WorksheetsUjian Akhir Semester Rekayasa Gempa B2
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Parameter Ss dan S1 dalam desain gempa merepresentasikan apa.
Percepatan tanah maksimum horizontal dan vertikal
Respons spektral periode pendek dan 1 detik
Gaya gempa rencana dan gaya ultimit
Faktor keutamaan dan faktor reduksi
Nilai SMS dihitung dengan rumus.
SMS = Ss × Fa
SMS = S1 × Fv
SMS = 2.5 × Ss
SMS = 2.3 × S1
Jika Ss = 0.6g dan Fa = 1.2, maka nilai SMS adalah.
0.50g
0.60g
0.72g
1.20g
Parameter SDS diperoleh dari.
SDS = 0.4 × SMS
SDS = 2/3 × SMS
SDS = SMS / 2
SDS = 1.5 × SMS
Jika SMS = 0.72g, nilai SDS adalah.
0.36g
0.48g
0.54g
0.72g
Periode transisi Ts ditentukan dengan rumus.
Ts = SDS / SD1
Ts = SD1 / SDS
Ts = SMS / S1
Ts = Fa / Fv
Fungsi utama spektrum respons desain adalah.
Menentukan beban mati struktur
Menentukan gaya gempa sebagai fungsi periode
Menghitung massa struktur
Menentukan faktor keutamaan
Bangunan dengan ketidakberaturan torsi ekstrem diklasifikasikan sebagai.
Irregularitas vertikal
Irregularitas massa
Irregularitas horizontal tipe 1b
Irregularitas geometri
Syarat terjadinya irregularitas torsi tipe 1a adalah rasio drift maksimum terhadap drift rata-rata lebih besar dari.
1.0
1.2
1.4
2.0
Faktor amplifikasi torsi Ax digunakan untuk.
Mengalikan massa struktur
Mengalikan gaya gempa vertikal
Memperbesar efek torsi aksidental
Mengurangi simpangan
Soft story terjadi bila kekakuan lateral lantai lebih kecil dari lantai di atasnya sebesar.
90 persen
80 persen
70 persen
50 persen
Irregularitas vertikal tipe soft story termasuk kategori.
Distribusi gaya dinamis
Jalur beban tidak menerus
Sistem non paralel
Efek P-delta
Metode analisis yang diwajibkan bila terdapat irregularitas vertikal tertentu adalah.
Analisis statik ekuivalen
Analisis beban angin
Analisis respons spektrum
Analisis beban gravitasi
Koefisien respons gempa Cs dihitung dari parameter.
SDS, R, Ie
SD1, T, W
Ss, Fa, Fv
W, h, T
Jika SDS = 0.5g, R = 8, dan Ie = 1.0, maka Cs mendekati.
0.016
0.031
0.063
0.125
Gaya geser dasar gempa V dihitung dengan rumus.
V = W / Cs
V = Cs / W
V = Cs × W
V = W × T
Jika Cs = 0.06 dan W = 2000 kN, maka V adalah.
60 kN
120 kN
200 kN
240 kN
Distribusi gaya gempa ke tiap lantai bergantung pada.
Luas lantai
Tinggi dan massa lantai
Jumlah kolom
Sistem pondasi
Batas simpangan antar lantai dinyatakan sebagai fraksi dari.
Tinggi total gedung
Tinggi lantai terkait
Lebar bangunan
Panjang bentang
Untuk kategori risiko II, batas drift maksimum umumnya adalah.
0.010 h
0.015 h
0.020 h
0.025 h
Faktor Cd digunakan untuk.
Mengurangi gaya gempa
Mengubah simpangan elastis menjadi inelastis
Menghitung massa seismik
Menghitung periode struktur
Jika simpangan elastis δe = 20 mm dan Cd = 5, maka simpangan inelastis adalah.
4 mm
20 mm
100 mm
200 mm
Efek P-delta menjadi signifikan bila koefisien stabilitas θ lebih besar dari.
0.05
0.10
0.20
0.30
Massa seismik bangunan terutama berasal dari.
Beban mati saja
Beban hidup penuh
Beban mati dan sebagian beban hidup
Beban angin
Tujuan utama pembatasan irregularitas adalah.
Menghemat biaya struktur
Menyederhanakan analisis
Menjamin perilaku gempa yang terkendali
Mempercepat konstruksi
