Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TEKS ANEKDOT

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat sesi tanya jawab, Ali bertanya, "Pak, apa kepanjangan dari KUHP?" Dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. Ahmad menjawab dengan tegas, "Kasih Uang Habis Perkara, Pak!"

Kritik utama yang ingin disampaikan dalam kutipan anekdot tersebut adalah...

a)

Dosen yang tidak mampu menjawab pertanyaan mahasiswa

b)

Ketidaktahuan mahasiswa terhadap kepanjangan hukum formal

c)

Sindiran terhadap praktik suap dalam sistem peradilan

d)

Kelesuan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan umum

e)

Pentingnya menghafal singkatan undang-undang bagi calon pengacara

2.

Di kantin sekolah, seorang siswa berkata pada temannya, "Pejabat kita itu sangat rendah hati ya." Temannya bingung, "Kok bisa?" Siswa itu menjawab, "Iya, buktinya mereka sangat sering 'turun ke jalan' kalau mau pemilu saja."

Makna tersirat dari frasa 'turun ke jalan' dalam konteks anekdot tersebut adalah...

a)

Hobi pejabat untuk berjalan kaki di trotoar.

b)

Demonstrasi yang dilakukan oleh para pejabat.

c)

Kerendahhatian yang tulus dari seorang pemimpin.

d)

Pencitraan politik yang dilakukan hanya demi suara pemilih.

e)

Pejabat yang peduli dengan nasib rakyat kecil.

3.

Seorang petugas kebersihan sedang menyapu jalanan. Tiba-tiba ada mobil mewah lewat dan membuang sampah botol plastik keluar jendela. Petugas itu berteriak, "Woi, lihat dong tempat sampahnya!" Pengemudi mobil berhenti dan menjawab, "Saya kan cuma membantu Anda supaya tidak kehilangan pekerjaan!"

Nilai sosial yang ingin dikritik melalui tokoh pengemudi mobil adalah...

a)

Kesombongan dan kurangnya kesadaran menjaga kebersihan.

b)

Kecepatan mobil yang membahayakan petugas.

c)

Kurangnya lapangan pekerjaan di perkotaan.

d)

Kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin.

e)

Keadilan bagi para petugas kebersihan jalan.

4.

Struktur teks anekdot yang benar adalah ...

a)

orientasi-krisis-reaksi-abstraksi-koda

b)

orientasi-abstraksi-krisis-reaksi-koda

c)

abstraksi-orientasi-reaksi-krisis-koda

d)

abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda

e)

abstraksi-orientasi-koda-krisis-reaksi

5.

"Seorang warga melapor kehilangan motor ke polisi. Polisi bertanya, 'Ada saksi?' Warga menjawab, 'Ada Pak, CCTV.' Polisi berkata, 'Waduh, kalau pakai CCTV urusannya ribet, mending ikhlaskan saja, harganya lebih mahal dari motor Bapak.'"

Sindiran dalam teks tersebut ditujukan kepada...

a)

Kecanggihan teknologi CCTV yang sulit dipahami.

b)

Kecerobohan warga yang kehilangan motornya.

c)

Mahalnya harga alat-alat elektronik saat ini.

d)

Ketidakmampuan warga dalam menjaga barang pribadi.

e)

Prosedur hukum yang berbelit-belit dan biaya pengurusan yang mahal.

6.

Manakah dari kalimat berikut yang menggunakan konjungsi temporal yang tepat untuk membangun struktur teks anekdot?

a)

Bahwa masalah itu harus segera diselesaikan.

b)

Atau mungkin dia lupa dengan janjinya sendiri.

c)

Maka dari itu, dia tidak pernah datang lagi ke sana.

d)

Meskipun hujan, dia tetap pergi ke pengadilan.

e)

Akhirnya, setelah menunggu lama, hakim memutuskan perkara.

7.

Seorang narapidana bertanya kepada sipir, "Pak, berapa lama saya dihukum?" Sipir menjawab, "10 tahun." Narapidana bertanya lagi, "Gara-gara apa?" Sipir menjawab, "Cuma gara-gara mencuri satu buah nangka." Narapidana protes, "Kok lama sekali?" Sipir menjawab, "Masalahnya nangka itu ada di dalam truk, dan truknya kamu bawa sekalian."

Interpretasi yang paling tepat terhadap perilaku tokoh narapidana adalah...

a)

Dia tidak mengerti hukum di negaranya.

b)

Dia merasa tidak bersalah karena hanya lapar.

c)

Dia mencoba mengecilkan kesalahan yang dilakukannya.

d)

Dia adalah korban salah tangkap pihak kepolisian.

e)

Dia sangat jujur mengakui perbuatannya.

8.

Dalam teks anekdot, sering digunakan pertanyaan retoris. Manakah di bawah ini yang merupakan contoh pertanyaan retoris?

a)

Kapan pemilu akan dilaksanakan?

b)

Berapa harga buku ini?

c)

Siapa namamu?

d)

Di mana letak kantor polisi terdekat?

e)

Apakah kita mau melihat korupsi terus merajalela?

9.

"Di sebuah sidang, jaksa baru saja selesai membacakan tuntutan. Tiba-tiba terdakwa tertawa terbahak-bahak. Hakim bertanya, 'Kenapa kamu tertawa?' Terdakwa menjawab, 'Saya hanya geli melihat Bapak mencoba mencari kebenaran di tumpukan uang yang sudah saya berikan ke pengacara Bapak.'"

Konflik utama dalam teks di atas adalah...

a)

Indikasi adanya praktik suap dalam sistem peradilan.

b)

Ketidaksopanan terdakwa di hadapan hakim.

c)

Perselisihan antara jaksa dan pengacara mengenai hukum.

d)

Ketidakpuasan terdakwa atas tuntutan jaksa.

e)

Terdakwa yang mengalami gangguan jiwa saat sidang.

10.

Seorang turis asing heran melihat cara antre di sebuah loket. Dia bertanya pada petugas, "Kenapa orang di sini suka menyerobot antrean?" Petugas menjawab dengan tenang, "Mereka bukan menyerobot, Sir. Mereka hanya sedang latihan ketangkasan untuk bertahan hidup."

Sudut pandang petugas dalam menjawab pertanyaan turis tersebut menunjukkan...

a)

Dukungan penuh terhadap perilaku tidak disiplin.

b)

Ketidaktahuan petugas tentang aturan antre internasional.

c)

Kebanggaan terhadap budaya antre yang tertib.

d)

Eufemisme (penghalusan kata) untuk menutupi kebiasaan buruk masyarakat.

e)

Kemarahan petugas terhadap pertanyaan turis asing.

11.

Bagian 'Abstrak' dalam teks anekdot berfungsi untuk...

a)

Menjelaskan latar belakang tokoh secara mendetail.

b)

Memberikan gambaran tentang apa yang akan terjadi dalam teks.

c)

Menyampaikan kritik secara langsung di awal cerita.

d)

Menutup cerita dengan pesan moral.

e)

Menyelesaikan masalah yang ada dalam krisis.

12.

"Seorang calon anggota dewan berjanji, 'Jika saya terpilih, saya akan membangun jembatan di desa ini.' Warga berbisik, 'Tapi Pak, di desa kita tidak ada sungai.' Calon itu menjawab, 'Tenang saja, sungainya akan saya bangun juga!'"

Sifat tokoh calon anggota dewan dalam anekdot tersebut adalah...

a)

Sangat peduli terhadap infrastruktur desa.

b)

Memberikan janji kosong tanpa melihat kebutuhan nyata.

c)

Kreatif dalam menyelesaikan masalah geografi.

d)

Visioner dan penuh rencana masa depan.

e)

Jujur dan terbuka kepada warga.

13.

(1) Pencuri: "Pak, saya terpaksa mencuri karena tidak punya uang untuk beli obat."

(2) Hakim: "Tapi kamu mencuri perhiasan emas, bukan obat!"

(3) Pencuri: "Iya Pak, supaya kalau saya jual, sisanya bisa buat modal buka apotek."

Bagian yang merupakan 'Krisis' dari dialog tersebut ditunjukkan pada nomor...

a)

(1)

b)

(1) dan (2)

c)

(2)

d)

(2) dan (3)

e)

(3)

14.

(Abstrak): Seorang aktivis lingkungan sedang melakukan survei di pinggiran sungai yang penuh sampah. (Orientasi): [ . . . . . ]

(Krisis): Aktivis bertanya, "Pak, kenapa Bapak membuang sampah ke sungai? Apa tidak takut banjir?" (Reaksi): Warga menjawab, "Banjir itu urusan alam, Mas. Kalau saya tidak buang ke sini, nanti petugas kebersihan tidak ada kerjanya, kasihan mereka jadi pengangguran."

a)

Sungai tersebut mengalir sangat deras karena hujan baru saja turun dengan sangat lebatnya.

b)

Aktivis tersebut mencatat jumlah sampah plastik yang ia temukan di sepanjang bantaran sungai.

c)

Ia melihat seorang warga dengan santainya mengangkut satu karung sampah menuju tepi jembatan.

d)

Pemerintah daerah sebenarnya sudah menyediakan bak sampah besar di setiap sudut desa tersebut.

e)

Sampah-sampah itu terlihat menumpuk hingga menutupi permukaan air yang berwarna hitam pekat.

15.

Kalimat yang menggunakan konjungsi temporal (waktu) adalah...

a)

Dia tetap pergi meskipun hujan lebat.

b)

Pejabat itu berjanji, kemudian ia melupakan janjinya.

c)

Saya atau dia yang akan berangkat ke Jakarta?

d)

Karena malas belajar, ia gagal ujian.

e)

Ibu guru bertanya kepada para siswa yang berisik.