wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PROGRES TEST 4 BIOMEDIK 3 TA 2026

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Hepar terbagi menjadi beberapa lobus secara anatomis. Lobus yang terletak di antara fossa kandung empedu (gallbladder) dan ligamentum teres hepatis (round ligament) pada permukaan visceral adalah:

a)

Lobus Kanan

b)

Lobus Kiri

c)

Lobus Caudatus

d)

Lobus Quadratus

e)

Lobus Riedel

2.

Pada sediaan histologi hepar, terdapat ruang perisinusoidal yang terletak di antara sel endotel sinusoid dan hepatosit. Ruang ini berfungsi sebagai tempat pertukaran materi antara darah dan hepatosit serta tempat sel Ito (Stellate cell) berada. Apakah nama ruang tersebut?

a)

Kanalikuli biliaris

b)

Ruang Disse

c)

Portal Triad

d)

Vena Sentralis

e)

Sinusoid

3.

Bilirubin yang diproduksi dari pemecahan heme di limpa akan ditransportasikan ke hepar. Agar dapat larut dalam plasma darah selama salama transportasi menuju hepar, bilirubin ini harus berikatan dengan:

a)

Albumin

b)

Globulin

c)

Haptoglobin

d)

Ligandin

e)

Transferrin

4.

Seorang anak mengalami diare berdarah. Kultur feses menunjukkan bakteri Gram negatif berbentuk batang, non-motil (tidak bergerak), dan tidak memfermentasi laktosa. Bakteri penyebab yang paling mungkin adalah:

a)

Escherichia coli

b)

Salmonella typhi

c)

Shigella sp.

d)

Vibrio cholerae

e)

Campylobacter jejuni

5.

Berbeda dengan virus Hepatitis B yang merupakan virus DNA, virus Hepatitis A (HAV) adalah virus RNA yang termasuk dalam famili:

a)

Hepadnaviridae

b)

Flaviviridae

c)

Picornaviridae

d)

Togaviridae

e)

Retroviridae

6.

Pada pemeriksaan feses pasien dengan riwayat bermain tanah, ditemukan telur cacing dengan dinding luar kasar bergerigi (mammilated) berwarna kecoklatan karena pigmen empedu. Telur ini merupakan stadium diagnostik dari:

a)

Ascaris lumbricoides

b)

Trichuris trichiura

c)

Enterobius vermicularis

d)

Ancylostoma duodenale

e)

Taenia saginata

7.

Warfarin bekerja sebagai antikoagulan dengan cara menghambat enzim Vitamin K Epoxide Reductase (VKOR). Faktor pembekuan darah manakah yang sintesisnya dihambat oleh mekanisme ini?

a)

Faktor I, II, V, VIII

b)

Faktor II, VII, IX, X

c)

Faktor III, V, VII, X

d)

Faktor VIII, IX, XI, XII

e)

Faktor I, V, VIII, XIII

8.

Warfarin memiliki ikatan protein plasma yang sangat tinggi (>99%), terutama dengan albumin. Hal ini menyebabkan Warfarin rentan terhadap interaksi obat. Jika pasien diberikan obat lain yang juga terikat kuat pada albumin (seperti sulfonamida), efek yang terjadi adalah:

a)

Penurunan efek antikoagulan (risiko trombus)

b)

Peningkatan kadar Warfarin bebas (risiko perdarahan)

c)

Peningkatan metabolisme Warfarin di hepar

d)

Penurunan absorpsi Warfarin di usus

e)

Peningkatan ekskresi Warfarin melalui ginjal

9.

Jalur ekstrinsik pembekuan darah dipicu oleh pelepasan Tissue Factor (Faktor III) yang kemudian mengaktifkan Faktor VII. Tes laboratorium manakah yang paling sensitif untuk menilai jalur ekstrinsik ini, yang juga digunakan untuk memantau terapi Warfarin?

a)

Bleeding Time (BT)

b)

Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT)

c)

Prothrombin Time (PT)

d)

Thrombin Time (TT)

e)

Fibrinogen Level

10.

Salah satu elemen dari Trias Virchow yang berperan dalam patofisiologi terbentuknya trombus pada vena (thrombophlebitis) adalah stasis vena. Kondisi manakah di bawah ini yang paling merepresentasikan stasis vena?

a)

Penggunaan kateter intravena

b)

Trauma pada dinding pembuluh darah

c)

Imobilisasi lama (bed rest)

d)

Defisiensi Antithrombin III

e)

Infeksi bakteri pada kulit

11.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan demam ringan, mual, dan mata kuning (ikterik) sejak 3 hari lalu. Ia memiliki riwayat makan di warung pinggir jalan yang kurang bersih 2 minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan hepatomegali ringan. Marker serologis apa yang paling tepat untuk mendiagnosis infeksi akut pada pasien ini?

a)

HBsAg

b)

Anti-HBs

c)

IgM anti-HAV

d)

IgG anti-HAV

e)

Anti-HCV

12.

Seorang wanita 30 tahun ingin bepergian ke daerah endemik Hepatitis. Ia bertanya kepada dokter mengenai prognosis penyakit Hepatitis A jika ia tertular. Penjelasan manakah yang paling tepat diberikan dokter?

a)

Penyakit ini sering menjadi kronis dan menyebabkan sirosis

b)

Penyakit ini bersifat self-limiting dan tidak menyebabkan infeksi kronis

c)

Penyakit ini menular melalui cairan tubuh dan jarum suntik

d)

Pasien akan menjadi carrier seumur hidup setelah sembuh

e)

Risiko berkembang menjadi karsinoma hepatoseluler sangat tinggi

13.

Transmisi virus penyebab kasus di atas (Hepatitis A) berbeda dengan Hepatitis B. Rute penularan utama Hepatitis A adalah melalui:

a)

Parenteral (darah)

b)

Seksual

c)

Fecal-oral

d)

Droplet pernapasan

e)

Vektor nyamuk

14.

Seorang pasien fibrilasi atrium rutin mengonsumsi Warfarin. Saat kontrol, hasil INR pasien adalah 6,5 (Target 2-3) namun pasien tidak menunjukkan tanda-tanda perdarahan aktif. Tatalaksana awal yang paling tepat adalah:

a)

Lanjutkan dosis Warfarin yang sama

b)

Hentikan Warfarin sementara dan berikan Vitamin K oral dosis rendah

c)

Segera berikan Fresh Frozen Plasma (FFP)

d)

Berikan transfusi trombosit

e)

Naikkan dosis Warfarin

15.

Pasien pengguna Warfarin diresepkan antibiotik Ciprofloxacin untuk infeksi saluran kemih. Beberapa hari kemudian, pasien mengalami gusi berdarah. Mekanisme interaksi obat yang mendasari kejadian ini adalah:

a)

Ciprofloxacin menginduksi enzim CYP450, mempercepat metabolisme Warfarin

b)

Ciprofloxacin menghambat enzim CYP450, meningkatkan kadar Warfarin dalam darah

c)

Ciprofloxacin menghambat absorpsi Vitamin K dari makanan

d)

Ciprofloxacin meningkatkan produksi faktor pembekuan darah

e)

Ciprofloxacin merusak fungsi trombosit secara langsung

16.

Pasien yang mendapat terapi Warfarin harus diedukasi mengenai diet. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung tinggi Vitamin K. Bagaimana saran konsumsi sayuran tersebut bagi pengguna Warfarin?

a)

Dilarang keras memakan sayuran hijau sama sekali

b)

Boleh dimakan dalam porsi yang konsisten (tetap) setiap hari agar INR stabil

c)

Harus dimakan dalam jumlah sangat banyak untuk mencegah efek samping obat

d)

Hanya boleh dimakan saat INR < 2

e)

Dimakan selang-seling setiap 3 hari sekali

17.

Anak laki-laki usia 7 tahun dibawa ibunya dengan keluhan diare berlendir dan berdarah, disertai nyeri perut melilit (tenesmus) dan demam. Riwayat sering jajan sembarangan. Diagnosis klinis yang paling mungkin adalah:

a)

Diare Osmotik

b)

Disentri Basiler (Shigellosis)

c)

Kolera

d)

Diare Sekretorik

e)

Intoleransi Laktosa

18.

Komplikasi serius yang dapat terjadi pada infeksi Shigella dysenteriae tipe 1 akibat toksin Shiga yang dihasilkannya, ditandai dengan anemia hemolitik, trombositopenia, dan gagal ginjal akut adalah:

a)

Sindrom Hemolitik Uremik (HUS)

b)

Perforasi usus

c)

Megakolon toksik

d)

Prolaps rektum

e)

Hepatitis fulminan

19.

Pada kasus anak dengan disentri di atas, pemeriksaan feses mikroskopis secara tidak sengaja menemukan telur cacing Ascaris lumbricoides. Selain antibiotik untuk disentri, obat anti-helminitik pilihan yang tepat untuk diberikan setelah kondisi akut mereda adalah:

a)

Metronidazole

b)

Albendazole atau Mebendazole

c)

Praziquantel

d)

Ivermectin

e)

Tetrasiklin

20.

Mekanisme diare berdarah pada kasus disentri disebabkan oleh:

a)

Gangguan penyerapan air di usus besar

b)

Hipersekresi cairan akibat toksin kolera

c)

Invasi bakteri ke mukosa kolon yang menyebabkan ulserasi dan peradangan

d)

Gangguan motilitas usus (peristaltik meningkat)

e)

Defisiensi enzim laktase di brush border

21.

Seorang wanita 45 tahun mengeluh nyeri dan kemerahan pada tungkai bawah kanannya. Pada pemeriksaan fisik tampak pelebaran vena (varises) dan teraba benjolan memanjang seperti tali (palpable cord) yang nyeri tekan, merah, dan hangat di sepanjang vena saphena magna. Kaki tidak bengkak signifikan. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

a)

Deep Vein Thrombosis (DVT)

b)

Selulitis

c)

Thrombophlebitis Superficial

d)

Limfangitis

e)

Arterial Insufficiency

22.

Tatalaksana utama untuk kasus Thrombophlebitis Superficial tanpa komplikasi dan jauh dari sambungan vena dalam (saphenofemoral junction) adalah:

a)

Tirah baring total (immobilisasi) selama 2 minggu

b)

Pemberian antikoagulan dosis penuh (Heparin/Warfarin)

c)

NSAID (obat antiinflamasi non-steroid) dan kompres hangat

d)

Antibiotik intravena spektrum luas

e)

Tindakan pembedahan segera (Venectio)

23.

Seorang pasien rawat inap mengalami nyeri dan bengkak kemerahan di punggung tangan lokasi bekas pemasangan infus yang baru saja dilepas 2 hari lalu. Kondisi ini disebut sebagai:

a)

Flebitis mekanik/kimiawi post-infus

b)

Trombosis arteri radialis

c)

Nekrosis jaringan

d)

Reaksi alergi plester

e)

Sindrom kompartemen

24.

Meskipun umumnya jinak, Thrombophlebitis Superficial memerlukan pengawasan lebih ketat dan pertimbangan antikoagulan jika lokasi trombus berada di:

a)

Vena dorsalis pedis

b)

Vena saphena magna proksimal (dekat lipat paha/saphenofemoral junction)

c)

Vena cubiti di lengan

d)

Vena saphena parva di pergelangan kaki

e)

Vena-vena kecil kolateral

25.

Tanda klinis yang membedakan Thrombophlebitis Superficial dari Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah:

a)

Adanya nyeri pada betis

b)

Adanya pembengkakan (edema) seluruh tungkai yang signifikan pada DVT, sedangkan pada superfisial bengkak terbatas pada area vena

c)

Adanya demam tinggi pada DVT

d)

Kemerahan pada kulit hanya terjadi pada DVT

e)

Nyeri saat dorsifleksi kaki (Homan's sign) hanya positif pada superfisial

26.

Seorang mahasiswa akan melakukan KKN di daerah dengan sanitasi buruk. Tindakan pencegahan spesifik (imunisasi) yang disarankan untuk mencegah Hepatitis A adalah:

a)

Pemberian Vaksin Hepatitis A (inactivated virus)

b)

Pemberian Vaksin Hepatitis B rekombinan

c)

Pemberian Antibiotik profilaksis

d)

Pemberian Vitamin hepatoprotektor

e)

Pemberian Imunoglobulin anti-HBs

27.

Pasien pengguna Warfarin mengalami perdarahan intrakranial akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil INR saat masuk IGD adalah 8.0. Selain menghentikan obat, antidot spesifik yang harus segera diberikan adalah:

a)

Protamine Sulfate

b)

Asam Traneksamat

c)

Vitamin K (Phytomenadione)

d)

Vitamin C dosis tinggi

e)

Aspirin

28.

Dalam kasus thrombophlebitis superfisial di tungkai bawah, vena superfisial utama yang paling sering terkena dan berjalan di sisi medial (dalam) betis hingga paha adalah:

a)

Vena Femoralis

b)

Vena Poplitea

c)

Vena Saphena Magna

d)

Vena Saphena Parva

e)

Vena Tibialis Anterior

29.

Sel makrofag yang terdapat pada dinding sinusoid hepar yang berfungsi memfagositosis bakteri dari darah portal (seperti pada kasus disentri dimana bakteri masuk ke sirkulasi) disebut:

a)

Sel Hepatosit

b)

Sel Kupffer

c)

Sel Ito

d)

Sel Endotel

e)

Sel Cholangiocyte

30.

Seorang pasien datang dengan diare seperti air cucian beras (rice water stool), muntah hebat, dan dehidrasi berat tanpa disertai nyeri perut yang signifikan atau darah. Diagnosis yang paling tepat adalah:

a)

Disentri Basiler

b)

Disentri Amoeba

c)

Kolera (Vibrio cholerae)

d)

Giardiasis

e)

Rotavirus