wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Epidemiologi – Ekstraksi Soal

Total questions: 150

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Teknologi pengobatan selalu berkembang dan menyebabkan orang sakit menjadi cepat sembuh. Komponen mana yang akan berubah karena hal tersebut?

a)

Durasi

b)

Prevalensi

c)

Prevalensi dan durasi

d)

Insidensi

e)

Prevalensi dan insidensi

2.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang menggunakan denominator populasi di awal dan populasi di akhir pengamatan?

a)

Densitas insiden

b)

Prevalensi periode

c)

Kumulatif insiden

d)

Risiko relatif

e)

Prevalensi titik

3.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Menghilangkan faktor risiko akan menurunkan penderita baru. Komponen mana yang akan berubah karena hal tersebut?

a)

Prevalensi dan durasi

b)

Durasi

c)

Prevalensi dan insidensi

d)

Insidensi

e)

Prevalensi

4.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Frekuensi mana yang termasuk ke dalam laju?

a)

Kumulatif insiden

b)

Densitas insiden

c)

Prevalensi periode

d)

Proporsi

e)

Prevalensi titik

5.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang menggunakan denominator jumlah populasi yang sehat di awal pengamatan?

a)

Densitas insiden

b)

Risiko relatif

c)

Kumulatif insiden

d)

Prevalensi periode

e)

Prevalensi titik

6.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Perbandingan orang yang sakit terhadap total waktu bebas penyakit merupakan rumus untuk apa?

a)

Densitas insiden

b)

Prevalensi periode

c)

Proporsi

d)

Prevalensi titik

e)

Kumulatif insiden

7.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Laporan jumlah kasus penderita covid-19 setiap hari termasuk ukuran frekuensi mana?

a)

Proportion/proporsi

b)

Rate/laju

c)

Ratio/rasio

d)

Count/mencacah

e)

Risk/risiko

8.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang sering dalam bentuk persentase?

a)

Count/mencacah

b)

Risk/risiko

c)

Ratio/rasio

d)

Proportion/proporsi

e)

Rate/laju

9.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Perbandingan orang yang baru sakit terhadap populasi yang bebas penyakit di awal penelitian epidemiologi merupakan rumus untuk apa?

a)

Kumulatif insiden

b)

Proporsi

c)

Densitas insiden

d)

Prevalensi titik

e)

Prevalensi periode

10.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Numerator dan denominatornya berbeda. Ciri khas untuk frekuensi mana?

a)

Laju

b)

Proporsi

c)

Rasio

d)

Risiko

e)

Mencacah

11.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Ukuran frekuensi mana yang mengikut sertakan perhitungan waktu?

a)

Proportion/proporsi

b)

Count/mencacah

c)

Risk/risiko

d)

Ratio/rasio

e)

Rate/laju

12.

[P8. Quiz Frekuensi Penyakit] Frekuensi mana yang tidak memerlukan waktu pengamatan?

a)

Prevalensi titik

b)

Prevalensi periode

c)

Kumulatif insiden

d)

Proporsi

e)

Densitas insiden

13.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2. Penyebab lain yang mempengaruhi penularan adalah penggunaan masker. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit?

a)

covid-19

b)

makanan terkontaminasi SARS-CoV2

c)

masker

14.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2. Penyebab lain yang mempengaruhi penularan adalah penggunaan masker. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung?

a)

covid-19

b)

makanan terkontaminasi SARS-CoV2

c)

masker

15.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2. Penyebab lain yang mempengaruhi penularan adalah penggunaan masker. Variabel mana yang menjadi variabel perancu?

a)

covid-19

b)

makanan terkontaminasi SARS-CoV2

c)

masker

16.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel pajanan?

a)

konsumsi gorengan

b)

penyakit jantung koroner (PJK)

c)

jenis kelamin

17.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit?

a)

konsumsi gorengan

b)

penyakit jantung koroner (PJK)

c)

jenis kelamin

18.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel bebas?

a)

konsumsi gorengan

b)

penyakit jantung koroner (PJK)

c)

jenis kelamin

19.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel kontrol?

a)

konsumsi gorengan

b)

penyakit jantung koroner (PJK)

c)

jenis kelamin

20.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung?

a)

konsumsi gorengan

b)

penyakit jantung koroner (PJK)

c)

jenis kelamin

21.

[P9. Quiz Variabel Epidemiologi] Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan. Konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel perancu?

a)

konsumsi gorengan

b)

penyakit jantung koroner (PJK)

c)

jenis kelamin

22.

[P10. Quiz Desain Penelitian Epidemiologi] Penelitian mana yang paling sederhana dan tidak memerlukan waktu panjang untuk penelitiannya?

a)

Potong lintang

b)

Uji klinis

c)

Kohort

d)

Kasus kontrol

e)

Kohort retrospektif

23.

Penelitian apa yang berangkat dari pengelompokan pajanan dan penyakitnya belum terjadi?

a)

Uji klinis

b)

Kasus kontrol

c)

Potong lintang

d)

Kohort retrospektif

e)

Cohort

24.

Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan penyakit terlebih dahulu lalu ditelusuri pajanannya?

a)

Kohort

b)

Potong lintang

c)

Uji klinis

d)

Kasus kontrol

e)

Kohort retrospektif

25.

Penelitian apa yang dilakukan dengan melakukan percobaan ke manusia?

a)

Kasus kontrol

b)

Kohort retrospektif

c)

Kohort

d)

Uji klinis

e)

Potong lintang

26.

Penelitian observasional mana yang menjadi standar penelitian epidemiologi?

a)

Kohort retrospektif

b)

Uji klinis

c)

Potong lintang

d)

Kasus kontrol

e)

Kohort

27.

Jenis penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti sebanyak satu kali pengambilan data tanpa dilihat riwayat atau kelanjutannya, adalah:

a)

Case series

b)

Randomized controlled trial

c)

Cross sectional

28.

Penelitian non intervensi dengan waktu penelitian yang panjang disertai kemungkinan adanya drop out adalah:

a)

Randomized controlled trial

b)

Case control

c)

Case series

d)

Cross sectional

e)

Cohort

29.

Beberapa kasus penyakit baru biasanya memiliki jumlah penderita yang sangat sedikit. Jenis penelitian yang cocok untuk penyakit baru tersebut adalah:

a)

Cohort

b)

Case series

c)

Randomized controlled trial

d)

Case control

e)

Cross sectional

30.

Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan pajanan namun penyakitnya sudah terjadi?

a)

Potong lintang

b)

Kohort

c)

Kasus kontrol

d)

Kohort retrospektif

e)

Uji klinis

31.

Penelitian apa yang didahului dari pengelompokan subyek ke dalam kelompok exposed dan non exposed adalah:

a)

Case control

b)

Cohort

c)

Cross sectional

d)

Case series

e)

Randomized controlled trial

32.

Penelitian mana yang dilakukan untuk menguji efektiftas obat di manusia?

a)

Uji klinis

b)

Kasus kontrol

c)

Kohort restrospektif

d)

Kohort

e)

Potong lintang

33.

Jenis penelitian apa dimana pajanan dan keluaran tidak diketahui mana yang muncul lebih dahulu?

a)

Kohort

b)

Uji klinis

c)

Kasus kontrol

d)

Kohort restrospektif

e)

Potong lintang

34.

Apakah makna prevalence ratio=1?

a)

Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit

b)

Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit

c)

Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit

d)

Pajanan melindungi terhadap penyakit

e)

Pajanan sebagai faktor risiko

35.

Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian case control?

a)

Hazard ratio

b)

Prevalence ratio

c)

Proportion ratio

d)

Risk ratio

e)

Odds ratio

36.

Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk uji klinis?

a)

Odds ratio

b)

Proportion ratio

c)

Hazard ratio

d)

Risk ratio

e)

Prevalence ratio

37.

Apakah makna risk ratio=2?

a)

Pajanan sebagai faktor risiko

b)

Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit

c)

Pajanan melindungi terhadap penyakit

d)

Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit

e)

Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit

38.

Apakah makna odds ratio=1/2?

a)

Pajanan sebagai faktor risiko

b)

Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit

c)

Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit

d)

Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit

e)

Pajanan melindungi terhadap penyakit

39.

Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian cohort?

a)

Risk ratio

b)

Odds ratio

c)

Proportion ratio

d)

Prevalence ratio

e)

Hazard ratio

40.

Dilakukan penelitian cohort mengenai hubungan kebiasaan makan daging dan anemia defisiensi besi. Berdasarkan tabel yang ditampilkan (baris "Biasa makan daging": 70 kasus anemia defisiensi besi, 140 tidak anemia, total 210), berapakah risiko anemia pada kelompok yang biasa makan daging?

a)

0,33

b)

0,50

c)

0,67

d)

0,10

41.

Tabel paparan kebiasaan makan daging berikut disediakan. Ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian ini adalah:

a)

odds ratio

b)

odds ratio dan risk ratio

c)

rasio saja

d)

risk ratio

42.

Pernyataan: Suatu sebab tidak memiliki asosiasi dalam menyebabkan suatu akibat jika memiliki nilai RR = 11 . Tentukan apakah pernyataan ini benar atau salah.

a)

Benar

b)

Salah

43.

Pernyataan: Suatu sebab memiliki asosiasi yang kuat dalam proteksi suatu akibat jika memiliki nilai RR < 11 . Tentukan apakah pernyataan ini benar atau salah.

a)

Benar

b)

Salah

44.

Pernyataan: Suatu sebab memiliki asosiasi yang kuat dalam menyebabkan suatu akibat jika memiliki nilai RR > 11 . Tentukan apakah pernyataan ini benar atau salah.

a)

Benar

b)

Salah

45.

Suatu penelitian kasus kontrol meneliti hubungan kebiasaan merokok dengan kanker paru. Grup perokok aktif berjumlah 370 orang dengan 70 penderita kanker paru dan 300 bukan penderita. Grup bukan perokok berjumlah 715 orang dengan 15 penderita kanker paru dan 700 bukan penderita. Berapakah prevalensi kanker paru pada penelitian ini?

a)

80/1085

b)

85/1085

c)

70/1085

d)

15/1085

46.

Dengan data yang sama, berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup perokok?

a)

300/370

b)

70/370

c)

700/715

d)

15/715

47.

Dengan data yang sama, berapa odds ratio rokok dalam menyebabkan kanker paru?

a)

490/45

b)

70/300

c)

85/1085

d)

300/715

48.

Dengan data yang sama, berapa proporsi penderita kanker paru pada grup bukan perokok?

a)

15/715

b)

70/370

c)

300/370

d)

700/715

49.

Dengan data yang sama, berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup bukan perokok?

a)

700/715

b)

300/370

c)

15/715

d)

70/370

50.

Dengan data yang sama, berapa proporsi penderita kanker paru pada grup perokok?

a)

70/370

b)

15/715

c)

300/370

d)

700/715

51.

Dengan data yang sama, berapakah odds kejadian kanker paru di grup perokok?

a)

70/300

b)

300/370

c)

490/45

d)

15/715

52.

Berikut adalah tabel hasil uji tes baru A dalam mendiagnosis penyakit B (dibandingkan dengan golden standar). Berapakah prevalensi penyakit B?

a)

100/300

b)

135/300

c)

200/300

d)

150/300

53.

Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah negative predictive value tes A?

a)

150/165

b)

85/135

c)

150/200

d)

100/300

54.

Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah positive predictive value tes A?

a)

83/135

b)

85/135

c)

150/165

d)

100/300

55.

Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah sensitivitas tes A?

a)

85/100

b)

150/200

c)

83/135

d)

100/300

56.

Berdasarkan tabel uji tes A terhadap penyakit B, berapakah spesifisitas tes A?

a)

150/200

b)

85/100

c)

83/135

d)

150/165

57.

Berikut adalah tabel hasil uji tes Y dalam mendiagnosis penyakit Z (dibandingkan dengan golden standar). Berapakah prevalensi penyakit Z?

a)

1/2

b)

3/4

c)

2/3

d)

3/5

58.

Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah negative predictive value tes Y?

a)

2/3

b)

3/4

c)

3/5

d)

4/5

59.

Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah positive predictive value tes Y?

a)

3/4

b)

2/3

c)

3/5

d)

4/5

60.

Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah sensitivitas tes Y?

a)

3/5

b)

2/3

c)

3/4

d)

4/5

61.

Berdasarkan tabel uji tes Y terhadap penyakit Z, berapakah spesifisitas tes Y?

a)

4/5

b)

3/5

c)

2/3

d)

3/4

62.

Aspek validitas mana yang memastikan setiap individu terjaga dalam kelompoknya masing-masing?

a)

Random alokasi

b)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

c)

Analisis setiap subyek

d)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

e)

Blinding

63.

Aspek validitas mana yang memastikan setiap subyek memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan terapi sebenarnya?

a)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

b)

Analisis setiap subyek

c)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

d)

Blinding

e)

Random alokasi

64.

Aspek validitas mana yang terjaga bila dilakukan intention to treat analysis?

a)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

b)

Random alokasi

c)

Analisis setiap subyek

d)

Blinding

e)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

65.

Aspek validitas mana yang terganggu bila vitamin hanya diberikan ke kelompok placebo tetapi tidak diberikan ke kelompok terapi?

a)

Blinding

b)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

c)

Analisis setiap subyek

d)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

e)

Random alokasi

66.

Hasil mana yang memiliki level of evidence paling rendah?

a)

Kasus kontrol

b)

Kohort

c)

Pendapat ahli

d)

Metaanalisis randomized controlled trial

e)

Randomized controlled trial

67.

Jenis penelitian mana yang termasuk ke dalam uji klinis (tahap 3)?

a)

Metaanalisis randomized controlled trial

b)

Randomized controlled trial

c)

Pendapat ahli

d)

Kohort

e)

Kasus kontrol

68.

Aspek validitas mana yang dilanggar bila subyek dari kelompok placebo pindah ke kelompok terapi karena ingin mendapatkan terapi?

a)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

b)

Random alokasi

c)

Blinding

69.

Jenis penelitian mana yang memiliki level of evidence paling tinggi?

a)

Kohort

b)

Randomized controlled trial

c)

Pendapat ahli

d)

Kasus kontrol

e)

Metaanalisis randomized controlled trial

70.

Apakah tujuan efikasi suatu terapi pencegahan?

a)

Penurunan jumlah kematian

b)

Penurunan risiko sakit

c)

Penurunan jumlah subyek

d)

Penurunan angka kesakitan

e)

Penurunan penderita

71.

Berapakah drop-out maksimal yang diperbolehkan agar tidak mengganggu validitas sebuah uji klinis?

a)

20%

b)

30%

c)

50%

d)

60%

e)

40%

72.

Aspek validitas mana yang memastikan peneliti dan subyek tidak mengetahui masuk ke dalam kelompok terapi atau placebo?

a)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

b)

Random alokasi

c)

Analisis setiap subyek

d)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

e)

Blinding

73.

Aspek validitas mana yang terganggu bila terdapat perbedaan persentase jenis kelamin laki-laki antara kelompok terapi dan placebo?

a)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

b)

Random alokasi

c)

Analisis setiap subyek

74.

Jenis penelitian mana yang bersifat longitudinal tapi tidak memperlihatkan waktu dengan jelas karena sifatnya yang retrospektif?

a)

Uji klinis

b)

Studi ekologi

c)

Case control

d)

Cohort

e)

Cross sectional

75.

Aspek validitas mana yang terganggu apabila terdapat perbedaan karakteristik antar kelompok yang dibandingkan?

a)

Pengendalian variabel perancu

b)

Lama pengamatan subyek

c)

Perbandingan antar kelompok

d)

Blinding

e)

Bias seleksi

76.

Aspek validitas mana yang terganggu bila penelitian prognosis diakhiri terlalu cepat?

a)

Perbandingan antar kelompok

b)

Lama pengamatan subyek

c)

Bias seleksi

d)

Pengendalian variabel perancu

e)

Blinding

77.

Aspek validitas mana yang terganggu apabila penelitian prognosis hanya melihat variabel utama tanpa meneliti variabel lainnya?

a)

Bias seleksi

b)

Pengendalian variabel perancu

c)

Blinding

d)

Perbandingan antar kelompok

e)

Lama pengamatan subyek

78.

Penelitian observasional-longitudinal mana yang memperlihatkan kerangka waktu dengan jelas?

a)

Uji klinis

b)

Case control

c)

Cohort

d)

Studi ekologi

e)

Cross sectional

79.

Ukuran asosiasi apa yang muncul dalam penelitian mengenai prognosis?

a)

Odds ratio

b)

Risk ratio

c)

Hazard ratio

d)

C dan D benar

e)

Prevalence ratio

80.

Aspek validitas mana yang terganggu bila peneliti mengetahui masuk subyek yang diteliti masuk ke kelompok tertentu?

a)

Lama pengamatan subyek

b)

Perbandingan antar kelompok

c)

Blinding

d)

Pengendalian variabel perancu

e)

Bias seleksi

81.

Jenis penelitian apa yang meneliti prognosis suatu penyakit dan efikasi terapi sekaligus?

a)

Cohort

b)

Studi ekologi

c)

Uji klinis

d)

Case control

e)

Cross sectional

82.

Jenis penelitian mana yang sama sekali tidak memperlihatkan waktu antara faktor risiko dan akibatnya?

a)

Cross sectional

b)

Cohort

c)

Studi ekologi

d)

Uji klinis

83.

Penelitian intervensional mana yang memperlihatkan kerangka waktu dengan jelas?

a)

Studi ekologi

b)

Uji klinis

c)

Cohort

d)

Case control

e)

Cross sectional

84.

Penelitian mana yang dapat meneliti faktor risiko, akibat yang muncul dan waktu yang dibutuhkan?

a)

Uji klinis

b)

Cross sectional

c)

Cohort

d)

Case control

e)

Studi ekologi

85.

Aspek validitas mana yang terganggu bila peneliti lebih detail meneliti kelompok dengan faktor risiko dibandingkan kelompok tanpa faktor risiko?

a)

Perbandingan antar kelompok

b)

Pengendalian variabel perancu

c)

Bias seleksi

d)

Blinding

e)

Lama pengamatan subyek

86.

Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel perancu dalam skenario ini?

a)

Makanan terkontaminasi

b)

Covid-19

c)

Penggunaan masker

87.

Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel pajanan dalam skenario ini?

a)

Makanan terkontaminasi

b)

Covid-19

c)

Penggunaan masker

88.

Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit dalam skenario ini?

a)

Makanan terkontaminasi

b)

Covid-19

c)

Penggunaan masker

89.

Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel bebas dalam skenario ini?

a)

Makanan terkontaminasi

b)

Covid-19

c)

Penggunaan masker

90.

Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung dalam skenario ini?

a)

Makanan terkontaminasi

b)

Covid-19

c)

Penggunaan masker

91.

Penularan penyakit covid-19 diduga lewat makanan yang terkontaminasi SARS-CoV2, dan penggunaan masker disebut mempengaruhi penularan. Variabel mana yang menjadi variabel kontrol dalam skenario ini?

a)

Makanan terkontaminasi

b)

Covid-19

c)

Penggunaan masker

92.

Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel pajanan dalam skenario ini?

a)

Konsumsi gorengan

b)

PJK

c)

Jenis kelamin

93.

Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel penyakit dalam skenario ini?

a)

Konsumsi gorengan

b)

PJK

c)

Jenis kelamin

94.

Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel bebas dalam skenario ini?

a)

Konsumsi gorengan

b)

PJK

c)

Jenis kelamin

95.

Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel perancu dalam skenario ini?

a)

Konsumsi gorengan

b)

PJK

c)

Jenis kelamin

96.

Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel kontrol dalam skenario ini?

a)

Konsumsi gorengan

b)

PJK

c)

Jenis kelamin

97.

Penyakit jantung koroner (PJK) diduga disebabkan karena kebiasaan konsumsi gorengan; konsumsi gorengan juga lebih disukai jenis kelamin wanita dibandingkan laki-laki. Variabel mana yang menjadi variabel tergantung dalam skenario ini?

a)

Konsumsi gorengan

b)

PJK

c)

Jenis kelamin

98.

Laporan jumlah kasus penderita covid-19 setiap hari termasuk ukuran frekuensi mana?

a)

Rate/laju

b)

Risk/risiko

c)

Ratio/rasio

d)

Count/mencacah

e)

Proportion/proporsi

99.

Ukuran frekuensi mana yang mengikut sertakan perhitungan waktu?

a)

Ratio/rasio

b)

Risk/risiko

c)

Rate/laju

d)

Proportion/proporsi

e)

Count/mencacah

100.

Ukuran frekuensi mana yang sering dalam bentuk persentase?

a)

Count/mencacah

b)

Rate/laju

c)

Ratio/rasio

d)

Proportion/proporsi

e)

Risk/risiko

101.

Menghitung jumlah penderita penyakit termasuk ke dalam frekuensi mana?

a)

Rasio

b)

Risiko

c)

Mencacah

d)

Proporsi

e)

Laju

102.

Positivity rate Covid-19 di Indonesia adalah 35%. Termasuk ke dalam frekuensi mana positivity rate?

a)

Proporsi

b)

Laju

c)

Rasio

d)

Mencacah

e)

Risiko

103.

Perbandingan orang yang sakit terhadap total waktu bebas penyakit merupakan rumus untuk apa?

a)

Proporsi

b)

Prevalensi periode

c)

Densitas insiden

d)

Prevalensi titik

e)

Kumulatif insiden

104.

Perbandingan orang yang sakit (lama dan baru) terhadap populasi berisiko di dalam masa pengamatan merupakan rumus untuk apa?

a)

Kumulatif insiden

b)

Proporsi

c)

Densitas insiden

d)

Prevalensi periode

e)

Prevalensi titik

105.

Ukuran frekuensi mana yang mengikut sertakan perhitungan waktu?

a)

Rate/laju

b)

Risk/risiko

c)

Count/mencacah

d)

Ratio/rasio

106.

Perbandingan orang yang sakit terhadap total waktu bebas penyakit merupakan rumus untuk apa?

a)

Densitas insiden

b)

Kumulatif insiden

c)

Proporsi

d)

Prevalensi periode

e)

Prevalensi titik

107.

Pertumbuhan termasuk ke dalam frekuensi mana?

a)

Rasio

b)

Laju

c)

Proporsi

d)

Mencacah

e)

Risiko

108.

Frekuensi mana yang paling baik untuk menilai risiko menjadi sakit di suatu populasi terbuka?

a)

Prevalensi titik

b)

Insidensi kumulatif

c)

Prevalensi periode

d)

Insidensi densitas

e)

Mencacah

109.

Frekuensi mana yang menggunakan orang waktu (person-time) sebagai denominatornya?

a)

Insidensi densitas

b)

Prevalensi titik

c)

Insidensi kumulatif

d)

Prevalensi periode

e)

Mencacah

110.

Jenis penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti sebanyak satu kali pengambilan data tanpa dilihat riwayat atau kelanjutannya, adalah:

a)

Randomized controlled trial

b)

Cross sectional

c)

Cohort

d)

Case Control

e)

Case series

111.

Penelitian mana yang dilakukan untuk menguji efektivitas obat di manusia?

a)

Uji klinis

b)

Kasus kontrol

c)

Kohort retrospektif

d)

Kohort

e)

Potong lintang

112.

Penelitian observasional mana yang menjadi standar penelitian epidemiologi?

a)

Potong lintang

b)

Kohort

c)

Kohort retrospektif

d)

Uji klinis

e)

Kasus kontrol

113.

Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan penyakit terlebih dahulu lalu ditelusuri paparannya?

a)

Kohort

b)

Kohort retrospektif

c)

Uji klinis

d)

Potong lintang

e)

Kasus kontrol

114.

Jenis penelitian apa dimana pajanan dan keluaran tidak diketahui mana yang muncul lebih dahulu?

a)

Kohort retrospektif

b)

Uji klinis

c)

Kasus kontrol

d)

Kohort

e)

Potong lintang

115.

Penelitian non intervensi dengan waktu penelitian yang panjang disertai kemungkinan adanya drop out adalah:

a)

Cross sectional

b)

Kohort

c)

Case series

d)

Randomized controlled trial

e)

Case Control

116.

Penelitian apa yang berawal dari pengelompokan pajanan namun penyakitnya sudah terjadi?

a)

Kohort

b)

Uji klinis

c)

Kasus kontrol

d)

Kohort retrospektif

e)

Potong lintang

117.

Penelitian apa yang berangkat dari pengelompokan pajanan dan penyakitnya belum terjadi?

a)

Kasus kontrol

b)

Kohort

c)

Potong lintang

d)

Kohort retrospektif

e)

Uji klinis

118.

Penelitian yang didahului dengan pengelompokkan subyek ke dalam kelompok exposed dan non exposed adalah:

a)

Cohort

b)

Case Control

c)

Case series

d)

Randomized controlled trial

e)

Cross sectional

119.

Beberapa kasus penyakit baru biasanya memiliki jumlah penderita yang sangat sedikit. Jenis penelitian yang cocok untuk penyakit baru tersebut adalah:

a)

Cohort

b)

Randomized controlled trial

c)

Case Control

d)

Cross sectional

120.

Penelitian apa yang dilakukan dengan melakukan percobaan ke manusia?

a)

Kasus kontrol

b)

Kohort

c)

Uji klinis

d)

Potong lintang

e)

Kohort retrospektif

121.

Penelitian mana yang paling sederhana dan tidak memerlukan waktu panjang untuk penelitiannya?

a)

Potong lintang

b)

Uji klinis

c)

Kohort retrospektif

d)

Kasus kontrol

e)

Kohort

122.

Dalam penelitian kasus kontrol yang meneliti hubungan kebiasaan merokok dengan kanker paru, terdapat grup perokok aktif berjumlah 370 orang dengan 70 penderita kanker paru dan 300 bukan penderita, serta grup bukan perokok berjumlah 715 orang dengan 15 penderita dan 700 bukan penderita. Berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup bukan perokok?

a)

700/715

b)

300/370

c)

15/715

d)

70/370

123.

Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa proporsi penderita kanker paru pada grup perokok?

a)

70/370

b)

300/370

c)

15/715

d)

700/715

124.

Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa proporsi bukan penderita kanker paru pada grup perokok?

a)

300/370

b)

700/715

c)

70/370

d)

15/715

125.

Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa proporsi penderita kanker paru pada grup bukan perokok?

a)

15/715

b)

70/370

c)

300/370

d)

700/715

126.

Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan), bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapakah odds kejadian kanker paru di grup perokok (kasus dibandingkan yang tidak kasus)?

a)

70/300

b)

85/1085

c)

15/700

d)

70/370

127.

Dalam penelitian kasus kontrol dengan total sampel 1085 dan total penderita kanker paru 85 orang. Berapakah prevalensi kanker paru pada penelitian ini?

a)

85/1085

b)

70/370

c)

700/715

d)

15/700

128.

Dalam penelitian kasus kontrol dengan data: perokok total 370 (70 penderita, 300 bukan) dan bukan perokok total 715 (15 penderita, 700 bukan). Berapa nilai odds ratio rokok dalam menyebabkan kanker paru?

a)

(70/300)/(15/700)

b)

70/370

c)

85/1085

d)

(15/700)/(70/300)

129.

Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian case control?

a)

Hazard ratio

b)

Odds ratio

c)

Proportion ratio

d)

Prevalence ratio

e)

Risk ratio

130.

Apakah makna risk ratio = 2?

a)

Pajanan melindungi terhadap penyakit

b)

Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit

c)

Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit

d)

Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit

e)

Pajanan sebagai faktor risiko

131.

Pilih jawaban yang tepat mengenai nilai risk ratio (RR):

a)

Sebab memiliki asosiasi kuat dalam menyebabkan akibat jika RR > 1

b)

Sebab memiliki asosiasi kuat dalam proteksi terhadap akibat jika RR < 1

c)

Sebab tidak memiliki asosiasi dalam menyebabkan suatu akibat jika RR = 1

132.

Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian kohort?

a)

Hazard ratio

b)

Risk ratio (disebut juga Relative Risk)

c)

Odds ratio

d)

Proportion ratio

e)

Prevalence ratio

133.

Apakah makna prevalence ratio = 1?

a)

Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit

b)

Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit

c)

Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit

d)

Pajanan melindungi terhadap penyakit

e)

Pajanan sebagai faktor risiko

134.

Ukuran asosiasi yang paling tepat untuk penelitian berikut: sebuah studi kohort mengenai kebiasaan makan daging dan anemia defisiensi besi, dengan tabel hasil: biasa makan daging (anemia 70, tidak anemia 140, total 210); tidak biasa makan daging (anemia 160, tidak anemia 40, total 200); total (anemia 230, tidak anemia 180, total 410).

a)

ratio saja

b)

risk ratio (karena desain studinya adalah kohort)

c)

odds ratio dan risk ratio

d)

odds ratio

135.

Apakah ukuran asosiasi yang paling tepat untuk uji klinis (clinical trial)?

a)

Hazard ratio

b)

Proportion ratio

c)

Odds ratio

d)

Risk ratio

e)

Prevalence ratio

136.

Apakah makna odds ratio = 1/2 (0,5)?

a)

Pajanan selalu memiliki hubungan dengan penyakit

b)

Pajanan melindungi terhadap penyakit

c)

Pajanan sebagai faktor risiko

d)

Pajanan tidak memiliki hubungan dengan penyakit

e)

Pajanan kadang memiliki hubungan dengan penyakit

137.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Berapakah drop-out maksimal yang diperbolehkan agar tidak mengganggu validitas sebuah uji klinis?

a)

30%

b)

40%

c)

60%

d)

20%

e)

50%

138.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Apakah tujuan efikasi suatu terapi pencegahan?

a)

Penurunan jumlah subyek

b)

Penurunan angka kesakitan

c)

Penurunan penderita

d)

Penurunan jumlah kematian

e)

Penurunan risiko sakit

139.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang dilanggar bila subyek dari kelompok placebo pindah ke kelompok terapi karena ingin mendapatkan terapi?

a)

Analisis setiap subyek

b)

Random alokasi

c)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

d)

Blinding

e)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

140.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang memastikan setiap subyek memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan terapi sebenarnya?

a)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

b)

Random alokasi

c)

Analisis setiap subyek

d)

Blinding

e)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

141.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang memastikan setiap individu terjaga dalam kelompoknya masing-masing?

a)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

b)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

c)

Random alokasi

d)

Blinding

e)

Analisis setiap subyek

142.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Jenis penelitian mana yang termasuk ke dalam uji klinis (tahap 3)?

a)

Kasus kontrol

b)

Kohort

c)

Metaanalisis randomized controlled trial

d)

Randomized controlled trial

e)

Pendapat ahli

143.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Hasil mana yang memiliki level of evidence paling rendah?

a)

Kohort

b)

Kasus kontrol

c)

Pendapat ahli

d)

Randomized controlled trial

e)

Metaanalisis randomized controlled trial

144.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Jenis penelitian mana yang memiliki level of evidence paling tinggi?

a)

Randomized controlled trial

b)

Kasus kontrol

c)

Pendapat ahli

d)

Metaanalisis randomized controlled trial

e)

Kohort

145.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang terganggu bila vitamin hanya diberikan ke kelompok placebo tapi tidak diberikan ke kelompok terapi?

a)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

b)

Blinding

c)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

d)

Analisis setiap subyek

e)

Random alokasi

146.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang memastikan peneliti dan subyek tidak mengetahui masuk ke dalam kelompok terapi atau placebo?

a)

Random alokasi

b)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

c)

Blinding

d)

Analisis setiap subyek

e)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

147.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang terjaga bila dilakukan intention to treat analysis?

a)

Blinding

b)

Analisis setiap subyek

c)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

d)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

e)

Random alokasi

148.

PERTEMUAN 13 (EBM TERAPI) — Aspek validitas mana yang terganggu bila terdapat perbedaan persentase jenis kelamin laki-laki antara kelompok terapi dan placebo?

a)

Kesamaan perlakuan antar kelompok

b)

Blinding

c)

Analisis setiap subyek

d)

Random alokasi

e)

Perbedaan karakteristik antar kelompok

149.

PERTEMUAN 14 (EBM PROGNOSIS) — Penelitian mana yang dapat meneliti faktor risiko, akibat yang muncul dan waktu yang dibutuhkan?

a)

Studi ekologi

b)

Cohort

c)

Uji klinis

d)

Cross sectional

e)

Case control

150.

PERTEMUAN 14 (EBM PROGNOSIS) — Jenis penelitian apa yang meneliti prognosis suatu penyakit dan efikasi terapi sekaligus?

a)

Case control

b)

Cohort

c)

Studi ekologi

d)

Cross sectional

e)

Uji klinis