wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post Test Obgyn 2 Intensif Batch Mei 2026

Total questions: 30

Worksheet time: 44mins

Name
Class
Date
1.

Seorang G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke RS dengan keluhan keluar air-air dari jalan lahir sejak 4 jam yang lalu. Keluhan kenceng-kenceng belum dirasakan. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pemeriksaan inspekulo menunjukkan adanya pooling cairan amnion di forniks posterior, tes nitrazin (+). Pemeriksaan dalam (VT) menunjukkan pembukaan belum ada (tertutup). Apa tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

A. Observasi selama 24 jam menunggu persalinan spontan

b)

B. Lakukan induksi persalinan segera

c)

C. Berikan tokolisis untuk mencegah persalinan prematur

d)

D. Lakukan Seksio Sesarea segera

e)

E. Berikan deksametason untuk pematangan paru

2.

Seorang wanita G2P1A0 usia kehamilan 30 minggu datang ke dokter dengan keluhan keluar cairan bening dari jalan lahir. Dari hasil pemeriksaan dijumpai tinggi TFU 2 jari di atas umbilikus, tidak ada riwayat trauma, kontraksi tidak dijumpai. Hasil uji lakmus menunjukkan hasil (+). Apa tatalaksana awal yang tepat?

a)

A. Pemberian ampisilin dan eritromisin PO

b)

B. Pemberian ampisilin dan metronidazole IV

c)

C. Pemberian ceftriaxon IV

d)

D. Pemberian ampisilin dan eritromisin IV

e)

E. Pemberian ampisilin dan metronidazole PO

3.

Seorang G2P1A0 hamil 38 minggu datang dengan keluhan keluar cairan jernih dari jalan lahir sejak 24 jam yang lalu. Pasien mengeluh menggigil dan nyeri pada perutnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mmHg, Nadi 108x/menit, Suhu 38,9°C. Pemeriksaan Leopold menunjukkan uterus teraba tegang dan nyeri tekan. DJJ janin 178x/menit. Apa kemungkinan diagnosis yang dialami pasien ?

a)

A. Salpingitis

b)

B. Sepsis berat

c)

C. Vulvovaginitis

d)

D. Korioamnionitis

e)

E. KPD PROM

4.

Seorang perempuan G1P0A0 hamil 12 minggu datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan rutin kehamilan. Pasien mengeluh sering merasa lemas dan terkadang timbul benjolan di leher yang tidak nyeri. Pasien memiliki riwayat memelihara banyak kucing di rumahnya. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan serologi TORCH dan ditemukan infeksi toksoplasma akut. Apakah tatalaksana yang dapat diberikan pada pasien ?

a)

A. Spiramisin selama 2 minggu

b)

B. Spiramisin hingga persalinan

c)

C. Pirimetamin dan sulfadiazine

d)

D. Pirimetamin dan asam folinate

e)

E. Pirimetamin, sulfadiazine, dan asam folinate

5.

Seorang P2A0 berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir yang bertambah banyak sejak 1 hari yang lalu. Pasien melahirkan secara normal di bidan 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh demam, menggigil, dan nyeri di perut bagian bawah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mmHg, Nadi 100x/menit, Suhu 38,9°C. Pada pemeriksaan abdomen, tinggi fundus uteri (TFU) teraba di  jari dibawah pusat dan nyeri tekan (+). Pemeriksaan inspekulo menunjukkan lochia purulenta dan berbau menyengat.  Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

A. Sisa plasenta

b)

B. Endometritis

c)

C. Inversio uteri

d)

D. Atonia uteri sekunder

e)

E. Laserasi jalan lahir

6.

Seorang dokter di Puskesmas sedang memberikan edukasi mengenai pencegahan infeksi masa nifas. Dokter menjelaskan bahwa ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya endometritis. Manakah dari faktor di bawah ini yang merupakan faktor risiko paling signifikan terhadap kejadian endometritis?

a)

A. Kehamilan ganda

b)

B. Persalinan dengan Seksio Sesarea

c)

C. Usia ibu di atas 35 tahun

d)

D. Riwayat abortus sebelumnya

e)

E. Anemia dalam kehamilan

7.

Seorang pasien didiagnosis mengalami IUFD pada usia kehamilan 36 minggu. Selanjutnya dokter melakukan pemeriksaan USG abdomen dan menemukan adanya gambaran seperti pada citra yang dirujuk. Apa nama tanda yang ditemukan pada kasus ini?

a)

A. Ball sign

b)

B. Robert sign

c)

C. Gerhard sign

d)

D. Naujokes sign

e)

E. Spalding sign

8.

Seorang G3P2A0 hamil 30 minggu dipastikan mengalami IUFD berdasarkan pemeriksaan USG. Pasien tidak memiliki riwayat operasi sesarea sebelumnya dan tanda vital saat ini stabil. Tidak ada tanda-tanda infeksi maupun gangguan pembekuan darah. Apa pilihan tatalaksana yang paling disarankan untuk mengeluarkan janin?

a)

A. Seksio Sesarea segera

b)

B. Induksi persalinan dengan misoprostol

c)

C. Menunggu persalinan spontan dalam 6 minggu

d)

D. Pemberian tokolisis

e)

E. Histerektomi

9.

Seorang perempuan berusia 32 tahun, G2P1A0 hamil 10 minggu, datang ke puskesmas untuk pemeriksaan kehamilan pertama. Pasien tidak memiliki keluhan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg. Riwayat sebelum hamil pasien mengetahui tekanan darahnya sering tinggi namun tidak rutin berobat. Pemeriksaan protein urin (-). Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

A. Hipertensi Gestasional

b)

B. Preeklampsia

c)

C. Hipertensi Kronis

d)

D. Superimposed Preeklampsia

e)

E. Eklampsia

10.

Seorang perempuan usia 40 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit dengan keluhan tidak sadar. Suaminya mengatakan bahwa 1 jam sebelum masuk rumah sakit pasien sempat mengalami kejang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 215/105 mmHg, denyut nadi 112 x/menit, frekuensi nafas 28 x/menit dan suhu 36,5 C. Pemeriksaan laboratorium Protein urin (+3). Apakah terapi definitif pada pasien tersebut?

a)

A. Terminasi kehamilan

b)

B. Pemberian MgSO4 selama 24 jam

c)

C. Injeksi Dexametason 6 mg IM setiap 12 jam selama 2 hari

d)

D. Metildopa 2 x 250 mg

e)

E. Observasi kemajuan persalinan

11.

Seorang perempuan usia 25 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu. Pasien dengan diagnosis PEB dan telah dilakukan tatalaksana pemberian MgSO4. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 115/75 mmHg, denyut nadi 86 x/menit, frekuensi nafas 14x/menit & suhu 36,5 C. Reflek patela hilang. Apakah penatalaksanaan awal pada pasien ini?

a)

A. Turunkan dosis MgSO4 jadi 1 gr

b)

B. Naikkan dosis MgSO4 menjadi 5 gr

c)

C. Berikan calcium glukonas 1 gr

d)

D. Melakukan dialisis

e)

E. Ganti MgSO4 dengan diazepam 10 mg

12.

Seorang perempuan G1P0A0 hamil 37 minggu dibawa ke IGD karena mengalami kejang tonik-klonik di rumah. Saat sampai di RS, pasien dalam kondisi tidak sadar (koma). TD 180/110 mmHg. Apa langkah pertama yang harus dilakukan dalam manajemen pasien ini?

a)

A. Segera lakukan seksio sesarea

b)

B. Berikan diazepam IV bolus

c)

C. Airway, Breathing, Circulation, dan pemberian MgSO4

d)

D. Berikan mannitol untuk edema otak

e)

E. Induksi persalinan dengan oksitosin

13.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dengan riwayat Hipertensi Kronis sedang mengandung anak pertama pada usia kehamilan 32 minggu. Pada pemeriksaan USG berkala, dokter menemukan bahwa ukuran lingkar perut janin jauh lebih kecil dibandingkan standar usia kehamilannya (di bawah persentil 10) dan indeks cairan ketuban menunjukkan angka 3 cm. Penyebab utama terjadinya kondisi pertumbuhan janin terhambat pada kasus hipertensi ini adalah...

a)

A. Penurunan produksi hormon progesteron oleh korpus luteum

b)

B. Kegagalan invasi trofoblas pada arteri spiralis

c)

C. Penumpukan deposit kalsium berlebih pada vili korialis

d)

D. Infeksi asenden bakteri dari traktus genitalis bawah

e)

E. Defisiensi asupan nutrisi makro pada diet harian ibu

14.

Seorang perempuan berusia 26 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu, mengeluh mual muntah yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien merasa lemas dan haus dan masih bisa mentoleransi sedikit asupan cairan. Sebagai dokter di faskes primer, Anda ingin memberikan terapi lini pertama yang sesuai dengan panduan klinis untuk mengurangi gejala mual muntah tersebut. Manakah kombinasi suplemen dan obat yang menjadi pilihan utama?

a)

A. Piridoksin dan doksilamin

b)

B. Metoklopramid dan omeprazole

c)

C. Ondansetron dan antasida

d)

D. Domperidone dan vitamin B12

e)

E. Prometazin saja

15.

Seorang perempuan berusia 26 tahun, G1P0A0 hamil 24 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan sering merasa pusing, cepat lelah, dan pandangan terkadang berkunang-kunang terutama saat bangkit dari duduk. Pasien mengaku nafsu makannya berkurang dan jarang mengonsumsi daging-dagingan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis dan terdapat atropi papil lidah. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9,0 g/dL. Apakah penyebab utama yang mendasari kondisi pasien ini?

a)

A. Defisiensi asam folat

b)

B. Defisiensi vitamin B12

c)

C. Defisiensi Fe

d)

D. Anemia penyakit kronis

e)

E. Thalassemia beta

16.

Seorang perempuan berusia 32 tahun, G1P0A0 hamil 10 minggu, datang ke puskesmas untuk kunjungan pertama (K1). Pasien mengeluh sering merasa haus dan buang air kecil di malam hari. Pasien memiliki riwayat obesitas dengan IMT 30 kg/m2. Pada pemeriksaan laboratorium saat itu, didapatkan kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS) 220 mg/dL. Dokter kemudian meminta pasien kembali keesokan harinya untuk pemeriksaan Glukosa Darah Puasa (GDP) dan didapatkan hasil 130 mg/dL. Berdasarkan waktu penemuan dan hasil laboratorium, apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

A. Diabetes melitus gestasional

b)

B. Diabetes melitus pregestasional

c)

C. Gangguan toleransi glukosa terganggu

d)

D. Glukosuria renal

e)

E. Diabetes melitus tipe 1

17.

Seorang perempuan 32 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 28 minggu, datang ke poli antenatal untuk kontrol rutin. Pasien tidak memiliki riwayat diabetes sebelum hamil. Hasil skrining tes toleransi glukosa oral (TTGO 75 g) didapatkan: Gula darah puasa: 98 mg/dL, Gula darah 1 jam: 192 mg/dL, Gula darah 2 jam: 165 mg/dL. Apakah penatalaksanaan awal yang paling tepat pada pasien ini?

a)

A. Pemberian insulin

b)

B. Pemberian metformin

c)

C. Edukasi diet dan aktivitas fisik serta monitoring glukosa darah

d)

D. Observasi tanpa terapi sampai trimester III

e)

E. Induksi persalinan segera

18.

Seorang perempuan 29 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 24 minggu, datang ke poli kandungan karena gerakan janin dirasakan berkurang sejak 1 minggu terakhir. Pasien memiliki riwayat hipertensi kronis dan selama kehamilan kontrol tidak teratur. Pemeriksaan USG obstetri menunjukkan Amniotic Fluid Index (AFI): 3 cm. Apakah komplikasi yang dapat terjadi ?

a)

A. Makrosomia

b)

B. Hidrosefalus

c)

C. Potter facies

d)

D. Omfalokel

e)

E. Spina bifida

19.

Seorang perempuan berusia 28 tahun, G2P1A0 hamil 14 minggu, datang ke puskesmas untuk kontrol rutin. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan Tinggi Fundus Uteri setinggi pertengahan pusat-simfisis. Pemeriksaan Leopold I teraba banyak bagian kecil dan dua bagian besar bulat melenting. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan USG untuk memastikan kondisi janin dan didapatkan gambaran seperti berikut. Apakah diagnosis yang paling tepat ?

a)

A. Kehamilan Gemelli Monokorion Monoamnion

b)

B. Kehamilan Gemelli Monokorion Diamnion

c)

C. Kehamilan Gemelli Dikorion Diamnion

d)

D. Kehamilan Gemelli Dikorion Monoamnion

e)

E. Kehamilan Gemelli Kembar Siam

20.

Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan muncul benjolan di daerah kemaluan sebelah kiri bawah sejak 3 hari yang lalu. Benjolan dirasakan semakin membesar dan mulai terasa nyeri serta mengganjal terutama saat pasien berjalan atau duduk. Pasien menyangkal adanya demam maupun keputihan yang berbau. Pada pemeriksaan fisik ginekologi, ditemukan massa kistik berukuran diameter 4 cm pada labia mayora kiri posisi arah jam 5 tanpa  tanda-tanda radang akut. Apakah tatalaksana yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

A. Pemberian antibiotik dosis tinggi

b)

B. Aspirasi jarum halus

c)

C. Insisi dan Drainase sederhana

d)

D. Marsupialisasi

e)

E. Observasi

21.

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan leher rahim secara rutin. Pasien tidak memiliki keluhan perdarahan maupun keputihan yang berbau. Riwayat menikah pada usia 18 tahun dan sudah memiliki 3 orang anak. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan IVA lalu tampak adanya bercak putih sekitar 40% dari permukaan porsio. Apakah langkah selanjutnya yang paling tepat dilakukan?

a)

A. Observasi dan ulangi pemeriksaan IVA 1 tahun lagi

b)

B. Melakukan rujukan untuk pemeriksaan Pap Smear

c)

C. Melakukan tindakan Krioterapi

d)

D. Merujuk pasien untuk tindakan Konisasi

e)

E. Merujuk pasien untuk tindakan Histerektomi

22.

Seorang perempuan berusia 24 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri perut bagian bawah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan keputihan yang banyak, berwarna kuning kehijauan, dan berbau tidak sedap. Pasien juga mengeluhkan demam dan nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia). Pasien mengaku sering gota ganti pacar. PF : tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 96 x/menit, dan suhu 38,5°C. Pada pemeriksaan bimanual (vaginal toucher), ditemukan adanya nyeri tekan pada daerah adneksa bilateral dan ditemukan nyeri goyang porsio. PTT test (-). Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

A. Kehamilan Ektopik Terganggu

b)

B. Pelvic Inflammatory Disease

c)

C. Torsi Kista Ovarium

d)

D. Apendisitis Akut

e)

E. Servisitis Mukopurulen

23.

Wanita 35 tahun P2A0 perdarahan 2 minggu, setiap hari mengganti 5 pembalut. Dismenore (-), pemeriksaan fisik didapatkan pasien anemis TD 120/70 HR 92x/menit. Teraba masa di abdomen batas tegas setinggi 1 jari dibawah pusat, padat, nyeri (-). Portio tertutup licin. Lab Hb 7,6 g/dl, plano(-). Kemungkinan diagnosa pasien adalah?

a)

A. Ca cervix

b)

B. Polip servix

c)

C. Myoma uteri

d)

D. Myoma geburt

e)

E. Kista bartolin

24.

Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri perut bagian bawah yang sangat hebat setiap kali menstruasi. Keluhan ini sudah dirasakan selama 2 tahun terakhir dan semakin memberat hingga pasien tidak mampu bekerja saat hari pertama dan kedua haid. Pasien juga mengeluhkan nyeri saat berhubungan seksual  dan nyeri saat buang air besar terutama saat sedang haid. Pasien sudah menikah selama 3 tahun namun hingga saat ini belum memiliki anak. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ?

a)

Hiperplasia Endometrium

b)

Endometriosis

c)

Penyakit Radang Panggul (PID)

d)

Mioma Uteri

e)

Kista Dermoid

25.

Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tidak kunjung mengalami menstruasi sejak 5 bulan yang lalu. Pasien mengaku sebelumnya memiliki siklus menstruasi yang teratur setiap bulannya dengan durasi 5-7 hari. Pasien menyangkal adanya keluhan nyeri perut hebat, mual, atau muntah. Pasien baru saja memulai program diet ketat dan olahraga lari maraton dalam satu tahun terakhir, yang menyebabkan berat badannya turun sebanyak 8 kg secara mendadak. Pemeriksaan PTT menunjukkan hasil negatif. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

Amenore Primer

b)

Amenore Sekunder

c)

Oligomenorea

d)

Hipomenorea

e)

Menopause

26.

Seorang perempuan berusia 26 tahun, P1A0, datang ke Puskesmas dengan keluhan sulit menyusui bayinya yang baru lahir 3 hari yang lalu. Pasien mengeluhkan puting payudara kanannya melesap ke dalam. Dokter mencoba melakukan pemeriksaan fisik dengan memberikan tekanan manual pada sekitar areola. Puting dapat ditarik keluar dengan bantuan dokter, namun puting segera tertarik kembali masuk ke dalam setelah tarikan dilepaskan. Apakah diagnosis dan tatalaksana awal yang paling tepat bagi pasien tersebut?

a)

Inverted Nipple Grade 2; penarikan dengan spuit

b)

Inverted Nipple Grade 1; observasi dan edukasi posisi menyusui

c)

Inverted Nipple Grade 3; rujuk untuk tindakan bedah koreksi

d)

Inverted Nipple Grade 2; langsung diberikan susu formula

e)

Inverted Nipple Grade 1; penggunaan nipple shield saja

27.

Seorang perempuan berusia 26 tahun, P1A0, datang ke Puskesmas dengan keluhan payudara kanan terasa sangat nyeri dan bengkak sejak 2 hari yang lalu. Keluhan ini disertai dengan menggigil dan badan terasa lemas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu tubuh 38,8°C, nadi 98 x/menit. Pemeriksaan payudara kanan menunjukkan area yang merah, bengkak, dan terasa panas pada perabaan. Apakah diagnosis dan salah satu tatalaksana awal untuk pasien tersebut?

a)

A. Bendungan ASI; kompres hangat

b)

B. Mastitis; kompres hangat

c)

C. Abses Payudara; insisi dan drainage

d)

D. Galaktokel; aspirasi jarum

e)

E. Mastitis; kompres dingin

28.

Seorang pria datang ke klinik untuk konsultasi hasil analisa spermanya. Hasil uji lab menunjukkan volume ejakulasi adalah 3 cc, jumlah sperma 9 juta/ml, motilitas 50%, jumlah sperma abnormal 3%. Kemungkinan diagnosis pasien adalah ?

a)

A. Oligozoospermia

b)

B. Asthenozoospermia

c)

C. Teratozoospermia

d)

D. Azoospermia

e)

E. Aspermia

29.

Ny. Uxie, usia 22 tahun datang bersama suaminya ke Puskesmas untuk konsultasi mengenai kehamilan. Karena keadaan ekonomi rumah tangga yang belum stabil, keluarga muda ini bermaksud menunda kehamilan untuk waktu yang lama (>5 tahun). Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Pada pemeriksaan tanda vital dan fisik dalam batas normal. Setelah konsultasi alternatif kontrasepsi yang ada, pasien menginginkan metode kontrasepsi yang tidak membuatnya gemuk. Pilihan alat kontrasepsi yang paling tepat pada kasus ini adalah...

a)

A. Pil progestin

b)

B. Suntik

c)

C. Implan

d)

D. Tubektomi

e)

E. AKDR Cu

30.

Seorang perempuan berusia 32 tahun, P2A0, datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi mengenai pemilihan alat kontrasepsi. Pasien baru saja melahirkan anak keduanya 2 tahun yang lalu dan saat ini tidak sedang menyusui. Pasien memiliki riwayat penyakit migrain dengan aura yang sering kambuh terutama saat sedang kelelahan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 82 x/menit, dan berat badan ideal. Manakah dari metode kontrasepsi berikut yang tidak boleh diberikan pada pasien tersebut?

a)

A. Suntik 3 bulan

b)

B. Pil kombinasi

c)

C. Mini pil

d)

D. Implan

e)

E. AKDR Cu