ia selalu mengikuti keinginan teman

11.

Konsep naluri fitriah (fitrah manusia) dalam Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki kecenderungan alami kepada kebaikan. Dalam konteks pendidikan moral, penerapan pemahaman ini yang paling tepat adalah...

a)

Menyetujui bahwa manusia selalu benar dalam setiap tindakannya.

b)

Membiarkan peserta didik bertindak bebas tanpa arahan.

c)

Memfasilitasi lingkungan yang memungkinkan fitrah kebaikan berkembang.

d)

Menekan naluri manusia agar tidak banyak menggunakan akal.

e)

Menghapus semua aturan karena manusia cenderung baik.

12.

Hadis tentang kebersihan menyatakan bahwa “Ath-thahuru syathrul iman” (kebersihan adalah sebagian dari iman). Interpretasi HOTS yang paling tepat dari hadis tersebut adalah...

a)

Kebersihan hanya berfungsi untuk memenuhi syarat sah ibadah.

b)

Kebersihan merupakan aspek fisik semata tanpa dimensi spiritual.

c)

Thaharah adalah bentuk manifestasi iman dalam tindakan nyata.

d)

Kebersihan tidak ada hubungannya dengan kualitas moral.

e)

Hadis tersebut hanya berlaku pada zaman Nabi.

13.

Naluri manusia untuk mencari Tuhan adalah fitrah. Bagaimana konsep ini memperkuat urgensi thaharah?

a)

Thaharah hanya mengajarkan kebersihan fisik.

b)

Thaharah adalah respon fitrah manusia sebagai makhluk yang ingin mendekat kepada Yang Suci.

c)

Thaharah tidak memiliki hubungan dengan naluri fitriah.

14.

Hadis tentang larangan berlebih-lebihan dalam menggunakan air saat wudhu mengajarkan nilai ekologi. Analisis HOTS yang paling tepat adalah...

a)

Thaharah boleh dilakukan tanpa air jika sedang hemat.

b)

Islam hanya fokus pada aspek ritual tanpa memikirkan lingkungan.

c)

Moderasi penggunaan air adalah bagian dari ibadah karena menjaga amanah bumi.

d)

Berlebih-lebihan dibolehkan jika niatnya bersih.

e)

Larangan tersebut tidak relevan pada zaman modern.

15.

Naluri kebersihan adalah bagian dari fitrah manusia. Ketika seseorang tetap melakukan perbuatan najis (misal berkata kotor) meskipun tahu itu salah, kondisi ini menunjukkan bahwa...

a)

Fitrahnya sudah hilang secara total.

b)

Fitrah dapat tertutup oleh kebiasaan buruk namun bisa dipulihkan.

c)

Kesalahan tersebut bukan bagian dari tanggung jawab pribadi.

d)

Fitrah manusia selalu mendorong kepada kejahatan.

e)

Fitrah tidak berpengaruh pada perilaku moral.

16.

Dalam hadis, Rasulullah SAW menjelaskan berbagai aspek fitrah: memotong kuku, mencukur bulu, dan sebagainya. Prinsip yang dapat diambil dari hadis tersebut adalah...

a)

Islam menekankan formalitas ibadah tanpa melihat kebersihan tubuh.

b)

Perawatan diri bukan bagian dari ibadah.

c)

Kebersihan fisik merupakan bagian integral dari kesempurnaan spiritual.

d)

Sunnah fitrah hanya tradisi budaya Arab.

e)

Sunnah fitrah boleh diabaikan karena tidak wajib.

17.

Seorang mahasiswa mengetahui hadis tentang keutamaan menjaga kebersihan, tetapi tidak mengamalkannya. Dalam perspektif naluri fitriah, kondisi ini menandakan...

a)

Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan tindakan.

b)

Fitrahnya rusak permanen dan tidak dapat diperbaiki.

c)

Lingkungan sosial dapat menutupi fitrah kebaikan jika terus dibiarkan.

d)

Fitrah hanya berlaku bagi anak-anak, bukan dewasa.

e)

Hadis tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku manusia.

18.

Dalam hadis disebutkan bahwa malaikat tidak memasuki rumah yang terdapat gambar makhluk bernyawa atau anjing. Analisis HOTS yang tepat terkait thaharah spiritual adalah...

a)

Rumah yang kotor secara fisik selalu bebas dari malaikat.

b)

Thaharah hanya berhubungan dengan kebersihan tubuh, bukan rumah.

c)

Lingkungan fisik dan moral mempengaruhi keberkahan dan ketenangan batin.

d)

Malaikat tidak memiliki hubungan dengan kondisi kebersihan.

e)

Hadis tersebut hanya menunjukkan larangan memelihara hewan.

19.

Naluri fitriah mendorong manusia untuk menjaga diri dari hal-hal yang merusak. Bagaimana thaharah membantu proses ini?

a)

Thaharah hanya memberi batasan ritual tanpa makna moral.

b)

Dengan thaharah, seseorang melatih disiplin lahiriah yang memperkuat kesucian batiniah.

c)

Thaharah tidak memiliki dampak terhadap perilaku moral.

d)

Thaharah hanya kewajiban ketika hendak salat.

e)

Fitrah manusia cukup menjaga dirinya tanpa thaharah.

20.

Hadis mengenai wudhu yang sempurna dapat menggugurkan dosa-dosa kecil. Makna mendalam (HOTS) dari hadis ini adalah...

a)

Wudhu adalah ritual mekanis tanpa nilai spiritual.

b)

Kesucian fisik dan spiritual saling terkait dalam pembentukan karakter.

c)

Dosa gugur secara otomatis tanpa perubahan perilaku.

21.

QS. Al-Hujurat:13 menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar...

a)

Saling membanggakan identitas masing-masing.

b)

Menentukan kelompok mana yang lebih unggul secara sosial.

c)

Saling mengenal dan membangun relasi positif.

d)

Menciptakan persaingan antarbudaya.

e)

Membedakan antara yang kuat dan lemah.

22.

Dalam konteks Indonesia yang multikultural, implementasi QS. Al-Hujurat:13 paling tepat adalah...

a)

Memaksakan satu budaya sebagai yang paling benar.

b)

Mengabaikan keberagaman agar tercipta keseragaman.

c)

Menghormati perbedaan etnis, agama, dan budaya sebagai bagian dari rahmat.

d)

Menjaga jarak dengan kelompok lain agar tidak terjadi konflik.

e)

Menilai orang dari latar belakang kelompoknya.

23.

QS. Al-Hujurat:13 mengakhiri ayat dengan ungkapan “inna akramakum ‘indallāhi atqākum”. Analisis HOTS yang paling tepat adalah...

a)

Kemuliaan seseorang ditentukan oleh status sosialnya.

b)

Kesalehan tidak memengaruhi hubungan sosial.

c)

Takwa menjadi standar utama dalam menilai kemuliaan, bukan identitas kelompok.

d)

Kemuliaan ditentukan oleh banyaknya pengikut.

e)

Takwa hanya untuk pemimpin masyarakat.

24.

Keragaman dalam persatuan mengandung gagasan bahwa perbedaan harus menjadi sumber kekuatan. Contoh penerapan yang paling tepat:

a)

Membangun kelompok eksklusif sesama etnis.

b)

Menyalahkan budaya lain ketika terjadi konflik.

c)

Mengintegrasikan perbedaan sebagai kolaborasi dalam kehidupan kampus.

d)

Menghindari diskusi dengan kelompok berbeda.

e)

Menganggap budaya lokal lebih rendah dari budaya luar.

25.

Dalam perspektif QS. Al-Hujurat:13, konflik antarkelompok terjadi karena...

a)

Setiap kelompok ingin saling mengenal.

b)

Nilai ketakwaan tidak dijadikan standar dalam berinteraksi.

c)

Keragaman dianggap sebagai tujuan utama.

d)

Semua manusia wajib seragam.

e)

Identitas suku selalu bertentangan dengan agama.

26.

Mahasiswa PAI diminta menganalisis perbedaan budaya di kampus. Analisis HOTS yang tepat berdasarkan QS. Al-Hujurat:13 adalah...

a)

Perbedaan perlu diminimalisir agar tidak membingungkan.

b)

Keragaman harus diterima asalkan tidak mengurangi identitas pribadi.

c)

Keragaman adalah fasilitas Allah untuk memperkaya pengetahuan sosial.

d)

Keragaman hanya persoalan duniawi, bukan nilai agama.

e)

Keragaman adalah hambatan untuk membangun persatuan.

27.

Seorang pemimpin organisasi kampus berupaya merangkul semua anggota tanpa membedakan latar belakang. Tindakan ini sesuai dengan QS. Al-Hujurat:13 karena...

a)

Persatuan hanya dapat dicapai dengan menghapus perbedaan.

b)

Keadilan sosial menjadi lebih penting daripada ketakwaan.

c)

Identitas kelompok seseorang tidak menentukan nilai kemanusiaannya.

d)

Mereka yang memiliki identitas minoritas lebih diutamakan.

e)

Semua anggota dianggap sama level spiritualnya.

28.

Dalam konteks globalisasi, QS. Al-Hujurat:13 dapat dijadikan landasan untuk...

a)

Mengisolasi budaya lokal dari pengaruh luar.

b)

Mengakui keberagaman tetapi menolak kerja sama lintas budaya.

c)

Mengembangkan dialog antarbangsa untuk saling memahami.

d)

Menghapus identitas budaya agar tercipta dunia yang seragam.

e)

Menyimpulkan bahwa semua budaya harus diperlakukan sama tanpa kritik.

29.

QS. Al-Hujurat:13 mengajarkan bahwa kemuliaan di sisi Allah ditentukan oleh takwa. Dalam kehidupan sosial, hal ini menuntut seseorang untuk...

a)

Menilai orang berdasarkan latar belakang keluarga.

b)

Mengutamakan akhlak dan integritas dalam setiap interaksi.

c)

Mengukur kemuliaan orang dari bidang studi yang dipilih.

d)

Hanya bergaul dengan orang yang satu suku.

e)

Menyamakan semua perilaku tanpa mempertimbangkan etika.

30.

Konsep halal lifestyle dalam perspektif Islam bukan hanya terkait makanan dan minuman, tetapi juga pola hidup. Makna HOTS yang paling tepat adalah...

a)

Halal hanya mengatur apa yang boleh dimakan.

b)

Halal lifestyle hanya terkait pakaian muslim.

c)

Halal mencakup gaya hidup yang etis, sehat, dan sesuai prinsip syariah.

31.

Pernyataan yang benar mengenai halal lifestyle adalah...

a)

Halal hanya berlaku untuk makanan dan minuman.

b)

Halal lifestyle bertentangan dengan nilai syariah.

c)

Halal lifestyle mencakup seluruh aspek kehidupan sesuai syariah.

d)

Halal berlaku hanya dalam aktivitas ibadah formal.

e)

Halal lifestyle sama dengan tren budaya populer.

32.

Smart living dalam konteks Islam berarti menjalani hidup secara efisien dan bijak berdasarkan nilai syariah. Contoh penerapan yang tepat:

a)

Mengikuti gaya hidup minimalis tanpa peduli aspek halal.

b)

Mengonsumsi apa saja selama tren itu populer.

c)

Memilih produk halal, ramah lingkungan, dan tidak berlebihan.

d)

Membeli produk mahal agar dianggap modern.

e)

Menjadikan teknologi sebagai pengganti nilai agama.

33.

Fatwa MUI menjadi pedoman bagi umat dalam menentukan kehalalan suatu produk. Analisis HOTS yang tepat mengenai fungsi fatwa adalah...

a)

Mengikat secara hukum negara.

b)

Memberi kepastian hukum syariah bagi konsumen Muslim.

c)

Menjamin keuntungan produsen besar.

d)

Menghilangkan perbedaan pendapat ulama.

e)

Mengatur semua aspek sosial tanpa batas.

34.

Dalam fatwa MUI, kehalalan produk ditentukan melalui proses audit bahan, cara produksi, dan distribusi. Hal ini menunjukkan bahwa...

a)

Kehalalan hanya ditentukan oleh label kemasan.

b)

Kehalalan tidak perlu diuji secara ilmiah.

c)

Halal adalah konsep multidisipliner antara ilmu syariah dan sains.

d)

Halal cukup didasarkan pada klaim produsen.

e)

Kehalalan tidak memerlukan standar internasional.

35.

Dalam literatur lifestyle Islami, konsep tayyib (baik) melengkapi halal. Jika suatu makanan halal tetapi tidak menyehatkan, maka...

a)

Makanan tersebut tetap dianjurkan karena halal.

b)

Tidak masalah selama dikonsumsi sedikit.

c)

Makanan tersebut tidak memenuhi prinsip kualitas Islami.

d)

Makanan haram bisa jadi lebih baik jika sehat.

e)

Kualitas makanan hanya ditentukan oleh rasa.

36.

Seorang mahasiswa memilih produk halal karena ingin hidup lebih sehat dan bertanggung jawab. Tindakan ini mencerminkan...

a)

Halal lifestyle sebagai keputusan spiritual sekaligus etis.

b)

Halal dipilih semata agar dianggap taat agama.

c)

Halal lifestyle adalah tren konsumsi sementara.

d)

Halal tidak berkaitan dengan kesehatan.

e)

Halal lifestyle hanya cocok untuk masyarakat tertentu.

37.

Dalam konsep smart living, Islam mengajarkan keseimbangan (wasathiyyah). Contoh perilaku yang sesuai prinsip tersebut adalah...

a)

Boros asal barang tersebut halal.

b)

Hidup terlalu sederhana hingga mengabaikan kebutuhan diri.

c)

Konsumsi secukupnya dan mempertimbangkan manfaat.

d)

Menghindari seluruh produk modern.

e)

Menganggap gaya hidup tidak berpengaruh pada spiritualitas.

38.

Fatwa MUI tentang halal tidak hanya berlaku pada makanan, tetapi juga kosmetik, obat, hingga keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa halal lifestyle...

a)

Hanya fokus pada aspek keindahan.

b)

Mendukung kehidupan komprehensif yang sesuai syariat.

c)

Berlaku hanya bagi mahasiswa PAI.

d)

Tidak relevan dengan industri modern.

e)

Hanya penting saat bulan Ramadan.

39.

Banyak produk yang mengklaim halal tanpa sertifikasi MUI. Dalam konteks smart living, sikap konsumen Muslim yang tepat adalah...

a)

Percaya saja karena produsen pasti jujur.

b)

Mengabaikan aspek halal karena rumit.

c)

Memeriksa validitas sertifikasi melalui lembaga resmi.

d)

Membeli produk yang paling murah saja.

e)

Membandingkan rasa tanpa mempertimbangkan kehalalan.

40.

Literatur lifestyle Islami seperti karya Qaradhawi, Hamka, dan Al-Ghazali menekankan pentingnya kesucian jiwa dan kesederhanaan. Implementasi HOTS yang tepat adalah...

a)

Menganggap ajaran tersebut hanya teori moral.

b)

Mempraktikkan gaya hidup bersih, sederhana, dan bertanggung jawab.

c)

Menghindari seluruh produk teknologi.

d)

Memaksakan semua orang mengikuti satu model lifestyle.

e)

Fokus pada ibadah ritual saja tanpa peduli gaya hidup.

41.

Revitalisasi moral bangsa pada dasarnya bertujuan untuk...

a)

Mengembalikan budaya lama tanpa adaptasi.

b)

Membangun kembali nilai moral agar relevan dengan tantangan zaman.

c)

Menghilangkan pengaruh globalisasi sepenuhnya.

d)

Menguatkan perbedaan antar budaya lokal.

e)

Menyamakan identitas moral seluruh masyarakat.

42.

Salah satu penyebab melemahnya moral bangsa adalah lemahnya keteladanan publik. Dampak yang paling signifikan dari kondisi ini adalah...

a)

Masyarakat menjadi lebih kreatif.

b)

Munculnya budaya imitasi terhadap perilaku negatif.

c)

Kuatnya kontrol sosial informal.

43.

Revitalisasi moral yang efektif harus melibatkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa...

a)

Moral hanya kewajiban lembaga pendidikan.

b)

Komunitas modern tidak memengaruhi moral.

c)

Pembentukan moral merupakan tanggung jawab kolektif.

d)

Sekolah menjadi satu-satunya pusat perubahan moral.

e)

Lingkungan sosial tidak berpengaruh pada nilai karakter.

44.

Moderasi beragama dapat menjadi fondasi revitalisasi moral bangsa. Prinsip yang paling relevan untuk mencegah polarisasi adalah...

a)

Tawasut (bersikap ekstrem).

b)

Itidal (adil dan seimbang).

c)

Tasamuh (membatasi interaksi).

d)

Tawazun (memihak salah satu kelompok saja).

e)

Fanatisme (memaksakan kebenaran tunggal).

45.

Generasi muda rentan terhadap degradasi moral karena paparan media digital. Upaya revitalisasi yang paling tepat adalah...

a)

Membatasi seluruh akses internet.

b)

Membiarkan mereka belajar secara alami.

c)

Mengembangkan literasi digital dan etika bermedia.

d)

Menghapus seluruh platform media sosial.

e)

Mengandalkan hukuman fisik sebagai cara disiplin.

46.

Revitalisasi moral bangsa perlu berbasis nilai keagamaan yang kontekstual. Hal ini berarti bahwa...

a)

Nilai agama harus dipaksakan secara seragam.

b)

Prinsip agama perlu disesuaikan tanpa batas.

c)

Nilai agama dipahami secara moderat sesuai kebutuhan zaman.

d)

Nilai agama tidak relevan dalam kehidupan modern.

e)

Nilai agama hanya dipakai dalam urusan ibadah formal.

47.

Mengapa pendidikan karakter menjadi komponen kunci dalam revitalisasi moral bangsa?

a)

Karena pendidikan karakter hanya mengajarkan hafalan.

b)

Karena karakter menentukan perilaku individu dalam masyarakat.

c)

Karena karakter hanya dibentuk melalui hukuman.

d)

Karena karakter tidak terkait dengan moralitas.

e)

Karena pendidikan karakter hanya untuk siswa sekolah dasar.

48.

Dalam konteks era digital, revitalisasi moral bangsa perlu menanamkan nilai digital citizenship. Konsep ini menekankan pentingnya...

a)

Kebebasan tanpa batas di internet.

b)

Etika, tanggung jawab, dan kritis dalam bermedia.

c)

Menghindari seluruh interaksi digital.

d)

Memblokir seluruh informasi luar negeri.

e)

Fokus pada hiburan digital tanpa nilai moral.

49.

Upaya membangun kembali moral bangsa harus diiringi dengan penguatan budaya anti-korupsi. Prinsip yang paling sesuai adalah...

a)

Toleransi terhadap pelanggaran kecil.

b)

Normalisasi budaya nepotisme.

c)

Transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

d)

Mempertimbangkan korupsi sebagai kreativitas.

e)

Membiarkan praktik korupsi selama tidak merugikan publik.

50.

Transformasi pendidikan berbasis literasi dan inovasi bertujuan utama untuk…

a)

Memperbanyak hafalan dalam proses pembelajaran.

b)

Menyiapkan peserta didik mengikuti ujian saja.

c)

Membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan.

d)

Mengurangi penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

e)

Memusatkan proses belajar hanya pada guru.

51.

Literasi dalam konteks abad 21 tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga…

a)

Kemampuan menghafal teks panjang.

b)

Kompetensi memahami, mengevaluasi, dan mencipta informasi.

c)

Keterampilan mengikuti instruksi guru tanpa bertanya.

d)

Kecenderungan menolak teknologi baru.

e)

Kemampuan berbicara panjang tanpa analisis.

52.

Inovasi pendidikan diperlukan ketika…

a)

Sistem pendidikan sudah stagnan dan tidak relevan dengan kebutuhan zaman.

b)

Semua sekolah sudah sempurna.

c)

Guru tidak mau mengubah metode dan materi.

d)

Peserta didik tidak membutuhkan pembaruan.

e)

Teknologi dianggap mengganggu pembelajaran.

53.

Transformasi pendidikan menuntut guru berperan sebagai learning facilitator. Artinya guru...

a)

Mengontrol penuh seluruh proses belajar.

b)

Menjadi satu-satunya sumber informasi.

c)

Memfasilitasi, mengarahkan, dan membuka ruang inovasi bagi siswa.

d)

Menyampaikan materi tanpa interaksi.

e)

Mengurangi penggunaan proyek dan kolaborasi.

54.

Salah satu ciri keberhasilan pendidikan berbasis literasi adalah...

a)

Peserta didik mampu mengonsumsi informasi tanpa evaluasi.

b)

Peserta didik semakin bergantung pada guru.

c)

Peserta didik mampu memecahkan masalah menggunakan informasi secara tepat.

d)

Peserta didik hanya mengerjakan soal pilihan ganda.

e)

Peserta didik belajar tanpa berpikir kritis.

55.

Integrasi teknologi dalam pembelajaran inovatif bukan hanya menggunakan perangkat, tetapi...

a)

Menggantikan guru dengan robot.

b)

Mengandalkan internet sebagai satu-satunya sumber belajar.

c)

Mengubah paradigma pembelajaran menjadi kolaboratif, kreatif, dan adaptif.

d)

Membuat semua aktivitas berbasis hiburan.

e)

Mengharuskan semua siswa memiliki gawai mahal.

56.

Salah satu tantangan terbesar dalam transformasi pendidikan berbasis inovasi adalah...

a)

Semua guru sudah terbiasa menerapkan pembelajaran digital.

b)

Akses teknologi yang merata di seluruh daerah.

c)

Kesenjangan kompetensi guru dan fasilitas yang tidak seimbang.

57.

Literasi digital sangat penting dalam pendidikan masa kini karena...

a)

Semua informasi di internet pasti benar.

b)

Membantu peserta didik mengelola, menganalisis, dan memproduksi informasi secara bertanggung jawab.

c)

Membuat siswa lebih sering bermain gadget.

d)

Menghilangkan kebutuhan membaca buku cetak.

e)

Mengizinkan siswa menggunakan media sosial tanpa batas.

58.

Pembelajaran berbasis inovasi mendorong project-based learning. Tujuan utama metode ini adalah...

a)

Membuat siswa sibuk tanpa arah.

b)

Memastikan semua proyek terlihat seragam.

c)

Melatih siswa berpikir kritis, kreatif, dan menyelesaikan masalah nyata.

d)

Mengurangi peran refleksi dalam belajar.

e)

Menggantikan semua bentuk teori.

59.

Transformasi pendidikan yang berkelanjutan membutuhkan budaya sekolah yang mendorong literasi. Artinya sekolah harus...

a)

Melarang siswa mengakses informasi dari luar.

b)

Menyediakan lingkungan belajar yang kaya sumber informasi, dialog, dan praktik inovatif.

c)

Membatasi kolaborasi antara guru dan siswa.

d)

Mengutamakan hafalan di semua mata pelajaran.

e)

Mengabaikan perkembangan dunia luar demi stabilitas.

60.

Konsep masyarakat madani menekankan keberadaan ruang publik yang bebas dan beradab. Hal ini berarti bahwa...

a)

Negara harus mengontrol penuh semua aktivitas masyarakat.

b)

Masyarakat dapat berpendapat tanpa aturan.

61.

Warga memiliki kebebasan bersuara dengan tetap menghormati nilai moral dan hukum.

a)

Kebebasan hanya diberikan kepada kelompok elit.

b)

Ruang publik hanya diakses oleh lembaga pemerintah.

c)

Warga memiliki kebebasan bersuara dengan tetap menghormati nilai moral dan hukum.

d)

Kebebasan hanya diberikan kepada kelompok elit.

e)

Ruang publik hanya diakses oleh lembaga pemerintah.

62.

Salah satu ciri masyarakat madani adalah supremacy of law. Konsep ini menuntut bahwa…

a)

Hukum dapat dinegosiasikan berdasarkan kekuasaan.

b)

Semua individu tunduk pada hukum tanpa pengecualian.

c)

Hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil.

d)

Penegakan hukum tidak perlu transparansi.

e)

Aturan moral lebih tinggi dari hukum positif.

63.

Masyarakat madani memiliki prinsip pluralisme. Dalam konteks kehidupan berbangsa, prinsip ini menjadi pondasi penting karena…

a)

Menyeragamkan budaya lokal.

b)

Menghapus identitas kearifan lokal.

c)

Menghargai keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun peradaban.

d)

Membiarkan perbedaan tanpa batas.

e)

Mengutamakan kelompok mayoritas saja.

64.

Organisasi masyarakat sipil (OMS/LSM) merupakan aktor penting dalam masyarakat madani karena…

a)

Menggantikan seluruh fungsi negara.

b)

Mengontrol media dan ruang publik.

c)

Menjalankan fungsi advokasi, kontrol sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

d)

Mengembangkan ideologi tertentu secara paksa.

e)

Beroperasi tanpa aturan dan akuntabilitas.

65.

Kekuatan utama masyarakat madani terletak pada civic engagement, yaitu...

a)

Peran aktif warga dalam politik tanpa batas.

b)

Partisipasi warga dalam kegiatan sosial, budaya, dan demokrasi secara bertanggung jawab.

c)

Ketergantungan warga pada negara.

d)

Penghindaran warga dari isu sosial.

e)

Keterlibatan eksklusif kelompok tertentu.

66.

Dalam masyarakat madani, nilai civilized berarti…

a)

Masyarakat bebas melakukan apa saja.

b)

Etika publik, sopan santun, dan tanggung jawab menjadi standar perilaku sosial.

c)

Kebebasan menjadi alasan untuk merendahkan orang lain.

d)

Setiap orang berhak mengabaikan aturan.

e)

Hanya pemerintah yang menentukan standar moral.

67.

Peran pendidikan dalam membangun masyarakat madani adalah…

a)

Menghasilkan lulusan yang patuh tanpa berpikir kritis.

b)

Menekankan hafalan daripada karakter.

c)

Membentuk warga yang literat, kritis, toleran, dan berpartisipasi aktif.

d)

Mengarahkan siswa menjauhi isu sosial.

e)

Membiarkan siswa memahami demokrasi secara bebas tanpa nilai.

68.

Pilar masyarakat madani mencakup good governance. Salah satu indikatornya adalah…

a)

Transparansi rendah dalam pengelolaan negara.

b)

Partisipasi publik yang dibatasi.

c)

Keputusan diambil berdasarkan kepentingan kelompok tertentu.

d)

Tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan responsif.

e)

Kekuasaan tertinggi berada pada satu figur.

69.

Kemajuan masyarakat madani dipengaruhi oleh kualitas public trust. Jika kepercayaan publik rendah, dampak yang paling mungkin terjadi adalah...

a)

Penguatan kohesi sosial.

b)

Meningkatnya kolaborasi masyarakat.

c)

Melemahnya legitimasi pemerintah dan lembaga sosial.

d)

Munculnya inovasi kebijakan spontan.

e)

Masyarakat lebih patuh pada aturan.

70.

Kemampuan masyarakat madani menjaga keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab menunjukkan bahwa...

a)

Kebebasan harus dibatasi total demi stabilitas.

b)

Tanggung jawab hanya ada pada pemerintah.

c)

Kebebasan harus diiringi etika publik dan kesadaran moral kolektif.

d)

Kebebasan dapat digunakan untuk kepentingan apa pun.

e)

Tanggung jawab sosial tidak diperlukan dalam demokrasi.

71.

Salah satu prinsip utama distribusi kekayaan dalam Islam adalah keadilan ('adl). Makna HOTS yang tepat adalah...

a)

Kekayaan harus dikumpulkan oleh elite.

b)

Setiap orang mendapatkan haknya sesuai kebutuhan dan tanggung jawab.

c)

Semua orang menerima jumlah yang sama tanpa pertimbangan.

d)

Hanya penguasa yang menentukan distribusi.

e)

Kekayaan tidak perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial.

72.

Zakat sebagai instrumen distribusi kekayaan bertujuan untuk...

a)

Mengurangi hak orang kaya tanpa tujuan sosial.

b)

Menjaga keseimbangan ekonomi dan membantu masyarakat kurang mampu.

c)

Menjadi sumber keuntungan individu.

d)

Hanya untuk ritual tanpa efek sosial.

e)

Memusatkan kekayaan di lembaga keagamaan.