NEW
Font size
Worksheetsevaluasi farmakologi ab, lepra dan sulfa
Total questions: 28
Worksheet time: 14mins
Penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah yang kompleks, terutama dari segi medis seperti cacat fisik adalah ...
Disentri Basiler
Kusta
TBC
Filariasis
Leptospirosis
Obat antikusta yang paling banyak dipakai pada saat ini adalah .....
diaminodifenil sulfon
rifampisin
Kanamicyn
Penicilin
Amoksisilin
Obat pilihan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae adalah
Dapson
Deksametason
Dextrometorfan
Deksfenfluramin
Deksklorfeniramin maleas
Bakteri penyebab kusta memiliki kemampuan yang lambat dalam menginkubasi,maka gejala tidak akan muncul pada 1 tahun setelah seseorang terinfeksi bakteri ini. Rata-rata gejala akan muncul pada kurun waktu ....
2-5 Tahun
5-7 Tahun
10-12 Tahun
10-15 Tahun
15-20 Tahun
Antimikroba yang memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri disebut dengan
Bakterisida
Fungisida
Sitostatika
Fungistatika
Bakteriostatika
Antimikroba ini mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri, sedangkan proses mematikan bakteri akan dilanjutkan oleh pertahanan tubuh sendiri
Penisilin
Kloramfenikol
Rifampisin
Sefalosporin
Kuinolon
Antimikroba ini bekerja dengan cara menghambat sintesa dinding sel mikroba
Tetrasiklin
Rifampisin
Penisilin
Kloramfenikol
Asiklovir
Pusat kekuatan antibiotika golongan penisilin dan sefalosporin terletak pada cincin
aromatik
α-naftol
alifatik
β-laktam
benzana
Penisilin ini termasuk dalam golongan "broad spectrum" karenanya lebih banyak digunakan dalam pengobatan
asiklovir
asetaminofen
amfetamin
amikasin
amoksisilin
Untuk memperoleh kombinasi dengan kekuatan yang lebih besar, maka amoksisilin dapat digabungkan dengan suatu "suicide antibiotics", yaitu :
Asam mefenamat
Asam valproat
Asam benzoat
Asam klavulanat
Asam salisilat
Karena tidak tahan asam lambung, maka penisilin"narrow spectrum" ini hanya dapat diberikan dengan cara parenteral
sultamicillin
Penisilin V
Penisilin G
Kloksasilin
Flukloksasilin
Antibiotika berikut ini termasuk dalam kelompok sefalosporin, kecuali
Sefaleksin
Setirizin
Seftriakson
Sefotaksim
Sefadroksil
Neomisin dan aminoglikosida yang lain pada umumnya digunakan secara topikal karena dalam penggunaan sistemik akan menimbulkan
Ketulian
kelumpuhan
kebutaan
kebisuan
keterlambatan
Aminoglikosida ini tersedia dalam bentuk sediaan larutan atau serbuk untuk injeksi, serta berkhasiat bakteriostatik terhadap TBC :
Tobramisin
Amikasin
framisetin
neomisin
streptomisin
Antibiotika berikut ini termasuk dalam kelompok makrolida :
Doksisiklin
Netilmisin
Dikloksasilin
Karindasilin
Spiramisin
Antibiotika dengan rasa yang sangat pahit ini merupakan obat pilihan untuk mengatasi thypus abdominalis :
Kodein
Kloramfenikol
Ketokonazol
Klotrimazol
Koamoksiklav
Antibiotika ini banyak dibuat dalam bentuk sediaan lotion pengobatan jerawat
Amoksisilin
Siprofloksasin
Eritromisin
Klindamisin
Spiramisin
Penisilin ini tidak teruraikan oleh enzim penisilinase
Kloksasilin
Benzyl penisilin
Fenoksi Metil penisilin
Sefadroksil
Sefotaksim
Bila seorang pasien mengalami alergi terhadap ampisilin, kemungkinan besar akan mengalami alergi bila menggunakan
Streptomisin
Simvastatin
Spiramisin
Seftriakson
Siprofloksasin
Syarat mutlak yang menunjukkan kekuatan dari antibiotika gol. Penisilin dan sefalosporin adalah adanya struktur cicin :
α-naphtol
pirena
benzena
siklo heksana
β-laktam
Kloramfenikol juga tidak diberikan kepada bayi karena dapat menimbulkan efek samping :
Hirsutisme
Grey Baby Syndrome
Steven Johnson
Syndrome baby blue
Moonface
Antibiotika golongan kuinolon mempunyai ciri khas pada penggunaannya yang lebih banyak untuk antiseptik
eksternal
Saluran pencernaan
internal
saluran kemih
Saluran pernafasan
Kloramfenikol adalah obat pilihan untuk :
Demam berdarah
Filariasis
Amubiasis
Thypus
Diabetes
kloramfenikol jarang digunakan sehubungan dengan efek samping sistemiknya yang sangat fatal yaitu :
Anemia ferriprive
Anemia aplastis
Anemia hemolitik
Anemia megaloblaster
Anemia pernisiosa
Grey baby syndrome yang terjadi pada bayi yang diterapi dengan kloramfenikol terjadi karena ketidaksiapan organ
Lambung
Otak
Hati
Usus
Ginjal
Sebagai pengganti kloramfenikol dapat diberikan
Tiamfenikol
Kloramfenikol
Mikonazol
Klotrimazol
Thiabendazol
Tetrasiklin adalah antibiotika yang secara alami berwarna :
Merah
Hijau
Coklat
Kuning
Merah bata
Antimikroba ini bekerja dengan cara menghambat metabolisme sel mikroba
sulfonamida
Rifampisin
asiklovir
tetrasiklin
nystatin
