Font size
WorksheetsPART II
Total questions: 89
Worksheet time: 1hrs 29mins
Apa yang menjadi tanda-tanda klinis utama dari osteoartritis?
Nyeri sendi yang memburuk dengan aktivitas dan membaik dengan istirahat
Nyeri sendi yang memburuk di pagi hari
Kaku sendi yang berlangsung lebih dari satu jam
Pembengkakan sendi yang signifikan
Kehadiran nodul di bawah kulit
Apa yang menjadi mekanisme utama dalam kerusakan kartilago pada osteoartritis?
Produksi enzim proteolitik yang berlebihan
Aktivasi sel T dan B
Penumpukan asam urat dalam sendi
Infeksi bakteri pada sendi
Pembentukan nodul di bawah kulit
Apa yang menjadi perbedaan utama antara osteoartritis dan gout dalam hal penyebab?
Osteoartritis disebabkan oleh kerusakan mekanis, sedangkan gout disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat
Osteoartritis disebabkan oleh infeksi, sedangkan gout tidak
Osteoartritis adalah penyakit autoimun, sedangkan gout adalah penyakit degeneratif
Osteoartritis hanya mempengaruhi sendi besar, sedangkan gout mempengaruhi semua sendi
Osteoartritis disebabkan oleh faktor genetik, sedangkan gout disebabkan oleh gaya hidup
Pasien rheumatoid arthritis stadium awal mendapat terapi methotrexate oral. Apa mekanisme kerja utama dari obat ini?
Inhibitor COX-2 untuk mengurangi prostaglandin
Inhibitor xantin oksidase untuk menurunkan kadar urat
Antagonis TNF-α untuk menekan respon imun
Inhibitor dihidrofolat reduktase yang menekan proliferasi sel imun
Inhibitor MMP untuk mencegah kerusakan kartilago
Seorang pasien rheumatoid arthritis dengan respon tidak adekuat terhadap methotrexate tunggal diberikan adalimumab. Apa risiko utama dari terapi ini?
Gangguan ginjal akut
Gangguan penglihatan
Infeksi berat seperti TB laten
Hipoglikemia
Osteonekrosis
Seorang wanita, 28 tahun, datang dengan keluhan lemah dan mudah lelah. Pasien baru saja melahirkan 3 bulan lalu dan tidak menyusui. Hasil laboratorium: Hb 7 g/dL, MCV 95 fL, serum ferritin 120 ng/mL, kadar vitamin B12 150 pg/mL. Apa penyebab utama dari anemia pada pasien ini? (Normal: Hb 12-16 g/dL, Serum ferritin 12-150 ng/mL, Vit B12 200-900 pg/mL)
Defisiensi zat besi
Defisiensi vitamin B12
Defisiensi asam folat
Anemia aplastik
Anemia akibat perdarahan akut
Seorang wanita, 36 tahun, datang dengan keluhan lemah dan pucat. Hasil laboratorium: Hb 9 g/dL, MCV 100 fL, kadar asam folat 2 ng/mL (normal: 5-20 ng/mL), kadar vitamin B12 normal. Apa penyebab paling mungkin dari anemia pada pasien ini?
Defisiensi asam folat
Defisiensi vitamin B12
Anemia aplastik
Anemia defisiensi zat besi
Anemia hemolitik
Seorang wanita, 25 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan mudah lelah dan pusing sejak 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan rambutnya rontok dan kuku rapuh. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium: Hb 8 g/dL, MCV 70 fL, MCH 22 pg, serum ferritin 10 ng/mL. Berdasarkan data tersebut, apakah penyebab paling mungkin dari keluhan pasien? (Normal: Hb 12-16 g/dL, Serum ferritin 12-150 ng/mL, Vit B12 200-900 pg/mL, MCH 26-34 pg)
Anemia defisiensi zat besi
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Anemia megaloblastik
Anemia akibat penyakit kronis
Seorang wanita, 25 tahun, datang dengan keluhan lemah, mudah lelah, dan pucat. Pasien diketahui hamil 16 minggu. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9 g/dL, MCV 70 fL, serum ferritin 10 ng/mL. Dokter mendiagnosis anemia defisiensi zat besi. Obat yang paling tepat untuk mengatasi anemia pada pasien ini adalah?
Ferrous sulfate oral
Vitamin B12 injeksi
Asam folat oral
Eritropoietin subkutan
Transfusi darah
Seorang wanita hamil, 30 tahun, dengan anemia defisiensi zat besi yang berat (Hb 7 g/dL). Dokter merencanakan pemberian zat besi intravena. Apa efek samping yang paling sering terjadi pada pemberian zat besi intravena?
Reaksi hipersensitivitas
Hipertensi akut
Bradikardia
Gangguan elektrolit
Hipoglikemia
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun dengan hemofilia B datang ke IGD dengan perdarahan setelah menjalani prosedur gigi. Apa tatalaksana terapi yang paling tepat untuk anak ini?
Transfusi darah
Faktor IX
Desmopressin
Antifibrinolitik
Vitamin K
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dengan riwayat hemofilia A datang ke IGD dengan perdarahan hebat setelah jatuh dari sepeda. Apa tatalaksana terapi yang paling tepat untuk anak ini?
Transfusi darah
Desmopressin
Faktor VIII
Antifibrinolitik
Vitamin K
Seorang pasien dengan sirosis hati datang dengan keluhan perdarahan dari gusi dan mudah memar. Obat antikoagulan mana yang harus digunakan dengan hati-hati pada pasien ini?
Heparin
Warfarin
Rivaroxaban
Apixaban
Fondaparinux
Seorang wanita berusia 30 tahun datang dengan keluhan perdarahan menstruasi yang sangat berat. Pasien juga mengeluhkan mudah memar dan perdarahan gusi. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya tanda perdarahan pada gusi dan beberapa petekie pada ekstremitas. Diagnosis apa yang paling tepat dengan keluhan dan tanda klinis tersebut?
Penyakit von Willebrand
Hemofilia A
Trombositopenia imunologi
Sindrom antifosfolipid
Defisiensi faktor X
Seorang pria berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri pada tungkai kanan, pembengkakan, dan warna kulit yang membiru. Pasien memiliki riwayat merokok dan baru saja melakukan perjalanan jauh dengan pesawat. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda trombosis vena dalam (DVT). Apa terapi awal yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemberian heparin
Pemberian terapi fibrinolitik
Pemberian vitamin K
Pemberian antibiotik profilaksis
Pemberian aspirin
Seorang wanita hamil berusia 32 tahun didiagnosis dengan glaukoma sudut terbuka. Dia sedang menjalani terapi dengan prostaglandin analog, tetapi khawatir tentang efek obat pada kehamilannya. Dokter memutuskan untuk mengganti terapinya dengan obat yang lebih aman selama kehamilan. Obat apa yang paling aman digunakan untuk pengobatan glaukoma pada ibu hamil?
Prostaglandin analog
Beta-blocker
Inhibitor karbonat anhidrase oral
Alpha agonist selektif
Pilokarpin
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun didiagnosis dengan glaukoma kongenital. Setelah evaluasi, dokter memutuskan untuk memulai pengobatan dengan beta-blocker topikal. Apa obat pilihan pertama untuk pengobatan glaukoma pada anak-anak?
Prostaglandin analog
Beta-blocker
Inhibitor karbonat anhidrase oral
Alpha agonist selektif
Pilokarpin
Seorang pasien berusia 50 tahun dengan glaukoma sudut terbuka telah menjalani terapi dengan prostaglandin analog selama 1 tahun. Pasien mengeluhkan perubahan warna iris yang menjadi lebih gelap. Apa komplikasi umum dari penggunaan prostaglandin analog pada terapi glaukoma?
Hiperpigmentasi iris
Peningkatan tekanan intraokular
Fotofobia
Keratitis
Konjungtivitis
Seorang pasien pria berusia 60 tahun mengeluhkan bradikardia setelah memulai pengobatan dengan beta-blocker topikal untuk glaukoma. Apa efek samping yang sering terjadi akibat penggunaan beta-blocker pada pengobatan glaukoma?
Bradikardia
Hipertensi
Peningkatan tekanan intraokular
Fotofobia
Mual
Seorang pasien dengan glaukoma sudut terbuka sedang dalam pengobatan selama 3 bulan dengan beta-blocker. Dokter ingin mengevaluasi efektivitas terapi. Apa langkah pertama dalam monitoring efektivitas terapi glaukoma?
Pemeriksaan tonometri untuk mengukur tekanan intraokular
Evaluasi fungsi ginjal
Pemeriksaan lapang pandang
Pengukuran ketajaman penglihatan
Pemeriksaan tekanan darah
Selama proses sterilisasi dengan autoklaf, ditemukan bahwa suhu dalam chamber mencapai 121°C sesuai prosedur, tetapi indikator bioburden menunjukkan adanya cemaran. Apa tindakan pertama yang harus dilakukan untuk memastikan efikasi proses sterilisasi?
Mengulang sterilisasi dengan waktu lebih lama
Memeriksa validasi autoklaf yang digunakan
Menggunakan indikator kimia tambahan
Melakukan sterilisasi pada suhu lebih tinggi
Memastikan wadah dalam posisi optimal
Pada proses aseptik, operator mengamati bahwa jumlah partikel 20,5 µm dalam ruang kelas A melampaui batas yang diizinkan. Apa langkah selanjutnya yang harus diambil untuk mencegah kontaminasi produk?
Membersihkan alat di dalam ruang tersebut
Mengganti filter HEPA secara langsung
Menghentikan proses dan investigasi penyebabnya
Menyemprotkan desinfektan ke seluruh ruangan
Melanjutkan proses sambil meningkatkan pemantauan
Sebuah perusahaan farmasi memproduksi larutan steril menggunakan filtrasi sebagai metode sterilisasi. Namun, ditemukan bahwa filter yang digunakan melepaskan serat. Apa tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini?
Mengganti filter dengan bahan non-serat
Melakukan sterilisasi ulang larutan
Memvalidasi filter untuk proses sterilisasi berikutnya
Meningkatkan tekanan filtrasi
Menggunakan dua lapis filter secara bersamaan
Selama uji media fill, ditemukan bahwa salah satu batch aseptik terkontaminasi karena adanya operator yang memasuki area bersih tanpa prosedur yang tepat. Apa langkah terbaik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan?
Memberikan pelatihan ulang kepada operator
Meningkatkan frekuensi media fill
Memasang kamera pemantau di area bersih
Memperketat prosedur masuk area bersih
Mengganti operator yang melanggar prosedur
Pemantauan lingkungan pada ruang kelas 8 menunjukkan lonjakan partikel 25 µm selama kegiatan rutin. Apa tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga mutu lingkungan?
Menghentikan seluruh kegiatan di ruang tersebut
Membersihkan ruang dan melanjutkan kegiatan
Memvalidasi ulang sistem filtrasi udara
Melakukan dekontaminasi total pada ruangan
Dalam sterilisasi uap, ditemukan bahwa tekanan dalam autoklaf tidak mencapai standar yang ditentukan meskipun suhu sudah tepat. Apa tindakan yang harus dilakukan?
Mengulang siklus sterilisasi tanpa investigasi
Menyesuaikan volume muatan dalam autoklaf
Memeriksa kebocoran pada sistem autoklaf
Mengganti instrumen perekam tekanan
Menggunakan metode sterilisasi alternatif
Dalam pengisian aseptik, ditemukan bahwa konsentrasi endotoksin dalam air untuk injeksi (WFI) melebihi batas yang diizinkan. Apa langkah pertama yang harus dilakukan?
Mengulang pengujian WFI
Mengganti seluruh batch WFI
Melakukan validasi ulang sistem WFI
Mengidentifikasi sumber kontaminasi
Meningkatkan frekuensi pemantauan WFI
Sistem ventilasi pada ruang kelas C mengalami gangguan, menyebabkan tekanan udara negatif dibandingkan lingkungan sekitarnya. Apa tindakan yang paling tepat untuk menjaga mutu ruang tersebut?
Memperbaiki sistem ventilasi sebelum melanjutkan produksi
Melanjutkan produksi sambil memantau tekanan udara C
Meningkatkan kecepatan aliran udara di ruang tersebut
Memindahkan proses ke ruang dengan kelas lebih tinggi
Membersihkan ruang secara intensif sebelum digunakan
Selama proses produksi aseptik, ditemukan adanya kerusakan pada isolator sehingga tidak bisa mempertahankan tekanan positif. Apa tindakan pertama yang harus dilakukan?
Mengganti isolator dengan yang baru
Menghentikan proses dan memperbaiki isolator
Mengurangi jumlah operator dalam ruang tersebut
Menggunakan ruang bersih kelas 8 untuk melanjutkan proses
Meningkatkan desinfeksi dalam ruang tersebut
Selama inspeksi visual terhadap batch produk steril, ditemukan beberapa vial dengan tutup yang tidak sempurna. Apa langkah selanjutnya yang harus diambil?
Mengganti vial yang cacat dan melanjutkan proses
Melakukan uji integritas pada seluruh batch
Mengulang proses penutupan vial
Menyingkirkan vial cacat dari batch
Menginvestigasi penyebab kerusakan dan menghentikan produksi
Dalam proses aseptik, terjadi lonjakan jumlah partikel 2–5 µm di zona kerja kelas A. Operator melaporkan bahwa alat penghitung partikel menunjukkan nilai anomali. Apa yang harus dilakukan untuk menentukan tindakan korektif yang tepat?
Menghentikan produksi dan memvalidasi ulang alat penghitung partikel
Mengulang produksi setelah perbaikan sistem filtrasi udara
Meneliti catatan lingkungan dan alat produksi
Mengganti alat penghitung partikel tanpa validasi tambahan
Melakukan sterilisasi ulang produk dan melanjutkan produksi
Sebuah batch produk steril gagal mencapai hasil uji endotoksin sesuai batas yang ditetapkan. Apa langkah investigasi yang harus dilakukan untuk menentukan penyebab kegagalan?
Memeriksa prosedur validasi filtrasi dan sterilisasi
Mengulang seluruh proses sterilisasi batch tersebut
Mengganti bahan baku yang digunakan
Menambah waktu sterilisasi
Menggunakan filter dengan ukuran pori lebih kecil
Proses media fill untuk validasi aseptik menunjukkan 2 unit dari 10.000 batch tercemar mikroorganisme. Apa langkah yang harus dilakukan sesuai dengan prinsip CPOB?
Melanjutkan produksi setelah sterilisasi ulang batch tersebut
Melakukan validasi ulang proses aseptik setelah investigasi
Menambah prosedur sanitasi dalam ruang aseptik
Mengulang pengisian aseptik dengan operator berbeda
Memastikan hasil pengujian sterilitas batch berikutnya
Sebuah alat sterilisasi menunjukkan hasil yang konsisten pada uji validasi, namun operator melaporkan adanya uap yang keluar dari segel pintu selama siklus. Apa tindakan yang paling tepat untuk memastikan keandalan sterilisasi?
Melanjutkan penggunaan alat sambil meningkatkan pengawasan
Memperbaiki segel pintu sebelum digunakan kembali
Mengganti metode sterilisasi untuk batch tersebut
Menggunakan indikator biologis tambahan selama sterilisasi
Menurunkan volume muatan dalam alat sterilisasi
Pada proses pengisian aseptik, seorang operator menemukan bahwa filter HEPA telah mencapai umur pemakaian maksimal namun tetap digunakan. Apa tindakan yang paling sesuai untuk mencegah risiko kontaminasi?
Mengganti filter HEPA dan memvalidasi ulang area kerja
Meningkatkan tekanan udara untuk mengkompensasi filter lama
Membersihkan filter HEPA dan melanjutkan produksi
Melakukan uji sterilisasi tambahan pada produk
Melanjutkan produksi sambil memonitor kondisi filter
Dalam inspeksi internal ditemukan bahwa catatan pemantauan tekanan diferensial antar ruang bersih tidak terdokumentasi dengan baik selama satu bulan terakhir. Apa langkah yang harus dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap CPOB?
Mengulang seluruh proses produksi dalam periode tersebut
Menginvestigasi penyebab kelalaian dan memastikan pelaporan mendatang
Menambah frekuensi inspeksi eksternal
Memvalidasi ulang semua ruang bersih terkait
Mengganti alat perekam tekanan diferensial
Prosedur sterilisasi untuk larutan infus menggunakan filtrasi dengan filter 0,22 mikron. Namun, beberapa batch menunjukkan hasil uji sterilitas yang positif. Apa langkah korektif yang harus diambil untuk mencegah kejadian serupa?
Mengganti filter dengan ukuran pori lebih kecil
Melakukan sterilisasi ulang batch yang terkontaminasi
Memeriksa integritas filter sebelum dan setelah penggunaan
Menambah waktu filtrasi untuk meningkatkan efisiensi
Meningkatkan suhu larutan selama proses filtrasi
Selama validasi sterilisasi dengan panas kering, ditemukan bahwa distribusi suhu di dalam chamber tidak merata. Apa langkah yang harus dilakukan untuk menjamin keberhasilan validasi?
Mengulang validasi dengan muatan lebih sedikit
Mengganti alat sterilisasi dengan model yang lebih modern
Memastikan pola muatan yang sesuai untuk sterilisasi
Meningkatkan suhu sterilisasi di semua area chamber
Menggunakan indikator biologis tambahan untuk validasi
Pada proses aseptik, operator melaporkan bahwa sarung tangan steril yang digunakan mulai robek saat pengisian larutan. Apa langkah yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan produk?
Mengganti sarung tangan dan melanjutkan proses
Menghentikan proses untuk investigasi lengkap
Mensterilkan ulang produk yang telah diisi
Memindahkan proses ke ruang bersih kelas lebih tinggi
Mengganti sarung tangan dan mencatat kejadian tanpa menghentikan proses
Dalam proses sterilisasi dengan radiasi, ditemukan bahwa dosimeter menunjukkan variasi dosis pada beberapa bagian muatan. Apa langkah yang harus dilakukan untuk memastikan sterilisasi yang konsisten?
Mengulang sterilisasi dengan dosis lebih tinggi
Memvalidasi ulang distribusi radiasi di seluruh area chamber
Menambah dosimeter pada muatan berikutnya
Menggunakan indikator biologis untuk memantau proses
Meningkatkan waktu paparan radiasi pada semua batch
Seorang pasien laki-laki 49 tahun datang untuk evaluasi diabetes melitus tipe 2 yang baru terdiagnosis. Pasien mengeluhkan sering haus, sering berkemih, dan berat badan turun 6 kg dalam 2 bulan. Pemeriksaan menunjukkan glukosa darah puasa 268 mg/dL dan HbA1c 10,1% . Pasien belum pernah mendapatkan terapi antihiperglikemik dan tidak ada riwayat hipoglikemia. Apa terapi injeksi paling tepat untuk memulai kendali glikemik pada pasien tersebut?
Liraglutid
Dulaglutid
Semaglutid
Insulin basal
Insulin basal-bolus
Seorang pasien perempuan 67 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 menggunakan glimepirid dan berencana memulai semaglutid oral. Pasien pernah mengalami gejala hipoglikemia ringan pada siang hari ketika terlambat makan, namun tidak pernah mengalami hipoglikemia berat. Bagaimana penyesuaian regimen yang paling tepat untuk menurunkan risiko hipoglikemia?
Meningkatkan dosis glimepirid
Menghentikan semua obat antihiperglikemik
Menurunkan dosis glimepirid
Menambah insulin prandial
Menambah akarobse
Seorang pasien laki-laki 55 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 menggunakan insulin basal setiap malam. Catatan pemeriksaan menunjukkan glukosa puasa sudah sesuai sasaran, tetapi glukosa setelah makan masih sering meningkat. Bagaimana intensifikasi paling tepat untuk mengendalikan glukosa setelah makan pada kondisi tersebut?
Menurunkan dosis insulin basal
Menghentikan insulin basal
Menambahkan insulin prandial pada makan terbesar
Mengganti insulin basal dengan metformin
Mengganti terapi menjadi akarobse monoterapi
Seorang pasien perempuan 60 tahun menggunakan insulin basal-bolus untuk diabetes melitus tipe 2. Pasien ingin mengetahui efek samping yang paling perlu diwaspadai selama penggunaan insulin. Apa efek samping utama yang paling sering dikaitkan dengan penggunaan insulin?
Hiperkalemia
Hipoglikemia
Ototoksisitas
Hepatoksisitas
Hiperurisemia
Seorang pasien laki-laki 52 tahun menggunakan insulin dan sering mengemudi jarak jauh untuk pekerjaan. Pasien jarang melakukan pemeriksaan gula darah mandiri karena merasa tidak diperlukan ketika tidak ada keluhan. Kapan pemeriksaan glukosa darah mandiri paling dianjurkan pada situasi tersebut?
Setelah makan malam saja
Saat kontrol bulanan saja
Sebelum mengemudi
Saat puasa setiap pagi saja
Seorang pasien perempuan 30 tahun sedang hamil dan memiliki anemia hemolitik. Dokter meminta apoteker menilai pemeriksaan yang tepat untuk pemantauan kendali glikemik selama kehamilan. Mengapa HbA1c kurang sesuai sebagai parameter utama pada kondisi tersebut?
HbA1c hanya menilai glukosa puasa
HbA1c hanya menilai glukosa postprandial
HbA1c dipengaruhi perubahan turnover eritrosit dan kehamilan
HbA1c hanya dapat digunakan pada DM tipe 1
HbA1c tidak dapat digunakan pada DM tipe 2
Seorang pasien perempuan usia kehamilan 28 minggu didiagnosis diabetes melitus gestasional. Pasien sudah menjalani terapi nutrisi medis dan aktivitas fisik terstruktur, namun hasil pemantauan glukosa belum mencapai target. Apa terapi farmakologis yang paling tepat ditambahkan bila target belum tercapai dengan intervensi tersebut?
Akarbose
Glibenklamid
Insulin
Sitagliptin
Pioglitazon
Seorang pasien laki‑laki 61 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 memiliki riwayat penyakit kardiovaskular dan penurunan fungsi ginjal. Dokter mempertimbangkan obat tambahan yang memberikan manfaat proteksi kardiorenal. Golongan obat mana yang paling sesuai untuk tujuan tersebut?
Sulfonilurea
Akarbose
Penghambat SGLT2
Thiazolidinedion
Meglitinid
Seorang pasien perempuan 50 tahun menggunakan insulin dan berencana memulai latihan fisik rutin setiap sore. Pasien ingin mengetahui waktu pemeriksaan glukosa darah mandiri yang dianjurkan terkait latihan fisik untuk mencegah hipoglikemia. Kapan pemeriksaan glukosa darah paling tepat dilakukan terkait aktivitas tersebut?
Saat puasa setiap pagi saja
Setelah makan siang saja
Menjelang tidur saja
Sebelum, selama (bila perlu), dan setelah latihan fisik
Saat kontrol bulanan saja
Seorang pasien laki‑laki 57 tahun sering merasa gemetar dan berkeringat dingin di siang hari, namun nilai HbA1c 7,0%. Dokter meminta apoteker menyarankan pemeriksaan yang lebih mampu mengevaluasi kejadian hipoglikemia. Apa metode pemantauan yang paling sesuai untuk menilai kejadian hipoglikemia pada kondisi tersebut?
HbA1c ulang 1 minggu
Kolesterol total
Kreatinin serum
Pemeriksaan gula darah mandiri atau CGM
Asam urat
Seorang pasien perempuan 54 tahun menggunakan insulin prandial sebelum makan. Pasien ingin memahami manfaat pemantauan glukosa darah mandiri yang terstruktur dalam kehidupan sehari‑hari. Apa manfaat utama pemantauan glukosa terstruktur pada terapi tersebut?
Menentukan diagnosis DM
Menggantikan pemeriksaan HbA1c sepenuhnya
Menyesuaikan dosis insulin dan mencegah hipoglikemia
Menilai derajat retinopati
Menentukan status fungsi tiroid
Seorang ibu hamil usia kehamilan 25 minggu menjalani tes toleransi glukosa oral. Hasil glukosa darah puasa 100 mg/dL pada pemeriksaan yang sesuai. Bagaimana keputusan interpretasi yang paling tepat berdasarkan nilai tersebut?
Melanjutkan pemeriksaan sampai 2 jam karena belum dapat disimpulkan
Menetapkan diabetes melitus gestasional tanpa melanjutkan pemeriksaan
Menetapkan diabetes melitus tipe 2
Menyatakan hasil normal
Mengulang tes toleransi glukosa oral bulan depan tanpa pemantauan
Seorang ibu hamil usia kehamilan 26 minggu menjalani tes toleransi glukosa oral tanpa puasa menggunakan darah kapiler. Nilai glukosa darah 1 jam 195 mg/dL dan 2 jam 150 mg/dL. Apa kesimpulan yang paling tepat berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut?
Normal
Prediabetes
Diabetes melitus gestasional
Diabetes melitus tipe 1
Diabetes melitus tipe 2
Seorang ibu hamil dengan diabetes melitus gestasional menjalani pemantauan glukosa darah teratur. Tim layanan ingin memastikan target kendali glukosa sesuai pedoman. Apa target glukosa darah yang paling sesuai untuk kondisi tersebut?
Glukosa darah puasa <110 mg/dL; glukosa darah 2 jam <200 mg/dL
Glukosa darah puasa <100 mg/dL; glukosa darah 1 jam <180 mg/dL
Glukosa darah puasa <95 mg/dL; glukosa darah 1 jam 140 mg/dL; glukosa darah 2 jam 120 mg/dL
Glukosa darah puasa <126 mg/dL; glukosa darah 2 jam <153 mg/dL
HbA1c <7,0% sebagai target tunggal
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 akan memulai insulin basal sebagai bagian dari terapi injeksi. Berat badan pasien 70 kg dan belum pernah menggunakan insulin sebelumnya. Berapa dosis awal insulin basal yang paling sesuai untuk memulai terapi tersebut?
2 unit/hari
5 unit/hari
10 unit/hari atau 0,2 unit/kgBB/hari
40 unit/hari
1 unit/kgBB/hari
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 menggunakan obat oral yang berisiko hipoglikemia dan jarang melakukan pemeriksaan glukosa darah mandiri. Pasien mengaku sulit menyesuaikan pola makan karena tidak memahami respons glukosa terhadap makanan dan aktivitas. Apa tujuan utama pemantauan glukosa darah mandiri pada kondisi tersebut?
Membuktikan diabetes dapat sembuh
Menggantikan semua pemeriksaan laboratorium
Membantu pengaturan diet, aktivitas fisik, dan terapi berisiko hipoglikemia
Menilai neuropati
Menilai fungsi hati
Seorang ibu hamil dengan diabetes melitus gestasional ditangani di layanan primer. Tim layanan ingin menerapkan intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan sebelum terapi farmakologis. Apa intervensi nonfarmakologis terstruktur yang paling tepat untuk kondisi tersebut?
Restriksi cairan
Suplementasi vitamin C
Terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, dan pemeriksaan glukosa darah mandiri
Antihipertensi rutin
Antibiotik profilaksis
Seorang ibu hamil dengan diabetes melitus gestasional belum mencapai target glikemik setelah terapi nutrisi medis dan aktivitas fisik. Dokter mempertimbangkan insulin dan bertanya peran metformin dalam kondisi tersebut. Bagaimana posisi metformin dalam tata laksana diabetes melitus gestasional menurut pedoman?
Kontraindikasi absolut
Terapi utama tanpa syarat
Dapat dipertimbangkan melalui konsultasi khusus
Wajib diberikan bersamaan insulin
Hanya boleh diberikan setelah persalinan
Seorang pasien usia 76 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 menggunakan sulfonilurea. Dokter berencana menambahkan terapi yang dapat meningkatkan kontrol glikemik, namun pasien pernah mengalami hipoglikemia ringan. Bagaimana penyesuaian terapi yang paling tepat untuk menurunkan risiko hipoglikemia pada pasien tersebut?
Meningkatkan dosis sulfonilurea
Menurunkan dosis sulfonilurea
Menghentikan obat tambahan yang direncanakan
Menambah glukokortikoid
Menambah insulin prandial
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 dengan eLFG 25 mL/menit/1,73 m² direncanakan mendapat agonis GLP‑1 sebagai tambahan terapi. Apoteker diminta menilai keamanan penggunaan obat tersebut pada gangguan ginjal berat. Apa pertimbangan utama penggunaan agonis GLP‑1 pada kondisi tersebut?
Dosis harus selalu dinaikkan
Penggunaan dibatasi pada eLFG <30 mL/menit/1,73 m²
Tidak boleh dikombinasikan dengan insulin
Harus dikombinasikan dengan DPP‑4 inhibitor
Tidak dapat digunakan pada diabetes melitus tipe 2
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 dengan gangguan ginjal ringan–sedang akan menggunakan semaglutid oral sebagai tambahan terapi. Pasien menanyakan apakah dosis perlu disesuaikan karena kondisi ginjal. Bagaimana penyesuaian dosis yang paling tepat pada kondisi tersebut?
Menurunkan dosis menjadi setengah
Menghentikan obat
Tidak memerlukan penyesuaian dosis
Memberikan selang sehari
Memberikan hanya jika HbA1c normal
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 dengan anemia hemolitik memerlukan pemantauan kendali glikemik. Tim layanan ingin menggunakan parameter yang tidak dipengaruhi oleh kondisi hematologis tersebut. Apa metode pemantauan yang paling sesuai untuk digunakan pada kondisi tersebut?
HbA1c serial
Pemeriksaan glukosa darah mandiri atau CGM
LDL kolesterol
SGOT/SGPT
Hitung leukosit
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 menjalani pemeriksaan fundus. Ditemukan satu atau lebih mikroaneurisma tanpa temuan retinopati lain. Apa klasifikasi retinopati yang paling sesuai berdasarkan temuan tersebut?
Tidak ada retinopati
NPDR ringan
NPDR sedang
NPDR berat
PDR
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 menjalani pemeriksaan fundus. Ditemukan venous beading pada dua kuadran dan tidak ditemukan neovaskularisasi. Apa klasifikasi retinopati yang paling sesuai berdasarkan temuan tersebut?
Tidak ada retinopati
NPDR ringan
NPDR sedang
NPDR berat
PDR
Apa klasifikasi retinopati yang paling sesuai untuk kondisi tersebut?
NPDR ringan
NPDR sedang
NPDR berat
PDR
Edema makula diabetika
Seorang pasien retinopati diabetika progresif mengalami hipoksia retina yang menstimulasi faktor pertumbuhan sehingga terbentuk pembuluh darah baru. Mediator utama apa yang paling berperan pada pembentukan pembuluh darah baru tersebut?
Histamin
Bradikinin
Interleukin-10
VEGF
Prostaglandin E2
Seorang pasien diabetes melitus tipe 2 menjalani pemeriksaan makula dan ditemukan edema retina berada pada jarak ≤500 μm dari pusat makula. Apa istilah yang paling tepat untuk temuan tersebut menurut kriteria ETDRS?
NPDR sedang
NPDR berat
PDR
CSME
Noncentral-involved edema makula
Seorang remaja perempuan 13 tahun datang dengan keluhan berdebar, sulit tidur, dan penurunan berat badan 4 kg dalam 1 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan takikardi dan pembesaran kelenjar tiroid difus disertai mata menonjol. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan FT4 meningkat dan TSH menurun. Apa pemeriksaan tambahan yang paling mendukung diagnosis Graves pada pasien ini?
Anti-TPO
TRAb
Kalsitonin
Antibodi antitiroglobulin
PTH
Seorang bayi baru lahir usia 5 hari tampak gelisah, sulit tidur, suhu meningkat, dan terdapat pembesaran tiroid. Nadi 170 kali/menit, ditemukan tanda gagal jantung ringan. Ibu memiliki riwayat Graves dan pernah minum obat antitiroid saat hamil. Pemeriksaan apa pada ibu yang dianjurkan saat kehamilan untuk memprediksi risiko tirotoksikosis neonatal?
Anti-TPO pada trimester III
TRAb pada usia kehamilan 20–24 minggu
FT4 pada usia kehamilan 12 minggu
USG tiroid pada usia kehamilan 32 minggu
TSH pada usia kehamilan 36 minggu
Seorang bayi baru lahir dengan hipertiroid neonatal menunjukkan iritabilitas, takikardi, dan kesulitan menyusu. Dokter meminta rekomendasi obat antitiroid pilihan utama untuk memulai terapi. Obat apa yang paling tepat diberikan sebagai terapi awal?
Methimazole
Levotiroksin
Propranolol
Prednisolon
Lugol iodine
Seorang bayi dengan hipertiroid neonatal sedang menjalani terapi methimazole namun masih tampak takikardi, hipertensi ringan, dan sulit minum. Intervensi tambahan apa yang paling tepat untuk mengatasi gejala hiperaktivitas simpatik ini?
Furosemid
Propranolol
Deksametason
Levotiroksin
Digoksin
Seorang bayi dengan hipertiroid neonatal mengalami ketidakstabilan hemodinamik dan tanda gagal napas. Tim klinik mempertimbangkan tambahan terapi untuk membantu stabilisasi kondisi. Obat tambahan apa yang paling tepat pada kondisi tersebut?
Prednisolon
Metoprolol
Digoksin
Levotiroksin
Amlodipin
Seorang anak perempuan 11 tahun didiagnosis Graves dan akan memulai terapi antitiroid. Dokter meminta pemeriksaan penunjang sebelum obat diberikan untuk meminimalkan risiko efek samping serius. Pemeriksaan apa yang paling tepat dilakukan sebelum memulai methimazole?
Elektrolit dan ureum
Darah tepi lengkap dan fungsi hepar
Foto toraks
Echocardiography
CT scan leher
Seorang anak laki-laki 12 tahun dengan Graves mendapat methimazole. Setelah 2 minggu, pasien mengalami demam dan nyeri tenggorokan disertai malaise. Tindakan yang paling tepat terkait penggunaan obat antitiroid adalah apa?
Melanjutkan obat dan kontrol 1 bulan
Menghentikan obat dan memeriksa hitung leukosit
Mengurangi dosis obat tanpa pemeriksaan
Mengganti langsung ke levotiroksin
Menambahkan antibiotik dan melanjutkan obat
Seorang anak 14 tahun dengan hipertiroid memiliki denyut jantung 120 kali/menit dan gemetar. Dokter ingin menambahkan terapi simtomatik untuk gejala adrenergik. Obat apa yang paling tepat untuk mengendalikan kondisi tersebut?
Amlodipin
Propranolol
Spironolakton
Hidrokortison
Diazepam
Seorang pasien dengan kecurigaan krisis tiroid datang dengan suhu 40°C, takikardi 150 kali/menit, diare hebat, delirium, dan ada riwayat infeksi berat. Berdasarkan skoring pada pedoman, kondisi ini paling sesuai dengan kategori apa?
Bukan krisis
Impending storm
Krisis tiroid
Hipotiroid berat
Subklinis hipertiroid
Seorang pasien mengalami krisis tiroid dan memerlukan terapi segera untuk menurunkan hormon tiroid serta menghambat konversi perifer T4 menjadi T3. Terapi pilihan pertama yang direkomendasikan pedoman untuk kondisi ini adalah apa?
Methimazole
Propylthiouracil (PTU)
Levotiroksin
Radioiodine
Lugol iodine saja
Seorang ibu membawa anaknya yang masih batita untuk mendapatkan vaksinasi wajib. Vaksinasi adalah proses memasukan vaksin ke dalam tubuh untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Berdasarkan klasifikasi antigennya ada vaksin yang ditujukan untuk pencegahan infeksi bakteri. Manakah contoh untuk tipe vaksin tersebut?
Rubella
Tetanus
Campak
Hepatitis B
Haemophillus influenzae
Seorang ibu membawa anaknya ke puskesmas untuk melakukan vaksinasi ulang, tujuannya untuk pencegahan terhadap penyakit batuk rejan. Vaksinasi apa yang akan diberikan kepada anak tersebut?
BCG
DT
Tetanus Toxoid
DT
Influenza
Seorang ibu datang ke klinik membawa anaknya yang sakit berumur 5 tahun dengan keluhan muncul ruam di seluruh tubuh. Awalnya muncul pada wajah kemudian belakang telinga, dan seluruh tubuh. Menurut diagnosis dokter anak tersebut terkena campak. Kapan pemberian imunisasi yang tepat untuk mencegah penyakit tersebut?
1 bulan
4 bulan
6 bulan
9 bulan
15 bulan
Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi dan angka kejadian beberapa penyakit infeksi terbukti menurun setelah vaksin Hib tersedia. Manakah contoh infeksi yang mengalami penurunan tersebut?
Otitis media
Meningitis
Pneumonia
Sinusitis
Infeksi tulang
Program imunisasi yang dilakukan pemerintah ada bermacam-macam. Salah satu program imunisasi wajib adalah imunisasi pada calon pengantin wanita. Vaksin apakah yang wajib diberikan?
Tetanus Toxoid
Meningitis
Influenza
COVID19
Difteri, pertussis, Tetanus (DPT)
Seorang pasien wanita usia 48 tahun penderita kanker ovarium mendapat doxorubicin 25 mg/50 mL yang menghambat topoisomerase II sehingga siklus sel terhenti pada fase G1 dan G2 dan memicu kematian sel melalui aktivasi/over-ekspresi protein p53. Berdasarkan cara kerjanya, apakah nama golongan anti-kanker yang tepat untuk obat tersebut?
Chelating agent
Antiangiogenesis
Chemoprevention agent
Penginduksi apoptosis
Antiproliferative
Sel kanker dapat dibunuh pada saat selnya membelah. Beberapa antikanker berasal dari alkaloid tanaman yang dapat menghentikan fase metafase pada proses mitosis. Apakah contoh obatnya?
Vincristine
Doxorubicin
Cyclophosphamide
Methotrexate
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dirawat di sebuah rumah sakit karena menderita leukemia limfoblastik akut. Pasien ini memulai terapi pemeliharaan yang mencakup metotreksat dosis tinggi. Dua minggu kemudian, tes darah menunjukkan jumlah sel darah putih 1800 / mm 3 (normal 4500 – 11000 / mm 3 ). Dokter menghubungi apoteker untuk pemberian antidotum. Antidot apakah yang sesuai untuk pasien tersebut saat ini?
Niacin (Vitamin B3)
Piridoksin (Vitamin B6)
Folic acid (Vitamin B9)
Tiamin (Vitamin B12)
Folinic acid (Leucovorin)
Seorang dokter di sebuah rumah sakit berdiskusi dengan apoteker terkait pemilihan obat kemoterapi yang tergolong zat alkilasi untuk pasiennya. Karena obat ini merusak DNA, obat ini dapat mempengaruhi sel-sel sumsum tulang yang membuat sel-sel darah baru. Jika diberikan dalam dosis tinggi, banyak efek samping yang mungkin terjadi. Apakah salah satu efek samping yang mungkin terjadi?
Anemia
Thalassemia
Leukemia
Trombositopenia
Leukopenia
Seorang wanita berusia 59 tahun dengan kanker paru-paru yang tidak dapat dioperasi telah menerima kombinasi kemoterapi. Tes laboratorium menghasilkan kadar plasma berikut: kreatinin 5.5 mg/dL (normal 0.6 – 1.2 mg/dL), nitrogen urea darah (BUN) 45 mg/dL (normal 7 – 18 mg/dL), Mg 2+ 0.2 mmol/L (normal 1.5 – 2.0 mmol/L). Organ manakah yang menjadi sasaran efek samping kombinasi kemoterapi tersebut?
Hati
Jantung
Paru-paru
Ginjal
Saluran cerna
Seorang wanita berusia 59 tahun dengan kanker paru-paru yang tidak dapat dioperasi telah menerima kombinasi kemoterapi. Tes laboratorium menghasilkan kadar plasma berikut: kreatinin 5.55.55.5 mg/dL (normal 0.60.60.6 – 1.21.21.2 mg/dL), nitrogen urea darah (BUN) 454545 mg/dL (normal 777 – 181818 mg/dL), Mg 2+^{2+}2+ 0.20.20.2 mmol/L (normal 1.51.51.5 – 2.02.02.0 mmol/L). Manakah dari obat berikut yang paling mungkin menyebabkan hasil laboratorium seperti ini?
Fluorouracil
Doxorubicin
vincristin
florourasil
ciaplatin
Seorang perempuan, usia 45 tahun, mendapatkan obat kanker cisplatin untuk mengobati kanker serviks yang dideritanya. Selama pengobatan sering mengalami mual dan muntah. Obat apakah yang akan direkomendasikan untuk mengatasi keluhan tersebut ?
Deksametason
Metilprednisolon
Ondansetron
Lorazepam
Cannabinoid
