wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Prediksi Soal Uji Pengetahuan PPG - SKI 2025 (Batch 4)

Total questions: 34

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru SKI merencanakan pembelajaran tentang kondisi spiritual masyarakat Arab pra-Islam dengan fokus pada praktik penyembahan berhala. Guru ingin peserta didik mengembangkan sikap syukur atas nikmat keimanan kepada Allah SWT. Rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat adalah...

a)

Peserta didik mampu menjelaskan praktik penyembahan berhala di Jazirah Arab pra-Islam dengan benar

b)

Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran spiritual bangsa Arab pra-Islam

c)

Peserta didik menunjukkan sikap syukur atas nikmat iman dengan membandingkan kondisi spiritual masyarakat Arab pra-Islam dan pasca-Islam dalam refleksi tertulis

d)

Peserta didik terampil membuat infografis tentang perbandingan agama-agama di Jazirah Arab pra-Islam

e)

Peserta didik mampu mempresentasikan dampak politeisme terhadap kehidupan sosial masyarakat Arab

2.

Dalam pembelajaran materi "Strategi Dakwah Nabi Muhammad di Makkah", seorang guru ingin peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis metode dakwah yang relevan dengan konteks zaman. Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai adalah...

a)

Peserta didik dapat menyebutkan tahapan-tahapan dakwah Nabi Muhammad di Makkah dengan urut

b)

Peserta didik mampu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Nabi Muhammad dalam berdakwah di Makkah

c)

Peserta didik mampu menganalisis kesesuaian strategi dakwah sirriyyah dan jahrriyyah dengan kondisi sosio-politik Makkah serta mengkritisi relevansinya dengan konteks dakwah kontemporer

d)

Peserta didik dapat menghafal nama-nama sahabat yang masuk Islam pada periode Makkah

e)

Peserta didik memahami perbedaan dakwah periode Makkah dan Madinah

3.

Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang sistem pemerintahan Abu Bakar As-Siddiq dengan fokus pada penanganan riddah dan penyatuan umat. Guru ingin mengembangkan semangat gotong royong peserta didik. Rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang tepat adalah...

a)

Peserta didik terampil membuat peta konsep kebijakan Abu Bakar dalam mengatasi perpecahan umat Islam

b)

Peserta didik mampu menjelaskan strategi Abu Bakar dalam perang riddah dengan sistematis

c)

Peserta didik terampil merancang dan melaksanakan proyek kolaboratif simulasi musyawarah penyelesaian konflik dengan meneladani kebijaksanaan Abu Bakar dalam menyatukan umat

d)

Peserta didik dapat menghafal nama-nama tokoh yang terlibat dalam perang riddah

e)

Peserta didik mampu membandingkan gaya kepemimpinan Abu Bakar dengan Umar bin Khattab

4.

Dalam pembelajaran tentang teori masuknya Islam di Indonesia, seorang guru mengangkat kontroversi antara teori Gujarat, Persia, dan Arab. Guru ingin peserta didik mengembangkan sikap penerimaan terhadap keragaman tradisi lokal yang berpadu dengan Islam. Indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai adalah...

a)

Peserta didik menunjukkan sikap toleran dengan tidak memaksakan satu teori sebagai yang paling benar

b)

Peserta didik menghargai pluralitas pendapat tentang teori masuknya Islam di Indonesia

c)

Peserta didik menunjukkan sikap apresiasi terhadap akulturasi budaya lokal Nusantara dengan nilai-nilai Islam dengan mengidentifikasi dan mempresentasikan minimal 3 tradisi lokal yang mengandung nilai-nilai Islam di lingkungannya

d)

Peserta didik memahami bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kajian sejarah

e)

Peserta didik dapat menjelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan damai

5.

Pembelajaran tentang sistem pemerintahan Dinasti Ayyubiyah difokuskan pada strategi Salahuddin Al-Ayyubi dalam merebut kembali Yerusalem. Guru ingin peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif dalam konteks kepemimpinan strategis. Indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang tepat adalah...

a)

Peserta didik dapat menyebutkan strategi militer Salahuddin Al-Ayyubi dalam Perang Hattin

b)

Peserta didik mampu menjelaskan faktor-faktor keberhasilan Dinasti Ayyubiyah merebut Yerusalem

c)

Peserta didik mampu mengevaluasi strategi kepemimpinan Salahuddin Al-Ayyubi dan merancang model kepemimpinan strategis modern yang mengadaptasi prinsip-prinsip diplomasi dan humanisme Ayyubiyah dalam konteks tantangan global kontemporer

d)

Peserta didik memahami latar belakang Perang Salib dan peran Dinasti Ayyubiyah

e)

Peserta didik dapat membandingkan kekuatan militer Dinasti Ayyubiyah dengan pasukan Salib

6.

Seorang guru merencanakan pembelajaran tentang "Agama Bangsa Arab Pra-Islam" dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Guru menyajikan masalah: "Mengapa politeisme berkembang pesat di Jazirah Arab meski Ibrahim AS telah menyebarkan tauhid?" Analisis struktur materi ajar yang paling sesuai adalah...

a)

Guru memulai dengan menjelaskan biografi para nabi sebelum Muhammad SAW secara kronologis

b)

Guru menganalisis struktur materi dengan mengidentifikasi konsep kunci (tauhid vs politeisme), faktor historis (isolasi geografis, tradisi nenek moyang), dan dampak sosial-spiritual, kemudian menghubungkannya dengan masalah kontekstual kemerosotan nilai tauhid

c)

Guru menyuruh peserta didik menghafal nama-nama berhala yang disembah bangsa Arab

d)

Guru menampilkan video tentang Ka'bah dan sejarahnya

e)

Guru memberikan kuis tentang tokoh-tokoh penting Arab pra-Islam

7.

Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Project-Based Learning tentang "Kondisi Sosio-Kultural Masyarakat Madinah Pra-Hijrah", guru memberikan proyek: "Buat film pendek tentang konflik suku Aus dan Khazraj". Analisis struktur materi ajar yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran adalah...

a)

Guru menjelaskan kronologi perang Buats secara detail di awal pembelajaran

b)

Guru menganalisis struktur materi dengan memfasilitasi peserta didik mengidentifikasi akar konflik (persaingan ekonomi-politik), dinamika hubungan antar-suku, peran suku Yahudi, dan mengintegrasikannya dalam narasi proyek yang menunjukkan kompleksitas sosial Madinah pra-Hijrah

c)

Guru memberikan naskah film yang sudah jadi untuk dipraktikkan peserta didik

d)

Guru menugaskan peserta didik mencari informasi sendiri tanpa bimbingan

e)

Guru meminta peserta didik menghafal nama-nama tokoh suku Aus dan Khazraj

8.

Seorang guru mengevaluasi pembelajaran materi "Kepemimpinan Abu Bakar dan Umar bin Khattab" dengan pendekatan Discovery-Based Learning (DBL). Dalam evaluasi, guru menemukan peserta didik kesulitan memahami perbedaan gaya kepemimpinan keduanya. Penguraian materi ajar yang paling tepat untuk evaluasi tujuan pembelajaran adalah...

a)

Guru memberikan soal pilihan ganda tentang kebijakan Abu Bakar dan Umar

b)

Guru menugaskan peserta didik membuat tabel perbandingan kebijakan Abu Bakar dan Umar

c)

Guru menguraikan materi dengan mengidentifikasi karakteristik kepemimpinan masing-masing (Abu Bakar: konsensus-konsolidatif, Umar: inovatif-administratif), menganalisis konteks keputusan mereka, dan memfasilitasi peserta didik menemukan prinsip kepemimpinan adaptif sesuai situasi

d)

Guru menjelaskan ulang materi dari awal secara ceramah

e)

Guru memberikan remedial dengan soal yang lebih mudah

9.

Dalam perencanaan pembelajaran tentang "Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Kepemimpinan Utsman bin Affan" dengan pendekatan TPACK, guru ingin menyusun alur materi secara logis. Alur materi yang paling tepat adalah...

a)

Biografi Utsman → Kebijakan politik → Pembukuan Al-Qur'an → Perluasan wilayah → Kontroversi dan wafat

b)

Kondisi politik saat Utsman menjadi khalifah → Kodifikasi Al-Qur'an sebagai tonggak literasi → Pembangunan infrastruktur pendidikan → Mobilisasi ulama → Perkembangan keilmuan → Evaluasi dampak dengan analogi digitalisasi pendidikan modern

c)

Pemilihan Utsman sebagai khalifah → Perang-perang pada masa Utsman → Pembangunan ekonomi → Wafatnya Utsman

d)

Silsilah keluarga Utsman → Perannya sebelum menjadi khalifah → Kontroversi nepotisme → Pembunuhan Utsman

e)

Masa kecil Utsman → Masuk Islam → Hijrah ke Madinah → Jasa-jasanya → Menjadi khalifah

10.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tentang "Sejarah Masuknya Islam di Eropa melalui Andalusia" dengan pendekatan Deep Learning, guru ingin peserta didik memahami transfer pengetahuan Islam ke Barat. Alur materi yang paling logis adalah...

a)

Penaklukan Andalusia → Dinasti Umayyah di Spanyol → Kemunduran dan Reconquista

b)

Biografi Tariq bin Ziyad → Perang Gibraltar → Pembentukan Cordoba → Perpustakaan Cordoba

c)

Konteks ekspansi Islam abad 8 M → Strategi penaklukan Andalusia → Periodisasi pemerintahan Islam di Spanyol → Transfer ilmu pengetahuan (Bait al-Hikmah → Universitas Eropa) → Analisis pengaruh peradaban Islam terhadap Renaissance Eropa → Refleksi tentang dialog peradaban

d)

Kejayaan Cordoba → Perpustakaan dan universitas → Tokoh-tokoh ilmuwan Muslim → Akhir kekuasaan Islam di Spanyol

e)

Perjalanan Tariq bin Ziyad → Pembangunan Alhambra → Perang dengan kerajaan Kristen → Jatuhnya Granada

11.

Seorang guru mengajarkan "Faktor-faktor Penyebab Runtuhnya Dinasti Ayyubiyah" dengan model pelayanan konseling (untuk peserta didik yang kesulitan memahami hubungan sebab-akibat dalam sejarah). Alur materi yang tepat dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran adalah...

a)

Menjelaskan secara kronologis peristiwa keruntuhan Dinasti Ayyubiyah

b)

Memberikan soal esai tentang faktor keruntuhan Dinasti Ayyubiyah

c)

Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik → Menyederhanakan konsep kompleks menjadi pola sebab-akibat visual → Memfasilitasi diskusi personal/kelompok kecil → Membangun pemahaman bertahap → Evaluasi pemahaman dengan scaffolding

d)

Memberikan remedial dengan materi yang lebih sederhana

e)

Menugaskan peserta didik membaca buku teks dan membuat ringkasan

12.

Dalam pelaksanaan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema "Bhinneka Tunggal Ika", guru SKI ingin mengintegrasikan nilai-nilai P5 dalam pembelajaran. Pengembangan materi ajar yang paling sesuai adalah...

a)

Guru menjelaskan pengertian Bhinneka Tunggal Ika dan contohnya dalam kehidupan

b)

Guru mengembangkan materi dengan mengidentifikasi nilai kebhinekaan dalam sejarah Islam (toleransi Piagam Madinah, koeksistensi Andalusia), mengaitkannya dengan dimensi P5 (berkebhinekaan global), dan merancang aktivitas kolaboratif antar-kelompok berbeda latar belakang untuk menghasilkan proyek nyata di komunitas

c)

Guru menugaskan peserta didik membuat poster tentang toleransi beragama

d)

Guru menjelaskan bahwa Islam mengajarkan toleransi kepada non-Muslim

e)

Guru mengadakan kunjungan ke tempat ibadah agama lain

13.

Dalam implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (PPRA) tema "Akhlak Kepada Alam", guru SKI melaksanakan pembelajaran tentang etika lingkungan dalam ajaran Islam. Pengembangan materi ajar nilai PPRA yang tepat adalah...

a)

Guru menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an tentang pelestarian alam

b)

Guru menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW yang menyayangi hewan dan tumbuhan

c)

Guru mengembangkan materi dengan mengeksplorasi konsep khalifah fil ardh dan hima (konservasi Islam klasik), menganalisis praktik keberlanjutan dalam sejarah peradaban Islam (sistem irigasi Andalusia, wakaf untuk pelestarian hutan), dan memfasilitasi peserta didik merancang aksi nyata pelestarian lingkungan berbasis nilai Islam

d)

Guru menugaskan peserta didik menanam pohon di sekolah

e)

Guru memutar video tentang kerusakan lingkungan dan mengaitkannya dengan dosa

14.

Seorang guru menemukan fenomena di masyarakat: sekelompok umat Islam menolak praktik tahlilan dan yasinan dengan alasan bid'ah, sementara kelompok lain mempertahankannya sebagai tradisi. Guru ingin mengajarkan moderasi beragama melalui materi "Konsep Wasathiyyah dalam Islam". Pengembangan materi yang tepat untuk evaluasi tujuan pembelajaran adalah...

a)

Guru menjelaskan bahwa tahlilan adalah budaya lokal yang tidak bertentangan dengan Islam

b)

Guru menyatakan bahwa perbedaan pendapat dalam furuiyyah adalah hal yang wajar

c)

Guru mengembangkan materi dengan menganalisis konsep wasathiyyah (moderasi) dalam Al-Qur'an dan hadis, mengkaji metodologi istinbath hukum yang beragam dalam sejarah fikih Islam, mengevaluasi kasus konkret dengan prinsip al-'urf ash-shahih dan maslahat mursalah, serta memfasilitasi peserta didik menyusun panduan sikap moderat dalam menghadapi perbedaan pendapat fikih

d)

Guru meminta peserta didik memilih salah satu pendapat yang paling benar

e)

Guru mengadakan debat antara kelompok pro dan kontra tahlilan

15.

Penilaian pengembangan materi yang paling tepat adalah...

a)

Guru menilai materi efektif jika peserta didik memahami bahwa ziarah kubur diperbolehkan dalam Islam

b)

Guru menilai materi berhasil jika peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara ziarah yang sesuai syarat dan yang tidak

c)

Guru menilai pengembangan materi excellent jika: (1) peserta didik mampu menganalisis akar perbedaan pendapat dari perspektif historis-metodologis, (2) menunjukkan kemampuan mediasi berbasis prinsip wasathiyyah, (3) menghasilkan solusi kontekstual yang menjaga kemaslahatan tanpa mengkafirkan pihak lain, (4) mendemonstrasikan sikap inklusif dalam kehidupan sehari-hari

d)

Guru menilai materi berhasil jika peserta didik dapat menyebutkan dalil tentang ziarah kubur

e)

Guru menilai materi efektif jika peserta didik memahami bahwa perbedaan adalah rahmat

16.

Guru merencanakan pembelajaran tentang "Peradaban Bangsa Arab Pra-Islam: Sistem Ekonomi dan Perdagangan" dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Rancangan pembelajaran yang paling sesuai dengan materi adalah...

a)

Guru menjelaskan jalur perdagangan Arab pra-Islam, kemudian peserta didik membuat peta rute perdagangan

b)

Guru menyajikan masalah autentik: "Mengapa Makkah menjadi pusat perdagangan meski berada di gurun tandus?", peserta didik menginvestigasi faktor geografis-strategis-ekonomi, menganalisis sistem perdagangan musim (rihlatush-shita' wal-shaif), dan mempresentasikan solusi dengan mengaitkan pada konsep ekonomi modern

c)

Guru memberikan tugas membaca tentang pasar Ukaz dan membuat laporan

d)

Guru memutar video dokumenter tentang jalur sutra dan peserta didik mencatat poin penting

e)

Guru memberikan kuis tentang nama-nama kota perdagangan penting di Jazirah Arab

17.

Dalam pembelajaran tentang "Perjalanan Hijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah)", guru merancang pembelajaran PBL dengan fokus pengetahuan pedagogik. Rancangan pembelajaran yang tepat adalah...

a)

Guru menceritakan kisah hijrah secara kronologis, kemudian peserta didik membuat komik

b)

Guru merancang pembelajaran dengan: (1) menyajikan dilema moral "Mengapa Nabi tidak melawan kafir Quraisy tapi memilih hijrah?", (2) memfasilitasi diskusi kelompok heterogen, (3) membimbing peserta didik menganalisis dimensi strategis hijrah, (4) menggunakan questioning scaffolding untuk mengembangkan higher order thinking

c)

Guru menugaskan peserta didik membuat peta perjalanan hijrah

d)

Guru memutar film tentang hijrah dan meminta peserta didik menuliskan hikmahnya

e)

Guru memberikan handout tentang peristiwa hijrah untuk dibaca di rumah

18.

Pembelajaran tentang "Akhir Pemerintahan Umar bin Khattab" dirancang dengan pendekatan PBL mengintegrasikan teknologi. Guru ingin peserta didik memahami leadership succession. Rancangan pembelajaran yang sesuai dengan pengetahuan teknologi adalah...

a)

Guru menggunakan PowerPoint untuk menjelaskan kronologi pembunuhan Umar

b)

Guru merancang pembelajaran dengan: (1) peserta didik mengakses database digital sejarah Islam, (2) menggunakan aplikasi mind mapping untuk menganalisis sistem suksesi kepemimpinan, (3) membuat simulasi digital pemilihan khalifah dengan voting system, (4) mempresentasikan dengan multimedia interaktif, (5) refleksi melalui blog/vlog tentang prinsip kepemimpinan

c)

Guru menugaskan peserta didik mencari video di YouTube tentang Umar bin Khattab

d)

Guru menggunakan Google Form untuk kuis tentang khalifah Umar

e)

Guru meminta peserta didik membuat slide presentasi tentang kebijakan Umar

19.

Dalam pembelajaran "Wafatnya Abu Bakar As-Siddiq", guru merancang pembelajaran berbasis diferensiasi (perbedaan individu) sesuai karakteristik peserta didik. Rancangan pembelajaran yang tepat adalah...

a)

Guru memberikan materi yang sama untuk semua peserta didik dengan metode ceramah

b)

Guru merancang pembelajaran dengan: (1) asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi gaya belajar dan minat, (2) menyediakan pilihan aktivitas (visual: infografis kepemimpinan Abu Bakar; auditori: podcast sejarah; kinestetik: role play peristiwa sukses), (3) diferensiasi konten, proses, dan produk, (4) penilaian autentik berbasis portofolio

c)

Guru membagi kelas menjadi kelompok pintar dan kelompok remedial

d)

Guru memberikan tugas yang sama tetapi dengan waktu pengerjaan berbeda

e)

Guru menyuruh peserta didik membaca buku teks dan mengerjakan soal

20.

Pembelajaran tentang "Strategi Dakwah Walisongo" dirancang dengan pendekatan diferensiasi berdasarkan kesiapan belajar peserta didik. Rancangan pembelajaran sesuai pengetahuan pedagogik adalah...

a)

Guru menjelaskan strategi dakwah masing-masing wali dengan metode ceramah

b)

Guru merancang pembelajaran berjenjang: (1) Tier 1: mengidentifikasi metode dakwah Walisongo, (2) Tier 2: menganalisis adaptasi budaya lokal dalam dakwah, (3) Tier 3: mengevaluasi relevansi metode dakwah Walisongo dengan konteks dakwah digital, disertai flexible grouping dan ongoing assessment

c)

Guru memberikan tugas membuat makalah tentang Walisongo

d)

Guru memutar film Walisongo dan mendiskusikannya

e)

Guru mengadakan kunjungan ke makam Walisongo

21.

Materi "Kehidupan Sosial, Politik, dan Ekonomi Jazirah Arab Pra-Islam" disajikan dengan metode hapalan tanpa kontekstualisasi. Peserta didik kesulitan memahami relevansinya. Guru ingin menggunakan strategi PBL untuk menciptakan suasana belajar yang aman. Penggunaan strategi yang tepat adalah...

a)

Guru memberikan ringkasan materi yang lebih sederhana

b)

Guru mengimplementasikan PBL dengan: (1) menciptakan iklim kelas yang menghargai pertanyaan dan kesalahan sebagai bagian dari belajar, (2) menyajikan masalah kontekstual "Apa yang bisa kita pelajari dari sistem tribal Arab untuk mengatasi konflik sosial saat ini?", (3) memfasilitasi inkuiri kolaboratif dengan ground rules yang jelas, (4) memberikan scaffolding sesuai kebutuhan individu

c)

Guru mengadakan kuis untuk memotivasi peserta didik belajar lebih giat

d)

Guru memberikan reward bagi yang bisa menghafal materi dengan baik

e)

Guru mengganti metode dengan menonton video dokumenter

22.

Materi "Strategi Dakwah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib" disajikan secara konvensional tanpa mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik. Guru ingin menerapkan Deep Learning untuk menciptakan suasana akomodatif. Penggunaan model pembelajaran yang tepat adalah...

a)

Guru memberikan materi yang sama dengan penjelasan lebih detail

b)

Guru mengimplementasikan Deep Learning dengan: (1) learning progressions yang fleksibel berdasarkan readiness, (2) aktivitas multi-level (pemula: identifikasi strategi dakwah; mahir: analisis komparatif; advanced: sintesis model dakwah kontemporer), (3) UDL principles (multiple means of representation, engagement, expression), (4) personalized feedback dan mentoring

c)

Guru membagi kelas menjadi kelompok berdasarkan kemampuan akademik

d)

Guru memberikan materi pengayaan untuk peserta didik pintar dan remedial untuk yang lemah

e)

Guru menggunakan metode diskusi kelompok dengan fasilitator

23.

Pembelajaran "Pemikiran Tokoh Islam Indonesia Era Modern Kontemporer" menggunakan pendekatan tradisional yang tidak mengikuti perkembangan teknologi digital. Guru ingin menerapkan TPACK untuk menciptakan pembelajaran adaptif. Model pembelajaran yang sesuai adalah...

a)

Guru menggunakan PowerPoint dan video YouTube dalam pembelajaran

b)

Guru mengintegrasikan TPACK dengan: (1) konten: pemikiran tokoh (Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, dll) dalam konteks tantangan kontemporer, (2) pedagogi: flipped learning dan collaborative inquiry, (3) teknologi: digital archive exploration, webinar dengan narasumber, podcast creation, learning analytics untuk adaptive learning path, (4) authentic assessment berbasis digital portfolio

c)

Guru menugaskan peserta didik mencari artikel tentang tokoh Islam Indonesia di internet

d)

Guru menggunakan aplikasi Kahoot untuk kuis interaktif

e)

Guru membuat grup WhatsApp untuk diskusi materi

24.

Materi "Sistem Pemerintahan Islam Masa Dinasti Abbasiyah" tidak mengakomodasi peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) dalam kelas inklusif. Guru ingin menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK. Strategi yang tepat adalah...

a)

Guru memberikan soal yang lebih mudah untuk peserta didik ABK

b)

Guru menempatkan peserta didik ABK di bangku paling depan

c)

Guru mengimplementasikan pembelajaran berbasis layanan ABK dengan: (1) asesmen individual untuk mengidentifikasi kebutuhan khusus, (2) modifikasi materi sesuai jenis kebutuhan (visual impairment: audio description; dyslexia: assistive reading technology; ADHD: chunking dan movement breaks), (3) kolaborasi dengan GPK dan orangtua, (4) Universal Design for Learning, (5) peer buddy system, (6) penilaian adaptif

d)

Guru memberikan tugas individu untuk peserta didik ABK sementara yang lain belajar kelompok

e)

Guru meminta shadow teacher mendampingi peserta didik ABK secara penuh

25.

Pembelajaran "Kehidupan Sosial Masyarakat Arab Pra-Islam" menggunakan pendekatan PBL. Guru ingin menentukan teknik asesmen yang tepat untuk mengukur aspek sikap peserta didik. Teknik asesmen yang paling sesuai adalah...

a)

Memberikan soal pilihan ganda tentang nilai-nilai masyarakat Arab pra-Islam

b)

Menggunakan teknik observasi partisipatif dengan rubrik untuk mengamati sikap empati dan toleransi peserta didik saat berdiskusi tentang praktik jahiliyyah, disertai jurnal refleksi diri tentang perubahan perspektif mereka

c)

Memberikan tugas membuat esai tentang pelajaran moral dari kehidupan Arab pra-Islam

d)

Mengadakan tanya jawab lisan tentang sikap yang baik dan buruk

e)

Memberikan angket self-assessment tentang nilai-nilai yang dipelajari

26.

Pembelajaran "Dakwah Islam Nabi di Madinah" menggunakan pendekatan PjBL dengan proyek pembuatan video dakwah digital. Guru perlu menentukan instrumen asesmen yang tepat untuk mengukur keterampilan peserta didik. Instrumen asesmen yang paling sesuai adalah...

a)

Checklist untuk mengecek kelengkapan konten video

b)

Rubrik analitik multidimensi yang mencakup: (1) kedalaman pemahaman konsep dakwah Nabi (konten), (2) kreativitas dan teknik videografi (produk), (3) kolaborasi tim (proses), (4) kemampuan presentasi dan refleksi (komunikasi), dengan deskriptor jenjang kinerja dari emerging hingga exemplary

c)

Skala penilaian 1-5 untuk kualitas video secara umum

d)

Peer assessment dengan saling memberi nilai antar kelompok

e)

Penilaian berdasarkan jumlah views dan likes video

27.

Pembelajaran tentang "Kepemimpinan Utsman bin Affan" dilaksanakan di kelas dengan kondisi lingkungan belajar yang kurang kondusif (bising, AC rusak). Guru perlu menentukan instrumen asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan lingkungan belajar. Instrumen asesmen yang sesuai adalah...

a)

Tetap menggunakan tes tertulis essay karena paling objektif

b)

Mengembangkan instrumen asesmen alternatif berbasis portofolio dengan penilaian proses yang mempertimbangkan environmental constraints, memberikan fleksibilitas waktu dan tempat pengerjaan, serta rubrik yang mengakomodasi hambatan lingkungan dalam kriteria penilaian

c)

Menunda asesmen hingga lingkungan kelas diperbaiki

d)

Memberikan soal pilihan ganda yang lebih mudah karena kondisi kelas tidak ideal

e)

Menggunakan asesmen lisan dengan memanggil peserta didik satu per satu

28.

Pembelajaran "Tokoh-tokoh Pengetahuan Islam di Eropa" bertujuan agar peserta didik mampu menganalisis kontribusi ilmuwan Muslim terhadap Renaissance Eropa. Guru perlu menentukan instrumen asesmen yang selaras dengan tujuan. Instrumen asesmen yang tepat adalah...

a)

Soal pilihan ganda tentang nama-nama ilmuwan Muslim dan bidang keilmuannya

b)

Performance assessment dengan tugas autentik: peserta didik membuat analisis komparatif menggunakan historical thinking matrix yang menghubungkan pemikiran ilmuwan Muslim (Ibn Sina, Al-Khawarizmi, dll) dengan perkembangan sains modern, dinilai dengan rubrik HOTS yang mencakup kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi

c)

Tugas membuat daftar penemuan ilmuwan Muslim

d)

Kuis online tentang biografi ilmuwan Muslim

e)

Presentasi kelompok tentang satu tokoh ilmuwan Muslim pilihan

29.

Pembelajaran "Sistem Pemerintahan Islam Masa Dinasti Umayyah di Andalusia" menggunakan asesmen formatif berkala. Hasil asesmen sebelumnya menunjukkan 60% peserta didik belum mencapai KKM pada aspek analisis sistem birokrasi. Guru perlu menentukan instrumen asesmen selanjutnya. Instrumen asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil sebelumnya adalah...

a)

Mengulang asesmen yang sama untuk memberi kesempatan perbaikan nilai

b)

Merancang instrumen asesmen adaptif bertingkat dengan: (1) diagnostic component untuk identifikasi specific misconceptions, (2) scaffolded tasks yang dimulai dari guided analysis hingga independent evaluation, (3) formative feedback loops, (4) differentiated success criteria, (5) growth mindset rubric yang menilai progress, bukan hanya achievement

c)

Memberikan soal yang lebih mudah agar peserta didik bisa mencapai KKM

d)

Menambah bobot aspek lain (pengetahuan faktual) untuk mengimbangi nilai rendah pada aspek analisis

e)

Memberikan remedial dengan soal yang berbeda dan lebih sederhana

30.

Seorang guru merencanakan pembelajaran "Hijrah Nabi ke Madinah" dengan fokus pada dimensi konten (hijrah sebagai strategi), pedagogi (PBL), dan teknologi (virtual tour Madinah). Namun dalam pelaksanaan, peserta didik lebih tertarik bermain dengan teknologi daripada menganalisis konten. Refleksi praktik perencanaan yang tepat adalah...

a)

Guru menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi tidak efektif dan memutuskan tidak menggunakannya lagi

b)

Guru merefleksikan: (1) ketidakseimbangan fokus antara technological bells and whistles dengan pedagogical goals, (2) kurangnya struktur scaffolding dalam integrasi teknologi, (3) perlu redesign dengan TPACK framework yang lebih holistik: teknologi sebagai cognitive tool bukan entertainment, (4) need for explicit learning objectives dan monitoring strategy

c)

Guru menganggap peserta didik kurang serius dan berencana memberikan punishment

d)

Guru memutuskan untuk kembali ke metode ceramah tradisional tanpa teknologi

e)

Guru menambah durasi penggunaan teknologi agar peserta didik puas

31.

Dalam pelaksanaan pembelajaran "Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib" menggunakan metode debat tentang kontroversi Perang Jamal dan Shiffin, peserta didik menjadi emosional dan terpolarisasi. Guru khawatir pembelajaran justru menimbulkan perpecahan. Refleksi praktik pelaksanaan yang tepat adalah...

a)

Guru merefleksikan bahwa topik kontroversial sebaiknya dihindari dalam pembelajaran

b)

Guru merefleksikan: (1) kekurangan dalam establishing norms for respectful discourse, (2) perlu pedagogical reframing: dari competitive debate menjadi collaborative inquiry, (3) integrasi explicit teaching tentang historical empathy dan multiple perspectives, (4) teknologi: digital platform untuk anonymous sharing dan moderated discussion, (5) reflective closure untuk processing emotions dan building understanding

c)

Guru menghentikan metode debat dan menggantinya dengan ceramah

d)

Guru menyalahkan peserta didik yang terlalu fanatik

e)

Guru memutuskan untuk melewati materi yang kontroversial

32.

Guru mengevaluasi pembelajaran "Sistem Pemerintahan Dinasti Ayyubiyah" untuk peserta didik Gen Z dan Alpha. Hasil evaluasi menunjukkan engagement rendah meski sudah menggunakan PowerPoint dan video. Peserta didik menganggap materi "kuno" dan tidak relevan. Refleksi praktik evaluasi yang tepat adalah...

a)

Guru merefleksikan bahwa materi sejarah memang sulit diminati generasi muda

b)

Guru merefleksikan: (1) penggunaan teknologi masih bersifat substitutif (SAMR model), belum transformatif, (2) disconnect antara konten historis dengan lived experiences Gen Z/Alpha, (3) perlu reframing pedagogi: gamification, interactive storytelling, AR/VR historical immersion, (4) contextual bridging: connecting medieval governance dengan contemporary issues (leadership, justice, innovation), (5) voice and choice in assessment

c)

Guru memutuskan untuk mengurangi materi sejarah dan fokus pada materi yang lebih menarik

d)

Guru menambah jumlah video dan game edukasi

e)

Guru memberikan nilai bonus untuk meningkatkan motivasi

33.

Seorang guru SKI di era digital dan AI merasa tertinggal karena peserta didik lebih mahir teknologi. Guru hanya menguasai metode ceramah tradisional dan menggunakan buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar. Penilaian kemampuan guru yang tepat untuk pengembangan diri adalah...

a)

Guru tidak perlu mengembangkan kompetensi digital karena content knowledge sudah kuat

b)

Kemampuan guru perlu dikembangkan dalam: (1) digital literacy: menavigasi dan kurasi sumber belajar digital, (2) pedagogical innovation: blended learning, flipped classroom, (3) AI literacy: menggunakan AI sebagai assistant (lesson planning, diferensiasi), bukan replacement, (4) continuous learning mindset melalui MOOC, webinar, professional learning community, (5) critical evaluation of edtech tools

c)

Guru cukup mengikuti pelatihan PowerPoint dan video editing

d)

Guru sebaiknya fokus pada penguatan materi ajar tanpa perlu menguasai teknologi

e)

Guru dapat mendelegasikan penggunaan teknologi kepada peserta didik

34.

Seorang guru SKI menggunakan AI (ChatGPT) untuk menghasilkan materi pembelajaran dan soal evaluasi tanpa kurasi. Beberapa materi ternyata mengandung informasi yang tidak akurat tentang sejarah Islam, dan soal-soal tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik Gen Z yang membutuhkan kontekstualisasi. Identifikasi masalah dan solusi ilmiah yang tepat adalah...

a)

Masalah: AI tidak reliable untuk pendidikan agama. Solusi: hindari penggunaan AI dalam pembelajaran SKI

b)

Masalah: (1) uncritical adoption of AI-generated content tanpa fact-checking terhadap sumber primer sejarah Islam, (2) ketiadaan pedagogical judgment dalam adaptasi konten AI untuk konteks pembelajaran, (3) gap antara generic AI output dengan culturally responsive teaching untuk Gen Z/Alpha. Solusi: (1) develop AI literacy framework untuk guru, (2) protocol untuk validasi konten AI dengan sumber otoritatif, (3) penggunaan AI sebagai co-creator dengan human oversight, (4) training tentang prompt engineering for educational purposes, (5) ethical guidelines penggunaan AI dalam pendidikan

c)

Masalah: guru terlalu bergantung pada teknologi. Solusi: kembali ke metode tradisional tanpa AI

d)

Masalah: AI belum sempurna. Solusi: tunggu hingga AI lebih canggih baru digunakan

e)

Masalah: peserta didik Gen Z terlalu kritis terhadap materi. Solusi: ajarkan untuk tidak mempertanyakan materi dari guru