WorksheetsUAS Praktikum Elektronika Analog & Digital
Total questions: 68
Worksheet time: 51mins
Komponen apa saja yang termasuk dalam alat dan bahan praktikum karakteristik dioda?
Dioda, Power Supply, Multimeter, Amperemeter, Voltmeter
Resistor, Power Supply, Multimeter, Amperemeter, Voltmeter
Dioda, Resistor, Multimeter, Amperemeter, Voltmeter
Dioda, Power Supply, Multimeter, Oscilloscope, Voltmeter
Tujuan praktikum: Mahasiswa dapat mengetahui kharakteristik sebuah dioda. Sebutkan dua kaki utama pada dioda yang dijelaskan dalam teori singkat!
Anoda dan Katoda
Emitor dan Basis
Kolektor dan Emitor
Gate dan Source
Tujuan praktikum: Mahasiswa dapat menganalisa rangkaian forward dan reverse pada dioda semikonduktor. Pada posisi panjar maju (forward), arus listrik mengalir dari ______ ke ______.
anoda ke katoda
katoda ke anoda
basis ke emitor
kolektor ke basis
Perhatikan Gambar 1. Dioda berikut. Manakah yang merupakan kaki Anoda dan Katoda pada dioda?
Anoda (+) di sebelah kiri, Katoda (−) di sebelah kanan
Anoda (−) di sebelah kiri, Katoda (+) di sebelah kanan
Anoda (+) di sebelah kanan, Katoda (−) di sebelah kiri
Anoda (−) di sebelah kanan, Katoda (+) di sebelah kiri
Benar atau salah: Dioda hanya dapat melewatkan arus listrik dari satu arah saja, yaitu dari anoda ke katoda.
Benar
Salah
Karakteristik dioda digambarkan oleh sumbu horizontal untuk tegangan (Volt) dan sumbu vertikal untuk arus (mA sampai Ampere).
Benar
Salah
Jika tegangan reverse pada dioda terlampaui, maka dioda akan rusak secara permanen.
Benar
Salah
Ketika tegangan maju (UF) meningkat, apa yang terjadi pada arus dioda (IF)?
Arus dioda (IF) menurun.
Arus dioda (IF) tetap.
Arus dioda (IF) meningkat.
Arus dioda (IF) berubah secara acak.
Pada rangkaian kerja forward bias, dioda D1 dihubungkan dengan polaritas bagaimana terhadap sumber tegangan Vcc?
Dioda D1 dihubungkan dengan polaritas maju (anoda ke Vcc, katoda ke ground).
Dioda D1 dihubungkan dengan polaritas mundur (katoda ke Vcc, anoda ke ground).
Dioda D1 dihubungkan dengan kedua terminal ke ground.
Dioda D1 dihubungkan dengan kedua terminal ke Vcc.
Pada rangkaian kerja reverse bias, apa yang terjadi pada arus dioda (Id)?
Arus dioda (Id) sangat kecil atau mendekati nol.
Arus dioda (Id) sangat besar.
Arus dioda (Id) tetap konstan dan besar.
Arus dioda (Id) berubah-ubah secara acak.
Manakah dari berikut ini yang merupakan tegangan cut-in pada dioda silikon?
0,2 V
0,6 V
1,0 V
2,0 V
Pilih kurva yang benar untuk hubungan arus dioda terhadap tegangan dioda pada kondisi forward bias dan reverse bias.
Kurva menunjukkan arus meningkat tajam pada forward bias dan hampir nol pada reverse bias.
Kurva menunjukkan arus menurun pada forward bias dan meningkat pada reverse bias.
Kurva menunjukkan arus tetap konstan pada kedua bias.
Kurva menunjukkan arus negatif pada forward bias dan positif pada reverse bias.
Pilih pernyataan yang benar mengenai tegangan breakdown, tegangan knee, forward bias, dan reverse bias.
Tegangan breakdown adalah tegangan di mana komponen elektronik mulai rusak, tegangan knee adalah titik perubahan karakteristik arus, forward bias adalah kondisi di mana arus mengalir, dan reverse bias adalah kondisi di mana arus tidak mengalir.
Tegangan breakdown adalah tegangan di mana arus mengalir maksimal, tegangan knee adalah tegangan minimum, forward bias adalah kondisi arus terhenti, dan reverse bias adalah kondisi arus mengalir.
Tegangan breakdown adalah tegangan normal operasi, tegangan knee adalah tegangan tertinggi, forward bias adalah kondisi arus terbalik, dan reverse bias adalah kondisi arus searah.
Tegangan breakdown adalah tegangan di mana komponen bekerja optimal, tegangan knee adalah titik arus nol, forward bias adalah kondisi arus tidak mengalir, dan reverse bias adalah kondisi arus mengalir.
Fungsi dari dioda adalah....
Mengalirkan arus listrik hanya satu arah
Mengubah arus AC menjadi DC
Meningkatkan tegangan listrik
Mengurangi hambatan listrik
Praktek menggunakan software Proteus bertujuan untuk:
Membandingkan hasil simulasi dengan rangkaian kerja yang sama
Mengganti komponen dengan yang berbeda
Mengabaikan hasil simulasi
Menggunakan software lain selain Proteus
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Transistor NPN.
Transistor NPN digunakan sebagai komponen utama dalam rangkaian untuk mengamati karakteristik transistor bipolar.
Transistor NPN digunakan untuk mengukur tegangan listrik pada rangkaian.
Transistor NPN digunakan sebagai sumber arus listrik utama.
Transistor NPN digunakan untuk menyambungkan kabel-kabel pada rangkaian.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Resistor 1K Ω.
Resistor 1K Ω digunakan untuk membatasi arus dalam rangkaian transistor.
Resistor 1K Ω digunakan untuk meningkatkan tegangan output transistor.
Resistor 1K Ω digunakan sebagai sumber daya utama rangkaian.
Resistor 1K Ω digunakan untuk menghubungkan basis transistor langsung ke kolektor.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Kapasitor 0.1 μF.
Kapasitor 0.1 μF digunakan untuk menyaring sinyal atau sebagai kopling dalam rangkaian.
Kapasitor 0.1 μF digunakan sebagai sumber tegangan utama dalam rangkaian.
Kapasitor 0.1 μF digunakan untuk mengatur arus pada transistor.
Kapasitor 0.1 μF digunakan sebagai pengganti resistor dalam rangkaian.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Potensiometer.
Potensiometer digunakan untuk mengatur tegangan atau arus dalam rangkaian.
Potensiometer digunakan untuk mengukur frekuensi sinyal listrik.
Potensiometer digunakan untuk menyolder komponen pada rangkaian.
Potensiometer digunakan untuk menyimpan energi listrik dalam rangkaian.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Power supply DC Konstan (Regulator power supply).
Power supply DC Konstan digunakan sebagai sumber tegangan tetap untuk rangkaian.
Power supply DC Konstan digunakan untuk mengukur arus listrik pada rangkaian.
Power supply DC Konstan digunakan sebagai penguat sinyal pada rangkaian.
Power supply DC Konstan digunakan untuk mengatur frekuensi sinyal pada rangkaian.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Multimeter.
Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan, arus, dan resistansi dalam rangkaian.
Multimeter digunakan untuk menyolder komponen pada rangkaian.
Multimeter digunakan untuk menghasilkan sinyal AC dan DC.
Multimeter digunakan untuk memperkuat sinyal listrik.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Mikroampermeter.
Mikroampermeter digunakan untuk mengukur arus kecil dalam rangkaian transistor.
Mikroampermeter digunakan untuk mengukur tegangan pada transistor.
Mikroampermeter digunakan untuk mengatur suhu transistor.
Mikroampermeter digunakan untuk mengukur hambatan pada transistor.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Voltmeter Aditg.
Voltmeter Aditg digunakan untuk mengukur tegangan pada rangkaian.
Voltmeter Aditg digunakan untuk mengukur arus listrik pada rangkaian.
Voltmeter Aditg digunakan untuk mengukur hambatan pada rangkaian.
Voltmeter Aditg digunakan untuk mengatur frekuensi sinyal pada rangkaian.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Papan rangkaian.
Papan rangkaian digunakan sebagai tempat merangkai komponen elektronika.
Papan rangkaian digunakan untuk menyimpan data hasil praktikum.
Papan rangkaian digunakan sebagai sumber arus listrik.
Papan rangkaian digunakan untuk mengukur tegangan listrik.
Sebutkan fungsi dari alat berikut yang digunakan dalam praktikum transistor bipolar: Kabel penghubung secukupnya.
Kabel penghubung digunakan untuk menghubungkan komponen-komponen dalam rangkaian.
Kabel penghubung digunakan untuk menyimpan arus listrik sementara.
Kabel penghubung digunakan untuk mengukur tegangan pada rangkaian.
Kabel penghubung digunakan untuk mengatur frekuensi sinyal listrik.
Transistor adalah komponen elektronika aktif yang memiliki tiga terminal. Terminal-terminal tersebut adalah...
Basis (B), Emitor (E), dan Kolektor (C).
Anoda (A), Katoda (K), dan Gate (G).
Source (S), Drain (D), dan Gate (G).
Positif (+), Negatif (-), dan Ground (GND).
Jenis transistor yang ditunjukkan pada gambar di bawah adalah...
Transistor NPN dan Transistor PNP.
Transistor MOSFET dan Transistor JFET.
Transistor Darlington dan Transistor IGBT.
Transistor SCR dan Transistor TRIAC.
Transistor NPN adalah tipe transistor yang bekerja mengalirkan arus negatif dengan positif sebagai biasanya. Artinya transistor NPN akan mengalirkan arus negatif dari emitor ke kolektor (emitor input dan kolektor sebagai output) jika kaki basis diberi arus _____?
positif
negatif
nol
AC
Transistor PNP adalah tipe transistor yang akan mengalirkan arus positif dari emitor ke kolektor (emitor input dan kolektor sebagai output) jika kaki basis diberi arus _____?
negatif
positif
nol
AC
Perhatikan penunjukkan pergerakan jarum pada pengukuran kaki basis transistor. Jika probe positif yang berada pada kaki 3 berarti transistor tersebut berjenis _____
A. NPN
B. PNP
Setelah kaki basis ditemukan pada transistor NPN, jika probe merah pada kaki yang lain selain basis dan probe hitam pada kaki basis, maka kaki yang bergerak cukup lebar adalah _____
Kolektor
Emitor
Karakteristik Arus Bipolar Junction Transistor: Sebutkan rumus untuk menghitung Alpha (α) DC pada transistor!
α_DC = I_C / I_E
α_DC = I_E / I_C
α_DC = I_B / I_E
α_DC = I_C / I_B
Karakteristik Arus Bipolar Junction Transistor: Berapakah nilai ideal dari α DC pada transistor menurut penjelasan di atas?
1
0,5
0,8
0,9
Karakteristik Arus Bipolar Junction Transistor: Hukum kirchoff menyatakan bahwa I_E = I_C + I_B. Apakah pernyataan ini benar?
True
False
VII. Rangkaian Percobaan: Fungsi dari kapasitor 0.1 μF dalam rangkaian percobaan di atas adalah...
Sebagai filter untuk menghilangkan noise pada rangkaian.
Sebagai sumber tegangan utama dalam rangkaian.
Sebagai pengatur arus utama dalam rangkaian.
Sebagai penghubung antara dua komponen aktif.
Apa yang harus dilakukan setelah membuat laporan sementara berdasarkan hasil pengamatan?
Menganalisa hasil pengamatan sesuai dengan rumus teori untuk laporan lengkap
Mengabaikan hasil pengamatan
Menyerahkan laporan tanpa analisa
Membuat laporan tanpa mengikuti rumus teori
Jika βdc suatu transistor adalah 250, berapakah nilai arus emitter?
Ie = Ib + Ic, dengan βdc = Ic/Ib. Jawaban: Ie = Ib + (βdc × Ib) = (βdc + 1) × Ib. Nilai tergantung Ib yang diberikan.
Ie = βdc × Ib saja.
Ie = Ic saja.
Ie = Ib saja.
Sebutkan salah satu alat yang digunakan dalam praktikum transistor sebagai saklar elektronik!
Transistor NPN
Resistor
Kapasitor
Dioda
Sebutkan salah satu bahan yang digunakan dalam praktikum transistor sebagai saklar elektronik!
Resistor 1 kΩ
Lampu LED
Kapasitor 10 μF
Buzzer
Sebutkan salah satu komponen yang digunakan dalam praktikum transistor sebagai saklar elektronik!
LED
Resistor
Kapasitor
Induktor
Sebutkan alat yang digunakan untuk mengukur tegangan dan arus pada praktikum transistor sebagai saklar elektronik!
Multimeter dan Milliammperemeter
Osiloskop dan Generator Sinyal
Amperemeter dan Voltmeter Analog
LCR Meter dan Oscilloscope
Apa fungsi papan rangkaian dalam praktikum transistor sebagai saklar elektronik?
Sebagai tempat merangkai komponen elektronik
Sebagai sumber arus listrik utama
Sebagai alat pengukur tegangan
Sebagai pendingin komponen transistor
Transistor bipolar dapat difungsikan sebagai saklar elektronik dengan memanfaatkan dua keadaan transistor yaitu keadaan saturasi dan keadaan cut off. Pada saat saturasi, arus kolektor (IC(sat)) dapat dihitung dengan rumus: IC(sat) = Vcc / Rc. Isilah nilai IC(sat) jika Vcc = 10V dan Rc = 2Ω!
5A
2A
10A
0.2A
Pada saat cut off, tegangan kolektor emitter sama dengan tegangan sumber kolektor dan arus basis mendekati nol.
Benar
Salah
Untuk mencari arus basis pada keadaan resistor basis terpasang dapat dihitung dengan persamaan berikut: IB = (VBB - VBE) / RB. Jika VBB = 5V, VBE = 0.7V, dan RB = 430Ω, berapakah nilai IB?
0.01A
0.005A
0.02A
0.001A
Transistor sebagai saklar elektronik dapat berfungsi dalam dua keadaan, yaitu ______ dan ______.
saturasi dan cut off
aktif dan pasif
forward dan reverse
on dan off
Ukur besar tegangan R2 dan LED
Tegangan pada R2 dan LED dapat diukur menggunakan multimeter setelah rangkaian diaktifkan. Jawaban tergantung hasil pengukuran.
Tegangan pada R2 dan LED tidak dapat diukur karena komponen tersebut tidak memiliki tegangan.
Tegangan pada R2 dan LED selalu sama dengan tegangan sumber tanpa perlu pengukuran.
Tegangan pada R2 dan LED dapat diukur sebelum rangkaian diaktifkan.
Tutup saklar, Apa yang terjadi pada LED
LED akan menyala atau mati tergantung posisi saklar. Jika saklar ditutup, LED biasanya akan menyala.
LED akan berkedip dengan cepat.
LED akan berubah warna menjadi biru.
LED akan padam selamanya.
Ukur kembali besar tegangan R2 dan LED
Tegangan pada R2 dan LED setelah saklar ditutup dapat diukur menggunakan multimeter. Jawaban tergantung hasil pengukuran.
Tegangan pada R2 dan LED selalu sama dengan tegangan sumber.
Tegangan pada R2 dan LED tidak dapat diukur dengan multimeter.
Tegangan pada R2 dan LED akan selalu nol setelah saklar ditutup.
Ukur besar Ib dan Ic. Hitung besar penguatan transistor
Penguatan transistor (β) = Ic / Ib. Ukur Ib dan Ic menggunakan milliampmeter, lalu hitung penguatan dengan rumus tersebut.
Penguatan transistor (β) = Ib / Ic. Ukur Ib dan Ic menggunakan voltmeter, lalu hitung penguatan dengan rumus tersebut.
Penguatan transistor (β) = Ic x Ib. Ukur Ib dan Ic menggunakan ohmmeter, lalu hitung penguatan dengan rumus tersebut.
Penguatan transistor (β) = Ic + Ib. Ukur Ib dan Ic menggunakan ammeter, lalu hitung penguatan dengan rumus tersebut.
Buktikan nilai Ib dan Ic menggunakan persamaan
Nilai Ib dan Ic dapat dibuktikan menggunakan persamaan arus transistor: Ic = β × Ib, di mana β adalah penguatan transistor.
Nilai Ib dan Ic dapat dibuktikan menggunakan persamaan arus transistor: Ib = β × Ic, di mana β adalah penguatan transistor.
Nilai Ib dan Ic dapat dibuktikan menggunakan persamaan arus transistor: Ic = Ib / β, di mana β adalah penguatan transistor.
Nilai Ib dan Ic dapat dibuktikan menggunakan persamaan arus transistor: Ib = Ic + β, di mana β adalah penguatan transistor.
Berapa besar tegangan Vbe, Vce dan Vbc
Tegangan Vbe, Vce, dan Vbc dapat diukur menggunakan multimeter setelah rangkaian diaktifkan. Jawaban tergantung hasil pengukuran.
Tegangan Vbe, Vce, dan Vbc selalu bernilai 0 Volt pada semua rangkaian.
Tegangan Vbe, Vce, dan Vbc masing-masing bernilai 5 Volt, 10 Volt, dan 15 Volt secara tetap.
Tegangan Vbe, Vce, dan Vbc tidak dapat diukur menggunakan multimeter.
Transistor sebagai saklar tanpa R2. Berapakah besar tegangan pada R1 dan LED?
Tegangan pada R1 dan LED sama dengan tegangan sumber.
Tegangan pada R1 lebih besar dari LED.
Tegangan pada LED lebih besar dari R1.
Tegangan pada R1 dan LED sama-sama nol.
Transistor sebagai saklar tanpa R2.
Tutup saklar, apa yang terjadi pada LED?
LED menyala terang
LED tidak menyala
LED berkedip
LED redup
Transistor sebagai saklar tanpa R2. Berapakah besar tegangan pada R1 dan LED?
Tegangan pada R1 lebih besar dari LED
Tegangan pada LED lebih besar dari R1
Tegangan pada R1 dan LED sama besar
Tidak ada tegangan pada R1 dan LED
Transistor sebagai saklar tanpa R2. Ukur besar IB dan IC. Hitung besar penguatan transistor.
IB dan IC diukur menggunakan milliampmeter, penguatan transistor dihitung dengan rumus β = IC / IB.
IB dan IC diukur menggunakan voltmeter, penguatan transistor dihitung dengan rumus β = IB / IC.
IB dan IC diukur menggunakan ohmmeter, penguatan transistor dihitung dengan rumus β = IC + IB.
IB dan IC diukur menggunakan amperemeter, penguatan transistor dihitung dengan rumus β = IC x IB.
Transistor sebagai saklar tanpa R2, berapakah nilai IB dan IC menurut persamaan?
IB = 0, IC = 0
IB = VBE/RB, IC = β.IB
IB = VCE/RB, IC = β.IB
IB = VBE/RC, IC = β.IB
Kesimpulan apa yang dapat diambil dari 2 tabel pengamatan di atas?
Terdapat pola yang konsisten antara kedua tabel pengamatan.
Tidak ada hubungan sama sekali antara kedua tabel pengamatan.
Kedua tabel menunjukkan data yang sepenuhnya acak.
Salah satu tabel pengamatan tidak relevan dengan analisis.
Saturasi dan cut off dalam konteks teknik perminyakan adalah...
Saturasi adalah tingkat kejenuhan suatu fluida dalam pori batuan, sedangkan cut off adalah batas minimum saturasi yang digunakan untuk menentukan zona produktif.
Saturasi adalah proses pemisahan minyak dari air, sedangkan cut off adalah alat untuk mengukur tekanan.
Saturasi adalah jumlah air yang terkandung dalam minyak, sedangkan cut off adalah batas maksimum produksi.
Saturasi adalah teknik pengeboran, sedangkan cut off adalah jenis batuan yang tidak produktif.
Cara menentukan garis beban pada kurva transistor adalah dengan...
menghubungkan titik tegangan dan arus maksimum pada rangkaian transistor
menghitung nilai resistansi basis transistor
mengukur frekuensi kerja transistor
menentukan jenis transistor yang digunakan
Bagaimana cara kerja transistor sebagai saklar pada rangkaian percobaan A?
Transistor mengalirkan arus hanya saat basis diberi tegangan, sehingga berfungsi sebagai saklar elektronik.
Transistor selalu mengalirkan arus tanpa memerlukan tegangan pada basis.
Transistor berfungsi sebagai resistor tetap dalam rangkaian.
Transistor hanya bekerja sebagai penguat sinyal, bukan saklar.
Sebutkan tujuan praktikum pada topik Dasar Penguat Daya!
Mencari impedansi masukan sebuah penguat transistor bipolar dengan konfigurasi CE (Common Emitter).
Menentukan frekuensi resonansi pada rangkaian LC.
Mengukur tegangan keluaran pada rangkaian pembagi tegangan.
Menganalisis karakteristik dioda pada rangkaian penyearah.
Impedansi masukan suatu penguat didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan sinyal masukan terhadap arus masukan. Rumus impedansi masukan adalah...
Z_in = V_in / I_in
Z_in = I_in / V_in
Z_in = V_in × I_in
Z_in = V_in + I_in
Ada berapa cara untuk mengukur impedansi masukan menurut teori singkat pada lembar kerja ini?
2 cara
1 cara
3 cara
4 cara
Sebutkan nilai Rx yang digunakan pada rangkaian percobaan!
dekade resistor
multimeter digital
potensiometer
resistor tetap
Sebutkan nilai kapasitor yang digunakan untuk C1, C2, dan C3 pada rangkaian percobaan!
10 μF
1 μF
100 μF
0.1 μF
Berapa nilai resistor R1 yang digunakan pada rangkaian percobaan?
220 Ω
100 Ω
470 Ω
1 kΩ
Berapa nilai resistor R2 yang digunakan pada rangkaian percobaan?
1K Ω
470 Ω
2.2K Ω
10K Ω
