NEW
Font size
WorksheetsTopik 4
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Seorang perawat ingin memantau suhu inti pasien dengan akurat. Jika hanya tersedia termometer oral, aksila, timpani, dan temporal artery, lokasi mana yang paling mendekati suhu inti sebenarnya dan mengapa?
Oral, karena mudah diakses dan hasilnya relatif stabil
Aksila, karena cenderung lebih rendah sehingga aman
Rektal, karena 0,5–1°C lebih tinggi dari oral
Telinga (timpani), karena setara dengan suhu oral
Temporal artery (dahi), karena mencerminkan suhu darah dari jantung
Seorang pasien diukur suhunya pada pagi hari dan sore hari dengan termometer yang sama. Nilai pagi ± 35,5°C dan sore ± 37,7°C. Dari fenomena ini, dapat disimpulkan bahwa:
Termometer kurang akurat pada pagi hari
Tubuh mengalami variasi suhu shell, bukan core
Core tubuh lebih rendah di pagi hari
Perbedaan suhu menunjukkan penyakit febris
Hasil pengukuran tidak dapat dibandingkan
Seorang dokter mencatat suhu inti seorang wanita 36,9°C pada pagi hari dan 37,4°C pada sore hari. Wanita tersebut baru saja ovulasi. Analisis yang paling tepat adalah:
Kenaikan suhu disebabkan oleh aktivitas fisik saja
Kenaikan suhu merupakan ritme sirkadian normal ditambah efek siklus menstruasi
Suhu tersebut menunjukkan hipertermia dan memerlukan terapi
Suhu inti normal tidak boleh melebihi 37°C
Kenaikan suhu merupakan efek lingkungan ekstrem
Suhu inti manusia tetap relatif stabil meskipun terkena panas atau dingin ekstrem. Mekanisme fisiologis yang paling bertanggung jawab adalah:
Aktivitas fisik yang menyesuaikan suhu
Ritme sirkadian yang menurunkan suhu di pagi hari
Kontrol hipotalamus yang mengatur panas dan kehilangan panas
Siklus menstruasi pada wanita
Penurunan suhu pada lansia
Jika seseorang berada di lingkungan dingin ekstrem dan produksi panas internal tetap normal, maka ketidakseimbangan panas akan terjadi. Respon fisiologis yang paling efektif untuk mempertahankan suhu inti adalah:
Menurunkan metabolisme seluler
Vasodilatasi kulit untuk mempercepat pelepasan panas
Meningkatkan produksi panas internal melalui shivering (menggigil)
Mengurangi aliran darah ke organ vital
Menambah pakaian tanpa respon fisiologis
Seorang atlet maraton berlari di siang hari pada cuaca panas 35°C. Setelah 2 jam, ia mulai merasa pusing dan kulitnya panas, tetapi denyut jantung tetap tinggi. Suhu aksila diukur 39,5°C. Analisis fenomena ini menunjukkan:
Atlet mengalami demam karena infeksi, perlu obat penurun panas
Peningkatan suhu inti disebabkan produksi panas internal dari aktivitas fisik melebihi kapasitas pelepasan panas tubuh
Tubuh atlet gagal melakukan termoregulasi karena lingkungan panas ekstrem
Suhu aksila menunjukkan hipoterma karena pengukuran di kulit
Ritme sirkadian menyebabkan peningkatan suhu inti sehingga pusing
Seorang pekerja di pabrik pengemasan merasa sangat panas meski tubuhnya berkeringat deras. Udara di sekitar lembab, dan keringat hanya menempel di kulit tanpa mendinginkan. Analisis mekanisme kehilangan panas mana yang gagal dan mengapa:
Radiasi, karena suhu lingkungan lebih rendah dari tubuh
Konduksi, karena tidak ada kontak dengan permukaan dingin
Konveksi, karena udara bergerak bebas
Evaporasi, karena kelembaban tinggi menghambat penguapan keringat
Semua mekanisme bekerja normal, masalah ada di produksi keringat
Seorang pendaki gunung berada di suhu sangat dingin. Meskipun tubuhnya tidak bergerak secara sadar, otot-ototnya berkontraksi cepat 15 kali per detik. Analisis mekanisme ini dan dampaknya terhadap suhu inti adalah:
Aktivitas otot sadar menghasilkan kerja fisik, meningkatkan suhu inti sedikit
Shivering (kontraksi involunter) meningkatkan produksi panas 2–5 kali tanpa menghasilkan kerja mekanis
Shivering menurunkan suhu inti karena energi digunakan untuk gerakan
Hipotalamus menonaktifkan saraf motorik sehingga otot tidak berkontraksi
Produksi panas tetap rendah karena tidak ada aktivitas sadar
Seorang pasien mengalami demam akibat infeksi bakteri. Analisis mekanisme yang menyebabkan suhu inti tubuh meningkat adalah:
Tubuh meningkatkan kehilangan panas melalui kulit dan berkeringat
Pirogen endogen dari makrofag merangsang prostaglandin di hipotalamus untuk menaikkan set point suhu
Hipotalamus menurunkan set point sehingga tubuh terasa dingin
Produksi panas menurun untuk menyeimbangkan infeksi
Demam terjadi karena lingkungan panas
Seorang pekerja berada di pabrik pengolahan makanan panas (≥40°C). Tubuhnya berkeringat, kulit merah, dan gerakan fisiknya minimal. Analisis mekanisme terkoordinasi yang terjadi dan tujuannya adalah:
Hipotalamus posterior menurunkan produksi panas melalui shivering
Hipotalamus anterior meningkatkan vasodilatasi kulit, evaporasi keringat, dan mengurangi aktivitas fisik untuk menurunkan suhu inti
Aktivitas fisik sadar meningkat untuk menghasilkan panas tambahan
Vasokonstriksi kulit untuk mempertahankan panas
Tubuh menaikkan tonus otot untuk menjaga suhu inti
