Font size
WorksheetsPENILAIAN HARIAN TSSL UAS
Total questions: 20
Worksheet time: 30mins
Emulsi merupakan sediaan heterogen yang mengandung dua fase cairan, terdiri dari fase pendispersi dan fase terdispersi berdasarkan ukuran globulnya emulsi dibagi menjadi beberapa klasifikasi diantaranya makro emulsi, mikro emulsi dan nano emulsi. Manakah dibawah ini yang merupakan ukuran globul mikro emulsi?
0.14 - 2 µm
0.03 – 0.15 µm
0.09 – 0.20 µm
0.004 – 0.30 µm
0.002 – 0.008 µm
Emulgator merupakan suatu bahan yang digunakan untuk pembuatan sediaan emulsi. Berdasarkan sumbernya emulgator umumnya dibagi menjadi emulgator alam dan buatan. Sementara emulgator alam dapat berasal dari tumbuhan hewan dan tanah mineral. Manakah dibawah ini yang merupakan contoh emulgator yang berasal dari hewan?
Gom arab
Tragachant
Kasein
Vegum
Magnesium Silikat
Jika orelia membuat suatu emulsi dengan menggunakan gabungan dua emulgator sebagai berikut. Tween 80 dengan nilai HLB 10, span 80 dengan nilai HLB 1. Berapakah jumlah Tween 80 yang ditimbang bila HLB campuran yang ingin dibuat adalah 8 sebanyak 50 gr
10 gram
32,7 gram
40 gram
20 gram
22,5 gram
Seorang formulator ingin meningkatkan kestabilan fisik dan kimia sediaan cair yang mudah teroksidasi dan mengendap. Kombinasi tindakan paling tepat adalah
Menambah pewarna dan pemanis
Menggunakan kosolven saja
Menambahkan antioksidan, pengental, dan kemasan gelap
Meningkatkan pH larutan
Mengurangi jumlah pelarut
Suatu obat hampir tidak larut dalam air, tetapi menjadi larut ketika ditambahkan gliserin ke dalam sistem pelarut. Fenomena ini dikenal sebagai
Salting out
Kompleksasi
Kosolvensi
Presipitasi
Ionisasi
Pada percobaan kelarutan, diketahui bahwa K2SO4 justru mengalami penurunan kelarutan dan menghasilkan panas dari hasil larutannya. Hal ini menunjukkan bahwa proses pelarutan zat tersebut bersifat:
Endoterm
Eksoterm
Isoterm
Netral
Adiabatik
Seorang apoteker menambahkan NaCl jenuh ke dalam larutan yang mengandung minyak atsiri, lalu terbentuk pemisahan fase. Peristiwa ini disebabkan oleh
Co-solvency
Kompleksasi
Ionisasi
Salting out
Buffering
Dalam suatu pengamatan, terlihat lapisan krim di bagian atas emulsi O/W setelah disimpan beberapa hari, namun dapat kembali homogen setelah dikocok ringan. Fenomena ini disebut:
Koalesensi
Cracking
Creaming
Flokulasi
Inversi fase
Yang tidak termasuk kedalam jenis Evaluasi pada sediaan suspensi adalah …
Pengujian pH
Pengujian Viskositas dan sifat alir
Penentuan Tipe Suspensi
Pengujian stabilitas sediaan
Pengujian Kecepatan Sedimentasi
Seorang formulator menggunakan Tween dan Span dalam pembuatan emulsi karena kedua bahan tersebut memiliki gugus hidrofilik dan lipofilik. Sistem penilaian yang digunakan untuk menentukan kecenderungan hidrofil–lipofil surfaktan adalah:
pKa
Log P
HLB
CMC
Viskositas
Sediaan ini memiliki bentuk larutan yang jernih, dan komposisi terdiri dari bahan aktif dan pembawa yang sesuai. Merupakan definisi apakah kalimat tersebut?
Larutan
Emulsi
Suspensi
Elixir
Colloid
Dalam proses penyimpanan, ukuran droplet emulsi semakin membesar karena droplet kecil menghilang dan droplet besar makin membesar. Mekanisme ketidakstabilan emulsi ini dikenal sebagai:
(a)
Berdasarkan Emulgator membentuk lapisan film tipis, kuat dan lentur disekitar tetesan fase terdispersi merupakan teori emulsi
Interfacial Film
Monoculer film
Finely Divided Solid FIlm
Electrical Double Layer
Semua salah
Pada sediaan liquid membutuhkan antimicrobial preservative, dimana yang sering digunakan adalah asam benzoate. Berapa persenkah penggunaan asam benzoate sebagai pservative?
0.3% - 0.4%
0.1% - 0.2%
0.5% - 0.6%
0.6% - 0.7%
0.8% - 0,9%
Emulgator yang berasal dari surfaktan memiliki muatan di kepala dan ekornya, emulgator berikut yang memiliki muatan positif dan muatan negatif sekaligus adalah
CMC Na
Tween
Cetyltrimethylammonium Bromide
Poloxamer
Lesitin
Evaluasi sediaan krim perlu dilakukan agar dapat menjamin kualitas sediaan yang dihasilkan. Berikut ini yang termasuk dalam evaluasi sediaan yang dilakukan terhadap sediaan krim adalah…
Homogenitas
Semua jawaban benar
Daya sebar
Daya lekat
Viskositas
Evaluasi pada sediaan larutan oral dan suspense yang dilakukan untuk melihat kesesuaian volume sediaan jika dipindahkan dari wadah asli dengan volume yang tertera di etiket adalah evaluasi…
Bobot jenis
Volume sedimentasi
Viskositas
Keseragaman sediaan
Volume terpindahkan
Dalam audit internal, ditemukan bahwa suatu batch sediaan cair telah memenuhi seluruh spesifikasi uji fisik, kimia, dan mikrobiologi. Namun, terdapat satu data IPC yang tidak terdokumentasi dengan baik dan tidak ada laporan investigasi deviasi. Berdasarkan CPOB, keputusan paling tepat terhadap batch tersebut adalah:
Tetap meluluskan batch karena hasil uji akhir memenuhi syarat
Meluluskan batch dengan catatan perbaikan di batch berikutnya
Menolak batch karena tidak memenuhi aspek dokumentasi mutu
Mengulang pengujian mikrobiologi saja
Meluluskan batch setelah mendapat persetujuan bagian produksi
Pada evaluasi sediaan larutan wadah dosis ganda persyaratannya adalah volume rata-rata dari 10 wadah tidak kurang dari 100% dan tidak ada satu wadah yang volumenya <95% dari volume yang tertera di etiket. Susan melakukan evaluasi pada 10 wadah dengan volume 100 mL dan ternyata 1 wadah memiliki volume 97 mL. Hasil ini berarti…
Seluruh sediaan tidak memenuhi syarat
Sediaan tidak memenuhi syarat, perlu diuji ulang
Sediaan tidak memenuhi syarat, perlu penambahan jumlah sampel
Sediaan memenuhi syarat volume terpindahkan
Sediaan memenuhi syarat asalkan wadah dengan volume 97 mL diabaikan
Dalam evaluasi sediaan cair, dilakukan pengujian pH, viskositas, dan bobot jenis sebelum produk dikemas. Pengujian ini dikategorikan dalam CPOB sebagai:
Validasi proses
Evaluasi stabilitas
In-Process Control (IPC)
Uji pasca edar
Pengujian bahan baku
