wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SITO

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Pemeriksaan untuk melihat gambaran kelainan sampel berupa cairan atau jaringan tubuh dapat dilakukan secara mikroskopis. Di laboratorium apakah kelainan ini ditentukan?

a)

Laboratorium kimia klinik

b)

Laboratorium parasitologi

c)

Laboratorium patologi klinik

d)

Laboratorium patologi anatomi

e)

Laboratorium mikrobiologi klinik

2.

Apa nama pemeriksaan yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis terkait gambaran mikroskopis jaringan untuk menentukan sediaan patologis dan normal?

a)

Histokimia

b)

Sitopatologi

c)

Histopatologi

d)

Imunohistokimia

e)

Patologi Molekuler

3.

Salah satu pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi adalah skrining awal terkait gambaran sel yang ditemukan untuk menentukan sediaan patologis dan normal. Apakah nama pemeriksaan yang dimaksud?

a)

Histokimia

b)

Sitopatologi

c)

Histopatologi

d)

Imunohistokimia

e)

Patologi Molekuler

4.

Seorang ATLM melakukan pewarnaan pada sediaan jaringan usus. Apakah nama pewarnaan rutin yang digunakan?

a)

Giemsa

b)

Histokimia

c)

Papanicolaou

d)

Imunohistokimia

e)

Hematoxylin Eosin

5.

Pewarnaan sediaan jaringan didasarkan pada prinsip sederhana, yaitu sifat asam basa dari larutan yang memiliki kecenderungan terikat pada komponen jaringan yang mempunyai kecenderungan terhadap sifat asam ataupun basa. Hematin merupakan senyawa yang terdapat pada hematoxylin akan mengikat komponen sel yang bermuatan negatif. Apakah komponen sel yang dimaksud?

a)

Eritrosit

b)

Kromatin

c)

Sitoplasma

d)

Jaringan ikat

e)

Jaringan kolagen

6.

Bagaimanakah prinsip proses pewarnaan rutin H&E preparat jaringan?

a)

Deparafinisasi–dehidrasi–pewarnaan inti sel–diferensiasi–bluing–pewarnaan sitoplasma–rehidrasi–clearing

b)

Deparafinisasi–rehidrasi–pewarnaan inti sel–diferensiasi–bluing–pewarnaan sitoplasma–dehidrasi–clearing

c)

Deparafinisasi–rehidrasi–pewarnaan inti sel–pewarnaan sitoplasma– diferensiasi–bluing–dehidrasi–clearing

d)

Deparafinisasi–dehidrasi–diferensiasi–bluing–pewarnaan sitoplasma–pewarnaan inti sel–dehidrasi–clearing

e)

Deparafinisasi–rehidrasi–pewarnaan sitoplasma–diferensiasi–bluing–pewarnaan inti sel–dehidrasi–clearing

7.

Salah satu tahapan dalam pewarnaan sediaan jaringan adalah proses penggunaan larutan asam untuk dekolorisasi pewarnaan inti sel yang berlebih. Apakah nama proses yang dimaksud?

a)

Bluing

b)

Rehidrasi

c)

Dehidrasi

d)

Diferensiasi

e)

Deparafinisasi

8.

Tindakan deparafinisasi perlu dilakukan agar jaringan terehidrasi sebelum pewarnaan inti sel. Apa yang harus dilakukan ATLM untuk mendeparafinisasi sediaan jaringan?

a)

Merendam sediaan pada air

b)

Merendam sediaan pada xylol

c)

Merendam sediaan pada formalin 10%

d)

Merendam sediaan pada lithium carbonat

e)

Merendam sediaan pada alkohol bertingkat

9.

Rehidrasi merupakan tahapan penting dalam pewarnaan sediaan untuk mengembalikan air pada jaringan. Bagaimana tahapan rehidrasi yang dimaksud?

a)

Merendam sediaan pada air

b)

Merendam sediaan pada xylol

c)

Merendam sediaan pada lithium carbonat

d)

Merendam sediaan pada alkohol konsentrasi rendah ke tinggi

e)

Merendam sediaan pada alkohol konsentrasi tinggi ke rendah

10.

Seorang pasien mengeluhkan ada pembengkakan pada leher. Pasien tersebut dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi untuk mengetahui penyebab pembengkakan tersebut. Bagaimanakah teknik pengambilan sampel untuk skrining awal pasien tersebut?

a)

Biopsi jaringan

b)

Bilasan bronkus

c)

Tindakan operasi

d)

Apusan tenggorok

e)

Fine needle aspiration citology

11.

Pada pewarnaan preparat jaringan, bluing dilakukan untuk memperjelas warna biru pada inti sel. Apakah nama larutan yang digunakan ATLM untuk proses ini?

a)

Xylol

b)

Eosin

c)

Giemsa

d)

Formalin

e)

Lithium carbonat

12.

Seorang ATLM menutupi permukaan jaringan dengan entelan dan kaca penutup sebagai tahapan akhir dalam pembuatan preparat jaringan. Apakah nama tahapan ini?

a)

Staining

b)

Blocking

c)

Crossing

d)

Mounting

e)

Sectioning

13.

Bagaimanakah prinsip proses pewarnaan sediaan pap smear?

a)

Rehidrasi – pewarnaan inti sel – dekolorisasi – bluing – dehidrasi – pewarnaan sitoplasma – clearing

b)

Dehidrasi – pewarnaan inti sel – bluing – dekolorisasi – rehidrasi – pewarnaan sitoplasma – clearing

c)

Dehidrasi – pewarnaan inti sel – dekolorisasi – bluing – rehidrasi – pewarnaan sitoplasma – clearing

d)

Rehidrasi – pewarnaan sitoplasma – dekolorisasi – bluing – dehidrasi – pewarnaan inti sel – clearing

e)

Rehidrasi – pewarnaan inti sel – pewarnaan sitoplasma – dekolorisasi – bluing – dehidrasi – clearing

14.

Sebuah paket berisi spesimen dalam bentuk slide untuk pemeriksaan pap smear dari rumah sakit rujukan, tiba di laboratorium patologi anatomi. Metode pewarnaan apakah yang harus dilakukan ATLM terhadap spesimen tersebut?

a)

Giemsa

b)

Histokimia

c)

Papanicolaou

d)

Imunohistokimia

e)

Hematoxylin Eosin

15.

Seorang ibu datang ke laboratorium patologi anatomi untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Dokter meminta ATLM untuk membuat apusan dari sekret serviks yang ada pada cytobrush. Sediaan sekret serviks tersebut harus segera difiksasi. Bagaimanakah teknik fiksasi yang tepat pada sediaan tersebut?

a)

Sediaan dibiarkan mengering

b)

Sediaan dipanaskan di atas api Bunsen

c)

Sediaan dicelupkan ke dalam alkohol 95%

d)

Sediaan dicelupkan ke dalam formalin 10%

e)

Sediaan dicelupkan ke dalam larutan Bouin

16.

Bagaimanakah metode pembuatan preparat sampel sputum yang paling tepat untuk pemeriksaan sitopatologi?

a)

Metode oles

b)

Metode tekan

c)

Metode sitospin

d)

Metode sliding smear

e)

Metode tarik dan dorong

17.

Pada formulir permintaan pemeriksaan aspirat FNAB, dokter meminta pewarnaan Giemsa. Bagaimanakah teknik fiksasi yang harus dilakukan ATLM terhadap sediaan tersebut?

a)

Sediaan dipanaskan di atas api Bunsen

b)

Sediaan dicelupkan ke dalam alkohol 95%

c)

Sediaan dicelupkan ke dalam formalin 10%

d)

Sediaan dicelupkan ke dalam larutan Bouin

e)

Sediaan dikeringkan dan ditambahkan metanol

18.

Hasil pewarnaan sampel cairan pleura menggunakan larutan Giemsa menunjukkan sitoplasma berwarna merah muda. Apa nama zat warna pada larutan tersebut yang memberikan warna merah muda?

a)

Eosin dan azur

b)

Hematoksilin dan eosin

c)

Methylene blue dan azur

d)

Orange G dan hematoksilin

e)

Orange G dan eosin alkohol

19.

Saat melakukan kontrol kualitas hasil pewarnaan spesimen sitopatologi, ATLM mengamati sediaan menggunakan mikroskop dan melihat inti sel berwarna biru, sedangkan sitoplasma berwarna merah muda dan hijau. Apa teknik pewarnaan yang dilakukan ATLM sehingga didapatkan gambaran tersebut?

a)

Pewarnaan Giemsa

b)

Pewarnaan Von Kossa

c)

Pewarnaan Gins Burry

d)

Pewarnaan Papanicolaou

e)

Pewarnaan Hematoksilin dan Eosin

20.

Hasil pewarnaan sampel cairan pleura menggunakan larutan Giemsa menunjukkan inti sel berwarna biru. Apa nama zat warna pada larutan tersebut yang memberikan warna biru?

a)

Eosin

b)

Orange G

c)

Hematoksilin

d)

Eosin alkohol

e)

Methylene blue

21.

Saat melakukan kontrol kualitas hasil pewarnaan spesimen sitopatologi, ATLM mengamati sediaan menggunakan mikroskop dan melihat inti sel berwarna biru, sedangkan sitoplasma berwarna merah muda dan hijau. Apa saja zat warna yang digunakan untuk mendapatkan gambaran sediaan seperti di atas?

a)

Eosin, azur dan methylene blue

b)

Methylene blue, azur dan eosin alkohol

c)

Hematoksilin, eosin dan lithium carbonat

d)

Hematoksilin, orange G, dan eosin alkohol

e)

Methylene blue, orange G dan eosin alkohol

22.

Untuk menghindari atau memperkecil kerusakan sel dan jaringan maka perlu dilakukan suatu tindakan yang membuat sel dan jaringan tersebut tidak berubah. Apakah tindakan yang dapat dilakukan ATLM untuk menghindari kerusakan tersebut?

a)

Fiksasi

b)

Blocking

c)

Crossing

d)

Sectioning

e)

Processing

23.

Bagaimanakah tindakan fiksasi yang paling tepat pada sampel jaringan berukuran besar?

a)

Ukuran fiksatif 2 kali dari ukuran sampel

b)

Menggunakan alkohol 70% sebagai fiksatif

c)

Fiksasi jaringan dapat dilakukan setelah tindakan operasi selesai

d)

Memotong-motong jaringan sampai ukuran paling kecil untuk memudahkan fiksasi

e)

Jaringan diberi sayatan dengan untuk memudahkan fiksatif masuk ke dalam jaringan

24.

Supaya mudah dalam mengamati preparat jaringan yang sudah dibuat dengan metode parafin maka diperlukan proses staining. Apa langkah pertama yang dilakukan pada proses tersebut?

a)

Rehidrasi

b)

Deparafinisasi

c)

Inkubasi dalam larutan eosin

d)

Inkubasi dalam larutan alkohol

e)

Inkubasi dalam larutan hematoksilin

25.

Pemrosesan jaringan atau tissue processing adalah proses mengeluarkan air dan zat fiksatif yang ada di dalam jaringan dan menggantinya dengan media yang dapat mengeraskan jaringan, seperti paraffin. Apakah nama tahapan memasukkan paraffin ke dalam jaringan secara infiltrasi?

a)

Clearing

b)

Blocking

c)

Dehidrasi

d)

Impregnasi

e)

Embedding

26.

Berapa minimal bagian yang dipotong pada tahapan grossing pada pembuatan preparat histopatologi jaringan usus?

a)

1 potongan

b)

2 potongan

c)

3 potongan

d)

4 potongan

e)

5 potongan

27.

Bagaimanakah memposisikan jaringan tuba fallopi pada tahapan blocking?

a)

Penampang dinding dan lumen harus terlihat

b)

Potongan harus berisi bidang melintang dan longitudinal

c)

Diposisikan sehingga permukaan epitel dipotong terakhir

d)

Penampang epidermis, dermis dan lapisan subkutan harus terlihat

e)

Diposisikan berdampingan dengan permukaan epitel menghadap ke arah yang sama

28.

Apa yang harus dilakukan seorang ATLM jika salah dalam mengorientasikan jaringan pada pembenaman jaringan di dalam paraffin?

a)

Menambah paraffin cair

b)

Membenamkan ulang jaringan

c)

Memotong jaringan lebih dalam

d)

Melanjutkan ke tahap sectioning

e)

Mengulang pengumpulan sampel

29.

Seorang ATLM melakukan pemotongan mikrotomi blok jaringan. Pada pita jaringan terlihat artefak berupa garis-garis halus. Apa yang harus dilakukan ATLM terhadap kondisi tersebut?

a)

Perkuat penjepit pisau

b)

Mengganti pisau mikrotom

c)

Potong blok jaringan lebih dalam

d)

Bersihkan sisa paraffin pada pisau menggunakan xylol

e)

Menanam ulang jaringan pada paraffin yang lebih keras

30.

Berapakah ketebalan pita jaringan yang paling baik pada pemotongan mikrotom?

a)

1–3 µm

b)

3–5 µm

c)

5–7 µm

d)

7–9 µm

e)

9–11 µm

31.

Mengapa perlu dilakukan pemantapan mutu internal dan eksternal pemeriksaan sitohistologi?

a)

Menjadi pusat rujukan

b)

Jumlah pasien bertambah

c)

Menjaga kepuasan pasien

d)

Menjaga kualitas sediaan untuk penegakan diagnosis

e)

Mendapatkan akreditasi laboratorium yang lebih baik

32.

Laboratorium patologi anatomi menerima sampel berupa jaringan tulang yang telah difiksasi dengan NBF 10%, dengan permintaan jaringan tersebut dibuat preparat HE. Sebelum dilakukan prosesing jaringan, harus dilakukan tahap dekalsifikasi. Larutan apa yang harus digunakan untuk tahap tersebut?

a)

Asam formiat

b)

Formalin

c)

Alkohol

d)

Paraffin

e)

Xilol

33.

Sebuah rumah sakit mengirim sampel hasil biopsi ke laboratorium PA. Pada lembar pengantar tertulis bahwa jaringan tersebut hasil biopsi pada vesica urinaria dengan diagnosa tumor buli-buli. Pada proses pembuatan preparat histopatologi, berapakah volume formalin yang paling baik untuk proses fiksasi?

a)

10 × besar jaringan

b)

20 × besar jaringan

c)

30 × besar jaringan

d)

40 × besar jaringan

e)

50 × besar jaringan

34.

Gambaran histologi morfologi ginjal pada sebuah preparat memperlihatkan struktur yang tidak beraturan dan terjadi penyusutan pada glomerulus sehingga terbentuk celah yang lebih besar dan terlihat vakuolasi pada sel penyusun tubulus. Pada tahapan manakah dalam proses persiapan sediaan histologi yang menyebabkan gambaran preparat demikian?

a)

Fiksasi

b)

Pewarnaan

c)

Pengecoran

d)

Mikrotomi jaringan

e)

Pemrosesan jaringan

35.

Seorang ATLM melakukan kesalahan dalam mengorientasikan jaringan kulit. Dari gambaran histologi sampel tersebut menunjukkan penampang epidermis. Gambaran histologinya seharusnya memperlihatkan penampang epidermis, dermis, dan lapisan subkutan. Pada tahapan apakah ATLM tersebut melakukan kesalahan?

a)

Fiksasi

b)

Pewarnaan

c)

Pengecoran

d)

Pemotongan makro

e)

Pemrosesan jaringan

36.

Seorang ATLM mengamati preparat pulasan histologi sebagai kontrol kualitas sediaan sebelum preparat diserahkan ke dokter spesialis patologi anatomi. ATLM melihat bagian jaringan yang tidak terwarnai. Mengapa hal itu terjadi?

a)

Suhu parafin terlalu tinggi

b)

Waktu dehidrasi terlalu singkat

c)

Sudut pisau mikrotom tidak tepat

d)

Rasio fiksatif dan jaringan tidak sesuai

e)

Adanya residu paraffin pada pita jaringan

37.

Pematangan jaringan merupakan tahapan penting yang akan mempengaruhi pita jaringan hasil mikrotomi. Apa prinsip pematangan jaringan?

a)

Menanam jaringan pada paraffin

b)

Menghilang parafin pada jaringan agar dapat diwarnai

c)

Merendam pita jaringan pada air hangat agar tidak tergulung

d)

Mengganti air dan zat fiksatif di dalam jaringan dengan media paraffin

e)

Mengeluarkan air dan alkohol dan menggantinya dengan media paraffin

38.

Seorang dokter bedah sedang melakukan operasi pengangkatan benjolan pada penderita Ca mammae. Setelah benjolan berhasil diangkat, diserahkan kepada ATLM untuk dibuat preparat. Dokter tersebut menghendaki hasil pemeriksaan preparat tersebut sudah ada sebelum operasi selesai. Teknik pengolahan jaringan apakah yang dapat digunakan untuk mendapatkan hasil secara cepat (durante operasi, hasil sudah jadi)?

a)

Pemeriksaan histopatologi

b)

Pemeriksaan sitologi

c)

Frozen section

d)

Biopsi jarum

e)

FNAB

39.

Setelah jaringan berada di media parafin, jaringan tersebut harus dipotong dengan ketebalan tertentu sehingga dapat ditempatkan pada slide atau preparat. Apakah nama alat yang digunakan dalam proses ini?

a)

Mikrodiluter

b)

Mikropipet

c)

Mikrotom

d)

Scalpel

e)

Cutter

40.

Sampel-sampel ginekolog yang diterima di laboratorium patologi anatomi akan diberi pewarnaan khusus yang bersifat polikromatis. Zat warna ini akan memberikan warna kontras antara inti sel dan sitoplasma. Apa nama zat warna yang dimaksud?

a)

Perak nitrat dan eosin

b)

Hematoksilin dan eosin

c)

Metilen blue, eosin dan azur

d)

Hematoksilin, orange G dan eosin alkohol

e)

Potassium ferrocyanide dan nuclear fast red

41.

Seorang TTLM diminta membuat sediaan apus dari cairan asites penderita kanker ovarium menggunakan pewarnaan Papanicolaou. Sediaan apus yang dibuat langsung dicelupkan ke dalam alkohol 95%. Apa tujuan ATLM melakukan tindakan tersebut?

a)

Mempertahankan struktur dan morfologi sel

b)

Memudahkan proses diagnostik

c)

Meningkatkan intensitas hasil pewarnaan

d)

Menghilangkan cairan spesimen

e)

Mendisinfeksi mikroorganisme

42.

Seorang TTLM menerima spesimen jaringan pasien yang diduga mengalami gangguan ginjal. Spesimen yang telah difiksir selanjutnya diproses sampai didapatkan slaid jaringan. Sesuai order dokter pengirim, slaid jaringan diwarnai dengan Hematoksilin Eosin. Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan artefak berupa pigmen hematin yang seharusnya tidak ada pada slaid. Apakah yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus tersebut?

a)

Dekalsifikasi menggunakan asam format

b)

Bluing memakai Tap Water

c)

Dekolorisasi pada larutan asam alkohol

d)

Fiksasi dengan formalin buffer netral

e)

Dehemoglobinasi

43.

Berikut ini yang bukan merupakan aspek yang digunakan untuk jaminan mutu pemeriksaan histopatologi pada tahapan pra-analitik adalah ...

a)

Spesimen hilang

b)

Kesalahan pelabelan

c)

Keterangan klinik yang cukup

d)

Kualitas pewarnaan kurang baik

e)

Kesalahan penerimaan spesimen

44.

Seorang TTLM melakukan tahapan fiksasi pada spesimen biopsi Ca mammae yang dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi. TTLM melakukan pemotongan pada spesimen jaringan tersebut sesuai arahan Dokter PA untuk mengambil bagian yang representatif. TTLM memotong jaringan menjadi lebih kecil memasukkannya ke dalam tissue cassette untuk proses pematangan. Apa tahapan yang dilakukan oleh TTLM pada kasus tersebut?

a)

Cryostat

b)

Sectioning

c)

Grossing

d)

Trimming

e)

Cutting

45.

Seorang TTLM menerima sampel jaringan ca mamae, kemudian dilakukan pengolahan sampel ke tahap pematangan jaringan lalu dilanjut dengan tahapan penanaman jaringan. Pada tahapan ini TTLM mulai menuangkan cairan parafin ke base mold. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh TTLM tersebut?

a)

Tutup dengan kaset jaringan

b)

Dinginkan dengan kondisi alas base mold dingin

c)

Posisikan jaringan berdasarkan jenisnya

d)

Tuangkan paraffin cair kembali hingga batas maksimal

e)

Dinginkan dasar dari base mold sehingga posisi tidak terjadi perubahan

46.

Seorang TTLM melakukan pembuatan preparat spesimen FNAB. Dokter meminta pewarnaan Papanicolaou terhadap spesimen tersebut. Tahapan awal yang dilakukan adalah menyiapkan object glass yang bersih dan membuat apusan sepanjang luas object glass. Apusan tersebut mengering di udara sebelum dicelupkan pada alkohol 96%. Apa tindakan yang dapat dilakukan TTLM pada kasus tersebut?

a)

Melaporkan hasil pembuatan apusan

b)

Melanjutkan ke tahap pewarnaan

c)

Mengulangi pembuatan apusan

d)

Melanjutkan ke tahap fiksasi

e)

Menggenggam apusan dengan metanol

47.

Seorang TTLM melakukan pewarnaan Papanicolaou pada spesimen apus sampel sekret serviks yang diterima di laboratorium PA. Setelah melakukan pewarnaan, TTLM mengamati kualitas hasil pewarnaan dan menemukan sel-sel yang mengandung keratin. Tahapan pewarnaan manakah yang menyebabkan kondisi sel pada kasus tersebut?

a)

Pewarnaan menggunakan hematoksilin

b)

Pengecatan dengan orange G

c)

Pencelupan pada eosin alkohol

d)

Bluing

e)

Diferensiasi

48.

Seorang TTLM membuat sediaan apus dari spesimen cairan asites. Sediaan tersebut selanjutnya diwarnai menggunakan pewarnaan Papanicolaou. Salah satu tahapan yang dilakukan TTLM tersebut adalah memasukkan sediaan ke dalam alkohol konsentrasi bertingkat dimulai dari alkohol konsentrasi lebih rendah dan selanjutnya ke alkohol konsentrasi lebih tinggi. Apa tujuan TTLM menggunakan reagen pada kasus tersebut?

a)

Dekalsifikasi

b)

Fiksasi

c)

Dehidrasi

d)

Diferensiasi

e)

Clearing

49.

Seorang TTLM membuat sediaan histologi jaringan miometrium tumor seorang wanita yang berumur 50 tahun. Sediaan tersebut telah diwarnai secara HE dan dilanjutkan mounting menggunakan media mounting dan cover slip. Apa tujuan tahap akhir pada kasus tersebut?

a)

Memudahkan pengamatan sampai sel terkecil

b)

Melindungi sediaan dari kerusakan dan kontaminasi

c)

Membantu zat pewarna jaringan agar tidak mongering

d)

Memperjelas struktur jaringan

e)

Mencegah terbentuknya gelembung

50.

Manakah kriteria berikut yang termasuk pemantapan mutu eksternal berdasarkan kesesuaian tahapan analitik?

a)

Pita jaringan tidak terlipat

b)

Kesesuaian cairan fiksatif

c)

Jaringan terfiksasi sempurna

d)

Ketepatan jenis jaringan

e)

Penggunaan wadah yang sesuai