Font size
WorksheetsBank Soal Latihan UKOM Keperawatan Jiwa SINERSI 2020–2023
Total questions: 95
Worksheet time: 48mins
Seorang pasien dengan diagnose Skizofrenia paranoid tampak sering bicara sendiri dan tertawa tanpa stimulus nyata, serta mengatakan sering mendengar suara yang berbicara kepadanya. Apa diagnosa keperawatan yang paling tepat?
Isolasi sosial
Halusinasi
Gangguan proses pikir: waham
Defisit perawatan diri
Resiko perilaku kekerasan
Seorang pasien usia 20 tahun tampak tidak mandi selama 2 hari, pakaian acak-acak, dan bau badan tidak sedap. Ia mengatakan “malas mandi”. Masalah psikososial yang tepat adalah:
Harga diri rendah
Isolasi sosial
Defisit perawatan diri
Ketidakberdayaan
Keputusasaan
Seorang pasien menyatakan dirinya tidak pantas hidup karena cacatnya, selalu memikirkan untuk mati, dan menunjukkan perilaku ingin bunuh diri melihat benda tajam. Diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah:
Perilaku kekerasan
Harga diri rendah
Halusinasi
Defisit perawatan diri
Resiko bunuh diri
Seorang pasien yang sedang menerima Clorpromazin melaporkan mulut kering dan pandangan kabur setelah minum obat. Efek samping obat yang dialami kemungkinan adalah:
Efek antikolinergik
Efek sedasi
Tremor
Hipotensi
Diaforesis
Seorang pasien 34 tahun dibawa dengan keluarga karena mengamuk, berteriak, dan merusak barang di rumah. Saat pengkajian, intonasi bicara tinggi dan ekspresi wajah tegang. Diagnose keperawatan kemungkinan adalah:
Resiko bunuh diri
Perilaku kekerasan
Waham
Halusinasi
Isolasi sosial
Seorang laki-laki 24 tahun tampak bicara pelan, kurang kontak mata, merasa malu karena penampilannya dan tidak berinteraksi dengan orang lain. Diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah:
Halusinasi
Harga diri rendah
Isolasi sosial
Pemalu
Resiko perilaku kekerasan
Seorang ibu 35 tahun yang didiagnosis kanker rahim merasa tegang, banyak diam, dan mengalami tidur buruk setelah mengetahui akan operasi. Masalah keperawatan yang paling mungkin dialami adalah:
Kecemasan
Kehilangan
Marah
Kebingungan
Ketidakberdayaan
Seorang klien berusia 40 tahun mendengarkan suara menakutkan yang mengatakan kepadanya bahwa ia berada dalam bahaya. Pasien terlihat gelisah saat menjelaskan pengalaman ini. Ini merupakan gejala dari:
Waham somatik
Halusinasi pendengaran
Gangguan konsep diri
Resiko bunuh diri
Perilaku kekerasan
Seorang pasien yang sering menyendiri dan berbicara sendiri mengatakan dirinya adalah nabi, dan menjadi marah saat ditegur. Diagnosa keperawatan utama kemungkinan adalah:
Isolasi sosial
Halusinasi
Gangguan konsep diri
Gangguan proses pikir: waham
Harga diri rendah
Seorang pasien yang tertawa dan berbicara sendiri tampak tidak responsif terhadap stimuli eksternal serta menunjukkan kontak mata yang minim. Tindakan keperawatan awal yang tepat adalah:
Observasi perilaku
Memberi obat psikotropika
Mengidentifikasi jenis halusinasi
Melatih sosialisasi bertahap
Ajarkan teknik relaksasi
Seorang klien skizofrenia mengatakan, “Saya ini sebenarnya presiden Indonesia, semua orang harus patuh pada saya.” Klien tampak yakin dan tidak mau dibantah. Diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah:
Halusinasi pendengaran
Gangguan proses pikir: waham kebesaran
Harga diri rendah
Isolasi sosial
Perilaku kekerasan
Klien dengan halusinasi pendengaran mengatakan sering mendengar suara menyuruhnya melukai orang lain. Tindakan keperawatan prioritas pertama adalah:
Mengajarkan teknik menghardik
Mengajak klien bercakap-cakap
Menilai risiko perilaku kekerasan
Memberikan obat antipsikotik
Menganjurkan klien istirahat
Seorang klien tampak mondar-mandir, tangan berkeringat, denyut nadi cepat, dan mengatakan “saya takut sekali akan ujian besok”. Tingkat kecemasan klien adalah:
Ringan
Sedang
Berat
Panik
Depresi
Klien depresi mayor mengatakan, “Saya manusia yang tidak berguna, keluarga saya terlihat lebih baik tanpa saya.” Diagnosa keperawatan yang paling sesuai adalah:
Isolasi sosial
Harga diri rendah kronis
Gangguan konsep diri
Resiko bunuh diri
Ketidakberdayaan
Seorang klien bipolar fase mania tampak banyak bicara, sulit dihentikan, dan sering berpindah topik pembicaraan. Istilah gangguan proses pikir yang tepat adalah:
Flight of ideas
Blocking
Perseverasi
Neologisme
Echolalia
Klien rawat inap jiwa sering menarik diri, menolak berinteraksi, dan lebih banyak diam di kamar. Intervensi keperawatan awal yang paling tepat adalah:
Mengajak klien ikut aktivitas kelompok besar
Memberi motivasi secara langsung
Membina hubungan saling percaya
Melatih komunikasi asertif
Mengajarkan teknik relaksasi
Klien Bipolar yang mendapat terapi Lithium harus dipantau secara ketat karena berisiko mengalami:
Hipoglikemia
Gangguan fungsi hati
Intoksikasi lithium
Efek antikolinergik
Sindrom serotonin
Klien tampak sering tersenyum sendiri, berbicara pelan, dan sulit diajak fokus. Saat ditanya, klien mengatakan mendengar suara tanpa wujud. Data yang diungkapkan oleh klien tersebut termasuk dalam:
Data objektif
Data subjektif
Diagnosa medis
Intervensi keperawatan
Evaluasi keperawatan
Klien dengan risiko bunuh diri mengatakan ingin mati dan pernah mencoba melukai diri sebelumnya. Tindakan keperawatan yang paling tepat adalah:
Memberi dukungan emosional
Menanyakan penyebab stres
Menjauhkan klien dari alat berbahaya
Mengajarkan relaksasi napas dalam
Memberikan aktivitas pengalihan
Klien skizofrenia sering tidak minum obat karena merasa sudah sembuh. Intervensi keperawatan yang paling tepat adalah:
Memberi hukuman jika tidak patuh
Menjelaskan manfaat dan efek obat
Mengurangi dosis obat
Menghentikan pengobatan
Mengalihkan klien ke aktivitas
Seorang klien dengan skizofrenia tampak gelisah, suara meninggi, mengepalkan tangan, dan berjalan mondar-mandir. Tindakan keperawatan paling prioritas adalah:
Mengajarkan teknik relaksasi
Memberikan obat sesuai program
Menjaga jarak aman dan observasi ketat
Mengajak klien diskusi masalah
Mengajak klien ikut terapi kelompok
Klien dengan halusinasi pendengaran sering berbicara sendiri pada malam hari. Tindakan keperawatan untuk membantu klien mengontrol halusinasi adalah:
Membiarkan klien sendiri
Mengajarkan teknik menghardik halusinasi
Menghentikan semua aktivitas
Memberikan hukuman bila berbicara sendiri
Mengisolasi klien
Seorang klien depresi mengatakan tidak nafsu makan, sulit tidur, dan merasa hidupnya tidak berarti selama 2 minggu terakhir. Diagnosa keperawatan utama adalah:
Gangguan pola tidur
Risiko bunuh diri
Harga diri rendah
Depresi
Isolasi sosial
Klien gangguan jiwa menolak mandi dan mengganti pakaian selama beberapa hari. Pendekatan keperawatan yang tepat adalah:
Memarahi klien
Memaksa klien mandi
Membantu dan memberi contoh secara bertahap
Membiarkan klien
Menghentikan perawatan
Seorang klien bipolar fase depresi tampak murung, kurang energi, dan menarik diri. Fokus intervensi keperawatan adalah:
Meningkatkan aktivitas fisik berlebihan
Menjaga keselamatan klien
Mengontrol perilaku agresif
Meningkatkan stimulasi lingkungan
Membatasi interaksi
Klien yang mendapat obat antipsikotik mengeluh kaku otot, tremor, dan sulit bergerak. Kondisi ini disebut:
Sindrom serotonin
Efek antikolinergik
Efek ekstrapiramidal
Sindrom neuroleptik maligna
Tardive dyskinesia
Perawat melakukan kontrak waktu, tempat, dan topik sebelum berinteraksi dengan klien jiwa. Tujuan tindakan ini adalah:
Mengurangi halusinasi
Meningkatkan rasa aman
Melatih kognitif klien
Mengontrol perilaku klien
Mempercepat penyembuhan
Klien mengatakan “saya mendengar suara ibu saya yang sudah meninggal”. Perawat menanggapi secara terapeutik dengan:
“Itu tidak mungkin, ibu Anda sudah meninggal”
“Coba abaikan suara itu”
“Saya tidak mendengar suara itu, apa perkataan yang anda dengar?”
“Suara itu benar adanya”
“Anda harus melawan suara itu sekarang”
Klien dengan isolasi sosial tahap awal sebaiknya dilatih:
Bicara di depan kelompok besar
Berinteraksi dengan banyak orang
Kontak satu orang terlebih dahulu
Menghindari interaksi
Mengikuti terapi kelompok besar
Klien skizofrenia sering kambuh karena putus obat setelah pulang dari rumah sakit. Peran perawat di komunitas yang paling tepat adalah:
Memberi sanksi pada klien
Edukasi kepatuhan minum obat dan follow-up
Membatasi aktivitas klien
Menghentikan pengobatan
Menyerahkan sepenuhnya ke keluarga
Klien dengan gangguan jiwa tampak diam lama sebelum menjawab pertanyaan, kontak mata kurang, dan respons lambat. Gangguan proses pikir yang paling tepat adalah:
Flight of ideas
Blocking
Perseverasi
Echolalia
Neologisme
Klien dengan skizofrenia mengatakan yakin bahwa tetangganya ingin meracuninya. Ia tampak curiga dan defensif. Diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah:
Halusinasi pendengaran
Gangguan proses pikir: waham curiga
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Perilaku kekerasan
Seorang klien gangguan jiwa menolak minum obat karena takut diracuni. Pendekatan komunikasi terapeutik yang paling tepat adalah:
Meyakinkan klien bahwa ia salah
Memaksa klien minum obat
Mendengarkan perasaan klien tanpa memperkuat waham
Mengabaikan keluhan klien
Mengganti obat tanpa penjelasan
Klien depresi mengatakan sering terbangun dini hari dan sulit tidur kembali. Masalah keperawatan yang tepat adalah:
Gangguan pola tidur
Gangguan persepsi sensori
Isolasi sosial
Ketidakberdayaan
Harga diri rendah
Klien skizofrenia mengatakan suara yang didengarnya semakin keras ketika sendirian. Intervensi keperawatan yang tepat adalah:
Membiarkan klien sendiri
Menganjurkan klien banyak tidur
Mengajak klien beraktivitas dan bercakap-cakap
Mengurangi interaksi
Menghentikan semua stimulasi
Klien dengan risiko bunuh diri mengatakan, “Saya sudah menyiapkan tali di rumah.” Tindakan perawat yang paling prioritas adalah:
Memberikan dukungan emosional
Mengkaji tingkat stres
Melaporkan dan melakukan pengamanan segera
Mengajarkan relaksasi
Mengajak klien berdoa
Klien dengan gangguan jiwa menunjukkan gerakan lidah berulang dan gerakan tidak terkontrol pada wajah setelah lama menggunakan antipsikotik. Kondisi ini disebut:
Efek ekstrapiramidal
Distonia akut
Akatisia
Tardive dyskinesia
Sindrom neuroleptik maligna
Perawat ingin membantu klien meningkatkan harga diri. Intervensi yang paling tepat adalah:
Memberi kritik agar klien berubah
Menetapkan target yang terlalu tinggi
Mengidentifikasi kemampuan dan keberhasilan klien
Menghindari interaksi
Membandingkan klien dengan orang lain
Klien isolasi sosial tahap lanjut paling tepat diarahkan untuk:
Kontak satu orang
Berinteraksi dengan keluarga inti
Terapi aktivitas kelompok kecil
Terapi aktivitas kelompok besar
Menghindari interaksi
Klien skizofrenia sering kambuh karena keluarga menghentikan obat saat klien tampak membaik. Edukasi utama yang harus diberikan perawat adalah:
Obat hanya diminum saat gejala muncul
Pengobatan harus rutin meskipun gejala membaik
Obat boleh dihentikan bila klien tenang
Pengobatan jiwa tidak perlu jangka panjang
Obat diganti bila klien bosan
Klien dengan skizofrenia tampak curiga, sering menoleh ke sekitar, dan menolak makan karena takut diracuni. Diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah:
Halusinasi pendengaran
Gangguan proses pikir: waham curiga
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Risiko bunuh diri
Klien dengan perilaku kekerasan mulai mengepalkan tangan, wajah memerah, dan suara meninggi. Tindakan perawat yang paling tepat adalah:
Memberikan nasihat panjang
Menghadapi klien secara langsung
Menjaga jarak aman dan siap melakukan pengamanan
Mengajak klien bercanda
Mengabaikan perilaku klien
Klien dengan halusinasi pendengaran mengatakan suara tersebut muncul saat ia sedang melamun. Intervensi yang tepat untuk menurunkan intensitas halusinasi adalah:
Membiarkan klien sendiri
Mengajarkan teknik distraksi dan aktivitas terstruktur
Mengurangi aktivitas
Menyalahkan klien
Mengisolasi klien
Klien depresi mengatakan tidak berharga dan selalu gagal dalam hidup. Fokus intervensi keperawatan adalah:
Meningkatkan interaksi sosial langsung
Mengubah pola pikir negatif secara bertahap
Mengajak klien berolahraga berat
Mengalihkan pembicaraan
Memberikan hukuman verbal
Klien bipolar fase mania tampak sulit tidur, energi berlebihan, dan berbicara terus-menerus. Prioritas intervensi perawat adalah:
Meningkatkan stimulasi
Menjaga keselamatan dan kebutuhan dasar
Mengajak klien diskusi panjang
Memberi kebebasan penuh
Mengurangi makan
Klien yang mendapat antipsikotik tipikal mengeluh mulut kering dan konstipasi. Edukasi keperawatan yang tepat adalah:
Menghentikan obat
Membatasi asupan cairan
Meningkatkan asupan cairan dan serat
Menghindari makanan berserat
Tidak perlu tindakan
Klien dengan isolasi sosial menolak berbicara dan hanya mengangguk saat diajak komunikasi. Tindakan perawat yang tepat adalah:
Memaksa klien berbicara
Memberi waktu dan tetap hadir secara terapeutik
Mengabaikan klien
Menyalahkan klien
Mengakhiri interaksi
Klien mengatakan “Saya mendengar suara yang memerintah saya”. Respon terapeutik perawat yang tepat adalah:
“Itu hanya khayalan Anda”
“Saya tidak mendengar suara itu, tetapi saya percaya Anda mendengarnya”
“Suara itu benar adanya”
“Anda harus menuruti suara itu”
“Jangan ceritakan hal itu lagi”
Klien depresi berat mengatakan ingin mati dan sudah menentukan cara. Tindakan keperawatan prioritas adalah:
Mengajarkan coping
Menyusun jadwal aktivitas
Melakukan pengawasan ketat dan kolaborasi tim
Memberi motivasi verbal
Menganjurkan relaksasi
Dalam terapi kelompok, peran perawat yang paling tepat adalah:
Menguasai seluruh pembicaraan
Mengarahkan dan memfasilitasi interaksi antar klien
Menilai satu klien saja
Membiarkan kelompok tanpa arahan
Memberi ceramah panjang
Klien dengan skizofrenia mengatakan, “Saya dikendalikan oleh kekuatan luar yang mengatur pikiran saya.” Gangguan yang dialami klien adalah:
Waham kebesaran
Waham kontrol/pengendalian
Waham curiga
Halusinasi pendengaran
Gangguan konsep diri
Klien tampak gelisah, napas cepat, sulit fokus, dan tangan gemetar saat menunggu hasil diagnosis. Tingkat kecemasan klien adalah:
Ringan
Sedang
Berat
Panik
Depresi
Klien dengan halusinasi pendengaran mengatakan suara muncul saat sendirian. Intervensi keperawatan yang tepat adalah:
Membiarkan klien sendiri
Mengajarkan teknik bercakap dengan orang lain
Mengisolasi klien
Menghentikan semua aktivitas
Memberi hukuman
Klien depresi mengatakan “saya tidak berguna, saya tidak punya harapan dan masa depan.” Masalah keperawatan utama adalah:
Ketidakberdayaan
Harga diri rendah
Isolasi sosial
Risiko bunuh diri
Gangguan konsep diri
Klien yang menggunakan antipsikotik jangka panjang menunjukkan gerakan bibir dan lidah berulang. Tindakan perawat yang tepat adalah:
Menghentikan obat segera
Mengabaikan karena normal
Melaporkan pada dokter untuk evaluasi
Menambah dosis obat
Mengganti obat sendiri
Klien dengan risiko bunuh diri mengatakan masih ingin hidup tetapi merasa sangat lelah menghadapi masalah. Tindakan keperawatan yang tepat adalah:
Mengabaikan karena tidak ada niat bunuh diri
Tetap melakukan pengawasan dan dukungan
Menyalahkan klien
Menghentikan pemantauan
Memaksa klien optimis
Klien isolasi sosial tahap awal menunjukkan kontak mata singkat dan menjawab singkat. Intervensi yang tepat adalah:
Terapi kelompok besar
Kontak satu orang secara bertahap
Menghindari interaksi
Memberi tugas berat
Membiarkan klien
Perawat mengatakan kepada klien, “Saya di sini untuk membantu Anda dan kita akan bicara selama 10 menit.” Pernyataan ini menunjukkan tahap:
Terminasi
Orientasi
Kerja
Evaluasi
Implementasi
Klien dengan gangguan jiwa sering menolak makan karena tidak percaya pada orang lain. Pendekatan yang tepat adalah:
Memaksa klien makan
Memberi makan tanpa penjelasan
Membangun kepercayaan dan memberikan penjelasan sederhana
Menghentikan pemberian makan
Mengabaikan perilaku klien
Klien dengan skizofrenia sering kambuh karena tidak kontrol setelah pulang. Peran perawat CMHN yang tepat adalah:
Menunggu klien datang berobat
Melakukan kunjungan rumah dan edukasi keluarga
Menyerahkan sepenuhnya ke rumah sakit
Menghentikan pengobatan
Membatasi aktivitas klien
Klien dengan skizofrenia tampak tertawa sendiri dan berbicara tanpa lawan bicara. Saat dikaji, klien mengatakan mendengar dua suara yang saling berdebat. Jenis halusinasi yang dialami klien adalah:
Halusinasi visual
Halusinasi taktil
Halusinasi penciuman
Halusinasi auditorik
Halusinasi gustatori
Klien depresi berat dengan diagnosa keperawatan risiko bunuh diri mengatakan, “Saya sudah menulis surat wasiat untuk keluarga.” Tindakan perawat yang paling prioritas adalah:
Menghibur klien
Mengajarkan teknik coping
Melaporkan dan melakukan pengamanan intensif
Mengajak klien beraktivitas
Memberi motivasi spiritual
Klien bipolar fase mania berbicara cepat, sulit dihentikan, dan mudah teralihkan. Strategi komunikasi perawat yang paling tepat adalah:
Mengajak diskusi panjang
Memberikan pertanyaan terbuka
Menggunakan kalimat singkat dan tegas
Membiarkan klien berbicara terus
Menantang pendapat klien
Klien mengatakan, “Saya yakin penyakit ini adalah hukuman karena dosa saya.” Pernyataan tersebut termasuk:
Waham kebesaran
Waham nihilistik
Waham religius
Waham somatik
Waham curiga
Klien dengan isolasi sosial tahap lanjut paling tepat diberikan intervensi:
Kontak satu orang
Latihan komunikasi dasar
Terapi aktivitas kelompok kecil
Terapi aktivitas kelompok besar
Edukasi keluarga saja
Klien yang mengonsumsi Haloperidol mengeluh gelisah, tidak bisa diam, dan terus bergerak. Efek samping yang dialami klien adalah:
Distonia akut
Akatisia
Parkinsonisme
Tardive dyskinesia
Sindrom neuroleptik maligna
Klien dengan gangguan jiwa sering mengulang kata atau kalimat yang sama secara terus-menerus. Gangguan proses pikir ini disebut:
Neologisme
Echolalia
Perseverasi
Blocking
Flight of ideas
Klien mengatakan mendengar suara yang memerintahnya melukai diri sendiri. Tindakan perawat yang tepat adalah:
Mengajarkan teknik menghardik saja
Menunda intervensi
Mengkaji dan mengamankan risiko bunuh diri
Mengabaikan suara tersebut
Mengajak klien bercanda
Dalam komunikasi terapeutik, perawat mengatakan, “Bagaimana perasaan Anda hari ini?” Pernyataan tersebut termasuk teknik:
Memberi nasehat
Klarifikasi
Mengidentifikasi
Merefleksi
Fokus
Klien skizofrenia sering berhenti minum obat karena merasa sudah sembuh. Intervensi keperawatan yang paling tepat adalah:
Menghentikan terapi
Memberikan edukasi kepatuhan dan relapse prevention
Mengurangi dosis obat
Mengganti obat tanpa konsultasi
Membatasi aktivitas klien
Klien tampak menarik diri, jarang berbicara, dan menghindari kontak mata sejak dirawat. Tahap isolasi sosial yang dialami klien adalah:
Tahap awal
Tahap menengah
Tahap lanjut
Tahap resolusi
Tahap adaptasi
Klien dengan depresi mengatakan, “Saya merasa hidup saya tidak ada artinya.” Respon terapeutik perawat yang paling tepat adalah:
“Semua orang juga pernah merasa seperti itu”
“Coba Anda lebih bersyukur”
“Apa yang membuat Anda merasa seperti itu?”
“Pikiran Anda terlalu berlebihan”
“Jangan berpikir negatif”
Klien skizofrenia menunjukkan postur tubuh kaku dan sulit digerakkan setelah mendapat antipsikotik. Tindakan perawat yang tepat adalah:
Mengabaikan
Memberikan latihan fisik
Melaporkan untuk evaluasi efek samping obat
Menambah dosis obat
Menghentikan obat sendiri
Klien mengatakan mendengar suara mengejek dirinya dan membuat menjadi sangat sedih. Fokus intervensi keperawatan adalah:
Mengabaikan suara
Mengajarkan cara mengontrol halusinasi
Meningkatkan stimulasi berlebihan
Membatasi aktivitas klien
Memberi hukuman
Klien dengan risiko bunuh diri mengatakan, “Saya tidak mau hidup lagi.” Tindakan perawat pertama kali adalah:
Memberi motivasi
Mengkaji secara langsung ide dan rencana bunuh diri
Mengajak klien beraktivitas
Memberikan obat penenang
Mengalihkan pembicaraan
Klien gangguan jiwa selalu meniru kata-kata terakhir perawat. Gangguan proses pikir ini disebut:
Perseverasi
Neologisme
Echolalia
Blocking
Flight of ideas
Dalam terapi aktivitas kelompok sosialisasi, tujuan utama perawat adalah:
Mengontrol seluruh perilaku klien
Meningkatkan interaksi sosial dan kemampuan komunikasi
Memberikan ceramah
Menilai satu klien saja
Menghabiskan waktu
Klien bipolar fase mania menunjukkan perilaku berisiko dan sulit diarahkan. Tindakan perawat yang tepat adalah:
Memberi kebebasan
Menjaga lingkungan aman dan membatasi stimulus
Mengajak klien berdiskusi panjang
Menghindari klien
Mengabaikan perilaku
Klien depresi yang dirawat mengatakan masih memiliki harapan untuk sembuh. Hal ini menunjukkan:
Distorsi kognitif
Mekanisme koping maladaptif
Tanda prognosis baik
Tahap penyangkalan
Respon defensif
Klien skizofrenia menolak minum obat karena takut ketergantungan. Edukasi keperawatan yang tepat adalah:
Obat harus dihentikan jika klien takut
Antipsikotik tidak menyebabkan ketergantungan fisik
Obat hanya diminum saat kambuh
Obat boleh diganti sendiri
Tidak perlu edukasi
Seorang laki-laki usia 28 tahun dirawat di ruang jiwa dengan diagnosis skizofrenia. Saat pengkajian, klien tampak sering menoleh ke arah tertentu, berbicara sendiri, dan tertawa tanpa sebab yang jelas. Klien mengatakan mendengar suara yang mengejek dan menyuruhnya menjauhi dari orang lain. Klien tampak gelisah dan sulit berkonsentrasi saat diajak bicara. Diagnosa keperawatan utama yang paling tepat adalah:
Gangguan konsep diri
Isolasi sosial
Halusinasi pendengaran
Risiko perilaku kekerasan
Harga diri rendah
Seorang perempuan usia 35 tahun dengan depresi berat mengatakan kepada perawat, “Saya sudah menyiapkan obat di rumah untuk mengakhiri hidup saya, saya tidak ingin merepotkan keluarga.” Klien tampak murung, kontak mata minimal, dan berbicara pelan. Tindakan keperawatan yang paling prioritas dilakukan perawat adalah:
Memberikan dukungan emosional
Mengajarkan teknik relaksasi
Mengkaji tingkat stres klien
Melakukan pengamanan ketat dan melaporkan ke tim
Mengajak klien berdoa
Seorang klien skizofrenia paranoid menolak makan karena yakin makanan telah diracuni oleh petugas. Klien tampak curiga, defensif, dan menolak semua penjelasan logis dari perawat. Pendekatan komunikasi terapeutik yang paling tepat adalah:
Meyakinkan klien bahwa pikirannya salah
Membantah keyakinan klien secara langsung
Mengakui perasaan klien tanpa memperkuat waham
Mengabaikan pernyataan klien
Memaksa klien makan
Seorang klien bipolar fase mania dirawat karena perilaku impulsif. Klien tampak berbicara cepat, berpindah topik, tidur hanya 2 jam per malam, dan sering masuk ke kamar klien lain tanpa izin. Prioritas utama asuhan keperawatan pada klien ini adalah:
Meningkatkan interaksi sosial
Menstimulasi aktivitas klien
Menjaga keselamatan klien
Mengajak diskusi panjang
Memberikan kebebasan berekspresi
Seorang klien dengan halusinasi pendengaran mengatakan suara muncul paling sering saat ia sendirian di kamar. Klien merasa takut dan tidak mampu melawan suara tersebut. Intervensi keperawatan yang paling efektif untuk membantu klien mengontrol halusinasi adalah:
Membiarkan klien sendiri
Mengisolasi klien dari lingkungan
Mengajarkan teknik distraksi dan bercakap-cakap
Menghentikan semua aktivitas klien
Menyalahkan klien
Klien skizofrenia yang telah menggunakan antipsikotik selama beberapa tahun tampak menunjukkan gerakan bibir, lidah, dan rahang yang tidak terkendali. Klien tidak menyadari perilaku tersebut. Tindakan keperawatan yang paling tepat adalah:
Menghentikan obat segera
Mengedukasi bahwa ini normal
Melaporkan kepada dokter untuk evaluasi lanjut
Menambah dosis obat
Mengabaikan karena tidak berbahaya
Seorang klien isolasi sosial tahap awal tampak sering diam, menjawab singkat, dan menghindari kontak mata. Klien belum mau berinteraksi dengan klien lain. Intervensi keperawatan yang paling tepat dilakukan terlebih dahulu adalah:
Terapi aktivitas kelompok besar
Melatih komunikasi dengan banyak orang
Membina hubungan saling percaya secara individual
Menghindari interaksi agar klien nyaman
Memberi tugas sosial yang berat
Seorang klien depresi mengatakan, “Saya gagal sebagai orang tua dan tidak ada gunanya buat anak-anak saya.” Klien tampak menangis dan menyalahkan diri sendiri atas semua masalah keluarga. Masalah keperawatan yang paling dominan pada klien adalah:
Ketidakberdayaan
Harga diri rendah kronis
Risiko bunuh diri
Isolasi sosial
Gangguan pola tidur
Klien dengan gangguan jiwa mengatakan, “Saya mendengar suara yang memerintah saya melukai diri sendiri.” Klien tampak takut dan bingung. Tindakan keperawatan yang paling tepat dilakukan perawat adalah:
Mengajarkan teknik menghardik saja
Mengkaji risiko bunuh diri dan melakukan pengamanan
Mengalihkan pembicaraan
Mengabaikan suara tersebut
Memberikan aktivitas ringan
Seorang klien skizofrenia sering kambuh karena berhenti minum obat setelah pulang ke rumah. Keluarga mengatakan mereka menghentikan obat karena klien terlihat sudah tenang. Edukasi utama yang harus diberikan perawat kepada keluarga adalah:
Obat hanya diminum saat klien kambuh
Pengobatan jiwa harus rutin meskipun gejala membaik
Obat dapat dihentikan kapan saja
Obat jiwa menyebabkan ketergantungan
Perawatan cukup di rumah
Seorang laki-laki usia 32 tahun dirawat di ruang jiwa dengan diagnosis skizofrenia paranoid. Riwayat menunjukkan klien beberapa kali putus obat. Saat pengkajian, klien tampak mondar-mandir, mengepalkan tangan, suara meninggi, dan mengatakan bahwa perawat adalah “bagian dari komplotan yang ingin membunuhnya”. Klien menolak duduk, menolak minum obat, dan menolak diajak bicara lebih lanjut. Tindakan keperawatan PRIORITAS pertama yang harus dilakukan perawat adalah:
Mengkaji lebih lanjut isi waham klien
Memberikan edukasi pentingnya minum obat
Menjaga jarak aman, observasi ketat, dan menyiapkan pengamanan
Mengajak klien berdiskusi secara rasional
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam
Seorang perempuan usia 40 tahun dirawat karena depresi berat. Klien kehilangan pasangan 2 bulan lalu, tampak menarik diri, tidak mau makan, sulit tidur, dan mengatakan hidupnya sudah tidak bermakna. Saat wawancara lanjutan, klien menyebutkan “lebih baik mati saja” tetapi belum menyebutkan cara. Diagnosa keperawatan yang PALING TEPAT berdasarkan data tersebut adalah:
Isolasi sosial
Harga diri rendah kronis
Ketidakberdayaan
Risiko bunuh diri
Gangguan pola tidur
Klien skizofrenia yang telah mengonsumsi Haloperidol selama 6 bulan datang kontrol dengan keluhan demam tinggi, kaku otot menyeluruh, kesadaran menurun, dan tekanan darah tidak stabil. Tindakan keperawatan yang paling tepat dilakukan perawat adalah:
Memberikan antipiretik dan observasi
Menghentikan obat secara mandiri
Melaporkan segera sebagai kegawatdaruratan medis
Mengurangi dosis antipsikotik
Mengajarkan latihan relaksasi
Seorang klien bipolar fase mania dirawat inap. Klien berbicara sangat cepat, mudah tersinggung, tidur hanya 1–2 jam, dan melakukan perilaku berisiko. Klien mendapat Lithium. Parameter klinis yang PALING PENTING dipantau oleh perawat adalah:
Tekanan darah
Kadar gula darah
Kadar lithium serum dan keseimbangan cairan
Fungsi paru
Suhu tubuh
Seorang klien skizofrenia mengatakan mendengar suara yang memerintahnya melukai orang lain. Klien tampak tegang dan mengatakan “suara itu sangat kuat hari ini”. Intervensi keperawatan TERBAIK berdasarkan prinsip keselamatan adalah:
Mengajarkan teknik menghardik saja
Mengajak klien ke terapi kelompok
Mengkaji risiko perilaku kekerasan dan melakukan pengamanan lingkungan
Mengalihkan pembicaraan
Memberikan motivasi verbal
