Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO UP PPG MAPEL SKI NOMOR 41-50

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Pak Ahmad mengajar materi "Tokoh-tokoh Pengetahuan Islam di Afrika" dengan tujuan pembelajaran agar siswa dapat menganalisis kontribusi ulama Afrika terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Setelah pembelajaran berlangsung selama 3 pertemuan, Pak Ahmad perlu menentukan instrumen asesmen yang tepat untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada aspek pengetahuan. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran tersebut adalah...

a)

Tes esai yang meminta siswa mendeskripsikan biografi lengkap tokoh-tokoh ulama Afrika secara kronologis

b)

Tes pilihan ganda tentang nama-nama tokoh dan tahun kelahiran ulama-ulama terkenal dari Afrika

c)

Tugas proyek membuat peta konsep yang menghubungkan kontribusi ulama Afrika dengan perkembangan ilmu Islam

d)

Tes uraian yang meminta siswa menganalisis pengaruh karya ulama Afrika terhadap kemajuan peradaban Islam

e)

Observasi aktivitas siswa saat berdiskusi tentang kehidupan sosial masyarakat Afrika pada masa Islam

2.

Bu Sari mengajar materi "Proses Berdirinya Kekhalifahan Bani Umayyah di Damaskus" dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Hasil asesmen formatif menunjukkan 60% siswa belum memahami faktor-faktor politik yang melatarbelakangi berdirinya dinasti tersebut. Bu Sari perlu menentukan teknik asesmen lanjutan yang mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya. Teknik asesmen yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah...

a)

Memberikan tes sumatif dengan soal pilihan ganda tentang kronologi peristiwa berdirinya Bani Umayyah

b)

Melakukan asesmen diagnostik melalui peta konsep untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa tentang faktor politik

c)

Mengadakan ujian lisan individual tentang tokoh-tokoh penting dalam proses berdirinya Kekhalifahan Bani Umayyah

d)

Memberikan tugas kelompok untuk membuat timeline peristiwa tanpa mempertimbangkan pemahaman sebelumnya

e)

Melaksanakan observasi partisipasi siswa dalam diskusi kelas tentang sistem pemerintahan Islam secara umum

3.

Pak Budi menggunakan model pembelajaran kooperatif untuk materi "Sistem Pemerintahan Islam pada masa Dinasti Umayyah di Andalusia". Asesmen awal menunjukkan siswa memiliki pengetahuan dasar yang beragam tentang sistem pemerintahan Islam. Pak Budi perlu merancang instrumen asesmen yang dapat mengukur perkembangan pemahaman siswa dengan mempertimbangkan kondisi awal tersebut. Instrumen asesmen yang paling sesuai dengan kondisi tersebut adalah...

a)

Rubrik penilaian kinerja kelompok yang mengukur kemampuan siswa menjelaskan struktur pemerintahan Umayyah di Andalusia

b)

Tes objektif tentang nama-nama khalifah dan periode pemerintahan tanpa mempertimbangkan pengetahuan awal siswa

c)

Portofolio yang berisi kumpulan tugas individual tentang biografi tokoh-tokoh penting dinasti Umayyah

d)

Kuis harian yang menguji hafalan siswa tentang wilayah-wilayah kekuasaan Umayyah di Andalusia

e)

Lembar observasi yang hanya fokus pada keaktifan siswa dalam diskusi tanpa mengukur pemahaman konsep

4.

Bu Rina mengajar materi "Implementasi Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam" untuk mengembangkan sikap toleransi dan kejujuran siswa. Asesmen awal menunjukkan siswa memahami teori nilai-nilai karakter tetapi masih kesulitan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Teknik asesmen yang paling tepat untuk mengukur implementasi pendidikan karakter dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal adalah...

a)

Tes tertulis tentang definisi dan konsep-konsep teoritis nilai-nilai karakter dalam Islam secara mendalam

b)

Observasi perilaku siswa dalam situasi nyata yang memerlukan penerapan nilai toleransi dan kejujuran

c)

Ujian lisan tentang dalil-dalil Al-Quran dan hadis yang berkaitan dengan pendidikan karakter Islam

d)

Tugas menulis esai tentang tokoh-tokoh Islam yang memiliki karakter mulia tanpa aplikasi praktis

e)

Kuis pilihan ganda tentang sejarah perkembangan konsep pendidikan karakter dalam peradaban Islam klasik

5.

Pak Doni mengimplementasikan pembelajaran materi "Moderasi Beragama di Indonesia" dengan pendekatan kontekstual. Asesmen awal menunjukkan siswa memiliki pandangan beragam tentang konsep moderasi beragama, sebagian masih sempit. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur perubahan perspektif siswa dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal adalah...

a)

Tes esai yang meminta siswa menjelaskan definisi moderasi beragama menurut berbagai tokoh Islam Indonesia

b)

Skala sikap yang mengukur perubahan pandangan siswa tentang toleransi beragama sebelum dan sesudah pembelajaran

c)

Tes pilihan ganda tentang sejarah organisasi-organisasi Islam moderat di Indonesia secara kronologis

d)

Tugas kelompok membuat poster tentang tokoh-tokoh moderat tanpa mengukur perubahan perspektif individual

e)

Observasi partisipasi siswa dalam debat tentang isu-isu keagamaan kontemporer di masyarakat Indonesia

6.

Pak Rahman mengajar "Hijrahnya Nabi ke Madinah" dengan pendekatan TPACK (Technology, Pedagogy, Content Knowledge). Setelah 2 pertemuan, ia menemukan masalah: video terlalu panjang sehingga mengurangi waktu diskusi, pembagian kelompok tidak mempertimbangkan kemampuan teknologi siswa yang beragam, platform digital sulit diakses sebagian siswa karena keterbatasan perangkat, dan materi terlalu fokus pada aspek teknologi sehingga makna spiritual hijrah kurang mendalam. Praktik baik (best practice) yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran materi Hijrah Nabi ke Madinah adalah...

a)

Mengganti seluruh penggunaan teknologi dengan metode ceramah tradisional untuk memastikan semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik tanpa kendala teknis

b)

Menyinergikan durasi konten digital dengan waktu diskusi, memetakan kemampuan teknologi siswa, menyediakan alternatif akses, dan memperdalam analisis makna spiritual hijrah

c)

Menggunakan teknologi yang lebih canggih seperti virtual reality untuk memberikan pengalaman hijrah yang lebih nyata kepada siswa dalam pembelajaran

d)

Fokus hanya pada aspek pedagogik dengan menghilangkan komponen teknologi dan memperbanyak aktivitas diskusi kelompok tentang peristiwa hijrah

e)

Memberikan tugas individual kepada siswa untuk mencari sendiri informasi tentang hijrah melalui internet tanpa bimbingan guru dalam proses pembelajaran

7.

Bu Fatimah melaksanakan pembelajaran materi "Kepemimpinan Utsman bin Affan" dengan model pembelajaran berbasis proyek menggunakan sumber sejarah primer dan sekunder, pendekatan konstruktivisme sosial, serta aplikasi timeline digital. Selama proses, muncul masalah: kesulitan menganalisis sumber karena bahasa, ketidakefektifan kerja kelompok, gangguan teknis timeline digital, dan produk akhir kurang menunjukkan pemahaman mendalam. Best practice yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran adalah...

a)

Menyederhanakan sumber sejarah dengan memberikan ringkasan, menerapkan teknik jigsaw untuk kerja kelompok, menyiapkan backup teknologi, dan merancang rubrik penilaian yang jelas

b)

Menghilangkan penggunaan sumber primer dan mengganti dengan buku teks modern yang lebih mudah dipahami oleh siswa tingkat menengah

c)

Mengubah model pembelajaran menjadi ceramah interaktif untuk menghindari kompleksitas kerja kelompok dan masalah teknologi dalam pembelajaran

d)

Memberikan kebebasan penuh kepada siswa untuk memilih sumber informasi dan metode presentasi tanpa panduan khusus dari guru

e)

Fokus hanya pada penggunaan teknologi terbaru tanpa mempertimbangkan kesesuaian dengan kemampuan siswa dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan

8.

Pak Hasan mengevaluasi pembelajaran materi "Sistem Pemerintahan Islam pada masa Kekhalifahan Dinasti Ayyubiyah" dengan pendekatan blended learning, studi kasus sistem pemerintahan, pedagogi berbasis inquiry learning, dan teknologi berupa platform assessment online. Ia menemukan: instrumen evaluasi online kurang mengukur berpikir kritis secara mendalam, pertanyaan inquiry kurang mengarah ke analisis keunikan sistem, koneksi internet tidak stabil mengganggu proses evaluasi online, dan hasil evaluasi menunjukkan kecenderungan menghafal fakta daripada memahami konsep. Praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran yang berkelanjutan adalah...

a)

Mengembangkan instrumen evaluasi campuran (online-offline), merancang pertanyaan inquiry yang mengarah pada analisis komparatif, menyediakan backup sistem, dan menerapkan asesmen autentik berbasis kasus

b)

Mengganti seluruh evaluasi online dengan tes tertulis konvensional untuk menghindari masalah teknis dan memastikan semua siswa dapat mengikuti evaluasi

c)

Memberikan evaluasi hanya berupa tugas hafalan tentang nama-nama sultan dan tahun pemerintahan untuk memudahkan penilaian objektif

d)

Menggunakan teknologi evaluasi yang lebih canggih seperti artificial intelligence tanpa mempertimbangkan kesesuaian dengan kemampuan siswa dan infrastruktur sekolah

e)

Menghilangkan komponen inquiry learning dan fokus pada evaluasi berbasis multiple choice untuk efisiensi waktu dan kemudahan penilaian

9.

Bu Siti adalah guru SKI berpengalaman 15 tahun dan kini menghadapi tantangan era digital dan AI. Ia masih sering menggunakan ceramah dan tanya jawab, sementara siswanya (generasi Z) terbiasa dengan teknologi digital. Bu Siti mulai belajar menggunakan aplikasi pembelajaran digital, media sosial edukatif, dan tools AI untuk membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi kesulitan mengintegrasikan teknologi dengan pedagogi yang tepat serta ragu pada kemampuannya. Modal pengembangan diri yang paling penting bagi Bu Siti sebagai guru SKI profesional di era digital dan AI adalah...

a)

Menguasai semua aplikasi teknologi terbaru dan menggunakannya dalam setiap pembelajaran tanpa mempertimbangkan kesesuaian dengan materi dan karakteristik siswa

b)

Mengembangkan kemampuan pedagogical content knowledge (PCK) yang mengintegrasikan penguasaan materi SKI, pedagogi adaptif, dan literasi digital secara seimbang dan berkelanjutan

c)

Fokus hanya pada pendalaman materi SKI melalui studi lanjut tanpa perlu mempelajari teknologi karena konten tetap menjadi yang utama

d)

Mengikuti semua pelatihan teknologi yang tersedia dan mengganti seluruh metode konvensional dengan pembelajaran berbasis AI secara total

e)

Mempertahankan metode tradisional yang telah efektif selama 15 tahun tanpa perlu adaptasi terhadap perkembangan teknologi modern

10.

Pak Andi adalah guru SKI yang aktif menggunakan AI dalam pembelajaran (ChatGPT untuk membuat soal, AI image generator untuk visualisasi sejarah, dan platform adaptive learning untuk personalisasi). Ia mengamati siswa Gen Z dan Alpha cenderung mengandalkan AI untuk mengerjakan tugas tanpa proses berpikir kritis; informasi yang dihasilkan AI kadang tidak akurat secara historis; dan siswa kehilangan kemampuan menulis serta refleksi spiritual dalam pembelajaran SKI. Identifikasi masalah dan solusi ilmiah yang paling tepat untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam pembelajaran SKI yang bermakna sesuai karakteristik siswa Gen Z dan Alpha adalah...

a)

Masalah: ketergantungan siswa pada AI; Solusi: melarang penggunaan AI dalam pembelajaran dan kembali ke metode tradisional untuk membangun kemampuan berpikir mandiri

b)

Masalah: degradasi kemampuan berpikir kritis dan spiritual; Solusi: mengembangkan framework pembelajaran hybrid yang mengombinasikan AI sebagai tools dengan aktivitas reflektif dan collaborative learning

c)

Masalah: informasi AI yang tidak akurat; Solusi: menggunakan AI yang lebih canggih dan mahal untuk memastikan akurasi informasi sejarah dalam pembelajaran

d)

Masalah: siswa tidak bisa menulis mandiri; Solusi: memberikan tugas menulis manual tanpa bantuan teknologi apa pun untuk melatih kemampuan menulis tradisional

e)

Masalah: pembelajaran kurang bermakna; Solusi: mengganti seluruh materi SKI dengan konten digital interaktif yang dibuat AI tanpa melibatkan refleksi spiritual