NEW
Font size
WorksheetsJBRET x CECAR - Budaya Sadar Risiko
Total questions: 15
Worksheet time: 4mins
Contoh asumsi dasar (assumptions) dalam implementasi Budaya Risiko adalah :
Pernyataan resmi Direksi & Komisaris tentang Budaya Risiko
Kesadaran bahwa Risiko pasti ada dan harus dikelola dengan baik
Aktivitas program pelatihan, sosialisasi, kuis dan risk culture campaign
Agenda rapat risiko, notulensi dan pelaporan risiko kepada OJK
Yang bukan merupakan Manifestasi Budaya Risiko di perusahaan :
Aktivitas pengisian Risk Register
Program Pelatihan Manajemen Risiko
Roadmap pengembangan Budaya Risiko
Risk Appetite Statement
Contoh Global Risk Event yang berdampak pada perusahaan adalah :
Kenaikan loss ratio LOB Health akibat kenaikan inflasi medis serta kenaikan impor bahan baku obat
Keterlambatan penerbitan polis akibat gangguan sistem perusahaan
Transaksi dalam konglomerasi keuangan asuransi yang tidak memenuhi asas kewajaran transaksi
Ketidaktepatan pricing Asuransi Tembakau dalam riset produk baru karena minimnya data historis
Manfaat nyata bagi Budaya Risiko dalam organisasi, kecuali :
Mengurangi risiko fraud dan pelanggaran integritas
Meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik
Mendorong pemenuhan kepatuhan regulasi
Penurunan kinerja keuangan karena mengelola risiko baru
Kemampuan employees dan leaders untuk berdaptasi dan mempertahankan kinerja dibawah tekanan merupakan sikap resilience :
Financial Resilience
Operational Resilience
People Resilience
Conglomerates Resilience
Kerangka kerja (framework) Budaya Risiko dalam sosialisasi kegiatan Pelatihan Penilaian Indeks Kematangan Risiko BUMN meliputi 4 (empat) elemen berikut :
Acknowledgement, Responsiveness, Transparency and Respect
Acknowledgement, Confidence, Responsiveness and Respect
Acknowledgement, Responsiveness, Transparency and Cooperation
Acknowledgement, Responsiveness, Communication and Respect
Tantangan dalam membangun budaya risiko untuk menghargai aturan (respect for rules) :
Kurangnya forum rutin di internal Group/Unit Kerja untuk membahas risiko
Keterlambatan unit kerja dalam melakukan pengikian peraturan perusahaan
Pedoman mengatur apa yang wajib dicapai, tidak mengatur bagaimana operasional harian
Tidak mengabaikan atau mengakali aturan karena dianggap menghambat operasional
Menerapkan konsep SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-based) dalam menyusun target perusahaan berbasis risiko merupakan elemen perilaku Budaya Responsiveness (Level of Care), kecuali :
Bertanggung jawab atas penyusunan target/KPI yang SMART sesuai arah Perusahaan dan pencapaian KPI
Memeriksa seluruh data KPI dan risiko secara akurat, lengkap, dan dapat dipertanggung jawabkan
Memberikan apresiasi terhadap pegawai yang aktif dalam mengkritisi dan memberikan feedback
Mengevaluasi pengelolaan risiko dalam ketercapaian KPI serta melakukan Tindakan perbaikan
Anda menemukan potensi kesalahan data yang belum berdampak saat ini, namun bisa menimbulkan risiko di kemudian hari. Sikap yang paling tepat adalah …
Membiarkannya karena belum menimbulkan masalah
Memperbaiki diam-diam tanpa melapor
Menyampaikan temuan dan mengusulkan perbaikan
Menunggu hingga ada instruksi
Sikap yang paling tepat ketika melihat proses kerja yang kurang efektif adalah …
Diam demi menjaga kenyamanan
Memberikan masukan melalui cara yang baik dan tepat
Mengkritik di luar forum resmi
Mengikuti saja meski mengetahui tidak optimal
Karyawan yang kompeten dalam budaya risiko ditandai dengan kemampuan untuk …
Menghindari semua risiko
Mengambil risiko tanpa perhitungan
Menyerahkan pengelolaan risiko ke manajemen
Mengindentifikasi, menilai dan mengelola risiko sesuai perannya
Dalam pelaporan risiko, sikap yang tepat dilakukan adalah :
Melaporkan hanya risiko besar saja
Menyampaikan informasi apa adanya
Menyesuaikan laporan agar terlihat aman
Menunggu diminta atasan
Anda mengetahui adanya potensi risiko dalam proses bisnis yang belum berdampak, namun dapat merugikan perusahaan di kemudian hari. Sikap yang paling tepat adalah …
Menunggu sampai risiko benar-benar terjadi
Membiarkannya karena belum berdampak
Memperbaiki sendiri tanpa melibatkan pihak lain
Menyampaikan potensi risiko dan usulan mitigasi kepada pihak terkait
Di unit kerja Anda, terdapat kebiasaan berbagi akun sistem untuk mempercepat pekerjaan.
Tindakan preventif yang mencerminkan budaya risiko adalah…
Membiarkan karena tidak pernah ada insiden
Menghentikan praktik tersebut dan menggunakan akses sesuai kewenangan
Mengingatkan secara informal saja
Menunggu audit internal menemukan pelanggaran
Satu proses penting hanya dikuasai oleh satu orang dan belum terdokumentasi.
Tindakan pencegahan yang paling tepat adalah…
Membiarkan karena selama ini berjalan lancar
Menunggu sampai terjadi kendala
Mengalihkan pekerjaan ke unit lain
Mendokumentasikan proses dan melakukan knowledge sharing
