Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS 2025 2026 Metode Penelitian

Total questions: 25

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Beberapa jam setelah berlangsungnya acara perpisahan sebuah SD di suatu kota, yang dihadiri oleh 150 orang terdiri dari guru, murid SD dan orang tua murid, 125 orang datang berobat ke puskesmas dengan diare, muntah-muntah yang disertai demam. Dari hasil anamnesis didapatkan bahwa 105 orang makan gado-gado pada acara tersebut. Sedangkan dari hasil pemeriksaan faeses pasien ditemukan bakteri E. Coli. Pada acara tersebut diketahui bahwa, ada 20 orang yang pulang lebih dulu sebelum acara santap siang dan tidak menderita sakit.

Apakah penelitian  yang paling feasible bila kita hendak menilai hubungan antara pajanan dan penyakit pada peristiwa diatas

a)

Deskriptif

b)

Cross Sectional

c)

Case Control

d)

Cohort

e)

Eksperimental

2.

Di Kota L terjadi peningkatan imigrasi selama lima tahun terakhir. Disisi lain lain, kasus HIV AIDS juga menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Seorang epidemiolog ingin mempelajari hubungan mobilitas penduduk dengan kejadian HIV AIDS. Data dikumpulkan dari Dinas kesehatan setempat dan Badan Pusat Statistik.Jenis penelitian apa yang digunakan oleh epidemiolog tersebut?

a)

Case report

b)

Case Series

c)

Studi Ekologi

d)

Cross Sectional

e)

Cohort

3.

Pada awal bulan September 2017, dilaporkan adanya  3  anak yang mengalami radang tenggorokan. Gejala lainnya yaitu suara serak, demam menggigil, serta detak jantung meningkat. Seorang epidemiolog tertarik mempelajari perjalanan penyakit tersebut dan menyimpulkan bahwa anak-anak tersebut menderita penyakit difteri.Metode epidemiologi deskriptif yang tepat dalam mempelajari kasus tersebut adalah?

a)

Case Series

b)

Case Report

c)

Ekologi

d)

Cross Sectional

e)

Time Series

4.

Kasus leptospirosis di suatu kabupaten pada tahun 2017 terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun 2016. Jumlah penderita pada tahun 2016 sebanyak 18 kasus dan pada tahun 2017 sebanyak 31 kasus dengan kematian sebanyak 10 kasus, sehingga Case Fatality Rate (CFR) pada peningkatan kasus ini sebesar 30,22%. Kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten adalah penyuluhan, kegiatan bersih-bersih lingkungan setelah terjadi banjir, surat edaran waspada terhadap leptospirosis pasca banjir, pembagian Rapid Diagnosis Test (RDT) ke Puskesmas, dan pembagian buku. Tetapi hal tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut di wilayah tersebut.Apa desain studi yang paling tepat untuk mengetahui faktor risiko kejadian tersebut?

a)

Eksperimen Semu

b)

Eksperimen Murni

c)

Case Control

d)

Cross Sectional

e)

Deskriptif

5.

Seorang mahasiswa kesehatan masyarakat ingin melakukan kajian tentang permasalahan obesitas. Berdasarkan referensi yang dimiliki, kasus obesitas lebih banyak pada penderita yang kurang melakukan olah raga. Mahasiswa tersebut akan melakukan follow-up pada kelompok masyarakat yang memiliki kebiasan berolah raga dibandingkan dengan yang tidak memiliki kebiasaan berolah raga terhadap kejadian obesitas pada dua tahun kemudian. Desain penelitian epidemiologi apa yang cocok untuk mengkaji Besar risiko obesitas berdasarkan pola makan dan riwayat aktivitas fisik?

a)

Deskriptif

b)

Case study

c)

Cross sectional

d)

Case Control

e)

Cohort

6.

Disuatu daerah yang dikenal memiliki kadar konsumsi natrium yang berlebih di populasi, data puskesmas menunjukkan terdapat penderita hipertensi sebesar 80% dari total kunjungan. Namun data tersebut cukup diragukan karena data dikumpulkan dari berbagai pasien yang dating berobat ke puskesmas dengan berbagai penyakit namun tidak karena masalah hipertensi. Seorang mahasiswa FKM ingin melakukan suatu penelitian untuk melihat besaran masalah hipertensi yang sebenarnya di wilayah kerja puskesmas tersebut. Metode yang tepat digunakan peneliti adalah?

a)

Survei

b)

Cross Sectional

c)

Eksperimen

d)

Kualitatif

e)

Screening

7.

Menurut Data dari suatu Puskesmas bahwa cakupan Pemberian Tablet Fe (Zat Besi) hanya mencapai 39% sementara target cakupan adalah 90% pada tahun berjalan.  Mahasiswa FKM bermaksud melakukan penelitian untuk mengungkap penyebab masalah tersebut, dalam pelaksanaannya instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner yang telah diuji cobakan sebelumnya, dan pelaksanaannya dilakukan dengan wawancara, hasil yang diharapkan adalah mencari hubungan antar variabel serta kekuatan hubungan antar variabel Independen dan Dependen. Jenis Penelitian yang digunakan Para Mahasiswa FKM?

a)

Kuantitatif

b)

Survei

c)

Case Control

d)

Kualitatif

e)

Eksperimen

8.

Seorang peneliti dari suatu perguruan tinggi kesehatan ingin melihat hubungan gaya hidup yang tidak sehat dengan kejadian hipertensi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah  konsumsi makanan, aktifitas fisik, stres, dan perilaku merokok. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas X, dimana populasi penelitian adalah semua penderita Hipertensi yang berkunjung/berobat di Puskesmas tersebut. Apakah desain penelitian yang tepat dalam studi tersebut?

a)

Studi Deskriptif

b)

Studi Ekologi

c)

Studi Cross Sectional

d)

Studi Case Control

e)

Studi Cohort

9.

Suatu penelitian ingin mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit Diare pada anak di Sekolah Dasar. Beberapa faktor yang diduga sebagai faktor resiko terjadinya adalah kebiasaan jajan di sekolah dan kebiasaan tidak cuci tangan sebelum makan. Dalam hal ini peneliti menentukan ada atau tidak penyakit Diare, kemudian menganalis penyebab terjadinya. Apa desain jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti tersebut?

a)

Case control

b)

Cohort

c)

Cross Sectional

d)

Observasional

e)

Deskriptif

10.

Dalam program penanggulangan masalah gizi remaja di puskesmas, seorang peneliti ingin melihat pengaruh penyuluhan gizi terhadap konsumsi sayur pada remaja putri. Sebelum penyuluhan, tiap individu dinilai konsumsi sayurnya. Kemudian setelah kurun waktu tertentu pasca penyuluhan, tiap individu remaja putri kembali dinilai konsumsi sayurnya. Desain penelitian apakah yang tepat digunakan?

a)

Eksperimen

b)

Cohort

c)

Case Control

d)

Cross Sectional

e)

Deskriptif

11.

Seorang ahli kesehatan masyarakat melakukan sebuah penelitian di Puskesmas untuk mengkaji kasus kematian akibat pneumonia. Untuk itu dikumpulkan data rekam medic dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Kelompok kasus didapatkan sejumlah 100 penderita Pneumonia. Apa desain studi yang tepat dari  penelitian diatas?

a)

Cross Sectional

b)

Case Control

c)

Deskriptif

d)

Intervensi

e)

Cohort

12.

Seorang petugas Puskesmas menemukan kenaikan kasus diare di wilayah kerjanya. Petugas puskesmas tersebut ingin mengetahui hubungan antara diare dan ketersediaan air bersih dengan biaya dan waktu yang singkat dan efisien. Desain penelitian apa yang sesuai untuk meneliti kasus tersebut?

a)

Case Review

b)

Case Study

c)

Case Control

d)

Cross Sectional

e)

Cohort

13.

Menurut data dari sebuah puskesmas, bahwa cakupan asi eksklusif hanya mencapai 39% sementara target cakupan adalah 80%. Seorang peneliti bermaksud untuk mengungkap penyebab masalah tersebut, dalam pelaksanaannya instrumen penelitian yang digunakan adalah para mahasiswa itu sendiri dengan menggunakan pedoman wawancara dan pelaksanaannya dilakukan focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Apa jenis penelitian yang digunakan peneliti tersebut?

a)

Cross Sectional

b)

Case Control

c)

Eksperimen

d)

Kualitatif

e)

Kuantitatif

14.

Suatu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek atau akibat,

dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data yang berfokus pada satu waktu, merupakan pengertian dari ...

a)

Case control study

b)

Cohort Study

c)

Cross Sectional Study

d)

Case control dan Cohort Study

e)

Experiment Study

15.

Disuatu daerah yang dikenal memiliki kadar konsumsi natrium yang berlebih di populasi, data puskesmas menunjukkan terdapat penderita hipertensi sebesar 80% dari total kunjungan. Namun data tersebut cukup diragukan karena data dikumpulkan dari berbagai pasien yang datang berobat ke puskesmas dengan berbagai penyakit namun tidak karena masalah hipertensi. Seorang mahasiswa FKM ingin melakukan suatu penelitian untuk melihat besaran masalah hipertensi yang sebenarnya di wilayah kerja puskesmas tersebut. Pengumpulan data yang tepat digunakan peneliti adalah …

a)

Wawancara Mendalam

b)

Survei

c)

Diskusi Kelompok Terpumpun

d)

Observasi

e)

Data Sekunder

16.

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah paparan asap rokok di lingkungan kerja meningkatkan risiko kanker paru-paru pada pekerja non-perokok. Peneliti merekrut 500 pekerja non-perokok yang bekerja di lingkungan berasap dan 500 pekerja non-perokok yang bekerja di lingkungan bebas asap. Kedua kelompok ini tidak memiliki kanker pada awal studi, kemudian mereka diikuti selama 10 tahun untuk melihat siapa yang mengembangkan kanker paru-paru. Desain studi apakah ini?

a)

Cross Sectional

b)

Clinical Trial

c)

Cohort

d)

Case Control

e)

Experiment

17.

Di sebuah rumah sakit, terjadi peningkatan kasus bayi lahir dengan cacat bawaan X. Seorang ahli kesehatan masyarakat ingin menyelidiki apakah konsumsi obat tertentu selama kehamilan berhubungan dengan cacat tersebut. Ia mengumpulkan data dari 100 ibu yang melahirkan bayi dengan cacat X (Kasus) dan 100 ibu yang melahirkan bayi sehat (Kontrol) pada periode yang sama. Kemudian, ia mewawancarai mereka mengenai riwayat konsumsi obat tersebut selama kehamilan. Apa jenis desain penelitian ini?

a)

Studi Kohort Prospektif

b)

Studi Ekologi

c)

Studi Cross-sectional

d)

Studi Kasus Kontrol

e)

Studi Deskriptif

18.

Dinas Kesehatan ingin mengetahui prevalensi hipertensi dan hubungannya dengan obesitas di Kecamatan Sukamaju pada tahun 2023. Tim survei mendatangi rumah warga secara acak pada bulan Agustus, mengukur tekanan darah, serta menimbang berat badan dan tinggi badan saat itu juga. Data dikumpulkan satu kali saja. Desain studi apa yang digunakan?

a)

Eksperimen Kuasi

b)

Laporan Kasus (Case report)

c)

Studi Kohort Retrospektif

d)

Studi Potong Lintang (Cross-sectional)

e)

Studi Kasus Kontrol

19.

Sebuah perusahaan farmasi sedang menguji efektivitas vaksin baru untuk mencegah Demam Berdarah. Mereka merekrut 2.000 sukarelawan sehat. Secara acak, komputer membagi mereka menjadi dua grup: Grup A menerima vaksin baru, dan Grup B menerima suntikan cairan saline (plasebo). Peneliti maupun peserta tidak tahu siapa yang mendapat vaksin atau plasebo. Setelah 1 tahun, insiden Demam Berdarah pada kedua grup dibandingkan. Apa desain penelitian ini?

a)

Kohort Prospektif

b)

Case Series

c)

Randomized Controlled Trial (RCT)

d)

Quasi-Experiment

e)

Case Control

20.

Dalam sebuah studi mengenai hubungan antara konsumsi kopi dan penyakit jantung koroner, ditemukan bahwa peminum kopi cenderung juga merupakan perokok berat. Rokok diketahui merupakan faktor risiko kuat untuk penyakit jantung. Jika peneliti tidak memperhitungkan kebiasaan merokok dalam analisisnya, hubungan antara kopi dan jantung bisa menjadi bias. Dalam skenario ini, 'merokok' disebut sebagai:

a)

Variabel Confounding (Perancu)

b)

Faktor Risiko Utama

c)

Bias Seleksi

d)

Variabel Dependen

e)

Variabel Mediator (Antara)

21.

Seorang peneliti melakukan studi kohort untuk melihat dampak kurang olahraga terhadap obesitas. Hasil analisis menunjukkan Relative Risk (RR) sebesar 3,5. Bagaimana interpretasi yang paling tepat dari angka tersebut?

a)

Hubungan antara olahraga & obesitas tidak signifikan secara statistik.

b)

Orang yang kurang olahraga memiliki risiko terkena obesitas 3,5 kali lebih besar dibandingkan orang yang rajin olahraga.

c)

Kurang olahraga melindungi seseorang dari obesitas sebanyak 3,5 kali

d)

Orang yang kurang olahraga memiliki risiko 3,5% lebih tinggi terkena obesitas dibanding yang rajin olahraga.

e)

Hubungan antara olah raga dan obsesitas sebesar risiko 3,5 kali.

22.

Dalam investigasi wabah keracunan makanan di sebuah pesta pernikahan, tim kesehatan mewawancarai tamu yang sakit dan yang sehat mengenai makanan yang mereka santap. Ditemukan bahwa Odds Ratio (OR) untuk menyantap sate ayam adalah 12,0 (95% CI: 4,5 - 30,0). Apa kesimpulan dari data ini?

a)

Sate ayam bukan penyebab wabah karena interval kepercayaan (CI) terlalu lebar.

b)

Risiko sakit akibat makan sate ayam sama besarnya dengan makanan lain.

c)

Hanya 12 orang yang sakit setelah makan sate ayam.

d)

Sate ayam kemungkinan besar merupakan sumber penularan karena asosiasinya kuat dan signifikan.

e)

Sate ayam adalah penyebab utama dari wabah yang sangat kuat.

23.

Sebuah tes skrining baru untuk kanker serviks diujikan pada 1.000 wanita. Dari pemeriksaan standar emas (biopsi), diketahui ada 100 wanita yang benar-benar menderita kanker. Tes skrining baru memberikan hasil positif pada 90 dari 100 wanita yang sakit tersebut. Angka 90% (90/100) ini merepresentasikan apa?

a)

Nilai Prediksi Positif (PPV)

b)

Spesifisitas (Specificity)

c)

Sensitivitas (Sensitivity)

d)

Prevalensi

e)

Insidensi

24.

Peneliti ingin meneliti hubungan antara tingkat konsumsi daging merah rata-rata per kapita di berbagai negara dengan angka kejadian kanker usus besar di negara-negara tersebut. Data diambil dari laporan statistik internasional (agregat), bukan data individu setiap penduduk. Desain studi ini adalah:

a)

Studi Kohort

b)

Studi Ekologi (Ecological Study)

c)

Case Series

d)

Meta-analisis

e)

Case Control

25.

Dalam sebuah studi Case Control mengenai kanker otak dan penggunaan ponsel, peneliti mewawancarai pasien kanker otak (kasus) dan pasien patah tulang (kontrol) tentang penggunaan ponsel 10 tahun lalu. Pasien kanker otak cenderung berusaha mengingat-ingat penggunaan ponsel mereka secara berlebihan karena mereka mencari penyebab penyakitnya, sementara kontrol tidak terlalu memikirkannya. Akibatnya, data penggunaan ponsel pada kelompok kasus tercatat lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias apa yang terjadi?

a)

Selection Bias (Bias Seleksi)

b)

Recall Bias (Bias Mengingat)

c)

Observasi Bias

d)

Confounding Bias

e)

Sample Bias