wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS 1E BD EKONOMI DIGITAL & INOVASI

Total questions: 50

Worksheet time: 59mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan utama regulasi dalam ekonomi digital adalah...

a)

Membatasi pertumbuhan perusahaan teknologi asing

b)

Menciptakan ekosistem yang adil, kompetitif, dan melindungi hak-hak pihak terkait

c)

Menaikkan pendapatan negara melalui pajak digital secara maksimal

d)

Mengalihkan semua transaksi tradisional menjadi transaksi digital

e)

Memberikan kebebasan penuh pada platform digital untuk berinovasi tanpa batas

2.

Dalam konteks UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP), yang termasuk sebagai Subjek Data Pribadi adalah...

a)

Sistem elektronik yang mengolah data

b)

Perusahaan yang menjadi Pengontrol Data

c)

Setiap orang yang datanya diproses, baik individu maupun korporasi

d)

Hanya Warga Negara Indonesia

e)

Pihak yang melakukan pemrosesan data atas nama Pengontrol Data

3.

Sebuah platform e-commerce menerapkan kebijakan "no refund" secara mutlak untuk semua produk diskon. Dari perspektif perlindungan konsumen digital (UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen), tindakan ini...

a)

Sah saja karena sudah tercantum dalam syarat dan ketentuan

b)

Dapat dikategorikan sebagai klausula baku yang diperbolehkan

c)

Melanggar hak konsumen atas kenyamanan dan keamanan

d)

Diperbolehkan selama konsumen menyetujui saat checkout

e)

Merupakan bentuk efisiensi bisnis yang dilindungi hukum

4.

Sebuah perusahaan fintech menggunakan dark pattern dalam desain antarmukanya, misalnya dengan membuat tombol berlangganan premium sangat mencolok dan tombol penolakan samar. Dari sudut pandang etika digital, tindakan ini bermasalah karena...

a)

Meningkatkan biaya operasional platform

b)

Melanggar prinsip transparansi dan kejujuran dalam berinteraksi dengan pengguna

c)

Merupakan strategi pemasaran yang umum dan diterima di semua negara

d)

Hanya efektif untuk segmen usia tertentu

e)

Tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan manapun

5.

Algorithmic bias (bias algoritmik) dalam sistem rekrutmen online yang mendiskriminasi kandidat berdasarkan gender termasuk dalam isu...

a)

Keamanan siber (cybersecurity) murni

b)

Inefisiensi teknis sistem

c)

Sosial dan keadilan dalam penerapan teknologi

d)

Pelanggaran hak cipta perangkat lunak

e)

Persaingan usaha tidak sehat

6.

Untuk mengatasi dominasi pasar (market dominance) perusahaan digital besar, regulasi dapat menerapkan pendekatan...

a)

Melarang seluruh akuisisi oleh perusahaan besar

b)

Ex-ante regulation yang mengatur perilaku sebelum terjadi pelanggaran

c)

Hanya mengandalkan mekanisme pasar yang akan mengoreksi sendiri

d)

Menaikkan pajak penghasilan badan untuk perusahaan tersebut

e)

Membatasi akses internet ke platform mereka

7.

Menurut prinsip Privacy by Design dalam etika digital dan UU PDP, perlindungan data pribadi harus...

a)

Diutamakan hanya untuk data yang termasuk rahasia dagang

b)

Ditambahkan sebagai fitur setelah produk diluncurkan

c)

Diintegrasikan ke dalam desain sistem dan operasi sejak awal

d)

Menjadi tanggung jawab konsumen sepenuhnya

e)

Diberlakukan hanya jika terjadi kebocoran data

8.

Ancaman ransomware yang mengenkripsi data rumah sakit dan meminta tebusan terutama menunjukkan titik rentan dalam aspek...

a)

Etika digital dalam konten media sosial

b)

Perlindungan konsumen atas transaksi online

c)

Keamanan siber dan ketahanan infrastruktur digital kritis

d)

Regulasi iklan online

e)

Persaingan usaha di layanan kesehatan digital

9.

Tanggung jawab platform marketplace digital terhadap barang palsu (counterfeit) yang dijual oleh third-party seller menurut regulasi di banyak negara adalah...

a)

Tidak ada tanggung jawab sama sekali karena hanya sebagai perantara

b)

Bertanggung jawab penuh sebagai penjual

c)

Memiliki kewajiban tindakan proporsional (duty of care) setelah mendapat pemberitahuan (notice and takedown)

d)

Hanya bertanggung jawab secara pidana, tidak secara perdata

e)

Wajib menjamin bahwa semua barang di platformnya 100% asli

10.

Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam penilaian kredit (credit scoring) secara tidak transparan ("black box") berpotensi melanggar prinsip...

a)

Netralitas jaringan (net neutrality)

b)

Keamanan transaksi pembayaran digital

c)

Keadilan algoritmik (algorithmic fairness) dan hak untuk mendapatkan penjelasan

d)

Kebebasan berekspresi di ruang digital

e)

Paten atas algoritma yang digunakan

11.

Proses digitalisasi sektor ekonomi tradisional, seperti pertanian, pada dasarnya bertujuan untuk...

a)

Menggantikan seluruh tenaga manusia dengan mesin otomatis

b)

Meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan nilai tambah melalui integrasi teknologi digital

c)

Memindahkan seluruh operasi bisnis ke dalam platform online saja

d)

Mengurangi interaksi manusia secara langsung dalam rantai pasok

e)

Menstandarisasi semua proses mengikuti model perusahaan teknologi

12.

Dalam sektor ritel, implementasi omnichannel retailing yang efektif ditandai dengan...

a)

Fokus eksklusif pada pengembangan toko fisik dengan teknologi canggih

b)

Pemisahan total antara manajemen inventori toko online dan offline

c)

Pengalaman pelanggan yang mulus dan terintegrasi antar semua saluran (online, mobile, fisik)

d)

Menghapus keberadaan toko fisik untuk menghindari konflik saluran

e)

Menggunakan harga yang berbeda signifikan antar saluran untuk segmentasi pasar

13.

Transformasi digital di sektor akuntansi paling nyata terlihat pada pergeseran dari pencatatan manual ke otomatisasi, dan peran akuntan yang semakin bergerak ke arah...

a)

Penjaga fisik arsip dokumen keuangan

b)

Analis data strategis dan penasihat bisnis berbasis insight

c)

Operator tunggal perangkat lunak akuntansi

d)

Pemeriksa transaksi rutin secara real-time 24 jam

e)

Penghitung pajak dengan menggunakan tools yang sama setiap tahunnya

14.

EdTech (Educational Technology) dalam sektor pendidikan tidak hanya tentang menyediakan konten digital, tetapi juga memungkinkan...

a)

Penghapusan peran guru sepenuhnya dari proses pembelajaran

b)

Pembelajaran yang dipersonalisasi, interaktif, dan dapat diakses dari mana saja

c)

Standardisasi kurikulum secara global tanpa penyesuaian lokal

d)

Penggantian semua ujian dengan sistem game-based assessment saja

e)

Fokus utama pada pengembangan perangkat keras seperti tablet untuk semua siswa

15.

Telemedicine sebagai bagian digitalisasi kesehatan memberikan keunggulan utama, yaitu...

a)

Menggantikan semua kebutuhan pemeriksaan fisik dan laboratorium

b)

Meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama untuk masyarakat di daerah terpencil

c)

Menjamin diagnosis yang lebih akurat daripada konsultasi tatap muka langsung

d)

Menghilangkan peran dokter spesialis dalam sistem rujukan

e)

Menyediakan layanan kesehatan secara gratis untuk semua pengguna

16.

Aplikasi ride-hailing seperti Gojek atau Grab telah mentransformasi sektor transportasi dan logistik dengan menciptakan model bisnis inti berupa...

a)

Kepemilikan armada kendaraan yang sangat besar oleh perusahaan platform

b)

Marketplace dua sisi yang mempertemukan penyedia jasa (driver/merchant) dengan pengguna

c)

Penyewaan kendaraan jangka pendek kepada masyarakat umum

d)

Layanan angkutan massal berbasis rute tetap yang terjadwal

e)

Perdagangan kendaraan bekas secara online antar pengguna aplikasi

17.

Digitalisasi sektor pariwisata melalui Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka terutama mengubah perilaku konsumen dalam hal...

a)

Menghilangkan minat untuk melakukan perjalanan wisata secara mandiri

b)

Membandingkan harga, membaca review, dan memesan semua kebutuhan perjalanan secara mandiri dalam satu platform

c)

Hanya memesan tiket pesawat karena hotel lebih murah dipesan langsung

d)

Mengurangi kunjungan ke destinasi wisata alam yang tidak terdaftar di platform

e)

Bergantung sepenuhnya pada rekomendasi dari algoritma platform tanpa pertimbangan lain

18.

Bagi UMKM, masuk ke dalam platform e-commerce marketplace seperti Tokopedia atau Shopee memberikan tantangan utama, yaitu...

a)

Ketersediaan modal untuk membayar biaya iklan (ads) yang tinggi agar produk terlihat

b)

Persaingan yang sangat ketat dan sulitnya menonjol di antara ratusan ribu produk sejenis

c)

Keharusan untuk memiliki gudang yang tersebar di seluruh Indonesia

d)

Keterbatasan platform dalam menyediakan fitur pembayaran digital

e)

Ketidakmampuan platform untuk menjangkau pasar di luar pulau Jawa

19.

Penerapan Precision Agriculture (Pertanian Presisi) dengan sensor IoT dan analisis data bertujuan untuk...

a)

Mengubah semua lahan pertanian menjadi rumah kaca berteknologi tinggi

b)

Mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, dan pestisida secara spesifik berdasarkan kondisi setiap bagian lahan

c)

Menghasilkan produk organik murni tanpa campuran teknologi sama sekali

d)

Mengganti seluruh tenaga tani dengan robot otonom dalam 5 tahun

e)

Fokus hanya pada komoditas ekspor bernilai tinggi seperti kopi luwak

20.

Dalam digitalisasi layanan publik (e-government), penerapan single sign-on (SSO) untuk mengakses berbagai layanan (pajak, BPJS, administrasi kependudukan) bertujuan meningkatkan...

a)

Kompleksitas sistem keamanan siber setiap instansi

b)

Kemandirian setiap kementerian dalam mengembangkan sistem

c)

Kemudahan dan kepuasan pengguna (masyarakat) dengan mengurangi repetisi registrasi/login

d)

Pendapatan negara melalui penjualan data terintegrasi kepada pihak swasta

e)

Jumlah pengunjung fisik ke kantor pelayanan untuk verifikasi ulang

21.

Fenomena "Winner-Takes-Most" di pasar platform digital (seperti Gojek dan Tokopedia) disebabkan terutama oleh...

a)

Biaya transaksi yang lebih tinggi dibandingkan bisnis konvensional

b)

Efek jaringan (network effects) dimana nilai platform meningkat seiring jumlah pengguna

c)

Subsidi yang besar dan terus-menerus dari pemerintah

d)

Kurangnya inovasi dari perusahaan pesaing

e)

Regulasi yang melindungi perusahaan pertama yang masuk pasar

22.

Digital divide yang terjadi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di Indonesia lebih disebabkan oleh kesenjangan dalam hal...

a)

Motivasi untuk menggunakan teknologi.

b)

Akses terhadap infrastruktur digital (seperti jaringan internet dan listrik).

c)

Bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi.

d)

Jenis smartphone yang paling banyak digunakan.

e)

Kepemilikan akun media sosial.

23.

Kebijakan "Digital Tax" atau pajak atas transaksi digital yang diterapkan pemerintah bertujuan utama untuk...

a)

Membatasi masuknya perusahaan teknologi asing ke Indonesia.

b)

Menciptakan tingkat lapangan bermain (level playing field) antara bisnis konvensional dan digital.

c)

Menaikkan biaya berlangganan layanan digital bagi masyarakat.

d)

Mengalihkan seluruh transaksi ke platform milik pemerintah.

e)

Menghapuskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk transaksi fisik.

24.

Perubahan model bisnis dari penjualan produk sekali beli (one-time purchase) menjadi layanan berlangganan (subscription) seperti pada software (Microsoft Office 365) didorong oleh keinginan perusahaan untuk...

a)

Mengurangi kompleksitas produk.

b)

Memiliki aliran pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi (recurring revenue).

c)

Menghindari tanggung jawab atas update dan perbaikan bug.

d)

Membatasi jumlah pengguna yang dapat mengakses produk.

e)

Meniru model bisnis dari sektor ritel tradisional.

25.

Literasi digital yang paling kritis dibutuhkan oleh pelaku UMKM untuk bertahan dalam ekonomi digital adalah...

a)

Kemampuan membuat konten video yang viral di TikTok.

b)

Pemahaman tentang keamanan siber, pemasaran digital, dan analisis data pelanggan sederhana.

c)

Keterampilan merakit dan memperbaiki perangkat keras komputer.

d)

Penguasaan terhadap berbagai bahasa pemrograman.

e)

Pengetahuan mendalam tentang regulasi antimonopoli internasional.

26.

Untuk mencegah penyalahgunaan posisi dominan, regulator dapat menerapkan intervensi kebijakan seperti...

a)

Melarang semua bentuk akuisisi oleh platform besar.

b)

Memaksa interoperabilitas data antar platform pesaing untuk kepentingan konsumen.

c)

Menetapkan harga jual semua produk di platform tersebut.

d)

Menyediakan subsidi langsung kepada platform pesaing yang lebih kecil.

e)

Membatasi jumlah pengguna yang boleh mendaftar di platform besar.

27.

Kesenjangan digital jenis "Usage Divide" mengacu pada...

a)

Ketidakmampuan membeli perangkat digital akibat kemiskinan.

b)

Perbedaan dalam kemampuan memanfaatkan teknologi secara efektif untuk tujuan produktif.

c)

Tidak tersedianya sinyal internet di suatu daerah.

d)

Larangan pemerintah menggunakan platform tertentu.

e)

Pemadaman listrik yang sering terjadi.

28.

Perubahan model bisnis media dari penjualan koran cetak ke platform berita digital yang didanai iklan mengakibatkan tantangan etika utama, yaitu...

a)

Biaya produksi berita menjadi lebih mahal.

b)

Clickbait journalism dan sensasionalisme untuk menarik perhatian dan tayangan.

c)

Wartawan harus memiliki kemampuan editing video.

d)

Berita hanya bisa diakses pada jam-jam tertentu.

e)

Pembaca harus memiliki kecepatan internet yang sangat tinggi.

29.

Program "Kartu Prakerja" yang memberikan pelatihan daring termasuk dalam kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah...

a)

Persaingan usaha yang tidak sehat.

b)

Dominasi platform asing di pasar tenaga kerja.

c)

Kesenjangan literasi digital dan peningkatan kompetensi SDM.

d)

Perubahan model bisnis dari manufaktur ke jasa.

e)

Mahalnya biaya akses internet pribadi.

30.

Sebuah perusahaan rintisan (startup) yang ingin bersaing dengan platform dominan di bidang transportasi online sebaiknya fokus pada strategi...

a)

Meniru semua fitur platform dominan dengan modal yang lebih besar.

b)

Blitzscaling dengan memberikan subsidi besar-besaran tanpa mempertimbangkan unit ekonomi.

c)

Mencari ceruk pasar (niche market) yang belum terlayani dengan baik atau menawarkan nilai unik yang berbeda.

d)

Mengajukan banding ke regulator agar platform dominan dibatasi pertumbuhannya.

e)

Hanya beroperasi di wilayah geografis yang sama sekali dijauhi oleh platform dominan.

31.

Platform media sosial "SosmedKu" yang sangat populer di Indonesia menghadapi dilema besar. Dalam seminggu terakhir, viral sebuah video pendek yang diunggah oleh akun anonim. Video tersebut menunjukkan adegan kekerasan simbolis terhadap simbol agama tertentu dengan narasi yang sangat provokatif. Video itu mendapat reaksi beragam: dilaporkan ribuan kali oleh pengguna yang merasa tersinggung dan terancam, tetapi juga mendapat dukungan dan dibagikan ulang secara masif oleh kelompok tertentu sebagai "kritik seni". Tim moderasi "SosmedKu" yang sebagian besar berada di luar negeri dan mengandalkan algoritma AI, mengalami kebingungan: 1. Algoritma awal gagal mendeteksi video ini sebagai konten berbahaya karena menggunakan metafora visual yang ambigu. 2. Laporan manual dari pengguna berbahasa Indonesia sulit dipahami secara kontekstual oleh moderator yang tidak memahami nuansa budaya, politik, dan agama di Indonesia. 3. Keputusan apa pun yang diambil berisiko besar. Jika dibiarkan, platform dituduh menyebar ujaran kebencian dan bisa dikenai sanksi hukum. Jika dihapus, platform dituduh melakukan sensor dan melanggar kebebasan berekspresi, berpotensi memicu backlash dari kelompok pendukung video. Jika Anda adalah seorang Digital Policy Advisor yang diundang oleh "SosmedKu" untuk memberikan solusi strategis, langkah paling komprehensif dan berkelanjutan yang Anda rekomendasikan adalah...

a)

Menghapus video segera dan menonaktifkan akun pengunggah, karena prinsip kehati-hatian dan perlindungan publik adalah yang utama.

b)

Membiarkan video tetap ada sebagai bagian dari kebebasan berekspresi, dan hanya memberi label "konten sensitif" sebagai bentuk peringatan.

c)

Membentuk tim moderasi konten lokal di Indonesia yang memahami konteks, bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan masyarakat sipil terkait untuk membuat pedoman moderasi yang kontekstual, serta memperbaiki algoritma dengan data pelatihan lokal.

d)

Meminta keputusan langsung dari kantor pusat di luar negeri karena mereka memiliki kebijakan global yang standar dan harus konsisten diterapkan.

e)

Tidak melakukan moderasi aktif, tetapi mengalihkan tanggung jawab dengan membuat sistem pelaporan ke aparat penegak hukum Indonesia saja.

32.

Praktik sebuah aplikasi free-to-play mengumpulkan data lokasi, kontak, dan kebiasaan browsing pengguna untuk kemudian dijual ke pihak ketiga tanpa persetujuan eksplisit, merupakan pelanggaran terhadap prinsip...

a)

Keamanan siber (cybersecurity).

b)

Intellectual Property Rights (HAKI).

c)

Privasi data dan prinsip purpose limitation.

d)

Persaingan usaha tidak sehat.

e)

Keandalan sistem (system reliability).

33.

Phishing melalui email yang menyamar sebagai notifikasi bank untuk mencuri kredensial login nasabah merupakan contoh kejahatan siber yang memanfaatkan...

a)

Kelemahan firewall pada sistem perbankan.

b)

Kelemahan teknik kriptografi yang digunakan.

c)

Kesadaran dan faktor psikologis manusia (human factor).

d)

Kecepatan transaksi yang tinggi di sistem digital.

e)

Kurangnya regulasi tentang perbankan digital.

34.

Kepemilikan dan kontrol atas data pengguna dalam jumlah masif (big data) oleh beberapa perusahaan platform raksasa dapat memicu masalah...

a)

Peningkatan biaya langganan platform bagi pengguna.

b)

Monopoli data yang dapat menghambat inovasi dan memperkuat posisi dominasi pasar.

c)

Penurunan kualitas algoritma rekomendasi karena data yang terlalu banyak.

d)

Otomasinya penyelesaian semua masalah privasi pengguna.

e)

Berkurangnya nilai ekonomi dari data itu sendiri.

35.

Otomatisasi dan penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam sektor manufaktur dan administrasi paling berpotensi menyebabkan disrupsi berupa...

a)

Meningkatnya permintaan untuk tenaga kerja dengan keterampilan digital dan analitis yang tinggi.

b)

Hilangnya semua jenis pekerjaan tanpa penciptaan lapangan kerja baru.

c)

Penurunan upah minimum regional secara otomatis.

d)

Peningkatan serikat pekerja di sektor teknologi.

e)

Berkurangnya kebutuhan akan listrik dan infrastruktur pendukung.

36.

Maraknya konten hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang disebarkan luas oleh bot merupakan tantangan utama bagi platform dalam hal...

a)

Menghasilkan pendapatan iklan dari konten-konten viral tersebut.

b)

Moderasi konten yang efektif dan bertanggung jawab secara skala besar.

c)

Menambah kapasitas server untuk menyimpan semua konten yang diunggah.

d)

Mempromosikan konten tersebut ke pengguna yang lebih luas.

e)

Mengajak pengguna untuk membuat konten serupa.

37.

Kebocoran data konsumen dari sebuah e-commerce yang disebabkan oleh kelalaian dalam mengamankan database (misal, tidak dienkripsi) menunjukkan kegagalan dalam memenuhi prinsip...

a)

Akuntabilitas (accountability) dan keamanan (security) dalam perlindungan data.

b)

Fairness dalam algoritma rekomendasi produk.

c)

Keterjangkauan harga bagi konsumen.

d)

Kecepatan pengiriman barang (delivery).

e)

Open source pada perangkat lunak.

38.

Ketimpangan ekonomi yang diperparah oleh ekonomi digital dapat muncul ketika...

a)

Semua orang memiliki akses internet yang sama cepatnya.

b)

Pemilik modal dan platform mendapatkan porsi pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan pekerja lepas (gig workers) di platform tersebut.

c)

Pemerintah mengenakan pajak yang tinggi untuk semua transaksi digital.

d)

Terjadi kekurangan tenaga kerja di sektor delivery.

e)

Harga smartphone mengalami penurunan terus menerus.

39.

Deepfake yang digunakan untuk membuat video palsu seorang public figure mengucapkan pernyataan provokatif merupakan gabungan dari ancaman...

a)

Keamanan siber pada infrastruktur kritis.

b)

Penipuan digital (fraud) dan penyebaran konten negatif yang dapat memicu konflik sosial.

c)

Pelanggaran hak cipta atas rekaman suara asli.

d)

Monopoli dalam pasar pembuatan konten video.

e)

Disrupsi terhadap industri perfilman tradisional.

40.

Untuk mengurangi risiko monopoli data, salah satu kebijakan yang diusulkan oleh regulator adalah menerapkan...

a)

Larangan sama sekali bagi perusahaan untuk mengumpulkan data pengguna.

b)

Hak portabilitas data (data portability right) yang memungkinkan pengguna membawa datanya ke platform pesaing.

c)

Kewajiban bagi platform untuk membagikan semua datanya secara gratis kepada pemerintah.

d)

Penghapusan data pengguna (data deletion) setiap 6 bulan sekali secara otomatis.

e)

Pemberian subsidi bagi perusahaan kecil agar bisa membeli data dari perusahaan besar.

41.

Peran pemerintah yang tepat dalam mendorong ekonomi digital yang inklusif adalah sebagai...

a)

Regulator dan fasilitator yang menciptakan ekosistem regulasi yang jelas, infrastruktur yang merata, dan program peningkatan kapasitas SDM.

b)

Operator utama yang menjalankan bisnis e-commerce dan platform digital untuk bersaing dengan swasta.

c)

Pihak yang mengambil alih semua kepemilikan data digital warganya untuk alasan keamanan nasional.

d)

Lembaga yang membatasi inovasi teknologi asing untuk melindungi perusahaan domestik yang belum siap.

e)

Pengawas ketat yang fokus pada penerapan denda atas pelanggaran tanpa memberikan pedoman yang jelas.

42.

"Peta Jalan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)" dan "Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia" merupakan contoh konkret dari...

a)

Regulasi sektor privat yang mengikat.

b)

Kebijakan digital nasional yang bersifat strategis dan memberikan arah transformasi digital negara.

c)

Peraturan teknis operasional untuk pegawai negeri.

d)

Perjanjian internasional di bidang teknologi.

e)

Inisiatif riset dan pengembangan yang sepenuhnya diserahkan kepada pasar.

43.

Dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP), hak Subjek Data Pribadi yang memungkinkan seseorang untuk meminta penghapusan datanya dikenal sebagai hak...

a)

Hak Akses

b)

Hak Pembetulan

c)

Hak Penghapusan (hak untuk dilupakan/hak erasure)

d)

Hak Portabilitas Data

e)

Hak Menolak Pemrosesan

44.

Untuk mendorong inovasi teknologi dalam negeri, kebijakan yang efektif dari pemerintah adalah...

a)

Melarang impor semua produk teknologi jadi.

b)

Memberikan insentif fiskal (tax holiday, super deductible tax) dan non-fiskal, serta membangun pusat riset kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan akademisi.

c)

Menetapkan harga jual maksimal untuk produk teknologi.

d)

Membatasi investasi asing langsung (foreign direct investment) di sektor teknologi.

e)

Menasionalkan perusahaan rintisan teknologi (startup) yang berpotensi besar.

45.

Metaverse dan Quantum Computing termasuk dalam kategori tren teknologi masa depan yang diprediksi akan memberikan dampak disruptif karena...

a)

Hanya dapat diakses oleh negara-negara maju dengan dana besar.

b)

Mampu menciptakan paradigma, model bisnis, dan kemampuan komputasi yang sama sekali baru, melampaui batasan dunia fisik dan komputasi klasik.

c)

Penggunaannya terbatas pada sektor hiburan dan permainan (gaming) saja.

d)

Merupakan penyempurnaan kecil dari teknologi internet dan komputer saat ini.

e)

Akan menggantikan semua interaksi manusia secara langsung dalam 5 tahun ke depan.

46.

Konsep Sustainable Digital Innovation (Inovasi Digital Berkelanjutan) mengutamakan pendekatan...

a)

Inovasi secepat mungkin (move fast and break things) tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan.

b)

Menyimbangkan nilai ekonomi, inklusi sosial, dan kelestarian lingkungan dalam pengembangan dan penerapan teknologi digital.

c)

Hanya menggunakan sumber daya alam terbarukan untuk membangun data center.

d)

Menghentikan inovasi di negara maju untuk memberi kesempatan negara berkembang mengejar ketertinggalan.

e)

Fokus eksklusif pada profitabilitas jangka pendek perusahaan teknologi.

47.

Strategi untuk mendukung Sustainable Digital Innovation di tingkat nasional dapat mencakup...

a)

Menyusun standar hijau untuk data center, mendanai riset teknologi rendah karbon, dan memasukkan prinsip ekonomi sirkular dalam kebijakan industri teknologi.

b)

Menaikkan tarif listrik untuk perusahaan teknologi agar mereka mengurangi konsumsi energinya.

c)

Membatasi jumlah data yang boleh disimpan oleh setiap warga negara.

d)

Hanya memberikan izin usaha bagi perusahaan teknologi asing yang berinvestasi besar.

e)

Memusatkan semua pusat inovasi hanya di ibu kota negara.

48.

Kebijakan "digital sandbox" atau regulatory sandbox yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertujuan untuk...

a)

Membatasi ruang gerak perusahaan fintech dengan aturan yang ketat.

b)

Memberikan ruang uji coba terbatas dan aman bagi inovasi fintech dengan dispensasi regulasi tertentu, sebelum diterapkan secara penuh.

c)

Menghukum perusahaan fintech yang melanggar aturan dengan mengisolasi mereka.

d)

Membangun tempat bermain digital untuk edukasi keuangan anak-anak.

e)

Menstandarisasi semua model bisnis fintech menjadi satu jenis saja.

49.

Dalam konteks Tren Teknologi Masa Depan, penerapan Internet of Things (IoT) secara masif di sektor pertanian akan paling efektif jika didukung oleh kebijakan pemerintah yang menyasar...

a)

Penjualan alat pertanian IoT dengan harga di bawah pasaran.

b)

Pembangunan konektivitas internet berkecepatan tinggi di pedesaan dan program pelatihan bagi petani.

c)

Pelarangan metode pertanian tradisional.

d)

Pemberian subsidi langsung tunai tanpa syarat kepada petani.

e)

Impor besar-besaran sensor IoT dari luar negeri.

50.

Sebuah program "Digital Village" yang bertujuan memberdayakan desa melalui teknologi dikatakan berhasil menerapkan prinsip Sustainable Digital Innovation jika...

a)

Hanya diukur dari jumlah gadget yang dibagikan kepada warga.

b)

Mampu menciptakan mata pencaharian baru berbasis digital yang inklusif, dikelola oleh komunitas lokal, dan menggunakan sumber daya secara efisien.

c)

Semua administrasi desa sudah menggunakan aplikasi, meski hanya dioperasikan oleh kepala desa saja.

d)

Desa tersebut menjadi tempat uji coba untuk semua produk teknologi baru dari perusahaan swasta.

e)

Program tersebut mendapatkan pendanaan asing yang sangat besar.