NEW
Font size
WorksheetsKuis Evidence-Based Medicine (EBM)
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Meta-analisis adalah:
Penelitian pada satu pasien
Penggabungan hasil kuantitatif dari beberapa penelitian sejenis
Wawancara mendalam
Survei satu kali
Tujuan utama meta-analisis adalah:
Mengumpulkan data primer
Menggabungkan hasil penelitian untuk memperoleh estimasi efek yang lebih kuat
Menentukan diagnosis pasien
Menguji obat baru
Meta-analisis biasanya merupakan bagian dari:
Case report
Systematic review
Cross-sectional study
Cohort study
Meta-analisis menggunakan data dari:
Pasien baru
Eksperimen laboratorium
Penelitian yang telah dipublikasikan
Wawancara dokter
Meta-analisis termasuk tingkat bukti:
Rendah
Sedang
Tinggi
Tidak ilmiah
Systematic review berbeda dari review biasa karena:
Berdasarkan opini penulis
Menggunakan metode pencarian dan seleksi yang terstruktur
Tidak memakai referensi
Lebih singkat
Tahap awal dalam systematic review adalah:
Analisis statistik
Menentukan pertanyaan penelitian (misalnya PICO)
Menarik kesimpulan
Menyusun diskusi
Systematic review harus melaporkan:
Metode pencarian
Kriteria inklusi dan eksklusi
Jumlah artikel yang diseleksi
Semua benar
Systematic review menurunkan bias dengan:
Metode seleksi artikel yang terstruktur
Opini penulis
Pengalaman klinis
Cerita kasus
Systematic review berbeda dari meta-analisis karena:
Tidak selalu menggabungkan data numerik
Tidak ilmiah
Tanpa referensi
Berdasarkan opini
Cohort study dimulai dari:
Penyakit → paparan
Paparan → kejadian penyakit
Hasil → faktor risiko
Kontrol → kasus
Cohort prospektif berarti:
Menggunakan data masa lalu
Mengikuti subjek ke depan setelah paparan
Dimulai dari penyakit
Tanpa follow-up
Cohort memungkinkan perhitungan:
Prevalensi
Insidensi
Odds ratio saja
p-value saja
Cohort lebih kuat daripada case-control dalam:
Menentukan hubungan temporal
Penyakit langka
Biaya rendah
Waktu singkat
Cohort dapat menghitung:
Risk ratio
Prevalensi
Odds ratio saja
p-value saja
Case-control study paling sesuai untuk:
Penyakit umum
Penyakit jarang
Uji klinis
Survei populasi
Pada case-control, ukuran asosiasi yang paling sering digunakan adalah:
Risk ratio
Odds ratio
Prevalensi
Insidensi
Case-control dimulai dari:
Paparan
Hasil (penyakit)
Follow-up
Randomisasi
Case-control tidak dapat menghitung langsung:
Odds ratio
Risk ratio
Hubungan paparan
Asosiasi
Case-control menilai hubungan:
Penyakit dengan paparan masa lalu
Paparan masa depan
Efektivitas terapi
Prognosis
Cross-sectional study bertujuan utama untuk mengukur:
Insidensi
Prevalensi
Risiko relatif
Hazard ratio
Cross-sectional tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat karena:
Sampel kecil
Paparan dan penyakit diukur pada saat yang sama
Tidak ada statistik
Tidak ada kontrol
Cross-sectional sering digunakan untuk:
Uji obat
Survei kesehatan populasi
Penelitian eksperimental
Meta-analisis
Cross-sectional memberikan gambaran:
Kondisi saat ini
Masa depan
Hubungan sebab
Efek terapi
Cross-sectional mengukur paparan dan penyakit:
Bersamaan
Bertahap
Longitudinal
Prospektif
