wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KUIS KLS 9

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Suku Tengger di kawasan Gunung Bromo melaksanakan Upacara Kasada dengan mempersembahkan hasil bumi ke kawah gunung sebagai wujud kataatan dan penghormatan terhadap leluhur. Nilai kearifan lokal yang paling menonjol dari tradisi Upacara Kasada adalah..............

a)

Persaingan antarwarga

b)

Konsumerisme budaya

c)

Keharmonisan manusia dengan alam

d)

Dominasi kelompok tertentu

2.

Masyarakat nelayan di pesisir selatan Jawa Timur melaksanakan tradisi Sedekah Laut dengan melarung sesaji sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang diperoleh. Namun, sebagian generasi muda mulai mempertanyakan relevansinya di era modern. Sikap paling tepat yang dapat dilakukan generasi muda agar tradisi Sedekah laut tetap lestari tanpa bertentangan dengan perkembangan zaman adalah...............

a)

Mengemas tradisi sebagai kegiatan budaya dan wisata edukatif

b)

Melestarikan tradisi dengan menghilangkan nilai spiritualnya

c)

Menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan tradisi kepada orang tua

d)

Menghilangkan nilai-nilai tradisi karena dianggap tidak rasional

3.

Sebagian masyarakat Jawa Timur masih melaksanakan tradisi Ruwatan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk menolak bala, biasanya disertai pertunjukan wayang kulit. Pendekatan paling bijak dalam menyikapi tradisi ruwatan di tengah masyarakat modern adalah..............

a)

Melaksanakan tradisi secara kaku tanpa makna mendalam

b)

Memahami ruwatan sebagai simbol refleksi

c)

Menolak tradisi karena tidak sesuai logika ilmiah

d)

Melarang pertunjukkan ruwatan di ruang publik

4.

Masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara menerapkan Mapalus, yaitu kerja sama warga dalam mengolah lahan pertanian secara bergiliran. Namun, sebagai pemuda memilih bekerja sendiri karena dianggap lebih cepat. Jika kondisi tersebut terus terjadi, dampak jangka panjang yang paling mungkin muncul adalah............

a)

Munculnya sistem pertanian modern

b)

Berkurangnya ketergantungan antarwarga

c)

Bertambahnya hasil panen secara signifikan

d)

Melemahnya solidaritas masyarakat

5.

Masyarakat Batak Toba mengenal Marsiadapari, yaitu saling membantu dalam pekerjaan ladang dan kegiatan adat secara bergiliran. Makna sosial terpenting dari tradisi Marsiadapari dalam kehidupan masyarakat adalah.............

a)

Memperkuat tanggung jawab kolektif

b)

Mengurangi beban pekerjaan secara sepihak

c)

Menunjukkan status sosial keluarga

d)

Meningkatkan persaingan antarwarga

6.

Masyarakat adat Minangkabau menganut sistem matrilineal, pihak perempuan memberikan uang japuik kepada pihak laki-laki sebagai bentuk penghormatan. Namun, sebagian generasi muda menganggap tradisi ini sudah tidak relevan. Sikap paling bijak untuk menyikapi perbedaan pandangan tersebut agar tradisi tetap lestari adalah..........

a)

Menghapus tradisi uang japuik karena memberatkan

b)

Melakukan dialog adat yang relevan dengan kondisi saat ini

c)

Menggantikan tradisi dengan adat dari daerah lain

d)

Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada keluarga laki-laki

7.

Masyarakat Bugis mengenal konsep uang panai sebagai syarat pernikahan yang mencerminkan martabat dan kehormatan keluarga perempuan. Jika penetapan uang panai dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan calon mempelai laki-laki, dampak sosial yang mungkin terjadi adalah...........

a)

Meningkatnua penghormatan terhadap adat tradisi

b)

Meningkatnya solidaritas antar keluarga

c)

Munculnya kesenjangan sosial antar keluarga

d)

Berkurangnya nilai sakral dalam pernikahan

8.

Pada peringatan Hari Kartini, sekolah mewajibkan siswa mengenakan pakaian adat daerah. Terdapat siswa di kelas X yang memakai pakaian adat Jawa, Batak, Bugis, dan Dayak. Beberapa siswa lainnya menertawakan pakaian adat temannya karena dianggap "aneh". Sikap yang paling tepat dalam mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman budaya di sekolah adalah..........

a)

Melarang penggunaan pakaian adat daerah lain

b)

Memberikan edukasi tentang makna pakaian adat daerah

c)

Mengganti kegiatan dengan pakaian seragam sekolah

d)

Menegur siswa yang diejek agar menyesuaikan diri

9.

Beberapa siswa sering menggunakan bahasa daerah masing-masing saat berdiskusi kelompok, sehingga siswa lain merasa tidak dilibatkan. Tindakan yang paling tepat untuk menjaga inklusivitas dan menghargai keberagaman budaya adalah...........

a)

Melarang penggunaan bahasa daerah di sekolah

b)

Membiarkan siswa menggunakan bahasa daerah masing-masing

c)

Mengganti kegiatan diskusi dengan tugas individu

d)

Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan

10.

Sekolah mengadakan kegiatan bazaar, siswa menjual berbagai makanan tradisional dari berbagai daerah, seperti pempek, papeda, rendang, gudeg dan sebagainya. Sebagian siswa enggan mencoba makanan tertentu karena belum familiar dengan cita rasanya. Sikap yang menunjukkan pemahaman terhadap keberagaman budaya di sekolah adalah...........

a)

Menolak makanan yang tidak familiar

b)

Menghargai dan mencoba makanan dari daerah lain

c)

Mengkritik makanan daerah tertentu

d)

Hanya membeli makanan dari daerah sendiri

11.

Pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia, guru meminta siswa menceritakan kembali kisah daerah asalnya. Siswa dari Jawa menceritakan legenda Roro Jonggrang, siswa dari Sumatera Barat menceritakan Malin Kundang, dan siswa dari Kalimantan menceritakan legenda Putri Junjung Buih. Sebagian siswa menganggap cerita dari daerah lain tidak masuk akal. Sikap paling tepat yang seharusnya ditunjukkan siswa untuk menyikapi perbedaan mitologi daerah tersebut adalah............

a)

Membandingkan cerita untuk menentukan mana yang paling benar

b)

Menolak mendengarkan cerita yang tidak sesuai dengan logika

c)

Menganggap mitologi sebagai penghambat kemajuan berpikir

d)

Menghargai setiap cerita sebagai warisan budaya luhur

12.

Beredar mitos di kalangan siswa bahwa duduk di bangku tertentu saat ujian akan membawa keberuntungan, karena pernah digunakan oleh siswa berprestasi. Tindakan yang paling tepat untuk menyikapi mitos tersebut adalah..........

a)

Berebut bangku tersebut agar memperoleh nilai tertinggi

b)

Menghindari bangku tersebut karena takut gagal

c)

Memahami mitos sebagai cerita simbolik untuk belajar

d)

Meminta guru melarang penggunaan bangku tersebut

13.

Andi terbiasa menggunakan bahasa daerah saat berbicara dengan keluarga. Namun, ketika mengikuti kegiatan Karang Taruna yang dihadiri pemuda di berbagai daerah, Andi tetap menggunakan bahasa daerahnya sehingga beberapa peserta kurang memahami. Sikap paling tepat yang seharusnya dilakukan Andi dalam situasi tersebut adalah...........

a)

Tetap menggunakan bahasa daerah agar identitasnya terjaga

b)

Beralih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu

c)

Menghentikan komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman

d)

Meminta peserta lain mempelajari bahasa daerahnya

14.

Saat bulan Ramadhan, sebagian siswa non-muslim tetap makan di kantin sekolah pada siang hari dan memicu komentar negatif dari beberapa siswa muslim. Sikap paling tepat yang seharusnya ditunjukkan oleh seluruh warga sekolah untuk mencerminkan toleransi beragama adalah..........

a)

Saling menghormati perbedaan praktik ibadah agama lain

b)

Melarang kantin untuk beroperasi selama puasa Ramadhan

c)

Memisahkan siswa berdasarkan agama masing-masing

d)

Meminta siswa non-muslim untuk ikut berpuasa

15.

Sebuah balai warga digunakan secara bergantian untuk kegiatan keagamaan berbagai umat beragama. Namun, ada kelompok yang ingin menguasai penggunaan balai tersebut. Keputusan paling bijak untuk menjaga toleransi beragama adalah...........

a)

Menyerahkan balai warga kepada satu kelompok saja

b)

Menutup balai warga dari kegiatan keagamaan

c)

Meminta kelompok minoritas mencari tempat lain

d)

Mengatur jadwal penggunaan secara adil

16.

Seorang siswa membawa bekal makanan tradisional dari daerah asalnya ke sekolah, tetapi diejek karena aromanya dianggap tidak biasa. Tindakan yang paling mencerminkan sikap menghargai keberagaman budaya adalah...........

a)

Menghargai makanan tradisional sebagai identitas budaya

b)

Melarang membawa bekal makanan tradisional ke sekolah

c)

Menyarankan siswa tersebut untuk membeli makanan lain

d)

Mengganti makanan tradisional dengan makanan cepat saji

17.

Guru mengenalkan minuman tradisional seperti jamu, wedang jahe, dan teh talua. Sebagian siswa menganggap minuman tersebut ketinggalan zaman. Kesimpulan paling tepat yang dapat diambil terkait keberadaan minuman tradisional di era modern adalah...........

a)

Minuman tradisional tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman

b)

Minuman tradisional hanya cocok untuk orang tua

c)

Minuman tradisional harus digantikan dengan minuman kemasan

d)

Minuman tradisional dapat dilestarian sesuai gaya hidup sehat

18.

Banyak remaja lebih menyukai makanan cepat saji dibandingkan makanan tradisional daerahnya. Upaya paling efektif untuk menjaga keberagaman makanan dan minuman tradisional Indonesia adalah............

a)

Melarang makanan asing masuk ke Indonesia

b)

Mengenalkan kuliner tradisional dalam pendidikan

c)

Memaksa masyarakat mengonsumsi makanan tradisional

d)

Menghapus makanan tradisional yang kurang diminati

19.

Sekelompok siswa membuat konten video pendek di media sosial yang menampilkan tarian daerah, bahasa daerah, dan tradisi dari berbagai wilayah Indonesia. Namun, ada komentar negatif yang merendahkan budaya tertentu. Tindakan paling tepat yang dapat dilakukan pembuat konten untuk tetap melestarikan keberagaman adalah............

a)

Menghapus semua konten budaya agar tidak menuai kritik

b)

Mengganti konten budaya dengan konten hiburan semata

c)

Menyaring komentar dan memberikan edukasi keberagaman

d)

Membalas komentar negatif dengan kata-kata kasar

20.

Sebuah aplikasi digital dikembangkan untuk menerjemahkan bahasa daerah ke bahasa Indonesia agar dapat digunakan generasi muda. Dampak positif utama dari penggunaan aplikasi tersebut dalam konteks pelestarian keberagaman adalah...........

a)

Menghilangkan penggunaan bahasa daerah

b)

Mendorong generasi muda mempelajari bahasa daerah

c)

Menjadikan bahasa daerah sebagai media hiburan

d)

Mengurangi minat belajar bahasa asing