Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kimia Farmasi

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Seorang apoteker departemen R&D bagian analytical development akan melakukan validasi metode analisis kuantitatif sediaan kapsul yang mengandung Pseudoefedrin HCl 120 mg dan Loratadin 5 mg menggunakan HPLC. Apoteker akan menentukan nilai keterulangan kadar hasil pengujian yang dilakukan sebanyak 6 replikasi. Parameter validasi apa yang ditetapkan?

a)

Akurasi

b)

Presisi

c)

Linearitas

d)

Rentang

e)

Selektivitas

2.

Produk minuman jamu instan di pasaran diketahui positif mengandung logam timbal berdasarkan identifikasi awal. Apoteker di BPOM selanjutnya ingin mengetahui kadar timbal dalam produk dan menentukan kelayakan edar produk tersebut. Metode analisis kadar apakah yang dapat digunakan?

a)

Spektrofluorometri

b)

Spektrofotometer UV Vis

c)

AAS

d)

HPLC

e)

KLT Densitometri

3.

Seorang apoteker departemen R&D bagian analytical development akan melakukan validasi metode analisis kuantitatif sediaan kapsul yang mengandung Pseudoefedrin HCl 120 mg dan Loratadin 5 mg menggunakan HPLC. Diketahui nilai persamaan regresi linear Pseudoefedrin HCl adalah Y=250X+125 dengan nilai SD sebesar 0,75. Berapakah batas terendah Pseudoefedrin HCl yang dapat dikuantifikasi oleh instrument tersebut?

a)

0.003

b)

0.009

c)

0.018

d)

0.030

e)

0.060

4.

Tablet “Y” yang diindikasikan untuk mengatasi penyakit batuk berdahak dan pilek mengandung Guaifenesin, Triprolidine HCl, dan Pseudoefedrin HCl diproduksi oleh PT. Jojo Farma. Sebelum produk dinyatakan layak untuk dipasarkan, dilakukan beberapa rangkaian pengujian untuk menentukan atribut mutu kritis salah satunya yaitu kadar bahan aktif dalam tablet. Apoteker bagian QC ingin menganalisis kadar beberapa bahan aktif tersebut sekaligus, serta mengidentifikasi senyawa berdasarkan sifat kepolarannya. Metode analisis apakah yang dapat digunakan oleh apoteker tersebut?

a)

Spektrofotometri UV Vis

b)

KCKT

c)

Nitrimetri

d)

Polarimetri

e)

Asidimetri

5.

Seorang apoteker di bagian QC hendak menetapkan kadar bahan baku parasetamol menggunakan Spektrofotometer UV. Sebagai pembanding, apoteker membuat larutan standar Parasetamol p.a. dalam lima seri konsentrasi di luar sampel. Metode kalibrasi apakah yang di digunakan oleh apoteker

tersebut?

a)

Standar adisi

b)

Standar eksternal

c)

Standar internal

d)

Singlepoint calibration

e)

Multipoint calibration

6.

Bagian QC akan melakukan uji penetapan kadar minyak atsiri dalam destilat Melaleucae leucadendra folium menggunakan GC-MS. Sebelum pengujian, dilakukan uji kesesuaian sistem dengan membaca respon analitik standar sineol sebanyak 6 replikasi. Dari hasil pengujian tersebut, diperoleh rata-rata area puncak 1.210 dan standar deviasi 5,82. Berapakah %RSD dan kesimpulan dari hasil uji kesesuaian sistem tersebut?

a)

0,48%; metode analisis memenuhi syarat <2,0%

b)

0,48%; metode analisis memenuhi

syarat <1,5%

c)

4,80%; metode analisis tidak

memenuhi syarat <2,0%

d)

4,80%; metode analisis tidak

memenuhi syarat <1,5%

e)

0,48%; metode analisis memenuhi

syarat <2,5%

7.

Seorang analis laboratorium kimia sedang melakukan uji kesesuaian sistem untuk mengetahui efektivitas sistem kromatografi dalam menganalisis kadar bahan baku Tiamfenikol. Didapatkan puncak dengan lebar dari setengah tinggi puncak 0,23 menit dan waktu retensi 5,98 menit. Berapakah nilai lempeng teoritis (N) sistem tersebut?

a)

3704

b)

3547

c)

3047

d)

3577

e)

3745

8.

Validasi pembersihan dilakukan pada jalur pengisian sirup. Apoteker di bagian QC hendak menilai parameter akurasi untuk mengetahui efisiensi proses sampling, dengan cara mengaplikasikan senyawa penanda 10,0 mg/L pada bidang yang ditetapkan kemudian dilakukan sampling metode usap. Hasil penetapan kadar yang diperoleh yaitu 9,50 mg/L. Berapakah persentase perolehan kembali dari pengujian tersebut?

a)

95%

b)

97,5%

c)

98%

d)

99,5%

e)

100%

9.

Seorang apoteker bagian laboratorium kimia di BBPOM melakukan pemeriksaan kelayakan edar produk tablet suplemen vitamin C (BM = 176,12) berdasarkan kandungan kadarnya. Pada produk tersebut tiap tabletnya mengandung Vitamin C 500 mg dengan bobot rerata tablet 650 mg. Sampel produk diambil sebanyak 50 mg dilarutkan dalam campuran 150 mL air bebas karbon dioksida dan 50 mL asam sulfat 0,1N. Campuran kemudian dititrasi menggunakan Iodium 0,0998 N hingga tercapai titik akhir titrasi dibutuhkan volume titran sebanyak 4,29 mL. Berapa persentase kadar vitamin C dalam tiap tablet?

a)

100,10%

b)

99,78%

c)

24,56%

d)

98,03%

e)

75,13%

10.

Apoteker di bagian QC akan melakukan penetapan kadar ibuprofen dalam produk ruahan sirup suspensi menggunakan spektrofotometer UV. Berdasarkan literatur,

𝐴(1%,1cm) ibuprofen yaitu 259. Diketahui spektrofotometer yang digunakan berada pada rentang absorbansi 0,2 - 0,8. Berapakah kadar baku kerja yang harus dibuat agar diperoleh hasil pengamatan yang memenuhi kriteria? (Tebal kuvet = 1 cm)

a)

20 ug/mL

b)

6,5 ppm

c)

10,25%

d)

31,92 mg/L

e)

11,20%