wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Keperawatan Jantung dan Pernapasan

Total questions: 21

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Ny. K (39 tahun) datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 3 hari terakhir. Pasien mengatakan sesak bertambah saat berbaring dan berkurang ketika duduk dengan beberapa bantal. RR 28 x/menit, SpO₂ 88%, tampak menggunakan otot bantu napas. Diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah ...

a)

Gangguan pertukaran gas

b)

Bersihan jalan napas tidak efektif

c)

Penurunan curah jantung

d)

Pola napas tidak efektif

e)

Kelebihan volume cairan

2.

Pasien gagal jantung menunjukkan data: nadi 110 x/menit, CRT <2 detik, kulit pucat, SpO₂ 88%, dan klien tampak gelisah. Mekanisme kompensasi utama yang sedang terjadi adalah ...

a)

Vasodilatasi perifer

b)

Aktivasi sistem saraf parasimpatis

c)

Penurunan preload

d)

Aktivasi sistem saraf simpatis

3.

Ny. K mengeluh cepat lelah dan sesak saat berjalan ke kamar mandi. Setelah aktivitas ringan, RR meningkat menjadi 30 x/menit dan nadi menjadi 115 x/menit. Masalah keperawatan yang paling sesuai adalah ...

a)

Defisit perawatan diri

b)

Intoleransi aktivitas

c)

Gangguan mobilitas fisik

d)

Kelelahan kronis

e)

Risiko perfusi jaringan tidak efektif

4.

Pada pasien gagal jantung dengan sesak napas dan ortopnea, posisi keperawatan yang paling tepat untuk segera diberikan adalah ...

a)

Supine

b)

Trendelenburg

c)

Prone

d)

Semi-Fowler

e)

Lateral kiri

5.

Hasil evaluasi yang menunjukkan perbaikan curah jantung pada pasien gagal jantung adalah ...

a)

RR meningkat setelah aktivitas

b)

SpO₂ menurun menjadi 85%

c)

CRT <2 detik dan nadi perifer kuat

d)

Edema ekstremitas bertambah

e)

Pasien masih ortopnea

6.

Tn. A (58 tahun) datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada kiri seperti ditekan benda berat sejak ±2 jam sebelum masuk rumah sakit. Nyeri menjalar ke lengan kiri, disertai sesak napas dan keringat dingin. Skala nyeri 8/10. Berdasarkan data tersebut, diagnosa keperawatan prioritas yang paling tepat adalah:

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Ansietas

c)

Nyeri akut

d)

Risiko penurunan curah jantung

e)

Gangguan pola nafas

7.

Pada evaluasi akhir, pasien tidak merasa pusing, TD 125/80 mmHg, nadi 80×/menit, SpO₂ 97%, tidak ada tanda hipoperfusi. Kesimpulan evaluasi yang paling tepat adalah:

a)

Tujuan belum tercapai

b)

Terjadi komplikasi AMI

c)

Curah jantung tetap stabil

d)

Terjadi gagal jantung

e)

Pasien mengalami intoleransi aktivitas

8.

8. Tn. A mengatakan nyeri dada muncul kembali saat mencoba duduk sendiri di tempat tidur. Nadi meningkat menjadi 112×/menit dan pasien tampak lemah. Tindakan keperawatan paling tepat yang harus dilakukan perawat adalah:

a)

Menganjurkan pasien melanjutkan aktivitas

b)

Menghentikan aktivitas dan menganjurkan istirahat

c)

Memberikan cairan oral

d)

Mengajarkan latihan napas dalam

e)

Memberikan posisi Trendelenburg

9.

Perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tanda bahaya setelah serangan jantung. Manakah pernyataan pasien yang menunjukkan edukasi berhasil?

a)

Kalau nyeri muncul saya tunggu sampai hilang sendiri.

b)

Saya boleh langsung beraktivitas berat setelah pulang.

c)

Jika nyeri dada muncul kembali, saya harus segera ke rumah sakit.

d)

Obat boleh dihentikan jika sudah tidak nyeri.

e)

Sesak napas adalah hal yang normal setelah serangan jantung.

10.

Pasien mengatakan takut beraktivitas karena khawatir nyeri dada akan kambuh. Kondisi ini jika tidak ditangani dapat menyebabkan:

a)

Gangguan citra tubuh

b)

Intoleransi aktivitas

c)

Risiko infeksi

d)

Gangguan eliminasi

e)

Defisit nutrisi

11.

Data tambahan menunjukkan ekstremitas bawah pasien tampak bengkak dan berat badan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Masalah keperawatan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah ....

a)

Risiko perfusi perifer tidak efektif

b)

Gangguan integritas kulit

c)

Kelebihan volume cairan

d)

Defisit nutrisi

e)

Risiko infeksi

12.

Tn. H (60 tahun) dirawat dengan keluhan lemah, badan terasa dingin, pusing berkunang-kunang, dan cepat lelah saat aktivitas ringan. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis dan CRT >3 detik. Diagnosa keperawatan prioritas yang paling tepat adalah ...

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Perfusi perifer tidak efektif

c)

Defisit nutrisi

d)

Gangguan pola tidur

e)

Risiko syok

13.

Tn. H (60 tahun) dirawat dengan keluhan lemah, badan terasa dingin, pusing berkunang-kunang, dan cepat lelah saat aktivitas ringan. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis dan CRT >3 detik. Data yang paling mendukung terjadinya perfusi perifer tidak efektif pada Tn. H adalah ...

a)

RR 24x/menit

b)

Nafsu makan menurun

c)

Konjungtiva pucat dan akral dingin

d)

Riwayat hipertensi

e)

Mual dan muntah

14.

Intervensi keperawatan utama untuk mengatasi intoleransi aktivitas pada pasien anemia adalah ...

a)

Menganjurkan olahraga berat

b)

Membatasi seluruh aktivitas tanpa evaluasi

c)

Mengatur aktivitas dan periode istirahat yang adekuat

d)

Memberikan diet tinggi lemak

e)

Memberikan cairan intravena cepat

15.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin di bawah normal. Kondisi ini menyebabkan pasien mudah lelah karena ...

a)

Gangguan metabolisme glukosa

b)

Penurunan kapasitas darah mengangkut oksigen

c)

Penurunan volume cairan

d)

Gangguan fungsi paru

e)

Penurunan fungsi ginjal

16.

Ny. V (73 tahun) datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari, batuk berdahak hijau kental, RR 25x/menit, penggunaan otot bantu napas, dan terdengar ronki pada auskultasi paru kiri. Diagnosa keperawatan utama yang paling tepat adalah ...

a)

Pola napas tidak efektif

b)

Bersihan jalan napas tidak efektif

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Intoleransi aktivitas

17.

Pada pemeriksaan rontgen toraks Ny. V tampak infiltrat luas di paru kanan bawah dan kedua perihiler. Kondisi ini paling berhubungan dengan proses patofisiologi pneumonia berupa ...

a)

Bronkospasme akut

b)

Kolaps alveoli

c)

Edema paru

d)

Atelektasis

e)

Emboli paru

18.

Data berikut yang paling mendukung diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif pada Ny. V adalah ...

a)

TD 100/80 mmHg

b)

Suhu 37,8°C

c)

Sputum hijau kental dan ronki

d)

Hb 7,3 g/dL

19.

Batuk kronis pada Ny. Z terjadi akibat proses patofisiologi TB berupa ...

a)

Spasme bronkus akibat alergi

b)

Kerusakan jaringan paru dan peningkatan sekret

c)

Penurunan elastisitas alveoli

d)

Kolaps alveoli akibat cairan pleura

20.

Ny. Z mengalami penurunan berat badan dari 50 kg menjadi 45 kg, nafsu makan menurun, dan tampak lemah. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah ...

a)

Risiko ketidakseimbangan cairan

b)

Defisit nutrisi

c)

Intoleransi aktivitas

d)

Risiko infeksi

21.

Faktor risiko utama penularan TB yang perlu ditekankan dalam edukasi keluarga Ny. Z adalah ...

a)

Usia pasien

b)

Jenis kelamin

c)

Droplet saat batuk dan ventilasi rumah

d)

Riwayat pendidikan pasien