Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PUISI KELAS XI

Total questions: 40

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Suatu karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam. Makna diungkapkan dengan memadatkan berbagai....

a)

kata

b)

bahasa kias

c)

unsur bahasa

d)

kata imajinatif

e)

nilai puisi

2.

Puisi lama merupakan puisi yang...

a)

bebas

b)

penyampaiannya terencana

c)

berdiri sendiri

d)

masih terikat oleh aturan-aturan

e)

lugas dan konkret

3.

Untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan saksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut. Salah satunya adalah....

a)

Nilai seni dari pembacaan puisi

b)

Penggunaan diksi dalam bahasa

c)

Kemampuan seseorang membaca puisi

d)

Pendengar merasa terbawa dalam puisi yang dibacakan

e)

penggunaan kata-kata kiasan

4.

Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....

a)

Karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.

b)

Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.

c)

Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.

d)

Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.

e)

Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair

5.

Puisi merupakan karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh hal-hal berikut, kecuali....

a)

ragam

b)

irama

c)

matra

d)

rima

e)

penyusunan lirik

6.

Cermati kutipan puisi tersebut!

 

1)        Datang menjelang petang, aku tercengang melihat

2)        Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam

3)        di bawah pohon sawo di belakang rumah.

4)        Ibu yang membelikan Ayah telepon genggam

5)        sebab Ibu tak tahan melihat kekasihnya kesepian.

 

                                                Pesan dari Ayah, Joko Pinurbo

 

Simbol kasih sayang dalam puisi tersebut ditunjukkan oleh larik angka ....

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(3) dan (5)

e)

(4) dan (5)

7.

Cermati puisi berikut!

 

Kami telah berjanji kepada Sejarah

untuk pantang menyerah

bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,

dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.

Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,

yang tetap mengayuh entah sejak kapan;

barangkali akan segera memutih rambut kami ini,

satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,

tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung

serta kemudi menggantikan kami

kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit

 

mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,

sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah

untuk menundukkan lautan.

 

laut yang diam adalah sahabat kami,

dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan

adalah alasan yang paling baik

untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.

barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,

yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia

segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.

biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.

 

Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono

 

Makna kata baja pada larik pertama puisi tersebut adalah …

a)

subur dan kuat

b)

kuat dan kukuh

c)

teguh dan semangat

d)

kuat dan semangat

e)

teguh dan kuat

8.

Cermati puisi berikut!

 

Kami telah berjanji kepada Sejarah

untuk pantang menyerah

bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,

dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.

Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,

yang tetap mengayuh entah sejak kapan;

barangkali akan segera memutih rambut kami ini,

satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,

tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung

serta kemudi menggantikan kami

kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit

 

mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,

sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah

untuk menundukkan lautan.

 

laut yang diam adalah sahabat kami,

dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan

adalah alasan yang paling baik

untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.

barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,

yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia

segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.

biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.

 

Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono

 

Amanat puisi tersebut adalah …

a)

Pengalaman orang tua akan diturunkan kepada generasi berikutnya.

b)

Hidup akan silih berganti, tetaplah semangat dalam menjalaninya.

c)

Estafet kepemimpinan adalah hal yang biasa dalam menjalankan roda kehidupan.

d)

Sebagai generasi penerus harus tabah dalam menjalani kehidupan walaupun gelombang menerjang.

e)

Sebagai generasi muda yang akan memegang amanah harus kuat dan semangat dalam menjalankan estafet generasi sebelumnya.

9.

Cermati kutipan puisi berikut!

 

Aku ingin mencintaimu

Dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat

Diucapkan kayu kepada api

Yang menjadikannya abu

 

Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono

 

Majas yang terkandung dalam larik puisi bercetak miring tersebut adalah ....

a)

personifikasi

b)

repetisi

c)

metonimia

d)

simile

e)

metafora

10.

Cermati kutipan puisi berikut!

 

Lelahmu jadi lelahku juga

Bahagiamu, bahagiaku pasti

Berbagi, takdir kita selalu

Kecuali tiap kau jatuh hati

 

Malaikat Juga Tahu, Dee Lestari

 

Citraan (imaji) yang tergambar dalam larik puisi tersebut adalah ….

a)

pengecapan

b)

auditif

c)

taktil

d)

gerak

e)

penciuman

11.

Cermati puisi berikut!

 

Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan

dan mereka tetap berkeliaran

 

Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan

Dan kelaparan tetap saja mengancam

 

Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja

dan pengangguran tetap saja merajalela

 

Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi

penyeludupan dan manipulasi

dan segalanya datang silih berganti

 

Kita sudah beribu kali bicara beribu soal

dan tak pernah ada yang selesai.

 

Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa

 

Pernyataan yang tepat berdasarkan puisi tersebut adalah ...

a)

Tak ada lagi gelandangan di kota-kota besar.

b)

Tak ada lagi penyeludupan dan manipulasi.

c)

Tenaga kerja kita terserap lapangan kerja yang memadai.

d)

Hendaknya kita belajar pada negara-negara dengan birokrasi yang bersih.

e)

Kita tidak lagi kekurangan pangan.

12.

Cermati puisi berikut!

 

Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan

dan mereka tetap berkeliaran

 

Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan

Dan kelaparan tetap saja mengancam

 

Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja

dan pengangguran tetap saja merajalela

 

Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi

penyeludupan dan manipulasi

dan segalanya datang silih berganti

 

Kita sudah beribu kali bicara beribu soal

dan tak pernah ada yang selesai.

 

Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa

 

Makna yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Pembicaraan tanpa tindakan akan menghasilkan sedikit perubahan.

b)

Meskipun sudah ada pembicaraan yang meluas, perubahan substansial belum terjadi.

c)

Tanpa pembicaraan, tantangan sosial tetap sulit diatasi.

d)

Masalah-masalah tidak hanya terjadi di suatu tempat, tetapi di banyak lapisan masyarakat.

e)

Perubahan akan terjadi dengan adanya pembicaraan yang serius.

13.

Cermati puisi berikut!

 

Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan

dan mereka tetap berkeliaran

 

Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan

Dan kelaparan tetap saja mengancam

 

Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja

dan pengangguran tetap saja merajalela

 

Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi

penyeludupan dan manipulasi

dan segalanya datang silih berganti

 

Kita sudah beribu kali bicara beribu soal

dan tak pernah ada yang selesai.

 

Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa

 

Berdasarkan puisi tersebut, pasangan baris puisi dengan maknanya dengan tepat adalah ....

a)

Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan - perlu keseriusan dan kesungguhan birokrasi

b)

Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan - kelaparan tetap mengancam

c)

Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja - tetap berkeliaran

d)

Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi - tak pernah ada yang selesai

e)

Kita sudah beribu kali bicara beribu soal - pengangguran

14.

Cermati puisi berikut!

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat perut anak-anak yang kelaparan

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat semayup suara adzan

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran

Lewat gempa bumi yang berguncang

Deru angin yang meraung-raung kencang

Hujan dan banjir yang melintang pukang

 

Adakah kau dengar?

 

Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa

 

Nilai religius yang disampaikan penyair dalam puisi tersebut adalah manusia mengabaikan ….

a)

kaum gelandangan yang lapar

b)

panggilan salat pada waktu azan berkumandang

c)

gempa bumi yang menerjang

d)

angin puting beliung yang menerjang

e)

banjir yang melanda desa

15.

Cermati puisi berikut!

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat perut anak-anak yang kelaparan

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat semayup suara adzan

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran

Lewat gempa bumi yang berguncang

Deru angin yang meraung-raung kencang

Hujan dan banjir yang melintang pukang

 

Adakah kau dengar?

 

Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa

 

Gagasan bahwa manusia melupakan penderitaan sesamanya disampaikan penyair melalui peristiwa …

a)

kelaparan

b)

suara azan

c)

gempa bumi yang berguncang

d)

deru angin yang meraung kencang

e)

melalui banjir yang melintang pukang

16.

Cermati puisi berikut!

 

Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.

Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua

atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu

sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.

 

Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.

 

Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.

Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan

matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.

Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.

 

Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.

 

Rumah-rumah kecil beratap ilalang.

Tubuh berpeluh dalam kerja.

Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.

 

Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.

 

Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.

 

Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.

 

Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.

 

Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu

 

Kini telah berpangkat letnan.

 

Manisnya masa kanak!

 

(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).

 

                                                Kampung, Herman KS

 

Untuk meyakinkan nilai moral yang terkandung dalam puisi, pembicara menyampaikan argumentasi dalam forum diskusi dengan kalimat …

a)

“Realitas bahwa tanah desa kita subur, menyebabkan penduduk tenteram.”

b)

“Memang tanah desa kita subur. Itu sebabnya, penduduk tak perlu pergi ke kota untuk meraih cita-cita.”

c)

“Betapapun tanah desa subur, kita perlu mengolahnya untuk kesejahteraan warga.”

d)

“Kesuburan tanah desa pada gilirannya, menyebabkan penduduk malas bekerja

e)

“Kesuburan tanah desa, akan segera diwariskan untuk anak-cucu di desa.”

17.

Cermati puisi berikut!

 

Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.

Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua

atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu

sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.

 

Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.

 

Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.

Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan

matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.

Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.

 

Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.

 

Rumah-rumah kecil beratap ilalang.

Tubuh berpeluh dalam kerja.

Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.

 

Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.

 

Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.

 

Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.

 

Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.

 

Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu

 

Kini telah berpangkat letnan.

 

Manisnya masa kanak!

 

(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).

 

                                                Kampung, Herman KS

 

Berdasarkan puisi tersebut, topik diskusi yang tepat disajikan pembicara adalah …

a)

Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tenteram.

b)

Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tak Perlu ke Kota.

c)

Kesuburan Tanah Desa Perlu Diolah untuk Kesejahteraan Warga.

d)

Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Malas Bekerja.

e)

Kesuburan Tanah Desa Diwariskan pada Anak Cucu Mereka.

18.

Cermati puisi berikut!

 

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

 

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degupnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hari

 

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

 

Kereta Sado, Ridwan Siregar

 

Amanat untuk bekerja keras terdapat dalam larik .…

a)

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

b)

si petani berkata: inilah kudaku

c)

kereta sado dan jalanan

d)

hari depan yang telah ditakdirkan

e)

ialah jerih yang penghabisan

19.

Cermati puisi berikut!

 

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

 

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degupnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hari

 

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

 

Kereta Sado, Ridwan Siregar

 

Penggambaran kehidupan petani tampak dalam larik ….

a)

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

b)

yang menimbulkan kekuatan pada setiap putaran roda

c)

kereta sado dan jalanan

d)

hari depan yang telah ditakdirkan

e)

ialah jerih yang penghabisan

20.

Cermati puisi berikut!

 

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

 

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degupnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hari

 

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

 

Kereta Sado, Ridwan Siregar

 

Makna simbol degupnya dalam baris degupnya sepanjang jalan dalam puisi tersebut adalah…

a)

Kerja keras kuda yang berpacu sepanjang jalan.

b)

Pengabdian kuda yang berlangsung seumur hidup.

c)

Semangat kuda yang tak pernah surut.

d)

Keperkasaan kuda yang selalu terjaga.

e)

Perjuangan kuda yang tak pernah putus asa.

21.

Cermati puisi berikut!

 

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

 

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

 

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

 

Hidup, Ridwan Siregar

 

Amanat puisi tersebut adalah …

a)

Hendaknya seseorang menyadari bahwa hidup hanya satu kali dan tak pernh kembali hidup.

b)

Hendaknya seseorang memiliki sejarah hidup yang baik karena hidup hanya sekali dan segala cobaan pasti ada batasnya.

c)

Hendaknya seseorang menyadari keterbatasannya sebagai manusia karena kematiannya ditentukan Tuhan.

d)

Hendaknya seseorang tak pernah menyerah dengan cobaan yang menimpa dirinya karena cobaan pasti ada batasnya.

e)

Hendaknya seseorang menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan dan menghayati tantangan hidup yang dihadapinya.

22.

Cermati puisi tersebut!

 

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

 

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

 

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

 

Hidup, Ridwan Siregar

 

Nilai religius puisi yang bermakna ‘hidup di dunia hanya berlangsung sekali’ terdapat dalam baris ….

a)

kelasi di ujung kembara

b)

perjalanan hanya sekali

c)

sebelum pelabuhan terakhir

d)

kelasi mencatat dengan tinta emas

e)

bahwa gelombang pernah membadai

23.

Cermati puisi berikut!

 

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

 

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

 

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

 

Hidup, Ridwan Siregar

 

Makna baris gelombang pernah membadai dalam kutipan puisi tersebut adalah …

a)

guncangan hidup di tengah laut

b)

gelombang hidup di tempat kerja

c)

tantangan hidup yang dahsyat

d)

tantangan hidup yang tak dapat dihadapi

e)

gelombang hidup yang panas

24.

Cermati puisi berikut!

 

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

 

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

 

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

 

Hidup, Ridwan Siregar

 

Makna baris perjalanan hanya sekali dan tiada kembali dalam puisi tersebut adalah…

a)

memiliki tujuan hidup yang pasti sesuai dengan bakat

b)

memiliki arah dan cita-cita yang tak berubah sejak bisa berpikir

c)

yakin bahwa hanya memiliki satu kali kesempatan untuk hidup

d)

kesempatan mengembangkan cita-cita jangan disia-siakan

e)

tekad harus pasti dan tak boleh bimbang dalam menempuh hidup

25.

Cermati puisi berikut!

 

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

 

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

 

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

 

Hidup, Ridwan Siregar

 

Puisi tersebut mewakili gagasan penyair yang menanamkan nilai-nilai mengenai …

a)

Seseorang yang berani menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan di dalamnya.

b)

Seseorang yang berani mengarungi laut dengan kapal dan menaklukkan ombak-ombak besar.

c)

Seseorang yang memilih profesi sebagai pelaut dan melakukan pelayaran ke tempat-tempat jauh.

d)

Seseorang yang bercita-cita sebagai pelaut, mengarungi Samudra, menghadapi tantangan badai.

e)

Seseorang yang gigih bekerja, cerdas berniaga dengan melakukan pelayaran-pelayaran ke negeri yang jauh.

26.

Cermatilah puisi berikut!

Taman punya kita berdua

tak lebar luas, kecil saja

satu tak kehilangan lain dalamnya.


Chairil Anwar


Makna kata "taman" dalam larik pertama puisi tersebut adalah...

a)

rumah

b)

wisma

c)

kebun

d)

tempat

e)

pekarangan

27.
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
a)
(1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
b)
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
c)
(1) Supaya tidak sesal kemudian
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
d)
 (1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara
28.
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
a)
Sari kelapa buah nira
b)
Nira diolah untuk sedekah
c)
Nira diolah untuk sedekah
Gembiara hati tiada tara
d)
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
29.

.....................

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak bisa berpaling


Makna dalam bait puisi tersebut adalah .....

a)

seseorang yang ingin bertaubat

b)

seseorang yang selalu berbuat salah

c)

seseorang yang mengetuk pintu

d)

seseorang yang ikhlas terhadap takdirnya

30.

senja yang pilu

membuat hari kian membiru

langit tampak keruh

mengantar kepergianmu pahlawanku


gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi

melagukan nada-nada lara hati

saat doa-doa ikut tertanam

bersama bayangmu yang kian tenggelam


tema puisi tersebut adalah ....

a)

perjuangan

b)

pahlawan

c)

politik

d)

keagamaan

31.

.........


Ini dari kami bertiga

Pita hitam pada karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

Siang tadi


Suasana yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ....

a)

Marah

b)

Bingung

c)

Sedih

d)

Gembira

32.

SURAT DARI IBU

Pergi ke dunia luas anakku sayang

pergi ke hidup bebas

selama angin masih angin buritan

dan matahari pagi menyinari daun-daunan

dalam rimba dan padang hijau


Suasana puisi tersebut adalah . . . .

a)

mengharukan

b)

mengecewakan

c)

menyedihkan

d)

menjengkelkan

33.

HAMPA

Sepi di luar

Sepi menekan mendesak

Lurus kaku pohonan

Tak bergerak

Sampai ke puncak

Sepi memagut

Segala menanti, menanti, menanti

Sepi

Tambah ini menanti jadi mencekik

Memberat mencekung punda

Sampai binasa segala. Belum apa-apa.

Karya Chairil Anwar

Amanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah . . . .

a)

Hendaknya jangan membuat sseorang harus menunggu.

b)

Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.

c)

Menunggu adalah pekerjaan yang menyedihkan manusia.

d)

Hendaknya seseorang menghindari kebiasaan menunggu.

34.

Tema puisi tersebut adalah ....

a)

Bunga yang berkembang

b)

Pulangnya anak tersayang

c)

Kegembiraan seorang anak

d)

Pulangnya sang kepodang

35.

Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ....

a)

gembira

b)

bangga

c)

sedih

d)

duka

36.

Perhatikan penggalan puisi berikut!

Sajak putih

Karya : Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi

Kau depanku bertudung sutra senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....

a)

gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang

b)

pada sore hari

c)

bola matanya yang indah

d)

indahnya menjalani kehidupan

e)

mengagumi wanita yang dicintai

37.

Puisi berjudul “aku“ merupakan karya dari....

a)

Goenawan Muhammad

b)

Chairil Anwar

c)

Acep Zamzam

d)

H.B. Jasin

e)

Sitor Situmorang

38.

Memahami isi puisi adalah upaya awal yang harus dilakukan oleh pembaca puisi untuk mengungkap makna yang...

a)

indah

b)

tersirat

c)

tersurat

d)

menarik

e)

imajinatif

39.

Buku yang memuat kumpulan puisi, baik dari seorang penyair atau beberapa penyair, pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....

a)

pembacaan puisi

b)

memahami puisi

c)

antologi puisi

d)

penilaian puisi

e)

menulis puisi

40.

Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....

a)

Karya sasrta hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.

b)

Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.

c)

Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.

d)

Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.

e)

Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair