wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis SJT

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru mengetahui bahwa salah satu siswa sering tidak masuk kelas karena membantu orang tua bekerja. Guru tersebut diminta wali kelas untuk tetap memberikan nilai kehadiran penuh agar siswa tidak tinggal kelas.

Apa tindakan PALING TEPAT yang seharusnya dilakukan guru?

a)

A. Menolak permintaan tersebut dan membiarkan siswa menerima konsekuensi

b)

B. Memberikan nilai kehadiran penuh demi rasa kemanusiaan

c)


C. Mengikuti permintaan wali kelas demi menjaga hubungan kerja

d)

D. Memberikan nilai kehadiran penuh tetapi tidak mendokumentasikannya

e)

E. Mengusulkan solusi sesuai aturan sekolah sambil mengomunikasikan kondisi siswa

2.

Seorang guru kimia mengajar di kelas XI pada jam terakhir. Saat pembelajaran akan dimulai, sebagian siswa masih berada di luar kelas karena hujan deras menyebabkan keterlambatan pergantian jam. Di dalam kelas, beberapa siswa tampak lelah dan kurang fokus. Waktu pembelajaran tersisa 35 menit dari jadwal 45 menit.

Guru tersebut tetap harus menyelesaikan target materi hari itu sesuai RPP, namun juga terikat pada aturan profesionalisme guru terkait ketepatan waktu, pengelolaan kelas, dan tanggung jawab pembelajaran yang bermakna.

Tindakan PALING TEPAT yang seharusnya dilakukan guru adalah …

a)

A. Menunda pembelajaran hingga seluruh siswa lengkap, meskipun waktu belajar menjadi jauh berkurang, karena kehadiran siswa lebih penting daripada ketepatan waktu.

b)

B. Memulai pembelajaran tepat waktu dengan apersepsi singkat yang relevan, menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi siswa dan lingkungan, melibatkan seluruh siswa secara aktif, serta menutup pembelajaran tepat waktu meskipun materi disederhanakan.

c)

C. Mengalihkan waktu pembelajaran menjadi waktu bebas karena kondisi lingkungan tidak mendukung, dan melanjutkan materi pada pertemuan berikutnya.

d)

D. Memulai pembelajaran setelah semua siswa hadir, kemudian mempercepat penjelasan materi tanpa melibatkan siswa agar seluruh kompetensi dasar tetap tersampaikan.

e)

E. Tetap memulai pembelajaran sesuai jadwal, langsung menjelaskan materi secara ceramah agar target kurikulum tercapai meskipun sebagian siswa belum siap mengikuti pembelajaran.

3.

Dalam pembelajaran kimia kelas XI, guru merancang diskusi kelompok tentang penerapan reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari. Kelas terdiri atas siswa dengan karakter beragam: beberapa siswa sangat aktif mendominasi diskusi, sebagian pasif dan hanya mencatat, sementara dua siswa terlihat kurang percaya diri karena kemampuan akademiknya lebih rendah.

Saat diskusi berlangsung, waktu pembelajaran terbatas dan hasil diskusi akan dipresentasikan di akhir jam pelajaran. Guru menyadari bahwa tidak semua siswa terlibat aktif, namun pembelajaran harus tetap berjalan efektif dan tujuan pembelajaran harus tercapai.

Tindakan guru yang PALING TEPAT adalah …

a)

A. Membiarkan diskusi berjalan apa adanya karena siswa yang aktif dapat mewakili kelompok dan keterlibatan siswa lain dapat diasah di pertemuan berikutnya.

b)

B. Menegur siswa yang pasif di depan kelas agar mereka segera ikut berdiskusi dan menunjukkan partisipasi aktif.

c)

C. Menghentikan diskusi dan mengubah pembelajaran menjadi ceramah agar seluruh materi dapat tersampaikan tepat waktu.

d)

D. Mengintervensi diskusi dengan membagi peran dalam kelompok (misalnya moderator, pencatat, penyaji) serta memberikan pertanyaan pemantik yang berbeda tingkat kesulitannya agar semua siswa dapat berkontribusi sesuai kemampuannya.

e)

E. Meminta kelompok yang sudah aktif untuk segera menyiapkan presentasi tanpa memperhatikan keterlibatan individu dalam kelompok.

4.

Anda adalah guru Kimia yang mengajar di kelas XI pada jam terakhir. Sekolah berada di daerah padat penduduk dan dekat jalan raya. Pada hari itu terjadi pemadaman listrik, sehingga ruang kelas menjadi panas dan bising karena jendela dibuka. Sebagian siswa terlihat gelisah, sulit fokus, dan beberapa mengeluh tidak nyaman.

Sementara itu, materi yang harus diajarkan adalah kesetimbangan kimia, yang membutuhkan konsentrasi dan diskusi. Waktu pembelajaran tersisa 60 menit dan target kurikulum harus tetap tercapai.

Tindakan PALING TEPAT yang sebaiknya Anda lakukan adalah …

a)

A. Tetap melanjutkan pembelajaran seperti rencana awal karena materi harus selesai, meskipun kondisi kelas kurang kondusif.

b)

B. Menghentikan pembelajaran dan memberikan tugas mandiri untuk dikerjakan di rumah agar siswa tidak terganggu kondisi lingkungan.

c)

C. Menegur siswa yang tidak fokus agar lebih disiplin dan kembali memperhatikan penjelasan guru.

d)

D. Menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi lingkungan, misalnya mengubah pembelajaran menjadi diskusi kelompok kecil, memanfaatkan papan tulis dan contoh kontekstual, serta memberi jeda singkat agar siswa kembali nyaman.

e)

E. Mengakhiri pembelajaran lebih awal karena kondisi lingkungan tidak mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

5.

Pada jam terakhir di hari Jumat, seorang guru kimia mengajar kelas XI yang terlihat lelah dan kurang antusias karena sebelumnya mengikuti kegiatan sekolah hingga siang hari. Selain itu, media pembelajaran digital yang telah disiapkan guru mengalami gangguan teknis sehingga tidak dapat digunakan. Beberapa siswa mulai mengeluh, sebagian lainnya tampak tidak fokus, dan waktu pembelajaran tersisa relatif singkat.

Sebagai guru profesional, tindakan PALING TEPAT yang seharusnya dilakukan guru adalah …

a)

A. Tetap melanjutkan pembelajaran sesuai RPP dengan metode ceramah agar materi selesai meskipun suasana kelas kurang kondusif.

b)

B. Mengakhiri pembelajaran lebih awal karena kondisi siswa lelah dan media pembelajaran tidak berfungsi optimal.

c)

C. Mengalihkan pembelajaran menjadi diskusi ringan dan aktivitas sederhana yang melibatkan siswa secara aktif, sambil tetap menunjukkan sikap positif, semangat, dan menikmati proses meskipun situasi tidak ideal.

d)

D. Menegur siswa yang terlihat tidak fokus agar suasana kelas kembali tertib sebelum melanjutkan penjelasan materi.

e)

E. Menyampaikan keluhan kepada siswa tentang kendala teknis yang terjadi dan menjadwalkan ulang pembelajaran di pertemuan berikutnya.

6.

Pada awal pelajaran Kimia kelas XI, guru mengajar di kelas yang heterogen secara latar belakang budaya dan kemampuan akademik. Beberapa siswa tampak antusias, sebagian lain pasif, dan ada siswa yang baru pindah dari daerah lain yang belum terbiasa dengan kebiasaan di sekolah tersebut.

Guru menyadari bahwa hari itu bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Di sisi lain, waktu pembelajaran terbatas dan guru harus tetap menyelesaikan target materi.

Sebagai guru profesional, tindakan PALING TEPAT yang sebaiknya dilakukan adalah:

a)

A. Mengajak siswa berdoa dan meminta siswa yang paling aktif saja untuk menyampaikan pendapat tentang Hari Kebangkitan Nasional agar diskusi berjalan cepat.

b)

B. Menyerahkan doa dan pembahasan nilai kebangsaan kepada wali kelas agar pembelajaran kimia tetap fokus pada materi inti.

c)

C. Mengajak siswa berdoa dan menyampaikan pidato panjang tentang nasionalisme, meskipun mengurangi waktu pembelajaran dan membuat beberapa siswa kurang terlibat.

d)

D. Mengajak siswa berdoa secara singkat sesuai keyakinan masing-masing, menyampaikan makna Hari Kebangkitan Nasional secara inklusif, lalu mengaitkannya dengan kontribusi ilmu kimia bagi kemajuan bangsa, sambil memastikan semua siswa dilibatkan dalam diskusi awal.

e)

E. Langsung memulai pembelajaran sesuai RPP agar target materi tercapai, tanpa mengaitkan dengan peringatan hari nasional atau kegiatan pembuka lainnya.

7.

Anda adalah guru kimia kelas XI dan tergabung dalam tim MGMP sekolah yang sedang menerapkan pembelajaran berbasis proyek lintas mata pelajaran. Dalam pelaksanaan proyek, Anda mendapati kondisi berikut:

  • Seorang guru sejawat cenderung mendominasi pengambilan keputusan dan kurang memberi ruang diskusi.

  • Beberapa siswa terlihat pasif karena ide mereka jarang diakomodasi.

  • Proyek harus tetap selesai sesuai jadwal karena akan dipresentasikan pada kegiatan sekolah.

Sebagai guru yang ingin menunjukkan perilaku kolaboratif dengan sejawat dan siswa, tindakan PALING TEPAT yang seharusnya Anda lakukan adalah …

a)

A. Memberi kesempatan penuh kepada siswa untuk menentukan arah proyek tanpa banyak melibatkan guru sejawat agar kolaborasi siswa lebih berkembang.

b)

B. Mengalihkan perhatian siswa dengan memberi tugas individu agar mereka tetap aktif tanpa harus terlibat dalam diskusi tim proyek.

c)

C. Menyampaikan keberatan secara terbuka dalam rapat MGMP agar guru sejawat memahami pentingnya kerja tim yang setara.

d)

D. Mengikuti saja keputusan guru sejawat agar proyek selesai tepat waktu, sambil berfokus membimbing siswa di kelas Anda masing-masing.

e)

E. Mengajak guru sejawat berdiskusi secara personal untuk menyepakati pembagian peran yang lebih seimbang, sekaligus membuka forum diskusi terstruktur agar siswa dapat menyampaikan ide mereka.

8.

Seorang guru kimia mengajar di sekolah pinggiran dengan fasilitas terbatas. Ia dikenal aktif di masyarakat sebagai penggerak bank sampah dan sering diminta pendapat oleh warga sekitar.
Pada suatu minggu, guru tersebut harus mengajar materi pencemaran lingkungan menggunakan metode proyek. Namun, beberapa kendala muncul secara bersamaan:

  • Sebagian siswa kurang disiplin dan sering bercanda berlebihan saat kerja kelompok.

  • Waktu pembelajaran terbatas karena ada kegiatan sekolah mendadak.

  • Di media sosial warga sekitar sekolah, muncul komentar negatif yang menyudutkan sekolah karena dianggap kurang peduli lingkungan.

  • Guru merasa lelah karena harus menyiapkan perangkat pembelajaran, mengelola kelas, sekaligus menghadiri rapat warga di sore hari.

Sebagai guru profesional, tindakan PALING TEPAT yang seharusnya dilakukan adalah …

a)

A. Tetap melaksanakan pembelajaran sesuai RPP awal tanpa penyesuaian, menegur siswa yang tidak tertib dengan tegas, dan menyerahkan isu di masyarakat sepenuhnya kepada pihak sekolah.

b)

B. Meminta guru lain menggantikan sementara pembelajaran proyek, memfokuskan diri pada kegiatan masyarakat, dan mengevaluasi pembelajaran di akhir semester saja.

c)

C. Menegur siswa yang tidak disiplin di depan kelas sebagai bentuk keteladanan, mempercepat pembelajaran agar selesai tepat waktu, dan membalas komentar masyarakat melalui media sosial secara klarifikasi terbuka.

d)

D. Mengurangi aktivitas proyek agar kelas lebih tenang, memfokuskan pembelajaran pada penyampaian materi, dan menunda keterlibatan dalam kegiatan masyarakat hingga situasi sekolah kondusif.

e)

E. Menyesuaikan desain proyek menjadi lebih sederhana namun bermakna, mengatur ulang peran siswa agar lebih terlibat aktif dan tertib, menunjukkan sikap positif di kelas, serta mengomunikasikan secara santun kepada masyarakat bahwa sekolah sedang melakukan upaya pembelajaran lingkungan.

9.

Seorang guru Kimia akan mengajarkan materi Reaksi Redoks dalam Kehidupan Sehari-hari. Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran sebelumnya, guru menemukan bahwa siswa cenderung pasif, kurang bertanggung jawab terhadap tugas, dan sering menyontek saat diskusi kelompok.

Guru ingin merumuskan tujuan dan indikator pembelajaran ranah sikap yang tidak hanya relevan dengan materi, tetapi juga mengembangkan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kemandirian siswa, serta dapat diobservasi secara nyata selama proses pembelajaran.

Manakah rumusan tujuan dan indikator ranah sikap yang PALING TEPAT untuk kondisi tersebut?

a)

A. Tujuan: Siswa memahami konsep reaksi redoks dengan benar.
Indikator: Siswa mampu menjawab soal redoks secara mandiri dan tepat.

b)

B. Tujuan: Siswa mampu bekerja sama dan saling membantu dalam memahami reaksi redoks.
Indikator: Siswa berdiskusi dan berbagi jawaban dengan teman satu kelompok.

c)

C. Tujuan: Siswa memiliki sikap positif terhadap pembelajaran kimia.
Indikator: Siswa aktif bertanya dan berdiskusi selama pembelajaran redoks.

d)

D. Tujuan: Siswa menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan atas keteraturan reaksi kimia serta menunjukkan kejujuran dan kemandirian dalam belajar redoks.
Indikator: Siswa menyelesaikan tugas analisis redoks secara mandiri, jujur, dan merefleksikan pembelajaran sebagai bentuk rasa syukur.

e)

E. Tujuan: Siswa menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab selama pembelajaran redoks.
Indikator: Siswa hadir tepat waktu dan mengumpulkan tugas sesuai jadwal.

10.

Seorang guru kimia akan menyusun tujuan dan indikator pembelajaran untuk materi Reaksi Redoks pada kelas XI. Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran sebelumnya, guru menemukan bahwa siswa:

  • Cenderung menghafal konsep tanpa mampu menganalisis permasalahan baru

  • Kurang terbiasa bekerja sama lintas kelompok, terutama saat diskusi

  • Masih pasif ketika diminta menyampaikan alasan atau sudut pandang berbeda

Guru ingin merancang pembelajaran yang mengembangkan penalaran kritis dan kreatif (ranah pengetahuan) sekaligus menumbuhkan nilai kebhinekaan global dan gotong royong (ranah keterampilan).

Manakah rumusan tujuan dan indikator pembelajaran yang PALING TEPAT untuk kondisi tersebut?

a)

A. Merumuskan tujuan agar siswa memahami konsep reaksi redoks dengan benar, dengan indikator siswa mampu menjelaskan definisi dan menyelesaikan soal latihan secara individu.

b)

B. Merumuskan tujuan agar siswa mampu menganalisis reaksi redoks dalam berbagai konteks, dengan indikator siswa mengidentifikasi perubahan bilangan oksidasi melalui diskusi kelompok heterogen dan menyepakati hasil bersama.

c)

C. Merumuskan tujuan agar siswa terampil menyelesaikan soal redoks secara cepat, dengan indikator siswa mengerjakan soal secara mandiri dan mempresentasikan jawaban terbaik.

d)

D. Merumuskan tujuan agar siswa memiliki sikap toleran dan kerja sama, dengan indikator siswa berdiskusi tanpa konflik dan saling menghargai pendapat teman.

e)

E. Merumuskan tujuan agar siswa mampu menghafal konsep redoks dan bekerja sama, dengan indikator siswa mencatat hasil diskusi dan mengikuti instruksi guru dengan tertib.

11.

Seorang guru kimia akan menyusun tujuan dan indikator pembelajaran untuk materi kimia kelas XI pada awal semester. Karakteristik kelas sangat beragam:

  • sebagian siswa pasif dan bergantung pada arahan guru,

  • sebagian lain kritis namun kurang mampu bekerja sama,

  • latar belakang budaya dan keyakinan siswa juga beragam.

Sekolah mendorong guru agar pembelajaran:

  • menguatkan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kemandirian,

  • mengembangkan bernalar kritis dan kreatif,

  • menumbuhkan kebhinekaan global dan gotong royong,

  • serta adaptif terhadap perkembangan IPTEKS.

Guru harus merumuskan tujuan dan indikator pembelajaran yang tepat.

Tindakan guru yang PALING TEPAT adalah …

a)

A. Merumuskan tujuan pembelajaran terintegrasi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan indikator yang menekankan proses refleksi nilai, analisis masalah kontekstual, kerja kelompok lintas latar belakang, serta pemanfaatan teknologi sederhana yang relevan dengan perkembangan IPTEKS dan karakteristik siswa.

b)

B. Merumuskan tujuan pembelajaran yang mencakup sikap religius, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan kolaborasi, namun indikator difokuskan pada hasil akhir produk belajar agar mudah dievaluasi dan dilaporkan.

c)

C. Merumuskan tujuan pembelajaran yang menekankan penguasaan konsep kimia secara mendalam dan terukur melalui tes tertulis, dengan indikator keberhasilan berupa capaian nilai kognitif minimal sesuai KKM.

d)

D. Merumuskan tujuan pembelajaran yang menonjolkan pembentukan karakter dan kebersamaan kelas, dengan indikator berupa keaktifan siswa dalam diskusi dan kepatuhan terhadap aturan pembelajaran.

e)

E. Merumuskan tujuan pembelajaran berbasis proyek digital agar selaras dengan perkembangan teknologi, dengan indikator keberhasilan berupa kemampuan siswa menyelesaikan tugas berbantuan teknologi secara mandiri.

12.

Seorang guru Kimia kelas XI akan mengajarkan materi Kesetimbangan Kimia. Berdasarkan hasil refleksi tahun sebelumnya, guru menemukan bahwa:

  • Siswa mampu mengerjakan soal hitungan, tetapi gagal menjelaskan makna pergeseran kesetimbangan secara konseptual.

  • Pembelajaran sebelumnya terlalu fokus pada rumus dan contoh soal.

  • Penilaian akhir belum mampu mengungkap pemahaman struktur konsep siswa secara utuh.

Pada tahun ini, guru ingin memperbaiki kualitas pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, dengan menekankan struktur materi ajar yang bermakna dan saling terhubung.

Manakah tindakan guru yang PALING TEPAT dan mencerminkan pemenuhan ketiga indikator tersebut?

a)

A. Guru menyusun RPP dengan menambahkan lebih banyak latihan soal bervariasi, menjelaskan konsep menggunakan ceramah yang sistematis, lalu mengevaluasi pembelajaran melalui tes objektif agar mudah mengukur ketercapaian pembelajaran.

b)

B. Guru memetakan konsep kesetimbangan mulai dari reaksi reversibel, faktor pergeseran, hingga prinsip Le Chatelier, menerapkannya melalui diskusi berbasis fenomena industri, dan mengevaluasi pembelajaran dengan soal uraian yang meminta siswa menjelaskan hubungan antarkonsep dan alasan ilmiahnya.

c)

C. Guru menyederhanakan materi agar sesuai kemampuan siswa, menyampaikan inti konsep melalui presentasi multimedia, dan mengevaluasi pembelajaran dengan kuis cepat untuk mengetahui daya serap siswa secara umum.

d)

D. Guru merancang pembelajaran berbasis proyek sederhana, tetapi dalam pelaksanaannya tetap mengikuti buku teks secara ketat, kemudian mengevaluasi hasil belajar berdasarkan nilai akhir siswa tanpa analisis lebih lanjut.

e)

E. Guru menekankan penguasaan rumus dalam perencanaan, memberi contoh penyelesaian soal langkah demi langkah saat mengajar, dan mengevaluasi pembelajaran dengan soal-soal setara ujian nasional agar siswa terbiasa dengan standar ujian.

13.

Seorang guru Kimia kelas XI telah melaksanakan pembelajaran dengan urutan materi sebagai berikut:
(1) Perhitungan pH larutan asam–basa,
(2) Kekuatan asam dan basa,
(3) Teori asam–basa,
(4) Sifat asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah pembelajaran selesai, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menyelesaikan soal hitungan, tetapi tidak dapat menjelaskan makna konsep asam–basa secara ilmiah dan sering keliru dalam mengaitkan hasil perhitungan dengan fenomena nyata.

Sebagai guru profesional, tindakan PALING TEPAT untuk mengevaluasi pembelajaran berdasarkan analisis alur materi ajar secara logis adalah …

a)

A.
Menyimpulkan bahwa kemampuan siswa memang lebih kuat pada aspek numerik sehingga fokus pembelajaran selanjutnya diarahkan pada latihan perhitungan yang lebih variatif.

b)

B.
Merevisi instrumen penilaian dengan menambahkan soal uraian konseptual agar hasil evaluasi lebih seimbang antara konsep dan hitungan.

c)

C.
Menganalisis kembali keterkaitan urutan penyajian materi dengan tujuan pembelajaran, kemudian menyimpulkan bahwa pembelajaran perlu diawali dari konsep dan fenomena sebelum perhitungan, serta menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan alur materi pada pertemuan berikutnya.

d)

D.
Mengulang pembelajaran perhitungan pH secara lebih perlahan karena sebagian siswa masih belum memahami hubungan antara rumus dan hasil perhitungan.

e)

E.
Memberikan pengayaan konsep kepada siswa tertentu yang nilainya rendah tanpa mengubah alur pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya.

14.

Pada semester sebelumnya, seorang guru kimia telah mengajarkan materi Ikatan Kimia kepada kelas X. Dari hasil refleksi dan evaluasi, guru menemukan bahwa sebagian besar siswa:

  • Menghafal jenis ikatan tanpa memahami alasan terbentuknya,

  • Kesulitan mengaitkan konsep ikatan dengan sifat zat,

  • Kurang aktif dalam diskusi karena pembelajaran terlalu berpusat pada penjelasan guru.

Pada semester berikutnya, guru akan mengajar materi lanjutan Bentuk Molekul dan Kepolaran Senyawa pada kelas yang karakteristiknya heterogen (kemampuan akademik beragam, sebagian siswa lebih visual dan kontekstual).

Sebagai guru profesional, tindakan PALING TEPAT dalam merancang pembelajaran adalah …

a)

A.
Merancang pembelajaran berbasis eksplorasi model molekul (fisik/digital) yang dimulai dari fenomena sifat zat sehari-hari, dilanjutkan diskusi kelompok heterogen, serta refleksi untuk mengaitkan konsep ikatan, bentuk molekul, dan kepolaran berdasarkan pengalaman belajar sebelumnya.

b)

B.
Menggunakan RPP lama dengan sedikit penyesuaian waktu, karena materi bentuk molekul masih berkaitan erat dengan ikatan kimia dan siswa sudah pernah mempelajarinya.

c)

C.
Menyusun kembali RPP dengan menambahkan lebih banyak latihan soal perhitungan kepolaran molekul agar siswa terbiasa mengerjakan soal ujian, karena kelemahan sebelumnya terlihat pada hasil tes tertulis.

d)

D.
Memilih pendekatan ceramah interaktif yang lebih sistematis agar seluruh konsep dapat tersampaikan secara runtut, kemudian memberikan tugas mandiri bagi siswa yang belum tuntas memahami materi.

e)

E.
Mengganti pendekatan pembelajaran menjadi diskusi bebas antarsiswa tanpa struktur yang jelas agar siswa lebih aktif, dengan harapan pemahaman konsep akan terbentuk secara alami.

15.

Seorang guru Kimia akan mengajarkan materi Kesetimbangan Kimia pada kelas XI. Berdasarkan hasil pembelajaran sebelumnya, guru mengetahui bahwa:

  • Sebagian siswa kuat secara konseptual tetapi pasif berdiskusi

  • Sebagian lain aktif berdiskusi tetapi lemah dalam pemodelan matematis

  • Fasilitas sekolah terbatas, tetapi hampir semua siswa memiliki gawai pribadi

  • Pada pembelajaran sebelumnya, penggunaan video satu arah membuat siswa kurang terlibat

Guru ingin merancang pembelajaran baru yang memadukan materi ajar, pendekatan pedagogik, dan teknologi, agar seluruh siswa terlibat aktif dan memahami konsep secara mendalam.

Tindakan guru yang PALING TEPAT adalah …

a)

A.
Menggunakan video pembelajaran interaktif tentang kesetimbangan kimia yang diakses melalui gawai, kemudian meminta siswa mengerjakan kuis daring secara individu untuk memastikan pemahaman konsep.

b)

B.
Merancang diskusi kelompok berbasis studi kasus kesetimbangan industri, menggunakan simulasi digital sederhana yang dapat diakses melalui gawai, disertai lembar kerja yang mengarahkan siswa mengaitkan representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik.

c)

C.
Menyampaikan kembali konsep kesetimbangan kimia secara sistematis melalui presentasi digital yang lebih menarik, kemudian menugaskan siswa membuat rangkuman konsep dalam bentuk infografis.

d)

D.
Menggunakan aplikasi pembelajaran daring untuk latihan soal kesetimbangan kimia secara bertahap, disertai penjelasan otomatis agar siswa dapat belajar mandiri sesuai kecepatannya.

e)

E.
Menyajikan eksperimen virtual kesetimbangan kimia secara klasikal menggunakan LCD, kemudian mengajak siswa berdiskusi secara lisan tentang hasil pengamatan.

16.

Seorang guru kimia mengajarkan materi Reaksi Redoks. Ia ingin pembelajaran tidak hanya mencapai target kognitif, tetapi juga menumbuhkan kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian siswa. Dalam praktiknya, guru mendapati bahwa sebagian siswa cenderung menyalin jawaban kelompok lain saat diskusi dan praktikum.

Manakah tindakan guru yang PALING TEPAT menunjukkan pembelajaran berpusat pada peserta didik sekaligus menginternalisasi nilai keimanan, akhlak mulia, dan kemandirian melalui konten pelajaran?

a)

A. Mengubah strategi pembelajaran dengan meminta setiap kelompok merancang prosedur pemecahan masalah redoks secara mandiri, disertai refleksi tertulis tentang sikap jujur dan tanggung jawab dalam proses belajar.

b)

B. Menegur siswa yang menyalin jawaban di depan kelas agar memberi efek jera dan menekankan pentingnya kejujuran dalam belajar kimia.

c)

C. Memberikan ceramah singkat tentang pentingnya kejujuran dan tanggung jawab, lalu meminta siswa mengerjakan ulang tugas secara individu di rumah.

d)

D. Mengurangi aktivitas diskusi kelompok dan menggantinya dengan latihan soal terstruktur agar siswa lebih fokus pada hasil belajar masing-masing.

e)

E. Memberikan sanksi akademik berupa pengurangan nilai bagi siswa yang terbukti menyalin jawaban sebagai pembelajaran disiplin.

17.

Seorang guru kimia mengajarkan materi sistem koloid di kelas XI. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, siswa sering menghafal jenis koloid dan sifatnya tanpa mampu menganalisis permasalahan nyata, misalnya mengapa air sungai keruh sulit dijernihkan atau mengapa santan dapat pecah.

Pada pertemuan ini, guru ingin melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk membangun pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah. Guru membawa contoh kasus: air sungai keruh di sekitar sekolah yang akan dijadikan air layak pakai.

Sebagai guru, tindakan PALING TEPAT yang sebaiknya dilakukan adalah …

a)

A. Menjelaskan kembali konsep jenis koloid, sifat Tyndall, dan koagulasi secara runtut, kemudian memberikan latihan soal agar siswa memahami konsep sebelum membahas kasus air sungai.

b)

B. Membagi siswa ke dalam kelompok, memberikan kasus air sungai keruh, lalu meminta mereka mencari sendiri solusi penjernihan air tanpa arahan agar kreativitas siswa berkembang secara maksimal.

c)

C. Menyajikan video penjernihan air, kemudian meminta siswa mencatat proses yang terjadi dan menyimpulkan sendiri jenis koloid serta sifatnya tanpa diskusi kelompok.

d)

D. Mengajak siswa mengamati sampel air sungai, memandu mereka mengidentifikasi ciri koloid, merumuskan masalah, merancang solusi penjernihan sederhana berbasis konsep koagulasi, dan mendiskusikan hasilnya secara reflektif.

e)

E. Memberikan penugasan proyek penjernihan air sebagai pekerjaan rumah agar pembelajaran di kelas tetap fokus pada penyampaian materi sesuai alokasi waktu.

18.

Seorang guru kimia akan mengajarkan materi Termokimia pada kelas XI. Berdasarkan hasil pembelajaran tahun sebelumnya, guru menemukan bahwa siswa:

  • mampu menghafal rumus perubahan entalpi,

  • tetapi kesulitan menalar hubungan energi dengan fenomena nyata,

  • serta kurang terlibat aktif saat pembelajaran berlangsung.

Sekolah memiliki fasilitas LCD, akses internet terbatas namun stabil, dan sebagian besar siswa terbiasa menggunakan gawai untuk belajar. Guru ingin menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan ipteks terkini tanpa mengabaikan keterbatasan kondisi kelas.

Tindakan guru yang PALING TEPAT adalah …

a)

A.
Menerapkan Problem Based Learning dengan memanfaatkan simulasi digital sederhana (misalnya PhET) tentang reaksi eksoterm–endoterm, lalu mengaitkannya dengan kasus penggunaan bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari.

b)

B.
Menugaskan siswa mencari materi termokimia dari berbagai situs internet secara mandiri, kemudian mempresentasikan rangkuman teori perubahan entalpi di depan kelas.

c)

C.
Menggunakan metode ceramah interaktif dengan penjelasan mendalam tentang persamaan termokimia dan memberikan latihan soal perhitungan agar siswa terbiasa menyelesaikan soal ujian.

d)

D.
Menggunakan video eksperimen termokimia dari platform daring, kemudian meminta siswa menyalin kesimpulan dari video tersebut sebagai bahan diskusi kelas.

e)

E.
Melakukan praktikum kalor reaksi secara demonstrasi oleh guru agar pembelajaran lebih menarik dan waktu pembelajaran tetap efisien.

19.

Seorang guru kimia melaksanakan pembelajaran menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan video eksperimen virtual dan lembar kerja digital.
Selama pelaksanaan pembelajaran, guru menyadari bahwa:

  • Sebagian siswa tertarik pada video, tetapi masih kesulitan mengaitkan konsep dengan pemecahan masalah.

  • Diskusi kelompok berjalan aktif, namun beberapa siswa pasif dan hanya mengikuti teman.

  • Waktu pembelajaran tidak cukup untuk melakukan refleksi bersama di akhir pertemuan.

Sebagai guru profesional yang berkomitmen pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan, tindakan reflektif PALING TEPAT yang seharusnya dilakukan guru adalah …

a)

A. Mempertahankan desain pembelajaran karena media dan model sudah sesuai tuntutan kurikulum serta siswa terlihat antusias selama proses berlangsung.

b)

B. Mengganti seluruh media digital dengan metode ceramah pada pertemuan berikutnya agar penguasaan konsep siswa lebih merata.

c)

C. Menyimpulkan bahwa kendala utama terletak pada kemampuan awal siswa, sehingga tidak diperlukan perubahan pada pelaksanaan pembelajaran.

d)

D. Fokus mengevaluasi hasil tes siswa saja untuk menentukan apakah pembelajaran yang telah dilaksanakan sudah berhasil atau belum.

e)

E. Merefleksikan kesesuaian konten, strategi PBL, dan pemanfaatan teknologi, lalu menyesuaikan skenario diskusi, peran siswa, serta alokasi waktu refleksi pada pertemuan berikutnya.

20.

Seorang guru kimia telah mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif berupa LKPD berbasis problem solving yang terbukti meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Beberapa rekan sejawat tertarik, namun guru tersebut merasa hasil karyanya belum sempurna dan masih ragu untuk membagikannya secara luas. Pada saat yang sama, sekolah mendorong guru untuk aktif dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) melalui publikasi atau forum ilmiah.

Tindakan PALING TEPAT yang seharusnya dilakukan guru tersebut adalah …

a)

A.
Menggunakan perangkat pembelajaran tersebut hanya untuk kelasnya sendiri karena tanggung jawab utama guru adalah mengajar siswa, bukan menyebarluaskan karya.

b)

B.
Mempresentasikan perangkat pembelajaran tersebut dalam forum MGMP atau seminar guru sebagai best practice, disertai refleksi kelebihan dan keterbatasannya, serta terbuka terhadap masukan untuk penyempurnaan.

c)

C.
Membagikan perangkat pembelajaran secara terbatas kepada rekan sejawat di sekolah tanpa melakukan refleksi atau dokumentasi tertulis karena tujuannya hanya berbagi praktik baik.

d)

D.
Menunggu hingga perangkat pembelajaran benar-benar sempurna dan tervalidasi secara formal sebelum dibagikan atau dipublikasikan agar tidak menimbulkan kritik dari rekan sejawat.

e)

E.
Mengunggah perangkat pembelajaran ke media sosial pribadi tanpa penjelasan konteks atau refleksi agar dapat dikenal luas sebagai karya inovatif