wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Evidence-Based Medicine (EBM)

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Meta-analisis adalah:

a)

Penelitian pada satu pasien

b)

Penggabungan hasil kuantitatif dari beberapa penelitian sejenis

c)

Wawancara mendalam

d)

Survei satu kali

2.

Tujuan utama meta-analisis adalah:

a)

Mengumpulkan data primer

b)

Menggabungkan hasil penelitian untuk memperoleh estimasi efek yang lebih kuat

c)

Menentukan diagnosis pasien

d)

Menguji obat baru

3.

Meta-analisis biasanya merupakan bagian dari:

a)

Case report

b)

Systematic review

c)

Cross-sectional study

d)

Cohort study

4.

Meta-analisis menggunakan data dari:

a)

Pasien baru

b)

Eksperimen laboratorium

c)

Penelitian yang telah dipublikasikan

d)

Wawancara dokter

5.

Meta-analisis termasuk tingkat bukti:

a)

Rendah

b)

Sedang

c)

Tinggi

d)

Tidak ilmiah

6.

Systematic review berbeda dari review biasa karena:

a)

Berdasarkan opini penulis

b)

Menggunakan metode pencarian dan seleksi yang terstruktur

c)

Tidak memakai referensi

d)

Lebih singkat

7.

Tahap awal dalam systematic review adalah:

a)

Analisis statistik

b)

Menentukan pertanyaan penelitian (misalnya PICO)

c)

Menarik kesimpulan

d)

Menyusun diskusi

8.

Systematic review harus melaporkan:

a)

Metode pencarian

b)

Kriteria inklusi dan eksklusi

c)

Jumlah artikel yang diseleksi

d)

Semua benar

9.

Systematic review menurunkan bias dengan:

a)

Metode seleksi artikel yang terstruktur

b)

Opini penulis

c)

Pengalaman klinis

d)

Cerita kasus

10.

Systematic review berbeda dari meta-analisis karena:

a)

Tidak selalu menggabungkan data numerik

b)

Tidak ilmiah

c)

Tanpa referensi

d)

Berdasarkan opini

11.

Cohort study dimulai dari:

a)

Penyakit → paparan

b)

Paparan → kejadian penyakit

c)

Hasil → faktor risiko

d)

Kontrol → kasus

12.

Cohort prospektif berarti:

a)

Menggunakan data masa lalu

b)

Mengikuti subjek ke depan setelah paparan

c)

Dimulai dari penyakit

d)

Tanpa follow-up

13.

Cohort memungkinkan perhitungan:

a)

Prevalensi

b)

Insidensi

c)

Odds ratio saja

d)

p-value saja

14.

Cohort lebih kuat daripada case-control dalam:

a)

Menentukan hubungan temporal

b)

Penyakit langka

c)

Biaya rendah

d)

Waktu singkat

15.

Cohort dapat menghitung:

a)

Risk ratio

b)

Prevalensi

c)

Odds ratio saja

d)

p-value saja

16.

Case-control study paling sesuai untuk:

a)

Penyakit umum

b)

Penyakit jarang

c)

Uji klinis

d)

Survei populasi

17.

Pada case-control, ukuran asosiasi yang paling sering digunakan adalah:

a)

Risk ratio

b)

Odds ratio

c)

Prevalensi

d)

Insidensi

18.

Case-control dimulai dari:

a)

Paparan

b)

Hasil (penyakit)

c)

Follow-up

d)

Randomisasi

19.

Case-control tidak dapat menghitung langsung:

a)

Odds ratio

b)

Risk ratio

c)

Hubungan paparan

d)

Asosiasi

20.

Case-control menilai hubungan:

a)

Penyakit dengan paparan masa lalu

b)

Paparan masa depan

c)

Efektivitas terapi

d)

Prognosis

21.

Cross-sectional study bertujuan utama untuk mengukur:

a)

Insidensi

b)

Prevalensi

c)

Risiko relatif

d)

Hazard ratio

22.

Cross-sectional tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat karena:

a)

Sampel kecil

b)

Paparan dan penyakit diukur pada saat yang sama

c)

Tidak ada statistik

d)

Tidak ada kontrol

23.

Cross-sectional sering digunakan untuk:

a)

Uji obat

b)

Survei kesehatan populasi

c)

Penelitian eksperimental

d)

Meta-analisis

24.

Cross-sectional memberikan gambaran:

a)

Kondisi saat ini

b)

Masa depan

c)

Hubungan sebab

d)

Efek terapi

25.

Cross-sectional mengukur paparan dan penyakit:

a)

Bersamaan

b)

Bertahap

c)

Longitudinal

d)

Prospektif