Font size
WorksheetsQuiz Epidemiologi – Ekstraksi Soal
Total questions: 150
Worksheet time: 1hrs 15mins
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Teknologi pengobatan selalu berkembang dan menyebabkan orang sakit menjadi cepat sembuh. Komponen mana yang akan berubah karena hal tersebut?
Durasi
Prevalensi
Prevalensi dan durasi
Insidensi
Prevalensi dan insidensi
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang menggunakan denominator populasi di awal dan populasi di akhir pengamatan?
Densitas insiden
Prevalensi periode
Kumulatif insiden
Risiko relatif
Prevalensi titik
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Menghilangkan faktor risiko akan menurunkan penderita baru. Komponen mana yang akan berubah karena hal tersebut?
Prevalensi dan durasi
Durasi
Prevalensi dan insidensi
Insidensi
Prevalensi
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Frekuensi mana yang termasuk ke dalam laju?
Kumulatif insiden
Densitas insiden
Prevalensi periode
Proporsi
Prevalensi titik
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang menggunakan denominator jumlah populasi yang sehat di awal pengamatan?
Densitas insiden
Risiko relatif
Kumulatif insiden
Prevalensi periode
Prevalensi titik
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Perbandingan orang yang sakit terhadap total waktu bebas penyakit merupakan rumus untuk apa?
Densitas insiden
Prevalensi periode
Proporsi
Prevalensi titik
Kumulatif insiden
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Laporan jumlah kasus penderita covid-19 setiap hari termasuk ukuran frekuensi mana?
Proportion/proporsi
Rate/laju
Ratio/rasio
Count/mencacah
Risk/risiko
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang sering dalam bentuk persentase?
Count/mencacah
Risk/risiko
Ratio/rasio
Proportion/proporsi
Rate/laju
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Perbandingan orang yang baru sakit terhadap populasi yang bebas penyakit di awal penelitian epidemiologi merupakan rumus untuk apa?
Kumulatif insiden
Proporsi
Densitas insiden
Prevalensi titik
Prevalensi periode
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Numerator dan denominatornya berbeda. Ciri khas untuk frekuensi mana?
Laju
Proporsi
Rasio
Risiko
Mencacah
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang mengikut sertakan perhitungan waktu?
Proportion/proporsi
Count/mencacah
Risk/risiko
Ratio/rasio
Rate/laju
[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Frekuensi mana yang tidak memerlukan waktu pengamatan?
Prevalensi titik
Prevalensi periode
Kumulatif insiden
Proporsi
Densitas insiden
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2. Penyebab lain yang mempengaruhi penularan adalah penggunaan masker. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit?
covid-19
makanan terkontaminasi SARS-CoV2
masker
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2. Penyebab lain yang mempengaruhi penularan adalah penggunaan masker. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung?
covid-19
makanan terkontaminasi SARS-CoV2
masker
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2. Penyebab lain yang mempengaruhi penularan adalah penggunaan masker. Variabel mana yang menjadi variabel perancu?
covid-19
makanan terkontaminasi SARS-CoV2
masker
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel pajanan?
konsumsi gorengan
penyakit jantung koroner (PJK)
jenis kelamin
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit?
konsumsi gorengan
penyakit jantung koroner (PJK)
jenis kelamin
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel bebas?
konsumsi gorengan
penyakit jantung koroner (PJK)
jenis kelamin
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel kontrol?
konsumsi gorengan
penyakit jantung koroner (PJK)
jenis kelamin
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung?
konsumsi gorengan
penyakit jantung koroner (PJK)
jenis kelamin
[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel perancu?
konsumsi gorengan
penyakit jantung koroner (PJK)
jenis kelamin
[P10. Quiz Desain Penelitian Epidemiologi] Penelitian mana yang paling sederhana dan tidak memerlukan waktu panjang untuk penelitiannya?
Potong lintang
Uji klinis
Kohort
Kasus kontrol
Kohort retrospektif
Penelitian apa yang berangkat dari pengelompokan pajanan dan penyakitnya belum terjadi?
Uji klinis
Kasus kontrol
Potong lintang
Kohort retrospektif
Cohort
Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan penyakit terlebih dahulu lalu ditelusuri pajanannya?
Kohort
Potong lintang
Uji klinis
Kasus kontrol
Kohort retrospektif
Penelitian apa yang dilakukan dengan melakukan percobaan ke manusia?
Kasus kontrol
Kohort retrospektif
Kohort
Uji klinis
Potong lintang
Penelitian observasional mana yang menjadi standar penelitian epidemiologi?
Kohort retrospektif
Uji klinis
Potong lintang
Kasus kontrol
Kohort
Jenis penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti sebanyak satu kali pengambilan data tanpa dilihat riwayat atau kelanjutannya, adalah:
Case series
Randomized controlled trial
Cross sectional
Penelitian non intervensi dengan waktu penelitian yang panjang disertai kemungkinan adanya drop out adalah:
Randomized controlled trial
Case control
Case series
Cross sectional
Cohort
Beberapa kasus penyakit baru biasanya memiliki jumlah penderita yang sangat sedikit. Jenis penelitian yang cocok untuk penyakit baru tersebut adalah:
Cohort
Case series
Randomized controlled trial
Case control
Cross sectional
Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan pajanan namun penyakitnya sudah terjadi?
Potong lintang
Kohort
Kasus kontrol
Kohort retrospektif
Uji klinis
Penelitian apa yang didahului dari pengelompokan subyek ke dalam kelompok exposed dan non exposed adalah:
Case control
Cohort
Cross sectional
Case series
Randomized controlled trial
Penelitian mana yang dilakukan untuk menguji efektiftas obat di manusia?
Uji klinis
Kasus kontrol
Kohort restrospektif
Kohort
Potong lintang
Jenis penelitian apa dimana pajanan dan keluaran tidak diketahui mana yang muncul lebih dahulu?
Kohort
Uji klinis
Kasus kontrol
Kohort restrospektif
Potong lintang
Apakah makna prevalence ratio=1?
Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan melindungi terhadap penyakit
Pajanan sebagai faktor risiko
Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian case control?
Hazard ratio
Prevalence ratio
Proportion ratio
Risk ratio
Odds ratio
Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk uji klinis?
Odds ratio
Proportion ratio
Hazard ratio
Risk ratio
Prevalence ratio
Apakah makna risk ratio=2?
Pajanan sebagai faktor risiko
Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan melindungi terhadap penyakit
Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit
Apakah makna odds ratio=1/2?
Pajanan sebagai faktor risiko
Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan melindungi terhadap penyakit
Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian cohort?
Risk ratio
Odds ratio
Proportion ratio
Prevalence ratio
Hazard ratio
Dilakukan penelitian cohort mengenai hubungan kebiasaan makan daging dan anemia defisiensi besi. Berdasarkan tabel yang ditampilkan (baris "Biasa makan daging": 70 kasus anemia defisiensi besi, 140 tidak anemia, total 210), berapakah risiko anemia pada kelompok yang biasa makan daging?
0,33
0,50
0,67
0,10
Tabel paparan kebiasaan makan daging berikut disediakan. Ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian ini adalah:
odds ratio
odds ratio dan risk ratio
rasio saja
risk ratio
Pernyataan: Suatu sebab tidak memiliki asosiasi dalam menyebabkan suatu akibat jika memiliki nilai RR = 1 . Tentukan apakah pernyataan ini benar atau salah.
Benar
Salah
Pernyataan: Suatu sebab memiliki asosiasi yang kuat dalam proteksi suatu akibat jika memiliki nilai RR < 1 . Tentukan apakah pernyataan ini benar atau salah.
Benar
Salah
Pernyataan: Suatu sebab memiliki asosiasi yang kuat dalam menyebabkan suatu akibat jika memiliki nilai RR > 1 . Tentukan apakah pernyataan ini benar atau salah.
Benar
Salah
Suatu penelitian kasus kontrol meneliti hubungan kebiasaan merokok dengan kanker paru. Grup perokok aktif berjumlah 370 orang dengan 70 penderita kanker paru dan 300 bukan penderita. Grup bukan perokok berjumlah 715 orang dengan 15 penderita kanker paru dan 700 bukan penderita. Berapakah prevalensi kanker paru pada penelitian ini?
80/1085
85/1085
70/1085
15/1085
Dengan data yang sama, berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup perokok?
300/370
70/370
700/715
15/715
Dengan data yang sama, berapa odds ratio rokok dalam menyebabkan kanker paru?
490/45
70/300
85/1085
300/715
Dengan data yang sama, berapa proporsi penderita kanker paru pada grup bukan perokok?
15/715
70/370
300/370
700/715
Dengan data yang sama, berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup bukan perokok?
700/715
300/370
15/715
70/370
Dengan data yang sama, berapa proporsi penderita kanker paru pada grup perokok?
70/370
15/715
300/370
700/715
Dengan data yang sama, berapakah odds kejadian kanker paru di grup perokok?
70/300
300/370
490/45
15/715
Berikut adalah tabel hasil uji tes baru A dalam mendiagnosis penyakit B (dibandingkan dengan golden standar). Berapakah prevalensi penyakit B?
100/300
135/300
200/300
150/300
Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah negative predictive value tes A?
150/165
85/135
150/200
100/300
Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah positive predictive value tes A?
83/135
85/135
150/165
100/300
Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah sensitivitas tes A?
85/100
150/200
83/135
100/300
Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah spesifisitas tes A?
150/200
85/100
83/135
150/165
Berikut adalah tabel hasil uji tes Y dalam mendiagnosis penyakit Z (dibandingkan dengan golden standar). Berapakah prevalensi penyakit Z?
1/2
3/4
2/3
3/5
Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah negative predictive value tes Y?
2/3
3/4
3/5
4/5
Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah positive predictive value tes Y?
3/4
2/3
3/5
4/5
Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah sensitivitas tes Y?
3/5
2/3
3/4
4/5
Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah spesifisitas tes Y?
4/5
3/5
2/3
3/4
Aspek validitas mana yang memastikan setiap individu terjaga dalam kelompoknya masing-masing?
Random alokasi
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Analisis setiap subyek
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Blinding
Aspek validitas mana yang memastikan setiap subyek memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan terapi sebenarnya?
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Analisis setiap subyek
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Blinding
Random alokasi
Aspek validitas mana yang terjaga bila dilakukan intention to treat analysis?
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Random alokasi
Analisis setiap subyek
Blinding
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Aspek validitas mana yang terganggu bila vitamin hanya diberikan ke kelompok placebo tetapi tidak diberikan ke kelompok terapi?
Blinding
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Analisis setiap subyek
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Random alokasi
Hasil mana yang memiliki level of evidence paling rendah?
Kasus kontrol
Kohort
Pendapat ahli
Metaanalisis randomized controlled trial
Randomized controlled trial
Jenis penelitian mana yang termasuk ke dalam uji klinis (tahap 3)?
Metaanalisis randomized controlled trial
Randomized controlled trial
Pendapat ahli
Kohort
Kasus kontrol
Aspek validitas mana yang dilanggar bila subyek dari kelompok placebo pindah ke kelompok terapi karena ingin mendapatkan terapi?
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Random alokasi
Blinding
Jenis penelitian mana yang memiliki level of evidence paling tinggi?
Kohort
Randomized controlled trial
Pendapat ahli
Kasus kontrol
Metaanalisis randomized controlled trial
Apakah tujuan efikasi suatu terapi pencegahan?
Penurunan jumlah kematian
Penurunan risiko sakit
Penurunan jumlah subyek
Penurunan angka kesakitan
Penurunan penderita
Berapakah drop-out maksimal yang diperbolehkan agar tidak mengganggu validitas sebuah uji klinis?
20%
30%
50%
60%
40%
Aspek validitas mana yang memastikan peneliti dan subyek tidak mengetahui masuk ke dalam kelompok terapi atau placebo?
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Random alokasi
Analisis setiap subyek
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Blinding
Aspek validitas mana yang terganggu bila terdapat perbedaan persentase jenis kelamin laki-laki antara kelompok terapi dan placebo?
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Random alokasi
Analisis setiap subyek
Jenis penelitian mana yang bersifat longitudinal tapi tidak memperlihatkan waktu dengan jelas karena sifatnya yang retrospektif?
Uji klinis
Studi ekologi
Case control
Cohort
Cross sectional
Aspek validitas mana yang terganggu apabila terdapat perbedaan karakteristik antar kelompok yang dibandingkan?
Pengendalian variabel perancu
Lama pengamatan subyek
Perbandingan antar kelompok
Blinding
Bias seleksi
Aspek validitas mana yang terganggu bila penelitian prognosis diakhiri terlalu cepat?
Perbandingan antar kelompok
Lama pengamatan subyek
Bias seleksi
Pengendalian variabel perancu
Blinding
Aspek validitas mana yang terganggu apabila penelitian prognosis hanya melihat variabel utama tanpa meneliti variabel lainnya?
Bias seleksi
Pengendalian variabel perancu
Blinding
Perbandingan antar kelompok
Lama pengamatan subyek
Penelitian observasional-longitudinal mana yang memperlihatkan kerangka waktu dengan jelas?
Uji klinis
Case control
Cohort
Studi ekologi
Cross sectional
Ukuran asosiasi apa yang muncul dalam penelitian mengenai prognosis?
Odds ratio
Risk ratio
Hazard ratio
C dan D benar
Prevalence ratio
Aspek validitas mana yang terganggu bila peneliti mengetahui masuk subyek yang diteliti masuk ke kelompok tertentu?
Lama pengamatan subyek
Perbandingan antar kelompok
Blinding
Pengendalian variabel perancu
Bias seleksi
Jenis penelitian apa yang meneliti prognosis suatu penyakit dan efikasi terapi sekaligus?
Cohort
Studi ekologi
Uji klinis
Case control
Cross sectional
Jenis penelitian mana yang sama sekali tidak memperlihatkan waktu antara faktor risiko dan akibatnya?
Cross sectional
Cohort
Studi ekologi
Uji klinis
Penelitian intervensional mana yang memperlihatkan kerangka waktu dengan jelas?
Studi ekologi
Uji klinis
Cohort
Case control
Cross sectional
Penelitian mana yang dapat meneliti faktor risiko, akibat yang muncul dan waktu yang dibutuhkan?
Uji klinis
Cross sectional
Cohort
Case control
Studi ekologi
Aspek validitas mana yang terganggu bila peneliti lebih detail meneliti kelompok dengan faktor risiko dibandingkan kelompok tanpa faktor risiko?
Perbandingan antar kelompok
Pengendalian variabel perancu
Bias seleksi
Blinding
Lama pengamatan subyek
Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel perancu dalam skenario ini?
Makanan terkontaminasi
Covid-19
Penggunaan masker
Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel pajanan dalam skenario ini?
Makanan terkontaminasi
Covid-19
Penggunaan masker
Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit dalam skenario ini?
Makanan terkontaminasi
Covid-19
Penggunaan masker
Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel bebas dalam skenario ini?
Makanan terkontaminasi
Covid-19
Penggunaan masker
Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung dalam skenario ini?
Makanan terkontaminasi
Covid-19
Penggunaan masker
Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel kontrol dalam skenario ini?
Makanan terkontaminasi
Covid-19
Penggunaan masker
Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel pajanan dalam skenario ini?
Konsumsi gorengan
PJK
Jenis kelamin
Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit dalam skenario ini?
Konsumsi gorengan
PJK
Jenis kelamin
Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel bebas dalam skenario ini?
Konsumsi gorengan
PJK
Jenis kelamin
Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel perancu dalam skenario ini?
Konsumsi gorengan
PJK
Jenis kelamin
Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel kontrol dalam skenario ini?
Konsumsi gorengan
PJK
Jenis kelamin
Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung dalam skenario ini?
Konsumsi gorengan
PJK
Jenis kelamin
Laporan jumlah kasus penderita covid-19 setiap hari termasuk ukuran frekuensi mana?
Rate/laju
Risk/risiko
Ratio/rasio
Count/mencacah
Proportion/proporsi
Ukuran frekuensi mana yang mengikut sertakan perhitungan waktu?
Ratio/rasio
Risk/risiko
Rate/laju
Proportion/proporsi
Count/mencacah
Ukuran frekuensi mana yang sering dalam bentuk persentase?
Count/mencacah
Rate/laju
Ratio/rasio
Proportion/proporsi
Risk/risiko
Menghitung jumlah penderita penyakit termasuk ke dalam frekuensi mana?
Rasio
Risiko
Mencacah
Proporsi
Laju
Positivity rate Covid-19 di Indonesia adalah 35%. Termasuk ke dalam frekuensi mana positivity rate?
Proporsi
Laju
Rasio
Mencacah
Risiko
Perbandingan orang yang sakit terhadap total waktu bebas penyakit merupakan rumus untuk apa?
Proporsi
Prevalensi periode
Densitas insiden
Prevalensi titik
Kumulatif insiden
Perbandingan orang yang sakit (lama dan baru) terhadap populasi berisiko di dalam masa pengamatan merupakan rumus untuk apa?
Kumulatif insiden
Proporsi
Densitas insiden
Prevalensi periode
Prevalensi titik
Ukuran frekuensi mana yang mengikut sertakan perhitungan waktu?
Rate/laju
Risk/risiko
Count/mencacah
Ratio/rasio
Perbandingan orang yang sakit terhadap total waktu bebas penyakit merupakan rumus untuk apa?
Densitas insiden
Kumulatif insiden
Proporsi
Prevalensi periode
Prevalensi titik
Pertumbuhan termasuk ke dalam frekuensi mana?
Rasio
Laju
Proporsi
Mencacah
Risiko
Frekuensi mana yang paling baik untuk menilai risiko menjadi sakit di suatu populasi terbuka?
Prevalensi titik
Insidensi kumulatif
Prevalensi periode
Insidensi densitas
Mencacah
Frekuensi mana yang menggunakan orang waktu (person-time) sebagai denominatornya?
Insidensi densitas
Prevalensi titik
Insidensi kumulatif
Prevalensi periode
Mencacah
Jenis penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti sebanyak satu kali pengambilan data tanpa dilihat riwayat atau kelanjutannya, adalah:
Randomized controlled trial
Cross sectional
Cohort
Case Control
Case series
Penelitian mana yang dilakukan untuk menguji efektivitas obat di manusia?
Uji klinis
Kasus kontrol
Kohort retrospektif
Kohort
Potong lintang
Penelitian observasional mana yang menjadi standar penelitian epidemiologi?
Potong lintang
Kohort
Kohort retrospektif
Uji klinis
Kasus kontrol
Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan penyakit terlebih dahulu lalu ditelusuri paparannya?
Kohort
Kohort retrospektif
Uji klinis
Potong lintang
Kasus kontrol
Jenis penelitian apa dimana pajanan dan keluaran tidak diketahui mana yang muncul lebih dahulu?
Kohort retrospektif
Uji klinis
Kasus kontrol
Kohort
Potong lintang
Penelitian non intervensi dengan waktu penelitian yang panjang disertai kemungkinan adanya drop out adalah:
Cross sectional
Kohort
Case series
Randomized controlled trial
Case Control
Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan pajanan namun penyakitnya sudah terjadi?
Kohort
Uji klinis
Kasus kontrol
Kohort retrospektif
Potong lintang
Penelitian apa yang berangkat dari pengelompokan pajanan dan penyakitnya belum terjadi?
Kasus kontrol
Kohort
Potong lintang
Kohort retrospektif
Uji klinis
Penelitian yang didahului dengan pengelompokkan subyek ke dalam kelompok exposed dan non exposed adalah:
Cohort
Case Control
Case series
Randomized controlled trial
Cross sectional
Beberapa kasus penyakit baru biasanya memiliki jumlah penderita yang sangat sedikit. Jenis penelitian yang cocok untuk penyakit baru tersebut adalah:
Cohort
Randomized controlled trial
Case Control
Cross sectional
Penelitian apa yang dilakukan dengan melakukan percobaan ke manusia?
Kasus kontrol
Kohort
Uji klinis
Potong lintang
Kohort retrospektif
Penelitian mana yang paling sederhana dan tidak memerlukan waktu panjang untuk penelitiannya?
Potong lintang
Uji klinis
Kohort retrospektif
Kasus kontrol
Kohort
Dalam penelitian kasus kontrol yang meneliti hubungan kebiasaan merokok dengan kanker paru, terdapat grup perokok aktif berjumlah 370 orang dengan 70 penderita kanker paru dan 300 bukan penderita, serta grup bukan perokok berjumlah 715 orang dengan 15 penderita dan 700 bukan penderita. Berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup bukan perokok?
700/715
300/370
15/715
70/370
Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa proporsi penderita kanker paru pada grup perokok?
70/370
300/370
15/715
700/715
Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup perokok?
300/370
700/715
70/370
15/715
Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa proporsi penderita kanker paru pada grup bukan perokok?
15/715
70/370
300/370
700/715
Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapakah odds kejadian kanker paru di grup perokok (kasus dibandingkan yang tidak kasus)?
70/300
85/1085
15/700
70/370
Dalam penelitian kasus kontrol dengan total sampel 1085 dan total penderita kanker paru 85 orang. Berapakah prevalensi kanker paru pada penelitian ini?
85/1085
70/370
700/715
15/700
Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan) dan bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa nilai odds ratio rokok dalam menyebabkan kanker paru?
(70/300)/(15/700)
70/370
85/1085
(15/700)/(70/300)
Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian case control?
Hazard ratio
Odds ratio
Proportion ratio
Prevalence ratio
Risk ratio
Apakah makna risk ratio = 2?
Pajanan melindungi terhadap penyakit
Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan sebagai faktor risiko
Pilih jawaban yang tepat mengenai nilai risk ratio (RR):
Sebab memiliki asosiasi kuat dalam menyebabkan akibat jika RR > 1
Sebab memiliki asosiasi kuat dalam proteksi terhadap akibat jika RR < 1
Sebab tidak memiliki asosiasi dalam menyebabkan suatu akibat jika RR = 1
Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian kohort?
Hazard ratio
Risk ratio (disebut juga Relative Risk)
Odds ratio
Proportion ratio
Prevalence ratio
Apakah makna prevalence ratio = 1?
Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan melindungi terhadap penyakit
Pajanan sebagai faktor risiko
Ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian berikut: sebuah studi kohort mengenai kebiasaan makan daging dan anemia defisiensi besi, dengan tabel hasil: biasa makan daging (anemia 70, tidak anemia 140, total 210); tidak biasa makan daging (anemia 160, tidak anemia 40, total 200); total (anemia 230, tidak anemia 180, total 410).
ratio saja
risk ratio (karena desain studinya adalah kohort)
odds ratio dan risk ratio
odds ratio
Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk uji klinis (clinical trial)?
Hazard ratio
Proportion ratio
Odds ratio
Risk ratio
Prevalence ratio
Apakah makna odds ratio = 1/2 (0,5)?
Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan melindungi terhadap penyakit
Pajanan sebagai faktor risiko
Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit
Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Berapakah drop-out maksimal yang diperbolehkan agar tidak mengganggu validitas sebuah uji klinis?
30%
40%
60%
20%
50%
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Apakah tujuan efikasi suatu terapi pencegahan?
Penurunan jumlah subyek
Penurunan angka kesakitan
Penurunan penderita
Penurunan jumlah kematian
Penurunan risiko sakit
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang dilanggar bila subyek dari kelompok placebo pindah ke kelompok terapi karena ingin mendapatkan terapi?
Analisis setiap subyek
Random alokasi
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Blinding
Kesamaan perlakuan antar kelompok
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang memastikan setiap subyek memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan terapi sebenarnya?
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Random alokasi
Analisis setiap subyek
Blinding
Kesamaan perlakuan antar kelompok
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang memastikan setiap individu terjaga dalam kelompoknya masing-masing?
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Random alokasi
Blinding
Analisis setiap subyek
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Jenis penelitian mana yang termasuk ke dalam uji klinis (tahap 3)?
Kasus kontrol
Kohort
Metaanalisis randomized controlled trial
Randomized controlled trial
Pendapat ahli
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Hasil mana yang memiliki level of evidence paling rendah?
Kohort
Kasus kontrol
Pendapat ahli
Randomized controlled trial
Metaanalisis randomized controlled trial
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Jenis penelitian mana yang memiliki level of evidence paling tinggi?
Randomized controlled trial
Kasus kontrol
Pendapat ahli
Metaanalisis randomized controlled trial
Kohort
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang terganggu bila vitamin hanya diberikan ke kelompok placebo tapi tidak diberikan ke kelompok terapi?
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Blinding
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Analisis setiap subyek
Random alokasi
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang memastikan peneliti dan subyek tidak mengetahui masuk ke dalam kelompok terapi atau placebo?
Random alokasi
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Blinding
Analisis setiap subyek
Perbedaan karakteristik antar kelompok
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang terjaga bila dilakukan intention to treat analysis?
Blinding
Analisis setiap subyek
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Perbedaan karakteristik antar kelompok
Random alokasi
PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang terganggu bila terdapat perbedaan persentase jenis kelamin laki-laki antara kelompok terapi dan placebo?
Kesamaan perlakuan antar kelompok
Blinding
Analisis setiap subyek
Random alokasi
Perbedaan karakteristik antar kelompok
PERTEMUAN 14 (EBM PROGNOSIS) — Penelitian mana yang dapat meneliti faktor risiko, akibat yang muncul dan waktu yang dibutuhkan?
Studi ekologi
Cohort
Uji klinis
Cross sectional
Case control
PERTEMUAN 14 (EBM PROGNOSIS) — Jenis penelitian apa yang meneliti prognosis suatu penyakit dan efikasi terapi sekaligus?
Case control
Cohort
Studi ekologi
Cross sectional
Uji klinis
