wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TM 1-2 Pemberdayaan Masyarakat

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang nutrisionis ditugaskan di desa dengan prevalensi stunting 30%. Langkah awal yang dilakukan adalah mengadakan pertemuan warga untuk mendiskusikan bagaimana kondisi gizi buruk saat ini akan berdampak pada kualitas hidup anak-anak mereka di masa depan. Berdasarkan siklus 5 tahapan pemberdayaan, tahap apa yang sedang dilakukan?

a)

Transformasi Kapasitas

b)

Penyadaran (Awareness)

c)

Pengorganisasian

d)

Aksi Kolektif

e)

Evaluasi

2.

Masyarakat di Desa B ingin membangun kebun gizi komunal namun terkendala modal untuk bibit dan peralatan. Nutrisionis kemudian membantu menghubungkan kelompok warga tersebut dengan perusahaan lokal melalui program CSR untuk mendapatkan bantuan dana. Dalam kasus ini, peran apa yang dijalankan oleh nutrisionis?

a)

Fasilitator

b)

Advokat

c)

Broker (Penghubung)

d)

Mentor

e)

Instruktur

3.

Dalam sebuah program intervensi gizi, seorang ahli gizi menemukan bahwa masyarakat sangat tergantung pada bantuan makanan tambahan (PMT) pemerintah. Ia ingin mengubah paradigma dari 'objek' menjadi 'subjek' pembangunan. Strategi manakah yang paling tepat untuk mencapai kemandirian (Power-Within) sesuai materi?

a)

Menambah kuota bantuan PMT agar jangkauan lebih luas

b)

Memberikan instruksi ketat cara pemberian makanan pada anak

c)

Memfasilitasi masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah gizi secara mandiri

d)

Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tanpa melibatkan kader

e)

Menyerahkan semua tugas kepada puskesmas

4.

Sebuah desa memiliki masalah akses air bersih yang buruk sehingga angka diare pada balita tinggi. Nutrisionis membantu perwakilan warga menyusun draf usulan perbaikan sarana air bersih untuk disampaikan dalam rapat Musrenbangdes. Peran apa yang sedang dijalankan ahli gizi tersebut?

a)

Fasilitator

b)

Advokat

c)

Mentor

d)

Broker

e)

Penyuluh

5.

Seorang ahli gizi ingin memetakan potensi dan masalah gizi di sebuah desa melalui kacamata warga sendiri. Ia mengajak warga berjalan mengelilingi desa untuk melihat kondisi lingkungan dan ketersediaan pangan lokal. Teknik riset partisipatif (PRA) manakah yang sedang dilakukan?

a)

Community Mapping

b)

Transect Walk

c)

Kalender Musim

d)

Focus Group Discussion (FGD)

e)

Role Play

6.

Masyarakat di Desa C menolak memberikan protein hewani kepada balita karena mitos lokal bahwa hal tersebut menyebabkan cacingan. Apa solusi strategis 'Kultural' yang paling tepat sesuai materi?

a)

Memberikan sanksi bagi warga yang tidak patuh

b)

Melaporkan kejadian tersebut ke dinas kesehatan

c)

Melakukan adaptasi kultural melalui dialog dan pelibatan tokoh adat (Local Champion)

d)

Membagikan pamflet ilmiah tentang nutrisi hewan

e)

Menghentikan program di desa tersebut

7.

Setelah 2 tahun program pemberdayaan berjalan, terjadi penurunan signifikan angka stunting dan anemia di Desa D. Dalam Logic Model Framework, capaian tersebut termasuk ke dalam kategori apa?

a)

Input

b)

Process

c)

Output

d)

Outcome (Dampak Panjang)

e)

Target

8.

Banyak program pemberdayaan gizi yang terhenti begitu dana proyek dari pemerintah pusat atau NGO habis. Apa solusi strategis untuk aspek 'Keberlanjutan' (Sustainability) agar program tetap berjalan?

a)

Mencari donor baru setiap tahun

b)

Integrasi ke Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan Dana Desa

c)

Mewajibkan warga membayar iuran setiap bulan

d)

Mengurangi intensitas kegiatan agar biaya lebih hemat

e)

Menjual hasil kebun gizi ke pasar kota

9.

Seorang ahli gizi ingin membuktikan kepada warga bahwa bahan pangan lokal di desa mereka efektif untuk meningkatkan berat badan balita. Ia membuat sebuah kebun percontohan dan melakukan demo masak rutin. Dalam strategi intervensi, teknik ini disebut dengan?

a)

Appreciative Inquiry

b)

Demonstration Plot (Demplot)

c)

Transect Walk

d)

Logic Model

e)

Peer Education

10.

Revitalisasi Posyandu dilakukan dengan konsep 'Dari, oleh, dan untuk masyarakat'. Hasil yang paling diharapkan dari kedekatan emosional antara kader dan warga dalam konteks gizi adalah?

a)

Warga menjadi lebih takut pada petugas kesehatan

b)

Deteksi dini stunting lebih cepat dan akurat

c)

Jumlah kunjungan dokter ke desa meningkat

d)

Warga mendapatkan bantuan uang tunai setiap bulan

e)

Posyandu menjadi tempat berdagang bagi warga

11.

Sebuah program 'Peer Educator Remaja' dibentuk untuk mengatasi masalah anemia pada siswi SMA. Apa keunggulan utama pendekatan ini dibandingkan ceramah oleh tenaga gizi profesional?

a)

Biaya operasional jauh lebih murah

b)

Remaja lebih mudah menerima informasi dari teman sebaya sebagai agen perubahan

c)

Tenaga gizi tidak perlu lagi datang ke sekolah

d)

Informasi yang diberikan pasti 100% akurat

e)

Waktu pembelajaran menjadi lebih singkat

12.

Seorang ahli gizi di Puskesmas ingin mengubah gaya konselingnya di klinik agar lebih memberdayakan pasien. Apa perubahan yang harus ia lakukan mulai besok sesuai materi?

a)

Memberikan daftar larangan makanan yang lebih panjang

b)

Mengubah konseling menjadi dialog dan mengajak pasien merancang menu mereka sendiri

c)

Berbicara lebih banyak daripada pasien untuk menunjukkan otoritas

d)

Menggunakan istilah medis yang canggih agar terlihat profesional

e)

Menyalahkan pasien jika tidak ada kemajuan dalam status gizinya

13.

Di bagian manajemen rumah sakit, perwakilan keluarga pasien dilibatkan dalam rapat perencanaan program gizi rumah sakit. Prinsip pemberdayaan manakah yang sedang diterapkan?

a)

Kognitif

b)

Struktural dan Partisipasi Kebijakan

c)

Psikologis

d)

Keterampilan Teknis

e)

Charity

14.

Seorang peneliti gizi melakukan studi tentang kebiasaan makan di sebuah desa. Setelah data terkumpul, ia mengadakan pertemuan desa untuk mempresentasikan hasil temuannya agar bisa didiskusikan oleh warga sebagai bahan evaluasi bersama. Pendekatan ini disebut?

a)

Penelitian Eksperimental

b)

Metode Partisipatif

c)

Studi Kepustakaan

d)

Metode Instruktif

e)

Top-down Research

15.

Implementasi 'Kebun Gizi Keluarga' di beberapa daerah di Indonesia menunjukkan hasil penghematan belanja pangan yang cukup besar. Berdasarkan materi, berapa persentase rata-rata penghematan tersebut?

a)

5-10%

b)

10-20%

c)

20-30%

d)

40-50%

e)

Lebih dari 60%

16.

Seorang ahli gizi berperan sebagai 'Mentor' bagi para kader Posyandu. Tindakan manakah yang mencerminkan peran tersebut dengan paling tepat?

a)

Mengambil alih semua tugas penimbangan balita

b)

Memberikan dukungan teknis berkelanjutan dan bimbingan kepada kader

c)

Hanya datang saat ada evaluasi dari dinas kesehatan

d)

Meminta kader untuk melakukan semua pekerjaan administratif tanpa arahan

e)

Membayar kader agar mau bekerja lebih rajin

17.

Dalam ekosistem kebijakan di Indonesia, peraturan mana yang menjadi payung hukum utama dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan masyarakat?

a)

UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009

b)

Perpres No. 72 Tahun 2021

c)

UU Desa No. 6 Tahun 2014

d)

Permenkes tentang Angka Kecukupan Gizi

e)

Peraturan Pemerintah tentang Keamanan Pangan

18.

Seorang tenaga gizi bekerja dengan prinsip 'Jangan mendikte solusi'. Kompetensi kunci apa yang paling dibutuhkan dalam konteks komunikasi gizi sensitif budaya sesuai materi?

a)

Keahlian dalam menghitung kalori secara cepat

b)

Kemampuan manajemen konflik dan kepekaan sosial

c)

Keterampilan mengoperasikan perangkat lunak statistik

d)

Otoritas bicara di depan umum dengan nada tinggi

e)

Keahlian dalam desain grafis untuk media poster

19.

Aspek pemberdayaan 'Psikologis' bertujuan untuk membangun keyakinan individu bahwa mereka mampu membuat perubahan. Istilah teknis untuk keyakinan diri tersebut adalah?

a)

Self-centered

b)

Self-efficacy

c)

Self-esteem

d)

Self-service

e)

Self-control

20.

Dalam Logic Model Framework, adanya 'Kualitas diskusi musyawarah' dan 'Keaktifan kelompok pendukung' di tingkat desa dikategorikan sebagai?

a)

Input

b)

Process

c)

Output

d)

Outcome

e)

Impact