NEW
Font size
WorksheetsKimia Lanjutan – Kumpulan Soal
Total questions: 40
Worksheet time: 2hrs 0mins
Senyawa kalsium hipoklorit (Ca(OCl)2) larut baik dalam air, yang digunakan sebagai desinfektan dalam kolam renang. Adanya ion hipoklorit maupun asam hipoklorit dalam air kolam tersebut dapat membunuh bakteri. Kelarutan Ca(OCl)2 serta kesetimbangan asam hipoklorit dan ion hipoklorit dalam air sebagai berikut: Ca(OCl)2(s) + 2H2O(l) → 2HClO(aq) + Ca(OH)2(s) HClO(aq) + H2O(l) → ClO−(aq) + H3O+(aq) K_a = 3×10−8 Kadar ion hipoklorit yang tinggi dapat terdekomposisi oleh cahaya matahari. Oleh karena itu, pH air kolam renang yang direkomendasikan yaitu 7,8. Persentase masing-masing spesies yang terdapat dalam air kolam renang pada kondisi pH tersebut adalah…
HClO = 65,44% dan ClO− = 34,56%
HClO = 33,33% dan ClO− = 66,67%
HClO = 66,67% dan ClO− = 33,33%
HClO = 34,56% dan ClO− = 65,44%
HClO = 24,37% dan ClO− = 75,63%
Seorang mahasiswa diminta untuk membuat 1 L larutan yang mengandung tiga komponen yaitu glukosa (C6H12O6), asam sitrat (C6H8O7), dan NaCl. Larutan ini harus memenuhi kriteria berikut: (i) mengandung NaCl dengan konsentrasi 585 mg/L; (ii) jumlah mol glukosa dua kali lipat jumlah asam sitrat; dan (iii) memiliki tekanan osmosis 7,518 atm. Dengan menganggap asam sitrat sebagai senyawa nonelektrolit, massa glukosa dan massa asam sitrat yang diperlukan untuk membuat 1 L larutan ini berturut-turut adalah… (diketahui massa molar asam sitrat = 192 g/mol dan glukosa 180 g/mol)
34,560 g dan 17,664 g
15,425 g dan 40,023 g
17,664 g dan 34,560 g
40,023 g dan 15,425 g
34,560 g dan 40,023 g
Sebanyak 2,76 g suatu senyawa CxHyOz dibakar sempurna dalam bom kalorimeter yang memiliki kapasitas sebesar 4217 J/°C. Bom kalorimeter direndam dalam 5 L air yang mula-mula memiliki temperatur 23 °C, dan kemudian naik menjadi 25,4 °C karena proses pembakaran. Diketahui kalor jenis air sebesar 4,2 J g−1 ∘C−1 dan kalor pembakaran CxHyOz adalah −3026 kJ/mol. Senyawa CxHyOz yang mungkin adalah…
C4H8O4
C6H12O6
C6H8O6
C7H6O2
C7H6O3
Posisi kesetimbangan dari reaksi di bawah ini berada di sebelah kanan. N2H5+ + NH3 ⇌ NH4+ + N2H4 NH3 + HBr ⇌ NH4+ + Br− N2H4 + HBr ⇌ N2H5+ + Br− Berdasarkan informasi tersebut urutan kekuatan asam, urutan yang benar adalah…
N2H5+ > N2H4 > NH4+
NH3 > N2H4 > Br−
N2H5+ > HBr > NH4+
HBr > N2H5+ > NH4+
N2H5+ > NH4+ > HBr
Urutan senyawa-senyawa berikut berdasarkan kenaikan titik didih adalah… C3H8, CH3COCH3, H2O, C3H7OH
C3H8 < CH3COCH3 < H2O < C3H7OH
CH3COCH3 < C3H8 < H2O < C3H7OH
CH3COCH3 < C3H8 < C3H7OH < H2O
C3H8 < CH3COCH3 < C3H7OH < H2O
C3H8 < C3H7OH < CH3COCH3 < H2O
Reaksi A(g) → B(g) memiliki energi pengaktifan sebesar 50,2 kJ/mol. Suhu yang diperlukan agar reaksi berlangsung empat kali lebih cepat dari suhu 25 °C adalah…
50,1 °C
46,9 °C
30,3 °C
29,4 °C
26,5 °C
Pembakaran sempurna 3,240 g senyawa nonelektrolit X yang mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen menghasilkan 8,150 g CO2 dan 2,500 g air. Senyawa X sebanyak 16,128 g dilarutkan ke dalam 281 g air dan menghasilkan larutan yang memiliki titik beku −0,763 °C. Rumus molekul senyawa X adalah… (Diketahui Kf air = 1,86 °C/m)
C7H8O3
C4H8O4
C6H16O
C4H12O5
C8H12O2
Di laboratorium tersedia dua larutan asam monoprotik dengan pH yang berbeda, yaitu 4,12 larutan A dan 5,76 larutan B. Sejumlah larutan A ditambahkan ke dalam 528 mL larutan B, sehingga pH larutan menjadi 5,34. Jumlah larutan A yang digunakan sebanyak…
21 mL
28 mL
32 mL
40 mL
41 mL
Pernyataan berikut yang tepat mengenai energi ikat adalah… 1. Energi ikat hanya dapat digunakan pada penentuan panas reaksi-reaksi dalam fasa gas 2. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan tiga ikatan N–H pada molekul NH3 berturut-turut adalah sama karena tiga ikatan N–H tersebut ekuivalen 3. Ikatan N–H pada beberapa molekul berbeda seperti NH3 dan CH3NH2 memiliki nilai energi ikat yang sedikit berbeda
Hanya 1
1 dan 2
1 dan 3
2 dan 3
1, 2, dan 3
Di antara campuran berikut yang paling mendekati sifat larutan ideal adalah…
CH3COOH dan H2O
NH3 dan CH3NH2
CH3OH dan NH3
C6H6 dan C6H5CH3
C6H5OH dan C6H6
Berikut data kinetika reaksi A(aq) + 2B(aq) → C(aq). Tetapan laju reaksi tersebut adalah…
728,62 M^2 s−1
113,78 M^2 s−1
0,1064 M−1 s−1
0,0166 M−1 s−1
0,0026 M−1 s−1
Larutan NaCl 15% (w/w) memiliki titik beku −10,88 °C. Tekanan uap murni air pada 20 °C adalah 18 mmHg. Tekanan uap larutan NaCl 15% (w/w) pada 20 °C adalah… mmHg. Asumsi larutan NaCl terdisosiasi sempurna. (Diketahui Kf air = 1,86 °C/m; massa molar NaCl = 58,5 g/mol).
19,28
10,45
17,28
16,29
Perhatikan 3 reaksi kesetimbangan di bawah ini: Jika pada ketiga reaksi tersebut memiliki tekanan total yang sama sebesar 1 atm pada saat kesetimbangan tercapai, urutan yang benar nilai K dari ketiga reaksi tersebut adalah…
K1 = K2 = K3
K1 < K2 < K3
K3 > K1 > K2
K1 > K2 > K3
K1 < K3 < K2
Metode Winkler dapat digunakan untuk mengukur kadar oksigen terlarut (DO) dalam air. Dalam pH basa, Mn2+ dapat teroksidasi menjadi Mn3+ membentuk endapan berwarna coklat Mn(OH)3 dengan reaksi sebagai berikut: Mn(OH)2(s) + O2(g) + H2O(l) → Mn(OH)3(s) (belum setara). 25,0 mL sampel air sungai diukur kadar oksigen terlarutnya dengan menambahkan Mn2+ berlebih dan menghasilkan endapan berwarna coklat. Endapan direaksikan kembali dengan KI berlebih sehingga teroksidasi menjadi I2 sesuai reaksi: KI(aq) + Mn(OH)3(aq) → I2(aq) + Mn(OH)2(s) + KOH(aq) (belum setara). I2 yang dilepaskan dititrasi dengan Na2S2O3 0,001 M dengan reaksi: 2Na2S2O3(aq) + I2(aq) → Na2S4O6(aq) + 2NaI(aq). Untuk mencapai titik akhir dibutuhkan 25,0 mL Na2S2O3. Kadar oksigen terlarut dalam sampel air sungai adalah…
0,20 mg/L
0,80 mg/L
2,00 mg/L
4,00 mg/L
8,00 mg/L
Larutan asam lemah monoprotik X sebanyak 50,00 mL dititrasi oleh larutan NaOH 0,1000 M. Jumlah larutan NaOH yang digunakan untuk mencapai titik ekuivalen titrasi sebanyak 39,30 mL. Pada kurva titrasi, setengah titik ekuivalen diamati pada pH 4,85. Konsentrasi awal dan nilai K_a untuk asam monoprotik tersebut adalah…
0,0568 dan 1,40×10−5
0,0127 dan 1,40×10−5
0,0286 dan 1,40×10−4
0,0786 dan 1,40×10−5
0,0131 dan 1,40×10−4
Gambar di bawah ini menunjukkan ketiga orbital p pada suatu atom. Jika sumbu ikatan adalah sumbu-z, maka orbital berwarna biru dapat tumpang tindih (overlap) dengan orbital … untuk membentuk ikatan …
orbital d_xz, ikatan p
orbital d_{x^2}, ikatan s
orbital p_z, ikatan s
orbital p_y, ikatan p
orbital p_z, ikatan p
Berikut diagram energi reaksi 2A → B + C. Berdasarkan informasi di atas, pernyataan yang tidak benar mengenai reaksi berikut adalah…
Tahap penentu laju adalah tahap pertama
Reaksi tersebut menyerap kalor dari lingkungan
Hukum laju reaksi tersebut adalah r = k[A]2
Reaksi berlangsung dalam 2 tahap
Tahap kedua reaksi tersebut bersifat eksotermik
Diberikan data energi ikat sebagai berikut. Jumlah kalor yang menyertai disosiasi molekul etilamina menjadi etilena dan amonia pada fase gas adalah ... kJ/mol.
−366
−183
54
108
310
Perhatikan reaksi di bawah ini yang bersifat eksoterm. 4NH3(g) + 7O2(g) ⇌ 4NO2(g) + 6H2O(g). Perubahan yang akan meningkatkan jumlah NO2 dalam campuran adalah ...
Meningkatkan temperatur
Menambahkan gas Ne
Menambahkan H2O
Menurunkan volume wadah reaksi
Menambahkan gas HCl
Di antara senyawa ion berikut yang memiliki entalpi kisi paling besar adalah ...
MgO
MgS
NaF
NaCl
NaBr
Tabel berikut menunjukkan 3 senyawa yang berpotensi sebagai bahan bakar alternatif. Urutan senyawa berdasarkan nilai energi pembakaran persatuan volume adalah ...
Etanol < nitroetana < metilhidrazin
Nitroetana < etanol < metilhidrazin
Nitroetana < metilhidrazin < etanol
Metilhidrazin < etanol < nitroetana
Metilhidrazin < nitroetana < etanol
Larutan jenuh yang akan memiliki konsentrasi Ag+ paling tinggi adalah ...
AgCl (Ksp = 1,8 × 10−10)
Ag2CO3 (Ksp = 8,1 × 10−12)
Ag3PO4 (Ksp = 1,8 × 10−18)
Ag2S (Ksp = 6,0 × 10−51)
Ag2CrO4 (Ksp = 1,1 × 10−12)
Dua buah padatan dalam suatu wadah terdekomposisi sesuai dengan reaksi kesetimbangan berikut. 1) X(s) ⇌ A(g) + 2B(g); Kp1 = 9 × 10−3. 2) Y(s) ⇌ 2B(g) + C(g); Kp2 = 4,5 × 10−3. Tekanan total dari campuran gas dalam padatan tersebut pada keadaan setimbang adalah ...
0,45 bar
0,60 bar
1,20 bar
4,50 bar
6,00 bar
Seorang mahasiswa memerlukan larutan bufer karbonat pH 10,00 untuk mempelajari efek hujan asam pada batuan kapur. Bufer tersebut disiapkan dari campuran padatan Na2CO3 dan NaHCO3 yang dilarutkan dalam air. Jumlah padatan Na2CO3 yang ditambahkan ke dalam 1,5 L larutan NaHCO3 0,20 M untuk menghasilkan larutan bufer tersebut adalah ... (Diketahui H2CO3, Ka1 = 4,3 × 10−7 dan Ka2 = 5,6 × 10−11)
17,88 g
26,82 g
56,55 g
84,82 g
89,71 g
Struktur Lewis yang paling stabil untuk senyawa di nitrogen monoksida adalah ... (Keterangan pasangan elektron bebas tidak digambarkan, semua atom memenuhi aturan oktet Lewis).
Struktur 1
Struktur 2
Struktur 3
Struktur 4
Struktur 5
Diketahui Ksp BaCrO4 = 1,2 × 10−10. Volume Na2CrO4 1,5 × 10−5 M minimum yang harus ditambahkan ke dalam larutan 1,00 L Ba(NO3)2 1,5 × 10−5 M untuk mulai mengendapkan BaCrO4 adalah ...
0,53 L
0,73 L
1,00 L
1,20 L
Larutan Na2CrO4 yang ditambahkan tidak dapat mengendapkan BaCrO4
Asam kromat merupakan oksidator yang dapat digunakan dalam beberapa reaksi organik. Selain itu, asam kromat juga merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan pada proses pelapisan logam. Di dalam air asam kromat mengalami reaksi kesetimbangan dua tahap, yang masing-masing memiliki nilai Ka1 = 5 dan Ka2 = 1,5 × 10−6. Bila suatu larutan asam kromat memiliki pH 6,12 maka perbandingan konsentrasi ion kromat dan ion hidrogen kromat adalah ...
1:2
2:3
3:2
1:1
2:1
Sulfur yang diperoleh dari hidrolisis 1,00 g sampel rambut dioksidasi menjadi sulfat. Untuk mengendapkan seluruh sulfat dalam larutan dibutuhkan 50 mL BaCl2. Endapan BaSO4 disaring, dikeringkan kemudian ditimbang dan diperoleh berat BaSO4 sebanyak 260 mg. Persentase sulfur dalam sampel rambut tersebut adalah ...
1,25%
3,65%
4,58%
6,77%
7,50%
Ion perak membentuk kompleks Ag(CN) 2− dengan nilai Kf = 9,8 × 10 21 . Jumlah HCN yang dibutuhkan untuk melarutkan 1,00 L endapan AgCl 0,0100 mol adalah ... (Ksp AgCl = 1,8 × 10 −10 ; Ka HCN = 6,2 × 10 −10 )
0,020 mol
0,079 mol
0,260 mol
1,520 mol
1,700 mol
Diberikan data entalpi sebagai berikut: entalpi kisi MgCl2(s) = +2524 kJ/mol; entalpi pelarutan MgCl2(s) = −150 kJ/mol; entalpi hidrasi ion Cl−(g) = −384 kJ/mol. Entalpi hidrasi ion Mg2+ adalah ... kJ/mol.
−1500
−1760
−1906
−2100
−2290
Kristal logam X disusun oleh sel satuan seperti pada gambar. Jumlah atom X dalam sel satuan tersebut adalah ... dan bilangan koordinasi setiap atom X adalah ...
8, 4
8, 8
18, 4
18, 8
14, 4
Reaksi A(g)→B(g)+C(g) memiliki tetapan laju reaksi sebesar 2,26×10−4 s−1 pada 320 ∘C . Tekanan total wadah setelah reaksi berlangsung selama 30 menit adalah 1{,}2 atm. Derajat disosiasi A saat reaksi berlangsung selama 30 menit adalah ...
0,33
0,30
0,26
0,20
0,17
Pada 70 ∘C , larutan jenuh mengandung 32{,}0 g CuSO 4 tiap 100 g larutan. Larutan jenuh sebanyak 335 g didinginkan hingga 0 ∘C dan diperoleh kristal CuSO 4⋅ 5H 2 O. Jika konsentrasi larutan jenuh pada 0 ∘C adalah 12{,}5 g CuSO 4 /100 g larutan, maka massa CuSO 4⋅ 5H 2 O yang diperoleh adalah (massa molar Cu = 63{,}5 g/mol; S = 32 g/mol; O = 16 g/mol; H = 1 g/mol) ...
116 g
130 g
90 g
145 g
108 g
Di antara urutan kestabilan termal senyawa hidrida unsur golongan 14 berikut mulai dari terendah hingga tertinggi yang paling tepat adalah ...
CH 4 < PbH 4 < GeH 4 < SnH 4 < SiH 4
PbH 4 < SnH 4 < CH 4 < GeH 4 < SiH 4
PbH 4 < SnH 4 < GeH 4 < SiH 4 < CH 4
CH 4 < SiH 4 < GeH 4 < SnH 4 < PbH 4
GeH 4 < PbH 4 < SiH 4 < CH 4
Notasi sel standar (elektrode Pt) untuk reaksi berikut: 2Mn3+(aq)+2I−(aq)→2Mn2+(aq)+I2(s) adalah ...
Pt(s) | Mn 3+ (aq) | Mn 2+ (aq) | I − (aq) | I 2 (s) | Pt(s)
Pt(s) | I − (aq) | I 2 (s) || Mn 3+ (aq), Mn 2+ (aq) | Pt(s)
Mn 3+ (aq) | Pt(s), Mn 2+ (aq) | I − (aq) | I 2 (s) | Pt(s)
Pt(s) | Mn 3+ (aq), I − (aq) Mn 2+ (aq) | I 2 (s) | Pt(s)
Mn 2+ (aq) | Pt(s), Mn 3+ (aq) | I − (aq) | I 2 (s) | Pt(s)
Di antara unsur golongan 13 berikut yang memiliki bilangan oksidasi +1 yang lebih stabil daripada bilangan oksidasi +3 adalah ...
B
Al
Ga
In
Tl
Potensial sel standar untuk reaksi berikut, jika ECu2+/Cu∘=+0,34 V dan ECd2+/Cd∘=−0,40 V , adalah ... Reaksi: Cu2+(aq)+Cd(s)→Cu(s)+Cd2+(aq)
+0,76 V
+0,74 V
+0,20 V
+0,06 V
−0,06 V
Besarnya pOH dari reaksi berikut jika tekanan O 2 adalah 1 atm, suhu 25 ∘ C, konsentrasi Al 3+ adalah 1{,}00 M, dan potensial sel terbaca 2{,}781 V, adalah ... Reaksi: 3O2(g)+2H2O(l)+4Al(s)→4Al3+(aq)+12OH−(aq) . Diketahui: O2(g)+2H2O(l)+4e−→4OH−(aq) , E∘=+0,401 V dan Al3+(aq)+3e−→Al(s) , E∘=−1,66 V .
12,18
7,00
1,01
2,45
tidak dapat ditentukan dari data tersebut
Arus listrik sebesar 1{,}26 A dilewatkan pada suatu sel elektrolisis yang mengandung larutan asam sulfat selama 7{,}44 jam. Volume gas H 2 yang dihasilkan pada keadaan STP adalah ....
22,4 L
11,2 L
3,91 L
10,39 L
95 L
Senyawa yang tidak akan memberikan sinyal singlet pada spektrum H NMR adalah ....
Etana
Dietileter
Dimetileter
Aseton
Etil aset
