NEW
Font size
Worksheetsquis farset 1
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Harga dalam apotek adalah nilai uang yang harus dibayar konsumen untuk memperoleh …
A. Jasa apoteker
B. Produk obat
C. Resep dokter
D. Alat kesehatan
Penentuan harga obat di apotek dipengaruhi oleh faktor berikut, kecuali …
A. Biaya operasional apotekker
B. Jenis obat
C. Warna kemasan obat
D. Permintaan pasar
HNA merupakan singkatan dari …
A. Harga Netto Apotek
B. Harga Nasional Apotek
C. Harga Nilai Apotek
D. Harga Normal Apotek
Yang dimaksud dengan HNA adalah …
A. Harga jual ke konsumen
B. Harga eceran tertinggi
C. Harga modal awal apotek dari distributor
D. Harga setelah ditambah margin
Komponen yang termasuk dalam perhitungan HNA adalah …
A. Harga faktur, diskon, dan PPN
B. Harga jual dan margin
C. Margin dan biaya operasional
D. Tuslah dan embalage
Besarnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan pada obat di apotek adalah …
A. 5%
B. 10%
C. 11%
D. 12%
Harga Jual Apotek (HJA) adalah …
A. Harga yang ditetapkan distributor
B. Harga yang dibebankan kepada konsumen
C. Harga sebelum pajak
D. Harga tanpa margin
Rumus yang benar untuk menghitung HJA adalah …
A. HJA = Harga Faktur + Diskon
B. HJA = HNA + Margin + PPN
C. HJA = HNA – Margin
D. HJA = HET + PPN
Harga Jual Apotek (HJA) adalah …
A. Harga yang ditetapkan distributor
B. Harga yang dibebankan kepada konsumen
C. Harga sebelum pajak
D. Harga tanpa margin
Margin atau mark up dalam apotek adalah …
A. Pajak yang dibayarkan apotek
B. Potongan harga dari distributor
C. Persentase keuntungan apotek
D. Biaya operasional apotek
OTC (Over The Counter) adalah metode penjualan obat yang …
A. Hanya dapat dibeli dengan resep dokter
B. Dijual bebas tanpa resep dokter
C. Hanya untuk obat paten
D. Hanya untuk obat keras
Komponen yang termasuk dalam strategi apotek (X) pada harga resep adalah …
A. HNA dan HET
B. Diskon dan margin
C. Tuslah dan embalage
D. PPN dan margin
Tuslah untuk sediaan racikan yang tercantum dalam materi adalah sebesar …
A. Rp1.000
B. Rp1.500
C. Rp2.000
D. Rp2.500
Sistem suspensi dalam farmasetika merupakan sistem …
A. Satu fase
B. Dua fase
C. Tiga fase
D. Empat fase
Suspensi adalah sediaan farmasi yang mengandung bahan obat padat yang …
A. Larut sempurna dalam cairan
B. Tidak larut dan terdispersi dalam cairan pembawa
C. Larut sebagian dalam minyak
D. Menguap dalam udara
Zat padat dalam suspensi harus memiliki sifat berikut, kecuali …
A. Berbentuk halus
B. Tidak cepat mengendap
C. Sulit terdispersi kembali
D. Dapat terdispersi kembali setelah dikocok
Berdasarkan penggunaannya, suspensi dibagi menjadi berikut ini, kecuali …
A. Suspensi oral
B. Suspensi topikal
C. Suspensi parenteral
D. Suspensi inhalasi
Berdasarkan penggunaannya, suspensi dibagi menjadi berikut ini, kecuali …
A. Suspensi oral
B. Suspensi topikal
C. Suspensi parenteral
D. Suspensi inhalasi
Tipe suspensi yang partikel-partikelnya membentuk flok disebut …
A. Suspensi terdeflokulasi
B. Suspensi terflokulasi
C. Suspensi koloid
D. Suspensi emulsi
Salah satu persyaratan suspensi yang baik adalah …
A. Cepat mengendap dan keras
B. Sulit dikocok
C. Mudah dituang dan mudah dikocok
D. Sangat encer seperti air
Ukuran partikel zat padat untuk suspensi halus adalah …
A. 0,1 – 0,5 µ
B. 0,5 – 10 µ
C. 10 – 50 µ
D. > 50 µ
Ukuran partikel 10–50 µ termasuk ke dalam kategori …
A. Suspensi halus
B. Suspensi sangat halus
C. Suspensi kasar
D. Emulsi
Pada etiket sediaan suspensi harus tertulis peringatan ....
A. Simpan di lemari es
B. Habiskan dalam 3 hari
C. Kocok dahulu
D. Obat keras
Bahan pensuspensi alami umumnya berasal dari …
A. Alkohol
B. Minyak mineral
C. Gom atau hidrokolloid
D. Parafin
Fungsi gom dalam suspensi adalah …
A. Cahaya dan oksigen
B. Panas, pH, dan fermentasi bakteri
C. Warna dan bau
D. Tekanan udara
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang …
A. Mengendap sempurna
B. Terlarut secara molekuler
C. Tersuspensi kasar
D. Tidak homogenD. Tekanan udara
Zat pelarut dalam larutan disebut …
A. Solute
B. Dispersan
C. Solvent
D. Adsorben
Zat yang terlarut dalam larutan disebut …
A. Solvent
B. Solute
C. Medium
D. Adsorben
Keuntungan utama penggunaan larutan sebagai bentuk sediaan adalah …
A. Mudah mengendap
B. Tidak stabil
C. Keseragaman dosis terjamin
D. Sulit diencerkan
Larutan yang mengandung jumlah maksimum zat yang dapat larut pada suhu tertentu disebut …
A. Larutan encer
B. Larutan lewat jenuh
C. Larutan jenuh
D. Larutan buffer
Prinsip “like dissolves like” berhubungan dengan faktor …
A. Temperatur
B. Pengadukan
C. Polaritas
D. Ukuran partikel
Peristiwa meningkatnya kelarutan zat karena penambahan pelarut lain disebut …
A. Salting out
B. Salting in
C. Co-solvency
D. Kompleksasi
Contoh peristiwa salting out adalah …
A. Riboflavin larut dengan nicotinamid
B. Iodium larut dalam KI
C. Minyak atsiri mengendap setelah penambahan NaCl
D. Luminal larut dalam gliserin
Zat padat yang kelarutannya meningkat dengan kenaikan suhu bersifat …
A. Eksoterm
B. Endoterm
C. Netral
D. Katalitik
Pembentukan kompleks bertujuan untuk …
A. Menurunkan kelarutan
B. Membentuk endapan
C. Meningkatkan kelarutan zat sukar larut
D. Menghilangkan pelarut
Salah satu keuntungan bentuk sediaan larutan adalah …
A. Volume kecil
B. Kerja awal obat lebih cepat
C. Lebih stabil dari tablet
D. Sulit diberi perasa
Sediaan larutan oral yang menggunakan campuran air dan etanol sebagai pelarut disebut …
A. Sirup
B. Potio
C. Elixir
D. Guttae
Sirup simplex menurut materi mengandung gula sebanyak …
A. 50%
B. 60%
C. 65%
D. 70%
Sediaan larutan pekat yang harus diencerkan sebelum digunakan untuk berkumur adalah …
A. Litus oris
B. Gargarisma
C. Guttae
D. Collyrium
Tulisan peringatan yang harus ada pada etiket gargarisma adalah …
A. Hanya untuk kumur, tidak ditelan
C.\
Simpan di tempat sejuk
B
. Kocok dahulu
D
. Untuk pemakaian luar
Emulsi terdiri atas paling sedikit … cairan yang tidak saling bercampur.
A. satu
B. Dua
C. tiga
D. Empat
Zat yang berfungsi menstabilkan emulsi disebut …
A. Emulgator
B. solvent
C. solute
D. kompleks
Emulsi tipe o/w (m/a) adalah emulsi dimana …
A. Air terdispersi dalam minyak
B. Minyak terdispersi dalam air
C. Air dan minyak bercampur sempurna
D. Minyak sebagai fase eksternal
Emulsi tipe w/o (a/m) memiliki karakteristik …
A. Air sebagai fase eksternal
B. Mudah dicuci dengan air
C. Air sebagai fase internal
D. Tidak berminyak
Emulsi ganda dikenal juga sebagai …
A. Emulsi sederhana
B. Emulsi tunggal
C. Emulsi dalam emulsi
D. Emulsi koloid
Salah satu tujuan utama pembuatan emulsi adalah …
A. Membuat obat lebih pahit
B. Menggabungkan zat larut air dan larut minyak
C. Menurunkan viskositas sediaan
D. Mempercepat degradasi obat
Emulsi yang umumnya digunakan untuk pemakaian oral adalah tipe …
A.w/o
B.emulsi ganda
C. emulsi padat
D. o/w
Fungsi utama emulgator dalam emulsi adalah …
A.Menambah warna
B.Mengawetkan sediaan
C. Melarutkan zat aktif
D.Menurunkan tegangan antarmuka
Contoh bahan pengemulsi alami yang berasal dari tumbuhan adalah …
A. Gelatin
B. Kasein
C. Kolesterol
D.Akasia
Salah satu aplikasi emulsi di bidang farmasi adalah …
A. Tablet kunyah
B. Emulsi intravena
C. Serbuk tabur
D. Kapsul keras
