wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LCC Aswaja NU

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Sikap NU terhadap NKRI yang ditegaskan dalam pengantar buku adalah apa?

a)

Dukungan bersyarat hanya pada kebijakan ekonomi

b)

Penolakan terhadap sistem negara republik modern

c)

Netral tanpa menyatakan dukungan atau penolakan

d)

Komitmen keberpihakan dan dukungan yang jelas

2.

Tujuan utama didirikannya Nahdlatul Ulama (NU) antara lain memelihara, melestarikan, mengembangkan, dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama'ah. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan fokus tersebut?

a)

Mengutamakan politik praktis di atas pendidikan agama

b)

Memisahkan ulama dari masyarakat demi independensi

c)

Mengganti seluruh tradisi lokal dengan syariat baru

d)

Menjaga ajaran Aswaja dengan amal nyata berkelanjutan

3.

NU menganut pola empat mazhab dalam fikih. Manakah kombinasi yang benar?

a)

Maliki, Syafi'i, Hanbali, Ibadi

b)

Hanafi, Ja'fari, Syafi'i, Zahiri

c)

Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali

d)

Syafi'i, Hanbali, Ibadi, Ja'fari

4.

Paham Ahlus Sunnah wal-Jama'ah dalam NU mencakup tiga aspek yang saling terkait. Aspek apa saja yang dimaksud?

a)

Politik, ekonomi, budaya

b)

Akidah, syari'ah, akhlak

c)

Sejarah, tafsir, hadis

d)

Tauhid, tasawuf, filsafat

5.

Dalam akidah, Aswaja NU mengikuti manhaj Asy'ariyah dan Maturidiyah. Apa implikasi praktis dari pilihan manhaj ini?

a)

Mengganti seluruh ijma' dengan pendapat pribadi

b)

Mengutamakan takwil ekstrem atas semua nash

c)

Menolak penggunaan akal dalam teologi sepenuhnya

d)

Menyeimbangkan dalil naqli dan dalil aqli secara proporsional

6.

Ciri Aswaja NU adalah tawassuth dan i'tidal. Bagaimana sikap ini tampak dalam praktik keagamaan?

a)

Menolak budaya lama tanpa pertimbangan kritis

b)

Memaksakan satu pendapat sebagai paling benar

c)

Mengutamakan kekerasan dalam dakwah dan amar ma'ruf

d)

Mengambil jalan tengah seimbang, menghindari sikap ekstrem

7.

Dalam fikih, Aswaja NU mengakui ijtihad dan taqlid dengan bermadzhab. Apa konsekuensi sikap ini terhadap masalah qath'iyyat dan zhanniyyat?

a)

Longgar pada hal qath'iyyat, keras pada hal zhanniyyat

b)

Tegas pada hal qath'iyyat, toleran pada hal zhanniyyat

c)

Menyamakan qath'iyyat dengan adat lokal

d)

Menolak semua perbedaan dalam zhanniyyat

8.

Dalam perumusan hukum di tradisi NU, apa yang membedakan pola maudhu’iyah dengan pola waqi’iyah?

a)

Maudhu’iyah analisis bahasa, waqi’iyah analisis statistik

b)

Maudhu’iyah deduktif legal, waqi’iyah induktif sosial

c)

Maudhu’iyah tafsir ayat, waqi’iyah tafsir hadis

d)

Maudhu’iyah tematik berbasis isu, waqi’iyah kasus empiris

9.

Dalam Madzhab Qauli, rujukan pendapat ulama yang benar adalah…

a)

Menggabung pendapat lintas mazhab bebas

b)

Mengutamakan opini penulis modern saja

c)

Mengambil ringkasan populer tanpa sanad

d)

Mengutip qaul utuh dari kitab mu’tabar mazhab

10.

Pada Madzhab Manhaji, langkah awal ketika merespon kasus adalah menyertakan…

a)

Data statistik sosial sebagai pokok dalil

b)

Dalil nash syar’i dari al-Qur’an atau hadis

c)

Tradisi lokal sebagai sumber utama

d)

Opini ahli hukum positif tanpa dalil

11.

Syarat penukilan ayat dalam kerangka manhaji yang tepat adalah…

a)

Menggunakan mushaf standar dan tafsir mufassir Sunni

b)

Mengutip ayat berdasarkan kebutuhan retorika

c)

Memakai terjemah bebas tanpa rujukan tafsir

d)

Memilih ayat populer di media massa

12.

Ijtihad Madzhabi menuntut operasionalisasi asas-asas ijtihad. Salah satu contoh asas yang disebut adalah…

a)

Taqlid mutlak tanpa kajian konteks

b)

Qiyas sebagai analogi murni mazhab lain

c)

‘Urf Ta’amul sebagai kerangka kebiasaan

d)

Istishab diabaikan dalam kebijakan

13.

Dalam membahas perbuatan manusia, apa posisi aqidah Asy’ariyah terhadap dua kutub Jabariyah dan Qadariyah?

a)

Menggabungkan kreativitas manusia dengan kuasa Tuhan

b)

Menegaskan determinisme mutlak tanpa kasb

c)

Menolak peran wahyu dan mengutamakan akal murni

d)

Menyatakan manusia mencipta perbuatan terlepas dari Allah

14.

Makna konsep al-kasb dalam Asy’ariyah paling tepat adalah apa?

a)

Partisipasi manusia dalam perbuatan di bawah kuasa Tuhan

b)

Penolakan tanggung jawab atas perbuatan manusia

c)

Kekuasaan manusia yang lebih besar dari kehendak Allah

d)

Penciptaan perbuatan manusia secara independen

15.

Bagaimana sikap Asy’ariyah terhadap hubungan wahyu dan akal?

a)

Akal di atas wahyu tanpa pengecualian

b)

Wahyu dipahami dengan bantuan akal yang tunduk padanya

c)

Wahyu ditolak bila akal tidak sepakat

d)

Akal dan wahyu dianggap tidak saling terkait

16.

Perbedaan pokok Maturidiyah terkait sumber pengetahuan adalah apa?

a)

Menyeimbangkan al-naql dan al-‘aql dalam memahami kebenaran

b)

Menolak penggunaan akal dalam agama

c)

Menggantikan wahyu dengan tradisi sosial semata

d)

Mengutamakan al-naql tanpa peran akal

17.

Dalam memahami sifat Allah, posisi Asy’ariyah yang benar adalah apa?

a)

Sifat qadim azali, bukan bagian dari zat Allah

b)

Sifat tidak ada dan mustahil disandarkan pada Allah

c)

Sifat hanya kiasan dari tindakan manusia

d)

Sifat identik dengan zat Allah tanpa perbedaan

18.

Menurut Maturidiyah, bagaimana memahami ayat-ayat tajsim seperti yadullah?

a)

Diterima tanpa penafsiran dan tanpa kontekstualisasi

b)

Difahami secara literal sebagai tangan fisik Tuhan

c)

Diabaikan karena bertentangan dengan akal

d)

Ditafsirkan secara majazi sebagai kekuasaan Allah

19.

Dalam isu kebebasan manusia, posisi Maturidiyah terhadap perbuatan manusia adalah apa?

a)

Allah mencipta perbuatan, manusia memilih dan menanggung akibat

b)

Manusia sepenuhnya bebas mencipta perbuatan tanpa campur Tuhan

c)

Perbuatan sepenuhnya ditentukan, manusia tidak punya pilihan

d)

Pilihan manusia tidak relevan, hanya nas berperan

20.

Spirit bersama Asy’ariyah dan Maturidiyah dalam kehidupan sosial menekankan apa?

a)

Mengutamakan fanatisme golongan dan menolak dialog

b)

Moderasi, tasamuh, serta amar ma’ruf nahi munkar yang bijak

c)

Penolakan HAM dan otonomi daerah karena tidak islami

d)

Dominasi rasionalisme tanpa rujukan wahyu

21.

Manakah yang paling menggambarkan semangat moderasi Aswaja dalam bidang aqidah?

a)

Mengajarkan akidah dengan pemaksaan keras pada lawan

b)

Mewajibkan semua muslim mengikuti satu kelompok politik tertentu

c)

Menolak semua bentuk ijtihad dan pembaruan dalam agama

d)

Menjaga keseimbangan, menghindari sikap ekstrem dalam berteologi

22.

Kasus mihnah pada masa Mu’tazilah digunakan sebagai contoh apa dalam kajian Aswaja?

a)

Contoh pemaksaan akidah yang bertentangan dengan sikap Aswaja

b)

Upaya ijtihad yang menguatkan persatuan umat

c)

Bukti moderasi teologi yang berkembang damai

d)

Teladan toleransi yang patut ditiru semua umat

23.

Prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadimi al-shalih dan al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah bermakna apa dalam praktik keagamaan?

a)

Menolak tradisi lama demi kebaruan tanpa syarat

b)

Melestarikan yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik

c)

Mewajibkan taqlid mutlak pada satu mazhab tertentu

d)

Mengganti seluruh ajaran klasik dengan tafsir modern

24.

Mengapa Aswaja menolak kelompok garis keras yang suka memaksakan akidah?

a)

Karena Aswaja tidak memiliki prinsip teologi yang jelas

b)

Karena Aswaja menolak persatuan umat secara menyeluruh

c)

Karena pemaksaan menimbulkan kekerasan dan tidak sesuai tabiat Aswaja

d)

Karena pemaksaan dianggap bagian dari dakwah yang efektif

25.

Sikap Aswaja terhadap kelompok yang menutup diri dari mayoritas umat Islam (jama’atul muslimin) adalah apa?

a)

Mewajibkan seluruh umat mengikuti kelompok tersebut

b)

Menganjurkan pemaksaan agar mereka kembali ke mayoritas

c)

Menolak sikap eksklusif yang memisahkan diri dari mayoritas umat

d)

Mendukung penutupan diri agar akidah tetap murni

26.

Tokoh yang dijuluki Imam Agung dan menjadi panutan di Irak adalah siapa?

a)

Imam Malik bin Anas, ahli hadits Madinah

b)

Imam Abu Hanifah Nu'man bin Tsabit, tokoh ahlur ra'yi

c)

Imam Muhammad bin Idris al-Syafi'i, murid di Ghozza

d)

Imam Ahmad bin Hanbal, tokoh Ahl al-Hadits

27.

Metodologi istinbath yang pertama kali ditulis Imam Syafi'i dalam buku fiqhnya berjudul apa?

a)

Al-Umm, kumpulan pendapat final

b)

Al-Risalah, fondasi ushul fiqh

c)

Musnad Ahmad, kompilasi hadits

d)

Al-Muwaththa, karya Imam Malik

28.

Alasan utama memilih empat mazhab antara lain karena para imam tersebut berstatus Mujtahid Mustaqil. Apa makna inti dari status ini?

a)

Mampu menghafal seluruh hadits sahih klasik

b)

Mampu mandiri menciptakan manhaj al-fikr dan metode istinbath

c)

Mampu menulis kitab tafsir lengkap 30 juz

d)

Mampu menjadi qadhi utama di seluruh wilayah

29.

Imam Syafi'i belajar cukup lama pada Imam Malik, lalu berguru kepada murid senior Abu Hanifah. Siapakah murid senior itu?

a)

Imam Al-Ghazali, pembaru ushul fiqh

b)

Imam Abu Yusuf, qadhi Baghdad

c)

Imam Muhammad bin Hasan, pengganti Abu Hanifah

d)

Imam Hasan al-Basri, tabi'in zuhud

30.

Pernyataan yang paling tepat terkait karya-karya pokok para imam berikut ini adalah?

a)

Al-Muwaththa disusun Imam Ahmad sebagai kitab fiqh Madinah

b)

Al-Qaul al-Qadim merujuk pendapat baru Imam Syafi'i di Mesir

c)

Al-Umm menghimpun pendapat Imam Syafi'i yang berkembang

d)

Musnad Ahmad adalah kumpulan hadits hukum Imam Malik

31.

Mazhab Maliki banyak bersandar pada praktik penduduk Madinah sebagai sumber hukum. Konsep ini disebut apa?

a)

Istishab mempertahankan ketentuan awal

b)

Amal ahl al-Madinah sebagai ijma praktis

c)

Qiyas logis berbasis kaidah umum

d)

Istihsan untuk kemaslahatan sosial

32.

Imam Syafi'i terkenal merumuskan usul fiqh sistematis dalam karya Al-Risalah. Dampak utama dari perumusan tersebut adalah apa?

a)

Peralihan pusat fiqh ke Baghdad

b)

Dominasi tradisi sufistik atas fiqh

c)

Penghapusan perbedaan antar mazhab besar

d)

Standarisasi metodologi penetapan hukum

33.

Mazhab Hanbali dikenal sangat berpegang pada nash hadis. Pilihan manakah yang paling tepat menggambarkan cirinya?

a)

Mendahulukan hadis sahih di atas qiyas

b)

Mengutamakan adat lokal daripada hadis

c)

Menggunakan istihsan sebagai sumber utama

d)

Menyamakan qiyas dengan ijma masyarakat

34.

Mengapa umat Islam mengikuti empat mazhab besar hingga kini?

a)

Keputusan politik kekaisaran yang memaksa

b)

Karena menolak semua hadis sahih yang ada

c)

Metode ilmiah kuat dan transmisi terpercaya

d)

Agar setiap daerah memiliki mazhab sendiri

35.

Perbedaan pendapat di antara empat mazhab sering terjadi karena apa?

a)

Variasi metode istinbat dan sumber data

b)

Kesalahan terjemahan Al-Qur'an seluruhnya

c)

Kekurangan ulama yang berkompeten

d)

Perpecahan sosial tanpa landasan ilmiah

36.

Sikap yang dianjurkan kepada pengikut mazhab ketika menghadapi perbedaan adalah apa?

a)

Fanatisme, menolak mazhab lain sepenuhnya

b)

Tasamuh, saling menghargai perbedaan dalil

c)

Ta'assub, memperkuat sekat sosial mazhab

d)

Isolasi, berhenti belajar lintas tradisi

37.

Tasawuf Aswaja An-Nahdliyah menekankan praktik spiritual yang tetap berada dalam koridor syariat. Apa implikasi utama dari prinsip ini bagi perilaku seorang salik?

a)

Menjalankan thariqah yang teruji sesuai kaidah fikih

b)

Mencari pengalaman batin di luar tuntunan agama

c)

Menghindari semua tradisi karena berpotensi bid’ah

d)

Mengutamakan zikir tanpa aturan syariat yang ketat

38.

Thariqah mu’tabarah dalam tradisi Aswaja dipilih berdasarkan apa?

a)

Keunikan praktik zikir yang berbeda dari lainnya

b)

Kesesuaian ajaran dengan Al-Qur’an dan Sunnah

c)

Popularitas mursyid di kalangan masyarakat

d)

Kebebasan interpretasi tanpa otoritas ulama

39.

Al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi sering dijadikan rujukan dalam tasawuf Aswaja. Kesamaan pokok pandangan mereka adalah:

a)

Mengedepankan pengalaman ekstasis di atas ilmu

b)

Menekankan tasawuf berlandas syariat yang kuat

c)

Menolak integrasi tasawuf dengan ilmu fikih

d)

Mengutamakan uzlah total dari aktivitas sosial

40.

Zuhud dalam kerangka Aswaja paling tepat dipahami sebagai:

a)

Menolak seluruh harta dan kenikmatan dunia

b)

Sikap hati tidak terikat pada dunia, tetap produktif

c)

Meninggalkan pekerjaan agar fokus ibadah penuh

d)

Menghindari interaksi sosial untuk menjaga kesucian

41.

Wara’ sebagai etika spiritual menuntun seorang Muslim untuk:

a)

Mengedepankan tradisi lokal di atas syariat

b)

Menjauhi syubhat demi menjaga kehati-hatian

c)

Mengambil semua yang mubah tanpa pertimbangan

d)

Mencari keringanan hukum untuk kemudahan

42.

Konsep al-‘Adah al-Muhakkamah dalam fikih berfungsi untuk apa dalam konteks tradisi lokal?

a)

Membatasi budaya hanya pada praktik keagamaan formal

b)

Mengganti syariat dengan budaya setempat sepenuhnya

c)

Menolak seluruh adat yang berkembang di masyarakat

d)

Menjadikan adat sebagai pertimbangan hukum yang mengikat

43.

Mengapa praktik slametan/kenduri dipertahankan dalam komunitas nahdliyin?

a)

Sebagai sarana dakwah, solidaritas, dan doa bersama

b)

Karena murni tradisi tanpa nilai keagamaan

c)

Untuk menunjukkan keunggulan sosial suatu kelompok

d)

Agar budaya tidak berubah sepanjang waktu

44.

Metodologi Walisongo dalam menyebarkan Islam di Nusantara ditandai oleh apa?

a)

Konfrontasi keras terhadap budaya lokal

b)

Asimilasi budaya melalui simbol dan seni

c)

Penolakan total terhadap adat setempat

d)

Pemaksaan aturan dengan sanksi negara

45.

Dialog budaya yang diusung NU menekankan langkah awal apa ketika menghadapi tradisi baru?

a)

Mengharamkan tradisi sebelum diteliti

b)

Mengidentifikasi unsur maslahat dan mafsadat

c)

Menyeragamkan tradisi sesuai praktik Timur Tengah

d)

Mengabaikan tradisi karena tidak relevan

46.

Jika sebuah tradisi lokal mengandung unsur syirik dan mudarat sosial, bagaimana pendekatan yang tepat?

a)

Dibiarkan berjalan tanpa intervensi apa pun

b)

Direformasi atau ditinggalkan dengan edukasi bertahap

c)

Diterima dengan penyesuaian simbolik ringan

d)

Dikonservasi demi menjaga warisan leluhur

47.

Alasan teologis NU menerima ekspresi budaya selama tidak melanggar akidah adalah apa?

a)

Fikih hanya membahas ibadah, bukan muamalah

b)

Akhlak bergantung sepenuhnya pada tradisi masyarakat

c)

Syariat memberi ruang urf yang tidak bertentangan

d)

Budaya memiliki kedudukan sama dengan wahyu

48.

Dalam kerangka al-‘Adah al-Muhakkamah, bagaimana menilai penggunaan musik tradisional dalam acara keagamaan?

a)

Otomatis terlarang karena berasal dari adat

b)

Boleh jika membawa maslahat dan tidak melanggar kaidah

c)

Wajib diterapkan agar acara lebih meriah

d)

Diperbolehkan hanya pada perayaan non-keagamaan

49.

Prinsip Al-Shidqu dalam Mabadi' Khaira Ummah paling tepat diwujudkan oleh siswa dengan cara apa dalam transaksi jual-beli sederhana di kantin sekolah?

a)

Menaikkan harga saat permintaan sedang tinggi

b)

Memberi diskon besar untuk semua teman dekat

c)

Menyembunyikan cacat barang agar cepat laku

d)

Mengatakan harga sesuai kesepakatan awal selalu

50.

Dalam konteks peningkatan ekonomi warga, prinsip mana yang mencegah praktik kecurangan timbangan di pasar?

a)

Al-Shidqu menuntut kejujuran dalam ukuran

b)

Al-Amanah mendorong kerahasiaan transaksi

c)

Al-'Adalah membenarkan harga berbeda ekstrem

d)

Al-Ta'awun mengutamakan promosi agresif