NEW
Font size
WorksheetsQuiz KAF 1
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Prinsip dasar analisis gravimetri adalah …
Pengukuran volume larutan standar
Pengukuran massa endapan yang terbentuk
Pengukuran perubahan warna indikator
Pengukuran arus listrik
Pengukuran absorbansi
Syarat endapan yang baik dalam gravimetri adalah …
Mudah larut dalam air
Berbentuk koloid
Murni dan stabil
Berwarna gelap
Mudah teroksidasi
Sebanyak 0,500 g sampel yang mengandung Cl⁻ dianalisis secara gravimetri sebagai AgCl. Massa endapan AgCl = 1,435 g. (Mr AgCl = 143,5; Ar Cl = 35,5). Kadar Cl⁻ dalam sampel adalah …
10,0 %
15,0 %
25,0 %
35,5 %
50,0 %
Indikator yang tepat untuk titrasi asam kuat–basa kuat adalah …
Metil merah
Fenolftalein
Metil jingga
Semua indikator dapat digunakan
Tidak perlu indikator
Sebanyak 25 mL HCl 0,1 N dititrasi dengan NaOH 0,1 N. Volume NaOH yang dibutuhkan adalah …
10 mL
20 mL
25 mL
50 mL
100 mL
Prinsip titrasi argentometri adalah reaksi antara …
Asam dan basa
Logam dan asam
Ion perak dengan halida
Iodin dengan reduktor
EDTA dengan logam
Metode Mohr menggunakan indikator …
K2CrO4
FeCl3
Pati
Eriochrome Black T
Fenolftalein
25 mL larutan NaCl dititrasi dengan AgNO₃ 0,1 N dan membutuhkan 20 mL titran. Kadar NaCl (mg) adalah … (Mr NaCl = 58,5). Rumus perhitungan: mg=V×N×BE .
29,25 mg
58,5 mg
117 mg
234 mg
585 mg
Perbedaan utama iodimetri dan iodometri adalah …
Jenis indikator
Jenis titran
Reaksi oksidasi–reduksi
Warna larutan
Suhu titrasi
Indikator yang digunakan pada titrasi iodin adalah …
Metil jingga
Fenolftalein
Pati
Eriochrome Black T
K2CrO4
25 mL larutan vitamin C dititrasi dengan I₂ 0,01 N membutuhkan 10 mL. Kadar vitamin C (mg) adalah … (BE vitamin C = 88).
4,4 mg
8,8 mg
17,6 mg
22 mg
44 mg
Prinsip titrasi kompleksometri adalah pembentukan …
Endapan
Gas
Kompleks stabil
Warna
Koloid
Indikator yang umum digunakan dalam titrasi EDTA adalah …
Pati
Fenolftalein
Metil jingga
Eriochrome Black T
K2CrO4
25 mL larutan Ca²⁺ dititrasi dengan EDTA 0,01 M membutuhkan 15 mL. Kadar Ca²⁺ (mg) adalah … (Ar Ca = 40).
6 mg
12 mg
15 mg
20 mg
30 mg
KMnO₄, dalam titrasi berfungsi sebagai …
Indikator
Oksidator
Reduktor
Katalis
Buffer
Warna titik akhir titrasi permanganometri adalah …
Biru
Hijau
Merah muda stabil
Kuning
Tidak berwarna
25 mL larutan asam oksalat dititrasi dengan KMnO₄ 0,02 N membutuhkan 20 mL. Kadar asam oksalat (mg) adalah … (BE asam oksalat = 45).
9 mg
18 mg
36 mg
45 mg
90 mg
Pada analisis gravimetri klorida menggunakan AgNO₃, faktor gravimetri (FG) untuk menghitung kadar Cl⁻ dari endapan AgCl adalah … (Ar Ag = 108; Cl = 35,5).
108 / 143,5
35,5 / 143,5
143,5 / 35,5
143,5 / 108
35,5 / 108
Sebanyak 0,287 g AgCl diperoleh dari analisis gravimetri. Massa ion klorida dalam sampel adalah …
0,035 g
0,071 g
0,102 g
0,143 g
0,287 g
Dalam analisis sulfat secara gravimetri, senyawa yang ditimbang adalah BaSO4. Faktor gravimetri untuk menghitung kadar SO42− adalah ... (Ar Ba = 137; S = 32; O = 16)
96 / 233
233 / 96
137 / 233
96 / 137
233 / 137
Jika 0,250 g sampel menghasilkan 0,287 g AgCl, maka kadar Cl− dalam sampel (%) adalah ... (Ar Ag = 108; Cl = 35,5)
10,2 %
50,0 %
28,7 %
40,8 %
20,4 %
Sebanyak 0,300 g sampel dianalisis menggunakan metode gravimetri dan menghasilkan 0,350 g BaSO4. Maka kadar SO42− dalam sampel adalah ...
24,0 %
32,0 %
37,5 %
48,0 %
56,0 %
Dalam suatu analisis menggunakan metode titrasi, sebanyak 25,00 mL larutan HCl dititrasi dengan NaOH 0,100 N. Titik akhir tercapai pada volume NaOH 20,00 mL. Maka normalitas larutan HCl adalah ...
0,040 N
0,050 N
0,125 N
0,100 N
0,080 N
Jika larutan HCl pada soal nomor 1 memiliki BM 36,5, maka kadar HCl dalam larutan tersebut (g/L) adalah ...
1,46 g/L
2,00 g/L
2,92 g/L
3,65 g/L
7,30 g/L
Sebanyak 10,00 mL larutan NaCl dititrasi dengan AgNO3 0,100 N dan membutuhkan 15,00 mL titran. Normalitas NaCl adalah ...
0,050 N
0,075 N
0,100 N
0,150 N
0,200 N
