NEW
Font size
WorksheetsDasar Relasi Konseling Pastoral (Soal 1-15)
Total questions: 65
Worksheet time: 33mins
Relasi penolong–tertolong disebut bersifat asimetris karena …
Peran dan tanggung jawab penolong berbeda secara fungsional
Penolong selalu berada di posisi yang lebih benar
Tertolong harus mengikuti semua nasihat penolong
Penolong lebih rohani daripada tertolong
Penolong memiliki otoritas mutlak atas keputusan tertolong
Perbedaan utama relasi konseling pastoral dengan relasi pertemanan terletak pada …
Intensitas pertemuan
Tingkat kedekatan emosional
Tujuan pelayanan dan batasan etis
Lama waktu relasi
Kesamaan latar belakang iman
Pernyataan yang paling tepat mengenai Allah sebagai Penolong Utama adalah …
Allah hanya menolong jika konselor berhasil
Konselor bertindak sebagai wakil Allah yang menentukan solusi
Pertolongan Allah menggantikan peran konselor
Relasi konseling menggantikan relasi manusia dengan Allah
Konselor menjadi alat Allah, bukan pusat pertolongan
Teladan Yesus dalam relasi penolong–tertolong paling jelas ditunjukkan melalui sikap …
Tegas dan konfrontatif
Hadir, mendengar, dan memulihkan tanpa menghakimi
Menekankan hukum Taurat
Memberi solusi instan
Menghindari konflik
Konsep “saling menanggung beban” (Galatia 6:2) dalam konseling pastoral menegaskan bahwa …
Relasi bersifat partisipatif dan memberdayakan
Tertolong boleh bergantung sepenuhnya pada penolong
Penolong menjadi pengganti tanggung jawab tertolong
Masalah pribadi menjadi urusan bersama jemaat
Penolong harus memikul seluruh masalah tertolong
Empati dalam relasi penolong–tertolong berarti …
Merasakan penderitaan tertolong secara total
Mengalami masalah yang sama dengan tertolong
Menyetujui semua pandangan tertolong
Memberikan simpati berlebihan
Memahami pengalaman tertolong tanpa kehilangan objektivitas
Penerimaan tanpa syarat tidak berarti …
Membenarkan semua perilaku tertolong
Memberi ruang aman bagi tertolong
Memisahkan pribadi dari perbuatannya
Tidak menghakimi pribadi tertolong
Menghargai martabat tertolong
Kepercayaan dalam relasi konseling pastoral terutama dibangun melalui …
Karisma rohani penolong
Jabatan gerejawi
Konsistensi, kejujuran, dan kerahasiaan
Kedekatan personal
Kesamaan pengalaman hidup
Batasan (boundaries) dalam relasi penolong–tertolong diperlukan terutama untuk …
Mengurangi keterlibatan penolong
Membatasi komunikasi
Menghindari kedekatan emosional
Menunjukkan profesionalisme semata
Menjaga relasi tetap aman dan etis
Tujuan utama relasi penolong–tertolong adalah …
Menyelesaikan masalah secepat mungkin
Menumbuhkan ketergantungan yang sehat
Memberi nasihat rohani
Menguatkan posisi penolong
Membentuk kemandirian dan pertumbuhan tertolong
Peran penolong sebagai pendengar aktif ditunjukkan dengan …
Mengarahkan pembicaraan sesuai sudut pandang penolong
Menyela untuk klarifikasi
Mengutip ayat Alkitab setiap waktu
Banyak berbicara dan memberi solusi
Memberi perhatian penuh dan refleksi empatik
Fasilitator pemahaman diri berarti penolong …
Membantu tertolong mengenali makna pengalaman hidupnya
Menunjukkan kesalahan tertolong
Mengganti peran pengambil keputusan
Menafsirkan masalah tertolong secara sepihak
Mengoreksi iman tertolong
Sebagai pendamping rohani, penolong seharusnya …
Membantu tertolong menyadari kehadiran Allah
Mengarahkan tertolong pada pengalaman religius tertentu
Mengukur kedewasaan rohani tertolong
Menghakimi iman tertolong
Menentukan kehendak Allah bagi tertolong
Tanggung jawab menjaga batas relasi terutama berada pada …
Pimpinan gereja
Penolong
Keluarga tertolong
Tertolong
Komunitas iman
Sikap tertolong yang paling mencerminkan relasi sehat adalah …
Mengambil keputusan dengan dukungan penolong
Bergantung penuh pada penolong
Menyangkal kebutuhan bantuan
Menyerahkan semua keputusan
Menghindari keterbukaan
Ketergantungan berlebihan dalam konseling pastoral ditandai oleh …
Kepercayaan penuh kepada penolong
Kedekatan emosional sementara
Intensitas pertemuan yang tinggi
Hilangnya kemampuan mengambil keputusan sendiri
Keterbukaan tertolong
Penyalahgunaan kuasa dalam relasi konseling dapat terjadi ketika penolong …
Memberi nasihat Alkitabiah
Menjaga jarak profesional
Mendengarkan terlalu lama
Memaksakan tafsir rohani pribadi
Menolak rujukan
Kaburnya batas relasi paling berbahaya karena dapat menyebabkan …
Konseling menjadi tidak efektif
Relasi berubah menjadi tidak sehat dan manipulatif
Tertolong menjadi lebih terbuka
Konseling menjadi informal
Relasi menjadi lebih manusiawi
Spiritualisasi masalah merujuk pada sikap …
Menggunakan Alkitab sebagai dasar konseling
Menekankan doa
Mengaitkan masalah dengan iman
Mengajak refleksi rohani
Mengabaikan aspek psikologis dan sosial
Prinsip kerahasiaan dalam konseling pastoral bertujuan untuk …
Melindungi reputasi penolong
Membatasi informasi
Menjaga wibawa gereja
Membangun rasa aman dan kepercayaan tertolong
Menghindari konflik
Kesukarelaan dalam relasi konseling berarti …
Konseling dilakukan tanpa aturan
Tertolong bebas menghentikan proses
Penolong tidak bertanggung jawab
Tidak ada tujuan jelas
Konseling bersifat informal
Prinsip non-diskriminasi menuntut penolong untuk …
Melayani tanpa membedakan latar sosial dan moral
Menyamakan semua kasus
Mengutamakan jemaat sendiri
Mengabaikan latar belakang tertolong
Menolak kasus berat
Kompetensi penolong berarti …
Memiliki pengalaman hidup
Mengetahui semua masalah
Mengandalkan intuisi rohani
Memiliki jabatan rohani
Memiliki kemampuan sesuai batas keahlian
Rujukan (referral) perlu dilakukan ketika …
Tertolong tidak berubah
Tertolong sulit diatur
Masalah di luar kapasitas penolong
Konseling berlangsung lama
Penolong merasa gagal
Relasi penolong–tertolong yang etis menempatkan konselor sebagai …
Penentu kebenaran
Pemimpin rohani mutlak
Pelayan yang bertanggung jawab
Sahabat intim
Pengawas moral
Relasi konseling pastoral dikatakan berhasil apabila …
Terjadi pertumbuhan pemahaman diri dan iman
Tertolong merasa nyaman dengan penolong
Proses konseling berlangsung lama
Masalah tertolong sepenuhnya hilang
Penolong memberi banyak solusi
Asimetri relasi penolong–tertolong harus dikelola agar tidak berubah menjadi …
Relasi dominasi kuasa
Relasi profesional
Relasi pendampingan
Relasi fungsional
Relasi formal
Sikap penolong yang paling mencerminkan kerendahan hati teologis adalah …
Menghindari tanggung jawab
Menyadari keterbatasan diri sebagai alat Allah
Menyerahkan semua pada doa
Meyakini dirinya dipakai Allah secara khusus
Menganggap nasihatnya selalu benar
Dalam relasi konseling pastoral, objektivitas penolong penting karena …
Menjauhkan diri dari tertolong
Menghindari relasi pribadi
Mencegah keterlibatan emosional berlebihan
Menjaga jarak emosional
Mengurangi empati
Relasi yang berorientasi pada kemandirian tertolong ditandai oleh …
Penolong sering memberi nasihat langsung
Tertolong selalu meminta persetujuan penolong
Tertolong mampu mengambil keputusan sendiri
Konseling berlangsung tanpa batas waktu
Penolong menjadi figur sentral
Dalam perspektif etika pastoral, relasi penolong–tertolong bersifat …
Netral secara moral
Sosial semata
Pribadi dan bebas
Struktural institusional
Bertanggung jawab secara profesional dan rohani
Jika penolong mulai mencari pemenuhan emosional dari tertolong, maka relasi tersebut …
Menjadi lebih manusiawi
Masih dapat ditoleransi
Bersifat mutual
Menjadi lebih efektif
Melanggar batas etis
Salah satu indikator bahwa relasi konseling mulai tidak sehat adalah …
Tertolong merasa nyaman
Tertolong merasa didengar
Tertolong takut mengecewakan penolong
Penolong menjaga kerahasiaan
Konseling dilakukan rutin
Perbedaan utama empati dan simpati dalam konseling pastoral terletak pada …
Kepekaan rohani
Kesamaan pengalaman
Kedalaman emosi
Intensitas perhatian
Kemampuan menjaga jarak profesional
Dalam konseling pastoral, penerimaan tanpa syarat membantu tertolong untuk …
Merasa aman untuk jujur dan reflektif
Membenarkan semua perilakunya
Mengurangi tanggung jawab moral
Menghindari rasa bersalah
Menolak koreksi
Relasi penolong–tertolong menjadi tidak etis ketika penolong …
Menolak hadiah besar dari tertolong
Menjaga rahasia konseling
Menggunakan relasi untuk kepentingan pribadi
Melakukan rujukan
Melakukan supervisi
Supervisi dalam konseling pastoral penting terutama untuk …
Memperpanjang proses konseling
Menjaga kualitas dan etika penolong
Menilai iman tertolong
Mengontrol tertolong
Menentukan solusi
Relasi pastoral yang sehat selalu mengakui bahwa …
Psikologi lebih penting dari teologi
Manusia bersifat utuh: bio-psiko-sosio-spiritual
Konselor adalah ahli utama
Doa cukup untuk semua kasus
Semua masalah bersifat rohani
Ketika penolong menolak melakukan rujukan padahal masalah di luar kompetensinya, hal itu menunjukkan …
Kesetiaan pada tertolong
Iman yang kuat
Kepedulian mendalam
Keberanian pastoral
Ketidaketisan profesional
Dalam relasi konseling pastoral, otoritas penolong seharusnya bersumber dari …
Pengetahuan teologis semata
Kepercayaan dan integritas relasional
Karisma pribadi
Usia dan pengalaman
Jabatan gerejawi
Relasi penolong–tertolong yang terlalu lama tanpa tujuan jelas berpotensi menyebabkan …
Pendalaman iman
Ketergantungan emosional
Kematangan rohani
Kepercayaan yang kuat
Stabilitas psikologis
Dalam konteks etika, menjaga jarak profesional berarti …
Menolak kedekatan manusiawi
Bersikap dingin
Menghindari komunikasi informal
Menjaga peran sesuai fungsi
Membatasi empati
Penolong yang matang secara pastoral akan menyadari bahwa …
Ia harus selalu kuat
Ia tidak boleh salah
Ia juga membutuhkan refleksi dan pertolongan
Ia tidak boleh ragu
Ia harus menjadi teladan sempurna
Relasi konseling pastoral bukan relasi kuasa karena …
Tidak memiliki tujuan
Berorientasi pada pelayanan dan pemulihan
Bersifat informal
Bersifat sementara
Tidak ada struktur
Sikap reflektif penolong dalam relasi konseling bertujuan untuk …
Mempercepat penyelesaian
Menghindari konflik
Mengevaluasi dinamika relasi
Menilai iman tertolong
Mengoreksi tertolong
Relasi penolong–tertolong yang sehat selalu menempatkan martabat tertolong sebagai …
Objek pelayanan
Jemaat bermasalah
Sasaran perubahan
Subjek yang dihargai
Penerima nasihat
Ketika tertolong berbeda pandangan teologis dengan penolong, sikap etis penolong adalah …
Menghentikan konseling
Meluruskan secara keras
Memaksakan tafsir
Menghargai dan berdialog secara terbuka
Menghindari topik iman
Relasi penolong–tertolong menuntut penolong untuk sadar akan …
Keterbatasan waktu
Kelemahan tertolong
Kelebihan intelektual
Posisi sosial
Bias pribadi dan nilai subjektif
Dalam konseling pastoral, kehadiran (presence) penolong berarti …
Terlibat emosional total
Memberi solusi cepat
Hadir secara penuh dan autentik
Mengorbankan diri sepenuhnya
Selalu tersedia setiap saat
Relasi yang etis selalu mengarahkan tertolong untuk …
Mengandalkan gereja
Bergantung pada konselor
Mengikuti program lanjutan
Menghindari konflik hidup
Bertumbuh dalam tanggung jawab pribadi
Tujuan akhir konseling pastoral dalam relasi penolong–tertolong adalah …
Penyelesaian masalah
Kedamaian emosional
Kepatuhan pada norma gereja
Keseimbangan sosial
Pemulihan keutuhan hidup di hadapan Allah
Relasi yang terlalu menekankan aspek rohani tanpa psikologis berisiko …
Kehilangan dasar iman
Terlalu rasional
Mengabaikan realitas manusiawi
Menjadi terlalu akademis
Tidak relevan
Penolong yang etis tidak akan …
Menjaga rahasia
Menjalin relasi ganda (dual relationship)
Mendengarkan aktif
Mendoakan tertolong
Melakukan refleksi
Relasi konseling pastoral bersifat sementara karena …
Tujuannya adalah kemandirian tertolong
Konselor terbatas waktu
Tidak boleh terlalu dekat
Bersifat administratif
Masalah harus cepat selesai
Dalam relasi konseling, keputusan akhir hidup tertolong tetap berada pada …
Penolong
Gereja
Keluarga
Pemimpin rohani
Tertolong sendiri
Ketika tertolong mulai mengidolakan penolong, langkah etis penolong adalah …
Membiarkannya
Memanfaatkan kepercayaan
Mengembalikan fokus pada proses dan tujuan
Mengakhiri konseling langsung
Menjaga jarak total
Relasi penolong–tertolong mencerminkan kasih Kristus ketika …
Masalah cepat selesai
Relasi dibangun atas kasih, kebenaran, dan kebebasan
Doa selalu dijawab
Tertolong selalu taat
Penolong selalu benar
Kesadaran akan batas kompetensi menunjukkan bahwa penolong …
Tidak beriman
Kurang percaya diri
Bersikap pasif
Profesional dan etis
Menghindari tanggung jawab
Relasi konseling pastoral yang dewasa akan mendorong tertolong untuk …
Bergabung dalam pelayanan
Meniru iman penolong
Bertumbuh sesuai panggilan hidupnya
Mengikuti saran penolong
Menjadi konselor juga
Dalam relasi konseling, konflik yang muncul seharusnya …
Dikelola secara terbuka dan reflektif
Diserahkan pada doa
Ditutupi
Dihindari
Dianggap kegagalan
Relasi penolong–tertolong tidak boleh berubah menjadi relasi penggembalaan umum karena …
Tidak melibatkan komunitas
Lebih bersifat pribadi dan intens
Tidak membutuhkan teologi
Berbeda konteks pelayanan
Bersifat sementara
Kualitas relasi lebih menentukan keberhasilan konseling pastoral daripada …
Metode tertulis
Kepercayaan
Teknik komunikasi
Kehadiran relasional
Banyaknya nasihat
Relasi konseling pastoral yang sehat selalu bersifat …
Simetris
Bebas tanpa aturan
Bertujuan dan terarah
Emosional
Netral
Penolong yang mempraktikkan refleksi teologis dalam relasi konseling akan …
Menekankan dogma
Menghakimi perilaku
Memberi lebih banyak ayat
Mengintegrasikan iman dan pengalaman hidup
Menghindari psikologi
Pernyataan yang paling tepat tentang relasi penolong–tertolong adalah …
Relasi ketergantungan rohani
Relasi pengajaran satu arah
Relasi pelayanan yang etis dan memberdayakan
Relasi pribadi tanpa batas
Relasi kekuasaan yang sah
