wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

EVALUASI 1 PART I

Total questions: 137

Worksheet time: 2hrs 47mins

Name
Class
Date
1.

Wanita 47 tahun datang dengan bronkitis akut. Dokter meresepkan antihistamin generasi pertama (CTM) untuk membantu tidur. Keesokan harinya pasien mengeluh sekret makin kental dan sulit dikeluarkan. Apakah mekanisme yang menyebabkan perburukan kondisi pasien?

a)

Blokade reseptor H1 meningkatkan viskositas mukus

b)

Efek antikolinergik mengurangi sekresi dan mengentalkan mukus

c)

Cebedil sesai meningkatkan sekresi

d)

Aktivasi reseptor β2

e)

Interaksi obat dengan virus

2.

Seorang pria 40 tahun datang dengan batuk sejak 5 hari, awalnya kering sekarang produktif bening. Tidak demam. Tidak sesak. Riwayat tidak merokok. Pemeriksaan fisik normal. Dokter mendiagnosis bronkitis akut viral. Manakah obat yang paling tepat?

a)

Amoxicillin

b)

Guaifenesin

c)

Azithromycin

d)

Dextromethorphan + Codeine

e)

Prednison oral 40 mg

3.

Wanita 32 tahun batuk 2 minggu, sputum kuning kehijauan, demam ringan. Tidak sesak. Pemeriksaan fisik: wheezing ringan. Apakah terapi yang tepat?

a)

Beri antibiotik amoxicillin

b)

Beri SABA inhalasi

c)

Beri steroid oral

d)

Beri mukolitik

e)

Beri bronkodilator + antibiotik langsung

4.

Pasien bronkitis diberi salbutamol namun muncul tremor dan takikardia. Manakah obat pilihan yang lebih aman?

a)

Terbutalin oral

b)

Epinefrin inhalasi

c)

Ipratropium

d)

Salmeterol

e)

Theophylline oral

5.

Pria 57 tahun, perokok berat. Batuk produktif kronik 2 tahun. Kini eksaserbasi: sputum lebih banyak dan purulen. Terapi?

a)

Amoxicillin-clavulanate

b)

Hanya antitusif

c)

ICS saja

d)

LTRA

e)

Antihistamin generasi 1

6.

Pasien bronkitis akut meminta antibiotik karena sputum kuning. Tindakan terbaik?

a)

Beri amoxicillin

b)

Beri edukasi

c)

Ganti ke ceftriaxone

d)

Beri steroid

e)

Beri antihistamin

7.

Pria 60 tahun dengan CKD stadium 4 eksaserbas bronkitis kronik. Antibiotik paling aman?

a)

Levofloxacin

b)

Ciprofloxacin

c)

Azithromycin

d)

Aminoglikosida

e)

Nitrofurantoin

8.

Wanita 25 tahun hamil trimester 3 dengan bronkitis viral. Apakah terapi yang sesuai?

a)

NSAID

b)

Azithromycin

c)

Parasetamol + hidrasi

d)

Codeine

e)

Deksametason

9.

Anak 8 tahun menderita bronkitis dengan wheezing. Pilihan terapi?

a)

Salbutamol nebulasi

b)

Codeine

c)

Antihistamin

d)

Steroid oral

e)

Antibiotik

10.

Pria 60 tahun demam tinggi, batuk purulen, ronki basal, foto toraks infiltrat. Diagnosis CAP. Terapi lini pertama?

a)

Amoxicillin

b)

Ciprofloxacin

c)

Cefotaxime

d)

Gentamicin

e)

Doxycycline

11.

Wanita 30 tahun CAP ringan dengan alergi penisilin (reaksi anafilaksis). Terapi yang aman?

a)

Amoxicillin

b)

Amoxicillin-clavulanate

c)

Azithromycin

d)

Ceftriaxone

e)

Ertapenem

12.

Pria 70 tahun, CAP, ada CKD stadium 4. Pilihan antibiotik paling aman?

a)

Levofloxacin

b)

Ceftriaxone

c)

Aminoglikosida

d)

Amikacin

e)

Piperacillin-tazobactam

13.

Pria 60 tahun pneumonia berat dirawat di ICU. Risiko MRSA tinggi. Apakah antibiotik yang sesuai?

a)

Azithromycin

b)

Vancomycin

c)

Ciprofloxacin

d)

Cefuroxime

e)

Amoxicillin

14.

Wanita 58 tahun, HAP setelah 5 hari dirawat. Demam 39°C, sputum purulen. Obat paling tepat?

a)

Ampicillin

b)

Ceftazidime

c)

Amoxicillin

d)

Cefadroxil

e)

Clarithromycin

15.

Pasien pneumonia diberi levofloxacin. Dua hari kemudian QT interval memanjang. Apakah tindakan yang harus dilakukan?

a)

Lanjutkan levofloxacin

b)

Tambah makrolid

c)

Hentikan levofloxacin

d)

Tambah β-blocker

e)

Tambah antihistamin

16.

Pasien pneumonia mengonsumsi warfarin. Antibiotik mana yang paling meningkatkan INR?

a)

Azithromycin

b)

Amoxicillin

c)

Ciprofloxacin

d)

Cefuroxime

e)

Doxycycline

17.

Wanita hamil trimester 2 dengan CAP. Antibiotik aman?

a)

Tetracycline

b)

Levofloxacin

c)

Amoxicillin

d)

Ciprofloxacin

e)

Doxycycline

18.

Pria 20 tahun dengan pneumonia atipikal (suara napas minimal, batuk kering). Obat terbaik?

a)

Amoxicillin

b)

Azithromycin

c)

Cefadroxil

d)

Amikacin

e)

Piperacillin

19.

Pria 22 tahun serangan asma akut. RR 32, wheezing berat, O2 saturasi 89%. Terapi awal?

a)

ICS inhalasi

b)

SABA nebulisasi

c)

LAMA

d)

Montelukast

e)

Antibiotik

20.

Anak 7 tahun asma yang sering kambuh malam hari. Obat kontroler?

a)

SABA jika perlu

b)

ICS dosis rendah

c)

LABA monoterapi

d)

Theophylline

e)

Steroid oral

21.

Wanita 30 tahun asma memakai ICS/LABA. Masih serangan. Apakah tambahan terapi?

a)

LAMA (tiotropium)

b)

Theophylline

c)

Antibiotik

d)

Antihistamin

e)

Steroid oral jangka panjang

22.

Pasien serangan asma akut sudah diberikan salbutamol 3 kali tetapi tetap sesak. Apakah terapi tambahan?

a)

ICS inhalasi

b)

Ipratropium

c)

Montelukast

d)

Ciprofloxacin

e)

Doksisiklin

23.

Pasien PPOK eksaserbasi akut dengan purulent sputum. Apakah terapi?

a)

SABA + steroid oral + antibiotik

b)

ICS inhalasi

c)

LABA monoterapi

d)

Antihistamin

e)

Theophylline saja

24.

Seorang wanita 32 tahun, hamil 20 minggu (trimester 2), memiliki riwayat PPOK ringan akibat paparan rokok di masa lalu (sekarang sudah berhenti). Keluhan utama: sedikit sesak saat aktivitas berat, tidak ada sputum purulen, dan tidak ada eksaserbasi. Obat rutin sebelum hamil: Tiotropium (LAMA) 1x sehari. Saat kontrol kehamilan, ia bertanya apakah aman melanjutkan terapi. Obat yang PALING tepat untuk dipertahankan pada fase stabil kehamilan ini adalah...

a)

Tiotropium (LAMA)

b)

Roflumilast

c)

Salmeterol monoterapi (LABA)

d)

Theophylline oral

e)

Tidak diberi obat apapun

25.

Wanita 33 tahun, hamil 24 minggu, PPOK sedang mengalami batuk purulen, demam 38,2°C, sesak memburuk, ronki basah, saturasi 92%, diagnosis dokter adalah PPOK eksaserbasi pneumonia. Apakah terapi antibiotik yang aman bagi pasien tersebut?

a)

Azithromycin

b)

Amikasin

c)

Ciprofloxacin

d)

Doxycycline

e)

Levofloxacin

26.

Seorang pasien dengan PPOK glaukoma sudut sempit. Apakah obat yang harus dihindari?

a)

SABA

b)

LABA

c)

LAMA (tiotropium)

d)

ICS

e)

Mukolitik

27.

Seorang pasien PPOK dengan pneumonia. Apakah terapi yang diperlukan?

a)

ICS monoterapi

b)

Amoxicillin

c)

ICS/LABA kombinasi

d)

Antibiotik + SABA

e)

Antihistamin

28.

Pasien PPOK hamil trimester 2. Apakah obat paling aman?

a)

Theophylline

b)

LABA monoterapi

c)

SABA inhalasi

29.

Pria 58 tahun, DM tipe 2, hipertensi, eGFR 38 mL/min (G3b), albuminuria moderat. Dokter ingin mengurangi progresi CKD. Obat yang sesuai untuk pasien tersebut adalah

a)

Spironolakton

b)

Furosemid

c)

Losartan

d)

Metformin dosis tinggi

e)

Akarbose

30.

Wanita 65 tahun CKD G4, kalium 5,8 mEq/L (hiperkalemia) sedang menggunakan ramipril. Rekomendasi untuk pengobatan pasien tersebut adalah

a)

Lanjutkan ramipril

b)

Tambahkan spironolakton

c)

Hentikan ramipril sementara

d)

Naikkan dosis ramipril

e)

Tambahkan suplemen kalium

31.

Seorang pria 65 tahun dengan riwayat hipertensi datang dengan eGFR 25 mL/min/1,73 m2 dan edema tungkai, menggunakan lisinopril, furosemid 20 mg, dan metformin 850 mg dua kali sehari. Obat mana yang perlu dievaluasi atau dihentikan

a)

Lisinopril

b)

Metformin

c)

Furosemid

d)

Amlodipin

e)

Simvastatin

32.

Pasien CKD stadium 5 memiliki kalium 6,2 mEq/L. Obat mana yang dapat memperburuk hiperkalemia

a)

Sevelamer

b)

Furosemid

c)

Spironolakton

d)

Calcium acetate

e)

Atorvastatin

33.

Pasien CKD stadium 3 mendapat terapi NSAID untuk nyeri sendi. Risiko utama NSAID pada CKD adalah

a)

Hipoglikemia

b)

Peningkatan GFR

c)

Penurunan perfusi ginjal

d)

Hiponatremia

e)

Peningkatan hemoglobin

34.

Pasien CKD dengan fosfat tinggi diberi sevelamer. Tujuan penggunaan obat tersebut adalah

a)

Menurunkan GFR

b)

Mengikat fosfat di usus

c)

Meningkatkan absorpsi kalsium

d)

Meningkatkan tekanan darah

e)

Menurunkan kalium

35.

Pasien CKD mendapat allopurinol. Hal yang harus diperhatikan adalah

a)

Risiko hiperkalemia

b)

Perlu penyesuaian dosis pada CKD

c)

Meningkatkan risiko anemia

d)

Menurunkan kadar kalium

e)

Meningkatkan ekskresi fosfat

36.

Pasien CKD dengan hipertensi diberi ACE inhibitor. Kondisi yang harus dimonitor adalah

a)

Hipokalemia

b)

Albumin rendah

c)

Hiperkalemia

d)

Hipoglikemia

e)

Leukositosis

37.

Pasien CKD dengan GFR 20 mL/min membutuhkan obat antidiabetes yang aman. Obat yang tepat untuk pasien tersebut adalah

a)

Metformin

b)

Glibenklamid

c)

Linagliptin

d)

Pioglitazon

e)

Akarbose

38.

Pria 59 tahun dengan riwayat CKD tahap 4 datang dengan keluhan mual, lemas, dan gatal-gatal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan: GFR 18 mL/min, kalium 5,8 mEq/L, BUN 87 mg/dL, pH 7,31, HCO3 17 mEq/L. Dokter ingin memperbaiki asidosis metabolik ringan pada pasien. Penatalaksanaan yang dimaksud adalah

a)

Memberikan sodium bicarbonate oral

b)

Memberikan pati kation exchange resin (sodium polystyrene sulfonate)

c)

Menurunkan asupan protein menjadi <0,4 g/kg/hari

d)

Menghentikan semua obat antihipertensi

e)

Memberikan loop diuretik dosis tinggi

39.

Pria 62 tahun dengan CKD G5 (GFR 12 mL/min) mengeluh nyeri tulang dan kram otot. Laboratorium: Ca 7,8 mg/dL, PO4 6,5 mg/dL (hiperfosfatemia), PTH 650 pg/mL (hiper). Terapi paling tepat adalah

a)

Berikan calcium carbonate sebagai phosphate binder

b)

Berikan vitamin D aktif (calcitriol) saja

c)

Membatasi konsumsi cairan

d)

Memberikan ACE inhibitor dosis tinggi

e)

Memberikan diuretik thiazide

40.

Seorang pria 67 tahun datang dengan keluhan sering BAK malam (nokturia 3–4 kali), pancaran lemah, dan perlu mengejan. Terapi awal yang paling sesuai adalah

a)

Tamsulosin

b)

Finasteride

c)

Tadalafil

d)

Antibiotik ciprofloxacin

e)

TURP segera (Reseksi Prostat Transuretra)

41.

Pria 72 tahun mengeluh retensi urin akut. Kateter berhasil dipasang. USG menunjukkan prostat 50 gram. Terapi jangka panjang setelah lepas kateter adalah

a)

Finasteride

b)

Oxybutynin

c)

Nitrofurantoin

d)

Furosemide

e)

Tadalafil

42.

Pria 70 tahun dengan BPH meminta obat untuk disfungsi ereksi. Obat yang diberikan untuk kondisi tersebut adalah

a)

Tadalafil 5 mg

b)

Sildenafil 100 mg langsung

c)

Yohimbine

d)

Prazosin tambahan

e)

Oxybutynin

43.

Pasien BPH diberi antidepresan. Obat mana yang berbahaya karena dapat menyebabkan retensi urin

a)

Sertraline

b)

Fluoxetine

c)

Amitriptyline

d)

Escitalopram

e)

Venlafaxine

44.

Pria dengan BPH ingin mengonsumsi obat alergi. Obat yang paling kontraindikasi adalah

a)

Cetirizine

b)

Fexofenadine

c)

Chlorpheniramine (CTM)

d)

Loratadine

e)

Desloratadine

45.

Pasien BPH memiliki riwayat katarak dan akan menjalani operasi katarak. Obat yang perlu dihindari adalah

a)

Tamsulosin

b)

Finasteride

c)

Dutasteride

d)

Tadalafil

e)

Mirabegron

46.

Seorang pria 67 tahun dengan LUTS akibat BPH mengalami pusing dan hampir jatuh setelah menggunakan doxazosin. Tekanan darah 100/60 mmHg. Obat yang paling aman menggantikan doxazosin adalah

a)

Terazosin

b)

Alfuzosin

c)

Tamsulosin

d)

Silodosin

e)

Finasteride

47.

Seorang pria berusia 70 tahun memiliki volume prostat sangat besar (>40 mL) dan kadar PSA serum 2,5 ng/mL. Dokter meresepkan dutasteride untuk mengecilkan ukuran prostat guna mencegah progresivitas penyakit. Mekanisme kerja spesifik obat ini adalah

a)

Memblokade reseptor muskarinik M3 di otot detrusor

b)

Menghambat konversi testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT)

c)

Menghambat enzim fosfodiesterase tipe 5

d)

Merelaksasi otot polos stroma prostat melalui jalur NO-cGMP

e)

Menginduksi apoptosis sel epitel prostat melalui jalur kaspase

48.

Pasien BPH dengan gejala LUTS berat dan prostat membesar memiliki risiko tinggi progresivitas (retensi urin akut). Berdasarkan studi ComBAT, dokter memutuskan memberikan terapi kombinasi jangka panjang. Kombinasi obat yang paling rasional adalah

a)

Tamsulosin + Terazosin

b)

Finasteride + Dutasteride

c)

Tamsulosin + Dutasteride

d)

Solifenacin + Mirabegron

e)

Sildenafil + Tamsulosin

49.

Seorang laki-laki 55 tahun mengalami penurunan libido signifikan, disfungsi ereksi, dan gangguan ejakulasi (ejakulasi retrograde) setelah 6 bulan menjalani pengobatan BPH. Ia juga merasa payudaranya sedikit membesar dan nyeri (ginekomastia). Obat yang paling mungkin menyebabkan kumpulan efek samping tersebut adalah

a)

Alfuzosin

b)

Silodosin

c)

Finasteride (anti androgen)

d)

Tadalafil

e)

Mirabegron

50.

Tn. A mendapat resep finasteride 5 mg. Istrinya yang sedang hamil muda bertanya kepada apoteker apakah boleh membantu menyiapkan dan memotong obat tersebut untuk suaminya karena suaminya sulit menelan. Saran apoteker yang paling tepat adalah

a)

Boleh, asalkan mencuci tangan setelahnya

b)

Boleh, karena obat hanya berbahaya jika ditelan oleh istri

c)

Tidak boleh, karena serbuk obat dapat terserap lewat kulit dan bersifat teratogenik

d)

Tidak boleh, karena dapat menyebabkan istri mengalami hipertensi

e)

Boleh, asalkan istri mencuci tangan sebelum dan setelah dengan antiseptik

51.

Apoteker memberikan konseling kepada pasien yang baru menerima resep tamsulosin 0,4 mg lepas lambat. Waktu terbaik untuk meminum obat ini dan alasannya adalah

a)

Pagi hari saat perut kosong untuk absorpsi maksimal

b)

Malam hari sebelum tidur untuk mengurangi risiko pusing/jatuh jika terjadi hipotensi

c)

Siang hari bersama makanan berlemak

d)

Sewaktu-waktu saat gejala muncul

e)

Pagi hari setelah sarapan

52.

Th. D (64 tahun) datang ke apotek membawa resep Tadalafil 5 mg once daily untuk keluhan BPH dan disfungsi ereksi. Saat melakukan medication history taking, apoteker menemukan bahwa pasien rutin menggunakan Isosorbid Dinitrat (ISDN) sublingual jika nyeri dada kambuh. Apa tindakan apoteker yang paling tepat?

a)

Melayani resep karena Tadalafil dosis rendah (5 mg) aman

b)

Menyarankan jeda waktu 4 jam antara Tadalafil dan ISDN

c)

Menolak melayani resep dan menghubungi dokter karena kontraindikasi absolut

d)

Mengganti Tadalafil dengan Sildenafil

e)

Meminta pasien menghentikan ISDN selama minum Tadalafil

53.

Seorang laki-laki 63 tahun dengan riwayat diabetes datang ke klinik dengan diagnosis hipertensi. Pasien mendapat obat captopril 1×1 tab 12,5 mg. Apoteker akan melakukan monitoring terkait efektivitas terapi pasien. Berapa target tekanan darah yang harus dicapai oleh pasien?

a)

<150/90 mmHg

b)

<140/90 mmHg

c)

<130/80 mmHg

d)

<120/80 mmHg

e)

<110/80 mmHg

54.

Seorang apoteker di RS akan memberikan edukasi terapi non farmakologi kepada pasien laki-laki 60 tahun dengan riwayat gagal jantung untuk melakukan self-monitoring di rumah. Apoteker menyiapkan informasi terkait deteksi harian gejala gagal jantung. Apakah informasi yang penting disampaikan kepada pasien tersebut?

a)

Pemeriksaan glukosa darah

b)

Pemeriksaan kolesterol darah

c)

Pemeriksaan bobot badan

d)

Pemeriksaan tekanan darah

e)

Pemeriksaan kadar asam urat

55.

Seorang laki-laki 50 tahun dengan riwayat hipertensi dan mendapat terapi lisinopril, namun tekanan darah pasien saat ini 150/100 mmHg. Dua minggu lalu dirawat inap karena mengalami serangan infark jantung. Dokter memutuskan untuk menambahkan obat kedua untuk menurunkan tekanan darahnya dan membantu mengurangi beban jantungnya (kontraktilitas jantung). Obat apakah yang direkomendasikan untuk pasien tersebut?

a)

Bisoprolol

b)

Losartan

c)

HCT

d)

Furosemid

e)

Clonidin

56.

Seorang perempuan 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan sering pusing. Hasil pemeriksaan, pasien didiagnosis hipertensi. Dokter mempertimbangkan penyakit penyerta pasien sebelum menetapkan obat hipertensi. Ada obat yang kontraindikasi untuk pasien tersebut. Apakah obat yang dimaksud?

a)

HCT

b)

Amlodipin

c)

Propranolol

d)

Irbesartan

e)

Captopril

57.

Seorang perempuan 50 tahun dengan riwayat hipertensi datang ke klinik untuk kontrol rutin. Hasil pemeriksaan diketahui terjadi kenaikan kadar kalium (hiperkalemia). Diduga keluhan akibat efek samping obat antihipertensinya. Apakah obat yang memicu keluhan tersebut?

a)

HCT

b)

Furosemide

c)

Losartan

d)

Propranolol

e)

Amlodipine

58.

Seorang pasien dengan riwayat hipertensi dibawa ke klinik dengan keluhan edema dan sesak napas. Pasien didiagnosis mengalami gagal jantung. Dokter memberikan obat digoksin dan furosemide untuk mengatasi keluhan pasien. Apoteker menyampaikan informasi untuk memantau terapi pasien untuk menghindari toksisitas digoksin. Apakah pemeriksaan yang direkomendasikan?

a)

Kadar glukosa darah

b)

Tekanan darah

c)

Kadar kolesterol

d)

Kadar kalium

e)

Kadar natrium

59.

Seorang perempuan 42 tahun memiliki riwayat diabetes melitus gangguan ginjal kronik, datang ke klinik dan didiagnosis hipertensi dengan obat captopril. Sebulan kemudian pasien datang dengan hasil tekanan darah 130/80, namun mengeluh batuk kering. Dokter mengganti obat untuk pasien tersebut. Apakah obat yang direkomendasikan?

a)

Lisinopril

b)

Losartan

c)

Amlodipin

d)

HCT

e)

Atenolol

60.

Seorang pasien laki-laki usia 45 tahun datang ke apotek dengan keluhan flu, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan agak demam. Pasien tersebut meminta obat flu kepada apoteker. Apoteker bermaksud memberikan obat yang mengandung pseudoefedrin. Riwayat apakah yang paling penting ditanyakan apoteker kepada pasien tersebut?

a)

Tukak lambung

b)

Hipertensi

c)

Hiperurikemia

d)

Hiperlipidemia

e)

Asma

61.

Seorang pria berusia 63 tahun mengeluh kepada dokternya tentang mual, muntah, dan sensasi visual lingkaran cahaya hijau-kuning di sekitar benda-benda terang. Pria itu, baru-baru ini didiagnosis dengan gagal jantung dan atrial fibrilasi, telah memulai penggunaan obat yang tepat 2 minggu sebelumnya. Apakah obat yang menyebabkan gejala pasien?

a)

Verapamil

b)

Digoksin

c)

Propranolol

d)

Furosemid

e)

Captopril

62.

Seorang pria berusia 35 tahun dengan riwayat epilepsi dibawa ke IGD dalam kondisi kejang tonik-klonik umum yang sudah berlangsung selama 7 menit tanpa henti. Pasien telah terpasang akses intravena (IV). Dokter meresepkan untuk obat lini pertama yang harus segera diberikan untuk menghentikan kejang. Manakah rejimen terapi yang paling tepat?

a)

Fenitoin 20 mg/kgBB IV dengan kecepatan 50 mg/menit

b)

Diazepam 5–10 mg IV bolus lambat

c)

Propofol 2 mg/kgBB IV bolus

d)

Fenobarbital 20 mg/kgBB IV

e)

Asam Valproat 20–40 mg/kgBB IV

63.

Seorang wanita berusia 28 tahun (G1P0A0) usia kehamilan 8 minggu datang ke klinik neurologi. Ia memiliki riwayat epilepsi umum tonik-klonik dan selama ini terkontrol baik dengan Asam Valproat. Pasien khawatir tentang efek obat terhadap janinnya. Berdasarkan profil keamanan pada kehamilan, risiko malformasi kongenital utama apa yang paling spesifik dikaitkan dengan penggunaan obat tersebut pada trimester pertama?

a)

Sindrom bayi abu-abu (Grey Baby Syndrome)

b)

Neural Tube Defects (Spina bifida)

c)

Pewarnaan gigi permanen

d)

Penutupan prematur duktus arteriosus

e)

Hiperplasia gingiva

64.

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun sering mengalami episode "melamun" mendadak selama 10–15 detik di sekolah, di mana ia tidak merespons panggilan guru. EEG menunjukkan pola spike-and-wave 3 Hz, mendiagnosis Absence Seizure. Dokter meresepkan Etosuksimid. Bagaimana mekanisme kerja molekuler utama dari obat pilihan tersebut?

a)

Memblokade kanal Natrium (Na+) voltage-gated

b)

Meningkatkan frekuensi pembukaan kanal klorida reseptor GABA-A

c)

Menghambat kanal Kalsium (Ca2+) tipe-T di talamus

d)

Mengikat protein vesikel sinaptik SV2A

e)

Menghambat enzim GABA-transaminase

65.

Seorang mahasiswa berusia 20 tahun baru saja didiagnosis epilepsi fokal. Dokter memulai terapi dengan Lamotrigin. Sebagai apoteker, Anda memberikan konseling mengenai pentingnya titrasi dosis secara perlahan (misalnya 25 mg sehari selama 2 minggu). Titrasi lambat ini bertujuan untuk mencegah risiko efek samping serius berupa?

a)

Hepatotoksisitas fulminan

b)

Sindrom Stevens–Johnson (SJS)

c)

Batu ginjal kalsium oksalat

d)

Anemia aplastik

e)

Gangguan lapang pandang permanen

66.

Seorang pasien berusia 55 tahun dengan riwayat sirosis hepatis Child-Pugh C mengalami kejang fokal. Dokter ingin meresepkan antiepilepsi baru namun khawatir akan metabolisme obat yang terganggu akibat kerusakan hatinya. Obat manakah yang eliminasinya dominan melalui ginjal (ekskresi tidak berubah) sehingga aman untuk pasien dengan gangguan hati berat?

a)

Karbamazepin

b)

Asam Valproat

c)

Gabapentin

d)

Fenitoin

e)

Fenobarbital

67.

Seorang wanita 24 tahun yang menderita epilepsi datang ke apotek, Ia baru saja menikah dan berencana menunda kehamilan menggunakan pil kontrasepsi oral kombinasi. Saat ini ia rutin mengonsumsi Karbamazepin 200 mg 2× sehari. Apakah mekanisme interaksi obat potensial yang perlu dijelaskan apoteker kepada pasien ini?

a)

Kontrasepsi oral menghambat metabolisme Karbamazepin (risiko toksisitas Karbamazepin)

b)

Karbamazepin menginduksi enzim CYP3A4, mempercepat metabolisme kontrasepsi (risiko kegagalan kontrasepsi)

c)

Karbamazepin menggeser ikatan protein kontrasepsi (risiko efek samping hormon)

d)

Kontrasepsi oral menurunkan absorpsi Karbamazepin di usus

e)

Terjadi efek sinergis yang meningkatkan risiko trombosis

68.

Seorang balita usia 3 tahun dibawa ibunya karena mengalami kejang demam sederhana di rumah. Ibu pasien sangat cemas hal ini terulang kembali. Dokter memutuskan untuk memberikan resep obat rescue (penyelamat) yang dapat diberikan ibu di rumah secara rektal jika kejang terjadi lagi dan berlangsung lebih dari 5 menit. Obat apakah yang dimaksud?

a)

Diazepam suppositoria/gel rektal

b)

Parasetamol suppositoria

c)

Fenitoin kapsul (dibuka isinya)

d)

Asam Valproat sirup

e)

Ketamin injeksi

69.

Seorang remaja didiagnosis dengan Juvenile Myoclonic Epilepsy (JME). Dokter sedang mempertimbangkan terapi. Apoteker mengingatkan dokter untuk menghindari obat tertentu karena berisiko memperburuk kejang mioklonik. Obat manakah yang dikontraindikasikan atau harus dihindari karena dapat memperburuk tipe kejang tersebut?

a)

Levetiracetam

b)

Asam Valproat

c)

Karbamazepin

d)

Topiramat

e)

Zonisamid

70.

Seorang wanita 60 tahun telah mengonsumsi Fenitoin selama 15 tahun. Ia datang dengan keluhan nyeri punggung dan hasil rontgen menunjukkan adanya fraktur kompresi vertebra serta penurunan densitas tulang (osteoporosis). Mekanisme apa yang mendasari efek samping tersebut?

a)

Penumpukan kristal obat di sendi

b)

Induksi enzim hati yang meningkatkan katabolisme Vitamin D

c)

Penghambatan absorpsi Kalsium secara langsung di usus

d)

Peningkatan ekskresi Kalsium di ginjal

e)

Stimulasi osteoklas secara langsung oleh obat

71.

Seorang pasien laki-laki 30 tahun dengan epilepsi yang tidak terkontrol baik dengan monoterapi Asam Valproat, diresepkan obat tambahan (add-on) Lamotrigin. Dokter meminta saran apoteker mengenai penyesuaian dosis awal Lamotrigin untuk menghindari risiko ruam kulit berat (Stevens–Johnson Syndrome). Mengapa dokter meminta penyesuaian dosis obat dimaksud?

a)

Asam Valproat menginduksi glukuronidasi Lamotrigin, menurunkan kadarnya

b)

Asam Valproat menghambat enzim UGT (Uridin Glukuronosiltransferase)

c)

Terjadi kompetisi ikatan protein plasma yang melepaskan Lamotrigin bebas

d)

Kedua obat memiliki efek aditif dalam menghambat kanal Natrium

e)

Asam Valproat meningkatkan ekskresi renal Lamotrigin

72.

Seorang pasien wanita 65 tahun yang rutin mengonsumsi Okskarbazepin 1200 mg/hari datang ke IGD dengan keluhan lemas, mual, bingung, dan sakit kepala memberat. Hasil laboratorium menunjukkan kadar natrium serum 125 mEq/L (Normal: 135–145 mEq/L). Apakah mekanisme dari efek samping obat tersebut?

a)

Antagonisme aldosteron di tubulus distal

b)

Peningkatan sensitivitas tubulus ginjal terhadap Antidiuretic Hormone (ADH)

c)

Kerusakan langsung pada nefron (nefrotoksisitas)

d)

Penghambatan reabsorpsi Natrium di Loop of Henle

e)

Induksi Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone (SIADH) like effect

73.

Seorang dokter ingin meresepkan Levetiracetam sebagai terapi tambahan untuk pasien dengan kejang parsial. Bagaimana mekanisme kerja obat dimaksud?

a)

Reseptor GABA-A

b)

Reseptor Glutamat NMDA

c)

Protein Vesikel Sinaptik 2A (SV2A)

d)

Kanal Natrium voltage-gated

e)

Kanal Kalium KCNQ

74.

Seorang pria 22 tahun datang setelah mengalami kejang tonik-klonik pertama tanpa riwayat penyakit sebelumnya. Hasil CT scan dan elektrolit normal, ia ingin terapi untuk mencegah kejang berulang. Apa obat lini pertama yang paling sesuai?

a)

Karbamazepine

b)

Valproate

c)

Phenytoin

d)

Phenobarbital

e)

Topiramate

75.

Pasien laki-laki usia 78 tahun baru terdiagnosis epilepsi fokal. Pasien juga mengonsumsi Warfarin untuk fibrilasi atrium dan Simvastatin untuk dislipidemia. Dokter ingin meresepkan obat antiepilepsi lini pertama yang paling sedikit berinteraksi dengan obat-obatan pasien dan aman untuk lansia. Manakah pilihan yang paling tepat?

a)

Fenitoin

b)

Karbamazepin

c)

Asam Valproat

d)

Fenobarbital

e)

Levetiracetam

76.

Pasien 34 tahun datang ke IGD dengan kejang >5 menit. Setelah pemberian Diazepam IV, kejang masih berlanjut. Apakah obat berikut yang dapat diberikan kepada pasien?

a)

Fenitoin IV

b)

Diazepam oral

c)

Clobazam

d)

Lamotrigin

e)

Gabapentin IV

77.

Seorang pasien wanita 65 tahun yang rutin mengonsumsi Okskarbazepin 1200 mg/hari datang ke IGD dengan keluhan lemas, mual, bingung, dan sakit kepala memberat. Hasil laboratorium menunjukkan kadar natrium serum 125 mEq/L (Normal: 135–145 mEq/L). Bagaimanakah mekanisme kondisi hiponatremia tersebut?

a)

Antagonisme aldosteron di tubulus distal

b)

Peningkatan sensitivitas tubulus ginjal terhadap Antidiuretic Hormone (ADH)

c)

Kerusakan langsung pada nefron (nefrotoksisitas)

d)

Penghambatan reabsorpsi Natrium di Loop of Henle

e)

Induksi Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone (SIADH) like effect

78.

Seorang remaja putri 16 tahun menolak minum obat Asam Valproat yang diresepkan dokter karena membaca di internet tentang efek samping yang dapat mengganggu penampilannya. Apakah efek samping yang dimaksud?

a)

Penurunan berat badan drastis dan anoreksia

b)

Kenaikan berat badan signifikan dan rambut rontok (alopesia)

c)

Pertumbuhan rambut berlebih di wajah (hirsutisme)

79.

Seorang manajer suatu perusahaan berusia 43 tahun mengeluh sulit berkonsentrasi, sering lupa kata-kata (word-finding difficulty), dan merasa proses berpikirnya melambat setelah 2 bulan mengonsumsi obat antiepilepsi baru untuk profilaksis migrain dan kejangnya. Obat manakah yang paling sering diasosiasikan dengan gangguan kognitif spesifik tersebut?

a)

Topiramat

b)

Levetiracetam

c)

Gabapentin

d)

Pregabalin

e)

Lamotrigin

80.

Seorang perempuan pasien epilepsi yang terkontrol dengan Lamotrigin berencana untuk hamil. Selain meneruskan obat antiepilepsi (karena bebas kejang ≥ 2 tahun), apakah suplemen apa yang wajib direkomendasikan untuk pasien dimaksud?

a)

Vitamin B12 1000 mcg/hari

b)

Kalsium 500 mg/hari

c)

Asam Folat 4–5 mg/hari

d)

Vitamin D 1000 IU/hari

e)

Zat Besi 60 mg/hari

81.

Seorang pasien wanita di IGD mengalami kejang tonik-klonik yang tidak berhenti setelah pemberian Diazepam IV dua kali. Kejang berlangsung 25 menit. Dokter memutuskan masuk ke fase kedua penanganan (urgent therapy). Pasien memiliki riwayat aritmia jantung (bradikardia). Obat manakah yang paling aman dan direkomendasikan pada kondisi ini?

a)

Phenytoin IV

b)

Valproate IV

c)

Propofol infus

d)

Midazolam infus

e)

Phenobarbital IV

82.

Seorang perempuan penderita epilepsi sedang merencanakan kehamilan. Ia saat ini menggunakan Topiramate untuk mengontrol kejangnya. Apoteker menyarankan konsultasi ke dokter untuk mengganti obat karena risiko teratogenik spesifik. Apa risiko malformasi kongenital spesifik yang dikaitkan dengan penggunaan tersebut pada kehamilan?

a)

Defek tabung saraf (Spina Bifida)

b)

Celah bibir/langit-langit (Cleft lip/palate)

c)

Kelainan jantung (Ebstein anomaly)

d)

Sindrom bayi abu-abu

e)

Penutupan prematur sutura kranial

83.

Perempuan 24 tahun dirawat di RS karena mengalami luka bakar lebih dari 50% permukaan tubuh. Pasien ini membutuhkan 1800 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan pasien ini adalah 20% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 35%. Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Di ruangan ada sediaan IV fat emulsion (IVFE) 2 kkal/ml. Berapa ml lemak yang diperlukan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

180

b)

315

c)

450

d)

720

e)

1100

84.

Perempuan 24 tahun dirawat di RS karena mengalami luka bakar lebih dari 50% permukaan tubuh. Pasien ini membutuhkan 1800 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan adalah 20% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 35%. Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Di ruangan ada sediaan 10% crystalline amino acid (CAA) dengan kandungan 4 kkal. Berapa ml protein yang diperlukan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

15.75

b)

157.5

c)

630

d)

1575

e)

6300

85.

Perempuan 24 tahun dirawat di RS karena mengalami luka bakar lebih dari 50% permukaan tubuh. Pasien ini membutuhkan 1800 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan 20% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 35% dan kebutuhan dekstrosa adalah sisa yang lain (45%). Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Diketahui 1 gram dekstrosa = 3.4 kkal dan di ruangan ada sediaan 70% dekstrosa. Berapa ml dekstrosa yang diperlukan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

166.7

b)

340.3

c)

823.5

d)

1680.7

e)

1927.8

86.

Anak perempuan 6 tahun dirawat di RS karena mengalami malnutrisi. Pasien ini membutuhkan 1600 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan pasien ini adalah 30% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 30% dan kebutuhan dekstrosa adalah sisanya (40%). Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Diketahui 1 gram dekstrosa = 3.4 kkal dan di ruangan ada sediaan 70% dekstrosa. Berapa ml dekstrosa yang harus disediakan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

131.7

b)

268.9

c)

823.5

d)

1680.7

e)

9520

87.

Anak perempuan 6 tahun dirawat di RS karena mengalami malnutrisi. Pasien ini membutuhkan 1600 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan pasien ini adalah 30% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 30% dan kebutuhan dekstrosa adalah sisanya. Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Diketahui 1 gram dekstrosa = 3.4 kkal. Berapa gram dekstrosa yang harus disediakan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

141.2

b)

188.2

c)

1176.5

d)

1360

e)

2176

88.

Anak perempuan 6 tahun dirawat di RS karena mengalami malnutrisi. Pasien ini membutuhkan 1600 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan pasien ini adalah 30% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 30%. Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Di ruangan ada sediaan 10% crystalline amino acid (CAA) dengan kandungan 4 kkal/g. Berapa ml protein yang harus disediakan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

12

b)

192

c)

1200

d)

2133.3

e)

4800

89.

Anak perempuan 6 tahun dirawat di RS karena mengalami malnutrisi. Pasien ini membutuhkan 1600 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan pasien ini adalah 30% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 30%. Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Di ruangan ada sediaan IV fat emulsion (IVFE) 2 kkal/ml. Berapa ml lemak yang harus disediakan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

106.7

b)

240

c)

960

d)

2400

e)

2666.7

90.

Anak perempuan 6 tahun dirawat di RS karena mengalami malnutrisi. Pasien ini membutuhkan 1600 kkal per hari. Lemak yang dibutuhkan pasien ini adalah 30% dari total kalori harian dan protein yang dibutuhkan 30%. Apoteker di ruang dispensing akan menyiapkan terapi nutrisi parenteral untuk pasien tersebut. Diketahui 1 gram protein = 4 kkal. Berapa gram protein yang diperlukan dalam bentuk terapi parenteral?

a)

120

b)

133.3

c)

213.3

d)

1920

e)

2133.3

91.

Pada pasien obesitas pemberian terapi obat bukanlah pilihan utama. Target sasaran pasien obesitas salah satunya adalah adanya penurunan berat badan per minggu. Berapakah target yang dimaksud?

a)

0.5 kg (sampai 1 kg)

b)

1.5 kg

c)

2 kg

d)

5 kg

e)

10 kg

92.

Pada pasien obesitas pemberian terapi obat bukanlah pilihan utama. Target sasaran pasien obesitas salah satunya adalah adanya penurunan kalori asupan nutrisi yang masuk per hari. Berapakah kalori yang dimaksud?

a)

300

b)

1000 (500–1000)

c)

1300

d)

2000

e)

2500

93.

Wanita 38 tahun mengalami obesitas. Pasien memiliki nafsu makan yang sulit dikendalikan, suka ngemil, sering makan di malam hari, dan memerlukan penurunan berat badan dalam waktu singkat untuk alasan medis. Apakah obat yang cocok diberikan kepada pasien?

a)

Sibutramin (jangka panjang)

b)

Orlistat

c)

Dietilpropion

d)

Fentermin

e)

Fenfluramin

94.

Wanita 38 tahun mengalami obesitas. Pasien telah mengalami penurunan berat badan setidaknya 2,5 kg akibat penggunaan obat, memerlukan terapi jangka panjang, dan pada terapi dietnya memerlukan asupan lemak tinggi. Apakah obat yang cocok diberikan kepada pasien?

a)

Sibutramin

b)

Orlistat

c)

Dietilpropion

d)

Fentermin

e)

Fenfluramin

95.

Wanita 38 tahun mengalami obesitas. Pasien diresepkan sibutramin oleh dokter. Pada pemberian obat ini ada kondisi yang dikontraindikasikan. Apakah kondisi yang dimaksud?

a)

Diabetes

b)

Gangguan hati

c)

Hipertensi (tidak terkontrol)

d)

Kolestasis

e)

Gangguan ginja

96.

Seorang perempuan dengan riwayat tukak lambung datang ke klinik dengan keluhan diare sejak 2 hari lalu. Pasien didiagnosis diare colitis. Diketahui pasien sedang menggunakan obat untuk mengatasi tukak lambungnya sejak 6 bulan lalu. Diduga keluhan pasien akibat efek samping obat yang digunakan. Apakah obat yang memicu keluhan pasien?

a)

Antasida

b)

Misoprostol

c)

Omeprazole (gol. PPI)

d)

Ranitidine

e)

Simetidin

97.

Seorang perempuan 60 tahun dengan riwayat penggunaan NSAID datang ke klinik dengan diagnosis luka pada lambung (tukak lambung) karena penggunaan obatnya. Dokter memberikan obat untuk memperbaiki mukosa lambung. Seminggu kemudian pasien datang dengan keluhan seperti menstruasi yang lebih lama (bercak darah). Obat apakah yang menyebabkan keluhan pasien?

a)

Misoprostol

b)

Antasida

c)

Omeprazole

d)

Ranitidine

e)

Pirenzepine

98.

Seorang perempuan 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri lambung, perih, mual, muntah, anoreksia. Diketahui pasien memiliki riwayat tukak lambung kronis. Pasien telah mendapat obat lansoprazol selama 1 minggu, namun keluhan belum berkurang. Pasien tidak sedang menggunakan obat NSAID. Apakah rekomendasi yang perlu dilakukan untuk pasien tersebut?

a)

Menaikkan dosis lansoprazol

b)

Pemeriksaan serum pepsin

c)

Pemeriksaan H. pylori

d)

Kombinasi H2 blocker dan PPI

e)

Ganti obat dengan ranitidine

99.

Seorang perempuan 48 tahun didiagnosa oleh dokter mengalami GERD non erosif. Dokter memutuskan untuk meresepkan Omeprazole tablet kepada pasien. Berapa hari obat tersebut dapat diresepkan bagi pasien?

a)

7

b)

14

c)

30

d)

60

e)

90

100.

Perempuan 32 tahun didiagnosis terkena tukak peptik karena infeksi H. pylori. Dokter memutuskan untuk memberikan terapi kombinasi untuk pasien. Apakah terapi yang dimaksud?

a)

Omeprazole + Tetrasiklin + Amoksisilin

b)

Lansoprazole + Klaritromisin + Tetrasiklin

c)

Omeprazole + Amoksisillin + Bismuth

d)

Lansoprazole + Metronidazole + Tetrasiklin

e)

Omeprazole + Klaritromisin + Amoksisilin

101.

Laki-laki 42 tahun sudah menderita tukak peptik selama 4 tahun terakhir. Pasien rutin mengonsumsi obat untuk mengatasi tukaknya. Beberapa hari yang lalu pasien mengeluhkan adanya pembesaran pada payudaranya/ginekomastia. Dokter menduga ini disebabkan oleh obat yang dikonsumsinya. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Ranitidin

b)

Simetidin

c)

Famotidin

d)

Omeprazol

e)

Misoprostol

102.

Seorang perempuan 48 tahun didiagnosa oleh dokter mengalami GERD erosif. Dokter memutuskan untuk meresepkan Pantoprazole 40 mg 1 kali sehari kepada pasien. Setelah pengobatan diketahui belum ada perbaikan gejala GERD pada pasien sehingga dokter memutuskan adanya perubahan dosis. Berapa rekomendasi yang disampaikan?

a)

20 mg 1 kali sehari

b)

80 mg 1 kali sehari

c)

20 mg 2 kali sehari

d)

40 mg 2 kali sehari

e)

80 mg 2 kali sehari

103.

Apoteker memberikan edukasi pada pasien gastritis tentang penyakitnya. Salah satunya adalah gastritis karena H. pylori yang dapat meningkatkan risiko perkembangan penyakit pasien. Apakah risiko yang dimaksud?

a)

Menjadi tukak peptik

b)

Mengalami perforasi

104.

Apoteker memberikan edukasi pada pasien gastritis tentang penyakitnya. Salah satunya adalah bila infeksi H. pylori tidak tuntas pengobatannya maka ada risiko perkembangan penyakit pasien. Apakah risiko yang dimaksud?

a)

menjadi tukak peptik

b)

mengalami perforasi

c)

mengalami kanker lambung

d)

mengalami karsinoma gaster

e)

mengalami kematian

105.

Pasien perempuan 28 tahun datang ke dokter karena mengalami GERD. Diketahui pasien sedang hamil 20 minggu. Gejala GERD yang dialami pasien muncul 2 kali dalam seminggu. Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk memberikan obat yang tepat bagi pasien. Apakah obat yang dapat diberikan?

a)

Antasida

b)

Omeprazole

c)

Lansoprazole (4× gerd berat)

d)

Ranitidin

e)

Sukralfat

106.

Seorang wanita 38 tahun, perokok berat (1 bungkus/hari), ingin menggunakan pil KB kombinasi. Tekanan darah 140/90 mmHg, riwayat deep vein thrombosis (DVT) 5 tahun yang lalu. Ia meminta pendapat apoteker mengenai penggunaan COC. Apa pernyataan yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

COC kontraindikasi karena riwayat DVT dan faktor risiko trombosis

b)

COC boleh digunakan jika tekanan darah terkontrol dengan obat

c)

COC diperbolehkan jika memakai dosis estrogen sangat rendah

d)

COC aman digunakan karena usia belum mencapai 40 tahun

e)

COC hanya dikontraindikasikan pada pasien dengan stroke aktif

107.

Seorang wanita 23 tahun rutin minum pil KB kombinasi 21 hari + 7 hari bebas pil. Ia lupa meminum 1 pil aktif dan baru ingat keesokan harinya (<24 jam). Tidak ada hubungan seksual berisiko dalam 3 hari terakhir. Apa saran yang paling tepat terkait cara minum pil selanjutnya?

a)

Meminum 2 pil sekaligus hari ini, lalu lanjut seperti biasa

b)

Meminum 1 pil segera, lalu melanjutkan sisanya seperti biasa

c)

Menghentikan pil dan beralih sementara ke kondom selama 7 hari

d)

Menghentikan blister dan menunggu haid berikutnya untuk mulai lagi

e)

Melewatkan pil yang terlupa dan langsung minum pil hari ini saja

108.

Seorang wanita 32 tahun mengeluh haid sangat banyak sejak beberapa bulan terakhir. Ia mengganti pembalut setiap 1–2 jam, terdapat gumpalan darah besar, dan merasa cepat lelah. Hasil USG tidak menunjukkan kelainan struktural (tidak ada mioma atau polip). Ia belum menginginkan kehamilan dalam waktu dekat. Apa terapi farmakologis sebagai pilihan awal pada pasien tersebut?

a)

GnRH agonis jangka panjang sebagai monoterapi

b)

Pemberian estrogen dosis tinggi tanpa progestin

c)

Traneksamat atau NSAID saat haid, serta dapat dipertimbangkan COC

d)

Hanya suplemen zat besi tanpa terapi lain

e)

Danazol sebagai pilihan utama untuk semua kasus HMB

109.

Seorang wanita 40 tahun dengan riwayat deep vein thrombosis (DVT) datang dengan keluhan heavy menstrual bleeding (HMB). Dokter telah menyingkirkan kehamilan dan kelainan struktural berat. Ia menanyakan obat yang bisa membantunya mengurangi perdarahan haid. Ia saat ini masih dalam terapi antikoagulan sesuai anjuran dokter. Manakah pilihan paling tepat terkait penggunaan obat tersebut?

a)

Tidak perlu terapi farmakologis untuk HMB pada pasien dengan riwayat DVT

b)

Traneksamat aman digunakan tanpa pertimbangan risiko trombosis

c)

Penggunaan estrogen dosis tinggi dapat menurunkan risiko trombosis

d)

Traneksamat harus digunakan hati-hati karena dapat meningkatkan risiko trombosis

e)

COC adalah pilihan utama untuk semua pasien HMB

110.

Seorang mahasiswi 20 tahun datang ke apotek dengan keluhan nyeri haid setiap bulan sejak menarche. Nyeri muncul 1 hari sebelum haid dan berlanjut 1–2 hari pertama haid. Tidak ada keluhan lain, siklus teratur, tidak ada perdarahan abnormal, dan tekanan darah normal. Apa tatalaksana farmakologis yang paling tepat?

a)

Pemberian progestin kontinu untuk menginduksi amenore

b)

Pemberian NSAID dimulai 1–2 hari sebelum haid dan dilanjutkan saat haid

c)

Pemberian traneksamat hanya pada hari pertama haid

d)

Pemberian GnRH agonis selama 3 bulan

e)

Pemberian COC siklik tanpa NSAID

111.

Seorang wanita 26 tahun, 6 minggu postpartum, sedang menyusui eksklusif, datang ke apotek untuk meminta kontrasepsi hormonal. Tekanan darah 110/70 mmHg, tidak ada riwayat penyakit kronik, tidak merokok. Ia ingin kontrasepsi yang aman untuk ASI. Apa kontrasepsi yang paling direkomendasikan?

a)

COC dosis rendah diberikan secara continuous

b)

Pil progestin saja (POP)

c)

Pil kombinasi estrogen-progestin (COC)

d)

Vaginal ring kombinasi

112.

Seorang pengguna pil KB kombinasi datang ke apotek mengeluh nyeri tungkai kiri hebat, tungkai tampak bengkak dan hangat. Ia bertanya apakah perlu khawatir dari kasus tersebut. Manakah tindakan paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

Menganjurkan istirahat dan melanjutkan pil seperti biasa

b)

Menghentikan pil sementara dan menggantinya dengan POP

c)

Menyarankan segera ke fasilitas kesehatan karena curiga tromboemboli

d)

Menyarankan minum analgesik dan observasi 2–3 hari

e)

Menyarankan mengganti pil dengan dosis estrogen lebih rendah

113.

Seorang pasien perempuan 35 tahun sedang menggunakan kontrasepsi progestin saja (POP/implan) dalam mencegah kehamilan. Bagaimana mekanisme kerja obat tersebut?

a)

Menurunkan produksi estrogen ovarium sehingga endometrium menebal

b)

Mengurangi viskositas mukus serviks sehingga mempermudah sperma masuk

c)

Meningkatkan frekuensi ovulasi sehingga mengganggu fertilisasi

d)

Menebalkan mukus serviks dan mengubah endometrium sehingga menghambat implantasi

e)

Meningkatkan kadar FSH sehingga menghambat pematangan folikel

114.

Seorang wanita 30 tahun, sudah punya 2 anak, menginginkan kontrasepsi jangka panjang dengan kepatuhan minimal. Tidak menyusui, tidak ada riwayat penyakit kronik, IMT normal, tidak merokok, dan tidak ingin kontrol bulanan. Apa kontrasepsi yang paling tepat untuk pasien?

a)

Suntik kombinasi bulanan

b)

Pil kombinasi harian

c)

Implan progestin subkutan

d)

Patch kombinasi mingguan

e)

Suntik progestin 3 bulanan

115.

Apoteker di ruang dispensing sedang menyiapkan sediaan terapi parenteral nutrisi. Pengerjaannya dilakukan di ruang steril dan semua bahan yang digunakan pun steril. Pengerjaan dilakukan pada pukul 09.00 tanggal 9 September 2025. Apoteker akan menuliskan waktu sampai kapan obat tersebut dapat disimpan di suhu ruang. Berapakah waktu yang dimaksud?

a)

21.00, 9 September 2025

b)

09.00, 10 September 2025

c)

09.00, 13 September 2025

d)

09.00, 19 September 2025

e)

09.00, 26 Oktober 2025

116.

Apoteker di ruang dispensing sedang menyiapkan sediaan injeksi seftriakson. Pengerjaannya tidak dilakukan di bawah LAF tetapi semua bahan yang digunakan steril. Pengerjaan dilakukan pada pukul 09.00 tanggal 9 September 2025. Apoteker akan menuliskan waktu sampai kapan obat tersebut dapat disimpan di suhu ruang. Berapakah waktu yang dimaksud?

a)

21.00, 9 September 2025

b)

09.00, 10 September 2025

c)

09.00, 19 September 2025

d)

09.00, 26 Oktober 2025

117.

Apoteker di ruang dispensing sedang menyiapkan sediaan injeksi meropenem. Pengerjaannya dilakukan di bawah LAF tetapi bahan yang digunakan untuk melarutkan meropenem adalah aquadest yang sudah disterilisasi. Hal ini disebabkan karena adanya kekosongan air untuk injeksi dari PBF. Pengerjaan dilakukan pada pukul 09.00 tanggal 9 September 2025. Apoteker akan menuliskan waktu sampai kapan obat tersebut dapat disimpan di suhu ruang. Berapakah waktu yang dimaksud?

a)

21.00, 9 September 2025

b)

09.00, 10 September 2025

c)

09.00, 13 September 2025

d)

09.00, 19 September 2025

e)

09.00, 26 Oktober 2025

118.

Puskesmas sedang melakukan program vaksinasi massal. Apoteker bertugas untuk menyiapkan vaksin yang akan diberikan dan menuliskan sampai kapan vaksin tersebut dapat digunakan. Persiapan dilakukan pada pukul 08.00 tanggal 1 September 2025. Salah satu vaksin yang disiapkan adalah vaksin campak. Berapakah waktu yang perlu dituliskan pada label etiket?

a)

09.00, 1 September 2025

b)

11.00, 1 September 2025

c)

14.00, 1 September 2025

d)

08.00, 2 September 2025

e)

08.00, 1 Oktober 2025

119.

Puskesmas sedang melakukan program vaksinasi massal. Apoteker bertugas untuk menyiapkan vaksin yang akan diberikan dan menuliskan sampai kapan vaksin tersebut dapat digunakan. Persiapan dilakukan pada pukul 08.00 tanggal 1 September 2025. Salah satu vaksin yang disiapkan adalah vaksin BCG. Berapakah waktu yang perlu dituliskan pada label etiket?

a)

09.00, 1 September 2025

b)

11.00, 1 September 2025

c)

14.00, 1 September 2025

d)

08.00, 2 September 2025

e)

08.00, 1 Oktober 2025

120.

Puskesmas sedang melakukan program vaksinasi massal. Apoteker bertugas untuk menyiapkan vaksin yang akan diberikan dan menuliskan sampai kapan vaksin tersebut dapat digunakan. Kegiatan vaksinasi akan dilakukan di posyandu-posyandu setempat. Persiapan dilakukan pada pukul 08.00 tanggal 1 September 2025. Salah satu vaksin yang disiapkan adalah vaksin Polio. Berapakah waktu yang perlu dituliskan pada label etiket?

a)

11.00, 1 September 2025

b)

14.00, 1 September 2025

c)

24.00, 1 September 2025

d)

08.00, 2 September 2025

e)

08.00, 1 Oktober 2025

121.

Wanita berusia 45 tahun menderita gangguan kecemasan sudah 3 minggu ini. Pasien berobat ke dokter dan mendapatkan obat pilihan pertama untuk mengatasi penyakitnya. Apakah obat yang dimaksud?

a)

Imipramine

b)

Venlafaxine

c)

Buspirone

d)

Hidroxyzine

e)

Clonazepam

122.

Seorang pria 35 tahun memiliki riwayat panic disorder dan selama ini sudah diterapi dengan SSRI. Tetapi belakangan ini sering terjadi serangan panik. Apakah terapi pilihan lini kedua yang dapat ditambahkan pada terapi pasien?

a)

Buspirone

b)

Phenelzine

c)

Clonazepam

d)

Pregabalin

e)

Hidroxyzine

123.

Wanita berusia 44 tahun didiagnosis dengan general anxietas. Pasien diberikan terapi obat antidepresan dan setelah 4 minggu pemakaian efek terapi menunjukkan respon yang baik. Berapa lamakah minimal pengobatan untuk ansietas tersebut harus dilanjutkan?

a)

1 bulan

b)

3 bulan

c)

6 bulan

d)

10 bulan

e)

12 bulan

124.

Pasien laki-laki berusia 5 mengalami gangguan depresi setelah orangtuanya meninggal dunia. Pasien mempunyai riwayat kejang sejak usia 2 tahun. Rekomendasi obat apa untuk pasien tersebut?

a)

Amitriptilin

b)

Imipramin

c)

Nortriptilin

d)

Maprotilin

e)

Fluoxetin

125.

Seorang wanita hamil sedang mengalami vertigo datang ke dokter di klinik. Dokter meminta rekomendasi obat yang aman kepada apoteker untuk pasien tersebut. Apakah obat yang direkomendasikan untuk pasien tersebut?

a)

Sumatriptan

b)

Aspirin

c)

Acetaminofen

d)

Ibuprofen

e)

Dimenhidrinat

126.

Pasien wanita berusia 25 tahun masuk ke UGD dengan keluhan utama nyeri kepala bagian kiri, berdenyut, mual muntah, fotofobia berulang dalam 3 bulan terakhir. Dokter mendiagnosis pasien tersebut menderita migrain. Sebelumnya pasien sudah meminum ibuprofen tetapi tidak ada perbaikan. Apoteker memberikan rekomendasi obat untuk mengatasi keluhan pasien. Rekomendasi obat apa yang diberikan untuk pasien tersebut?

a)

Sumatriptan

b)

Aspirin

c)

Acetaminofen

d)

Amitriptilin

e)

Ergotamin

127.

Wanita 40 tahun didiagnosis mengalami depresi. Pasien diberikan phenelzine oleh dokter. Beberapa hari yang lalu, pasien mengonsumsi makanan dengan bahan dasar keju yang cukup banyak. Pasien mengalami efek samping yang tidak diinginkan. Apakah efek samping yang dimaksud?

a)

Hipertensi

b)

Hipotensi

c)

Hiperurisemia

d)

Hiperglikemia

e)

Hipoglikemia

128.

Seorang laki-laki, usia 20 tahun, datang dengan keluhan kuning sejak 3 hari yang lalu, urine berwarna seperti teh. Pasien sering menggunakan peralatan makan yang sama dengan teman. Dokter menduga pasien terkena infeksi hepatitis A. Pemeriksaan laboratorium manakah yang perlu dilakukan untuk pemastiannya?

a)

HBsAg

b)

HBeAg

c)

DNA virus

d)

IgG Anti HAV

e)

IgM Anti HAV

129.

Seorang ibu, usia 30 tahun, baru saja melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium terkait gangguan hati. Dari data laboratorium dan gejala klinis yang muncul, dokter menyimpulkan bahwa si ibu terkena infeksi hepatitis A. Apoteker diminta membantu menyiapkan obatnya. Obat apakah yang tepat untuk ibu tersebut?

a)

Azitromisin

b)

Amoksisillin

c)

Lamivudin

d)

Entecavir

e)

Terapi suportif

130.

Seorang pasien pria, berusia 25 tahun, memiliki HBsAg (+). Riwayat orang tua meninggal karena sirosis hati. Dokter ingin melakukan diagnosis lebih lanjut, sehingga menyarankan pemeriksaan laboratorium berikutnya. Pemeriksaan laboratorium apakah yang perlu dilakukan berikutnya?

a)

HBeAg

b)

Anti HBs

c)

Hbc Ag

d)

IgG

e)

IgM

131.

DU adalah pria berusia 37 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Dia menderita hepatitis B dan sedang menerima pengobatan dengan lamivudine. Hari ini adalah minggu ke-12 terapi. Tes laboratorium apa yang harus dilakukan untuk menentukan apakah terapinya efektif?

a)

ALT, AST, HBeAg

b)

AST, HBV DNA, HBeAg

c)

AST, HBV DNA, Anti HBe

d)

ALT, HBV DNA, HBeAg

e)

ALT, HBeAg, Anti HBe

132.

Seorang bapak, usia 40 tahun, baru saja melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium terkait gangguan hati. Dari data laboratorium dan gejala klinis yang muncul, dokter menyimpulkan bahwa si bapak terkena infeksi hepatitis B. Apoteker diminta membantu menyiapkan obat lini pertama untuk Hepatitis B. Obat apakah yang tepat untuk bapak tersebut?

a)

Lamivudine

b)

Telbivudine

c)

Adefovir

d)

Entecavir

e)

Asiklovir

133.

Seorang pasien penderita hepatitis B kronik diketahui mendapatkan obat lini pertama, yaitu entecavir. Tidak ada efek samping bermakna dan profil keamanannya cukup baik. Apoteker akan memberikan konseling dan menjelaskan cara kerja entecavir. Bagaimana mekanisme kerja obat tersebut?

a)

Menghambat sintesis DNA HBV

b)

Menghambat sintesis RNA HBV

c)

Memperbaiki histopatologi

d)

Memperbaiki fungsi hati

e)

Meningkatkan sistem imun

134.

Seorang pasien laki-laki usia 33 tahun dirawat di suatu rumah sakit karena hepatitis B kronis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa HBeAg (-), Anti HBe (-), dan HBV DNA basal rendah. Sementara itu, pasien menunjukkan kadar ALT >5× batas atas nilai normal. Apakah rekomendasi antihepatitis yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

Interferon alfa-2a

b)

Pegylated interferon alfa-2a

c)

Entecavir

d)

Adefovir dipivoxil

e)

Lamivudin

135.

Seorang pasien penderita Hepatitis B kronik diketahui mendapatkan obat Adefovir. Dosis yang diberikan dokter >30 mg/hari. Apoteker menjelaskan efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi obat tersebut. Efek samping apakah yang mungkin terjadi?

a)

Hepatotoksik

b)

Cardiotoksik

c)

Nefrotoksik

d)

Neurotoksik

e)

Gastritis

136.

VJ adalah seorang wanita berusia 39 tahun dengan hepatitis B kronis dan HBeAg negatif. Faktor risikonya termasuk transfusi darah 23 tahun yang lalu. Riwayat medis terakhirnya adalah diabetes dan depresi berat. Fungsi ginjalnya normal, dan kadar ALT 3 kali lipat dari batas atas normal. Obat manakah berikut ini yang merupakan pilihan pengobatan terbaik?

a)

Adefovir dipivoxil

b)

Entecavir

c)

Telbivudine

d)

Ribavirin

e)

Telaprevir

137.

Seorang bapak, usia 50 tahun, merupakan pasien yang rutin menjalani hemodialisa. Setelah sekian lama melakukan hemodialisa, bapak tersebut sering mengeluh mual, sakit di ulu hati, pegal-pegal dan mudah lelah. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium terkait gangguan hati, dokter menyimpulkan bahwa si bapak terkena infeksi hepatitis C. Apoteker diminta membantu menyiapkan obat untuk bapak tersebut. Obat apakah yang tepat untuk itu?

a)

Obat suportif

b)

Lamivudine

c)

Adefovir

d)

Entecavir

e)

Sofosbuvir (Direct-acting antiviral)