WorksheetsUJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL - Keperawatan Gerontik
Total questions: 21
Worksheet time: 11mins
Seorang wanita berusia 68 tahun yang aktif dan sehat bertanya kepada perawat tentang alasan biologis mengapa beberapa orang terlihat lebih tua dibandingkan yang lain meskipun usia mereka sama. Perawat menjelaskan bahwa teori non-stokastik memiliki pandangan berbeda dari teori stokastik tentang penuaan. Apa konsep utama dari teori non-stokastik dalam menjelaskan penuaan?
Penuaan terjadi secara acak akibat akumulasi kerusakan lingkungan.
Penuaan merupakan proses yang telah diprogram secara genetik di tingkat seluler.
Penuaan terjadi akibat gangguan keseimbangan oksidatif dalam tubuh.
Penuaan adalah hasil interaksi antara kerusakan DNA dan metabolisme energi.
Penuaan disebabkan oleh kerusakan jaringan yang tidak dapat diperbaiki oleh tubuh.
Bagaimana teori radikal bebas menjelaskan proses penuaan?
Radikal bebas menyebabkan kerusakan pada molekul penting seperti DNA, protein, dan lipid, yang mengakibatkan penuaan.
Radikal bebas memicu respons autoimun yang menyerang sel tubuh dan mempercepat penuaan.
Radikal bebas mengurangi produksi hormon yang mengatur regenerasi sel tubuh.
Radikal bebas meningkatkan aktivitas gen yang mengontrol apoptosis (kematian sel).
Radikal bebas memperlambat metabolisme tubuh, sehingga memengaruhi penuaan.
Seorang pria berusia 65 tahun didiagnosis dengan hipertensi dan diabetes tipe 2, serta memiliki riwayat stres kronis akibat pekerjaannya. Ia ingin tahu bagaimana kondisinya dapat memengaruhi penuaan. Dokter menjelaskan bahwa kombinasi faktor internal dan eksternal memainkan peran penting dalam mempercepat proses penuaan. Manakah kombinasi faktor berikut yang paling mungkin mempercepat penuaan pada pasien ini?
A. Penyakit kronis, kadar hormon, dan ras
B. Penyakit kronis, stres kronis, dan gaya hidup
C. Genetik, pengalaman hidup, dan nutrisi buruk
D. Lingkungan kerja, status kesehatan, dan predisposisi genetik
E. Nutrisi buruk, kadar hormon, dan pengalaman hidup
Seorang pria berusia 72 tahun mengeluh mudah lelah, sering sakit kepala, dan penurunan berat badan dalam enam bulan terakhir. Setelah ditelusuri, ia memiliki kebiasaan merokok sejak usia muda dan jarang berolahraga. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar vitamin D yang rendah. Dokter menjelaskan bahwa faktor gaya hidup dan lingkungan dapat memengaruhi proses penuaan. Faktor eksternal apa yang paling mungkin berkontribusi terhadap kondisi pasien ini?
Genetik dan kadar hormon tubuh
Status nutrisi dan kebiasaan merokok
Ras dan predisposisi terhadap penyakit tertentu
Pengalaman hidup dan kadar stres emosional
Gangguan keseimbangan hormonal akibat usia
Berdasarkan teori psikososial Erik Erikson, apa yang paling mungkin sedang dicapai oleh pria ini dalam tahap kehidupannya?
Integritas ego dengan menunjukkan kepuasan atas pencapaian hidupnya
Krisis identitas karena kehilangan peran profesional
Pencapaian aktualisasi diri melalui pengakuan sosial
Penyesuaian diri terhadap keterbatasan fisik akibat penuaan
Resolusi konflik antara ketergantungan dan kemandirian
Apa strategi yang tepat untuk membantu lansia ini menghadapi perubahan psikososial yang dialaminya?
Membantunya membangun kembali rasa otonomi dengan mendiskusikan peran yang sesuai dalam keluarga
Menyarankan untuk menerima peran baru tanpa mempertanyakan situasi yang terjadi
Mengurangi keterlibatan lansia dalam urusan keluarga untuk menghindari konflik
Mengarahkan lansia untuk fokus pada aktivitas spiritual dan mengabaikan masalah sehari-hari
Mengusulkan pemisahan tempat tinggal agar ia dapat lebih mandiri
Intervensi keperawatan wellness yang dilakukan perawat dalam vignette ini bertujuan untuk:
Meningkatkan kesehatan biologis melalui pengaturan pola makan
Mengurangi stres emosional melalui terapi psikologis
Meningkatkan kebutuhan sosial melalui keterlibatan keluarga
Memberikan kenyamanan melalui pengelolaan gejala hipertensi
Memenuhi kebutuhan keamanan melalui kontrol lingkungan yang baik
Pendekatan perawat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dalam aspek:
Sosial dengan meningkatkan hubungan interpersonal
Fisik dengan mengurangi risiko penyakit akibat isolasi
Mental dengan mengurangi gejala kecemasan
Emosional dengan meningkatkan rasa percaya diri
Aman dengan menyediakan lingkungan yang mendukung
Apa yang menjadi aspek penting dalam pengkajian rheumatoid arthritis pada kasus ini?
Pola makan lansia untuk mendeteksi kekurangan nutrisi
Gejala sistemik seperti kelelahan dan penurunan berat badan
Riwayat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
Tingkat stres emosional yang memengaruhi kondisi sendi
Pemeriksaan fisik pada sendi besar seperti lutut dan bahu
Intervensi yang diberikan perawat tersebut bertujuan untuk:
Meningkatkan kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari
Mengurangi risiko cedera akibat deformitas sendi
Menghilangkan kebutuhan perawatan oleh keluarga
Mempercepat proses penyembuhan arthritis
Meningkatkan sirkulasi darah pada sendi yang bengkak
Apa aspek penting yang perlu dikaji oleh perawat untuk mengidentifikasi tingkat keparahan demensia pada lansia ini?
Pola aktivitas harian dan tingkat bahaya di rumah
Keseimbangan tubuh dan risiko jatuh saat beraktivitas
Hubungan interpersonal dengan tetangga dan keluarga
Riwayat penyakit kronis yang memengaruhi fungsi otak
Tingkat stres emosional akibat tinggal sendirian
Intervensi keperawatan yang dilakukan perawat bertujuan untuk:
Meningkatkan kemandirian lansia dalam merawat diri
Menurunkan risiko infeksi dengan perawatan higiene
Mengurangi perasaan frustrasi dengan memberi pujian
Membantu lansia untuk mengatasi kesulitan fisik yang ada
Meningkatkan komunikasi dengan anggota keluarga melalui perawatan pribadi
Intervensi yang dilakukan oleh perawat ini bertujuan untuk:
Mengurangi kecemasan dengan kegiatan fisik yang mengalihkan perhatian
Meningkatkan motivasi untuk bergabung dalam kegiatan sosial
Menurunkan risiko gangguan tidur dengan aktivitas yang menenangkan
Mengurangi frustrasi akibat keterbatasan fisik dengan kegiatan ringan
Meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain di sekitar rumah
Dalam pengkajian pada kasus ini, apa yang perlu diperhatikan oleh perawat untuk memahami lebih dalam tentang impotensi?
Menilai kualitas hubungan interpersonal dengan pasangan
Menilai potensi efek samping dari terapi antihipertensi yang digunakan
Menyusun rencana terapi diet untuk memperbaiki kondisi jantung
Mengevaluasi pola tidur dan faktor kelelahan fisik yang mungkin memengaruhi
Mengidentifikasi kebiasaan seksual yang tidak sehat dalam kehidupan pasien
Lansia ini adalah:
Memeriksa tingkat kebugaran fisik dan kemampuan berjalan pasien
Menilai tanda-tanda dehidrasi dan keseimbangan elektrolit pasien
Mengkaji riwayat pengobatan antibiotik dan kemungkinan resistensi
Mengidentifikasi faktor risiko yang memperburuk proses penyembuhan luka
Memastikan pasien memiliki akses ke makanan bergizi yang cukup
Seorang pria lansia berusia 82 tahun mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang. Ia memiliki riwayat diabetes mellitus dan hipertensi. Perawat melakukan pengkajian mendalam dan memutuskan untuk menerapkan intervensi berbasis bukti dalam perawatan pasien ini untuk mencegah ISK lebih lanjut.
Memberikan antibiotik jangka panjang untuk mencegah infeksi berulang
Menganjurkan pasien untuk meningkatkan asupan cairan dan mengosongkan kandung kemih secara teratur
Menghindari penggunaan kateter urin untuk mencegah infeksi, meskipun diperlukan
Mengajarkan pasien untuk mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh
Memberikan obat-obatan yang meningkatkan kekebalan tubuh tanpa mempertimbangkan riwayat medis
Seorang wanita lansia berusia 80 tahun dengan hipertensi dan diabetes mellitus sedang menjalani pengobatan jangka panjang dengan obat antihipertensi dan obat pengontrol gula darah. Ia mengeluh pusing dan merasa tidak seimbang ketika berdiri, serta menunjukkan tanda-tanda hipoglikemia yang disebabkan oleh interaksi obat. Perawat segera melakukan pengkajian dan merencanakan intervensi. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengatasi masalah iatrogenik pada pasien ini adalah:
Menghentikan pengobatan antihipertensi dan memperkenalkan obat antihipertensi baru
Memonitor kadar gula darah secara lebih ketat dan menyesuaikan dosis obat jika perlu
Memberikan obat anti-hipotensi untuk mencegah pusing pada pasien
Menginstruksikan pasien untuk mengurangi asupan makanan agar tidak berlebihan
Mengatur pasien untuk tidur lebih banyak guna meningkatkan keseimbangan tubuh
Pengkajian yang perlu dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi efek samping iatrogenik pada pasien ini adalah:
Menilai status pernapasan pasien dan memastikan tidak ada tanda-tanda sesak
Memeriksa apakah pasien memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan peredaran darah
Mengkaji pola buang air besar dan konsistensi tinja pasien
Menilai status tidur dan kecemasan yang dialami pasien terkait efek pengobatan
Memeriksa kadar glukosa darah dan pengaruhnya terhadap kontrol diabetes
Seorang lansia pria berusia 78 tahun, yang beragama Islam, berada di akhir hayatnya setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit jantung. Keluarga dan perawat merasa penting untuk memahami pandangannya terhadap kematian dalam konteks agama Islam, yang mengajarkan bahwa kematian adalah perpisahan antara ruh dan jasad, dan ruh kembali ke Allah SWT. Pasien mengungkapkan perasaan berdosa dan takut akan kematian yang menyakitkan, serta takut tidak diterima oleh Tuhan. Pertanyaan: Intervensi perawat yang sesuai untuk membantu pasien ini mengatasi kecemasan terkait kematian adalah:
Mengajarkan pasien untuk menerima kematian sebagai proses alamiah tanpa memandang agamanya.
Mendorong pasien untuk menghindari diskusi lebih lanjut tentang kematian agar tidak memperburuk kecemasannya.
Menghargai pandangan agama pasien dan menawarkan dukungan spiritual melalui doa dan penghiburan sesuai dengan keyakinannya.
Memberikan konseling yang menekankan bahwa kematian adalah akhir dari segala sesuatu dan harus diterima dengan lapang dada.
Memastikan pasien tetap terhubung dengan keluarga untuk membantu mengurangi kecemasannya tanpa memperkenalkan topik agama.
Seorang wanita lansia berusia 75 tahun dengan diagnosis kanker stadium lanjut mengalami kecemasan yang sangat tinggi terkait dengan kematiannya yang semakin dekat. Ia sering mengungkapkan rasa takut tentang kematian yang menyakitkan dan merasa sendirian. Perawat merasa perlu memberikan dukungan emosional yang sesuai dengan pandangan budaya pasien tentang kematian, yang berakar dalam tradisi agama dan spiritualitasnya. Aspek apa yang perlu diperhatikan perawat dalam memberikan dukungan kepada pasien ini?
Mendorong pasien untuk menyelesaikan urusan praktis seperti surat wasiat dan perencanaan pemakaman.
Menghindari pembicaraan tentang kematian untuk mencegah meningkatkan kecemasannya.
Memberikan ruang bagi pasien untuk berbicara tentang kepercayaannya terkait kehidupan setelah kematian dan memberikan kenyamanan emosional berdasarkan keyakinannya.
Menyarankan pasien untuk mengabaikan rasa takut dan fokus pada perawatan medis saja.
E. Mengarahkan pasien untuk segera menerima perawatan paliatif tanpa membahas apa yang ia rasakan tentang kematian.
C. Memberikan ruang bagi pasien untuk berbicara tentang kepercayaannya terkait kehidupan setelah kematian dan memberikan kenyamanan emosional berdasarkan keyakinannya.
A. Mengabaikan perasaan pasien dan hanya fokus pada pengobatan fisik.
B. Memaksa pasien untuk menerima keyakinan spiritual tertentu.
D. Menghindari pembicaraan tentang kematian sama sekali.
