WorksheetsPhysical Characteristics of Solid Waste
Total questions: 21
Worksheet time: 11mins
Permeabilitas (konduktivitas hidrolik) limbah padat dapat didefinisikan sebagai…
kemampuan limbah melewatkan cairan dan gas dalam massa
kemampuan limbah menyimpan panas selama pembuangan
kemampuan limbah menahan gas dan massa dari leachate
kemampuan limbah menambah densitas saat terdegradasi
Dalam desain TPA, mengapa permeabilitas limbah padat sangat penting?
mengontrol pergerakan lindi dan gas di tubuh TPA
meningkatkan efisiensi pembakaran insinerator lokasi
mengurangi kebutuhan pemilahan bahan daur ulang
meniadakan kebutuhan lapisan pelindung dasar
Mengetahui ukuran partikel dan densitas limbah dapat membantu…
penentuan warna kontainer pengumpulan kota
optimasi kapasitas bahan bakar
optimasi separator mekanis dan shredder industri
perhitungan jarak TPS dan sumber limbah
Dalam pengelolaan MSW, metode utama untuk mengendalikan ukuran partikel adalah melalui apa?
Shredding menjadi fragmen seragam kecil
Pemanasan untuk menguapkan komponen halus
Penambahan air untuk melarutkan fragmen besar
Kompaksi untuk memperkecil pori antar partikel
Pernyataan mana yang paling tepat menjelaskan dampak ukuran partikel terhadap aliran lindi dan gas di TPA?
Ukuran partikel menurunkan reaktivitas bakteri
Ukuran partikel tidak memengaruhi pergerakan fluida
Ukuran partikel memengaruhi permeabilitas dan jalur aliran
Ukuran partikel hanya menentukan kadar kelembapan sampah
Sebuah komponen limbah berbentuk balok memiliki panjang 60 mm, lebar 30 mm, dan tinggi 30 mm. Perkiraan ukuran komponennya Sc menurut rumus rata-rata tiga dimensi adalah berapa?
30 mm karena lebar sama dengan tinggi
50 mm untuk memastikan penggilingan efisien
40 mm sebagai rata-rata L, W, dan H
60 mm karena panjang mendominasi ukuran
Gambar menunjukkan definisi moisture content (MC). Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan MC dalam rekayasa limbah padat?
Kadar air dihitung dari massa air bebas, basis kering saja
Massa air per satuan massa material, basis basah atau kering
Persentase massa kering per massa total, basis energi
Rasio volume air terhadap volume pori, basis basah saja
Pada insinerasi, bagaimana peningkatan moisture content memengaruhi energy recoveryi?
Meningkatkan nilai kalor bersih karena panas penguapan dilepas
Tidak memengaruhi karena air tidak berperan dalam pembakaran
Mengurangi kebutuhan energi karena pendinginan meningkatkan efisiensi
Meningkatkan kebutuhan energi untuk menguapkan air sebelum pembakaran
Untuk proses biologis seperti pengomposan atau digesti anaerob, kisaran MC yang umumnya optimal adalah:
Sekitar 5–10 persen untuk menghindari penggenangan
Sekitar 50–60 persen untuk aktivitas mikroba maksimal
Kurang dari 12 persen agar mikroorganisme bertahan
Sekitar 70–80 persen untuk mempercepat difusi oksigen
Menurut Rees (1980), hingga titik optimum, kenaikan moisture content berhubungan dengan:
Kenaikan laju biodegradasi dan produksi metana
Tidak ada perubahan pada produksi gas karena porositas stabil
Penurunan laju degradasi karena difusi oksigen meningkat
Penghentian aktivitas mikroba akibat desikasi
Mengapa kelembapan berlebih dapat memperlambat proses aerob?
Mengurangi porositas dan membatasi difusi oksigen ke biomassa
Meningkatkan suhu sehingga mikroba aerob mati
Meningkatkan ketersediaan nutrien sehingga mikroba jenuh
Mengurangi massa total sehingga waktu tinggal berkurang
Apa definisi terbaik dari field capacity pada sampah padat dalam landfill?
Kapasitas lindi yang dapat dikumpulkan sistem drainase harian
Volume air yang dapat diserap liner sebelum terjadi kebocoran
Jumlah air saat sampah mencapai kejenuhan lengkap dengan aliran keluar
Jumlah maksimum air tertahan oleh matriks sampah di bawah gravitasi
Skenario: Suatu sel landfill menerima sampah campuran belum dipadatkan dengan kadar air 55% massa. Setelah hujan, kadar air naik menjadi 65%. Nilai field capacity sampah tersebut 60%. Tindakan pengelolaan apa yang paling tepat diutamakan?
Mengaktifkan sistem pengumpulan lindi untuk mengalirkan kelebihan air
Menghentikan operasi karena kadar air masih di bawah kejenuhan
Menaikkan kompaksi untuk meningkatkan field capacity melebihi 60%
Menambah lapisan tanah penutup untuk menyerap seluruh air berlebih
Faktor mana yang umumnya MENURUNKAN field capacity pada timbunan sampah?
Pengurangan umur landfill pada fase awal operasi
Penurunan intensitas hujan pada musim kemarau panjang
Penambahan fraksi organik yang menyerap air lebih besar
Kompaksi lebih tinggi yang mengurangi ruang pori dalam matriks
Sampel limbah kota campuran memiliki W_wet = 100 kg dan W_dry = 78.95 kg. Berapakah kadar air basis basah (persen massa) yang paling tepat?
21.05% karena (W_wet−W_dry)/W_wet ×100
26.66% karena (W_wet−W_dry)/W_dry ×100
15.00% karena mengacu kisaran MSW tipikal
40.00% karena asumsi makanan dominan
Densitas sampah padat kota (MSW) didefinisikan sebagai apa?
massa jenis air pada 4 derajat
berat per satuan panjang material
massa per satuan luas material
massa per satuan volume material
Manakah yang paling langsung dipengaruhi oleh densitas MSW dalam operasi pengelolaan?
tinggi cerobong insinerator
pH air lindi harian
warna tempat pembuangan sampah
kapasitas kendaraan dan kontainer
Derajat pemadatan MSW di TPA paling dipengaruhi oleh kombinasi faktor apa?
jenis tanah, pH udara, dan salinitas
musim hujan, suhu, dan kecepatan angin
komposisi, kadar air, dan tipe peralatan
warna sampah, bau, dan lokasi kota
Sampah yang dibentuk menjadi balok padat (baled MSW) umumnya memiliki densitas dalam kisaran
700–850 kg/m3
200–250 kg/m3
350–550 kg/m3
90–180 kg/m3
Jika sebuah kota ingin memperpanjang umur TPA, strategi berbasis densitas yang paling tepat adalah
meningkatkan pemadatan menggunakan peralatan sesuai komposisi
menyemprotkan minyak wangi ke TPA dan ditutup terpal
mengurangi frekuensi pengumpulan tanpa perubahan lainnya
menambah tinggi cerobong fasilitas insinerasi
Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan utama melakukan ultimate analysis (C, H, O, N, S) pada sampah padat untuk pengelolaan energi?
Mengidentifikasi senyawa volatil untuk mengurangi bau selama penyimpanan
Mengukur kadar air untuk memilih metode pengeringan yang efisien
Menentukan komposisi unsur untuk memperkirakan perilaku pembakaran
Menetapkan rasio C:N optimal untuk proses biologis
