NEW
Font size
WorksheetsRESPONSI BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT
Total questions: 13
Worksheet time: 26mins
Sebuah perusahaan perkebunan akan membuka lahan baru seluas 3.000 hektar di Sumatera. Data klimatologi menunjukkan curah hujan tahunan rata-rata 1.750 mm dengan 3 bulan kering (<60 mm/bulan). Topografi daerah tersebut bergelombang dengan kemiringan rata-rata 18%. Analisis tanah di laboratorium menunjukkan pH tanah 4,8, kedalaman efektif 70 cm, dan drainase agak baik.
Berdasarkan Tabel 1 dan 2 di atas, kelas kesesuaian lahan aktual untuk budidaya kelapa sawit di lokasi tersebut adalah...
S1 (Sangat Sesuai)
S2 (Cukup Sesuai)
S3 (Sesuai Marginal)
N1 (Tidak Sesuai Permanen)
S2 Potensial
Afdeling "Harapan Jaya" yang ditanam tahun 2015 di lahan kelas S3 menunjukkan produktivitas stagnan di angka 23-24 ton TBS/ha/tahun sejak umur 8 tahun. Evaluasi menunjukkan faktor pembatas utama adalah drainase agak buruk dan kejenuhan basa rendah. Manajemen kebun kemudian melakukan perbaikan drainase parsial dan program pemupukan berimbang dengan dosis tinggi fosfor dan kalium.
Berdasarkan prinsipnya, upaya tersebut terutama bertujuan untuk mengubah status lahan dari...
Kesesuaian Aktual N menjadi Kesesuaian Potensial S3
Kesesuaian Aktual S3 menjadi Kesesuaian Potensial S2
Kesesuaian Aktual S2 menjadi Kesesuaian Potensial S1
Kesesuaian Potensial S3 menjadi Kesesuaian Aktual S2
Kesesuaian Potensial N menjadi Kesesuaian Aktual S3
Perhatikan Gambar 2. Penentuan Baris Sensus, Titik Sensus, dan Pokok Sensus. Sistem penarikan sampel dengan metode "Tapak Jalak" dan penentuan Titik Sensus setiap 5 pokok terutama bertujuan untuk...
Mempercepat proses panen dengan memusatkan tenaga di baris tertentu.
Mendapatkan sampel yang tersebar merata dan mewakili seluruh kondisi blok.
Mengurangi kompetisi cahaya antar tanaman sampel.
Memudahkan penghitungan bunga jantan yang lebih banyak di baris tepi.
Menyesuaikan dengan arah angin dominan untuk penyerbukan.
Seorang asisten kebun diminta membuat diagram garis perbandingan produktivitas TBS pada umur 5–10 tahun untuk lahan kelas I, II, dan III berdasarkan Tabel 4 di atas. Pola garis yang paling mungkin muncul dari diagram tersebut adalah...
Garis kelas I selalu di atas kelas II dan III, dengan semua garis mendatar (plateau) mulai umur 8 tahun.
Garis kelas I dan II berimpit, sedangkan kelas III jauh di bawahnya.
Garis kelas III justru di atas kelas I pada umur 5-7 tahun, lalu turun drastis.
Ketiga garis saling bersilangan setiap tahunnya.
Garis kelas I naik terus, kelas II turun, kelas III stabil.
Diketahui rencana tanam kelapa sawit dengan jarak tanam segitiga sama sisi 9,5 m × 9,5 m × 9,5 m. Berdasarkan rumus sin(60°), jarak antar barisan yang benar adalah...
8,23 m
8,52 m
9,50 m
10,12 m
11,00 m
Dalam perhitungan kebutuhan Germinated Seed (GS), diketahui:
- Populasi akhir yang diinginkan: 143 pohon/ha
- Seleksi di Pembibitan Awal (PN): 10%
- Seleksi di Pembibitan Utama (MN): 15%
- Cadangan sulaman: 5%
- Kematian saat transportasi/seleksi kecambah: 2%
Jika menggunakan rumus perhitungan berantai seperti di atas, faktor pengali total yang digunakan untuk menghitung GS dari populasi adalah...
1,0204
1,1765
1,4041
1,0526
1,1111
Perhitungan Angka Kerapatan Panen (AKP) suatu blok menunjukkan nilai 28%. Jika jumlah pokok produktif di blok yang akan dipanen besok adalah 1.500 pokok, maka estimasi jumlah tandan matang yang akan dipanen adalah...
280 tandan
380 tandan
420 tandan
500 tandan
535 tandan
Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus taksasi produksi di suatu lahan menghasilkan angka estimasi 850 ton TBS. Diketahui faktor koreksi yang digunakan: E1 (hujan) = 0,9, E2 (pemupukan) = 0,8, E3 (hama) = 1, E4 (wilayah) = 0,8.
Jika ternyata pada semester tersebut pemupukan berjalan sangat baik sesuai rekomendasi (E2 menjadi 1), sedangkan faktor lain tetap, maka estimasi produksi yang baru akan...
Menurun sebesar 48,57 ton
Meningkat sebesar 48,57 ton
Tetap sama
Meningkat sebesar 85,57 ton
Menurun sebesar 85,57 ton
Seorang manajer kebun merencanakan penanaman di lahan baru dengan data berikut:
- Luas lahan: 500 ha
- Kelas kesesuaian lahan aktual: S3 (berdasarkan analisis curah hujan, topografi, dan pH)
- Jarak tanam yang direncanakan: pola segitiga sama sisi 9 m × 9 m × 9 m
- Target populasi akhir: 143 pohon/ha
- Rencana tanam: Oktober 2025
Berdasarkan hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya, urutan langkah perencanaan yang paling logis sebelum membuat jadwal pemesanan kecambah adalah...
Menghitung kebutuhan GS → Menentukan lead time pengiriman → Menganalisis faktor pembatas lahan
Menganalisis faktor pembatas lahan → Menghitung populasi per hektar → Menghitung kebutuhan GS
Menghitung kebutuhan polybag besar → Menentukan bulan tanam → Analisis kesesuaian lahan potensial
Menentukan kebutuhan sulaman → Menghitung jarak antar barisan → Pesan kecambah
Analisis klimatologi → Taksasi produksi tahun pertama → Pesan kecambah
Perhatikan data hasil sensus produksi 6 bulanan di Blok 5A berikut:
- Jumlah bunga betina dari pengamatan (A): 1.200 tandan
- Berat Rata-rata Tandan (B): 10 kg
- Jumlah seluruh pokok dalam blok (C): 2.500 pokok
- Jumlah pokok sensus (D): 250 pokok
- Faktor koreksi: Hujan (0,9), Pemupukan (0,8), Hama (1), Wilayah (0,8)
Berdasarkan rumus taksasi produksi 6 bulan, estimasi produksi global blok tersebut adalah...
86,4 ton
96,0 ton
105,0 ton
115,2 ton
129,6 ton
Sebuah perusahaan memiliki dua blok tanaman umur 7 tahun. Blok X di lahan S1 menghasilkan 28 ton TBS/ha/tahun, sedangkan Blok Y di lahan S3 menghasilkan 23 ton TBS/ha/tahun. Berdasarkan standar pada Tabel 4, berapakah persentase produksi Blok Y jika dibandingkan dengan Blok X?
Blok Y menghasilkan jumlah TBS yang sama dengan Blok X (100%)
Blok Y menghasilkan 121,7% lebih banyak daripada Blok X
Produksi Blok Y mencapai 75% dari total produksi Blok X
Produksi Blok Y hanya mencapai 82,14% dari total produksi Blok X
Selisih produksi antara kedua blok adalah 10 ton
Dalam penyusunan Jadwal Pemesanan Kecambah, diketahui lead time pemesanan 6 bulan, periode pembibitan 12 bulan, dan tambahan cadangan 15%. Jika rencana tanam lapangan ditetapkan pada Maret 2026, maka pemesanan kecambah harus dilakukan paling lambat pada...
Maret 2025
Juni 2025
September 2025
Desember 2025
Januari 2026
Disebutkan bahwa “Hukum Faktor Pembatas” menentukan kelas kesesuaian lahan akhir. Artinya...
Kelas lahan ditentukan oleh faktor dengan nilai terbaik
Kelas lahan mengikuti rata-rata semua faktor
Kelas lahan ditentukan oleh faktor paling menghambat (terburuk)
Faktor iklim selalu menjadi penentu utama
Faktor tanah dapat diabaikan jika iklim optimal
