NEW
Font size
WorksheetsQuiz Toleransi dan Keberagaman
Total questions: 22
Worksheet time: 11mins
Makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika paling tepat menekankan:
Keseragaman budaya di seluruh nusantara
Perbedaan dibubarkan demi persatuan pusat
Perbedaan tetap ada namun dipersatukan oleh identitas kebangsaan
Pengutamaan satu agama sebagai landasan negara
Pembagian wilayah administratif untuk tiap suku
Lambang Garuda Pancasila memiliki helai bulu pada sayap, ekor, pangkal ekor, dan leher yang jumlahnya melambangkan:
Hari, bulan, dan tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia
Jumlah provinsi pada saat proklamasi
Jumlah sila Pancasila dan lambang negara
Jumlah pulau yang membentuk Indonesia
Jumlah bahasa daerah utama di Indonesia
Sumber frasa "Bhinneka Tunggal Ika" berasal dari:
Kitab Mahabharata
Kitab Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular
UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Piagam Jakarta
Kitab Negarakertagama
Pernyataan mana yang paling tepat tentang konsep keberagaman suku di Indonesia?
Suku bangsa hanya berbeda secara bahasa namun memiliki adat yang sama
Suku bangsa adalah kelompok yang terikat oleh kesadaran identitas budaya
Semua suku di Indonesia memiliki sistem pemerintahan yang sama
Identitas suku selalu menghilang di perkotaan
Keberagaman suku tidak memengaruhi politik lokal
Menghormati norma setempat termasuk bentuk toleransi terhadap norma. Sikap yang tepat adalah:
Memaksakan norma asal daerah sendiri pada masyarakat lokal
Menganggap norma daerah lain salah dan harus diubah
Menghargai bahwa norma berbeda dan meyakini setiap norma baik bagi penganutnya
Menolak semua norma tradisional demi modernisasi
Mengabaikan norma lokal demi efisiensi administratif
Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 menjamin:
Negara menentukan satu agama resmi bagi seluruh warga
Kebebasan memeluk agama dan beribadah menurut agama masingmasing
Pembatasan ritual agama di ruang publik
Larangan berdakwah oleh pemeluk agama minoritas
Wajibnya mengikuti agama yang ditetapkan pemerintah daerah
Contoh praktik toleransi terhadap agama yang benar di lingkungan sekolah adalah:
Melarang seluruh kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah
Menghormati pelaksanaan ibadah siswa dan memberikan fasilitas jika memungkinkan
Memaksa siswa mengikuti ibadah mayoritas untuk menjaga kebersamaan
Menghapus jam pelajaran agama untuk semua siswa
Menetapkan satu agama sebagai agama resmi sekolah
Pernyataan berikut yang bukan bentuk toleransi terhadap suku dan ras adalah:
Mengakui hak dan kewajiban yang sama bagi semua suku
Menjunjung semangat persaudaraan antar suku
Mendiskriminasi warga berdasarkan ciri fisik atau asal usul
Menolak stereotip negatif terhadap kelompok etnis tertentu
Menegakkan hukum yang adil tanpa memandang suku atau ras
Tindakan toleransi terhadap antargolongan dalam masyarakat termasuk:
Mengucilkan kelompok berstatus sosial rendah agar stabilitas terjaga
Menghormati perbedaan profesi dan memberi ru
Tindakan toleransi terhadap antargolongan dalam masyarakat termasuk:
Mengucilkan kelompok berstatus sosial rendah agar stabilitas terjaga
Menghormati perbedaan profesi dan memberi ruang partisipasi bagi setiap golongan
Mengharuskan semua orang bekerja pada profesi tertentu demi kesetaraan
Menciptakan hukuman bagi kelompok hobi tertentu untuk menjaga moral
Menetapkan privilese permanen untuk golongan tertentu
Pernyataan mana yang paling menggambarkan ancaman konflik SARA jika keberagaman tidak dihormati?
Terbentuknya jaringan kerjasama antarkelompok
Meningkatnya rasa saling pengertian dan dialog
Timbulnya diskriminasi, kekerasan, dan polarisasi sosial
Peningkatan pariwisata berbasis budaya lokal
Terwujudnya pemerintahan berbasis musyawarah
Dalam konteks kebhinekaan, peran pemerintah dan masyarakat untuk mencegah konflik SARA paling efektif bila:
Hanya aparat keamanan yang diberi wewenang menyelesaikan sengketa
Pemerintah mengabaikan akar sosial ekonomi masalah
Diterapkan kebijakan inklusif, pendidikan toleransi, dan mekanisme penanganan konflik partisipatif
Kepentingan kelompok mayoritas selalu diutamakan demi efisiensi
Semua bentuk perbedaan budaya harus disamakan secara paksa
Mengapa penting mengenalkan asal usul simbol negara (mis. Garuda Pancasila) pada peserta didik?
Agar peserta didik menerima tanpa kritis semua kebijakan negara
Untuk menumbuhkan pemahaman identitas kebangsaan, makna historis, dan rasa kebanggaan yang mendukung persatuan
Supaya peserta didik hafal angka tanpa memahami maknanya
Agar simbol negara digunakan sebagai alat propaganda politik praktis di sekolah
Agar sekolah dapat mengganti simbol jika mayoritas siswa menginginkannya
Seorang guru yang ingin menumbuhkan sikap toleransi lintas suku di kelas sebaiknya melakukan:
Melarang diskusi tentang budaya agar tidak memicu konflik
Mengadakan proyek kolaboratif antar siswa dengan latar suku berbeda dan refleksi nilai bersama
Mengelompokkan siswa hanya berdasarkan kesamaan suku
Menyajikan satu budaya sebagai standar kebudayaan ideal
Memberi hukuman bagi siswa yang mengekspresikan budaya asalnya
Dalam menanggapi konflik antaragama di komunitas, pendekatan yang paling sesuai sesuai nilai Bhinneka Tunggal Ika adalah:
Penghapusan kebebasan beragama untuk mencegah gesekan
Fasilitasi dialog antarpemuka agama, penghormatan hak beribadah, dan penegakan hukum terhadap ujaran kebencian
Menyerahkan penyelesaian hanya kepada kelompok mayoritas lokal
Melarang semua ekspresi keagamaan di ruang publik
Mengabaikan masalah hingga mereda sendiri
Pernyataan yang benar mengenai wilayah geografis Indonesia dan kaitannya dengan keberagaman:
Karena luas wilayah, Indonesia memiliki sedikit variasi budaya
Luas dan banyaknya pulau menyebabkan keragaman suku, bahasa, dan kebiasaan yang kaya
Wilayah pulau membuat semua budaya menjadi homogen
Wilayah, Indonesia memiliki sedikit variasi budaya
Luas dan banyaknya pulau menyebabkan keragaman suku, bahasa, dan kebiasaan yang kaya
Wilayah pulau membuat semua budaya menjadi homogen
Keberagaman terbatas hanya pada aspek bahasa saja
Jumlah pulau menentukan jumlah agama yang diakui negara
Sikap yang paling tepat ketika menghadapi norma yang berbeda di tempat lain adalah:
Menilai norma tersebut sebagai lebih rendah daripada norma asal sendiri
Belajar memahami alasan norma itu ada dan menghormatinya selama tidak melanggar hak asasi
Memaksa komunitas lain mengadopsi norma asal sendiri
Mengabaikan norma setempat dan bertindak sesuai preferensi pribadi
Melaporkan norma tersebut sebagai pelanggaran tanpa evaluasi konteks
Bentuk pendidikan yang efektif untuk mengurangi konflik berbasis identitas ialah:
Pendidikan yang menekankan homogenitas budaya sebagai satu-satunya jalan
Pendidikan inklusif yang memasukkan sejarah simbol negara, nilai Pancasila, dan pendidikan toleransi berbasis pengalaman interaksi
Menghapus pelajaran sejarah lokal agar fokus nasional lebih kuat
Mengisolasi siswa dari kelompok sosial lain selama masa remaja
Mendorong segregasi ruang belajar menurut latar suku atau agama
Dalam upaya pelestarian budaya lokal sambil menjaga persatuan nasional, kebijakan terbaik adalah:
Melarang praktik budaya yang berbeda demi standarisasi nasional
Memberikan ruang bagi ekspresi budaya lokal, mengintegrasikannya dalam pendidikan, dan menjaga kesetaraan hak warga
Menjadikan satu budaya sebagai budaya nasional tunggal
Mengkomersialkan budaya tanpa perlindungan hak komunitasnya
Mengabaikan budaya lokal demi pembangunan ekonomi cepat
Jika terjadi diskriminasi berbasis suku di lingkungan kerja, langkah yang paling tepat sesuai prinsip PPKn adalah:
Mengabaikan agar hubungan kerja tetap tenang
Melaporkan kejadian melalui mekanisme resmi, mendokumentasikan bukti, dan menuntut penegakan kebijakan nondiskriminasi
Mengambil tindakan pembalasan pribadi terhadap pelaku
Mengundurkan diri tanpa melaporkan agar masalah tidak meluas
Menyebarkan informasi tanpa fakta untuk memberi tekanan sosial
Pernyataan manakah yang menggambarkan esensi mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dalam konteks keberagaman?
Menuntut hak kelompok sendiri tanpa memperhatikan dampaknya pada persatuan nasional
Mengorbankan hak asasi individu demi homogenitas nasional
Mengedepankan dialog, kompromi, dan kebijakan yang adil sehingga kepentingan kolektif bangsa tetap terjaga tanpa menghapus identitas kelompok
Menolak segala bentuk otonomi lokal demi kekuatan pusat
Mengabaikan perlindungan kelompok minoritas agar mayoritas lebih dominan
