WorksheetsPUISI KELAS XI
Total questions: 40
Worksheet time: 37mins
Suatu karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam. Makna diungkapkan dengan memadatkan berbagai....
kata
bahasa kias
unsur bahasa
kata imajinatif
nilai puisi
Puisi lama merupakan puisi yang...
bebas
penyampaiannya terencana
berdiri sendiri
masih terikat oleh aturan-aturan
lugas dan konkret
Untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan saksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut. Salah satunya adalah....
Nilai seni dari pembacaan puisi
Penggunaan diksi dalam bahasa
Kemampuan seseorang membaca puisi
Pendengar merasa terbawa dalam puisi yang dibacakan
penggunaan kata-kata kiasan
Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....
Karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.
Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.
Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.
Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair
Puisi merupakan karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh hal-hal berikut, kecuali....
ragam
irama
matra
rima
penyusunan lirik
Cermati kutipan puisi tersebut!
1) Datang menjelang petang, aku tercengang melihat
2) Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam
3) di bawah pohon sawo di belakang rumah.
4) Ibu yang membelikan Ayah telepon genggam
5) sebab Ibu tak tahan melihat kekasihnya kesepian.
Pesan dari Ayah, Joko Pinurbo
Simbol kasih sayang dalam puisi tersebut ditunjukkan oleh larik angka ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
(4) dan (5)
Cermati puisi berikut!
Kami telah berjanji kepada Sejarah
untuk pantang menyerah
bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,
dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.
Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,
yang tetap mengayuh entah sejak kapan;
barangkali akan segera memutih rambut kami ini,
satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,
tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung
serta kemudi menggantikan kami
kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit
mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,
sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah
untuk menundukkan lautan.
laut yang diam adalah sahabat kami,
dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan
adalah alasan yang paling baik
untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.
barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,
yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia
segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.
biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.
Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono
Makna kata baja pada larik pertama puisi tersebut adalah …
subur dan kuat
kuat dan kukuh
teguh dan semangat
kuat dan semangat
teguh dan kuat
Cermati puisi berikut!
Kami telah berjanji kepada Sejarah
untuk pantang menyerah
bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,
dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.
Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,
yang tetap mengayuh entah sejak kapan;
barangkali akan segera memutih rambut kami ini,
satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,
tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung
serta kemudi menggantikan kami
kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit
mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,
sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah
untuk menundukkan lautan.
laut yang diam adalah sahabat kami,
dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan
adalah alasan yang paling baik
untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.
barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,
yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia
segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.
biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.
Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono
Amanat puisi tersebut adalah …
Pengalaman orang tua akan diturunkan kepada generasi berikutnya.
Hidup akan silih berganti, tetaplah semangat dalam menjalaninya.
Estafet kepemimpinan adalah hal yang biasa dalam menjalankan roda kehidupan.
Sebagai generasi penerus harus tabah dalam menjalani kehidupan walaupun gelombang menerjang.
Sebagai generasi muda yang akan memegang amanah harus kuat dan semangat dalam menjalankan estafet generasi sebelumnya.
Cermati kutipan puisi berikut!
Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Diucapkan kayu kepada api
Yang menjadikannya abu
Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono
Majas yang terkandung dalam larik puisi bercetak miring tersebut adalah ....
personifikasi
repetisi
metonimia
simile
metafora
Cermati kutipan puisi berikut!
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Malaikat Juga Tahu, Dee Lestari
Citraan (imaji) yang tergambar dalam larik puisi tersebut adalah ….
pengecapan
auditif
taktil
gerak
penciuman
Cermati puisi berikut!
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan
dan mereka tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan
Dan kelaparan tetap saja mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja
dan pengangguran tetap saja merajalela
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi
penyeludupan dan manipulasi
dan segalanya datang silih berganti
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal
dan tak pernah ada yang selesai.
Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa
Pernyataan yang tepat berdasarkan puisi tersebut adalah ...
Tak ada lagi gelandangan di kota-kota besar.
Tak ada lagi penyeludupan dan manipulasi.
Tenaga kerja kita terserap lapangan kerja yang memadai.
Hendaknya kita belajar pada negara-negara dengan birokrasi yang bersih.
Kita tidak lagi kekurangan pangan.
Cermati puisi berikut!
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan
dan mereka tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan
Dan kelaparan tetap saja mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja
dan pengangguran tetap saja merajalela
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi
penyeludupan dan manipulasi
dan segalanya datang silih berganti
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal
dan tak pernah ada yang selesai.
Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa
Makna yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ...
Pembicaraan tanpa tindakan akan menghasilkan sedikit perubahan.
Meskipun sudah ada pembicaraan yang meluas, perubahan substansial belum terjadi.
Tanpa pembicaraan, tantangan sosial tetap sulit diatasi.
Masalah-masalah tidak hanya terjadi di suatu tempat, tetapi di banyak lapisan masyarakat.
Perubahan akan terjadi dengan adanya pembicaraan yang serius.
Cermati puisi berikut!
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan
dan mereka tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan
Dan kelaparan tetap saja mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja
dan pengangguran tetap saja merajalela
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi
penyeludupan dan manipulasi
dan segalanya datang silih berganti
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal
dan tak pernah ada yang selesai.
Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa
Berdasarkan puisi tersebut, pasangan baris puisi dengan maknanya dengan tepat adalah ....
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan - perlu keseriusan dan kesungguhan birokrasi
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan - kelaparan tetap mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja - tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi - tak pernah ada yang selesai
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal - pengangguran
Cermati puisi berikut!
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara adzan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran
Lewat gempa bumi yang berguncang
Deru angin yang meraung-raung kencang
Hujan dan banjir yang melintang pukang
Adakah kau dengar?
Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa
Nilai religius yang disampaikan penyair dalam puisi tersebut adalah manusia mengabaikan ….
kaum gelandangan yang lapar
panggilan salat pada waktu azan berkumandang
gempa bumi yang menerjang
angin puting beliung yang menerjang
banjir yang melanda desa
Cermati puisi berikut!
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara adzan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran
Lewat gempa bumi yang berguncang
Deru angin yang meraung-raung kencang
Hujan dan banjir yang melintang pukang
Adakah kau dengar?
Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa
Gagasan bahwa manusia melupakan penderitaan sesamanya disampaikan penyair melalui peristiwa …
kelaparan
suara azan
gempa bumi yang berguncang
deru angin yang meraung kencang
melalui banjir yang melintang pukang
Cermati puisi berikut!
Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.
Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua
atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu
sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.
Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.
Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.
Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan
matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.
Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.
Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.
Rumah-rumah kecil beratap ilalang.
Tubuh berpeluh dalam kerja.
Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.
Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.
Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.
Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.
Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.
Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu
Kini telah berpangkat letnan.
Manisnya masa kanak!
(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).
Kampung, Herman KS
Untuk meyakinkan nilai moral yang terkandung dalam puisi, pembicara menyampaikan argumentasi dalam forum diskusi dengan kalimat …
“Realitas bahwa tanah desa kita subur, menyebabkan penduduk tenteram.”
“Memang tanah desa kita subur. Itu sebabnya, penduduk tak perlu pergi ke kota untuk meraih cita-cita.”
“Betapapun tanah desa subur, kita perlu mengolahnya untuk kesejahteraan warga.”
“Kesuburan tanah desa pada gilirannya, menyebabkan penduduk malas bekerja
“Kesuburan tanah desa, akan segera diwariskan untuk anak-cucu di desa.”
Cermati puisi berikut!
Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.
Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua
atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu
sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.
Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.
Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.
Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan
matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.
Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.
Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.
Rumah-rumah kecil beratap ilalang.
Tubuh berpeluh dalam kerja.
Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.
Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.
Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.
Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.
Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.
Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu
Kini telah berpangkat letnan.
Manisnya masa kanak!
(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).
Kampung, Herman KS
Berdasarkan puisi tersebut, topik diskusi yang tepat disajikan pembicara adalah …
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tenteram.
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tak Perlu ke Kota.
Kesuburan Tanah Desa Perlu Diolah untuk Kesejahteraan Warga.
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Malas Bekerja.
Kesuburan Tanah Desa Diwariskan pada Anak Cucu Mereka.
Cermati puisi berikut!
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degupnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hari
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Kereta Sado, Ridwan Siregar
Amanat untuk bekerja keras terdapat dalam larik .…
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
si petani berkata: inilah kudaku
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
Cermati puisi berikut!
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degupnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hari
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Kereta Sado, Ridwan Siregar
Penggambaran kehidupan petani tampak dalam larik ….
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
yang menimbulkan kekuatan pada setiap putaran roda
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
Cermati puisi berikut!
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degupnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hari
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Kereta Sado, Ridwan Siregar
Makna simbol degupnya dalam baris degupnya sepanjang jalan dalam puisi tersebut adalah…
Kerja keras kuda yang berpacu sepanjang jalan.
Pengabdian kuda yang berlangsung seumur hidup.
Semangat kuda yang tak pernah surut.
Keperkasaan kuda yang selalu terjaga.
Perjuangan kuda yang tak pernah putus asa.
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Amanat puisi tersebut adalah …
Hendaknya seseorang menyadari bahwa hidup hanya satu kali dan tak pernh kembali hidup.
Hendaknya seseorang memiliki sejarah hidup yang baik karena hidup hanya sekali dan segala cobaan pasti ada batasnya.
Hendaknya seseorang menyadari keterbatasannya sebagai manusia karena kematiannya ditentukan Tuhan.
Hendaknya seseorang tak pernah menyerah dengan cobaan yang menimpa dirinya karena cobaan pasti ada batasnya.
Hendaknya seseorang menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan dan menghayati tantangan hidup yang dihadapinya.
Cermati puisi tersebut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Nilai religius puisi yang bermakna ‘hidup di dunia hanya berlangsung sekali’ terdapat dalam baris ….
kelasi di ujung kembara
perjalanan hanya sekali
sebelum pelabuhan terakhir
kelasi mencatat dengan tinta emas
bahwa gelombang pernah membadai
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Makna baris gelombang pernah membadai dalam kutipan puisi tersebut adalah …
guncangan hidup di tengah laut
gelombang hidup di tempat kerja
tantangan hidup yang dahsyat
tantangan hidup yang tak dapat dihadapi
gelombang hidup yang panas
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Makna baris perjalanan hanya sekali dan tiada kembali dalam puisi tersebut adalah…
memiliki tujuan hidup yang pasti sesuai dengan bakat
memiliki arah dan cita-cita yang tak berubah sejak bisa berpikir
yakin bahwa hanya memiliki satu kali kesempatan untuk hidup
kesempatan mengembangkan cita-cita jangan disia-siakan
tekad harus pasti dan tak boleh bimbang dalam menempuh hidup
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Puisi tersebut mewakili gagasan penyair yang menanamkan nilai-nilai mengenai …
Seseorang yang berani menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan di dalamnya.
Seseorang yang berani mengarungi laut dengan kapal dan menaklukkan ombak-ombak besar.
Seseorang yang memilih profesi sebagai pelaut dan melakukan pelayaran ke tempat-tempat jauh.
Seseorang yang bercita-cita sebagai pelaut, mengarungi Samudra, menghadapi tantangan badai.
Seseorang yang gigih bekerja, cerdas berniaga dengan melakukan pelayaran-pelayaran ke negeri yang jauh.
Cermatilah puisi berikut!
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Chairil Anwar
Makna kata "taman" dalam larik pertama puisi tersebut adalah...
rumah
wisma
kebun
tempat
pekarangan
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(2) Senyum saja sudah ibadah
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(2) Untuk menambah sanak saudara
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Gembiara hati tiada tara
Nira diolah untuk sedekah
.....................
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Makna dalam bait puisi tersebut adalah .....
seseorang yang ingin bertaubat
seseorang yang selalu berbuat salah
seseorang yang mengetuk pintu
seseorang yang ikhlas terhadap takdirnya
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam
tema puisi tersebut adalah ....
perjuangan
pahlawan
politik
keagamaan
.........
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Suasana yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ....
Marah
Bingung
Sedih
Gembira
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Suasana puisi tersebut adalah . . . .
mengharukan
mengecewakan
menyedihkan
menjengkelkan
HAMPA
Sepi di luar
Sepi menekan mendesak
Lurus kaku pohonan
Tak bergerak
Sampai ke puncak
Sepi memagut
Segala menanti, menanti, menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa.
Karya Chairil Anwar
Amanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah . . . .
Hendaknya jangan membuat sseorang harus menunggu.
Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.
Menunggu adalah pekerjaan yang menyedihkan manusia.
Hendaknya seseorang menghindari kebiasaan menunggu.
Tema puisi tersebut adalah ....
Bunga yang berkembang
Pulangnya anak tersayang
Kegembiraan seorang anak
Pulangnya sang kepodang
Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ....
gembira
bangga
sedih
duka
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
mengagumi wanita yang dicintai
Puisi berjudul “aku“ merupakan karya dari....
Goenawan Muhammad
Chairil Anwar
Acep Zamzam
H.B. Jasin
Sitor Situmorang
Memahami isi puisi adalah upaya awal yang harus dilakukan oleh pembaca puisi untuk mengungkap makna yang...
indah
tersirat
tersurat
menarik
imajinatif
Buku yang memuat kumpulan puisi, baik dari seorang penyair atau beberapa penyair, pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
pembacaan puisi
memahami puisi
antologi puisi
penilaian puisi
menulis puisi
Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....
Karya sasrta hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.
Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.
Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.
Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair
