wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

EPFA4215 120 Soal

Total questions: 120

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

Urutan siklus kegiatan usaha dagang yang tepat adalah....

a)

penerimaan pesanan → pembelian barang → pengiriman barang → penerimaan pembayaran.

b)

pembelian barang → penyimpanan barang → penjualan barang → penerimaan pembayaran.

c)

penjualan barang → pembelian barang → penyimpanan barang → pengiriman barang.

d)

pengiriman barang → penjualan barang → penerimaan pembayaran → pembelian barang.

2.

Aktivitas berikut yang termasuk ke dalam kategori business value-added activities adalah....

a)

produksi barang sesuai spesifikasi pelanggan

b)

inspeksi barang jadi untuk mendeteksi cacat

c)

penanganan ulang produk yang cacat

d)

penyimpanan barang jadi di gudang

3.

Sebuah pabrik menggunakan sistem job-order costing untuk memproduksi barang berdasarkan pesanan. Dalam laporan kos produksi pesanan, terdapat data berikut: • Biaya bahan baku: Rp 30.000.000 • Biaya tenaga kerja langsung: Rp 20.000.000 • Biaya overhead pabrik: Rp 10.000.000 Jumlah total kos produksi untuk pesanan adalah...

a)

Rp 50.000.000

b)

Rp 60.000.000

c)

Rp 70.000.000

d)

Rp 80.000.000

4.

Aliran kos produk selektif adalah metode yang mana biaya produksi:

a)

Dihitung berdasarkan pesanan produk yang spesifik atau pesanan tertentu. Perusahaan yang paling cocok menggunakan metode ini adalah Perusahaan Mobil yang memproduksi mobil-mobil mewah dengan pesanan khusus

b)

Dihitung secara umum untuk semua produk yang diproduksi. Perusahaan yang paling cocok menggunakan metode ini adalah Perusahaan T-shirt yang memproduksi satuan ribu T-shirt dalam jumlah besar

c)

Dihitung berdasarkan produk yang dihasilkan dalam volume besar. Perusahaan yang paling cocok menggunakan metode ini adalah Perusahaan Makanan Ringan yang memproduksi keripik dalam volume tinggi

d)

Dibebankan pada satu lini produksi secara keseluruhan. Perusahaan yang paling cocok menggunakan metode ini adalah Perusahaan Sepatu yang memproduksi sepatu dengan desain standar dan volume tinggi

5.

Urutan yang benar dalam pengadaan dan penggunaan bahan baku dalam proses produksi adalah....

a)

penggunaan bahan baku → pembelian bahan baku → penyimpanan bahan baku

b)

penyimpanan bahan baku → penggunaan bahan baku → pembelian bahan baku

c)

pembelian bahan baku → penyimpanan bahan baku → penggunaan bahan baku dalam produksi

d)

pembelian bahan baku → penggunaan bahan baku → penyimpanan bahan baku

6.

Penjurnalan yang tepat untuk transaksi pembelian bahan baku senilai Rp 50.000.000 adalah....

a)

Debit: Bahan Baku Rp 50.000.000; Kredit: Utang Usaha Rp 50.000.000

b)

Debit: Utang Usaha Rp 50.000.000; Kredit: Kas Rp 50.000.000

c)

Debit: Biaya Overhead Pabrik Rp 50.000.000; Kredit: Utang Usaha Rp 50.000.000

d)

Debit: Bahan Baku Rp 50.000.000; Kredit: Kas Rp 50.000.000

7.

Pembebanan komponen kos bahan baku langsung dalam sistem job-order costing dilakukan dengan cara....

a)

mendistribusikan biaya bahan baku langsung secara merata ke semua pesanan

b)

menetapkan biaya bahan baku langsung yang sama untuk pesanan besar

c)

mencatat biaya bahan baku langsung ke akun pesanan yang relevan

d)

mengalokasikan biaya bahan baku langsung berdasarkan perkiraan kasar

8.

Perlakuan akuntansi terhadap produk sampingan dengan menggunakan metode kos adalah...

a)

biaya produksi dialokasikan secara proporsional berdasarkan nilai jual atau volume produksi, dan pendapatan dari produk sampingan dicatat secara terpisah

b)

biaya produksi dialokasikan secara merata ke semua produk

c)

pendapatan dari produk sampingan digabungkan dengan pendapatan utama

d)

biaya produksi dialokasikan hanya pada produk utama

9.

Tahapan aliran kos produksi yang benar adalah...

a)

sediaan bahan baku → kos barang terjual → sediaan barang dalam proses → sediaan barang jadi.

b)

sediaan bahan baku → sediaan barang dalam proses → sediaan barang jadi → kos barang terjual.

c)

kos barang terjual → sediaan barang jadi → sediaan bahan baku → sediaan barang dalam proses.

d)

sediaan barang dalam proses → sediaan bahan baku → kos barang terjual → sediaan barang jadi.

10.

Cara menghitung tarif overhead departemental dalam alokasi kos bersama....

a)

membagi total biaya overhead pabrik dengan total jam mesin yang digunakan di seluruh departemen.

b)

membagi total biaya overhead departemen dengan dasar alokasi yang relevan, seperti jam tenaga kerja langsung atau jam mesin yang digunakan di departemen tersebut.

c)

mengalikan biaya overhead total dengan jumlah unit yang diproduksi di setiap departemen.

d)

membagi total biaya overhead dengan total biaya bahan baku yang digunakan di setiap departemen.

11.

Salah satu kelemahan utama dari sistem akuntansi biaya konvensional adalah kesulitan dalam mengalokasikan biaya overhead pabrik secara tepat. Masalah utama dalam sistem kos konvensional terkait hal ini adalah....

a)

biaya overhead tidak teralokasi dengan benar ke produk-produk yang menggunakannya

b)

sistem terlalu rumit dan memerlukan banyak waktu untuk perhitungan

c)

sistem ini hanya cocok untuk produk dengan volume produksi yang tinggi

d)

tidak dapat menghitung biaya langsung secara efisien

12.

Jika saldo awal sediaan bahan baku adalah Rp20.000.000, pembelian bahan baku selama periode berjalan sebesar Rp50.000.000, dan retur pembelian bahan baku sebesar Rp5.000.000, maka bahan baku tersedia untuk dipakai adalah....

a)

Rp65.000.000

b)

Rp70.000.000

c)

Rp75.000.000

d)

Rp80.000.000

13.

Jika suatu perusahaan manufaktur mengerjakan beberapa pesanan dengan komponen biaya berikut ini: • Biaya bahan baku yang digunakan untuk Pesanan A: Rp 15.000.000 • Biaya tenaga kerja langsung untuk Pesanan A: Rp 12.000.000 • Biaya overhead pabrik yang diterapkan untuk Pesanan A: Rp 8.000.000 Maka, biaya total untuk Pesanan A adalah....

a)

Rp 30.000.000

b)

Rp 35.000.000

c)

Rp 40.000.000

d)

Rp 50.000.000

14.

Dalam siklus akuntansi kos, kos produksi dihitung menggunakan berbagai sistem kos. Jika sebuah perusahaan menggunakan sistem kos aktual dan mencatat data berikut: • Sediaan bahan baku awal: Rp 10.000.000 • Pembelian bahan baku: Rp 40.000.000 • Sediaan bahan baku akhir: Rp 10.000.000 • Biaya tenaga kerja langsung: Rp 20.000.000 • Biaya overhead pabrik: Rp 15.000.000 Berapakah total kos produksi perusahaan tersebut?

a)

Rp 70.000.000

b)

Rp 80.000.000

c)

Rp 90.000.000

d)

Rp 100.000.000

15.

Dalam sistem akuntansi untuk produk cacat atau rusak, perusahaan sebaiknya mencatat hasil penjualan produk cacat tersebut dengan menghitung....

a)

produk cacat sebagai produk yang terjual dengan pendapatan penuh dan mencatatnya dalam pendapatan utama

b)

tidak diberi alokasi biaya, dan pendapatannya dikurangkan dari biaya produksi produk utama

c)

dianggap sebagai pendapatan tidak terduga dan tidak dicatat sebagai bagian dari produksi utama

d)

biaya produk sampingan dialokasikan sepenuhnya pada produk utama, tanpa memperhitungkan nilai jual produk sampingan

16.

Produk cacat dalam akuntansi biaya dicatat dalam....

a)

akun Pendapatan

b)

produk cacat sebagai penjualan biasa dengan diskon yang diberikan dan mencatatnya sebagai penjualan dengan harga jual yang dikurangi

c)

produk cacat sebagai produk yang tidak terjual dan tidak mencatatkan hasil penjualan ke dalam laporan keuangan

d)

produk cacat sebagai produk yang tidak terjual dan mencatatnya dalam akun kerugian karena produk cacat

17.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan tarif overhead pabrik pada setiap departemen adalah....

a)

jumlah biaya bahan baku yang digunakan di masing-masing departemen

b)

tingkat aktivitas masing-masing departemen, seperti jam mesin atau jam tenaga kerja langsung

c)

jumlah karyawan yang bekerja di setiap departemen

d)

hanya biaya tetap yang harus diperhitungkan dalam menentukan tarif overhead

18.

Rumus pembebanan kos overhead adalah....

a)

total kos overhead aktual dikalikan dengan total jam mesin

b)

tarif overhead per unit aktivitas dikalikan dengan tingkat aktivitas aktual

c)

biaya overhead tetap dibagi dengan total unit yang diproduksi

d)

total kos bahan baku dikalikan dengan tarif overhead tetap

19.

Jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi pengembalian produk rusak yang disebabkan oleh masalah kualitas.

a)

Debit akun Retur Penjualan dan Kredit akun Kas

b)

Debit akun Retur Penjualan dan Kredit akun Persediaan

c)

Debit akun Produk Rusak dan Kredit akun Retur Penjualan

d)

Debit akun Retur Penjualan dan Kredit akun Produk Rusak

20.

Cara mencapai efisiensi produksi total dalam akuntansi tenaga kerja adalah....

a)

mengurangi jumlah tenaga kerja tanpa mempertimbangkan kualitas produk yang dihasilkan

b)

mengalihkan biaya overhead pabrik dan hanya fokus pada biaya tenaga kerja langsung

c)

mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja dengan mempertimbangkan kualitas tenaga kerja, mengurangi waktu terbuang, dan memastikan penggunaan sumber daya secara optimal

d)

meningkatkan jumlah tenaga kerja tanpa mempertimbangkan penggunaan teknologi untuk mempercepat proses produksi

21.

Pada sistem akuntansi kos berdasarkan proses, setelah produk diproses di departemen pertama, kuantitas produksi akan bertambah saat produk dipindahkan ke departemen berikutnya. Proses ini disebut sebagai penambahan kuantitas. Yang meningkatkan kuantitas produksi pada proses ini adalah....

a)

produk mengalami proses perakitan ulang yang menambah jumlah unit barang yang dihasilkan

b)

produk yang telah diproses di departemen pertama mengalami penambahan kuantitas karena masuknya produk baru yang disatukan dengan produk sebelumnya

c)

produk yang diproses di departemen pertama akan mengalami penurunan kuantitas karena banyak unit yang mengalami kerusakan

d)

penambahan kuantitas terjadi ketika bahan baku lebih banyak digunakan di departemen kedua untuk memperbaiki produk yang belum selesai

22.

Cara peningkatan efisiensi produksi mempengaruhi biaya unit produk adalah melalui....

a)

peningkatan biaya unit karena peningkatan penggunaan sumber daya

b)

penurunan biaya unit melalui penggunaan sumber daya yang lebih efektif

c)

tidak mengubah biaya unit karena efisiensi tidak terkait dengan biaya

d)

efisiensi produksi hanya mempengaruhi kualitas, bukan biaya unit

23.

Dalam menyusun anggaran overhead pabrik, tahapan pertama yang harus dilakukan adalah....

a)

mengidentifikasi komponen-komponen overhead pabrik yang relevan

b)

menentukan tarif overhead pabrik berdasarkan tingkat aktivitas yang diharapkan

c)

menghitung biaya variabel dan tetap overhead pabrik

d)

menganalisis pengaruh perubahan tingkat aktivitas terhadap anggaran overhead

24.

Tiga komponen dasar dari JIT adalah....

a)

pengurangan biaya tetap, penambahan kapasitas produksi, dan peningkatan biaya bahan baku

b)

produksi tepat waktu, pengurangan persediaan, dan hubungan yang erat dengan pemasok

c)

peningkatan penjualan, pengurangan biaya tenaga kerja, dan penguatan efisiensi bahan

d)

pengurangan waktu produksi, penambahan biaya produksi, dan efisiensi biaya penyimpanan

25.

Dalam akuntansi kos, kos bergabung (joint cost) adalah biaya yang timbul dalam proses produksi hingga titik pisah (split-off point). Karakteristik utama dari kos bergabung adalah....

a)

dapat ditelusuri langsung ke masing-masing produk setelah titik pisah

b)

tidak dapat ditelusuri langsung ke masing-masing produk hingga titik pisah

c)

dialokasikan sepenuhnya ke produk sampingan

d)

hanya terjadi dalam proses produksi barang jadi tunggal

26.

Proses penilaian sediaan pada laporan kos produksi dilakukan dengan cara menghitung....

a)

biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi dengan metode FIFO (First In, First Out)

b)

biaya bahan baku yang digunakan dengan metode rata-rata tertimbang (Weighted Average)

c)

biaya bahan baku yang digunakan dengan metode biaya standar

d)

sediaan barang jadi berdasarkan harga pasar yang berlaku

27.

Dalam metode akumulasi kos berdasarkan proses, unit ekuivalen dihitung untuk menentukan biaya per unit pada produksi dalam proses. Sebuah perusahaan memiliki data berikut untuk bulan berjalan: • Unit awal dalam proses: 1.000 unit (70% selesai). • Unit yang dimulai dan diselesaikan: 4.000 unit. • Unit akhir dalam proses: 500 unit (40% selesai). Berapa unit ekuivalen untuk biaya konversi menggunakan metode FIFO?

a)

4.200 unit

b)

4.700 unit

c)

4.400 unit

d)

5.000 unit

28.

Jika metode rata-rata digunakan, perlakuan akuntansi terhadap kos produksi atas produk hilang adalah....

a)

kos produk hilang dialokasikan ke seluruh unit yang dihasilkan, termasuk unit selesai dan unit dalam proses

b)

kos produk hilang dicatat sebagai kerugian terpisah pada laporan laba rugi

c)

kos produk hilang dibebankan langsung ke unit selesai

d)

kos produk hilang tidak dicatat karena dianggap tidak material

29.

Metode penilaian bahan baku yang paling umum digunakan adalah....

a)

FIFO, LIFO, dan rata-rata tertimbang

b)

penentuan kos standar dan aktual

c)

alokasi kos bahan baku variabel

d)

penilaian bahan berdasarkan nilai pasar

30.

Cara menghitung pembebanan kos bersama menggunakan harga jual hipotesis adalah....

a)

kos bersama dibagi antara produk utama dan produk sampingan berdasarkan harga jual aktual setiap produk di pasar

b)

kos bersama dibagi berdasarkan harga jual hipotesis, yaitu harga jual yang diestimasi untuk produk sampingan jika produk tersebut dijual

c)

kos bersama dibagi berdasarkan volume produksi yang dihasilkan oleh masing-masing produk

d)

kos bersama dibebankan sepenuhnya pada produk utama, sementara produk sampingan tidak dibebani kos

31.

Perbedaan utama antara aliran kos manufaktur tradisional dan akuntansi backflush adalah....

a)

dalam sistem tradisional, biaya dicatat pada setiap tahap produksi, sedangkan akuntansi backflush, biaya dicatat setelah produk selesai diproduksi

b)

dalam sistem tradisional, biaya dicatat setelah produksi selesai, sedangkan akuntansi backflush mencatat biaya pada setiap tahap produksi

c)

dalam sistem tradisional, biaya bahan baku tidak dicatat, sedangkan dalam akuntansi backflush biaya bahan baku dicatat setelah produk dikirim ke pelanggan

d)

dalam akuntansi backflush, biaya overhead tidak pernah dicatat, berbeda dengan sistem tradisional yang mencatat biaya overhead pada setiap tahap produksi

32.

Penjurnalan yang tepat untuk mencatat premi lembur dalam akuntansi biaya adalah....

a)

Debit Akun Tenaga Kerja Langsung, Kredit Akun Kas

b)

Debit Akun Overhead Pabrik, Kredit Akun Utang Gaji

c)

Debit Akun Persediaan Barang Dalam Proses, Kredit Akun Utang Gaji

d)

Debit Akun Tenaga Kerja Tidak Langsung, Kredit Akun Persediaan Bahan Baku

33.

Pilihlah jawaban yang benar!

a)

metode nilai jual relatif dan metode pengurangan kos bersama

b)

metode pendapatan bersih dan metode pengurangan kos barang jadi

c)

metode pengakuan pendapatan saat dijual dan metode pengakuan pendapatan saat produksi

d)

metode nilai pasar saat titik pisah dan metode harga pokok standar

34.

Sebuah perusahaan menggunakan sistem Activity-Based Costing (ABC) untuk menghitung biaya produksinya. Data berikut diberikan: • Aktivitas 1 (Pengaturan Mesin): Total biaya Rp 40.000.000; penggerak biaya 200 kali pengaturan. • Aktivitas 2 (Inspeksi Kualitas): Total biaya Rp 20.000.000; penggerak biaya 400 inspeksi. • Produk A: 50 pengaturan mesin, 100 inspeksi. Berapakah total kos overhead yang dialokasikan ke Produk A?

a)

Rp 10.000.000

b)

Rp 20.000.000

c)

Rp 15.000.000

d)

Rp 30.000.000

35.

Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri kos variabel bertahap adalah….

a)

sulit dibedakan dengan kos tetap bertahap

b)

rentang perubahan kos relatif pendek

c)

tidak berubah meskipun ada perubahan tingkat aktivitas

d)

sifat perubahan kos yang tidak sepenuhnya linear

36.

Dalam analisis perilaku biaya, metode titik tertinggi – titik terendah digunakan untuk memisahkan biaya tetap dan biaya variabel. Data berikut mencatat biaya produksi untuk berbagai tingkat aktivitas: • Tingkat aktivitas tertinggi: 10.000 unit dengan total biaya Rp 200.000.000 • Tingkat aktivitas terendah: 5.000 unit dengan total biaya Rp 120.000.000. Berapakah biaya tetapnya?

a)

Rp 80.000.000

b)

Rp 40.000.000

c)

Rp 60.000.000

d)

Rp 50.000.000

37.

Kapasitas aktivitas yang tersedia menentukan berapa banyak sumber daya yang digunakan dalam suatu aktivitas. Hal ini berarti bahwa….

a)

kos aktivitas selalu sebanding dengan kapasitas sumber daya yang digunakan.

b)

kos tidak bergantung pada jumlah sumber daya yang tersedia.

c)

jumlah sumber daya yang digunakan dapat lebih besar dari kapasitas yang tersedia.

d)

penggunaan sumber daya yang lebih besar dari kapasitas aktivitas menyebabkan ketidakefisienan dan peningkatan kos.

38.

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan kos variabel dalam konteks perilaku kos adalah….

a)

kos yang jumlahnya tidak berubah dengan perubahan volume produksi, seperti biaya sewa gedung.

b)

kos yang jumlahnya berubah seiring dengan perubahan volume produksi, seperti biaya bahan baku.

c)

kos yang tetap konstan dalam jumlah tetap, tetapi dapat berubah seiring waktu, seperti biaya pemasaran.

d)

kos yang berubah hanya pada level produksi tertentu, seperti biaya penyusutan mesin.

39.

Manipulasi manajerial aliran keluar dalam akuntansi kos yang paling tepat adalah….

a)

manajer menggunakan biaya tetap untuk meningkatkan laba pada periode tertentu

b)

manajer menunda pengeluaran biaya untuk memperlihatkan laba yang lebih tinggi pada laporan keuangan

c)

manajer mengalokasikan biaya tidak langsung untuk memanipulasi harga jual produk

d)

manajer memutuskan untuk mengurangi biaya bahan baku agar dapat meningkatkan kualitas produk

40.

Dalam akuntansi kos, objek kos merupakan fokus utama dari proses penghitungan biaya. Salah satu objek kos yang paling umum dalam perusahaan manufaktur adalah….

a)

biaya overhead pabrik

b)

produk fisik yang dihasilkan

c)

biaya variabel dan tetap

d)

laporan laba rugi

41.

Akuntansi keuangan ditujukan untuk audiens eksternal, sedangkan akuntansi manajemen digunakan oleh….

a)

pemerintah dan badan pengawas

b)

investor dan kreditor

c)

manajemen internal perusahaan untuk pengambilan keputusan.

d)

pihak ketiga yang membutuhkan laporan keuangan untuk tujuan investasi.

42.

Urutan yang benar dari siklus kegiatan usaha manufaktur adalah....

a)

pembelian bahan baku → pengolahan produk → penyelesaian produk → penjualan produk

b)

pembelian bahan baku → produksi → penyelesaian produk → pembayaran hutang → penjualan produk

c)

pembelian bahan baku → proses produksi → pembayaran gaji karyawan → penjualan produk

d)

pembelian bahan baku → proses produksi → penyelesaian produk → persediaan barang jadi → penjualan produk

43.

Real value-added activities adalah aktivitas yang....

a)

tidak menambah nilai pada produk atau jasa tetapi diperlukan untuk operasional perusahaan.

b)

menambah nilai pada produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

c)

dapat dihilangkan tanpa mempengaruhi kualitas produk atau jasa.

d)

hanya diperlukan untuk kepentingan internal perusahaan.

44.

Perusahaan ABC mengolah pesanan khusus dengan menggunakan metode job-order costing. Berikut adalah rincian biaya untuk pesanan nomor 102 yang sedang diproses: • Biaya bahan baku langsung: Rp 15.000.000 • Biaya tenaga kerja langsung: Rp 10.000.000 • Biaya overhead pabrik yang dibebankan: Rp 5.000.000 Laporan kos produksi untuk pesanan 102 yang menunjukkan total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan adalah....

a)

A. Laporan Kos Produksi Pesanan 102 Biaya Bahan Baku Langsung: Rp 15.000.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung: Rp 10.000.000 Biaya Overhead Pabrik: Rp 5.000.000 Total Biaya Produksi: Rp 30.000.000

b)

B. Laporan Kos Produksi Pesanan 102 Biaya Bahan Baku Langsung: Rp 10.000.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung: Rp 5.000.000 Biaya Overhead Pabrik: Rp 5.000.000 Total Biaya Produksi: Rp 20.000.000

c)

C. Laporan Kos Produksi Pesanan 102 Biaya Bahan Baku Langsung: Rp 15.000.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung: Rp 10.000.000 Biaya Overhead Pabrik: Rp 4.000.000 Total Biaya Produksi: Rp 29.000.000

d)

D. Laporan Kos Produksi Pesanan 102 Biaya Bahan Baku Langsung: Rp 14.000.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung: Rp 11.000.000 Biaya Overhead Pabrik: Rp 5.000.000 Total Biaya Produksi: Rp 30.000.000

45.

Aliran kos produksi paralel sering digunakan dalam perusahaan yang memproduksi berbagai jenis produk dalam proses yang bersamaan. Contoh perusahaan yang menerapkan aliran kos produksi paralel adalah....

a)

konsultan manajemen.

b)

manufaktur otomotif yang memproduksi mobil dan truk.

c)

konstruksi gedung bertingkat.

d)

penerbitan buku dengan satu jenis produk.

46.

Fungsi utama dari Departemen Pembelian adalah....

a)

Menentukan harga jual produk, merencanakan anggaran pemasaran, dan memilih pemasok bahan baku.

b)

Mengelola stok bahan baku, mengawasi proses produksi, dan menentukan harga jual produk.

c)

Melakukan pemesanan bahan baku, menerima dan memeriksa bahan baku yang diterima, serta mengelola hubungan dengan pemasok.

d)

Menyusun laporan keuangan, mengelola kas, dan mengevaluasi kinerja pemasok.

47.

Sistem job-order costing adalah....

a)

Debit: Biaya Tenaga Kerja Langsung - Pesanan 101 Rp 5.000.000 Kredit: Kas Rp 5.000.000

b)

Debit: Biaya Overhead Pabrik Rp 5.000.000 Kredit: Kas Rp 5.000.000

c)

Debit: Biaya Bahan Baku Rp 5.000.000 Kredit: Kas Rp 5.000.000

d)

Debit: Biaya Tenaga Kerja Langsung - Pesanan 101 Rp 5.000.000 Kredit: Hutang Gaji dan Upah Rp 5.000.000

48.

Jika perusahaan mempekerjakan pekerja dengan upah langsung sebesar Rp10.000.000 untuk pesanan tertentu, maka cara pembebanan biaya tersebut ke dalam akun adalah....

a)

Bebankan Rp10.000.000 ke akun Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Expense) untuk pesanan tertentu

b)

Bebankan Rp10.000.000 ke akun Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead)

c)

Bebankan Rp10.000.000 ke akun Biaya Bahan Baku (Raw Material Expense)

d)

Bebankan Rp10.000.000 ke akun Biaya Administrasi dan Umum (Administrative Expenses)

49.

Dalam sistem akuntansi produk bersama, produk sampingan dapat dihadapi dengan berbagai metode. Salah satu metode yang digunakan untuk pembebanan kos bersama adalah metode nilai pasar. Bagaimana cara pembebanan kos bersama dilakukan dengan menggunakan metode ini?

a)

Kos bersama dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah unit produk yang dihasilkan

b)

Kos bersama dibagi berdasarkan nilai pasar relatif dari masing-masing produk setelah proses produksi selesai

c)

Kos bersama dibagi berdasarkan biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk masing-masing produk

d)

Kos bersama dibagi dengan merata untuk semua produk yang dihasilkan dalam proses produksi

50.

Urutan yang benar dalam aliran kos produksi perusahaan manufaktur dari pembayaran kas hingga menjadi persediaan bahan baku adalah....

a)

pembayaran kas → pengadaan bahan baku → penerimaan bahan baku → pencatatan persediaan bahan baku

b)

pengadaan bahan baku → pembayaran kas → penerimaan bahan baku → pencatatan persediaan bahan baku

c)

penerimaan bahan baku → pengadaan bahan baku → pembayaran kas → pencatatan persediaan bahan baku

d)

pencatatan persediaan bahan baku → pembayaran kas → pengadaan bahan baku → penerimaan bahan baku

51.

Sebuah perusahaan memiliki dua departemen, Departemen A dan Departemen B. Departemen A menghabiskan 1.500 jam mesin, dan Departemen B menghabiskan 2.500 jam mesin. Total overhead pabrik yang dibebankan untuk kedua departemen adalah Rp 10.000.000. Jika tarif overhead departemen dihitung berdasarkan jam mesin, tarif overhead per jam mesin untuk masing-masing departemen adalah....

a)

Rp 4.000 per jam mesin untuk Departemen A dan Rp 6.000 per jam mesin untuk Departemen B

b)

Rp 5.000 per jam mesin untuk Departemen A dan Rp 5.000 per jam mesin untuk Departemen B

c)

Rp 2.000 per jam mesin untuk Departemen A dan Rp 4.000 per jam mesin untuk Departemen B

d)

Rp 4.000 per jam mesin untuk Departemen A dan Rp 4.000 per jam mesin untuk Departemen B

52.

Masalah utama yang dihadapi oleh sistem kos konvensional dalam mengalokasikan biaya overhead adalah....

a)

sistem konvensional terlalu rumit dan membutuhkan terlalu banyak data dari berbagai departemen

b)

sistem konvensional selalu menghasilkan biaya yang lebih rendah karena tidak mempertimbangkan biaya overhead secara keseluruhan

c)

sistem konvensional mengalokasikan biaya overhead secara merata ke semua produk tanpa memperhitungkan aktivitas spesifik yang mengonsumsi sumber daya, sehingga tidak mencerminkan penggunaan biaya secara akurat

d)

sistem konvensional mengalokasikan biaya overhead hanya berdasarkan biaya bahan baku yang digunakan, tanpa mempertimbangkan faktor lain

53.

Dalam laporan akuntansi kos, salah satu elemen yang penting untuk dihitung dan dilaporkan adalah persediaan barang dalam proses. Jika pada awal periode terdapat barang dalam proses sebesar Rp 10.000.000, selama periode berjalan terjadi biaya produksi sebesar Rp 50.000.000, dan pada akhir periode terdapat barang dalam proses sebesar.... Berapakah nilai persediaan barang dalam proses pada akhir periode jika barang selesai diproduksi sebesar Rp 45.000.000?

a)

Rp 15.000.000

b)

Rp 5.000.000

c)

Rp 10.000.000

d)

Rp 20.000.000

54.

Jika biaya produksi dalam proses sebesar Rp 15.000.000, maka sediaan akhir barang dalam proses adalah....

a)

Rp 10.000.000

b)

Rp 50.000.000

c)

Rp 15.000.000

d)

Rp 5.000.000

55.

Karakteristik utama dari sistem job-order costing adalah...

a)

setiap pesanan menggunakan alokasi biaya yang sama.

b)

biaya dihitung berdasarkan keseluruhan periode produksi.

c)

biaya langsung dan tidak langsung dialokasikan ke pesanan spesifik.

d)

setiap unit produk atau jasa yang dihasilkan harus sama persis dalam hal biaya.

56.

Pada suatu perusahaan manufaktur, biaya pabrik yang relevan untuk bulan ini adalah sebagai berikut: • Biaya bahan baku yang digunakan: Rp120.000.000 • Biaya tenaga kerja langsung: Rp75.000.000 • Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya: Rp100.000.000 • Biaya overhead pabrik yang diterapkan (standar): Rp110.000.000 Jika total kos produksi dihitung berdasarkan biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik yang diterapkan, maka kos produksi yang diterapkan untuk bulan ini adalah....

a)

Rp290.000.000

b)

Rp305.000.000

c)

Rp300.000.000

d)

Rp320.000.000

57.

Dalam akuntansi kos kualitas, perlakuan terhadap biaya yang timbul akibat produk cacat biasanya bergantung pada penyebab cacat tersebut. Jika produk cacat disebabkan oleh kesalahan yang tidak dapat ditelusuri ke pesanan tertentu, maka biaya tersebut dibebankan ke....

a)

biaya overhead pabrik

b)

kos barang dalam proses

c)

persediaan barang jadi

d)

kas

58.

Dalam sistem pembebanan overhead pabrik, perbedaan utama antara penggunaan tarif tunggal dan tarif departemen adalah....

a)

tarif tunggal menggunakan satu tarif untuk seluruh pabrik, sedangkan tarif departemen menggunakan tarif yang berbeda untuk setiap departemen

b)

tarif tunggal digunakan untuk biaya tetap, sedangkan tarif departemen digunakan untuk biaya variabel

c)

tarif tunggal diterapkan pada produk akhir, sedangkan tarif departemen diterapkan pada proses produksi awal

d)

tarif tunggal lebih detail dibandingkan tarif departemen karena mempertimbangkan aktivitas spesifik setiap departemen

59.

Dokumen yang menjadi sumber pencatatan overhead pabrik dalam akuntansi biaya yaitu....

a)

faktur pembelian bahan baku dan catatan pembayaran upah tenaga kerja langsung

b)

laporan produksi harian dan catatan penerimaan bahan baku di gudang

c)

faktur utilitas, catatan penyusutan aset tetap, dan laporan pemeliharaan peralatan pabrik

d)

laporan penjualan dan pengiriman barang ke pelanggan

60.

Jika biaya perbaikan produk rusak adalah Rp 10.000.000, jurnal yang benar untuk mencatat transaksi ini adalah....

a)

Debit Biaya Overhead Pabrik Rp 10.000.000, Kredit Kas Rp 10.000.000

b)

Debit Kos Barang dalam Proses Rp 10.000.000, Kredit Kas Rp 10.000.000

c)

Debit Biaya Produk Rusak Rp 10.000.000, Kredit Persediaan Bahan Baku Rp 10.000.000

d)

Debit Kos Barang Jadi Rp 10.000.000, Kredit Kas Rp 10.000.000

61.

Sebuah perusahaan memproduksi 1.000 unit produk dalam satu bulan, dengan total jam tenaga kerja yang digunakan sebanyak 2.000 jam. Jika biaya tenaga kerja langsung selama bulan tersebut adalah Rp 100.000.000, maka rasio efisiensi-produktivitas tenaga kerja pada perusahaan tersebut adalah....

a)

A. 1.000 unit per 2.000 jam

b)

B. 0,5 unit per jam

c)

C. 2 unit per jam

d)

D. 1 unit per 2 jam

62.

Maksud dari penambahan kuantitas setelah departemen pertama dalam proses produksi yang meningkatkan kuantitas produksi adalah....

a)

Penambahan bahan baku tambahan

b)

Pengurangan biaya produksi

c)

Peningkatan efisiensi mesin

d)

Penambahan tenaga kerja

63.

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan kos kegagalan internal adalah....

a)

biaya yang timbul akibat pengujian produk untuk memastikan bahwa produk yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi kualitas

b)

biaya perbaikan dan penggantian produk yang cacat yang ditemukan setelah produk diproduksi, tetapi sebelum sampai ke pelanggan

c)

biaya yang dikeluarkan untuk menghindari kegagalan produk dengan melakukan pengujian kualitas sebelum produksi dimulai

d)

biaya yang timbul akibat pengembalian produk dari pelanggan karena produk tersebut rusak atau tidak sesuai standar

64.

Dalam pembebanan kos overhead pabrik, nilai aktual tidak digunakan untuk pembebanan overhead karena....

a)

nilai aktual terlalu rendah untuk mencerminkan biaya sebenarnya

b)

nilai aktual hanya mencatat biaya tetap tanpa mempertimbangkan biaya variabel

c)

nilai aktual tidak tersedia hingga akhir periode, sehingga tidak praktis untuk pengendalian biaya selama periode berjalan

d)

nilai aktual sulit dihitung karena membutuhkan data historis dari beberapa periode

65.

Pokok pikiran utama dalam filosofi manajemen persediaan Just In Time (JIT) adalah....

a)

memaksimalkan persediaan bahan baku untuk menghindari kekurangan selama proses produksi

b)

mengurangi jumlah persediaan dengan menerima bahan baku hanya ketika diperlukan untuk produksi, sehingga mengurangi biaya penyimpanan dan pemrosesan

c)

menyimpan bahan baku dalam jumlah besar untuk mendapatkan diskon dari pemasok

d)

menerima bahan baku sebelum ada permintaan pelanggan untuk memastikan ketersediaan produk

66.

Kos bersama dalam konteks akuntansi produksi bersama adalah....

a)

biaya yang timbul dari proses produksi dan langsung dapat diidentifikasi dengan produk tertentu

b)

biaya yang dialokasikan secara merata ke seluruh produk yang dihasilkan selama periode tertentu

c)

biaya yang timbul dalam proses produksi hingga titik pemisahan, di mana dua atau lebih produk diproduksi secara bersamaan sebelum mereka dipisahkan menjadi produk individual

d)

biaya yang hanya berkaitan dengan produk sampingan yang dihasilkan dalam proses produksi

67.

Dalam penyusunan laporan kos produksi, langkah pertama adalah menganalisis aliran unit fisik. Tahapan analisis aliran unit fisik mencakup aktivitas berikut, kecuali....

a)

menentukan jumlah unit awal dalam proses

b)

mengalokasikan biaya bahan langsung ke unit produksi

c)

menentukan jumlah unit yang masuk ke proses produksi selama periode

d)

menghitung jumlah unit yang diselesaikan dan dipindahkan ke proses berikutnya

68.

PT ABC memproduksi komponen elektronik dengan menggunakan sistem produksi berbasis proses. Pada bulan Januari, perusahaan memulai produksi sebanyak 10.000 unit dan menyelesaikan 8.000 unit, sementara 2.000 unit masih dalam proses pada akhir bulan dengan tingkat penyelesaian 40%. Biaya pabrik untuk bulan Januari terdiri dari biaya bahan baku sebesar Rp 100.000.000 dan biaya konversi sebesar Rp 120.000.000. Unit ekuivalen dan biaya konversi dengan menggunakan metode rata-rata untuk bahan baku dan biaya konversi adalah....

a)

unit ekuivalen untuk bahan baku adalah 10.000 unit, dan untuk biaya konversi adalah 8.800 unit

b)

unit ekuivalen untuk bahan baku adalah 10.000 unit, dan untuk biaya konversi adalah 9.200 unit

c)

unit ekuivalen untuk bahan baku adalah 8.000 unit, dan untuk biaya konversi adalah 8.000 unit

d)

unit ekuivalen untuk bahan baku adalah 9.000 unit, dan untuk biaya konversi adalah 8.400 unit

69.

Dalam metode akuntansi kos produksi untuk produk yang hilang atau menyusut akibat proses alami, perusahaan sebaiknya menangani dan mencatat produk yang hilang ini dengan cara....

a)

produk hilang dicatat sebagai kerugian langsung dalam laporan laba rugi dan tidak dimasukkan dalam perhitungan kos produksi

b)

produk hilang dihitung sebagai bagian dari unit ekuivalen dalam perhitungan kos produksi dan didistribusikan ke seluruh unit yang masih ada

c)

produk hilang sicatat sebagai biaya tambahan yang ditambahkan ke dalam kos produksi dan dibebankan pada departemen yang telibat

d)

produk hilang dihitung sebagai biaya yang harus dikembalikan oleh departemen yang mengolahnya dan dicatat sebagai kewajiban jangka pendek

70.

Masalah utama dalam pencatatan bahan baku yang sering dihadapi perusahaan dalam proses produksi adalah....

a)

menentukan harga jual bahan baku sebelum proses produksi dimulai

b)

mencatat bahan baku yang hilang selama penyimpanan tanpa memperhitungkan biaya pembelian

c)

mencatat bahan baku sebagai biaya tetap, meskipun jumlah penggunaannya berubah sesuai dengan volume produksi

d)

menentukan metode pencatatan yang tepat, seperti metode FIFO, LIFO, atau rata- rata tertimbang, untuk mencatat pengeluaran bahan baku secara akurat di laporan keuangan

71.

Cara menghitung pembebanan kos bersama ke produk sampingan menggunakan metode nilai jual relatif....

a)

mengalokasikan seluruh biaya overhead ke produk utama dan membebaskan produk sampingan dari biaya tersebut

b)

menghitung biaya bersama dengan membagi total biaya produksi secara merata antara produk utama dan produk sampingan

c)

menggunakan total biaya produksi untuk membebankan biaya bersama hanya kepada produk utama dan memperlakukan produk sampingan sebagai pendapatan tambahan

d)

mengalokasikan biaya bersama ke setiap produk, termasuk produk sampingan, berdasarkan persentase nilai jual relatif dari setiap produk pada titik produksi tertentu

72.

Salah satu karakteristik utama dari akuntansi backflush adalah....

a)

mencatat semua biaya bahan baku secara detail sejak pembelian hingga penyimpanan

b)

menghilangkan pencatatan rinci untuk setiap tahap produksi dan membebankan biaya langsung ke barang jadi

c)

mencatat biaya bahan baku secara rinci pada setiap tahap produksi yang sedang diproses

d)

menggunakan metode rata-rata untuk menilai persediaan bahan baku

73.

Sebuah perusahaan memberikan premi shift sebesar Rp 500.000 kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja normal. Jurnal akuntansi untuk transaksi premi shift yang diberikan kepada tenaga kerja adalah....

a)

Debit: Gaji dan Upah Rp 500.000; Kredit: Kas Rp 500.000

b)

Debit: Premi Shift Rp 500.000; Kredit: Kas Rp 500.000

c)

Debit: Premi Shift Rp 500.000; Kredit: Gaji dan Upah Rp 500.000

d)

Debit: Gaji dan Upah Rp 500.000; Kredit: Utang Premi Shift Rp 500.000

74.

Perlakuan akuntansi terhadap produk sampingan dengan menggunakan metode tanpa kos adalah....

a)

tidak dijual, sehingga tidak perlu dicatat dalam laporan keuangan

b)

tidak diberi alokasi biaya, dan pendapatan dari penjualan produk sampingan dicatat sebagai pendapatan lain-lain atau dikurangi dari biaya produksi produk utama

c)

biaya produksi produk sampingan dibebankan ke produk utama, dan produk sampingan tidak menghasilkan pendapatan tambahan

d)

dicatat sebagai bagian dari persediaan produk utama dan diberi alokasi biaya overhead yang sama.

75.

Perusahaan X menggunakan sistem biaya berbasis aktivitas (ABC) untuk menghitung kos produksi. Dalam sistem ABC, biaya overhead pabrik dibebankan berdasarkan aktivitas- aktivitas tertentu yang dilakukan dalam proses produksi. Jika total biaya overhead pabrik adalah Rp500.000 dan ada 5 aktivitas utama dengan tarif sebagai berikut: Jika produk Y menggunakan aktivitas A sebesar 2 unit, B 3 unit, dan C 1 unit, biaya overhead untuk produk Y adalah....

a)

Rp700.000

b)

Rp330.000

c)

Rp500.000

d)

Rp450.000

76.

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan committed fixed cost adalah....

a)

biaya tetap yang dapat diubah dalam jangka pendek berdasarkan perubahan dalam produksi, seperti biaya tenaga kerja

b)

biaya tetap yang terkait dengan keputusan perusahaan untuk membangun fasilitas atau membeli peralatan yang harus tetap dibayar meskipun volume produksi berubah, seperti sewa gedung atau depresiasi peralatan

c)

biaya yang berubah seiring dengan perubahan dalam volume produksi, seperti biaya bahan baku langsung

d)

biaya tetap yang hanya relevan untuk perusahaan yang mengalami fluktuasi produksi tinggi, seperti biaya iklan dan promosi

77.

Biaya produksi bulanan untuk sebuah perusahaan adalah sebagai berikut: • Pada volume produksi tertinggi (2.000 unit), biaya total adalah Rp 50.000.000. • Pada volume produksi terendah (1.000 unit), biaya total adalah Rp 30.000.000. Dengan menggunakan metode titik tertinggi – titik terendah, kos variabel per unit adalah....

a)

Rp10.000

b)

Rp16.000

c)

Rp20.000

d)

Rp25.000

78.

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan dua jenis kapasitas dalam analisis aktivitas adalah....

a)

kapasitas teoritis adalah kapasitas yang dapat dicapai jika tidak ada gangguan atau pembatasan, sedangkan kapasitas praktis adalah kapasitas yang dapat dicapai dengan mempertimbangkan gangguan dan pembatasan dalam operasional

b)

kapasitas praktis adalah kapasitas maksimal yang dapat dicapai tanpa mempertimbangkan gangguan atau pembatasan, sedangkan kapasitas teoritis adalah kapasitas yang dapat dicapai dengan mempertimbangkan pembatasan operasional

c)

kapasitas teoritis mengacu pada kapasitas yang digunakan dalam kondisi normal, sedangkan kapasitas praktis adalah kapasitas yang digunakan dalam situasi darurat

d)

kapasitas teoritis adalah kapasitas yang dihitung berdasarkan jumlah mesin dan tenaga kerja, sedangkan kapasitas praktis adalah kapasitas yang dihitung berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan

79.

Dalam klasifikasi biaya, kos dapat dikategorikan berdasarkan mudah tidaknya ditelusuri ke objek kos. Biaya yang dapat dengan mudah diidentifikasi secara langsung terhadap produk tertentu disebut....

a)

biaya tidak langsung

b)

biaya langsung

c)

biaya tetap

d)

biaya variabel

80.

Definisi akuntansi biaya adalah....

a)

proses pelaporan informasi keuangan perusahaan kepada pihak eksternal

b)

proses mencatat, mengelompokkan, meringkas, dan mengendalikan biaya yang terkait dengan produksi barang atau jasa

c)

proses menyusun anggaran untuk operasi masa depan perusahaan

d)

proses mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan untuk tujuan investasi

81.

Konsep "different costs for different purposes" menyatakan bahwa biaya yang relevan dalam satu konteks keputusan tidak selalu relevan dalam konteks lain. Hal ini berarti....

a)

semua biaya selalu relevan untuk semua jenis keputusan

b)

biaya yang relevan bergantung pada jenis keputusan yang diambil

c)

biaya tetap selalu relevan dalam semua konteks keputusan

d)

biaya variabel tidak pernah relevan dalam keputusan jangka panjang

82.

Pernyataan berikut ini yang paling tepat menggambarkan sifat informasi dalam akuntansi keuangan adalah....

a)

informasi yang disajikan bersifat lebih detail dan dapat digunakan untuk perencanaan jangka panjang perusahaan

b)

informasi yang disajikan bersifat umum dan ditujukan untuk kebutuhan eksternal, seperti investor dan kreditur

c)

informasi yang disajikan hanya berkaitan dengan biaya produksi dan efisiensi operasional perusahaan

d)

informasi yang disajikan bersifat lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan manajer internal perusahaan

83.

Urutan yang benar dalam siklus kegiatan usaha jasa adalah....

a)

Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan

b)

Pelaksanaan, perencanaan, pelaporan, evaluasi

c)

Evaluasi, pelaporan, perencanaan, pelaksanaan

d)

Pelaporan, evaluasi, pelaksanaan, perencanaan

84.

Urutan yang benar dalam proses akuntansi jasa adalah....

a)

penerimaan order pelanggan → penyelesaian jasa → penagihan → pencatatan pendapatan

b)

penyelesaian jasa → penagihan → penerimaan order pelanggan → pencatatan pendapatan

c)

penagihan → penerimaan order pelanggan → penyelesaian jasa → pencatatan pendapatan

d)

penerimaan order pelanggan → pencatatan pendapatan → penyelesaian jasa → penagihan

85.

Berikut ini yang merupakan contoh aktivitas non-value added adalah....

a)

inspeksi produk yang telah selesai diproduksi

b)

proses perakitan komponen utama produk

c)

pengemasan barang yang akan dikirim ke pelanggan

d)

pelayanan pelanggan setelah pembelian

86.

Dalam job order costing, laporan kos produksi pesanan digunakan untuk mencatat rincian biaya produksi dari setiap pesanan. Laporan ini mencakup elemen biaya berikut, kecuali....

a)

biaya bahan baku langsung

b)

biaya tenaga kerja langsung

c)

biaya pemasaran dan distribusi

d)

biaya overhead pabrik

87.

Perusahaan yang kemungkinan besar menggunakan aliran kos produk sekuensial dalam proses produksinya adalah....

a)

perusahaan manufaktur otomotif yang merakit mobil di beberapa tahap produksi secara berurutan

b)

perusahaan ritel yang menjual produk jadi yang dibeli dari pemasok

c)

perusahaan jasa keuangan yang memberikan layanan konsultasi kepada klien

d)

perusahaan pengembangan perangkat lunak yang bekerja pada proyek yang berbeda secara bersamaan

88.

Dalam akuntansi biaya, bahan dapat diklasifikasikan berdasarkan perannya dalam proses produksi. Bahan yang dapat ditelusuri langsung ke produk akhir disebut sebagai....

a)

bahan baku langsung

b)

bahan langsung

c)

bahan penunjang

d)

bahan pelengkap

89.

Dalam sistem job-order costing, transaksi pemakaian bahan baku yang langsung digunakan untuk suatu pesanan dicatat dengan jurnal....

a)

Debit Biaya Overhead Pabrik dan Kredit Persediaan Bahan Baku

b)

Debit Kos Barang dalam Proses dan Kredit Biaya Overhead Pabrik

c)

Debit Kos Barang dalam Proses dan Kredit Persediaan Bahan Baku

d)

Debit Persediaan Barang Jadi dan Kredit Kos Barang dalam Proses

90.

Dalam sistem akuntansi kos, bahan baku tidak langsung dibebankan ke dalam akun tertentu karena penggunaannya tidak dapat ditelusuri langsung ke produk tertentu. Akun yang digunakan untuk mencatat bahan baku tidak langsung adalah....

a)

biaya overhead pabrik

b)

biaya tenaga kerja langsung

c)

biaya bahan baku langsung

d)

kos barang dalam proses

91.

Dalam akuntansi produk sampingan, metode kos digunakan untuk mencatat nilai produk sampingan. Perlakuan akuntansi terhadap produk sampingan dengan metode kos adalah....

a)

tidak mencatat kos produksi dan hanya mencatat hasil penjualan produk sampingan sebagai pendapatan lain-lain.

b)

mengalokasikan sebagian kos bersama ke produk sampingan berdasarkan nilai relatifnya.

c)

mengabaikan kos produksi produk sampingan dan mencatat hasil penjualannya sebagai pengurang kos barang jadi.

d)

mencatat kos produksi produk sampingan dalam akun persediaan terpisah hingga dijual.

92.

Berikut ini yang paling tepat menggambarkan integrasi kos dalam laporan laba rugi adalah....

a)

kos bahan baku, kos tenaga kerja langsung, dan kos overhead pabrik digabung menjadi total kos produksi yang dihitung dalam laporan laba rugi

b)

kos bahan baku langsung dan kos tenaga kerja langsung dilaporkan sebagai biaya penjualan dalam laporan laba rugi

c)

kos overhead pabrik dilaporkan sebagai biaya penjualan dalam laporan laba rugi

d)

kos bahan baku langsung, kos tenaga kerja langsung, dan kos overhead pabrik dilaporkan sebagai biaya penjualan dalam laporan laba rugi

93.

Sebuah pabrik memiliki dua departemen, yaitu Departemen A dan Departemen B. Total biaya overhead yang harus dialokasikan adalah Rp 50.000.000. Jam kerja langsung untuk Departemen A adalah 2.000 jam dan untuk Departemen B adalah 3.000 jam. Berapakah tarif overhead per jam kerja untuk masing-masing departemen jika overhead dialokasikan berdasarkan jam kerja langsung?

a)

Rp 10.000 untuk Departemen A dan Rp 15.000 untuk Departemen B

b)

Rp 12.000 untuk Departemen A dan Rp 12.000 untuk Departemen B

c)

Rp 10.000 untuk Departemen A dan Rp 10.000 untuk Departemen B

d)

Rp 15.000 untuk Departemen A dan Rp 10.000 untuk Departemen B

94.

Perbedaan utama antara sistem kos konvensional dan sistem kos berdasarkan aktivitas (Activity-Based Costing) adalah...

a)

sistem kos konvensional mengalokasikan biaya overhead berdasarkan satu penggerak biaya, sedangkan sistem kos berbasis aktivitas menggunakan banyak penggerak biaya

b)

sistem kos konvensional hanya mencatat biaya bahan baku, sedangkan sistem kos berbasis aktivitas mencatat semua jenis biaya

c)

sistem kos konvensional hanya diterapkan pada perusahaan manufaktur, sedangkan sistem kos berbasis aktivitas digunakan untuk semua jenis perusahaan

d)

sistem kos konvensional menggunakan tarif overhead departemen, sedangkan sistem kos berbasis aktivitas tidak membutuhkan tarif overhead

95.

PT Semangat Jaya memiliki sediaan bahan baku senilai Rp15.000.000. Dua hari yang lalu, perusahaan membeli barang dagang dengan harga Rp10.000.000. Perusahaan juga mengeluarkan ongkos angkut sebesar 10% dari harga barang dagang. Jika sediaan akhir bahan baku adalah sebesar Rp1.500.000, maka bahan baku langsung dipakai selama proses produksi adalah sebesar...

a)

Rp4.000.000

b)

Rp1.500.000

c)

Rp1.000.000

d)

Rp0

96.

Salah satu sistem kos yang digunakan untuk mengakumulasi biaya produksi adalah job-order costing. Sistem ini memiliki karakteristik utama, yaitu...

a)

biaya produksi diakumulasi berdasarkan periode waktu tertentu tanpa memperhatikan pesanan tertentu

b)

cocok digunakan untuk produksi massal barang dengan karakteristik seragam

c)

biaya produksi diakumulasi berdasarkan pesanan atau pekerjaan tertentu

d)

tidak memerlukan pelacakan biaya langsung ke pesanan tertentu

97.

Saldo awal sediaan bahan baku di sebuah pabrik adalah Rp 25.000.000. Selama periode berjalan, pabrik tersebut melakukan pembelian bahan baku sebesar Rp 60.000.000, sementara terdapat retur pembelian sebesar Rp 8.000.000. Berdasarkan data tersebut, bahan baku yang tersedia untuk dipakai dalam produksi menggunakan sistem kos standar adalah....

a)

Rp 77.000.000

b)

Rp 85.000.000

c)

Rp 93.000.000

d)

Rp 97.000.000

98.

Cara mengukur kos yang timbul akibat produk cacat dalam akuntansi biaya yaitu....

a)

mengalokasikan biaya produk cacat ke produk yang masih dalam proses produksi

b)

mengukur kos yang timbul dengan membebankan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang telah digunakan pada produk cacat dan tidak dapat diperbaiki

c)

membebankan biaya produk cacat langsung kepada departemen yang menerima produk

d)

mengurangi biaya produk cacat dari total biaya overhead pabrik dan membebankannya ke departemen terkait

99.

Manfaat utama departementalisasi overhead pabrik dari sudut pandang akuntansi adalah....

a)

Mengurangi total biaya overhead pabrik yang harus dicatat oleh perusahaan

b)

Memungkinkan alokasi overhead yang lebih akurat berdasarkan aktivitas spesifik setiap departemen sehingga menghasilkan pembebanan biaya yang lebih sesuai

c)

Menyederhanakan sistem pembebanan overhead dengan menggunakan satu tarif untuk seluruh departemen

d)

Menghilangkan kebutuhan untuk mencatat overhead secara terpisah dari biaya bahan baku dan tenaga kerja

100.

Cara yang benar untuk menjurnal selisih antara overhead pabrik yang dibebankan dengan overhead pabrik yang aktual pada akhir periode adalah…

a)

Debit Akun Overhead Dibebankan dan Kredit Akun Overhead Aktual dengan jumlah selisih

b)

Debit Akun Overhead Aktual dan Kredit Akun Overhead Dibebankan dengan jumlah selisih

c)

Debit Akun Biaya Produksi dan Kredit Akun Overhead Dibebankan dengan jumlah selisih

d)

Debit Akun Overhead Dibebankan dan Kredit Akun Pendapatan dengan jumlah selisih

101.

Penjurnalan yang tepat untuk mencatat transaksi bahan baku sisa dalam akuntansi kos kualitas yaitu....

a)

Debit Akun Overhead Pabrik, Kredit Akun Bahan Baku

b)

Debit Akun Persediaan Barang Jadi, Kredit Akun Bahan Baku

c)

Debit Akun Bahan Baku Sisa, Kredit Akun Overhead Pabrik

d)

Debit Akun Kas, Kredit Akun Bahan Baku Sisa

102.

Dalam perencanaan produktivitas tenaga kerja, salah satu cara utama untuk meningkatkan produktivitas adalah....

a)

memberikan lebih banyak jam lembur kepada karyawan

b)

meningkatkan persediaan bahan baku untuk mengurangi waktu tunggu

c)

mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan dalam proses kerja

d)

mengurangi jumlah tenaga kerja untuk menekan biaya

103.

Dalam proses produksi bertahap, penambahan kuantitas setelah departemen pertama sering terjadi karena adanya bahan tambahan atau perubahan bentuk produk. Contoh penambahan kuantitas setelah departemen pertama adalah....

a)

penambahan bahan baku di departemen pengemasan

b)

penyelesaian unit akhir dalam proses di departemen pertama

c)

penyesuaian biaya overhead di departemen kedua

d)

pengurangan bahan baku karena penyusutan fisik di proses awal

104.

Kos pencegahan dalam konteks kos kualitas adalah....

a)

biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat produk sebelum proses produksi dimulai, seperti biaya pelatihan dan pemeliharaan peralatan

b)

biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki produk yang cacat setelah ditemukan dalam proses produksi

c)

biaya yang dikeluarkan untuk menguji dan mengevaluasi produk guna memastikan kualitas sebelum produk dijual

d)

biaya yang timbul akibat produk cacat yang harus ditarik kembali dari pelanggan

105.

Karakteristik utama dari kos overhead pabrik dalam akuntansi biaya adalah....

a)

kos overhead pabrik terdiri dari biaya langsung yang mudah diidentifikasi dengan produk tertentu

b)

kos overhead pabrik hanya mencakup biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung

c)

kos overhead pabrik mencakup biaya tidak langsung yang tidak dapat diidentifikasi langsung dengan produk tertentu, seperti biaya pemeliharaan, listrik, dan penyusutan

d)

kos overhead pabrik selalu bersifat variabel dan berubah sesuai dengan volume produksi.

106.

Dalam manajemen persediaan Just in Time (JIT), pemborosan sering kali terjadi karena beberapa faktor yang menghambat kelancaran aliran bahan baku dan produksi. Penyebab utama pemborosan dalam sistem JIT adalah….

a)

proses produksi yang terlalu cepat dan tidak terkontrol

b)

ketidaksesuaian antara jumlah bahan baku yang dibutuhkan dan yang tersedia tepat waktu

c)

penggunaan teknologi yang canggih dan mahal untuk mengontrol persediaan

d)

tingginya biaya tenaga kerja dalam manajemen persediaan

107.

Kos bersama seharusnya diperlakukan dengan cara….

a)

dicatat sebagai biaya terpisah untuk masing-masing produk yang dihasilkan dari proses tersebut

b)

harus dibebankan pada produk utama yang dihasilkan dari proses tersebut, tanpa memperhatikan produk sampingan

c)

dibebankan secara proporsional pada setiap produk yang dihasilkan berdasarkan metode pembebanan yang diterima

d)

tidak dibebankan kepada produk apapun dan hanya dicatat sebagai biaya periode

108.

Apa langkah pertama dalam penyusunan laporan kos produksi yang menggunakan metode akumulasi kos berdasarkan proses...

a)

Menganalisis aliran unit fisik, termasuk unit yang masih dalam proses dan unit yang selesai selama periode.

b)

Mengalokasikan biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung ke produk yang selesai.

c)

Menghitung total biaya overhead yang terjadi selama periode dan membaginya secara merata ke seluruh unit yang diproduksi.

d)

Menghitung unit ekuivalen dengan mempertimbangkan tingkat penyelesaian produk dalam proses.

109.

Dalam metode rata-rata tertimbang, diketahui data sebagai berikut:

·         Unit yang masih dalam proses pada awal periode: 800 unit (70% selesai)

·         Unit yang ditambahkan selama periode: 4.000 unit

·         Unit yang masih dalam proses pada akhir periode: 1.000 unit (50% selesai)

Berdasarkan data di atas, unit ekuivalen untuk bahan baku adalah sebesar....

a)

   4.500 unit

b)

  4.600 unit

c)

4.800 unit

d)

5.000 unit

110.

Perlakuan akuntansi terhadap produk yang hilang atau menyusut selama proses produksi karena proses alami adalah....

a)

sebagai kerugian luar biasa dalam laporan laba rugi perusahaan

b)

dialokasikan kembali ke unit yang berhasil diproduksi, dan biaya tambahan harus dibebankan kepada konsumen

c)

dianggap sebagai bagian dari proses produksi normal, dan biayanya dialokasikan secara proporsional ke semua unit yang diproduksi selama periode tersebut

d)

diabaikan dalam perhitungan biaya karena dianggap tidak signifikan

111.

Cara menghitung KPE dengan ukuran produksi optimum adalah dengan….

a)

mengalikan biaya pemesanan per unit dengan harga bahan baku per unit

b)

menjumlahkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, lalu dibagi dengan biaya per unit bahan baku

c)

menghitung total biaya pembelian bahan baku selama setahun, lalu membagi dengan jumlah pemesanan yang diinginkan

d)

mengalikan biaya pemesanan dengan jumlah unit yang diproduksi, lalu dikurangi dengan biaya penyimpanan

112.

Sebuah perusahaan memproduksi dua produk bersama, Produk A dan Produk B. Total kos bersama sebesar Rp 120.000.000. Data berikut diperoleh untuk masing-masing produk:

·         Produk A: Nilai jual di titik pisah Rp 80.000.000

·         Produk B: Nilai jual di titik pisah Rp 40.000.000

Berdasarkan metode nilai jual relatif, berapakah kos bersama yang dibebankan ke Produk B?

a)

  Rp 30.000.000

b)

Rp 40.000.000

c)

Rp 50.000.000

d)

Rp 60.000.000

113.

Tujuan utama dari penghitungan kos backflush dalam sistem akuntansi adalah….

a)

mempercepat pencatatan dan pengakuan transaksi kos tanpa perlu memperhitungkan setiap proses produksi secara terpisah.

b)

memastikan bahwa biaya tenaga kerja langsung yang terkait dengan produksi tercatat secara akurat.

c)

menyederhanakan sistem biaya dengan menghindari pencatatan biaya bahan baku yang dibutuhkan di setiap tahap produksi.

d)

meningkatkan akurasi dalam penghitungan biaya overhead berdasarkan pengeluaran nyata setiap bulannya.

114.

Dalam akuntansi biaya, premi lembur untuk tenaga kerja langsung biasanya dicatat sebagai bagian dari biaya produksi. Jika premi lembur sebesar Rp 5.000.000, jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi ini adalah....

a)

  Debit Kas Rp 5.000.000, Kredit Biaya Overhead Pabrik Rp 5.000.000

b)

Debit Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 5.000.000, Kredit Kas Rp 5.000.000

c)

Debit Biaya Overhead Pabrik Rp 5.000.000, Kredit Kas Rp 5.000.000

d)

Debit Kos Barang dalam Proses Rp 5.000.000, Kredit Biaya Overhead Pabrik Rp 5.000.000

115.

Jika sebuah perusahaan mengunakan metode tanpa kos, pendapatan dari penjualan

produk sampingan diperlakukan dengan cara….

a)

  dikurangi dengan semua biaya produksi yang terkait dengan produk utama

b)

dianggap sebagai pengurangan terhadap kos produksi produk utama

c)

  dibukukan sebagai pendapatan lain-lain yang tidak terkait dengan produk utama

d)

dibukukan sebagai bagian dari pendapatan penjualan produk utama

116.

Cara menghitung penetapan kos produksi menggunakan metode Activity-Based Costing

(ABC)....

a)

mengidentifikasi aktivitas utama dalam proses produksi, menentukan biaya untuk setiap aktivitas, lalu mengalokasikan biaya tersebut ke produk berdasarkan penggunaan masing-masing aktivitas oleh produk

b)

mengalokasikan biaya overhead secara merata ke seluruh produk berdasarkan jumlah unit yang diproduksi

c)

menghitung biaya overhead dengan membagi total biaya overhead dengan jumlah karyawan yang terlibat dalam produksi

d)

menggunakan biaya bahan baku sebagai dasar tunggal untuk mengalokasikan seluruh biaya overhead ke produk

117.

Kos tetap bertahap adalah kos yang tetap dalam kisaran kapasitas tertentu dan meningkat secara bertahap ketika kapasitas tersebut terlampaui. Hal ini berarti bahwa...

 

a)

kos tetap bertahap berubah setiap kali terjadi perubahan volume produksi sekecil apa pun.

b)

kos tetap bertahap hanya berubah ketika ada peningkatan besar dalam volume aktivitas.

c)

kos tetap bertahap akan selalu naik meskipun tidak ada perubahan dalam aktivitas produksi.

d)

kos tetap bertahap tidak bergantung pada kapasitas yang digunakan.

118.

Perusahaan X menggunakan metode titik tertinggi titik terendah untuk memisahkan kos tetap dan kos variabel dari biaya total. Berikut adalah data yang diberikan untuk dua periode:

Dengan menggunakan metode titik tertinggi – titik terendah, biaya variabel per unit dan biaya tetap perusahaan adalah sebesar....

a)

Biaya variabel per unit = Rp 10.000, Biaya tetap = Rp 20.000.000

b)

Biaya variabel per unit = Rp 15.000, Biaya tetap = Rp 10.000.000

c)

Biaya variabel per unit = Rp 20.000, Biaya tetap = Rp 40.000.000

d)

Biaya variabel per unit = Rp 25.000, Biaya tetap = Rp 25.000.000

119.

Kapasitas aktivitas dalam akuntansi biaya mengacu pada hubungan antara sumber daya yang tersedia dan tingkat aktivitas yang dilakukan. Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan hubungan tersebut adalah....

a)

semua sumber daya yang digunakan akan menghasilkan biaya variabel

b)

tingkat aktivitas selalu berbanding lurus dengan biaya tetap

c)

semakin tinggi tingkat aktivitas, semakin besar sumber daya yang digunakan

d)

sumber daya selalu digunakan sepenuhnya, terlepas dari tingkat aktivitas

120.

Biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik adalah contoh dari….

a)

biaya tetap

b)

biaya variabel

c)

biaya produk

d)

biaya non-produktif