Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS 2025 2026 Epidemiologi PTM

Total questions: 25

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Di sebuah negara berkembang, data demografi menunjukkan penurunan angka kematian bayi dan peningkatan harapan hidup yang signifikan dalam 30 tahun terakhir. Namun, rumah sakit kini lebih banyak merawat pasien stroke, diabetes, dan kanker dibandingkan penyakit infeksi. Fenomena pergeseran pola penyakit dalam populasi ini disebut sebagai:

a)

Ledakan Penduduk

b)

Transisi Epidemiologi

c)

Transisi Demografi

d)

Triple Burden Disease

e)

Revolusi Kesehatan

2.

Seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja. Ia merekrut 500 remaja obesitas (Kasus) dan 500 remaja dengan berat badan normal (Kontrol). Kemudian, ia mewawancarai kedua kelompok mengenai pola makan mereka selama 5 tahun terakhir. Desain studi apa yang digunakan peneliti tersebut?

a)

Case Control

b)

Ecological Study

c)

Cross-sectional

d)

Cohort Prospective

e)

Clinical Trial

3.

Seorang pria berusia 55 tahun datang ke Posbindu PTM. Ia tidak memiliki keluhan, namun hasil pemeriksaannya menunjukkan tekanan darah 150/90 mmHg. Petugas menyarankan ia untuk mengurangi konsumsi garam dan berolahraga, serta merujuknya ke Puskesmas. Tindakan skrining tekanan darah ini termasuk dalam tingkat pencegahan:

a)

Pencegahan Primordial

b)

Pencegahan Sekunder

c)

Rehabilitasi

d)

Pencegahan Primer

e)

Pencegahan Tersier

4.

Dalam studi Framingham Heart Study, ribuan penduduk sehat diikuti selama puluhan tahun untuk melihat siapa yang mengembangkan penyakit jantung koroner. Ditemukan bahwa perokok memiliki risiko 4 kali lipat terkena penyakit jantung dibanding bukan perokok (RR = 4.0). Apa interpretasi epidemiologis dari angka tersebut?

a)

Rokok menyebabkan 4% kasus penyakit jantung.

b)

Ada hubungan asosiasi yang kuat antara merokok dan penyakit jantung.

c)

Penyakit jantung pada perokok 4 kali lebih parah.

d)

Merokok adalah satu-satunya penyebab penyakit jantung.

e)

Jika berhenti merokok, risiko penyakit jantung turun 4 kali lipat.

5.

Dinas Kesehatan ingin menerapkan program deteksi dini Kanker Serviks dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) karena murah dan mudah. Namun, metode ini memiliki kelemahan dibanding Pap Smear, yaitu sering menganggap jaringan normal sebagai abnormal (Positif Palsu tinggi). Hal ini menunjukkan bahwa tes IVA memiliki:

a)

Nilai Prediksi Negatif Rendah

b)

Sensitivitas Rendah

c)

Nilai Prediksi Positif Tinggi

d)

Reliabilitas Rendah

e)

Spesifisitas Rendah

6.

Seorang pekerja pabrik asbes yang juga perokok berat didiagnosis menderita kanker paru. Studi menunjukkan risiko kanker paru pada pekerja asbes adalah 5x, pada perokok adalah 10x, namun pada orang yang merokok DAN bekerja dengan asbes risikonya melonjak menjadi 50x. Interaksi faktor risiko ini disebut:

a)

Bias Seleksi

b)

Effect Modification

c)

Sinergisme (Synergism)

d)

Antagonisme

e)

Confounding

7.

Dalam survei penyakit tidak menular (STEPS), petugas mengukur lingkar perut penduduk. Seorang pria memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 24 (Normal), tetapi lingkar perutnya 102 cm. Kondisi ini menempatkan pria tersebut pada risiko tinggi penyakit kardiovaskular. Apa istilah untuk kondisi obesitas ini?

a)

Sindrom Cushing

b)

Stunting

c)

Gizi Buruk

d)

Obesitas General

e)

Obesitas Sentral (Abdominal)

8.

Pemerintah melarang iklan rokok di televisi pada jam tayang anak-anak dan mewajibkan pemasangan gambar peringatan bahaya di bungkus rokok. Strategi ini menyasar seluruh populasi untuk mengubah norma sosial dan mengurangi faktor risiko secara massal. Strategi pencegahan PTM ini disebut:

a)

Surveillance Strategy

b)

Clinical Strategy

c)

Tertiary Prevention

d)

Population Strategy

e)

High Risk Strategy

9.

Seorang pasien pasca stroke mengalami kelumpuhan separuh badan. Ia rutin menjalani fisioterapi untuk melatih kembali kemampuan geraknya agar bisa mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Upaya ini termasuk dalam:

a)

Early Diagnosis

b)

Specific Protection

c)

Health Promotion

d)

Rehabilitation (Rehabilitasi)

e)

Disability Limitation

10.

Dalam penelitian mengenai hubungan konsumsi alkohol dan kanker paru, ditemukan hasil positif (berhubungan). Namun, setelah peneliti memisahkan data antara perokok dan bukan perokok, hubungan tersebut menghilang. Ternyata, peminum alkohol cenderung juga merokok, dan rokoklah penyebab kankernya. Dalam kasus ini, 'merokok' bertindak sebagai:

a)

Variabel Dependen

b)

Confounding Variable (Perancu)

c)

Variabel Intervening

d)

Effect Modifier

e)

Variabel Independen

11.

Kementerian Kesehatan melakukan survei berkala setiap 5 tahun (Riskesdas) untuk memantau prevalensi diabetes, hipertensi, dan faktor risikonya di tingkat nasional. Metode pengumpulan data PTM yang sistematis dan terus-menerus untuk perencanaan kebijakan ini disebut:

a)

Sensus Penduduk

b)

Surveilans Epidemiologi

c)

Audit Medis

d)

Investigasi Wabah

e)

Uji Klinis

12.

Seorang wanita melakukan mammografi untuk deteksi kanker payudara. Hasilnya positif kanker, namun sebenarnya kankernya tumbuh sangat lambat dan mungkin tidak akan menimbulkan gejala atau kematian selama sisa hidupnya. Namun karena terdeteksi, ia menjalani operasi dan kemoterapi yang menyakitkan. Fenomena kerugian skrining ini disebut:

a)

Selection Bias

b)

False Positive

c)

Overdiagnosis

d)

Length Time Bias

e)

Lead Time Bias

13.

Dalam studi kasus kontrol mengenai riwayat diet pada pasien kanker lambung, kelompok kasus (pasien kanker) cenderung mengingat detail makanan yang mereka konsumsi bertahun-tahun lalu secara berlebihan karena mereka memikirkan penyebab sakitnya. Sementara kelompok kontrol (sehat) menjawab seadanya. Hal ini menyebabkan bias jenis:

a)

Selection Bias

b)

Healthy Worker Effect

c)

Observer Bias

d)

Recall Bias

e)

Misclassification Bias

14.

Seorang epidemiolog ingin menghitung beban penyakit akibat Kecelakaan Lalu Lintas. Ia tidak hanya menghitung jumlah kematian, tetapi juga menghitung tahun-tahun produktif yang hilang akibat kecacatan permanen (misal: lumpuh). Indikator komposit yang menggabungkan mortalitas dan morbiditas ini adalah:

a)

CFR (Case Fatality Rate)

b)

Life Expectancy

c)

Incidence Rate

d)

IMR (Infant Mortality Rate)

e)

DALY (Disability Adjusted Life Years)

15.

Untuk membuktikan bahwa Bakteri Helicobacter pylori adalah penyebab ulkus lambung (bukan sekadar stres), peneliti harus menunjukkan bahwa infeksi bakteri tersebut SELALU mendahului terjadinya ulkus. Kriteria kausalitas Bradford Hill manakah yang dipenuhi?

a)

Temporality (Temporalitas)

b)

Specificity (Spesifisitas)

c)

Biological Gradient (Dosis-Respon)

d)

Strength of Association (Kekuatan Asosiasi)

e)

Consistency (Konsistensi)

16.

Di suatu daerah pegunungan, banyak penduduk menderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) meskipun mereka tidak merokok. Investigasi lingkungan menunjukkan bahwa mayoritas penduduk memasak menggunakan kayu bakar di dalam rumah dengan ventilasi buruk. Faktor risiko dominan dalam kasus ini adalah:

a)

Outdoor Air Pollution

b)

Genetik

c)

Infeksi Virus

d)

Indoor Air Pollution (Polusi Udara Dalam Ruang)

e)

Paparan Okupasi

17.

Seorang epidemiolog menganalisis data kecelakaan lalu lintas menggunakan Haddon Matrix. Ia mengidentifikasi bahwa 'tidak tersedianya airbag' pada mobil merupakan faktor risiko keparahan cedera saat tabrakan terjadi. Faktor ini masuk dalam kategori fase mana dalam Haddon Matrix?

a)

Pre-event (Sebelum kejadian)

b)

Event (Saat kejadian)

c)

Human Factor

d)

Rehabilitasi

e)

Post-event (Setelah kejadian)

18.

Kanker kolorektal (usus besar) diketahui memiliki fase asimtomatik yang panjang. Tes darah samar feses (FOBT) direkomendasikan untuk orang berusia >50 tahun. Syarat utama suatu penyakit layak dijadikan program skrining massal menurut kriteria Wilson & Jungner, KECUALI:

a)

Harus ada fase laten yang dapat dikenali.

b)

Penyakit tersebut harus sangat mematikan dan cepat membunuh (akut).

c)

Tersedia pengobatan yang efektif untuk penyakit tersebut.

d)

Biaya penemuan kasus harus seimbang dengan biaya pengobatan.

e)

Penyakit tersebut harus merupakan masalah kesehatan penting.

19.

Pemerintah ingin menurunkan prevalensi Diabetes Tipe 2. Selain kampanye olahraga, mereka mengenakan pajak tinggi (cukai) pada Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Kebijakan fiskal ini didasarkan pada bukti bahwa konsumsi gula berlebih adalah:

a)

Determinan Genetik

b)

Faktor Protektif

c)

Faktor Risiko Non-Modifiable (Tidak dapat diubah)

d)

Faktor Risiko Modifiable (Dapat diubah)

e)

Penyebab Langsung (Necessary Cause)

20.

Seorang peneliti menghitung Population Attributable Risk (PAR) dari obesitas terhadap kejadian Diabetes. Hasil PAR% adalah 60%. Apa arti angka ini bagi pembuat kebijakan?

a)

60% orang obesitas pasti kena diabetes.

b)

Jika obesitas dihilangkan total dari populasi, kejadian diabetes akan turun sebesar 60%.

c)

60% populasi menderita obesitas.

d)

Efektivitas obat diabetes adalah 60%.

e)

Risiko diabetes pada orang obesitas 60 kali lebih tinggi.

21.

Sebuah Rumah Sakit Kanker mencatat data semua pasien kanker yang berobat di sana (Hospital-based Cancer Registry). Data ini berguna untuk manajemen rumah sakit, tetapi kurang tepat digunakan untuk menghitung insidensi kanker di masyarakat umum. Mengapa?

a)

Kanker bukan penyakit menular.

b)

Biaya registrasi mahal.

c)

Diagnosis di RS tidak akurat.

d)

Tidak memiliki penyebut (denominator) populasi yang jelas dan bias rujukan.

e)

Datanya terlalu sedikit.

22.

Vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) kini diberikan pada anak usia sekolah dasar untuk mencegah kanker serviks di masa depan. Dalam konteks epidemiologi PTM, vaksinasi ini unik karena:

a)

Menggunakan pendekatan pencegahan penyakit menular (infeksi) untuk mencegah penyakit tidak menular (kanker).

b)

Hanya efektif jika sudah terinfeksi.

c)

Merupakan pencegahan sekunder.

d)

Mengobati kanker yang sudah ada.

e)

Tidak memiliki efek samping.

23.

Studi epidemiologi menunjukkan bahwa angka kejadian kanker kulit melanoma jauh lebih tinggi pada populasi kulit putih di Australia dibandingkan populasi kulit putih di Inggris, meskipun genetiknya mirip. Hal ini menekankan peran penting dari:

a)

Faktor Genetik

b)

Mutasi Spontan

c)

Faktor Lingkungan (Paparan UV)

d)

Bias Diagnosis

e)

Faktor Layanan Kesehatan

24.

Seorang pasien didiagnosis hipertensi grade 1. Dokter tidak langsung memberi obat, tapi meminta pasien melakukan 'Lifestyle Modification' selama 3 bulan. Jika gagal, baru diberi obat. Apa alasan epidemiologis pendekatan ini?

a)

Dokter ragu dengan diagnosisnya.

b)

Faktor risiko perilaku (diet/gerak) berkontribusi besar dan reversibel pada tahap awal.

c)

Obat hipertensi harganya mahal.

d)

Hipertensi bisa sembuh sendiri.

e)

Menunggu komplikasi muncul.

25.

Puskesmas A melaporkan peningkatan kasus gangguan jiwa (depresi) di wilayah kerjanya. Kepala Puskesmas ingin melakukan intervensi komunitas. Faktor risiko sosial (Social Determinants of Health) mana yang paling relevan untuk diinvestigasi sebagai akar masalah?

a)

Jumlah dokter spesialis jiwa.

b)

Faktor genetik penduduk.

c)

Ketersediaan obat di apotek.

d)

Cuaca dan iklim.

e)

Kondisi ekonomi (pengangguran/kemiskinan) dan isolasi sosial.