NEW
Font size
WorksheetsPertukaran di Hutan Kelayau
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Di pasar Hutan Kelayau, para hewan datang membawa hasil kebun masing-masing untuk ditukarkan. Ka Kancil membawa jagung dari kebunnya. Ia berjalan ke pasar sambil berharap dapat menemukan hewan lain yang memiliki kangkung, karena ia ingin memasak dan memakan kangkung pada siang hari itu. Ketika tiba, ia melihat banyak hewan lain juga sedang mencari barang yang mereka inginkan.
Berdasarkan bacaan di atas, alasan Ka Kancil ingin menukar jagung miliknya adalah . . ..
Karena ia ingin memanen jagung lagi
Karena ia ingin makan kangkung siang itu
Karena jagungnya sudah terlalu banyak
Karena Dak Bebek meminta jagung
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Dak Bebek baru saja memanen banyak kangkung dari kebunnya. Ia membawa tumpukan kangkung itu ke pasar karena jumlahnya terlalu banyak untuk dimakan sendiri. Ia berharap dapat menukarkannya dengan padi atau jagung agar persediaan makanan di rumahnya lebih beragam.
Berdasarkan bacaan di atas, alasan Dak Bebek membawa kangkung ke pasar adalah karena . . ..
Ia ingin menjualnya supaya dapat uang
Ia ingin menukarnya dengan bunga agar rumahnya harum
Ia ingin menukarnya dengan padi atau jagung
Ia ingin memberikannya kepada Ka Kancil
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Ela Pelatuk ingin menghias rumahnya dengan bunga yang tumbuh di kebun Kelinci. Sebagai alat tukar, ia membuat sebuah sendok kayu yang menurutnya berguna. Namun ketika ia menawarkan sendok kayu itu, Kelinci menolak karena ia sudah memiliki beberapa sendok dari hasil barter sebelumnya dan tidak membutuhkan lagi.
Berdasarkan bacaan di atas, alasan Kelinci menolak pertukaran dengan Ela Pelatuk adalah . . ..
Kelinci tidak suka bunga matahari
Ia tidak membutuhkan sendok kayu
Kelinci ingin barang lain
Sendok kayu terlalu kecil sehingga tidak pas
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Hen Ayam tertarik untuk memiliki sebuah vas yang dibuat oleh Ela Pelatuk. Ia menawarkan ubi dari kebunnya sebagai alat tukar. Namun, Ela Pelatuk menyatakan bahwa ia sedang tidak memerlukan ubi. Sementara itu, Ti Tikus justru membutuhkan ubi, tetapi Hen Ayam tidak menginginkan jamur yang dibawa Ti Tikus. Situasi ini menunjukkan betapa sulitnya mereka saling menemukan kebutuhan yang cocok.
Berdasarkan bacaan di atas, masalah yang tampak adalah . . ..
Barang yang ditawarkan Hen terlalu besar dan tidak pas
Ela Pelatuk tidak mengenal Hen untuk melakukan pertukaran
Barang yang ditawarkan tidak sesuai kebutuhan
Vas tidak bisa ditukar dengan makanan
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Dalam sistem barter yang terjadi di Hutan Kelayau, buah dan sayuran sering berpindah dari satu hewan ke hewan lain selama proses mencari pertukaran yang cocok. Proses ini memakan waktu lama dan membuat kondisi barang tidak selalu tetap baik. Sayuran yang terus berpindah-pindah akan cepat layu atau tidak enak lagi.
Berdasarkan bacaan di atas, akibat dari barang yang terus berpindah-pindah saat barter adalah . . ..
Barang menjadi semakin mahal
Barang menjadi tidak enak lagi
Barang menjadi lebih berat
Jumlahnya barangnya menjadi berkurang
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Untuk mengatasi kerumitan barter, salah satu hewan mengusulkan agar mereka menggunakan batu-batu bulat yang cantik sebagai alat pembayaran. Gagasan ini disetujui sebagian hewan karena dengan batu tersebut mereka tidak perlu menukar barang secara langsung lagi. Namun batu-batu itu memiliki berbagai ukuran, bentuk, dan warna sehingga nilainya sulit disamakan. Selain itu, Ti Tikus keberatan karena batu terlalu berat untuk dibawa.
Berdasarkan bacaan di atas, penggunaan batu dianggap kurang efektif karena . . .
Batu terlalu mudah rusak
Batu terlalu berat dan bentuknya tidak seragam
Batu sulit ditemukan di area Hutan Kalamayau
Batu tidak boleh digunakan sebagai uang
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Ela Pelatuk kemudian mengusulkan agar mereka menggunakan alat pembayaran yang dibuat dari kayu. Kayu dapat ia bentuk menjadi ukuran yang sama sehingga lebih teratur dan lebih mudah dibawa. Ia juga membuatnya berbentuk bundar supaya nyaman digenggam. Ide ini membuat banyak hewan merasa senang karena lebih praktis dibanding menggunakan batu.
Berdasarkan bacaan di atas, alasan hewan-hewan menyukai uang dari kayu karena . . ..
bisa dibuat berwarna-warni agar semakin menarik
Awet dan tidak pernah rusak sekalipun terkena hujan
ukurannya dapat dibuat sama dan lebih ringan
dapat digunakan sebagai makanan
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Pada awalnya, Angsa membantu Ela Platuk dengan menggambar wortel, tomat, dan berbagai hasil kebun lainnya pada uang kayu. Gambar ini mencerminkan barang apa yang bisa dibeli dengan uang tersebut. Namun, sistem ini membuat hewan-hewan harus mencari uang bergambar sesuai barang yang mereka butuhkan. Hal ini sering menyulitkan, karena mereka harus menukar uang bergambar tertentu dengan gambar yang lain terlebih dahulu.
Berdasarkan bacaan di atas, sistem tersebut masih merepotkan karena. . .
Hewan tidak suka gambar-gambar tersebut
Hewan harus menukarkan uang bergambar tertentu dengan gambar lain sesuai barang
Gambar mudah hilang jika terkena air
Uang kayu terlalu kecil dan sulit untuk ddi gambari
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Setelah melihat banyak kesulitan, Sa Angsa memiliki ide baru: mengganti gambar-gambar dengan angka seperti 1, 2, dan 5. Dengan cara ini, uang tidak lagi terikat pada jenis barang tertentu, dan hewan-hewan dapat membayar sesuai nilai yang dibutuhkan tanpa harus menukar uang bergambar terlebih dahulu.
Berdasarkan bacaan di atas, manfaat penggunaan angka dibanding gambar pada uang kayu adalah . . ..
Angka membuat uang lebih cantik dan menarik
Angka memudahkan penentuan nilai tanpa harus menukar gambar
Angka hanya digunakan oleh hewan tertentu saja
Angka membuat uang makin berat
Perhatikan bacaan di bawah ini!
Untuk membuat sistem uang baru tersebut berhasil, Ela Pelatuk membuat uang kayu dalam tiga ukuran: kecil, sedang, dan besar. Ia juga memilih kayu dari jenis pohon tertentu yang lebih kuat agar uang tidak cepat rusak. Selain itu, Kepala Desa Beru menetapkan bahwa ia akan mengatur penggantian uang kayu yang rusak sehingga sistem bisa berjalan dengan baik.
Berdasarkan bacaan di atas, alasan Ela memilih kayu dari pohon tertentu untuk membuat uang adalah . . ..
Karena kayu jenis itu paling murah
Karena kayu tersebut lebih kuat dan tahan lama
Karena warna kayunya lebih cerah
Karena Sa Angsa meminta demikian
